Harry Potter and the Cherry Blossom Part I

2015-08-12-21-14-42_deco[1]

Title: Harry Potter and the Cherry Blossom Part I

Author: GiaaGio

Genre: Romance

Rating: PG-13

Chapter: Part I – Part II – Part III – Part IV – Part V [END]

Cast:

  • SooHee (Original Cast)
  • Baekhyun (EXO)
  • Other Cast

Jam wekerku berdering keras seperti biasanya. Aku terbangun di sofa kamarku masih memegang buku bersampul hitam bergambar liontin. Seingatku, tadi malam aku tertidur saat membaca novel fiksi digenggaman tanganku ini. Segera kumatikan jam wekerku dan menuju ke kamar mandi. Kudengar Eomma memanggilku untuk segera bergabung ke meja makan bersama Appa.

Setelah merapikan diri aku segera menuju dapur untuk sarapan bersama. Kulihat Appa sedang terburu-buru menghabiskan makanannya.

Appa, wae?”

“Ah, tidak ada apa-apa SooHee. Appa ingin bertemu dengan teman Appa.”

“Oh.”

“Nanti makan siang bersama Appa ya, di Hangang Park. Kita ketemu di Yeouido. Pasti bagus deh musim semi ini disana.”

“Jangan membuatku menunggu lama, Appa.” Kataku seraya melahap kimbap.

Aku segera menuju bakery kue yang letaknya hanya satu blok dari rumahku. Kulihat Jaerin eonni

sedang membersihkan etalase dan mulai menata roti-roti yang masih hangat.

Annyeong eonni, Maaf aku terlambat hari ini.”

“Hey Soohee-ya! Aah, tak apa~”

***

Aku baru ingat ingin menyusul Appa ke Hangang Park siang ini. Setelah sampai, kucoba menelepon Appa ke ponselnya. Tapi tidak ada jawaban. Kuputuskan untuk berjalan sambil mencari Appa. Lima belas menit berlalu setelah aku mengelilingi Yeouido yang penuh dengan pohon bunga sakura itu untuk mencari Appa. Akhirnya aku duduk di salah satu kursi taman. Kubuka tasku untuk mencari sebotol air mineral. Yeouido adalah salah satu tempat di Hangang Park. Disana terdapat banyak pohon bunga sakura berjejer indah dipinggir jalan. Aroma bunga sakura begitu ramah menyapaku.

Kubuka novel fiksi yang tadi malam belum selesai kubaca dan kuputuskan untuk membacanya sambil melepas lelah sejenak baru nanti kucari Appa lagi.

“Harry Potter?” Suara seorang namja membuyarkan konsentrasiku.

“Ah, ya.” Jawabku singkat.

“Hm. Aku juga mengoleksi semua serinya. Apa kamu baru membaca seri terakhir itu?” Tanya namja itu lagi

“Ya.” Jawabku singkat lagi. Aku memang sudah lama membelinya, tapi baru sempat kubaca sekarang.

“Aku benci semua bagian kematian dibuku ini.” Kata namja itu.

“Tapi, bukankah tema dari buku kali ini memang kematian?” Tanyaku mulai tertarik dengan pernyataan namja ini. Dan aku baru sadar bahwa ternyata namja yang sedari tadi duduk disebelahku ini hanya manatap lurus kedepan dan tidak memandangku sama sekali. Kulihat ia begitu menikmati suasana di taman ini. Bagaimana bisa dia melihat apa buku yang sedang kubaca? Ah entahlah.

“Ya, aku tahu itu. Tapi sebenarnya bukan hanya kematian yang dapat diambil dari buku itu.” Katanya tetap menatap lurus kedepan seperti sedang menerawang. Disandarkan tubuhnya ke kursi taman, membuatnya duduk lebih nyaman tetapi tidak menatapku.

Tak terasa kami berbincang dengan tidak saling memandang. Sungguh menarik mendengarkan pernyataan-pernyataan tak terduga dari namja ini. Tiba-tiba ponselku berdering. Ternyata appaku menelepon, ia bilang tidak bisa menemuiku. Ia menyuruhku pulang saja. Saat kuputuskan sambungan teleponku, aku kaget. Namja disebelahku tiba-tiba sudah hilang entah kemana.

Setelah menyelesaikan pekerjaan di bakery, aku segera pulang kerumah. Sepertinya eomma dan Appa sudah tidur. Kurebahkan tubuhku di sofa kamarku. Tiba-tiba teringat namja yang kutemui di Hangang Park tadi. Sebenarnya siapa namja itu? Ah! Aku sampai lupa menanyakan namanya. Tapi biar saja lah. Tidak begitu penting.

***

Musim semi ini memang indah sekali. Rasanya wangi bunga selalu mengiringiku dimana saja. Jaerin eonni akhir-akhir ini selalu sibuk dengan pekerjaannya. Sedangkan aku seperti biasanya, hanya membantu apa yang dikerjakan Jaerin eonni saja. Lalu pulang kerumah atau terkadang jalan-jalan menikmati pemandangan kota Seoul.

Aku jadi ingat pertemuanku dengan seorang namja di Hangang Park kemarin siang. Sebenarnya siapa namja itu? Kenapa tiba-tiba menghilang? Namja itu sungguh membuatku penasaran. Siang ini kuputuskan untuk pergi ke Hangang Park untuk membaca buku Harry Potter And The Deathly Hallows lagi dan siapa tahu nanti bertemu dengan namja itu lagi.

Akupun segera duduk di kursi taman yang kemarin. Kali ini sendirian. Tidak ada namja itu yang duduk disebelahku. Kubuka novel Harry Potter dan mulai membacanya. “KEHIDUPAN DAN KEBOHONGAN ALBUS DUMBLEDORE” kubaca bagian awal bab di novel itu.  Kuresapi setiap kata didalamnya. Harum bunga sakura menusuk indra penciumanku. Memperindah suasana hatiku.

“Dumbledore. Laki-laki itu. Ia memang jenius. Masa lalunya hanya sekedar masa lalu.”

Suara seorang namja mengagetkanku lagi. Saat kulihat, benar itu namja yang waktu itu lagi. Ia melihat lurus kedepan seperti menerawang lagi.

“Ya, bagiku Dumbledore adalah Dumbledore.” Kataku menanggapi pernyataan namja itu sambil memperhatikannya. Ia tetap menatap lurus ke depan. Ia memakai snapback berwarna hitam. Membuatnya tampak seperti anak muda yang ceria, bukan anak muda yang suka membaca buku Harry Potter.

“Aku setuju dengan Harry.” Kata namja itu tetap memandang lurus kedepan.

“Apa?” tanyaku tak mengerti. Kulihat ia memejamkan matanya seakan menikmati hembusan angin lalu menghela nafas.

“Harry tak peduli tentang masa lalu Dumbledore.” Katanya datar.

Kuresapi kata-katanya. Kualihkan pandanganku keatas. Kulihat bunga sakura berguguran tertiup angin. Kucoba memikirkan apa yang akan kukatakan. Tiba-tiba Jaerin eonni memanggilku dari kejauhan dan melambaikan tangannya kepadaku. Kubalas lambaian tangannya. Kulihat ia berlari riang menuju kearahku dan duduk tepat ditempat namja itu duduk. Tapi namja itu sudah tidak ada. Ia menghilang lagi.

“Lho? Namja tadi kemana?” kataku lebih kepada diriku sendiri.

“Namja? Siapa Soohee?” kata Jerin eonni bingung.

“Barusan aku sedang duduk bersama seorang namja disini eonni. Tadi eonni lihat kan? Saat eonni memanggilku dari sana??” tanyaku.

Eonni melihat kamu duduk sendirian.”

“Tepat beberapa saat sebelum eonni memanggilku tadi, aku duduk dengan seorang namja.” Kataku penuh keyakinan.

Eonni lihat kamu sendirian. Kamu memang sempat menatap aneh kearah eonni duduk sekarang. Lalu kamu menatap ke atas, lalu eonni memanggilmu Soohee.” Kata Jaerin eonni sangat yakin.

“Tidak mungkin eonni.” Kataku tak percaya.

Aku yakin namja itu ada disebelahku tadi. Aku masih ingat sisi kanan wajahnya, rambutnya saat tertiup angin, dan snapback yang dipakai terbalik. Aku masih ingat ia memakai baju hangat warna cokelat muda. Bahkan aku masih ingat suaranya saat mengomentari novel digenggamanku ini. Mungkinkah namja itu hanya fiksi seperti novel Harry Potter ini?

14 responses to “Harry Potter and the Cherry Blossom Part I

  1. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part II | FFindo·

  2. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part III | FFindo·

  3. Wah, kayaknya aku telat baca deh…. Gapapa…. Seru ceritanya, arwah yang penasaran sama harry potter…. Ditunggu chap selanjutnya

  4. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part IV | FFindo·

  5. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part V [END] | FFindo·

  6. menarik dan menggelitik… sebenarnya saya udah baca chapter akhir, dan saya tertarik buat baca dari chapter 1 *pengakuan dosa, dan disini saya jadi konflik kognitif (?) sama si baekhyun..
    saya lanjut ke chapter 2 yaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s