Harry Potter and the Cherry Blossom Part II

Then, You'll Meet Someone

Title: Harry Potter and the Cherry Blossom Part II

Author: GiaaGio

Genre: Romance

Rating: PG-13

Chapter: Part I – Part II – Part III – Part IV – Part V [END]

Cast:

  • SooHee (Original Cast)
  • Baekhyun (EXO)
  • Other Cast

Setelah kejadian di Yeouido – Hangang Park waktu itu, aku tidak berkunjung ke tempat itu lagi. Mungkin belum. Karena sebetulnya aku masih ingin bertemu dengan namja misterius itu lagi. Namun kesibukan pula yang membuatku tak memiliki banyak waktu luang untuk bersantai. Bahkan novel Harry Potter pun belum sempat kubaca lagi.

Cuaca diluar masih sangat menyenangkan dan penuh dengan harum khas musim semi. Sayang sekali aku malah terus saja berada di ruang saji dan sibuk membantu Jaerin eonni menyiapkan roti-roti yang akan dijual. Kami sedang kebanjiran order. Banyak sekali wisatawan yang mengunjungi toko kami sepanjang musim semi ini.

“Eonni, aku boleh izin tidak? Aku ingin menghirup udara segar.” Kataku sambil merapikan kertas roti yang tercecer di meja saji.

“Aku tahu kau sudah sumpek berada di dalam terus akhir akhir ini.” Jaerin eonni terkekeh memperhatikanku dengan ekspresi simpati. Ia sangat hafal dengan tabiatku yang cepat bosan berada di dalam ruangan.

“Begitulah. Rasanya sayang sekali jika musim semi ini aku tak menikmati indahnya Yeouido yang letaknya sangat dekat dari sini.”

“Aku tahu aku tahu, pergilah! Lepas apronmu. Serahkan semua padaku. Tapi ingat, besok pagi kau harus tepat waktu dan kembali membantu, OK?” Jaerin eonni menghampiriku dan membantuku melepas apronku.

“Gomaweo eonni, sampai besok!” Kusambar tas dan cardiganku lalu segera keluar dengan langkah yang ringan.

Udara segar dan angin sepoi segera saja menyambut langkahku. Banyak anak-anak remaja berseragam yang sedang asyik berjalan santai di sepanjang jalan. Awan biru beriak yang menandakan cuaca cerah memayungiku. Kuhela nafas panjang dan kurasakan aroma musim semi yang sangat kusukai. Aku jadi ingin mengajak eomma berjalan jalan, tapi mungkin tidak hari ini. Hari ini aku ingin sendiri. Ah, lebih tepatnya aku ingin sendiri lalu bertemu dengan namja misterius itu lagi. Kenapa aku malah memikirkannya? Bukankah tujuanku menikmati bunga sakura yang indah? Entahlah.

Sayang sekali diluar dugaan Yeouido sangat ramai hari ini. Tempat duduk favoritku pun ada yang mengisi. Apa boleh buat, mungkin lebih baik aku kembali saja ke toko. Sebelum kembali ke toko, aku memutuskan untuk mampir sebentar ke kedai kopi untuk membeli dua cangkir kopi untukku dan untuk Jaerin eonni. Ternyata dari dalam kedai kopi ini terlihat hamparan bunga sakura dengan sangat indah. Ah, aku jadi tidak ingin kembali ke toko. Lagipula disini lumayan sepi dan tenang. Hei, tunggu dulu! itu bukankah namja yang waktu itu? Sedang apa dia sendirian disini?

Setelah memesan hot cappuccino, kuberanikan diri menghampirinya.

“Boleh aku duduk disini?”

“Ah, kau. Ya, silahkan.” Ia bangkit dan menyediakan kursi dihadapannya untukku. Aku sampai kaget melihat perlakuannya.

“Gomaweo”

“Kau sendirian lagi kali ini?” Ia bertanya padaku tapi tak menatapku. Ia malah melihat keluar jendela kaca besar disebelah kami.

“Sepertinya tidak. Aku bersamamu sekarang.” Jawaban itu meluncur begitu saja dari mulutku.

Mendengar jawabanku, ia tersenyum sambil menatapku. Maksudku, ia tersenyum hangat sambil menatapku. Astaga, senyum dan tatapannya seperti mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mataku. Saat ia tersenyum, matanya juga membentuk senyuman.

“Sudah lama aku tidak tersenyum.” Katanya lagi kemudian menatap jendela.

Aku tak tahu harus menanggapi apa atas kata-katanya baru saja. Aku terdiam. Lalu terpikir sesuatu untuk kutanyakan padanya.

“Mengapa waktu itu kau tiba tiba saja menghilang?”

“Apa maksudmu menghilang? Kau pikir aku penyihir yang bisa kapan saja ber-Apparate*?” tanyanya dengan ekspresi datar tanpa menatapku.

(*Apparate adalah ilmu untuk berpindah tempat secepat kilat yang hanya dapat dilakukan oleh penyihir yang sudah dewasa. Ada di novel fiksi Harry Potter, secara harfiah menghilang)

Aku tertawa. Sebenarnya sangat tidak lucu jika melihat caranya menyampaikan kata-kata itu tapi entah mengapa aku tertawa.

“Mungkin saja, tapi apa kau yakin sudah cukup umur untuk ber-Apparate?”

Ia malah tersenyum lagi. Ya Tuhan, kenapa aku seperti habis meminum amortentia* (*ramuan cinta) begini.

“Kau berhasil membuatku tersenyum kembali.” Katanya sungguh sungguh lalu tersenyum hingga matanya menyipit.

“Aku jadi penasaran apakah aku cocok jadi pelawak?” kataku sambil terbahak.

“Hot Cappuccino mu sepertinya sudah berubah menjadi Ice Cappuccino” Ia menunjuk Hot Cappuccinoku dengan dagunya.

“Ah, aku akan pesankan minuman untukmu. Kau ingin apa? Minumanmu sudah habis.” Tawarku setelah melihat gelasnya kosong.

“Apa saja yang kamu sukai.” Jawabnya tenang.

“Oke.” Aku segera bangkit menuju ke meja order untuk memesan Hot Cappuccino untuknya. Lalu aku langsung kembali ke meja dan mendapati kursinya sudah kosong. Kemana dia pergi? Mungkin ke toilet. Aku pun memutuskan untuk menunggunya sambil membaca novel Harry Potter lagi.

Sudah satu jam dia tidak kembali. Sepertinya dia menghilang lagi. Sebaiknya aku pulang saja. Hari sudah sore. Tunggu sebentar, ternyata ia menulis sesuatu di pinggiran halaman buku Harry Potterku.

Minum saja Hot Cappuccino nya untukmu. Aku harus ber-Apparate

Itu saja. Bodoh. Aku lupa menanyakan namanya lagi. Dan ini adalah pertemuanku yang ketiga dengannya tapi aku masih tidak tahu siapa namanya.

***

“Eomma! Aku pulang” Sahutku melepas sepatu dan berhambur ke dapur. Kulihat eomma sedang mengupas apel sambil bersenandung.

“Soohee, kau darimana saja baru pulang?” Tanya eomma tanpa mengalihkan pandangannya dari apel yang sedang ia kupas.

“Aku habis dari Yeouido, eomma. Ramai sekali disana.” Jawabku lalu mengambil sepotong apel dari piring.

“Sudah pasti ramai. Apalagi sakura sedang mekar begini. Bagaimana toko roti hari ini?”

“Ramai sekali eomma, tapi aku dan Jaerin eonni berhasil melakukan tugas kami dengan baik. Tapi tadi sebenarnya jam 2 siang aku izin ke Yeouido dan meninggalkan Jaerin eonni sendirian di toko.” Kataku merasa bersalah kepada Jaerin eonni.

“Aigoo~ kasihan sekali Jaerin sendirian mengurus toko. Kenapa kamu tidak menelepon eomma? Kan eomma bisa membantunya.”

“Jaerin eonni sendiri yang menyuruhku pergi eomma, aku yakin dia pasti tak apa-apa. Tadi aku juga sempat membantunya menutup toko kok.” Jelasku sambil mengunyah apel.

“Ah, begitu.”

“Eomma, apa mungkin di dunia ini ada orang yang bisa tiba tiba menghilang lalu tiba-tiba muncul kembali?” tanyaku polos.

“Astaga kau sudah terlalu sering membaca novel penyihir itu. Sudah sana cepat mandi dan ganti bajumu. Jangan menjadi anak yang jorok.” Eomma merebut apel ditanganku dan mendorongku keluar dari dapur.

“Aku bukan anak-anak lagi eomma, aku seorang gadis!”

Eomma malah terbahak mendengar ocehanku. Aku jadi teringat senyuman namja itu lagi. Aku harus mengetahui namanya. Dan, tulisan tangannya di buku Harry Potter ku adalah bukti bahwa dia nyata.

24 responses to “Harry Potter and the Cherry Blossom Part II

  1. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part V [END] | FFindo·

  2. akhirnya chapter 2 kebaca juga hahahaha… bangga dg diri sendiri

    oke, komentar saya, chapter ini masih jadi chapter rahasia, kok si cowok masih suka ngilang2? jangan2 emang dia bisa sihir lagi ya…
    hmmm lanjut di bab selanjutnya… eh chapter maksud saya..
    btw ciee soohee udah mulai suka sama mas mas nya

    • Hahaha waahh makasih udh sempetin baca sampe chapter 2 juga ^^v
      Ini masih misterius gitu yaa ceritanya si cowoknya. Hehehe.
      Semoga seneng sama lanjutannya~ happy reading ^^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s