[Chaptered] Venom (Part II)

Venom2

Thanks For Beautiful Poster by Leeyaaaa

Title: Venom (Part II)

Author: @Miithayaaaa

Genre: Angst, Married Life, Romance.

Length: Chaptered

Main Cast:

  • CN BLUE’s Minhyuk as Kang Minhyuk
  • F(x)’s Krystal as Jung Soojung

Support Cast:

  • Beast’s Doojoon as Yoon Doo Joon
  • Davichi’s Minkyung as Kang Minkyung
  • Kris/Wu Yi Fan

 Rate: PG-16

Note:

FF ini terinspirasi dari salah satu novel yang aku baca, atau mungkin kalian juga pernah membacanya. Topik masalah mungkin sama, tapi keadaan dan jalan cerita adalah milik saya, dan Hyukstal milik kita semua. Selamat membaca…

 

|| Prolog || Part I ||

 

***

Soojung mengikuti Minhyuk memasuki kamar tidur mereka, tiba-tiba merasa takut pada suaminya. Minhyuk benar-benar seperti orang asing, seperti bukan dirinya. Dan Soojung merasa tak nyaman dengan Minhyuk yang menjadi suaminya sekarang ini.

“Minhyuk, kenapa kau marah-marah padaku?” Soojung memberanikan diri bertanya mengambil lengan Minhyuk, mencoba bersikap lembut pada Minhyuk. Minhyuk yang dulu berkata bahwa dia sangat menyukai kelembutan Soojung.

Tapi, tetap, Minhyuk bersikap dingin sama sekali tidak tersentuh dengan kelembutan Soojung bahkan menepis tangan Soojung darinya. Minhyuk menatap Soojung sinis, sebelum berkata. “Suami mana yang tidak marah ketika istrinya menemui lelaki lain sehari setelah pernikahan mereka!! Seolah tidak tahan untuk segera menghambur ke pelukan lelaki lain!”

Wajah Soojung memucat mendengar tuduhan Minhyuk, tapi dia mencoba membela diri, “Kau yang meninggalkanku untuk bekerja di hari pertama pernikahan kita, Minhyuk. Aku hanya merasa bosan dirumah, Lagipula aku ke sana bukan hanya menemui Kris, aku ingin melihat galeri dan kelas seniku.”

“Alasan.”

“Minhyuk.”

Minhyuk menatap Soojung dengan merendahkan, “Dari awal aku sudah curiga ada sesuatu yang lebih di antara kau dan Kris, jangan mencoba melempar kesalahan dengan menyalahkanku pergi bekerja. Aku kerja kau pikir untuk siapa? Untuk menghidupimu juga! Kau juga yang menerima keuntungan dari semuanya, rumah mewah, pakaian mahal, dan makanan enak yang akan selalu kau dapatkan. Harusnya kau menghargai itu, bukan menjadi perempuan cengeng hanya karena aku pergi kerja!!”

Kata-kata kasar Minhyuk sekali lagi membuat hati Soojung terasa teriris. Soojung mundur satu langkah menjauhi suaminya, menatap Minhyuk dengan wajah tak percaya.

“Minhyuk..?” suaranya bergetar.

“A-apa ini benar-benar dirimu? Ada apa denganmu…?” Tanyanya lirih. Menahan rasa perih dihatinya.

Minhyuk sama sekali tak tersentuh melihat ekspresi Soojung, dia tetap menatap dingin Soojung. “Ya. Ini aku.” Jawabnya tersenyum sinis.

Minhyuk melangkah tepat didepan Soojung. “Aku merasa, aku menyesali keputusan bodohku untuk menikahi seorang perempuan sepertimu yang tidak tahu terima kasih yang sibuk melakukan affair dengan lelaki lain.” Ucap Minhyuk terlihat sangat kejam.

“Dan kupikir, aku terlalu muak untuk tidur sekamar denganmu, Soojung. Keluar dari kamarku, dan cari salah satu kamar kosong di rumah ini. Dimanapun itu, carilah yang paling jauh dari kamarku.” Lanjut Minhyuk dengan sinis.

“Minhyuk…” Air mata yang Soojung tahan akhirnya mengalir begitu saja dari sudut matanya, dia merasa sangat bingung.

“Ada apa denganmu, apa aku membuat kesalahan?” Kata Soojung lirih, mencari jawaban di mata Minhyuk, tapi mata Minhyuk tampak gelap dan berselimut amarah.

Minhyuk tak menjawab, malah melangkah ke pintu. Sebelum ke luar dia menoleh dengan dingin, “Aku akan pergi keluar, dan aku harap ketika aku pulang, kau cukup tahu diri untuk memindahkan seluruh barangmu dari kamar ini.”

***

Soojung tidak tahu harus berbuat apa, ini adalah hari pertama pernikahannya. Dan Minhyuk sudah memperlakukannya dengan begitu kejam.

Apa yang terjadi pada Minhyuk? Kesalahan apa yang telah kulakukan sampai Minhyuk sekasar itu padaku?

Ucap Soojung dalam hati, dia berpikir keras, tapi dia tidak menemukan tanda-tanda apapun yang membuat Minhyuk kesal ataupun marah. Bahkan setelah pesta pernikahan itu sebelum Soojung masuk ke kamar, Minhyuk masih bersikap lembut kepadanya. Memeluknya mesra, berdansa memegang erat satu sama lain sambil berbisik betapa bahagianya Minhyuk ketika pada akhirnya bisa menikahi Soojung.

Sambil mengusap air matanya, Soojung mengemasi pakaiannya. Sebenarnya dia tak ingin melakukannya, diusir seperti ini dari kamar suaminya dan direndahkan hanya karena disuruh pindah kamar dan kesalahan yang dia tidak tahu apa.

Tetapi harga dirinya menyuruh untuk melakukannya, dia tidak mau ketika Minhyuk pulang nanti dan menemukan dirinya masih ada di kamar ini, Minhyuk akan semakin merendahkannya.

Apa yang harus dia lakukan? Hatinya menjerit, Soojung ingin sekali melarikan diri dan kabur dari rumah ini, kembali ke rumahnya yang nyaman. Tapi Soojung adalah perempuan dewasa, bukan remaja lagi yang bisa kabur kalau menemukan masalah yang tidak sanggup untuk dia hadapi. Dia adalah orang yang sudah menikah. Dia harus berbicara dengan Minhyuk dan menyelesaikan semuanya.

Kalau Minhyuk memang benar-benar cemburu dan salah paham tentang hubungannya dengan Kris, Soojung akan menjelaskan bahwa Kris adalah gay dan Minhyuk tidak perlu mencemaskan hubungannya dengan Kris, begitu ada kesempatan.

Tapi.. Masalahnya, apa Minhyuk mau mendengarkannya melihat sifat dia yang seperti itu sebelumnya.

***

Sebuah mobil sedan hitam yang mengkilap berhenti tepat di depan galeri Heaven milik Soojung. kemudian dengan gagahnya, lelaki itu keluar dari mobilnya, merapikan jas hitam dan memasang senyum khasnya.

Dia melihat ke sekitar galeri didepannya. Sudah berapa lama dia telah meninggalkan Seoul, meninggalkan perempuan yang telah mencuri hatinya ketika dia masih berada di Universitas, meninggalkan hatinya untuk perempuan yang sudah lama dia inginkan tapi belum berani untuk mengatakannya. Dan sekarang, dia kembali untuk mencoba mengambil hatinya lagi.

Doojoon, kembali, Krystal.

Doojoon memasuki halaman galeri Soojung dan di sambut dengan suara-suara anak dari kelas seni yang tepat di sebelah galeri. Dia tersenyum, ketika dia memasuki ruang depan dan melihat ke sekitar tidak ada banyak yang berubah dari terakhir kali dia datang mengunjunginya.

Krystal.

Doojoon memanggil Soojung dengan sebutan Krystal. Soojung bagaikan kristal yang mengkilat untuk Doojoon, senyumnya yang ceria seakan memancarkan cahaya yang menyilaukan untuknya yang juga bisa mendebarkan jantungnya.

Dia tertawa sendiri dengan pikirannya ketika mengingat bagaimana dulu Soojung selalu cemberut ketika Doojoon menyuruh untuk melakukan sesuatu yang aneh ketika dia menjadi sunbae dan Soojung menjadi hoobae di kampus. Ya, mereka satu kampus dulu, dan juga satu fakultas yang membuat mereka dekat, walaupun tidak sedekat Kris dengan Soojung.

Sampai akhirnya, dia harus pergi untuk menyelasaikan proyek sebagai arsitek bangunan di Sydney yang memakan waktu empat tahun dan belum sempat mengatakan bahwa dia mencintai Soojung ketika dia pergi. Sekarang dia kembali, untuk mengatakan pada Soojung, dan dia yakin, dia bisa mengambil hatinya untuknya.

“Doojoon Hyung?” Terka Kris dari belakang punggungnya.

Doojoon berbalik, dan melihat Kris berdiri terpaku, terkejut melihat dia. “Oh, Kris.” Sapa Doojoon menghampirinya, bertukar pelukan.

“Bagaimana kabarmu, Hyung? Yah.. kau terlihat keren sekarang dengan jas seperti ini..” Canda Kris, memukul lengan Doojoon dengan tinjunya pelan.

“Aku baik. Bagaimana denganmu?”

“Seperti yang kau lihat. Aku baik, tanpa cacat sedikitpun.” Jawabnya sambil tertawa.

“Kau ini, masih saja seperti itu, choding.”

“Bagaimana proyekmu? Sudah selesai?” Tanya Kris sambil berjalan ke salah satu lukisan yang terpajang yang diikuti Doojoon dibelakangnya. Menghembus debu yang sedikit terlihat di lukisan.

“Belum. Aku mendapat libur. Makanya aku kembali, lagipula ada sesuatu yang terjadi untuk menghajar sepupuku yang menikah tanpa memberitahuku.”

“Maksudmu, Minhyuk, Kang Minhyuk?” Tanya Kris membalikkan badannya, melihat Doojoon yang mengernyit.

“Bagaimana kau tahu?”

“Tentu saja aku tahu. Dia menikah dengan Soojung, hyung.” Jawabnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya, mengingat bagaimana Soojung terlihat bahagia berdampingan dengan Minhyuk saat itu.

Mwo?” Wajah Doojoon berubah menjadi ekspresi muram, dia tidak percaya apa yang ia dengar dari Kris.

“Kau tidak tahu?” Doojoon menggeleng dengan tatapan kosong pada Kris.

“Minhyuk tidak memberitahumu?” Doojoon menggeleng lagi. “Eiiy.. Tidak Mungkin.” Ucap Kris memukul pundak Doojoon tak percaya dan tertawa.

Lalu Kris berjalan ke meja depan, untuk mencari pena dan berhenti ketika melihat Doojoon yang berdiri terpaku dengan tatapan kosong, dan terlihat.. kecewa.

“Hyung?” Panggil Kris merasa aneh melihat Doojoon.

“Yoon Doojoon Hyung?” Panggilnya lagi, tapi Doojoon tetap diam yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

Lama Doojoon terdiam, terpaku. Otaknya masih tak percaya mencerna semua apa yang Kris katakan padanya, tidak mungkin. Dia tidak percaya sepupunya menikah dengan Soojung, dia bahkan yakin kalau keduanya tidak pernah saling mengenal, walaupun kenal, itu sangat mustahil, karena Soojung bukanlah perempual ideal Minhyuk.

Hatinya berkecamuk, marah, kecewa dan sakit hati. Dia harus bertanya langsung pada Minhyuk, meminta penjelasan darinya langsung. Kemudian Doojoon pergi begitu saja, tanpa menghiraukan Kris yang memanggilnya penuh kebingunan.

***

Minhyuk memasuki rumah mewah yang terletak di daerah Gangnam yang tenang dan sepi. Melihat mobil Minhyuk yang terparkir di depan rumah, seorang pelayan langsung membukakan pintu untuknya dan membungkuk memberi hormat.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Minhyuk ketika di depan pintu.

“Nona Minkyung baik-baik saja, deoryonim. Dia.. meminum obatnya tanpa perlawanan seperti biasanya.”

“Apa dia mau makan?” Tanya Minhyuk cemas, Dia sangat tahu kalau Minkyung sering menjerit-jerit mencarinya dan tidak mau makan. Minkyung akan melemparkan makanannya ke segala arah dan mengamuk. Hanya Minhyuk yang bisa menenangkannya. Karena kalau tidak, Minkyung tidak akan mau makan kalau tidak disuapin oleh Minhyuk.

Pelayan Choi menganggukkan kepalanya dengan semangat, “Agasshi sangat tenang hari ini, deoryonim tidak perlu khawatir. ”

Syukurlah…

Dengan langkah tergesa Minhyuk menaiki tangga menuju lantai atas, ke ruangan yang terletak di ujung, dengan pemandangan indah ke arah taman yang menghijau.

Minhyuk membuka pintu dengan pelan-pelan, kamar itu temaram seperti biasa. Suasana kesukaan Minkyung, meskipun sebenarnya tidak ada bedanya bagi Minkyung. Karena kebutaannya.

Minkyung duduk di atas kursi rodanya seperti biasanya. Menatap kosong ke arah luar jendela. Matahari hampir terbenam yang menimbulkan semburat warna orange cantik yang menghiasi langit biru, tapi apa Minkyung bisa melihatnya?

Minhyuk sering bertanya-tanya ketika dia selalu melihat Minkyung yang selalu melamun menatap ke arah luar jendela, seolah-olah perempuan itu sedang menikmati pemandangan. Padahal Minhyuk tahu bahwa tidak ada pemandangan apapun yang bisa dinikmati oleh Minkyung dengan kedua matanya yang buta.

Dengan pelan Minhyuk mendekati Minkyung, meremas pundaknya lembut berdiri di belakangnya.

“Hei, bagaimana kabarmu hari ini? Aku dengar kau sangat baik.” Seulas senyum mengembang di bibir Minkyung ketika merasakan kehadiran Minhyuk.

“Minhyuk?” Bisiknya lemah, jemarinya dengan lembut meremas tangan Minhyuk di pundaknya, “Aku merindukanmu.”

“Aku juga merindukanmu, noona, sangat. Tapi kau tahu, aku harus pergi.” Kata Minhyuk lembut, sekarang dia berdiri di depan Minkyung, lalu berlutut di depan kursi roda Minkyung, “Aku senang noona bersikap baik hari ini, tidak memecahkan apapun dan membuat pelayan Choi kerepotan, noona membuatku sangat bangga.”

Ada secercah kebahagiaan di mata Minkyung ketika menunduk melihat Minhyuk yang berlutut di bawahnya, tangannya meraba wajah Minhyuk lembut. “Aku senang membuatmu bangga.” Bisiknya lemah.

Minhyuk tersenyum tulus. Dia menatap Minkyung dengan penuh sayang. Dulu, Minkyung adalah perempuan yang sangat cantik dan ceria. Sekarang dia begitu rapuh dan kurus, terlihat begitu lemah, seolah-olah kalau Minhyuk tidak hati-hati memegangnya, Minkyung akan hancur berkeping-keping seperti gelas bening.

Seperti biasa, Minhyuk meletakkan kepalanya di pangkuan Minkyung, membiarkan perempuan itu mengusap kepalanya lembut, memberinya ketenangan yang selalu ia rindukan.

Minhyuk memejamkan matanya.

Sebentar lagi… Sebentar lagi, dia juga akan merasakan apa yang kita rasakan…

***

Soojung memindahkan barang-barangnya ke kamar tamu yang berada di ujung lorong. Dia sangat malu, ketika semua pelayan terlihat kaget dengan kepindahannya. Tapi Soojung menguatkan dirinya, mengatakan bahwa ini adalah keputusannya untuk pindah sebagai samonin di rumah ini. Seumur hidupnya Soojung tidak pernah menjadi samonin, Tapi menjadi istri Minhyuk ada untungnya juga di rumah ini, karena semua pelayan takut dan tunduk kepadanya tanpa berani membantahnya.

Kamar yang ia pilih sama bagusnya dengan kamar-kamar yang lain di rumah itu, dan Soojung mengatur barang-barangnya yang hanya sedikit di kamar yang cukup besar itu.

Lalu dia duduk di pinggir tempat tidur, menatap ke luar jendela selagi menunggu Minhyuk pulang. Dia mendesah, apa yang kulakukan ini adalah benar? Atau hanya memperburuk keadaan?

Soojung benar-benar bingung apa yang harus dilakukannya, awalnya dia tidak ingin pindah kamar dan memaksa Minhyuk untuk menjelaskan semua padanya. Tapi, bagaimana kalau Minhyuk tidak mau mendengarnya dan malah menghina Soojung dengan sikap kasarnya, dia bertaruh, dia tidak akan sanggup.

Mungkin ini adalah keputusan yang tepat, mungkin saja dengan kepindahan kamar Soojung, Minhyuk bisa berpikir lebih tenang dan menyadari bahwa dia terlalu berlebihan atas kecemburuannya pada Kris. Setelah Minhyuk tenang, Soojung akan menjelaskan semuanya pada Minhyuk, kenyataan tentang Kris dan Minhyuk tidak seharusnya cemburu pada Kris.

Tapi ternyata, Soojung menunggu adalah hal yang sia-sia. Karena Minhyuk, tidak pulang malam itu.

***

Soojung terbangun dengan mata bengkak dan sembab. Semalam setelah menunggu berjam-jam dan menyadari kalau Minhyuk tidak pulang ke rumah, Soojung menghabiskan waktu dengan menangis sampai tertidur, larut dalam kebingungan yang menakutkan. Dia tidak tahu apa yang terjadi, dia tidak tahu kenapa Minhyuk bersikap kasar padanya.

Soojung merasa sangat sendirian, benar-benar sendirian di rumah ini. Dia mendesah sebelum berjalan ke kamar mandi dan membasuh wajahnya di wastafel. Menatap wajahnya pada cermin yang menampakan kantung mata yang besar dan lingkaran hitam disekitar matanya.

Apa yang ia lihat dirinya dicermin, bukanlah dirinya yang ia kenal dengan sifatnya yang tegar, bukan seorang pengantin baru yang sedang dalam bahagia, melainkan seperti orang lain yang mengalami bencana. Pengantin mana yang bangun dengan wajah seperti itu, yang tidak tahu dimana keberadaan suaminya…

Soojung merasa matanya mulai panas, ingin menumpahkan air mata di sudut-sudut matanya. Tapi kemudian, dia menghela napas panjang berusaha menenangkan diri.

Masalah tidak akan selesai, jika aku menangis..

Soojung harus mencari tahu kenapa Minhyuk tiba-tiba berubah menjadi orang yang tak dikenalnya. Minhyuk yang menjadi suaminya sekarang, bukanlah lelaki lembut yang penuh kasih sayang yang dicintainya dulu.Dan Soojung tak akan diam saja, dia tidak mau diperlakukan kasar tanpa tahu apa kesalahannya.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Soojung keluar dan menuju ruang makan. Sarapan lengkap sudah disiapkan di sana. Soojung merasakan perutnya meracau ketika mencium harum makanan yang telah disiapkan oleh pelayang. Tak bisa dipungkiri, meski perasaannya kacau, tubuhnya berteriak memerlukan asupan tenaga. Karena semalam, setelah Minhyuk pergi, dia tidak memiliki nafsu makan sedikit pun.

Perutnya terasa perih dan melilit, dan meskipun Soojung tak selera makan sampai sekarang, dia tetap mengambil piring dan memulai sarapannya. Dia tak boleh jatuh sakit hanya karena dia kelaparan. Dia harus kuat dan tetap bertahan.

Karena mungkin saja, akan ada hal yang lebih buruk segera datang.

Suara mobil Minhyuk yang memasuki halaman rumah yang luas itu membuat Soojung menegang. Dia meletakkan sendoknya dan duduk menanti dengan cemas di meja makan.

Minhyuk memasuki rumah dengan tergesa. Soojung yang melihatnya tampak waspada sampai kemudian dia mendengar Minhyuk membanting pintu kamarnya dengan keras.

Soojung melangkah menuju ruang tengah, duduk di sudut sofa cokelat muda yang nyaman dan merenung. Dia memainkan jarinya bosan, andaikan saja ada kanvas dia akan melukis sekarang. Soojung menatap pintu kamar Minhyuk yang terlihat dari tempat dia duduk, tiba-tiba saja merasa takut. Dia bertanya-tanya, ada apa dengannya, kenapa dia jadi takut bertemu dengan Minhyuk? Apa karena penghinaan Minhyuk yang begitu melukai hatinya, sehingga membuatnya trauma bahkan hanya untuk berbicara dengannya?

Tapi perempuan mana yang tidak trauma, ketika dilamar dengan penuh cinta, dinikahi dengan keyakinan bahwa dia telah menemukan belahan jiwanya yang akan menyayangi dan menjaganya, hanya untuk kemudian menemukan bahwa suaminya telah berubah seperti orang lain yang begitu kasar, menghinanya dan bersikap sangat jahat padanya?

Bunyi berdecit dari pintu kamar Minhyuk mengalihkan perhatian Soojung dan membuatnya terkesiap. Minhyuk berdiri di sana, dengan wajah dingin dan masih tak terbaca menatap Soojung dengan tajam. Soojung bisa melihat rambutnya yang basah menandakan bahwa lelaki itu baru saja selesai mandi.

Jantung Soojung berdegup kencang.

Apa ini waktu yang tepat untuk berbicara dengannya? Meluruskan semua kesalahpahaman yang membuat Minhyuk sangat marah dan membencinya?

Soojung menyaksikan Minhyuk yang mulai turun, setiap langkah Minhyuk , setiap itu pula membuat jantung Soojung semakin berdegup kencang takut. Minhyuk melangkah menuju rak-rak buku yang tersusun rapi dan besar di depan Soojung, Minhyuk mengambil buku acak dan menatap Soojung dingin.

“Minhyuk, ak-“

“Kau pindah dari kamar.” Potong Minhyuk.

Soojung mengepalkan hatinya, berusaha tegar di bawah tatapan Minhyuk yang tajam, “Ya. Sesuai permintaanmu.” Jawab Sooung.

“Bagus.” Ucap Minhyuk sangat dingin, membuat Soojung terkesiap dan menatap Minhyuk terkejut. Dia tak menyangka bahwa jawaban seperti itu yang keluar dari bibir suaminya.

“Kenapa kau bersikap seperti ini padaku, Minhyuk?”

Soojung bangkit dari duduknya. mengernyit menatap suaminya, mencoba mencari kelembutan dan kasih sayang di matanya, yang biasanya terpancar ketika Minhyuk menatapnya dulu. Tapi tidak ada apapun yang ia temukan seperti keinginannya, yang ada hanya ekspresi Minhyuk yang datar dan dingin yang memancarkan sinar kejam dari bola matanya.

“Karena aku kecewa kepadamu.” Jawab Minhyuk ketus. “Karena setelah menikahimu, aku baru sadar bahwa aku tidak pernah mencintaimu.”

Bang!

Kata-kata Minhyuk bagaikan petir yang menyambar hati Soojung, Langsung menghanguskannya tanpa ampun. Tapi Soojung bukanlah perempuan yang lemah, dia tegar. Kalau memang hal ini adalah kenyataan, dia akan menerimanya. Minhyuk bisa saja menghancurkan hatinya dan membuatnya menangis di kamar karena hatinya hancur. Tapi di depan Minhyuk, Soojung akan berjuang supaya bisa tegar, tak akan membiarkan dirinya terlihat lemah di depan Minhyuk.

“Kalau begitu, kau bisa membatalkan pernikahan kita. Kau belum menyentuhku dan kita baru dua hari menikah. Aku rasa kita bisa mengajukan perceraian dipengadilan.” Jawab Soojung tenang, berusaha menahan tusukan yang kuat di hatinya.

Minhyuk terkejut mendengarnya, tapi sedetik kemudian dia mengubah ekspresi wajahnya menjadi dingin. Dia menyipitkan matanya, menatap Soojung dengan menyelidik.

“Kenapa semudah itu kau mengucapkan perceraian?” Ucap Minhyuk tajam, setajam ucapannya, “Apa kau memang tidak mencintaiku dan hanya mengincar hartaku. Jadi kau merasa senang ketika aku mengajukan perceraian?”

“Aku tidak butuh hartamu.” Sela Soojung tegas.

Minhyuk mendekat dengan mengancam, membuat Soojung otomatis mundur kebelakang. “Munafik. Apa kau sudah merencanakan ini dengan Kris, kekasihmu? Kau pikir kau bisa membodohiku?”

“Kris bukan kekasihku. Aku sudah mengatakannya berulang kali.” Soojung menegaskan nada suaranya, berusaha terdengar tegar meskipun bergetar.

“Lagipula kenapa kau memutar balikkan fakta, Minhyuk? Bukankah kau yang mengatakan telah menyesal menikah denganku dan tidak menginginkan pernikahan lagi?” Lanjut Soojung.

Lama Minhyuk terdiam, menatap Soojung terpaku. “Perempuan licik.” Gumamnya kemudian.

“Kau pikir, aku akan menceraikanmu semudah itu? Apa kau pikir, kalau aku membatalkan pernikahan ini, aku harus memberikan kompensasi padamu? Kalau aku menceraikanmu, kau akan mendapat bagian yang tak sedikit dari hartaku untukmu? Semua untuk menguntungkanmu, seperti itu?” Minhyuk menggeleng sadis, sebelum melanjutkan. “Aku tidak akan membiarkannya, Soojung.” Mata Minhyuk membesar.

“Tidak akan ada perceraian.” Desisnya, “Tidak sampai aku bisa membuktikan affair mu dengan Kris, sehingga kau bisa kuceraikan tanpa membawa apapun yang bukan hakmu.”

“Aku sudah bilang, Kris bukan kekasihku!! Harus berapa kali aku katakan supaya kau percaya padaku! Harta?! Sebegitu rendahkah kau melihatku seperti itu? Aku jelaskan..” Soojung menyatukan ujung jari telujuk dengan ibu jarinya di depan waja Minhyuk. “Sedikitpun aku tidak pernah menginginkan hartamu, aku bisa pergi dengan baju yang kupakai sekarang tanpa sedikitpun dari hartamu, aku bisa menghidupi diriku sendiri tanpa harus memnberikan makan dari hartamu!!” Ucap Soojung penuh emosi, rahangnya mengeras, dia sudah tak tahan emosinya yang terpendam. Bahkan dia sudah mengeluarkan air matanya, dia tidak peduli.

Soojung mengepalkan tangannya, memejamkan matanya, dan menghembuskan napas panjang menenangkan emosinya. Lalu memenuhi tatapan Minhyuk yang dingin dan tajam.

“Kau pikir aku percaya?” Minhyuk tersenyum sinis. “Belajarlah yang lebih baik, untuk menipuku..” Katanya dengan gigi terkatup.

Soojung mengedipkan matanya tak percaya, tangan gemetarnya mencoba untuk menutup mulutnya, dan mencoba untuk menggapai lengan Minhyuk, namun cepat di tepis Minhyuk kasar.

Wae…? Kenapa kau seperti ini padaku…?” Ucapnya bisik dengan mata yang penuh air mata, berharap untuk didegar.

Minhyuk tidak bergeming, dia hanya diam menatap dingin Soojung, dan mengepalkan tangan di sisi tubuhnya.

Lalu seperti yang sebelumnya, Mnhyuk membalikkan badannya dan meninggalkan Soojung sendirian yang menangis tersedu menutup wajahnya.

***

Soojung sudah tidak tahan lagi, rumah ini seperti neraka untuknya. Air matanya sudah tumpah tak karuan di kamar luas yang sepi itu. Sementara setelah pertengkaran tadi, Minhyuk pergi lagi entah kemana. Sepertinya Minhyuk sengaja pulang hanya untuk menyakitinya.

Sejak tadi Soojung sudah menahan diri untuk tidak menghubungi Kris, dia tidak mau sahabatnya itu cemas. Selain itu jauh di dalam dirinya, Soojung masih berharap kalau semua ini hanyalah mimpi, kalau sebenarnya semuanya baik-baik saja. Berharap ketika dia membuka matanya, dia akan mendapati Minhyuk yang dulu sudah kembali.

Ada apa dengan Minhyuk?

Itulah pertanyaan yang selalu terngiang di benak Soojung. Kebingungan yang menyakitkan, membuat air matanya mengalir karena dirinya merasa disalahkan atas sesuatu yang tidak pernah dia perbuat.

Ada sesuatu yang lebih besar dari kecemburuan Minhyuk pada Kris, sesuatu yang besar yang membuat sinar kebencian Minhyuk yang tiba-tiba menyeruak begitu besar di mata Minhyuk. Apapun itu Soojung harus tahu, karena dia tidak tahan berdiam diri di sini, penuh air mata dan tak tahu harus berbuat apa.

Saat ini hanya satu orang yang bisa membantunya, sahabatnya yang paling mengerti dirinya di atas segalanya. Atau mungkin bisa, dia akan bertanya pada Jungshin untuk semuanya. Soojung mengambil resiko, membuat kemarahan Minhyuk yang lebih besar dengan menghubungi Kris.

Tapi bagaimanapun juga, Minhyuk juga sudah marah besar tanpa alasan padanya. Jadi tidak ada gunanya Soojung memikirkan menjaga perasaan Minhyuk, sementara lelaki itu tidak mempedulikannya.

Soojung mengambil ponselnya yang terletak di meja samping tempat tidur, menunggu Kris mengehentikan deringan panggilan mengangkat telponya.

Soojungie?” Suara Kris yang lembut terdengar dari seberang.

Soojung menghela napas panjang, menahan rasa tercekat di tenggorokannya ketika tangisnya mulai menyeruak lagi.

“Kris…”

 

To Be Continue…

 

Soojung wanita yang kuat, dia akan melalui ini. Hanya memberinya semangat untuk tegar, *tiba-tiba rossa nyanyi. Hahaha!

So, kalian sudah tahu siapa perempuan itu? kekeke..

Aku tahu banyak yang membenci Minhyuk disini, termasuk aku. Bahkan membencinya begitu buruk, saya hanya mengikuti alur, dan maaf untuk membuatnya menjadi brengsek pada Soojung. Aku harap kalian masih akan tetap mengikuti cerita saya, menunggu dan menunggu sampai romantic akan segera datang pada Hyukstal, Hehe.

Terima kasih atas pendapat yang luar biasa di part 1, saya gak menyangka akan rame seperti itu, walaupun tidak semua saya balas tapi saya membaca semuanya, dan saya benar-benar senang untuk membacanya. Dan saya menunggu pendapat kalian tentang part 2 ini.

Thank you so much… love you gaaaeeeeessss❤

Maaf untu typo, dan selamat hari kemerdekaan bro!!!

52 responses to “[Chaptered] Venom (Part II)

  1. Huaaa jhat bgt minhyuk sama soojung 😂 , apa coba salah dia..
    Jgn bilang si minhyuk cuman mau balas dendam melalui soojung..
    Omonaa.. jgn sampekk..
    Mewekk guaa bahh bacanyaa 😭😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s