TWINS – PART 4 – by jhyosun13

twins

POSTER BY VeoKim@HAD

Previous : Part 1Part 2Part 3 – ONGOING

*****

            “Kau kira aku ini bodoh, presdir.” Kata daewoo tersenyum. Albert serta anak buahnya bahkan wobin sontak mengeluarkan pistol mereka masing-masing ke arah daewoo. Changwook hanya menatap tajam daewoo. Tubuhnya tiba-tiba saja tak bisa digerakkan bahkan mulutnya pun tak bisa digerakkan.

“Percuma saja anda mencoba untuk menggerakkan tubuh anda presdir ji. Cepat atau lambat racun itu akan mematikan syaraf sel-sel anda. Dan anda akan lenyap begitu saja.” Kata deewoo tersenyum senang.

DOR

 

“Appa!”

“Abeoji!”

Tubuh daewoo seketika ambruk begitu saja. Wobin tersenyum senang melihat pelurunya telah menembus masuk ke jantung daewoo. Wobin memasukkan pistolnya kembali dan menghampiri changwook yang telah mengeluarkan keringat dingin bahkan susah untuk bernapas saja. Changwook melihat wobin yang berjongkok di hadapannya dengan mata yang hampir tertutup.

“Tuan, anda dapat mendengarkan suaraku?” tanya wobin khawatir.  Changwook mencoba menatap wobin.

“Be..beres..ka..kan..se..mu..mua..nya..deng..an..ber..sih..ba..wa..ana..anak..dan..pria..itu..ke..pen..penjara..ba..bawah..tan..tanah..ki..kita.” Kata changwook dan matanya tertutup dengan semourna.

“Tuan? Changwook-ah?! Sial. Kalian bersihkan semua ini tanpa jejak. Dan bawa mereka berdua ke penjara bawah tanah. Albert, kau bantu mereka.” Kata wobin dan membawa tubuh changwook ke punggungnya dan segera membawa changwook ke rumah sakit.

*****

Kyuhyun dan kyuhee tergesa-gesa menyelusuri koridor rumah sakit yang menghubung ke UGD rumah sakit ini. Bukan hanya mereka saja yang sedang berjalan tergesa-gesa para direktur di rumah sakit ini pun juga mengikuti mereka. Setelah mereka tahu bahwa Kyuhyun dan Kyuhee akan datang ke rumah sakit mereka segera kembali ke rumah sakit hanya untuk menemui kyuhyun dan kyuhee.

“Apa yang terjadi?” tanya kyuhee dengan nafas yang memburu. Wobin menundukkan kepalanya. “Brengsek!” kata kyuhee menatap nanar pintu UGD yang masih tertutup. Seharusnya kyuhee sedang beristirahat di eanjang mewahnya itu tetapi tiba-tiba saja kyuhyun datang ke kamarnya memberitahu bahwa changwook masuk ke rumah sakit. Bahkan kyuhee saat ini hanya memakai piyama tidurnya.

“Kyuhee-ya.” Kyuhyun menarik kyuhee ke pelukannya. Kyuhee menangis tersedu-sedu di dada kyuhyun. “Changwook hyung, akan baik-baik saja.” Kata kyuhyun menenangkan.

“Aku bahkan belum memaafkannya.” Gumam kyuhee di sela tangisnya. Kyuhyun mengeratkan pelukannya, mengusap kepala kyuhee penuh kasih sayang.

“Hyung, akan baik-baik saja. Dia pria yang tangguh, kau tahu itu.” Kata kyuhyun. Kyuhee mengangguk. Kyuhyun mengeraskan rahangnya kesal. Kyuhyun telah mengetahui seluruh kejadian yang dialami changwook, dan kyuhyun sangat berterimakasih kepada wobin yang telah membunuh daewoo. Dia sangat bersyukur akan hal itu.

“Aku yang akan membunuh anak dan menantunya itu.” Kata kyuhee dingin. Kyuhyun tersenyum mendengarnya.

“Tidak. Aku yang akan membunuh anak nya sisanya kau boleh mengambil ahli.” Kata kyuhyun tersenyum iblis. Mereka seperti berbicara mengenai siapa yang akan memiliki sisa permen. Padahal mereka sedang membicarakan tentang nyawa hidup dan mati seseorang. Begitulah sifat saudara kembar itu. Walaupun wajah mereka tak mirip, sifat mereka sangat sangat mirip dari segi manapun.

*****

At CG’s Hospital

9.10 a.m

 

Kyuhee duduk di kursi yang disediakan di samping ranjang. Menatap changwook tanpa emosi, tanpa ekspresi hanya menatap datar. Kyuhee merasa dirinya sangat bodoh. Dia selalu memikirkan bagaimana keadaan keluarganya saja. Di pikirannya tidak pernah terbesit bahwa changwook masih mengintai seluruh masalah atau kegiatan keluarganya. Seharusnya kyuhee tahu itu. Kyuhee tahu bahwa changwook pasti rela mengotori tangannya hanya untuk membuat dirinya tidak mengotori tangannya lagi hanya untuk membunuh seseorang.

Di sisi lain. Jessie berdiri patuh di samping sofa, dan kyuhyun duduk di sofa tersebut dengan mata fokus ke layar ipad mini nya yang menampilkan artikel berita atas kematian Kim Daewoo dan Song Taejoon dan hilangnya Putri dari Kim Daewoo. Kyuhyun tersenyum kecil setelah membaca artikel tersebut. Dirinya tak menyangka, bahwa seluruh dunia menyangka bahwa daewoo dan menantunya itu tewas akibat kecelakaan mobil dan anaknya menghilang atas kematian ayah dan calon suaminya itu. Lihatlah bagaimana kerja dari kaki tangan changwook. Mereka menyelesaikan masalah dengan sangat baik dan rapi walaupun atasannya tidak sadarkan diri di salah satu ruang VVIP di CG’s Hospital.

Kyuhyun menyerahkan ipad mini itu ke jessie. Berjalan mendekati kyuhee dan berdiri di samping saudaranya itu. Bersender di ranjang yang cukup besar itu dengan melipatkan kedua tangannya di depan dada menatap kyuhee miris.

“Hey, kau tidak ingin sarapan?” tanya kyuhyun melihat menu sarapan kyuhee masih tergeletak rapi di sisi kanan kyuhee di atas meja kecil.

“…”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar, memegang kedua pundak kyuhee dari belakang dan juga menatap changwook yang masih saja enggan untuk membuka matanya itu.

“Sepertinya changwook hyung belum bosan masuk ke alam mimpinya itu. Eiys, siapa tahu changwook hyung bermimpi sedang berada di sebuah pantai yang dipenuhi dengan wanita berbikini. Ck. Lihat saja dia. Ini sudah hari ke 5 dia tidak membuka matanya.” Kata kyuhyun tersenyum geli. Kyuhee hanya ikut tersenyum walaupun itu dipaksakan. Kyuhee mengenggam tangan changwook erat seolah tak ada hari untuk mengenggam kembali tangan itu.

Cklek

“Selamat pagi tuan dan nona cho.” Sapa sang dokter datang dengan kunjungan paginya ditemani dengan 2 perawat. Kyuhee sontak berdiri dan tersenyum menyambut kedatangan dokter yang merawar kekasihnya itu. Kekasih? Apakah mereka masih sepasang kekasih? Entahlah. Hanya changwook dan kyuhee yang mengerti.

“Selamat pagi, dokter oh.” Sapa kyuhee. Kyuhyun mengernyitkan dahinya melihat paras dokter tersebut. Sebenarnya kyuhyun memang baru bertemu dengan dokter yang mnanganu changwook hari ini.

“Siapa namamu? Dan berapa umurmu?” Tanya kyuhyun tiba-tiba. Dokter itu tersenyum tipis dan memasukkan kembali senter kecilnya di saku jas dokternya.

“Oh Sehun. 23 tahun.” Jawab dokter tersebut datar tanpa ekspresi. Kyuhyun melihat sehun dari kepala hingga kaki.

“Kau dokter baru?” tanya kyuhyun tak percaya.

“Baru 2 tahun mengabdi di rumah sakitmu, tuan.” jawab sehun dengan muka datar nya itu. “Kondisi tuan ji semakin membaik dan racun nya pun sudah seluruhnya menghilang dengan sendirinya di tubuh tuan ji. Kita hanya bisa menunggu tuan ji segera sadar. Prediksi saya memang tuan ji sekitar 1-2 minggu lagi akan segera sadar. Karena racun yang menjalar ditubuh tuan ji merupakan racun ular yang sangat mematikan untung saja tuan ji cepat diberi penanganan.” Jelas sehun melihat changwook dan kyuhee bergantian. Kyuhee mengangguk pasrah dan tersenyum seadanya. Sehun ikut mengangguk dan menyuruh perawat merapikan peralatan mereka melalui lirikan matanya.

“Kalau begitu, saya permisi.” Pamit sehun sambil memberi hormat kepada pemilik rumah sakit tempat ia bekerja itu dan kyuhee tentu saja.

“Sepertinya dia mempunyai pribadi yang tak asing denganku.” Gumam kyuhyun mentap punggung sehun yang berjalan keluar dari ruangan. “Ah, molla. Yah! Sebaiknya segera kau habiskan makananmu itu. Jangan sampai makanan itu masuk ke mulutmu dengan tanganku.” Kata kyuhyun melihat kyuhee penuh intimidasi.

“Ck. Menyebalkan kau cho kyuhyun.” Cibir kyuhee tapi tetap mengambil sandwich memasukkan ke dalam mulutnya. Diam-diam jessie tersenyum melihat kyuhee akhirnya memasukkan makanan yang telah ia bawa itu.

“Anak yang pintar. Kalau begitu aku harus segera ke kantor. Kau harus tetap makan apapun yang terjadi. Arra?” kata kyuhyun dan mendapati anggukan dari kyuhee. Kyuhyun tersenyum dan mencium singkat rambut kyuhee dan beranjak keluar dari ruangan rawat itu.

*****

2 Weeks Later..

Kyuhyun kini tengah berada di mobilnya menuju kantornya. Setelah memastikan keadaan kyuhee telah tidur di rumah, kyuhyun memutuskan untuk pergi bekerja. Tentunya dia tidak akan melupakan kewajibannya yang ini. Memang benar kyuhyun sangat lelah. Dirinya tidak tidur karena menemani kyuhee menjaga changwook 2 minggu terakhir ini di ruang inap changwook. Changwook belum sadarkan diri. Racun yang diberikan daewoo melalui sofa yang diduduki oleh changwook memang benar-benar sangat mematikan. Untung saja wobin cepat membawa changwook ke rumah sakit.

Kyuhyun tak habis pikir. Bagaimana cara daewoo menyelipkan racun itu di sofa? Dan bagaimana cara memasukkannya ke tubuh changwook? Kyuhyun menutup matanya tidak ingin tahu bagaimana caranya.

“Dimana keberadaan mereka berdua saat ini?”

“Mereka berada di penjara bawah tanah presdir ji, tuan cho. Penjara tanah tersebut berada di lantai bawah rumah presdir ji.”

Kyuhyun mengangguk mengerti. Banyak kejadian yang kyuhyun alami diketahui oleh changwook. Kyuhyun dapat mengerti bahwa changwook dan orang-orangnya itu lebih hebat dari orangnya maupun orangnya kyuhee.

“Jaga kyuhee dengan baik. Jika dia ingin kerumah sakit, biarkan saja.”

“Saya mengerti, tuan.”

Kyuhyun keluar dari mobilnya setelah albert membukakan pintu nya. Kyuhyun masuk dengan gaya angkuh dan bossy nya. Tak ada senyuman untuk siapapun. Kyuhyun hanya tersenyum dengan orang-orang terdekatnya saja. Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang sedang menunggu di depan lift. Tanpa kyuhyun sadari kyuhyun menyunggingkan senyumnya sedikit. Kyuhyun berjalan mendekatinya sontak beberapa pegawainya menjauh dari kyuhyun.

“Selamat pagi, direktur kim.” Sapa kyuhyun. Seukhye mendongakkan kepalanya, melihat kesamping dan melihat atasaanya sedang melihat lurus pintu lift khususnya, seukhye menghembuskan nafasnya kasar. Seukhye mencibir cara kyuhyun menyapa seseorang.

“Pagi.” Jawab seukhye singkat dan segera masuk ke lift karyawan. Tanpa menoleh ke kyuhyun. Kyuhyun membulatkan matanya tak percaya.

“Ba..ba..bagaimana bisa? Albert, kau melihatnya?” kata kyuhyun masih tak percaya. Melihat pintu lift yang dimasuki oleh seukhye tertutup. “Jinjja. Baru kali ini aku menyapa pegawai dan dia? Seharusnya dia bangga aku menyapanya. Benar-benar wanita itu.” Kata kyuhyun tak sadar dengan apa yang baru saja yang ia ucapkan. Kyuhyun tak menyadari jika ada changmin, donghae dan hyukjae yang mendengar perkataannya.

“Presdir, kau menyapa seorang pegawai? Benarkah?” tanya hyukjae tak percaya. “Benarkah itu?” kali ini hyukjae bertanya kepada albert. Albert mengangguk. Donghae dan changmin bersiul.

“Siapakah orang itu?” tanya donghae menggoda.

“Yeoja bukan?” tanya changmin menanyakan kepada albert. Albert mengangguk. Kali ini donghae, hyukjae dan changmin yang bersiul.

“Ada masalah dengan itu?” tanya kyuhyun menatap tajam mereka bertiga dan masuk ke lift khusus berwarna putih bercorak hijau itu. Changmin, hyukjae dan donghae tersenyum lucu melihat kyuhyun.

“Kau tahu apa yang sedang kupikirkan?” tanya changmin. Donghae dan hyukjae melihat changmin yang memasukkan tangan ke saku celana nya dan tampak seolah berpikir keras.

“Siapa wanita itu, bukan?” tanya donghae. Changmin mengangguk. Donghae dan hyukjae saling memandang dan saling tersenyum. Changmin menatap curiga donghae dan hyukjae.

“Kalian mengetahui sesuatu?” tanya changmin curiga. Donghae dan hyukjae serentak menggeleng.

“Hanya sebuah opini untuk saat ini.” Jawab donghae dan merangkul hyukjae masuk ke lift. Changmin mengedikkan bahunya acuh dan ikut masuk ke lift.

*****

“Jinjja! Baru berapa hari dia bekerja di perusahaanku?” kata kyuhyun kesal. Albert yang berdiri di depan mejanya hanya tersenyum melihat kyuhyun. “Aku akan benar-benar memecatnya.” Kata kyuhyun di akhir kekesalannya. Albert menggeleng kepalanya saja.

TOK

TOK

 

CKLEK

 

“Masuk.” Kata kyuhyun. Jihye, sekretaris kyuhyun masuk ke ruangan kyuhyun. “Ada pa?” tanya kyuhyun ketus to the point.

“Kita ada meeting, presdir. Semuanya sudah menunggu anda.” Jawab jihye sesopan mungkin supaya kyuhyun tidak mengamuk hari ini. Karena akhir-akhir ini kyuhyun kerap sekali mengamuk tanpa alasan yang jelas. Alasan yang tidak jelas? Oh, tentu ada alasannya. Kyuhyun tidak suka dengan seukhye yang merasa bahwa dirinya adalah hama yang harus dihindari. Sejak kapan seorang wanita menganggap nya hama? Tentu saja hanya seukhye.

Kyuhyun mengangguk dan segera menuju ruang meeting. Kyuhyun dan 2 orang sekretaris yang berada di belakangnya berjalan menuju ruang rapat. Kyuhyun memasuki ruangan rapat sontak para peserta rapat berdiri dan menunduki hormat kepada kyuhyun.

“Silahkan dimulai.” Kata kyuhyun. Kyuhyun melihat satu-persatu peserta rapat pagi ini, kebiasaan kyuhyun melihat kehadiran bawahannya hanya lebel namanya saja bukan orangnya. Mata kyuhyun berhenti di satu papan nama yang bertuliskan Seukhye Kim, Director Of Marketing. Kyuhyun memandang tajam seukhye yang serius membaca sesekali memerhatikan Hyukjae yang mempresentasikan tentang lokasi pembangunan hotel di daerah  gangnam.

“Psst, seukhye-ah?” panggil changmin yang kebetulan duduk yang hanya dihalangi satu orang. Seukhye mendecakkan lidahnya kesal dan menoleh ke arah changmin dan memandang changmin tak mengerti.

“Wae?” tanya seukhye pelan. Changmin tersenyum polos menampilkan seluruh gigi putihnya.

“Kau belum mentraktirku atas keberhasilanmu. Traktir aku makan siang hari ini.” Kata changmin final dan kembali memfokuskan diri dalam rapat. Seukhye membulatkan matanya. Mentraktir seorang shim changmin adalah sebuah bencana. Tanpa mereka sadari seseorang memerhatikan mereka sedari tadi.

“Ehm. Direktur kim, perhatikan Manager Lee yang sedang mempresentasikan.” Kata kyuhyun. Sontak seluruhnya melihat seukhye. Seukhye tersenyum sambil menunduk meminta maaf. Kyuhyun segera memerintahkan hyukjae untuk melanjutkan. Seukhye menatap kyuhyun kesal.

Sebenarnya apa masalah presdir gila ini denganku?

Kyuhyun pun merasa ada seseorang yang memandangnya seolah ingin membunuhnya. Kyuhyun dan seukhye pun salin pandang. Seukhye memandang kyuhyun dengan death glare nya sedangkan kyuhyun dengan senyuman iblisnya.

Kau harus memperbaiki attitude mu.

 

Donghae memperhatikan seukhye dan kyuhyun seperti detektif yang sedang memecahkan suatu kasus yang sangat-sangat penting.

*****

Changmin dan seukhye berjalan beriringan keluar dari ruangan rapat. Banyak yang melihat mereka dengan tatapan tanda tanya. Seukhye menyadari akan hal itu.

“Kau menyuruhku tidak mengenalmu, dan kau malah terang-terangan mendekatiku. Sulit untuk dipercaya.” Kata seukhye melihat changmin tak percaya. Changmin memasukkan ponselnya dan melihat ke sekelilingnya.

“Sepertinya kita menjadi hot news hari ini.” Kata changmin bangga sambil merangkul pundak seukhye. Seukhye memandang jijik changmin.

“Direktur kim?” sontak seukhye dan changmin menghentikan langkahnya melihat kyuhyun dan dibelakangnya donghae dan hyukjae berada di depan mereka.

“Ah, kalian sepasang kekasih?” tanya donghae melihat changmin dan seukhye curiga. Changmin dan seukhye saling berpandangan.

“Apa yang harus kita jawab?” bisik changmin. Seukhye menjauhkan kepalanya dari changmin memandang seukhye tak mengerti.

“Apa yang harus dijawab, tentu saja kita bukan sepasang kekasih.” Kata seukhye ketus. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar melihat seukhye dan changmin yang memang dilihat seperti sepasang kekasih saat ini.

“Animida direktur lee.” Jawab seukhye. Donghae dan hyukjae saling berpandangan dan melihat kyuhyun.

“Direktur kim, keruanganku sekarang.” Kata kyuhyun dan berjalan cepat menuju ruangannya. Seukhye mengangguk begitu saja dan mengikuti kyuhyun.

“Seukhye-ah, bagaimana makan siangnya?” teriak changmin. Seukhye menghentikan langkahnya dan melihat changmin jengah. Belum sempat seukhye menjawab perkataan changmin tangannya ditarik seseorang.

“Aku tidak suka menunggu.” Kata kyuhyun menarik tangan seukhye masuk ke lift begitu saja. Seukhye memegang dadanya yang tiba-tiba berdetak dengan cepat, melirik tangannya yang masih di genggam oleh kyuhyun dan kyuhyun tak merasa risih dengan hal itu.

“Maaf, presdir.” Kata seukhye menarik halus tangannya. Kyuhyun mengeraskan rahangnya melihat seukhye yang sepertinya merasa jijik dipegang oleh olehnya. Kyuhyun mengambil lagi tangan seukhye kali ini lebih erat dan kuat. Seukhye terkejut akan hal itu. “Presdir.” Kata seukhye. Kyuhyun menghembuskan nafasnya, menekan tombol merah dan lift seketika berhenti. Memojokkan seukhye ke sudut. Seukhye meringis pelan ketika punggung menyentuh dinding dengan keras. Kyuhyun mendekat ke arah seukhye.

“Kau? Kenapa kau seperti ini?” tanya kyuhyun pelan. Tangan kyuhyun di pinggang seukhye menarik tubuh seukhye lebih dekat. Tangan seukhye berada di dada kyuhyun untuk menjaga jarak antara tubuhnya dan tubuh kyuhyun.

“Apa maksudmu presdir? Bisakah anda tidak melakukan hal ini kepada saya? Ini todak sopan, presdir.” Kata seukhye menatap tajam kyuhyun. Kyuhyun tersenyum iblis.

“Jika aku tidak mau, bagaimana direktur kim?” kata kyuhyun menjatuhkan kepalanya di leher seukhye. Menghirup feromon tubuh seukhye yang menurutnya sangat manis itu. “Baumu.” Gumam kyuhyun. Hidung kyuhyun menyentuh lekukan leher seukhye. Seukhye memejamkan matanya merasakan sensasi aneh yang menjalar ditubuhnya. Kyuhyun pun menghentikan aksinya memandang seukhye yang terengah-engah menahan sesuatu ditubuhnya, kyuhyun tersenyum.

“Sepertinya aku telah masuk ke pesonamu, Direktur Kim. Kau milikku.” Kata kyuhyun begitu saja tanpa memikirkan apa arti dari kata-katanya. Seukhye seketika membuka matanya ketika alarm ditubuhnya mengatakan bahwa hal ini tidak benar. Seukhye mendorong dada kyuhyun. Seukhye menatap tajam kyuhyun.

“Berapa banyak wanita yang anda perlakukan seperti ini, presdir cho?” tanya seukhye tersenyum sinis. Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Sayangnya aku bukan salah satu yang ingin menjadi wanitamu.” Kata seukhye tersenyum penuh arti. Kyuhyun mengeraskan rahangnya. Memojokkan kembali seukhye memegang tangan seukhye yang terus meronta dan meletakkan di atas kepala seukhye.

“Dengarkan kata-kataku direktur kim. Kau milikku. Kau milikku.” Kata kyuhyun seraya melepaskan salah satu tangan seukhye dan menekan tombol dan pintu lift terbuka. Sekitar 4 pasang mata terkejut melihat posisi kyuhyun dan seukhye. Kyuhyun mengetahui mereka menjadi tontonan menarik, menarik pinggang seukhye mendekat padanya dan berjalan begitu saja menuju ruangannya.

“Itu presdir dan direktur kim kan?” tanya manusia yang paling tinggi diantara manusia yang lain.

“Kukira mereka di luar kantor. Ternyata terjebak di dalam lift. Hampir 30 menit. Kita saja bahkan sudah meletakkan berkas di ruangan kyuhyun.” Kata donghae tersenyum penuh arti.

*****

Seukhye memandang tak suka kyuhyun yang sedang memandangnya juga sambil tersenyum penuh arti. Mereka seperti sedang berbicara melalui mata. 10 menit telah berlalu, mereka masih juga melakukan hal-hal yang kekanakkan. Seukhye menyerah memandang kyuhyun jijik.

“Apa maumu?” tanya seukhye memandang tajam kyuhyun. Kyuhyun mencibir mengetahui bagaimana cara seukhye berbicara dengannya.

“Tidak muluk-muluk. Hanya ingin kau bersikap biasa saja denganku. Dan jauhi shim changmin.” Kata kyuhyun dingin di akhir perkataanya.

“Apa hakmu?” tanya seukhye bingung. Kyuhyun mengigit pipi bagian dalamnya kesal. Kyuhyun membenarkan perkataan seukhye. Apa haknya untuk membatasi kegiatan seukhye? Oh, cho kyuhyun. Sepertinya otak mu telah bergeser akibat masalah yang sedang kau alami. Hanya satu yang terlintas di pikiran kyuhyun saat ini.

Apakah aku menyukai wanita bar-bar ini?

 

Kyuhyun mengerutkan dahinya mencari jawaban atas pertanyaan nys sendiri. Benarkah? Secepat itu dia melupakan shinyeong. Kau sudah termasuk pria brengsek, cho kyuhyun jika itu benar-benar terjadi

“Jaga jarak denganku.” Kata kyuhyun dan keluar dari ruangannya sendiri. Seukhye membulatkan matanya tak percaya. Seukhye mengamati pergerakan kyuhyun yang meninggalkan ruangannya sendiri.

“Kenapa dengan pria itu? Ck. Sudah ku katakan. Dia adalah pria teraneh yang sialnya aku temui di bulan pertama aku di seoul. Dan, sialnya lagi dia atasanmu kim seukhye. Menyedihkan.” Kata seukhye menghembuskan nafasnya kasar. Membuka pintu ruangan kyuhyun kasar membuat jihye yang sedang di depan pintu terlonjak kaget. Seukhye memandang aneh jihye.

Apa yang dilakukan wanita ini?

 

“Apa yang kau bicarakan dengan presdir?” tanya jihye to the point. Seukhye melipatkan tangannya di depan dada, melihat jihye dari atas ujung kaki hingga ujung rambut dan kemudian seukhye menggelengkan kepalanya.

“Kau menyukai atasanmu sendiri?” tanya seukhye tak percaya. “Ck. Ck.” Seukhye menggelengkan kepalanya tak percaya. “Bagaimana kau bisa bekerja untuk orang yang kau cintai, huh? Dan sebagai sekretarisnya? Menyedihkan.” Kata seukhye dengan nada kasihan dan meninggalkan jihye yang siap mengeluarkan tanduk sekarang juga.

*****

“Halo, dad”

“Bad daughter. Where have you been? You just pick up the phone from me, right now.”  Seukhye memutarkan bola matanya kesal mendengar sebentar lagi ayahnya akan mengoceh seperto radio rusak.

“I’m so busy, dad.”

“Busy? Beacause of what?”

PING

 

Seukhye berjalan keluar dar lift drngan ponsel yang masih menempel di telinga. “I’m working. Can i hung up the phone? I’m busy right now, dad.” Kata seukhye mencoba merayu ayahnya untuk menghentikan pembicaraan yang membuat kepalanya seakan mau pecah. Dari sudut ekor matanya,  seukhye mnyuruh minhyuk untuk ke ruangannya.

“Alright. Remember, take care! Don’t do mischief. Obey all the words of your cousin. Understand?” seukhye mencibir perkataan terakhir ayahnya. Mematuhi semua perkataan changmin? Yang benar saja.

“I’m understand, dad. And you also, keep your health. Okey? Bye.” Kata seukhye tanpa mau mendengar apa perkataan ayahnya lagi. Membuang begitu saja ponselnya diatas meja. Minhyuk yang melihatnya hanya melongo.

“Noona? Kau bukan orang korea?” tanya minhyun begitu saja. Noona? Oh, itu perintah dari seukhye yang menyuruh minhyuk memanggil dirinya noona. Minhyuk lebih muda 2 tahun darinya, tentu saja harus memanggilnya dengan sebutan noona bukan?

“Bukan. Inggris dan korea.”  Jawab seukhye tersenyum. “Oh, ya. Ini tolong kau minta tanda tangannya presdir cho. Noona sudah membuat laporannya.” Seukhye memberikan sebuah map ke minhyuk. Minhyuk tampak ragu, tetapi mengambil map itu juga.

“Tapi, noona. Presdr cho akan memarahiku.” Kata minhyuk seperti mengadu dengan gaya bocah berumur 5 tahun. Seukhye tergelak. Memarahi? Karena apa?

“Memarahimu? Kenapa manusia itu sering kali marah-marah tanpa jelas?” tanya seukhye kesal.

“Itu semua karena noona.” Jawab minhyuk.

“Karenaku? Oh, yang benar saja. Apa kesalahanku?” tanya seukhye. Minhyuk menatap seukhye dengan tatapan tak percaya.

“Noona tidak menyadarinya? Bahkan seluruh pegawai di gedung ini saja telah menggosipkan mu dengan 2 pria sekaligus.” Kata minhyuk tersenyum jail. Alis seukhye saling menyatu mendengar perkataan minhyuk.

“2 pria? Nuga?” tanya seukhye.

“Pak GM dan presdir Cho.”

“YANG BENAR SAJA?! SHIM CHANGMIN?! Oh my godness.” Kata seukhye tak percaya. “Bisakah kalian menggosipkan ku dengan orang yang lebih manusiawi? Shim changmin? Hey, dia sepupuku.” Kata seukhye memandang minhyuk tak suka.

“Sepupu? Benarkah noona?” tanya minhyuk tak percaya. Seukhye mengangguk malas. “Bagaimana bisa?” kata minhyuk tak percaya.

“Apa nya yang bagaimana bisa? Ah, apakah aku baru saja mengatakan shimchangmin sepupuku?” tanya seukhye membulatkan matanya. Minhyuk mengangguk. “Astaga. Kau, kang minhyuk jangan katakan pada siapapun kalau shim changmin itu sepupuku. Kau mengerti?” kata seukhye memandang minhyuk tajam. Minhyuk spontan mengangguk. “Bagus. Dan segera ke ruangan presdir cho.” Kata sukhye dengan nada seperti perintah.

“Baik, direktur kim.”

DRRT

DRRT

 

            “Yobseyo?”

“Nande, hye-ah. Wobin.”

            “Wobin oppa?”

“Emm. Kau di seoul?”

            “Eo. Eeiyy. Seorang detektif sepertimu seharusnya tahu lebih awal.”

“Aku sangat sibuk sehingga tidak dapat menemuimu. Well, selamat atas kelulusanmu. Kau lulus diumur yang sangat tua.”

            “Diumur tua? Heol. Aku hanya telat masuk saja. Seharusnya oppa tahu itu. Ck. Menyebalkan. Oh, ya. Bagaimana kabar changwook oppa? Kudengar dia sudah kembali dari california.”

“Buruk. Dia terbaring di rumah sakit. Belum sadar. Ini sudah 2 minggu changwook belum sadarkan diri.” Seukhye melepaskan kacamata nya kaget.

“Jinjja? Apakah masalah yang sama? Ah. Seharusnya aku tidak menanyakan hal itu. Kalian kan seperti sekelompok mafia. Di rumah sakit mana?”

“…..”

“Baiklah. Aku akan segera menjenguknya.”

*****

“Kau menemaniku selama aku tak sadarkan diri? Benarkah?” tanya changwook tersenyum penuh harap. Changwook menatap jessie meminta jawaban. Jessie mengangguk. “Eiy. Seharusnya kau katakan tadi. Dan aku bisa memelukmu penuh haru.” Kata changwook dan menarik kyuhee di pelukannya. Kyuhee membenamkan wajahnya di dada changwook yang terbalut baju rumah sakit.

“Kau tidak boleh mati. Hanya aku yang boleh membunuhmu.” Gumam kyuhee. Changwook mendecakkan lidahnya tak percaya.

“Oh, yang benar saja. Kau ingin membunuhku? Sulit untuk dipercaya.” Kata changwook dan melepaskan pelukannya dan menatap tajam kyuhee. Kyuhee mengedikkan bahunya acuh.

“Kau yang mengatakan seperti itu.” Kata kyuhee. Changwook seolah berpikir. Apakah dia pernah mengatakan perkataan tidak manusiawi seperti itu?

“Ah. Waktu itu. Aku mengatakan itu hanya untuk menenangkanmu saja. tidak lebih. Jinjja. Dan kau menganggap itu serius?” tanya changwook tak percya. Kyuhee tersenyumdan menganggukkan kepalanya. “Yang benar saja…” Jessie menutup mata dan telinga nya melihat adu mulut kyuhee dan changwook. Begitulah mereka. Selalu beradu mulut. Dalam hal apapun. Bahkan hal yang kecil.

Cklek

 

            “Eiy. Kalian masih saja bertengkar. Kukira aku akan menyaksikan derai air mata disini.” Kata kyuhyun tak percaya. Kyuhyun berjalan mendekati changwook. Berdiri di samping kyuhee.

“Bagaimana keadaanu, hyung?” tanya kyuhyun. Changwook tersenyum, melihat seluruh badannya dan mengacungkan jempolnya. “Syukurlah.” Kyuhyun tersenyum.

“Hanya saja kau tidak bisa berjalan untuk beberapa hari kedepan.” Ejek kyuhee tersenyum gembira.

“Jinjja. Seharusnya kau sedih. Kenapa kau gembira, huh?” tanya changwook tak habis pikir jalan kerja orang yang dicintainya itu.

“Biar kau tidak memata-mataiku lagi. Kau pikir aku tidak tahu, kau menyuruh anak buahmu untuk memantau seluruh kegiatanku, huh? Itu tidak sopan pak tua.” Kata kyuhee menatap tajam changwook. Changwook mengangguk kepalanya menyetujui perkataan kyuhee.

“Dan dia juga memata-mataiku.” Sambung kyuhyun juga menatap tak suka changwook. Changwook juga mengangguk kepalanya setuju.

“Bukan hal yang mengejutkan bagiku kalau kalian mengetahuinya. Kali ini aku akan menyalahkan wobin yang bekerja tidak teliti.” Kata changwook sambil mengusap dagunya. Kyuhee dan kyuhyun menatap tak percaya changwook. Mereka tak percaya, changwook tidak merasa bersalah apapun semacam itu. Changwook hanya mengangguk membenarkan perkataan mereka dan mengoreksi pekerjaan anak buahnya. “Dimana wobin?” tanya changwook.

“Aku disini.” Kata wobin mengangkat tangannya dan masuk ke dalam. Changwook tersenyum melihat wobin.

“Kukira kau meninggalkan majikanmu ini dengan harimau yang terus mengawasiku.” Kata changwook. Kyuhee tergelak dengan perkataan changwook.

Pletak

“Auch. Yak!” ringis changwook mengusap-usap kepalanya.

“Harimau? Siapa yang kau katakan harimau, huh?” kata kyuhee kesal menatap changwook dengan death glare nya. Belum sempat changwook membalas perkataan kyuhee, wobin menyela perkataannya.

“Aku membawa seseorang.” Kata wobin tiba-tiba. Changwook menatap wobin seolah-olah berkata. Siapa? Kyuhyun dan kyuhee menatap wobin tak mengerti. Wobin membuka pintu ruang VVIP itu dan masuk lah seorang wanita yang membawa keranjang buah.

“Oppa.” Sapa wanita itu lembut. Kyuhyun membulatkan matanya.

“KAU!” kata kyuhyun dan wanita itu serentak. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya kyuhyun menatap kaget wanita itu. Wanita itu tak menjawab pertanyaan kyuhyun dan berjalan mendekati changwook berdiri di sisi sebelah kiri changwook yang kosong.

“Akhirnya kau terbaring juga di rumah sakit, eo?” kata wanita itu mengejek changwook. Changwook mencibir perkataan wanita itu.

“Kau terlihat sangat senang, huh? Benarkah begitu seukhye-ah?” tanya changwook sarkatis. Seukhye mengedikkan bahunya acuk. 2 pasang mata mengamati tajam dengan apa yang changwook dan seukhye bicarakan.

“Sejak kapan kau di seoul? Paman kim mengizinkannya begitu saja?” tanya changwook dengan alis yang saling bertautan. Seukhye tersenyum polos. Kyuhyun membuang muka melihat seukhye yang tersenyum.

“Aku terlalu pandai mengelabui seseorang.” Jawab seukhye acuh. Changwook menggelengkan kepalanya saja. Changwook melihat kyuhee dan kyuhyun yang menatap seukhye dengan tatapan yang mematikan. Changwook menggelengkan kepalanya.

“Seukhye-ah. Kau ingat wanita yang kuceritakan padamu?” tanya changwook. Seukhye mengangguk. “Ini orangnya.” Kata changwook menunjuk kyuhee. Kyuhee menatap changwook tak megerti.

“Ah. Wanita ini?” tanya seukhye. Changwook mengangguk. “Annyeonghaseyo eonni, sudah lama sekali aku ingin melihatmu. Aku hanya bisa mendengarkan ceritamu dari changwook oppa saja. Namaku kim seukhye.” Kata seukhye sambil tersenyum mengulurkan tangannya. Kyuhee menatap tangan seukhye dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Seukhye mengerti akan tatapan itu dan mendecakkan lidahnya sangat kuat sehingaa semua orang yang di dalam ruangan itu dapat mendengarnya. “Aku tidak tertarik dengan pria mu itu eonni. Pria ini begitu menyebalkan.” Kata seukhye menatap changwook dengan pandangan menilai.

“Benarkah? Jadi, kau siapanya?” tanya kyuhyun. Seukhye, changwook dan kyuhee menatap kyuhyun terkejut. “Ck. Jangan memandangiku seperti itu. Dia bawahanku. Pantas saja aku ingin tahu.” Kata kyuhyun membela diri. Seukhye dan changwook mengangguk begitu saja tidak dengan kyuhee.

“Dia anak dari guruku. Ayahnya adalah guruku yang mengajari tentang semua hal tentang berbisnis.” Kata changwook.

“Dan menjadi seorang mafia.” Sambung seukhye.

“Yup. Dan satu itu.” Kata changwook mengangkat-angkat alisnya. Kyuhee melihat seukhye tak percaya.

“Jadi, ayahmu kim jinhyuk?” tanya kyuhee tiba-tiba. Seukhye melihat kyuhee bingung yang menyebutkan nama ayahnya. Seukhye mengangguk. Kyuhee tersenyum senang, kyuhee berjalan cepat memutari tempat tidur changwook dan memeluk kyuhee.

“Kau tidak mengenalku?” tanya kyuhee.

“Bagaimana bisa dia mengingat wanita yang mengerikan seperti kau.” Cibir changwook. Kyuhee menatap tajam changwook, yang seketika changwook mengangkat tangannya menyerah.

“Kita pernah bertemu sebelumnya, eonni?” tanya seukhye bingung. Kyuhee mengangguk. “Benarkah? Dimana?” gumam seukhye dan memandang kyuhee berpikir.

“Dengan kapasitas otakmu yang seperti itu bagaimana bisa kau dapat mengingatnya.” Kali ini kyuhyun yang mengejek seukhye.

“Tutup mulutmu, presdir cho.” Kata seukhye sarkatis. Kyuhyun melipatkan tangannya di depan dada dan melihat seukhye tajam.

“Hangul eonni?” kata seukhye tiba-tiba. Kyuhee tersenyum dan mengangguk. “Ah. Pantas saja aku melihatmu tidak asing eonni. Wah, eonni sekarang lebih cantik dan sudah mendapatkan pria yang kau impikan eo?” kata seukhye melihat kyuhee dan changwook bergantian.

“Eo? Dia berharap menjadi kekasihku sejak dulu?” tanya changwook tak percaya. Seukhye mengangguk. Sontak kyuhee menutup mulut seukhye dengan telapak tangannya.

“Dia berbohong. Dia berbohong. Kami hanya berkenalan tak hampir dari 5 bulan.” Kata kyuhee secepat mungkin.

“Bagaimana bisa kau bisa berkenalan dengan manusia itu?” tanya kyuhyun. “Kau tidak pernah bercerita denganku kalau kau mempunyai teman bar-bar seperti itu.” Sambung kyuhyun.

“YAK! Bar-bar? Kau mau mati?” kata seukhye menatap tajam kyuhyun. Kyuhyun memutar bola matanya ketika melihat seukhye memandanginya dengan seperti itu. Kyuhee dan changwook menatap seukhye dan kyuhyun bergantian dan tersenyum penuh arti.

“Kau selalu mencari masalah denganku presdir cho.” Kata seukhye.

“Enak saja. Kau yang selalu mencari masalah denganku.” Kata kyuhyun tak mau kalah.

“Dan..”

“Hey, kalian berpacaran?” tanya changwook. Seukhye dan kyuhyun membukatkan matanya dan saling menatap.

“BERPACARAN?! DENGAN DIA?” kata kyuhyun dan seukhye serentak saling menunjuk. Kyuhee tersenyum lucu melihat kelakuan kembarannya itu.

“Hey, cho kyuhyun. Kali ini aku akan memberi restu. Kau tenang saja.” kata seukhye menggoda kyuhyun.

“Heol. Restu untuk apa? Jangan sembarangan bicara. Aku tidak sudi berpacaran dengan wanita sepertinya.” Kata kyuhyun menatap jijik seukhye. Seukhye menatap kyuhyun.

“Sulit untuk dipercaya. Kau bahkan telah mengurungku di lift dan mengatakan bahwa aku milikmu. Dan sekarang kau melihatku seperti pandangan menjijikkan. Menyedihkan.” Kata seukhye menggelengkan kepalanya prihatin menatap kyuhyun tak percaya.

“Kyuhyun mengurungmu di lift?” tanya kyuhee tak percaya.

“Benarkah?” sambung changwook. Kyuhee dan changwook menyipitkan matanya menatap kyuhyun.

“Y..Yah! Waktu itu..” kata kyuhyun tak tahu harus berkata apa.

“Apa?” kata seukhye tersenyum menggoda.

“Kembali ke kantor, ini bukan waktunya untuk bersenang-senang direktur kim.” Kata kyuhyun dan meninggalkan ruangan VVIP tersebut. Seukhye tersenyum penuh kemenangan.

“Menyenangkan.” Gumam seukhye. Seukhye memutarkan tubuhnya menghadap changwook. Kyuhee dan changwook menatap dirinya dengan senyuman yang err sulit untuk digambarkan.

“Apa saja yang telah kalian lakukan?” tanya changwook tersenyum penuh arti.

“Ck. Oppa seperti berkata bahwa aku pernah tidur dengannya saja.” kata seukhye menghembuskan nafasnya kasar.

“Kau pernah tidur dengannya?” tanya kyuhee tak percaya. Kali ini seukhye yang memandang kyuhee dengan menyipitka matanya tajam. “Apa?” tanya kyuhee melihat keanehan seukhye.

“Eonni dengan presdir gila itu ada hubungan apa?” tanya seukhye tetap menatap tajam kyuhee. Kyuhee tersenyum dan menatap seukhye geli.

“Aku saudara kembarnya. Well, seharusnya kau berbaik hati dengan ku jika ingin mendapatkan restuku.” Kata kyuhee memegang pundak seukhye penuh arti.

“MWO?! SAUDARA KEMBAR? Oh, kasian sekali kau eonni. Bisa mendapatkan saudara kembar menyedihkan seperti itu.” Kata seukhye menatap sedih kyuhee.

“Hey. Yang kau bilang menyedihkan itu adalah kembaranku.” Kata kyuhee tak suka. Seukhye mencibir perkataan kyuhee.

“Shinyeong dan Taejoon kabur.” Kata wobin tiba-tiba. Kyuhee dan changwook membulatkan matanya tak percaya.

“Mwoya?! Bagaimana bisa? Sialan. Apa yang telah kalian lakukan?! Bagaimana bisa mereka kabur?! Brengsek.” Kata changwook menatap wobin tak percaya.

“Dan dia membawa beberapa berkas penting di brangkas anda, tuan. Bukan itu saja dia juga mengambil lagi berkas salinan CHO Group yang telah anda ambil.” Kata wobin melaporkan setelah mendengar laporan dari anak buahnya melalui earphone kecil di telinganya. Kyuhee menggeram kesal.

“Brengsek…”

-tbc-

22 responses to “TWINS – PART 4 – by jhyosun13

  1. kayanya disini dunia sempit banget yahahah itu berempat berkutat aja berempat udah seru abis. btw itu kyuhyun kok……………………… bilang kau milikku tapi maha suruh jaga jarak? haha gemeeeess ihhhhhhhh

  2. Hahah emng kyuhyun sm seukhye emng cocok nya sm Aigoo ,, harus nya shinyeong sm taejoon di tembak aja sih biar meninggal seperti ayah nya #sadis -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s