Harry Potter and the Cherry Blossom Part III

BLOSSOMS

Title: Harry Potter and the Cherry Blossom Part III

Author: GiaaGio

Genre: Romance

Rating: PG-13

Chapter: Part IPart II – Part III – Part IV – Part V [END]

Cast:

  • SooHee (Original Cast)
  • Baekhyun (EXO)
  • Other Cast

“Eonni ! Aku sampai duluan” Sapaku ceria melihat Jaerin eonni masuk ke toko dengan tergesa.

“Ah! Aku terlambat. Maafkan aku Soohee.” Jaerin eonni segera menyambar apron dan memanggang roti yang sudah kubuat.

“Kau tumben sekali terlambat eonni. Ada apa?” tanyaku penuh Tanya karena selama ini Jaerin eonni tak pernah terlambat.

“Kemarin aku berkunjung ke pemakaman ibu dan ayahku, lalu hujan turun dan aku harus berteduh hingga larut malam barulah aku bisa pulang kerumah.” Jawabnya.

“Ah, mengapa kau tidak memberitahu Appa saja? Appa pasti dengan senang hati akan mengantar eonni.”

“Aku tidak ingin merepotkan paman,” katanya lalu membantuku membentuk roti kacang merah.

“Eonni seperti baru mengenalku saja. Eonni tahu tidak? Kemarin aku bertemu dengan namja misterius itu lagi di Yeouido.” Kataku bersemangat.

“Benarkah? Apa kau yakin dia bukan sekedar khayalanmu, Soohee?” Jaerin Eonni menaikkan alisnya.

“Aku punya bukti. Lihat ini eonni.” Aku menyodorkan buku Harry Potter ku yang terdapat tulisan tangan namja itu. Jaerin eonni terlihat seperti agak kaget lalu menatapku.

“Err, sepertinya kau benar.” Jaerin eonni tertawa lalu segera melanjutkan pekerjaannya.

“Aku ingin menemuinya lagi. Aku belum mengetahui namanya.” Kataku membayangkan senyum hangat namja itu.

“Baiklah kalau begitu, kuizinkan kau pulang lebih awal.” Jaerin eonni terlihat sedikit heran denganku dan malah tertawa terbahak bahak.

“Mengapa kau tertawa eonni?”

“Sepertinya kau sedang jatuh cinta dengan seseorang yang namanya belum kau ketahui.”

Sebelum pergi, Jaerin eonni membantu mengepang rambutku. Rambutku sebenarnya tidak terlalu panjang, hanya sebahu dan aku sangat jarang memperhatikan penampilanku. Biasanya aku hanya menyisirnya saja dan membiarkannya tergerai. Tapi hari ini, Jaerin eonni bilang bahwa aku harus terlihat cantik karena akan bertemu dengan namja misterius itu. Padahal belum tentu juga aku akan bertemu dengannya. Bahkan, Jaerin eonni menyarankanku untuk mengenakan dress. Tidak, tidak. Itu sama sekali bukan gayaku. Aku hanya ingin berpenampilan seperti biasanya.

Aku merenungkan perkataan Jaerin eonni. Sangat konyol rasanya bila aku jatuh cinta pada namja yang tak kuketahui namanya. Bahkan aku baru bertemu tiga kali dengannya. Aku juga tidak tahu sifatnya. Yang kami bicarakan hanya tentang Harry Potter. Tak ada yang lain. Aku sendiri masih tak yakin dengan perasaanku. Aku selama ini hanya senang bertemu dengannya karena Harry Potter. Bukan karena yang lain.

Musim semi akan segera berakhir. Festival bunga sakura di Yeouido pun akan segera berakhir. Wisatawan yang berkunjung ke Hangang Park juga semakin berkurang. Tapi bunga sakura masih banyak bermekaran.

Sengaja kudatangi kedai kopi yang kemarin. Sepertinya aku memiliki ikatan batin dengan namja itu. Ia sedang duduk di deretan kursi paling pojok memandang ke jendela. Tempat yang sama dengan yang kemarin. Setelah memesan dua cangkir Hot Cappuccino aku menghampirinya dengan langkah ringan.

“Hai.” Sapaku duluan.

“Hai. Kau? Silahkan duduk.” Ia bangkit dan menyediakan tempat duduk dihadapannya untukku. Sama seperti kemarin.

“Terima kasih. Tak perlu begitu, aku bisa sendiri.” Kataku lalu segera duduk.

“Aku melakukan apa yang ingin kulakukan dan yang seharusnya kulakukan.” Katanya lalu tersenyum.

Aku mengerti apa yang dikatakannya. Ia terlihat sangat sopan dengan perlakuannya itu.

“Ini Hot Cappuccino untukmu. Sebagai ganti yang kemarin. Karena kau tiba-tiba ber-Apparate lagi, aku sampai harus menghabiskan dua cangkir.” Kataku sambil terkekeh.

“Terima kasih. Maaf soal kemarin.” Ia terlihat sedih. Aku tak berani menanyakan  mengapa ia terlihat sedih. Aku hampir lupa. Aku ingin menanyakan namanya.

“Boleh aku mengetahui siapa namamu?” tanyaku secara tegas.

“Panggil aku Baekhyun, Soohee.” Katanya hangat dengan menatap mataku lurus-lurus. Aku seperti terkena mantra confundus* (mantra dalam seri Harry Potter yang menyebabkan orang yang dimantrai menjadi bingung.*)

“Kau tahu namaku? Apa kau bisa membaca pikiran?” tanyaku penuh selidik.

“Kurasa kau terlalu banyak membaca novel Harry Potter. Aku mengetahui namamu dari buku Harry Pottermu itu. Kau menulis namamu dengan besar-besar.” Katanya tertawa lalu mengacak rambutku. Aku terdiam. Kaget. Apa yang ia lakukan? Rasanya seperti ia sudah lama mengenalku.

“Kau kenapa? Cepat minum Hot Cappuccinomu.” Ia menyodorkan cangkirku. Kuminum Hot Cappuccinoku.

“Rambutku jadi berantakan.” Kataku menyembunyikan perasaanku.

“Maaf, aku tak bermaksud begitu. Kenapa rambutmu tidak digerai seperti biasanya?” Ia bertannya

“Err… tak apa.” Kataku berusaha merapikan rambutku dan tidak berhasil. Akhirnya kulepas  saja ikatannya.

“Begitu lebih baik.” Katanya tersenyum.

Kuminum Hot Cappuccino-ku untuk menyembunyikan wajahku. Wajahku pasti sangat merah.

“Setelah sekian lama, kau yang berhasil membuatku tertawa lagi.” Ia menerawang menembus jendela kaca disebelah kami melihat kelopak bunga sakura yang berterbangan.

Aku tidak tahu harus senang atau sedih karena perkataannya. Sudah dua kali ia mengatakan hal itu padaku. Di satu sisi aku seharusnya senang karena dapat membuatnya tertawa. Tapi di sisi lain, aku seharusnya sedih karena ia telah lama menderita sampai ia tak bisa tertawa sekian lama. Aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Aku juga tak bisa membaca pikirannya melalui ekspresi wajahnya yang dapat berubah ubah setiap detik.

“Aku sangat menyukai musim semi. Setiap hari aku akan keluar untuk menikmati suasana seperti ini.” Katanya lalu meminum Hot Cappuccino-nya.

“Apakah itu artinya kau tak menyukai musim yang lain?” tanyaku mencoba bangun dari lamunan dan pikiranku sendiri.

“Bisa dibilang begitu, bisa dibilang tidak.” Katanya mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya. Ia mengeluarkan kalung berbentuk bunga dan dimainkan di tangannya.

“Kalung apa itu?” Tanyaku begitu saja.

“Kalung mendiang ibuku.” Jawabnya sedih memandang kalung itu.

“Aku turut menyesal.” Kataku sungguh sungguh. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa Eomma. Aku tak akan sanggup.

“Ibuku meninggal saat musim semi.” Ia bercerita dengan wajah tanpa ekspresi. Sebenarnya aku masih shock karena ia tiba tiba bercerita tentang kehidupan pribadinya. Aku juga masih tak percaya karena ia tiba-tiba mengacak rambutku tadi. Aku seperti belum bisa beradaptasi. Aku tak bisa berpikir harus bicara apa. Kuminum Hot Cappuccino-ku untuk menyembunyikan perasaanku lagi.

“Tak apa-apa. Aku hanya bercerita. Kau tak perlu mengatakan apa-apa.” Ia tersenyum dan memasukkan kembali kalung berbentuk bunga itu ke dalam sakunya. Wajahnya lalu tersenyum hangat menatapku. Seakan ia telah memasukkan kembali kenangan menyedihkan tentang kematian ibunya ke dalam sakunya pula. Sungguh namja yang menarik.

“Kau membaca pikiranku lagi.” Kataku polos

“Apa kau sengaja berbuat aegyo?” Tanyanya memiringkan kepalanya sambil memperhatikanku.

“Maksudmu?” Tanyaku tak mengerti.

“Entahlah, sepertinya setiap saat kau sedang ber-aegyo” Ia tersenyum.

Entah mengapa aku tak bisa berkata-kata. Mungkin karena senyumnya. Tunggu, sudah berapa kali ia tersenyum padaku hari ini. Mungkin aku tak akan kuat jika setelah ini masih ada senyum-senyum berikutnya.

“Sepertinya aku harus pulang, Soohee.” Katanya tiba-tiba.

“Hari sudah hampir gelap. Aku juga harus segera pulang.” Kataku.

Kami berjalan bersama menyusuri Yeouido yang sangat penuh dengan bunga Sakura. Tiba-tiba ia berhenti dan memegang tanganku. Ia berdiri dihadapanku, seraya berkata.

“Terima kasih, Soohee.” Katanya sungguh-sungguh.

“Atas apa?” tanyaku menengadahkan wajahku menatapnya”

“Segalanya.”

SAKURA

***

Otakku tak bisa berpikir. Aku tak percaya secepat ini ia memegang tanganku. Bukan berarti aku tak suka. Aku sangat suka. Aku senang. Mungkin, aku hanya kaget. Karena, kami belum saling mengenal. Apa iya? Tapi aku merasa aku sangat mengenalnya. Sorot matanya sangat familiar. Seperti aku pernah bertemu dengannya. Entahlah. Mungkin aku menyukainya.

15 responses to “Harry Potter and the Cherry Blossom Part III

  1. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part II | FFindo·

  2. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part I | FFindo·

  3. Huehehehe, lg semangat nih author-nim. Ditambah dg imajinasi berkeliaran nih dipikiran kayaknya. Well, this is good as always. Tp boleh minta panjangin ga?? Klo ga boleh gpp itukan imajinasi author. Semangat! Cepet update lg yaaa….

  4. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part IV | FFindo·

  5. wahh aku kaget pas lihat udah ada chapter 4 nya, jadi buru” baca nih^^, haha tak sanggup dengan senyum” yg berikutnya? klo aku senyum pertama pun aku udah nggak sanggup ngebayanginya >—< baekki makin misterius nih gara" soo hee bilang sorot matanya sangat familiar sperti pernah bertemu seblumnya. author setiap chapt nya banyakin sweet sweet nya yah xixixixi^^ cp3 jjang😀

  6. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part V [END] | FFindo·

  7. tuh kan tuh kan tuh kaaaaan…. saya jadi mikirnya soohee smpt hilang ingatan trus lupa baekhyun *oke mulai dramatis dan sinetron bgt saya nya…

    sya lanjut ke chapter selanjutnyaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s