Jealous (Oneshot)

j1

Jealous?

By : Jihanseo

Rating PG-15

Genre : Romance, Family, fluff

Cast : Seo Joohyun , Xi Luhan

Support cast : Temukan sendiri 🙂

Poster by : Olv @ Poster Channel

Note : Halo.. saya bawa ff Seohan nih. Ada yang mau baca gak??

Sebelumnya ini pernah saya posting di wp pribadi saya, https://seororokyu.wordpress.com/

Typo, dsbnya tolong dimaklumi^^

Selamat menikmati 😀

###

Kau tahu? Dia milikku!


Yeoja itu terus cemberut memperhatikan pemandangan didepannya. Seorang laki-laki dengan wajah imutnya tengah bermain dengan seorang gadis kecil yang tak kalah imut.

Seohyun, nama yeoja itu menghela nafas. Lalu dengan wajah kesal ditariknya jaket Luhan dengan sedikit kuat. Membuat kekasihnya itu menoleh padanya.

“Kenapa chagi??” tanya Luhan lembut.

“Kapan kita kencan??” tanyanya balik dengan sewot.

“Eunghh…” Luhan terlihat ragu dan itu makin membuat Seohyun jengkel. “Satu jam lagi?? Jessica dan Kris belum pulang. Kasihan Alena jika dia kita tinggal”

Seohyun mendengus. Itu lagi!! Lagi-lagi Alena Wu yang dia pikirkan!! Seohyun kesal, marah, benci, cemburu!!

“Kapan sih kau ini ada waktu untukku?? Kenapa harus mengurusi dia terus?? Apa kau masih ada perasaan dengan ibunya sampai kau sangat sayang dengannya??” Seohyun yang tak tahan akhirnya menyuarakan pikirannya.

Luhan kaget, begitu juga Alena. Mereka menatap bingung Seohyun.

“Dan kau, Alena.. kenapa kau ini selalu menempel pada Luhan?? Dia milikku tahu!! Ayahmu itu Kris Wu, bukan Luhan!!” Seohyun tidak tahu kenapa dia ini, yang jelas kenyataan kalau Jessica adalah mantan pacar Luhan dulunya yang akhirnya menikah dengan sepupunya membuat Seohyun cemburu buta!!

Setiap dia datang ke apartemen Luhan, pasti si Alena sudah nangkring dengan senyum polosnya. Eitss jangan salah sangka. Alena itu nakalnya minta ampun!! Dia licik dan pandai berakting. Dia pernah bilang kalau Seohyun membentaknya karena minta belikan eskrim padahal itu tidak benar!! Hah, kecil-kecil sudah berani bohong dan menambah-menambah cerita.. Luhan tentu saja marah. Satu minggu mereka tidak bertegur sapa sampai akhirnya Seohyun merindukan Luhan dan menekan harga dirinya untuk berbaikan. Alhasil, mereka tetap bersama.

Tapi sekarang,, Seohyun tak tahan. Masa bodoh mau putus apa tidak!! Rasanya seperti diduakan ketika mereka kencan Alena juga mesti ikut dan kadang lebih manja pada Luhan!! Namja itu juga menyebalkan!! Giliran Seohyun bermanja-manja dia bilang Seohyun sudah tidak pantas melakukannya karena sudah dewasa. Tapi giliran Alena… issh ingat itu saja Seohyun kesal sendiri jadinya!!

“Chagi, kau sadar apa yang kau ucapkan??” pertanyaan Luhan membuat Seohyun gugup. Luhan selalu bisa mengintimidasinya.

“Ya” namun akhirnya dia kembali bersikap tegas.

“Oh, sudah siap putus dariku??”

Seohyun tertunduk, kemudian menghela nafas dan mengangguk.

“Jika memang Alena lebih penting dari hubungan kita untukmu, aku rela kau putuskan daripada aku makan hati terus. Rasanya aku merasa rendah sekali karena gagal merebut perhatianmu dari seorang gadis kecil yang masih suka bermain”

“Baik, kita putus saja”

Seohyun menghela nafas lagi. Sakit. Tapi mau bagaimana lagi. Mungkin memang dia tak berjodoh dengan Luhan. Sepertinya dia harus lapang dan dada dan mungkin mempertimbangkan kencan buta dari sahabat-sahabatnya.

Seohyun beranjak, lalu mengambil tasnya dengan wajah datar.

“Selamat tinggal” ujarnya lirih dan mulai berjalan pergi dari apartemen Luhan.

“Uncle tidak usah sedih, kan ada Alena disini. Aunty tadi tidak penting!!”Samar-samar didengarnya suara Alena yang mencoba mempengaruhi Luhan. Ck, bocah sialan!!

.

.

Seminggu lebih sudah berlalu. Tak ada kabar dari Luhan untuknya dan Seohyun juga gengsi untuk mengetahui kabarnya. Paling dia asik dengan Alena. Mungkin Luhan masih ingin berhubungan dengan Jessica makanya dia baik sekali pada Alena. Atau mungkin, dia tak benar-benar mencintai Seohyun.

Seohyun melamun sendiri di apartemen kecilnya. Teringat olehnya awal pertemuannya dengan Luhan.

Seohyun adalah seorang pelayan di sebuah toko bunga. Suatu hari dia melihat seorang namja imut masuk dan memberi senyum manis untuknya. Dan saat itu, Seohyun terpesona. Namja itu rutin membeli berbagai bunga segar setiap harinya. Entah untuk siapa. Seohyun awalnya tak mau mencampuri urusan namja itu, tapi lama-lama dia penasaran dan memberanikan diri untuk bertanya.

“Untuk pacarku, dia sangat suka bunga” dan jawaban Luhan membuat Seohyun patah hati. Dia bertekad untuk melupakan perasaan sukanya pada Luhan. Namun entah Tuhan punya rencana apa. Beberapa bulan kemudian Luhan tak datang lagi ke tokonya. Seohyun jadi bingung dan merindukannya.

Setelah lima tahun lebih, dia datang kembali dan tersenyum manis pada Seohyun meski wajahnya sendu. Dia bilang dia putus dengan pacarnya karena pacarnya ternyata berselingkuh dengan sepupunya dan mereka sekarang sudah menikah. Seohyun jadi prihatin. Maka itu setiap Luhan datang dan bercerita, Seohyun akan dengan seksama mendengarkan. Hingga akhirnya tibalah saat itu.

“Aku pikir aku menyukaimu. Maukah kau jadi kekasihku??” tanya Luhan saat itu. Seohyun mengerjapkan matanya, namun hatinya sungguh bahagia. Tanpa pikir panjang dia segera menerimanya.

Hubungan mereka lancar-lancar saja. Luhan adalah pria yang baik dan penuh kasih sayang. Seohyun semakin bahagia tiap harinya meski dia ragu apakah Luhan benar sayang padanya atau hanya menjadikannya pelarian akibat patah hati.

Tidak semua hubungan yang tak memiliki konflik. Seohyun sadar akan hal itu. Semua berawal dari Luhan yang memperkenalkannya pada keluarganya dan juga pada Jessica. Seohyun kala itu merasa kecil melihat kecantikan bak boneka milik Jessica. Pantas saja Luhan pernah tergila-gila padanya. Dan gennya itu menurun pada putrinya dan Kris Wu yang juga sangat tampan. Alena.

Awalnya Seohyun santai saja pada sikap manja Alena pada Luhan. Sampai akhirnya dia merasa kalau itu sudah semakin tak wajar bagi Luhan untuk terlalu menyayangi Alena dibandingkan dirinya.

Dering handphonenya membuat Seohyun kaget. Matanya membulat saat melihat siapa yang menelponnya.

“Halo bos??” sapanya ragu meski sok ramah.

“Ya, Seo Joohyun.. jika kau tak sampai dalam waktu sepuluh menit disini, kau kupecat!!”

.

.

Seohyun ternganga.

Dihadapannya, kini Luhan berdiri dengan membawa seikat bunga mawar segar untuknya. Namja itu menghampirinya dan tersenyum manis padanya. Seohyun sampai tergagap sangking tak percayanya. Ini mimpi??

“Hai, sayang..” sapa Luhan.

Seohyun mengernyit heran. Luhan sudah amnesia ya?? Apa dia lupa kalau mereka sudah putus??

“Eungh hai Luhan-ssi..” tapi akhirnya dibalasnya sapaan Luhan seformal mungkin.

Luhan mengerutkan keningnya tak suka. Tapi Seohyun tidak mau ambil pusing.

“Kau tidak memelukku?? Apa kau tidak merindukanku??” pertanyaan Luhan lagi-lagi membuat Seohyun merasa heran. Ada apa dengan namja ini?? Tumben minta peluk.. Biasa juga menolak adanya skinship diantara mereka.

“Eum, tuan Xi kurasa itu bukan hal yang benar” jawabnya seformal mungkin.

“Tuan Xi??” Luhan terdengar kesal. “Sejak kapan panggilanku berubah?? Bukankah aku kekasihmu?? Panggil aku Luhanie seperti sebelumnya”

“Tidak mau” Seohyun cemberut. “Kita sudah putus”

“Oh itu.. maaf aku tidak bisa berpikir jernih saat itu” jawab Luhan santai. “Tapi sekarang aku sadar, aku tak bisa hidup tanpamu. Beberapa hari putus darimu, aku selalu memikirkan dan merindukanmu. Kucoba untuk berpaling darimu tapi tetap hanya bayanganmu yang aku ingat. Jadi, maukah kau memaafkanku??”

Seohyun tersentuh mendengarnya. Luhan jarang bicara manis padanya. Tapi keraguan kembali memasuki hatinya.

“Maaf Lu, aku tak bisa”

“Kenapa??” Luhan tampak kecewa.

“Aku ini egois orangnya. Aku ingin jadi prioritas. Dan kau tak bisa memberinya, yang kau pikirkan hanya Alena dan Jessica. Aku, tak ada didalam daftar hidupmu. Ya, aku sadar sih aku ini hanya pelarian”

“Siapa bilang kau pelarian??”

“Aku yang merasa!!”

“Kau terlalu sensitif!!” Luhan tiba-tiba meninggikan suaranya. Membuat Seohyun kaget. “Kau tahu?? Aku ini jatuh cinta padamu, dan aku tak pernah mencintai Jessica”

“Apa?? Kau bercanda??”

“Tidak itu benar. Alasan kenapa aku selalu datang ke toko ini bukan untuk membelikan Jessica bunga. Tapi untuk melihatmu. Kau tahu dulu aku adalah kakak kelasmu di SMA?? Aku selalu memperhatikanmu sejak dulu tapi kau tak pernah tahu itu. Sampai akhirnya aku berani mendekatimu setelah aku sudah mapan”

“Lalu kenapa kau menghilang saat Jessica selingkuh dan menikah??” Seohyun masih tak puas.

“Karena aku kecelakaan”

“Apa??”

“Aku dijodohkan dengan Jessica, tapi aku tak pernah menyukainya karena sudah lebih dulu menyukaimu. Suatu hari, sepulang dari tokomu aku tak sengaja melihat Jessica dan kakak sepupuku. Mereka berciuman di apartemen Jessica dan aku sungguh sakit hati. Aku merasa dibohongi dan bodoh sekali. Jessica hanya memanfaatkanku untuk membuat Kris cemburu. Mereka dulu berpacaran. Perjodohanku dan Jessica juga adalah permainannya. Aku ngebut malam itu sampai aku kecelakaan dan koma selama seminggu. Setelah sadar, aku juga mengalami terapi karena kakiku lumpuh untuk sementara waktu. Beberapa minggu kemudian Jessica dan Kris datang. Mereka minta maaf dan mereka ingin menikah. Aku sih tak masalah, cuma aku masih sakit hati. Tapi mendengar Jessica hamil aku jadi tak tega”

“Jadi kau biarkan mereka menikah??”

“Iya, lagipula salahku jika Jessica begitu. Dulu sekali dia menyukaiku, tapi aku begitu dingin dengannya. Dia lalu bertemu dan pacaran dengan Kris. Namun Kris selingkuh dan Jessica sakit hati. Karena itu dia memanfaatkanku”

“Dan kau begitu menyayangi Alena”

“Bagaimanapun juga dia adalah keponakanku. Dia memiliki darahku. Kau cukup gila untuk cemburu dengan gadis sekecil itu”

“Habis kau selalu mengabaikanku jika ada dia!!”

“Aku begitu karena tak mau dia berbuat nakal padamu seperti yang selama ini terjadi pada para pengasuhnya. Dengan mengabaikanmu dan hanya terfokus padanya, dia takkan melirikmu. Dia akan berpikir kau tidak penting untukku. Tapi sekarang kau tenang saja, aku sudah memberi pengertian padanya”

“Lalu kenapa kau langsung memutuskanku dan tidak menghubungiku??”

“Aku ingin kau sadar betapa konyolnya kecemburuanmu dan aku mau kau merindukanku. Tapi rupanya aku yang berpikir konyol dengan merindukanmu terus dan merasa bersalah padamu”

Seohyun terdiam. Kini hatinya benar-benar terasa plong.

“Jadi bagaimana? Kita pacaran lagi ya?? Ayolah aku sudah susah payah meyakinkan pemilik toko ini agar menjual tokonya padaku untukmu”

“Apa?? Toko ini..”

“Ya, aku sudah membelinya dan sudah kualihkan atas namamu”

“Tapi kenapa??”

“Karena aku mencintaimu dan.. ingin menikahimu?? Aku tahu kau sangat ingin punya toko bunga sendiri” jawab Luhan dengan wajah polos.

Saat itu juga Seohyun segera memeluk Luhan erat. Luhan tersenyum dan membalas pelukan Seohyun.

“Kupikir.. aku tak ada artinya untukmu” ucap Seohyun lirih.

“Pikiranmu itu selalu berlebihan, ck!”

“Maaf”

“Hey tidak apa. Aku juga minta maaf kalau sikapku membuatmu salah paham. Kupikir kau akan mengerti tapi rupanya aku harus menjelaskan semuanya dari awal”

Seohyun terkekeh mendengarnya.

“So, will you marry me??” ulang Luhan lagi sambil mengelus rambut Seohyun.

Yeoja itu tersenyum kemudian melepaskan pelukannya sambil menatap lekat Luhan.

“Yes, i will”

Dan sekarang mereka tengah tersenyum satu sama lain. Merasakan kebahagiaan dari cinta yang saling terbalaskan.

-end-

Akhirnya selesai juga setelah bingung mo bikin kayak gimana nih ff -_-

Maaf ya kalau gaje.. huhuh aku emang masih harus belajar bikin ff bagus 😥

Dan terakhir, makasih buat yang udah baca!! Jangan lupa rclnya ya^^

8 responses to “Jealous (Oneshot)

  1. udah lama gak baca cerita SeoHan couple, jadu kangen momen mereka coba *hiks
    seo manis banget, cemburu sama bocah hahaha
    Luhan juga parah langsung Beliin toko tempat seo kerja hahaha nice story chingu-ya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s