The Class President: Thank You

TCP

Title : The Class President -Thank You

Author : Atatakai-chan

Genre : AU, School Life

Length : Universe

Rating : G

Starring:
1Punch One as Jung Jaewon

 

Jantungku berdegup sangat kencang ketika tetanggaku, Song Minho berjalan melewatiku di lorong sekolah. Sudah cukup lama aku menyimpan perasaan kepadanya. Tidak kusangka aku dan ia akan menjadi teman satu sekolah.

“Hey, Minyoung. Mau sampai kapan kau diam di sana?”

“E-eh?” Lamunanku buyar ketika suara Jung Jaewon, ketua kelasku, menggema di lorong.

“Aku akan segera masuk kok.” Ujarku sedikit ketus. Aku berusaha untuk menghilangkan rasa deg-degan efek dari berpapasan dengan Minho.

Aku melangkah menuju ke kelas ku dan ketika aku menengok ke belakang hendak mencuri pandang pada Minho. lelaki bermata tajam itu langsung  menengok ke belakang, ke arahku.

DEG!

Rasa deg-degan yang semula sudah perlahan menghilang kini kembali datang dan aku tidak bisa menghentikannya secara dadakan. Aku spontan membuang muka dan mempercepat langkahku menuju kelas.

Betapa aku berharap hal tadi tidak terjadi.

Sangat memalukan. Ia menangkapku sedang mencuri pandang ke arahnya. Apa yang lebih memalukan daripada itu?

.

.

.

.

Aku sebenarnya lebih suka menyantap makan siangku di atap gedung sekolah, tetapi aku mengurungkan niatku karena mendadak saja Minho masuk ke kelasku.

Mau apa ia di sini?

Minho berjalan mendekati Jaewon yang tempat duduknya berada di depanku. Aku diam, terpaku di tempat duduk ku.

Bagaimana ini? Aku tidak bisa berhenti menatap dirinya!

Cepat-cepat aku merunduk sambil memakan bekalku ketika Minho menggerakkan kepalanya. Saat ini aku tidak tahu apakah ia sedang melihat ke arahku atau tadi ia hanya sedang merengangkan leher. Tanpa mengeluarkan suara, aku terus menyantap makan siangku sekaligus berharap bahwa aku dapat mencuri dengar apa yang sedang Minho dan Jaewon bicarakan.

“Kenapa kau memanggilku kemari?”

Aku dapat mendengar suara Minho yang berat itu, perasaanku semakin tidak karuan.

“Haha. Tidak. Aku hanya ingin bertanya apakah kau hari ini akan menepati janjimu?”

Suara Jaewon terdengar jauh lebih ringan dari suara Minho, tetapi sama saja, keduanya bersuara berat.

“Janji apa? Kau aneh sekali.”

“Ah.. Memangnya bukan kau yang janji ya?”

“Aku tidak ingat berjanji apa-apa padamu. Mungkin Byul.”

“Ah, ya, ya mungkin juga. Hehe. Maafkan aku.”

Untuk sesaat keduanya sama sekali tidak bersuara.

Eh? Ada apa?

“… Kau hanya memanggilku untuk menanyakan itu?” tanya Minho.

“Iya. Hanya untuk itu. Maaf sudah merepotkan. Aku sedang malas bergerak.”

“Ah! Dasar menyebalkan! Kalau begitu sampai nanti bro.”

Aku mendengar suara Minho semakin pelan, menandakan bahwa ia semakin menjauh dari tempatnya semula berada.

Tunggu! Jangan pergi dulu Minho-ah!

Oke. Sampai nanti bro.”

Aku memberanikan diri dan kembali menatap lurus dan betapa kagetnya aku ketika melihat Jaewon sudah memutar bangkunya menghadap ke arahku dan ia tengah mencondongkan wajahnya sambil memberikan sebuah cengiran lebar. Kedua sudut bibirnya naik ke atas dan kedua matanya menyipit.

Mmwoya!? Apa kau lihat-lihat seperti itu!?”

“Sudah puas?”

Pertanyaan rancu dari Jaewon membuatku bingung. Aku mengaruk kepalaku yang tidak gatal.

“Sudah puas? Apanya?”

Jaewon menyeringai ke arahku dan kemudian lengannya yang panjang meraih kepalaku dan ia mengacak-acak rambutku.

Apa yang sedang ia pikirkan sih!?

Aku memundurkan bangku ku untuk menghindari tangannya lebih mengacak-acak rambutku. Rambutku ini butuh waktu setengah jam untuk ditata seperti ini. Siapa yang mau rambut kepangnya menjadi berantakan? Aku jamin tidak akan ada.

“Kau ini apa-apaan sih?!” Aku mengerucutkan bibirku.

Lho? Kenapa malah marah? Harusnya kau berterima kasih tahu.” Lagi-lagi Jaewon memamerkan senyum, kali ini dengan lebar.

“Berterima kasih apanya? Kau menga-”

“Ah kau ini. So-ng Min-ho.” Ujarnya pelan namun pasti sambil memberikan penekanan saat ia mengucapkan Song Minho.

Untuk beberapa saat aku terdiam, lalu aku memahami maksud perkataan Jaewon. Aku menundukkan kepalaku, berusaha menyembunyikan rona merah yang mulai menghiasi kedua pipiku.

Thank you.” Ujarku pelan.

6 responses to “The Class President: Thank You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s