[ONESHOT] Second

 photo Second_zpst0dxauav.jpg

| Second |

| Kim Liah |

|One-shot |

| Park Jiyeon, Lee Hongbin|

| Romance, Idol life, Friendship |

| PG-13 |

|Warning: This story purely comes from my mind. No plagiarism. Be careful of typo(s) |

.

.

.

“Yaa mwoya? Kau kenapa Bin-a?” Ken mengamati wajah rekannya itu yang tiba-tiba memasuki kamar mereka dengan wajah tanpa ekspresi dan pandangannya kosong. Tak ada jawaban, ia terpaksa mengguncang kepala Hongbin. “Yaaa Lee Hongbin!!” pekiknya.

“Hyung” mata kosong Hongbin bertemu pandang dengan Ken.

“Mwonde?” Ken sungguh tak sabar tuk tahu alasan kenapa Hongbin selemas ini.

“Nan….” tiba-tiba wajah Hongbin berubah cerah, senyum mengembang diwajah tampannya “Nan noin gwa dyues geos” teriaknya girang.

“Mwo? Berduet? Senior? Park Jiyeon?” seru Ken heboh.

“Ne hyung, aku akan berduet dengan Jiyeon” seru Hongbin balik.

“Bagaimana bisa kalian..”

“Meskipun bertiga, tapi setidaknya aku berduet mesra dengannya” potong Hongbin, lagu yang akan ia nyanyikan berkoreografi mesra.

“Troublemaker? Kau akan menyanyikan lagu itu dengan Jiyeon? Wah daebakida” Ken nampak menerawang membayangkan pria yang lebih muda darinya itu akan menari sexy dengan Jiyeon.

“Yaa hyung” Hongbin menampar pelan pipi kanan Ken “Kau pasti sudah berpikiran kotor tentangku” sungutnya.

“Yaa Lee Hongbin, akhirnya kau ada peningkatan juga. Kau akan..” Ken menggerakkan tangannya untuk menampu pipi Hongbin, seolah ia akan menciumnya.

“Yaa hyung!! Tidak seperti itu juga” Ken malah semakin menoel pinggangnya “…dan kami tak akan menyanyikan troublemaker. My ear candy, Baek Ji young sunbaenim. Lagu itu akan kami nyanyikan bertiga dengan Zhoumi hyung” jelasnya, tiba-tiba wajahnya berubah gusar.

“Wae? Apa kau tak senang menyanyikannya bertiga? Bukankah lagu itu dance nya juga sexy, penuh skinship Hongbin-a” goda Ken.

“Bukan itu hyung” Hongbin duduk dipinggiran ranjang big size-nya “Skinship, apa aku bisa? Bagaimana kalau aku gugup dan pipiku bersemu merah?”

“Aishhh, itu masalahmu. Kau terlalu gugup dengan hal baru, terlebih lagi rasa sukamu terlihat jelas dari ekspresimu pada Jiyeon”

“Jinchayo hyung? Jadi selama ini Jiyeon mengetahuinya?” giliran Hongbin menampu kedua pipi Ken. Ia tak menyangka perasaan yang selama ini ia jaga rapat ternyata begitu mudah terbaca oleh Jiyeon.

“Eoh, dan bodohnya wanita itu malah menyambut cinta lain” jawab Ken ketus. Terkadang ia membenci Jiyeon karna wanita itu sudah menyakiti perasaan dongsaengnya. kemarin waktu news itu muncul saja, Hongbin terlihat seperti tubuh tanpa nyawa dan dongsaengnya itu juga menangis hebat hingga tak mengijinkannya memasuki kamar mereka ini.

“Hyung!” bentak Hongbin.

“Wae? Bukankah itu kenyataannya? Kalau aku jadi dia tentu saja aku akan memilihmu yang sudah lama ada disampingnya dan bukan ahjussi tua itu” balas Ken kesal.

Seketika wajah Hongbin kembali sendu, ada benarnya juga ucapan Ken. Seandainya ia lebih agresif pada Jiyeon, mungkin ia bisa memiliki Jiyeon walau hubungan mereka harus backstreet.

“Yaa Hongbin-a” senyum aneh diwajah Hongbin membuat Ken khawatir.

“Nan gwaenchana hyung, nan gwaechana” ulang Hongbin seraya memasuki kamar mandi.

***

“Hongbin-a, ada apa dengan wajahmu? Apa kau tak tidur semalam?” Zhoumi menyambut kedatangan Hongbin di ruang latihan gedung SBS.

Hongbin hanya mengangguk lemah dan duduk disebelah Zhoumi, ia semalam tak bisa tidur meski hari ini hanya sebatas latihan dance saja dengan Jiyeon dan Zhoumi.

Zhoumi menepuk pundak kiri Hongbin “Gwaenchana Hongbin-a, aku akan memilih part yang sedikit skinshipnya dengan Jiyeon. Mianhe jika aku hanya bisa membantumu begini saja” lirihnya.

Hongbin menoleh pada Zhoumi yang duduk disebelahnya, ekspresi wajahnya seakan mengatakan ‘jincha hyung?’ namun seketika ia melemas lagi “Keundae hyung, apa aku bisa? Kegugupanku akan nampak sekali nanti hyung” keluhnya.

Zhoumi menarik Hongbin berdiri “Bersemangatlah, kau pasti bisa”

“Mworago oppa?” Jiyeon berdiri dibelakang Zhoumi, ia baru saja sampai. “Kalian membicarakan apa?” selidiknya.

“Anniya, geunyang urusan sesama pria saja” tawa hambar terdengar dari bibir Zhoumi.

“Jincha Bin-a?”

“Eoh” angguk Hongbin pelan dan Jiyeon percaya begitu saja.

Selama sehari penuh mereka berlatih untuk special perfomance mereka besok sore. Untung saja koreonya mudah jadi mereka tak perlu repot-repot berusaha keras mengingat step demi step nya.

“Jiyeon-a, Bin-a, aku pulang dulu ne?” Zhoumi sengaja langsung pulang begitu latihan mereka selesai dan dinilai Ok oleh instructur mereka.

“Kenapa buru-buru sekali oppa? Makan malamlah bersama disini” ajak Jiyeon seraya mengusap peluh dikeingnya dengan punggung tangannya.

“Anniya, aku ada janji dengan Henry hyung” Zhoumi mengambil tas kecilnya lalu segera keluar dari ruangan latihan itu dan meninggalkan Jiyeon dan Hongbin berdua saja karna instructur mereka sudah pulang lebih dulu.

“Haruskah kita pulang?” Jiyeon hendak bangkit berdiri.

“Anniya, bukankah kau lapar? Aku akan memesankan ayam cepat saji” Hongbin menahan lengan Jiyeon lalu menekan dial di iphonenya untuk menghubungi toko cepat saji langganannya. “15 menit lagi sampai” ujarnya seraya mengangkat iphone-nya.

Mereka saling diam dan asik dengan ponsel mereka sendiri sampai dua kotak ayam pesanan mereka tersaji dihadapan mereka, ayam goreng madu dan ayam goreng pedas.

“Kenapa dua rasa?” tanya Jiyeon begitu membuka dua kotak itu.

“Siapa tahu kau tak suka pedas”

“Anni, aku menyukai semua makanan” tolak Jiyeon seraya menggigit ayam goreng bumbu pedas ditangannya.

“Massine?” tanya Hongbin yang juga hendak menyantap ayam goreng bumbu pedasnya.

“Eoh, massita Bin-a” senyum mengembang dan ekspresi rakus terlihat jelas diwajah cantik Jiyeon. Hongbin baru tahu jika Jiyeon bisa serakus ini, dua buah ayang goreng dua rasa itu berada dikedua tangannya dan dengan lahapnya Jiyeon nikmati keduanya.

“Jiyeon-a” melihat Jiyeon makan saja rasanya ia sudah kenyang, tangannya ia angkat untuk mengusap bumbu ayam goreng yang berserakan dibibir Jiyeon “Igeo” lirihnya.

Awalnya Jiyeon nampak canggung dengan sikap Hongbin, namun ia berusaha masa bodoh saja. “Gumawo” balasnya dan menggigit lagi ayam goreng ditangannya.

“Jiyeon-a”

“Wae?” punggung tangan Jiyeon berusaha mengusap sisabumbu yang ia kira menempel dibibirnya “Apa sungguh belepotan sekali wajahku?” tanyanya.

“Anniya, sudah tak ada” Hongbin meneguk sebotol colanya “Kenapa tiba-tiba sekali?” tanyanya kemudian.

Jiyeon mengerutkan keningnya bingung, ia tak paham dengan ucapan Hongbin. Apanya yang tiba-tiba? Apa cara makannya yang tiba-tiba rakus?

“Aktor itu…kenapa tiba-tiba kau mengumumkan hubungan kalian?”

Jiyeon segera menggigit sisa daging yang masih menempel ditulang yang ia pegang lalu menaruhnya dikotak kosong. Ia turut meneguk colanya, kenapa Hongbin tiba-tiba membahas hubungannya dengan Lee dong gun? Apa pria disebelahnya ini akan menyuarakan penolakan hubungan mereka karna dia memendam rasa padanya?

“Terlihat aneh saja, dua bulan kau shooting film bersamanya dan tiba-tiba setelah kembali kau malah mendeklarasikan hubungan kalian” andai Jiyeon tahu betapa ia merindukan dan kehilangan Jiyeon ketika posisinya sebagai MC the show digantikan oleh orang lain. Bahlan saking rindunya, ia sampai meminta bantuan Zhoumi untuk menyampaikan kerinduannya melalui akun instagram Zhoumi.

“Tak ada yang aneh, kami hanya merasa cocok dan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya walau hanya dalam hitungan bulan saja”

“Bagaimana denganku? Bukankah kita bekerja sama dan saling bertemu sudah hampir satu tahun?” tak ada pilihan lain kali ini Hongbin harus lebih berani mengekspresikan diri bukan hanya melalui wajahnya tapi juga kejujurannya.

Jiyeon menoleh menghadapa Hongbin, ada tawa kecil disana “Kau bercanda Hongbin-a, kita hanya sekedar…”

“Sekedar mengadu mulut di panggung sementara kau dan aktor itu bahkan beradu skinship dan bibir juga?”

“Yaa kau ini sebenarnya kenapa Bin-a?”

“Kau yang sebenarnya kenapa Jiyeon-a?” sorot mata Hongbin nampak penuh teka-teki “Kau sudah mengetahui semuanya, hati ini” ia menepuk dada kirinya “Namun kau malah bersikap biasa dan memutuskan menjalin hubungan dengan pria tua itu” ketusnya.

“Yaa Lee Hongbin, kali ini kau sudah keterlaluan” Jiyeon bangkit berdiri dan hendak meninggalkan ruangan itu namun kedua tangan Honbin menahan langkahnya.

“Jika kau tahu dengan mudahnya perasaanku, statusku sebagai fanboy-mu yang menaruh perasaan lebih bahkan dekat denganmmu. Lalu kenapa kau bersikap biasa saja? Kenapa kau tak menyambut perasaanku?” tawa sinis terdengar di bibir Hongbin “Aku sungguh memalukan bukan? Melebihi seorang pecundang, aku kehilangan cinta yang tinggal kugenggam saja” lanjutnya sendu.

“Bin-a, geumanhe!” Jiyeon mengguncang kedua pundaknya agar pegangan tangan Hongbin terlepas namun ternyata sia-sia “Geurae, aku mengetahuinya, aku mengetahui betapa besarnya perasaan fanboy-ku untukku, keundae apa kau tahu bagaimana pandangan mata-mata sinis diluar sana yang terlihat siap menyantapku meski aku sama sekali tak memiliki hubungan dekat denganmu?” air mata mengalir diwajah Jiyeon “Aku benci tatapan itu, aku membencinya jika publik bersikap semarah itu meski hanya berada satu panggung denganmu dan jarang berinteraksi denganmu Bin-a” jelasnya.

“Lalu apa bedanya dengan ahjussi itu? Bukankah dia juga aktor terkenal?”

“Para fans seorang aktor itu tak sebrutal fans seorang idol, apalagi idol yang sedang naik daun dandielu-elukan publik sepertimu Bin-a”

Tawa renyah Hongbin mengisi ruangan kedap suara itu “Jadi aku tersakiti karna status idolku? Aneh, benar-benar aneh. Apa kau lupa dengan news terbesar tahun ini? Tiffany sunbaenim dan Nickhun sunbaenim, mereka sama-sama idol seperti kita dan mereka juga sepopuler kita Jiyeon-a”

Jiyeon menggeleng, wajahnya sudah basah air mata “Anni, aku hanya sekelas dengan girl group murahan yang tak dilirik publik korea” ia mengambil nafas sejenak “…dan aku sudah lelah diolok-olok lagi. Aku ingin berkarya dengan tenang Bin-a”

“Backstreet, apa kau lupa banyak idol yang seperti itu?”

“Aku lebih memilih berada dizona aman, aku sungguh tak bisa lagi terpuruk karna kecaman buruk dari publik”

“Zona aman yang berakting kencan agar mendapat simpati publik untuk kesuksesan film kalian, ne?” bentak Hongbin, rasa kecewanya memuncak sekali.

“Yaa Lee Hongbin!!” air mata kekecewaan luruh dipipi Jiyeon, apa salah jika ia ingin bahagia meski harus bertindak gila dengan mengencani pria yang tak sepadan dengannya?

Hongbin tiba-tiba melempar tubuh langsing Jiyeon ke dalam pelukannya “Uljima Jiyeon-a, uljima” ia eratkan pelukannya “Mian, jeongmal mianhe” ini kali pertama ia melihat Jiyeon menangis dengan real didepannya karna keterpurukannya 2 tahun lalu.

***

“Kalian kenapa terlihat canggung sekali?” bisik Zhoumi ditelinga Hongbin. Ia baru saja melihat penampilan Jiyeon dan Hongbin dalam gladi bersih MTV the show summer special.

“Anniya hyung” meski sebenarnya Hongbin memang benar merasa canggung setelah pengakuannya dan ketidak sopanannya kemarin malam. Ia saja sampai tak berani menatap mata Jiyeon ketika mereka berskinship mesra tadi dalam dance.

Lain halnya dengan Jiyeon, ia berusaha bersikap biasa dan mampu mengontrol ekspresinya dilatihan terakhir mereka tadi. Meski sebenarnya ia mulai membenarkan ucapan Hongbin kemarin.

Acara MTV the show summer special-pun dimulai, opening dimulai dengan penampilan special Mc dalam menyanyikan lagu Baek Jiyoung. Seperti dalam latihan tadi, Zhoumi dengan luwesnya bersikap cool dan menggemaskan ketika partnya dengan Jiyeon. Lain halnnya dengan Hongbin, ia tetap kekeuh bersikap dingin dan seolah tak menganggap Jiyeon ada dengan tak menatap mata indah Jiyeon meski mereka saling berhadapan dekat.

Jantung Hongbin serasa akan meloncat keluar dari kemejanya kaosnya begitu ia mengalungkan kedua tangannya dipinggang Jiyeon. Bahkan degupannya semakin kencang ketika Jiyeon memegang dagunya dan mereka saling bertatapan meski ia berakhir hanya menatap pelipis Jiyeon.

Andai aja selepas penampilan special mereka, mereka bisa istirahat sebenatr, sudah Hongbin pastikan ia akan bersembunyi dan terjatuh pingsan karna degupan tak beraturan itu. Sebisa mungkin ia bersikap biasa saja hingga acaranya selesai.

“Bin-a, kenapa kau buru-buru begitu?” Zhoumi mengamati Hongbin yang tengah mengganti bajunya dengan kaos putih dan mengalungkan ranselnya dipundaknya “Ayo kita makan bersama dengan yang lainnya?” Mc lainnya mengajak mereka makan malam bersama.

“Mian hyung, aku pulang dulu” Hongbin berjalan cepat melewati ruangan ganti MC yang terbagi menjadi dua ruangan itu, diluar ruangan ganti pria ia melihat Jiyeon tengah keluar dari kamar ganti MC wanita. Tak ada yang berubah dengan pancaran mata Jiyeon.

“Yaaa!!” Jiyeon berusaha melepas cengkraman Hongbin ditangannya.

“Aku tunggu kau diruang latihan” Hongbin buru-buru berjalan keluar dan menuju ruang latihan.

.

Berkali-kali Hongbin mondar-mandir didalam ruangan latihan SBS itu, sudah 15 menit lebih ia menunggu Jiyeon namun wanita itu tak kunjung kelihatan juga. Ia amati pantulan wajahnya dicermin besar yang memenuhi seluruh dinding ruangan itu. Apa ia sungguh semenyedihkan itu? Ditolak meski sudah mengatakan perasaannya seklipun. Ia berjongkok dan membenamkan kepalanya dipahanya hingga sebuah tangan menepuk pundaknya.

“Mian”

Seketika Hongbin memeluk Jiyeon untuk yang kedua kalinya, ia menyadari satu hal, selama Jiyeon tetap berada didekatnya ia akan tetap bahagia.

“Waeyo Bin-a?” Jiyeon merasa risih dan hendak melepas pelukan Hongbin.

“Gwaenchana, aku akan menjadi cahaya yang selalu berada menyinarimu. Cahaya yang terus menyinarimu dan bukan kepura-puraan seperti ahjussi itu”

Jiyeon merasa aneh dengan ucapan Hongbin, apa maksud ucapan Hongbin ini?

“Aku akan menunggu sampai bayangan hitam itu pergi hingga aku bisa terlihat ada bagimu, Jiyeon-a”

“Yaa kau ini bicara apa Bin-a”

“Cadangan, aku akan menjadi pria yang setiap saat akan ada kapanpun untukmu” Hongbin melepas pelukannya dan mengecup pipi kanan Jiyeon “Saranghae uri muse” lirihnya lalu beranjak keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Jiyeon yang tercengan sendiri karna ulahnya.

Be Sociable, Like and comment please!

.

.

.

Thankiess  Good Readers ♥♥♥♥

16 responses to “[ONESHOT] Second

  1. aku ngeship mereka lohhhh
    aku juga pengennya mereka real wkwkwkwk

    cieeee hongbin smp siap dijadiin cadangan
    duhh aku jadi kebayang perform mereka lagi nih
    itu bikin jiwa shipper aku keluar lagi wkwkwk

  2. Suka nyesek dgn kenyataan yg ada huhu, skarang udah gabisa liat mrk lg di tambh kemaren dgr2 jiyi kencan sama ahjjusi u.u

  3. Aduh..lagi2 galau klo menyinggung hub Jiyeon dngn ajushi lee . Fakta yg menyesakkan.
    Tpi apa bisa ku? Hikss hnya bisa berharap cepat putus . Hahah *evillaugh*
    Poor hongbin..smpai2 rela menjdi cadangan buat jiyeon.
    Benar2 sudah masuk kedlam pesona jiyeon.
    sabar aja ya..bisa jdi jodohmu mmg jiyeon
    Tggu aja berita broke up jiyeon dng ajushi lee..*ngarapbanyak*
    😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s