Harry Potter and the Cherry Blossom Part V [END]

a6c77d5f7b696000

Title: Harry Potter and the Cherry Blossom Part V [END]

Author: GiaaGio

Genre: Romance

Rating: PG-15

Chapter: Part IPart IIPart IIIPart IV – Part V [END]

Cast:

  • SooHee (Original Cast)
  • Baekhyun (EXO)
  • Other Cast

Prolog: Alhamdulillah akhirnya selesai juga FF Chaptered pertama author. Terima kasih banget buat semua readers-nim yang udah setia baca dan kasih comments yang penuh saran dan bikin author terharu. Seneng banget deh! Mohon maaf atas segala typo dan kekurangan author yang ga pernah berhasil bikin per-chapternya panjang. huhuhu. Anyway, happy reading readers-nim. It’s always a pleasure to read and reply all your comments. *bow

 

 

Dua hari berlalu dengan sangat lambat. Kamarku bagaikan penjara yang selama dua hari ini mengurungku. Entah apa  yang sebenarnya terjadi padaku, sebelumnya lalu aku baik baik saja, tetapi saat ini aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.

 

Rasanya aku ingin hilang ingatan saja. Aku ingin kembali menikmati suasana diluar sana bukannya terkurung di kamar seperti ini. Mungkin lebih tepatnya aku yang mengurung diri. Ragaku ingin sekali bangkit dari keterpurukan ini lalu segera terbang kealam bebas lagi. Namun hatiku selalu menolaknya, selalu tak sejalan. Aku takut hal ini akan berkelanjutan.

 

Sebenarnya kemarin aku sudah siap menerima apapun yang terjadi, kuberanikan diri berjalan dengan langkah ringan ke toko roti. Namun, sepertinya waktu saja yang tidak tepat. Jaerin eonni berjalan bersama Baekhyun dengan wajah riang menuju toko roti. Aku melihatnya. Tapi ternyata bukan hanya itu. Setelah masuk ke toko, Baekhyun merangkul Jaerin eonni. Sebelum keluar dari toko roti, Baekhyun juga memeluk Jaerin eonni. Tak pernah kulihat wajah Baekhyun yang sedemikian bahagia. Aku hanya mematung. Lantas aku harus apa dan bagaimana?

 

Esoknya hatiku berkata sebaiknya aku tak usah pergi ke toko. Aku takut akan terekam kembali adegan mereka berdua di kepalaku. Aku tak siap menelan pil pahit yang ada dihadapanku. Lebih baik Baekhyun menghilang saja daripada ia dihadapanku namun malah seperti bersama orang lain.

 

“Soohee, kau tak lapar?” eomma mengetuk pintu kamarku.

 

“Nanti aku menyusul ke meja makan eomma,” jawabku serak. Rasanya sudah lama aku tak menggerakkan pita suaraku. Hanya piyama bermotif hello kitty ini saja dan novel Harry Potter yang menemaniku selama dua hari di kamar ini. Rasanya malas melakukan apa-apa.

 

“Nak, Appa khawatir padamu.” Suara appa terdengar bergetar.

 

Kubuka pintu kamarku lalu kupeluk appa dan eomma dengan erat seakan lama tak bertemu. Aku seperti lupa bahwa masih ada mereka yang menyayangiku.

 

“Maafkan Soohee, eomma, appa.” Aku ingin menangis namun kutahan air mataku. Aku tahu, tak seharusnya aku terpuruk seperti ini. Aku harus bangkit, detik ini juga.

 

***

Novel Harry Potter and the Deathly Hallows ini akhirnya selesai kubaca. Melihat novel ini aku akan kembali teringat pada sosok misterius Baekhyun. Segala misteri di novel ini sudah terpecahkan, namun Baekhyun masih sebuah misteri untukku. Kunyalakan ponselku, bermaksud menelepon Jaerin eonni dan meminta maaf karena tidak membalas pesan teks darinya.

 

“Eonni, maafkan aku, kemarin aku-“

 

“Soohee! Apa kabarmu sayang? aku sangat merindukanmu!” Jaerin eonni  setengah berteriak menjawab teleponku.

 

“Besok aku akan ke toko, maafkan aku eonni.” Suaraku sedikit parau.

 

“Untuk apa meminta maaf Soohee? Baiklah, eonni tak sabar ingin bertemu. Sampai jumpa!” teleponnya terputus. Jaerin eonni memang selalu ceria. Aku senang mendengar suaranya.

 

Ponselku bergetar,

 

“Halo eonni,”

 

“Soohee,” Bukan suara Jaerin eonni. Kubaca caller ID di layar ponselku, ternyata itu Baekhyun.

 

“Ya.” Aku tak tau lagi harus bicara apa.

 

“Soohee, bisakah kita bertemu? Aku tak memaksamu jika kau bisa-“

 

“Di tempat pertama kali kita bertemu? Aku segera kesana.” Kumatikan sambungan teleponnya. Aish. Kenapa aku malah bicara begitu? Bodoh! Aku bahkan menyebut tempat itu sebagai tempat pertama kali aku dan dia bertemu. Apakah dia ingat dimana pertama kali kami bertemu? Entahlah.

 

Kubuang jauh jauh segala prasangka tentang Baekhyun. Yang ingin kutemui adalah Baekhyun yang pertama kali kulihat dulu. Ia sudah menungguku dengan dua gelas Hot Cappuccino favorit kami, maksudku favoritku. Ia tersenyum hangat menyambut kedatanganku lalu menyerahkan satu gelas Hot Cappuccino untukku dan mempersilahkanku duduk.

 

Gomaweo” ucapku tak sanggup memandangnya.

 

Mianhae” ucapnya memandangku. Ekspresinya sangat menyesal dan aku tahu walaupun aku tak menatapnya

 

“Atas apa?” tanyaku dengan terpaksa memandangnya.

 

“Atas kebodohanku yang membuatmu salah menilaiku.” Katanya masih menatapku.

 

“Aku hanya, aku,” aku tidak bisa berpikir, aku tidak bisa berpikir bila ia menatap kedua bola mataku dalam dalam dan aku tak sanggup berpikir jernih bila adegan ia dengan Jaerin eonni malah berputar putar dalam benakku. Aku malah menangis.

 

Uljima, please Soohee” ia terdengar sedih lalu memelukku. Aku malah merasa nyaman dalam pelukannya. Bodoh. Seharusnya aku melepaskan pelukannya. Ada apa denganku? Seharusnya aku bilang padanya kalau aku tak ingin bertemu dengannya lagi.

2

 “Kumohon jangan menangis, Soohee. Aku tak sanggup melihatmu menangis.” Ia mengusap kepalaku pelan.

 

“Jaerin adalah kakak kandungku.”

Katanya lembut sekali. Aku bisa mendengarkan suaranya dari dadanya. Seperti ada hujan yang turun membasahi hatiku. Seakan segala pertanyaanku terjawab. Hanya satu kalimat, tetapi itu sangat menyejukkan hatiku. Kulepas pelukannya.

 

“Seharusnya aku yang meminta maaf, Baekhyun. Tak seharusnya aku marah padamu.” Kutundukkan kepalaku berusaha tak melihat wajahnya. Ia meraih wajahku dan menghapus air mata di pipiku.

 

“Lihatlah, bunga sakuranya sudah hampir habis.” Ia malah mengalihkan pembicaraan seraya menunjuk pohon bunga sakura diatas kami. Sudah tidak berbunga lagi, tanda bahwa musim semi telah berakhir berganti dengan musim panas.

 

“Harry Potter and the Cherry Blossom.” Kataku tiba-tiba terpikir kata-kata itu.

 

“Maksudnya?” tanyanya tak mengerti.

 

“Aku membaca novel Harry Potter ini selama musim semi dengan ditemani Cherry Blossom dan juga kau.”jawabku tersipu.

 

“Lalu mengapa bukan Harry Potter dan Pangeran Tampan saja?” tanyanya tertawa.

 

“Maksudmu?” aku terheran heran dengan penyataannya.

 

“Bukankah aku tampan?” tanyanya mendekatkan wajahnya padaku.

 

“Kau memang tampan, tapi kau bukan pangeran.” Aku terbahak melihat wajahnya kecewa.

 

“Yang penting aku tampan.” Katanya meyilangkan tangan di dadanya lalu tersenyum puas seperti anak kecil.

 

Aku menatapnya. Ia sama seperti saat pertama kali kami bertemu dulu. Namun, kali ini wajahnya jauh lebih ceria dan lebih teduh. Efek misterius pun seperti hilang. Akhirnya misteri tentangnya dapat terpecahkan. Tepat saat musim semi berakhir.

 

“Aku takut tak bisa bertemu denganmu lagi, Soohee. Maukah kau berjanji tidak akan meninggalkanku lagi selamanya?” pintanya menggenggam tanganku lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

 

“Ini untukmu. Agar kau tak dapat meninggalkanku lagi.” Ucapnya seraya menaruh liontin berbentuk bunga milik mendiang ibunya di genggaman tanganku.

 

“Tapi ini milik mendiang ibumu.” Kataku menolaknya.

 

“Kau ingat apa kata Dumbledore? Jangan kasihani mereka yang sudah mati, kasihanilah mereka yang hidup tanpa cinta.” Katanya lalu memakaikan liontin itu di leherku.

 

Aku ingin menangis. Kali ini menangis bahagia.

 

“Musim semi ini bagaikan mimpi indah untukku. Semenjak bertemu denganmu, aku mampu melupakan dukaku.” Ia berkata dengan mata teduhnya.

 

“Baekhyun, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Mengapa saat itu sepertinya kau bertengkar dengan Jaerin eonni?” tanyaku.

 

“Setelah orang tua kami meninggal karena kecelakaan mobil, noona menitipkanku di panti asuhan. Lalu ia pergi meninggalkanku. Aku sangat tertekan saat itu. karena hanya noona lah  satu satunya kerabatku yang masih ada di dunia ini. Aku merasa seperti sebatang kara. Tapi ternyata noona pergi bukan tanpa alasan melainkan mencari nafkah untuk pendidikanku. Aku baru mendengar penjelasannya saat kami bertemu di toko roti-mu waktu itu.”Jelasnya panjang lebar.

 

“Maafkan aku.” Kataku

 

“Kami sudah sembilan tahun tak bertemu, sembilan tahun juga aku salah paham tentangnya. Sehingga saat aku mengetahui semuanya, aku merasa sangat bahagia sampai tak ingin melepasnya lagi. Aku tahu bagaimana rasanya berprasangka, karena itu aku tak ingin kau terlalu lama merasakan hal seperti itu.” ia memelukku lagi.

 

“Bagaimana kau tahu kalau aku cemburu?” tanyaku polos.

 

“Karena aku dapat membaca pikiranmu.” Jawaban yang aneh. Pikirku.

 

“Aku sangat menyukai musim semi. Namun musim semi akan segera berakhir. Walaupun begitu, cintaku padamu takkan pernah berakhir.” Katanya sungguh-sungguh.

 

“Baekhyun. Kau adalah musim semi untukku.” Kataku sungguh-sungguh. Aku tak berani menatapnya. Aku terlalu malu.

 

Ia meraih wajahku dan menengadahkannya. Aku dapat melihat mata itu, mata cokelat itu, tatapan tulus itu. Ia tersenyum. Senyum favoritku. Sekarang aku menyadarinya. Mata dan senyum familiar itu sangat mirip dengan Jaerin eonni. Mungkin itu sebabnya aku merasa seperti sudah lama mengenalnya.

 

Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Hatiku berdebar sangat kencang. Entah apa yang akan ia lakukan. Aku tak berani membayangkannya. Tepat saat hidungnya hampir menyentuh wajahku, ia memejamkan matanya, kemudian bibir kami bersentuhan. Kupejamkan mataku. Dadaku serasa meledak, kakiku rasanya lemas seperti jelly, ini pertama kalinya untukku, dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan.

 

***

 

Pertemuanku dengan Baekhyun kemarin seperti mimpi untukku. Bunga sakura, Hot Cappuccino juga novel Harry Potter ini adalah saksinya, Kubuka halaman paling akhir dari novel ini. Ternyata terdapat tulisan tangan Baekhyun.

 

Menikahlah denganku, Soohee~

1

19 responses to “Harry Potter and the Cherry Blossom Part V [END]

  1. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part IV | FFindo·

  2. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part III | FFindo·

  3. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part II | FFindo·

  4. Pingback: Harry Potter and the Cherry Blossom Part I | FFindo·

  5. KYAAAAAAAA!!!!!!!
    APA2AN ITU [END] ????

    Terlepas kata END yang bikin jengkel
    ini sweet banged beberan

    Yah walaupun lansung to the point aja
    tapi tetep feelnya ngena banged beneran

    Singkat tapi fellnya tersampaikan

    Senyum2 gaje bacanya
    deg2an pas part ehem Baekhyun popo Sohee

    Yaaaaaaayyyyyyyyy

    G rela ini udah end
    harus bikin yang married ver.nya please

    atau bikin Baehee moment lagi dilain cerita
    hwahahaahahahahaha

    Saya terlalu bersemangat ini beneran
    Ini tangan keringet dingin bacanya *lebay*

    Thank you ya bikin cerita seru yang bikin nagih

    Asli atau mungkin karna aku lagi ngeh sama Baekkie ya jadi fellnya dapet banged😀

    Oh my god
    ini komen udah mau drabble aja
    hahahahahahaha

    Ditunggu karya lainnya ya🙂
    ppyyyeeeoooonngggg~

    Fighting😀

    • Kyaaaa~ maafkan author yang membuat ini sebagai part terakhir yah reader-nim tercinta :”)
      Itu pas bagian poppo beneran ikutan deg-degan yah? Author juga nulisnya deg-degan wkwkwk~
      Waahh~ lagi2 author terharu dan ga nyangka bakal ada reader-nim yang request married life nyah Baekhyun Soohee couple aaakkk~ terharu~
      Saran lanjutan “married life” ditampung dulu yaa~ ^^v
      Makasih banget banget reader-nim :3 *bow ♥♥♥

      • Yuhuuuu😀

        Ada line atau WA mungkin?
        Nambah temen boleh dong

        Sekalian nanti kalau ada update an bisa langsung kontak gitu
        hehehehehehe

        Okheh ditampung yang banyak2 ya
        biar nanti idenya langsung grujuk (?) kek air terjun
        hwahahahahahaha

        sama2
        Fighting2🙂

  6. ternyata Sohee salah paham tentang hubunganJaerin dan Baekhyun, manis kesan akhirnya mereka dapat mengurai kesapahaman yang terjadi, bagus thor, keep writing and fighting

  7. Yyaaa!!! Ngecek daftar isi FFINDO dan ff ini terpampang paling atas dg embel2 END! Huh, apa itu -.-
    Tp asli sweet bgt… Semua kemisteriusan baekhyun lenyap terbang bersama dg guguran bunga sakura yg terbawa angin. Feel-nya pun nyangkut. Cieee baekhyun yg ketemu noona dan cintanya. Cieee soohee yg salah paham. Kkke~ Di tunggu karya selanjutnya! Jgn bosen utk cepet update ya author-nim. Dan paling penting, PANJANGIN! Hahaha. Hwaiting!

    • Hahaha~ author kayaknya bakal terus terusan di complain nih gegara di-END-in wkwkwk maapin yaa reader-nim :”
      Tapi seneng banget deh kalo ternyata feel-nya masih dapet walaupun masih ga panjang panjang juga wkwkwk
      Mohon ditunggu ff aku selanjutnya yg semoga bisa lebih panjang yah reader-nim :”
      Makasiiiihh ^^/ *bow

  8. hwaa…. aku kaget pas lihat diberanda ku udah ada chapter 5 yg ujungnya bertuliskan END??/ aahh igemwoyaaaa???? padahal aku kira bakalan 10-an chapter -_- but endingnya deg-degan banget pas kissingnya iihhh aduaduhh.. hooo jaerin itu nuna nya baekki ah syukur deh bukan seperti yg aku bayangin hehe.. tapi nggak rela banget kalau ini end author,, apakah nanti ada sequel nya?? adalah adalah *hopesangat😀 dan request kalau ada project baru buat yg romance nya sweet yg nyayat hati(?) nyentuh hati maksudnya hahha .. end please tell me yah kalau udah diposting,, nanti aku nggak tahu lagi^^ okke dehh sekian panjang x lebar nya😀

  9. heol.. jaerin kakak kandung baekhyun… cukup melegakan dan menggelikan buat soohee yg udah cemburu.
    btw, fanfiksi ini adalah fanfiksi dg alur tercepat yg pernah saya baca, lebih mirip ff oneshot yg dipenggal ketimbang multichapter. tapiii… sekali lagi saya setuju sama komentar di atas. walaupun singkat dan to the point tapi feel nya ttp dpt, dan saya memberi nilai plus untuk ini.
    terlebih kata kata menikahlah dg ku membuat saya jadi ikutan seneng karena se-nggak nya baekhyun serius sama soohee *well, saya termasuk jajaran orang yg menganut(?) idealis ‘suka sama aku, maka lamarlah aku’ muehehehehe

    nice ff🙂

    • Aduh author terharu banget baca komentarnya reader-nim :”) tapi bingung mau nge-reply apa biar panjang hehe. Nge reply aja ga bisa panjang:/
      Malu banget yaa soohee wkwk
      Iya. Sepertinya ini harusnya one shoot aja yaa hahahaa~ maafkan dirikuh wahai reader-deul😦
      Tapi syukurlah kalo feelnya ternyata ada. Hehe
      Iyaa aku juga penganut idealisme yg sama. Huahahah “Kalo serius ya ajak gue nikah wkwkwk”
      Lagi lagi makasih banyak yahhhh :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s