Sing With Me

iu137
by grewlay
Park Chanyeol and Lee Jieun
Alur berantakan
Genre nggak karuan

Originally posted on grewlay

.

///

.

Penat merajai malam pekat
Dalam sepi aku meronta, kecewa akan keputusanmu yang menurutku sangat tidak tepat
Seutas temali memang mengikat, namun hanya sekedar teman sesaat
Membuatku berharap kematian segera mendekat

Ini sudah langkah ke-172. Lagi-lagi, kau menghitungnya. Alih-alih mengingat kembali cara menjabarkan rumus fisika, kau malah sibuk dengan hitungan langkahmu dari gerbang sekolah sampai kelas. Lantas, kau akan tersenyum bangga karena dilangkahmu yang ke-186 telah mencapai meja malang yang tak pernah lepas dari aksi overmu. Entah itu tulisan namamu, tanggal lahirmu, atau bahkan tulisan iloveyou Taeyang-oppa.

Sejenak tinggalkan cerita tentang tingkah konyolmu.

“Morning, PCY!” Pekikmu.

Kau menyingkat namaku lagi. Dan sekarang, kau menarik telingaku. Aku tidak tahu kutukan semacam apa yang melekat pada tubuhku. Sampai-sampai, Lee Jieun si gadis bergitar merah muda itu mendekatkan bibirnya di telingaku. Argh, aku meledak!

Tak terlalu lama terhanyut dalam buaianmu. Karena aku tahu kalimat apa yang akan ditangkap oleh indra pendengaranku. Sejurus dengan itu, punggungku akan terasa panas dan tubuhku mati rasa. Tercengang sampai bel berbunyi pertanda pulangan.

“Kau mau bernyanyi denganku?” Beruntung aku berhasil menepikan tujuan awal bibirmu mendekat pada telingaku.

“Tidak mau.”

“Kau selalu bernyanyi dengan Baekhyun tapi kau tidak mau bernyanyi denganku. Baekhyun bisa bernyanyi karena aku yang mengajarinya, asal kau tahu.” Kuraih pulpen berikutnya dan kubakar di bagian tengahnya. Tidak sampai hangus, hanya sekedar memberi tanda kalau ini adalah pulpenku. “Aku bisa bernyanyi melebihi Taeyang. Cepat, berikan gitarmu!”

“Eo, PCY. Tadi malam aku membongkar semua isi instagram Taeyang-oppa dan aku iri pada Haru. Ia bisa bertemu dan dipeluk langsung oleh Taeyang.”

Dan aku membenci Taeyang karena telah merebut semua fokusnya Jieun. Meskipun Jieun sering membicarakan tentang Taeyang yang bahkan tidak masuk akal sekalipun, tapi tetap saja aku tidak suka.

“Itu karena Haru adalah anaknya Tablo. Jadi bagaimana?”

“Apanya?”

Aku tersentak saat mendapati tanganmu dengan lincahnya menari di atas meja malang itu lagi. Ada satu nama yang kau tuliskan dan berakhir tanda love. Byun Baekhyun.

Dan tololnya, aku baru sadar kalau kau memakai bandana ke sekolah.

“Kau- dan Baekhyun-”

Hatiku mencelos saat kau mengangguk yakin. Senyummu yang malu-malu, kau yang selalu membawa gitar, dan sekarang kau memakai bandana; semuanya hanya karena Baekhyun? Tanpa perlu bersuara, aku sudah tahu jawabannya.

Kau melepas rindu dengan meletakkan kepalamu di meja dan mengusap ukiran tanganmu di atas sana. Baekhyun yang baru beberapa bulan ini mengenalmu berhasil menyingkirkan aku yang sudah bertahun-tahun berada di sisimu. Baekhyun menghancurkan pondasi impianku.

“Jadi, itu alasannya kau lebih memilih bernyanyi dengan Byunbaek ketimbang aku?” Rasanya aku ingin mengusap bibirmu yang tengah merekahkan satu senyuman. Itu menyakitkan, Jieun.

“Bukan begitu, Chan. Saat suaraku bersatu dengan Baekhyun, aku merasa semua lagu yang kami nyanyikan akan terdengar gurih. Tapi saat bernyanyi bersamamu, kurasa itu akan terdengar seperti ada peperangan meriam di sekitar kita.” Kau mengangkat kepalamu, mulai tertarik dengan topikku. “Suaramu terlalu berat seperti bapak-bapak, apa itu tidak terdengar aneh saat bernyanyi bersamaku?” Kekehan kecilmu mengakhiri.

Terasa mendung bahkan saat ibu-ibu mulai pergi ke pasar. Pelangiku pudar seiring rengekan anak-anak manja yang mulai terdengar. Apa masih bisa dikatakan wajar kalau sekarang tubuhku mulai bergerak gusar?

Terlepas dari itu semua, kau tetap menjadi tokoh yang tergambar dalam puisi yang kujadikan lagu. Di lain waktu, mari bernyanyi eyes-nose-lips bersama-sama. Aku sudah mengaransemen ulang lagunya dan sedikit kutambahkan beberapa lirik ke dalamnya.

“Bernyanyi itu tentang mengungkapkan isi hati, tidak peduli seperti apa pecahnya suara kita nanti.” Tandasku.

.

FIN

.

Aku tau ini nggak pantes banget. Tapi, yasudahlah.

3 responses to “Sing With Me

  1. Kok kesian chanyeolnya~
    Ya dan pada akhirnya jieun juga nggak tau gimana perasaan chanyeol sama jieun
    Nice story!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s