TWINS – PART 5 – by jhyosun13

new cover twins

TWINS – PART 5

PREVIOUS : Part 1Part 2Part 3Part 4 – ONGOING

HAPPY READING 

TYPO BERTEBARAN!

*****

Desclaimer :

“Apa itu cinta? Benarkah aku mencintainya?” – Kim Seukhye

“Takdir telah ditentukan. Aku hanya tinggal menjalaninya saja.” – Cho Kyuhyun

“Mwoya?! Bagaimana bisa? Sialan. Apa yang telah kalian lakukan?! Bagaimana bisa mereka kabur?! Brengsek.” Kata changwook menatap wobin tak percaya.

“Dan dia membawa beberapa berkas penting di brangkas anda, tuan. Bukan itu saja dia juga mengambil lagi berkas salinan CHO Group yang telah anda ambil.” Kata wobin melaporkan setelah mendengar laporan dari anak buahnya melalui earphone kecil di telinganya. Kyuhee menggeram kesal.

“Brengsek kau Oh Wobin. Apa kerja anak buahmu, huh?!” geram kyuhee. Changwook melepaskan selang infus yang berada ditangannya dan berdiri seperti orang yang pada umumnya.

“Yah! Apa yang kau lakukan? Biarkan aku yang membereskan ini.” Kata kyuhee menghalang jalan changwook. Changwook menggeleng tegas menolak perintah kyuhee.

“Tidak. Aku yang akan membereskan mereka.” Kata changwook dan mencoba menggeser tubuh kyuhee yang berada tepat di depannya.

“Shireo. Ini masalah ku dengan kyuhyun. Kau tidak ada hubungannya sama sekali.” Kata kyuhee tak mau kalah. Seukhye mengangguk setuju akan apa yang baru saja kyuhee katakan.

“Setelah dia mengambil berkas-berkas pentingku ini menjadi urusanku.” Kata changwook dingin, mendorong begitu saja tubuh kyuhee.

“Aku ikut. Aku penasaran dengan wajah yang membuat mu terbaring di sini.” Kata seukhye tersenyum seolah-olah dia sedang meminta ikut ke taman bermain.

“Terserah.” Jawab changwook dan menyuruh wobin untuk mengikutinya. Seukhye pun mengekori wobin dari belakang tiba-tiba seukhye berhenti dan menoleh kebelakang. Terlihat kyuhee menatap tak suka changwook.

“Eonni, kau pandai memakai senjata dan bela diri bukan? Ikut saja. Kkaja.” Ajak seukhye dan menarik tangan kyuhee menyusul changwook.

 

*****

 

Kyuhyun saat ini sedang berada di lobby rumah sakit untuk menenangkan diri. Menenangkan diri? Akan hal apa? Oh, tentu saja tentang yang baru saja membuat dia emosi.

“Albert? Apakah aku seperti menyukai gadis bar-bar itu?” tanya kyuhyun. Albert sontak melihat kyuhyun saat dirinya mendengar kyuhyun bicara dengannya.

“Emm. Dari kedua kacamata saya, sepertinya iya.” Jawab albert tersenyum penuh arti. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Kyuhyun tak percaya semua apa yang dikatakan oleh albert. Kyuhyun tidak pernah menyukai gadis bar-bar itu. Apalagi hanya dalam kurun waktu 2 minggu? Heol. Yang benar saja.

“Aish. Jinjja.” Kata kyuhyun kesal. Mengacak rambutnya frustasi. Sedangkan albert sedang siaga menjaga seluruh penjuru rumah sakit dibantu beberapa pengawal kyuhee dan changwook yang saling bekerja sama.

“Tuan. Ada masalah.” Lapor albert. Kyuhyun mengadahkan kepalanya melihat alber dengan seolah-olah berkata masalah apa?. “Shinyeong dan taejoon berhasil kabur.” Kata albert sukses membuat kyuhyun berdiri dengan kedua bola mata yang seolah-olah akan keluar begitu saja.

“Brengsek.” Kata kyuhyun. Kyuhyun melihat changwook dan kyuhe berjalan tergesa-gesa keluar dari rumah sakit. Kyuhyun pun segera menghampiri mereka.

“Benarkah mereka telah kabur?” tanya kyuhyun menyeimbangkan langkah jalan kyuhee yang sangat cepat.

“Seperti yang kau dengar. Ppalli.” Kata kyuhee dan masuk ke dalam mobil diikuti oleh kyuhyun. Kyuhyun menghentikan langkahnya menoleh ke samping dan melihat seukhye masuk ke mobilnya dan berjalan mengikuti changwook. Kyuhyun bingung melihat mobil seukhye yang berjalan tepat di belakang mobil changwook.

 

Apa yang sedang dia lakukan?

 

“Yah! Apa yang sedang kau pikirkan? Ppalli!” teriak kyuhee dari dalam mobil. Kyuhyun tersentak kaget spontan segera masuk ke dalam mobil.

“Jinjja. Bagaimana mereka bisa kabur? Kudengar penjara pria itu tidak mudah untuk ditembus. Sialan.” Kata kyuhee mengambil pistol yang diberikan oleh jessie. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama.

“Seperti yang kami duga. Anak buah Kim Daewoo membantu mereka untuk kabur.” Kata jessie. Kyuhee mendecakkan lidahnya kesal.

“Sialan. Dan mereka membawa salinan berkas ku?” tanya kyuhyun dingin. Jessie mengangguk.

“Salahmu sendiri. Kenapa kau memberi kode brangkasmu ke wanita jalang itu. Ck. Kalau bukan kau saudaraku, tidak akan aku melakukan ini semua.” Gumam kyuhee yang masih didengar oleh kyuhyun. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar membenarkan perkataan kyuhee. Ini semua disebabkan oleh perasaan berlebihan kyuhyun terhadap shinyeong. Yang benar saja. Hanya karena wanita itu, changwook yang tak pernah masuk rumah sakit akhirnya memasukkan diri di salah satu kamar rumah sakit.

Kyuhyun tidak mempersalahkan jika yang dibawa shinyeong itu adalah berkas tentang salah satu anak perusahaannya. Tetapi, shinyeong membawa kertas yang berisikan nilai saham kyuhyun di CHO Group. Dan lebih sialnya seluruh saham CHO Group adalah miliknya. Memang itu hanya salinan. Tetapi salinan yang sama persis dengan yang asli.

“Sial.” Kata kyuhyun. Kyuhee melihat kyuhyun yang sedang menyalahkan dirinya. Kyuhee tersenyum meremehkan melihat itu semua.

“Jadikan pelajaran yang berharga bagimu. Jangan mempercayakan satu orang pun di bumi ini. Bahkan kau tak seharusnya mempercayai ku.” Kata kyuhee. Kyuhyun melihat kyuhee tak mengerti. “Hanya kutipan dari mendiang ayahmu.” Sambung kyuhee sambil mengedikkan bahunya acuh.

“Presdir Ji, memerintahkan bahwa tuan dan nona hanya mengikuti presdir dari belakang dan tidak diperkenankan untuk membunuh siapapun.” kata jessie.

“Yang benar saja. Katakan pada changwook hyung, wanita itu nyawanya aku yang akan memnentukan.” Kata kyuhyun dingin tak terima dengan perintah changwook. “Memang siapa dirinya, seenak jidad nya memberi perintah kepadaku?” lanjut kyuhyun dengan nada yang tak suka. Jessie menganggukkan kepalanya setuju.

“Sepertinya aku hanya jadi penonton saja nanti.” Kata kyuhee menyenderkan tubuhnya di kursi penumpang seraya menutupkan matanya. Kyuhyun tersenyum mengerti dengan perkataan kyuhee.

 

*****

 

“Heol. Kau memintaku untuk menjaga presdir gila itu? Oh, oppa! Dia pria yang berumur 27 tahun! Dan kau meminta wanita yang beumur 25 tahun untuk menjaganya? Peluk saja dunia ini.” Kata seukhye tak terima apa yang baru saja ia dengar dari telinganya.

“Eish. Jinjja. Cho Kyuhyun tak akan main-main dengan senjatanya. Aku hanya khawatir dia akan membunuh seluruh orang yang ada di gedung itu nanti.” Seukhye mendecakkan lidahnya kesal.

“Biarkan saja dia membunuh orang-orang itu. Mereka semua memang musuh presdir gila itu bukan? Apa masalah dengan kalian? Yah, oppa? Biarkan saja mereka yang membereskan masalah ini. Dari awal mereka hanya mengincar keluarga cho saja bukan dirimu. Sebaiknya kau pulang dan istirahat, masalah berkasmu itu wobin oppa pasti akan mengambilnya kembali.”

“Aku mengizinkanmu ikut bukan untuk mendebatku. Tetapi kau sekarang menjadi anak buahku. Dan aku perintahkan kau menjaga kyuhyun. Lihat saja jika kau tidak bekerja dengan baik. Persiapkan dirimu dengan baik, kita akan segera sampai. Kkeuno.”

 

Tut

 

“Heol.” Seukhye meringis pelan apa yang baru saja ia dengar. “Jinjja. Kapan presdir gila itu tidak menganggu hidupku? Semua yang akan ku perbuat pasti ada hubungannya dengan presdir gila itu.” Rutuk seukhye. Seukhye memberhentikan mobilnya tak jauh dari sebuah gedung tua. Seukhye dapat melihat anak buah changwook telah berpencar. Seukhye pun segera berganti baju dengan baju yang biasa ia pakai untuk membantu ayahnya dengan musuhnya.

Memasang jaket anti peluru. Mengikat rambutnya. Memakai kacamata khusus yang dibuat oleh ahli IT ayahnya. Dan 2 buah pistol yang ia masukkan di kedua sisi celananya. Seukhye pun keluar dari mobilnya melihat ke sekeliling mencari seseorang.

“Seharusnya dia tidur saja di rumahnya. Menyebalkan.” Gumam seukhye dan menghampiri orang tersebut.  Seukhye memakai topi nya dan masker hitamnya. Berjalan mendekati majikannya.

“Annyeonghaseyo. Saya akan menjadi anak buah pribadi anda untuk kasus ini, tuan cho. Mari ikut saya.” Kata seukhye dan menyuruh kyuhyun untuk ikut dengannya. Kyuhyun belum mengikuti seukhye hanya menatap punggung seukhye tak mengerti. Tetapi setelah kyuhee menyuruh untuk mengikuti seukhye, kyuhyun pun mengikutinya dan albert mengekori kyuhyun. Seukhye meloncati sebuah pot yang cukup tinggi dan berjalan santai di sepanjang koridor tua itu dan sesekali melirik ke belakang memastikan kyuhyun mengikutinya.

“Wanita itu berada di lantai 2 gedung ini. Song Taejoon akan diurus oleh tuan ji dan nona cho dan tugasmu membawa tucn cho ke wanita itu.”

            Itu suara wobin dari earphone kecil di telinganya. Seukhye menghentikan langkahnya dan menatap kyuhyun, mengeluarkan pistolnya dan menembak sekitar 3 orang yang mencoba untuk membidik kyuhyun.

“Kim Shinyeong berada di lantai dua. Silahkan anda jalan duluan, saya dan pengawal pribadi anda akan mengikuti anda dari belakang.” Kata seukhye. Kyuhyun mengangguk tetapi tidak kunjung melangkahkan kakinya. Kyuhyun mengamati seukhye dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Sebenarnya kau siapa?” tanya kyuhyun dengan mata yang menyipit tajam. Seukhye melihat seukhye dengan senyuman penuh arti yang senyuman itu tidak dapat dilihat oleh kyuhyun.

“Tuan, kita harus cepat.” Kata albert mengingatkan. Kyuhyun mengangguk dan segera masuk ke dalam gedung tua itu. Ketika mereka masuk ke dalam gedung itu ternyata changwook dan kyuhee serta anak buah sedang bertarung dengan anak buah daewoo yang cukup banyak dari anak buah kyuhee dan changwook. Kyuhyun melihat itu semua dengan was-was. Bukan takut, semua ini adalah sangat kecil bagi kyuhyun.

 

DOR

 

            Kyuhyun melepaskan anak pelurunya. Changwook melihat keatas dan tersenyum kearah kyuhyun. Kyuhyun telah menembakkan salah satu anak buah daewoo yang mencoba untuk menusukkan sebuah pisau ke tubuh changwook. Kyuhyun memasukkan kembali pistolnya dan menaiki tangga yang berada di hadapannya saat ini. Kyuhyun berjalan dengan santai. Melewati beberapa lorong yang sangat gelap menuju sebuah kamar yang ia ketahui shinyeong bersembunyi disana.

“Disini?” tanya kyuhyun ke seukhye. Seukhye yang sedang melihat ke setiap titik di lantai 2 ini seketika menoleh ke kyuhyun ketika kyuhyun bertanya kepadanya. Seukhye mengangguk.

 

Cklek

 

Kyuhyun masuk ke ruangan itu diikuti oleh albert dan seukhye di akhir. Seukhye menutup pintunya ketika albert telah masuk. Terlihat 1 orang wanita dan sekitar 10 laki-laki yang sedang berjaga melihat kedatangan mereka terkejut. Kyuhyun menyunggingkan senyuman iblisnya.

“Op..Oppa!” seru seorang wanita yang seketika berdiri melihat kyuhyun yang telah memegang pistolnya.

“Senang bertemu dengan mu yeong-ah. Keadaanmu cukup buruk.” Kata kyuhyun melihat keadaan pakaian shinyeong dan tubuh shinyeong yang penuh luka akibat perbuatan anak buah changwook yang menyiksa shinyeong dan taejoon di penjara bawah tanah. Kyuhyun melihat ke seluruh penjaga shinyeong yang membidiknya.

“Seharusnya kalian jangan membidikku. Aish. Kalian rupanya tak sayang dengan nyawa kalian.” Kata kyuhyun tersenyum penuh arti. Seukhye membulatkan matanya tak percaya melihat cara kyuhyun yang meruntuhkan 10 orang sekaligus dengan tangan kosong. Kemana pergi pistolnya? Kyuhyun melemparkan asal pistol itu. Kyuhyun tersenyum bangga melihat hasil kerjanya.

“Berapa menit albert?” tanya kyuhyun tiba-tiba. Albert melihat jam ditangannya dan menggelengkan kepalanya.

“Masih belum tuan. 23 detik lebih lambat dari yang terkahir kali nya.” Jawab albert. Kyuhyun mendesah kecewa. Seukhye menggelengkan kepalanya ketika mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh 2 pria di ruangan ini, seukhye melirik shinyeong. Seukhye tersentak kaget dan melemparkan pisau kecilnya kearah shinyeong.

“Argh.” Ringis shinyeong. Albert dan kyuhyun sontak menghentikan pembicaraan mereka dan menatap shinyeong yang sedang mencoba menarik sebuah pisau kecil dan tipis menancap di tangannya yang mencoba mengambil pistol yang tergeletak tak jauh darinya. Seukhye berjalan mendekati shinyeong dan mencabut kasar pisau miliknya. Shinyeong berteriak kecil saat rasa sakit ditangannya menjalar ketika pisau itu di cabut.

“Racun itu sama dengan racun yang diberikan oleh ayahmu untuk changwook oppa. Kau ingin mengetahui bagaimana kerjanya bukan? Sebentar  lagi kau akan merasakannya.” Kata seukhye tersenyum.

“Apa yang kau lakukan?” tanya kyuhyun sarkatis dan memegang keras tangan seukhye yang memegang pisau. Seukhye mengedikkan dagunya ke shinyeong yang tubuh nya telah menegang sepenuhnya.

“Tuan ingin dia mati bukan? Biarkan saja dia sini.” Kata seukhye santai dan menghempaskan kasar tangan kyuhyun yang mencengkram kuat tangannya. Kyuhyun membulatkan matanya dan segera mendekati shinyeong yang telah banyak mengeluarkan air mata, hanya matanya saja yang bergerak.

“Yeong-ah.” Lirih kyuhyun melihat shinyeong. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar melihat kyuhyun yang sangat khawatir dengan shinyeong. Tiba-tiba seukhye memegang dadanya yang terasa sakit dan dahinya mengernyit. Albert yang disampingnya menoleh kepadanya.

“Anda baik-baik saja?” tanya albert. Seukhye mengangguk dan melepaskan tangannya di dadanya.

“Sebaiknya anda mengambil berkas-berkas itu.” Kata seukhye menunjuk sebuah meja. Albert mengangguk setuju. Seukhye melihat lagi kyuhyun dan shinyeong yang masih di posisi sama.

“Albert, bawa shinyeong ke rumah sakit.” Kata kyuhyun melihat nyalang albert. Albert sontak memberikan berkas-berkas itu ke tangan seukhye dan mengangkat tubuh shinyeong menuju mobil yang diikuti oleh kyuhyun dengan wajah cemasnya.

“Kenapa disini rasanya sakit melihat mereka?” tanya seukhye memegang dadanya yang kembali berkontraksi. Seukhye segera keluar dari ruangan itu dengan air mata yang keluar yang seukhye sendiri tak tahu penyebabnya.

 

*****

 

“Sepertinya kau senang.” Kata changwook melihat kyuhee tersenyum bangga telah menghunuskan pisau beracun milik changwook ke tubuh taejoon yang telah tak bernyawa. Kyuhee tersenyum senang dan mengangguk.

 

BRAK

 

Kyuhyun mendobrak sebuah pintu yang tertutup sangat rapat. Setelah terbuka albert segera melewatinya dengan tergesa-gesa. Kyuhee dan changwook sontak berjalan mendekati kyuhyun yang melihat albert memasukkan tubuh kaku shinyeong dari pintu yang ia dobrak. Terlihat bagaimana wajah cemas dan bingung nya kyuhyun. Kyuhyun mengacak ramvutnya frustasi dan segera menghampiri albert.

“Apa yang kau lakukan?” tanya kyuhee menahan pergelangan tangan kyuhyun. Kyuhyun melihat kyuhee tajam.

“Lepas.” Kata kyuhyun dingin dan mencoba melepaskan tangan kyuhee di pergelangan tangannya. Kyuhee menggelengkan kepalanya.

“Kau ingin membantu orang yang ingin membunuh kita? Yang benar saja kau cho kyuhyun. Dimana letak otakmu, huh?!” bentak kyuhee menatap tak percaya kyuhyun. Kyuhee menghempaskan tangan kyuhyun kasar. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar dan mebuang mukanya tak mau menatap kyuhee. Changwook hanya melihat saudara kembar itu bertengkar tanpa mau menghampiri mereka. Changwook menoleh ke anak tangga dan menyatukan alisnya melihat seukhye yang terduduk lemas di salah satu anak tangga. Changwook berjalan mendekati seukhye dan berjongkok di depan seukhye.

“Apa yang terjadi?” tanya changwook khawatir. Changwook melepas tpi, kacamata dan masker seukhye cepat dan kaget melihat seukhye yang menangis. “Wae? Kenapa kau menangis?” tanya changwook tak mengerti. Seukhye menggelengkan kepalanya lemas dan menatap changwook nanar.

“Geuresse. Aku pun tak tahu mengapa air mata ini keluar. Sungguh. Kalau aku tahu penyebab nya pasti aku tidak akan seperti ini.” Jawab seukhye lirih menatap lurus kedepan. Seukhye memberika berkas yang menjadi dalang atas semua ini ke tangan changwook. Seukhye berdiri mengambil topi, kacamata dan masker nya meninggalkan changwook yang masih tak mengerti.

Seukhye berjalan keluar dengan mata yang sembab dan otak yang tidak bisa berjalan dengan baik. Berjalan sebiasa mungkin tetapi tetap juga terlihat aneh jika orang melihata cara nya ia berjalan. Seukhye tiba-tiba menghentikan jalannya ketika melihat kyuhyun dan kyuhee. Seukhye menatap kyuhyun penuh selidik. Bertanya-tanya dalam arti. Apa yang telah kyuhyun lakukan terhadapnya? Kenapa dia bisa menangis tiba-tiba seperti ini. Apakah ini yang namanya cin..cinta? Seukhye menggelengkan kepalanya saat seukhye terbesit kalau dirinya mencintai kyuhyun. Seukhye membalikkan badannya, memutar jalan menuju mobilnya terparkir.

Kyuhyun yang sedang berdebat dengan kyuhee akhirnya mengalah dan memberikan urusan shinyeong ke albert. Ujung matanya menangkap punggung seorang wanita yang sedang melompati sebuah pot yang cukup tinggi dan berjalan menuju jalan utama. Kyuhyun seperti mengenali punggung wanita itu.

“Cho Kyuhyun? Hey? YAK!” teriak kyuhee. Kyuhyun tersentak kaget, melihat kyuhee gagap.

“Apa?” tanya kyuhyun. Kyuhee mendecakkan lidahnya kesal menarik telinga kyuhyun menuju mobil mereka untuk segera pulang. “YAK! YAK! Jinjja! Aku bukan peliharaanmu. Hey, wanita srigala! Telinga..ku.. Argh.” Kyuhyun memegang telinganya yang memerah dan menatap kyuhee dengan death glare nya. Kyuhee hanya menjulurkan lidahnya puas melihat telinga kyuhyun yang memerah. Changwook yang melihat semua itu hanya tersenyum senang.

“Tuan, semuanya sudah saya bersihkan.” Lapor wobin. Changwook mengangguk dan juga berjalan menuju mobilnya terparkir. Changwook memegang lehernya, mematahkan lehernya ke kanan dan ke kiri. “Ah. Leherku. Sepertinya aku harus segera ke spa.” Gumam changwook memegang lehernya prihatin.

 

*****

 

Terlihat mobil seukhye memasuki sebuah perkarangan rumah milik salah satu chaebol korea. Hanya saja memang dia akui tidak sekaya dan sekejam keluarga cho. Mereka memang tidak ada tandingannya. Seukhye memakirkan mobilnya dimana ia sering memakirkan mobilnya ketika mendatangi rumah ini. Seukhye berjalan keluar dengan menenteng sebuah tas yang berisi bajunya.

“Ahh. Nona kim, 1 hari tidak melihatmu ahjumma sangat merindukanmu nona.” Kata seorang ahjumma yang membukakan pintu utama rumah ini. Seukhye tersenyum ramah dan memeluk ahjumma itu sekilas.

“Hyesun, eoddiga?” tanya seukhye. Ahjumma itu tersenyum dan menuntun seukhye menuju ke kamar anak majikannya itu. Melewati ruang tv yang sangat bersih dan menaiki tangga, melewati beberapa lorong yang menghubung ke kamar teman yang teramat dekat dengannya, kim hyesun.

“Silahkan masuk nona. Nona ada di dalam kamarnya.” Kata ahjumma dan meninggalkan seukhye sendiri di depan pintu kamar hyesun. Seukhye melirik jam yang tergantung di dinding tak jauh darinya. Seukhye tersenyum melihat jam yang sudah mnunujukkan jam 11 malam. Berarti hampir sekitar 5 jam ia membantu calon keluarga changwook.

 

Cklek

 

“Eo, eonni!” seru hyesun senang dan memeluk seukhye. Hyesun tersenyum melihat temannya datang ke rumahnya ya walaupun di jam yang tidak sepatutnya untuk melakukan kunjungan di rumah seseorang. Hyesun melihat pakaian seukhye dan menggelengkan kepalanya.

“Eonni sudah pindah ke seoul dan masih saja ikut mengadili seseorang.” Kata hyesun. Mengadili seseorang? Sebutan yang diberikan hyesun jika seukhye ingin membereskan hama menurut versi seukhye. Seukhye tersenyum sambil mengangguk. Hyesun berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil baju ganti buat seukhye. Hyesun menutup pintu lemari pakaiannya dan memberikan piyama tidurnya ke seukhye.

“Gomawo.” Kata seukhye tulus meletakkan bawaanya di sofa single hyesun dan mengambil piyama yang diberikan hyesun segera mengganti pakaiaannya. Mungkin juga dengan mandi.

“Kali ini apalagi masalahnya?” tanya hyesun sambil meletakkan bantal di samping bantal miliknya. Seukhye melemparkan handuk untuk mengeringkan rambutnya itu sembarangan dan menjatuhkan dirinya di kasur empuk milik hyesun.

“Hanya membantu seorang kerabat lama.” Jawab seukhye dengan gumaman karena seukhye menenggelamkan wajahnya di bantal. Seukhye menyampingkan kepalanya melihat seukhye yang sedang membaca sebuah novel.

“Hyesun-ah?”

“Hmm?”

“Tiba-tiba saat misiku telah berakhir, eonni menangis.” Sontak hyesun menolehkan kepalanya melihta seukhye. Hyesun mengerutkan dahinya tak mengerti.

“Eonni menangis? Jinjja. Eish. Ternyata eonni benar-benar seorang manusia.” Kata hyesun sambil menganggukkan kepalanya seolah mengerti.

“Ck. Kau pikir selama ini eonni bukan seorang manusia?!” tanya seukhye kesal dan membalikkan badannya kasar melihat langit-langit kamar hyesun.

“Aku pikir eonni zombie yang menyerupai manusia. Hey, manusia mana yang melihat ibunya tidak bernyawa lagi tidak mengeluarkan air mata sama sekali, huh? Dan juga melihat nenek nya mati di depan matanya juga tidak mengeluarkan air mata? Apakah kau bisa disebut manusia?” tanya hyesun tak sabaran menutup kasar novel bacaannya. Seukhye mengangguk setuju apa yang dikatakna oleh hyesun.

“Kkeutchi. Eonni juga tidak tahu apa alasannya kenapa eonni tidak menangis pada saat mom and grandma meninggal.” Kata seukhye mengingat kejadian itu. Hyesun mendesah kecewa dengan jawaban yang sama yang ia dapatkan.

“Well, eonni bilang eonni menangis tadi? Seharusnya aku merekamnya tadi dan memasukkan eonni di guinneus book record! Akhirnya seorang Kim Seukhye benar-benar bisa mengeluarkan air mata.” Kata hyesun. Seukhye menatap hyesun dengan death glare nya. Hyesun tersenyum polos. “Oke, oke aku kan berhenti meledekmu, eon. Ceritakan padaku.” Kata hyesun dan bersiap mendengarkan cerita seukhye.

“Eonni tadi membantu changwook oppa. Kau ingat changwook oppa yang pernah kuceritakan itu?” tanya seukhye. Hyesun mengangguk. “Changwook oppa membantu kekasihnya untuk mengambil lagi berkas penting milik perusahaan saudara kekasihnya itu dan berkas milik changwook oppa.” Kata seukhye.

“Eo? Ji Changwook itu telah memiliki seorang kekasih?” tanya hyesun tak percaya. Seukhye mengangguk. Hyesun mendesah kecewa. “Sayang sekali.” Gumam hyesun. Seukhye tersenyum tipis melihat reaksi hyesun.

“Saudara kekasihnya changwook oppa itu adalah seorang lelaki. Bukan saudaranya sih tapi kembarannya.” Kata seukhye mengingat-ingat kejadian dimana kyuhee mengikrarkan kyuhyun adalah kembarannya.

“Kembarannya seorang lelaki? Wow. Dan jangan bilang eonni menyukai saudara kembar kekasih changwook-ssi itu?” tanya hyesun menyipitkan matanya. Seukhye mendecakkan lidahnya.

“Menurutmu, eonni menyukai pria itu?” tanya seukhye. Hyesun menggeleng keras atas jawabannya.

“Eonni benar-benar akan ku masukkan di guinneus record book kalau eonni menyukai pria itu.” Kata hyesun tak percaya sama sekali jika seukhye menyukai seorang pria.

“Eonni juga tidak akan mempercayai jika eonni mneyukai pria itu. Tetapi masalahnya eonni menangis karena pria itu memarahi eonni ketika eonni memberi racun pada musuh wanita nya.” Kata seukhye mengerutkan dahinya masih tak mengerti. Hyesun membulatkan matanya tak percaya dan sontak duduk dari posisi tidurnya.

“WOW. Ddaebak!” kata hyesun masih tak percaya menatap seukhye dan bersiul. Seukhye juga duduk dihadapan hyesun dan meniup poninya kasar. “Hey, eonni menyukai pria itu?” tanya hyesun menatap manik mata seukhye. Seukhye menggeleng tegas. “Eiy, itu tidak mungkin. Kenapa eonni menangis karena melihat pria itu membantu musuh wanitanya dan memarahi eonni jika eonni tidak menyukainya?” tanya hyesun menatap seukhye dan menggelengkan kepalanya. Inilah seukhye tak mempercayai dengan namanya kasih sayang di dunia ini. Dia menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang seharusya ia lakukan.

“Dan kau pikir eonni menyukai pria itu?” tanya seukhye dengan mata yang menatap hyesun mencari jawaban. Hyesun mengangguk pasti. “Eiiy. That’s impossible.” Kata seukhye tidak setuju dengan jawab hyesun.

 

Pletak

 

“YAH!” teriak seukhye dan memegang kepalanya yang dipukul keras oleh hyesun.”Apa yang sedang kau lakukan?!” tanya seukhye menatap nyalang hyesun.

“Aku sedang memukul kepala jenius mu itu, eonni. Hey, sudah kukatakan eonni menyukai pria itu! Camkan itu! Aku yakin 1000%.” Kata hyesun melipatkan tangan di depan dadanya dan mengangguk sambil mengusap dagunya.

“Sudah eonni katakan itu tidak mungkin.” Kata seukhye tak terima.

“Apanya yang tidak mungkin? Itu mungkin saja. Jadi eonni punya alasan lain kenapa eonni menangis huh? Karena eonni kasihan dengan wanita itu setelah kau meracuninya? Hah?” kata hyesun menatap tajam seukhye. Seukhye membuang mukanya kesal.

“Itu tidak mungkin karena pria itu atasanku.” Kata seukhye. Hyesun tersenyum penuh arti dan melihat seukhye dengan penuh arti.

“Eiy. Jangan bilang pria itu adalah sahabat sepupumu itu?” tanya hyesun dengan alis yang bergantian naik.

“Eo.”

“Dan dia CEO dari perusahaan yang kau tempati?”

“Eo.”

“Eiy. Selera eonni memang benar-benar bagus.” Kata hyesun dan memberikan dua jempolnya ke seukhye. Seukhye menghempaskan kasar kedua tangan hyesun.

“Sudah eonni katakan eonni tidak menyukainya.” Kata seukhye dan berbaring memunggungi hyesun.

“Eiy. Eonni harus mentraktirku 1 bulan penuh jika eonni akhirnya menjalin kasih dengan atasanmu itu. Awas saja.” Kata hyesun menatap punggung seukhye yakin.

“Kita lihat saja nanti.” Kata seukhye dan memjamkan matanya untuk tidur.

 

*****

 

“Seuk-ah, ayo kita bermain.”

            “Eonni, berhenti memanggilku seperti itu.”

            “Anni. Aku suka memanggil mu seperti itu.”

            “Berhenti memanggilku mom! Kau bukan anakku!

            “Kau bukan cucuku!”

            “Kau pembunuh!”

            “Kau membunuh cucuku, bedebah. Seharusnya kau tidak ada di rumah ini.”

            “Mati saja kau!”

 

“Eonni. Eonni.” Kata hyesun mencoba membangunkan seukhye. Seukhye sontak bangun dengan posisi duduk dengan keringat yang bercucuran. Nafas seukhye memburu tak karuan. Mata nya pun melotot seperti sedang marah akan sesuatu. Tangan seukhye mengepal begitu kuat. Terdengar suara gigi yang bergemeletuk.

“EOnni? Gwenchana?” tanya hyesun khawatir. Tak ada jawaban dari seukhye. Tubuh seukhye bergetar hebat. “Astaga. Kim Seukhye. Eonni bukan seorang pembunuh. Hey, sadarlah. Eonni.” Kata hyesun memegang erat tangan seukhye yang bergetar hebat. Nafas seukhye masih memburu dengan sangat cepat dengan mata yang memerah. Hyesun panik. Hyesun berlari memutari tempat tidur nya menuju teleponnya.

“Ahjumma. Panggil oh sehun, sekarang juga!” kata hyesun dengan cepat dan meletakkan kembali. Posisi seukhye masih sama. Hyesun mengambil sapu tangannya menggulung seperti sosis dan meletakkan di mulut seukhye yang menggigit giginya kuat. Hyesun mencoba membuka mulut seukhye seukuat tenaga dan seukhye pun menggigit kuat gulungan sapu tangan yang sangat tebal itu.

“Eottheke?” gumam hyesun khawatir. Mengenggam tangan seukhye yang menegang hebat dan menarik seukhye di pelukannya.

 

BRAK

 

“Sehun-ah!” kata hyesun kaget. Dokter sekaligus sahabat hyesun dan seukhye, oh sehun. Sehun segera menghampiri seukhye dengan wajah yang tegang, meletakkan seukhye kembali dengan posisi tidurnya. Dan membuka kotak yang berisikan alat-alat medisnya itu.

“Eonni bermimpi buruk lagi.” Kata hyesun. Sehun melirik hyesun dan mengangguk mengerti. Mengambil jarum suntik dan memberikan ke seukhye melalui tangannya. Seketika badan seukhye melemas dan kembali tidur. Sehun menghembuskan nafasnya lega melihat seukhye sudah seperti sedia kala.

“Noona tidak bisa terus seperti ini. Jika seperti ini noona akan bergantungan dengan obat.” Kata sehun menatap hyesun sedih. Hyesun menatap seukhye yang telah masuk ke dalam dunia mimpinya.

“Geuresse. Apa tidak ada yang bisa kita lakukan? Kau dokternya. Kau bisa melakukan terapi untuknya.” Kata seukhye. Sehun menggeleng pelan dan melihat seukhye.

“Aku telah memberikan terapi beberapa bulan terakhir ini. Kemajuannya pun tidak begitu signifikan. Noona masih saja terbayangi dengan masa lalunya. Hanya noona sendiri lah yang bisa memutuskannya.” Kata sehun menutup matanya frustasi. Hyesun menghembuskan nafanya tidak tahu ingin berkata apa lagi.

 

*****

 

unnamed (40)

“Oh My!” kaget kyuhyun melihat changwook yang bersender di dinding di samping lift. Changwook tersenyum melihat kyuhyun yang kaget, changwook merasa ada seseorang jika merasa terkejut dia akan mengatakan hal yang sama seperti halnya yang baru saja kyuhyun lakukan. “Ada perlu apa, hyung?” tanya kyuhyun sambil berjalan menuju ruangannya. Changwook melihat sekeliling lantai yang dikatakan oleh wobin tidak sembarang orang yang bisa menginjakinya ini. Changwook membenarkan perkataan wobin. Lantai 37 ini memang luar biasa mewah. “Hyung!” kata kyuhyun membuyarkan lamunan changwook. Changwook mengedikkan bahunya acuh dan masuk begitu saja ke ruangan kyuhyun.

Kyuhyun mendengus kasar melihat kelakuan calon kakak iparnya itu. Kyuhyun pun juga memasuki ruangannya dan melihat changwook telah duduk di kursi yang harusnya ia duduki. Kyuhyun menggeram kesal. “Hyung, seharusnya kau duduk di kursi ini.” Kata kyuhyun mencoba tersenyum dan menunjuk sofa di depan mejanya itu. Changwook tertawa kecil dan mengikuti perintah kyuhyun. Kyuhyun pun duduk di kursi besar nya itu dan sekretarisnya pun memberikan berkas yang harus ia bahas bersama kakak iparnya ini.

“Aku sudah membaca rancangan hotel itu. Well, aku sangat suka.” Kata changwook memberikan pujian atas kerja keras pegawai kyuhyun. Kyuhyun tersenyum bangga. “Dan juga aku juga suka ide pemasarannya. Ini akan memacu hotel ini terkenal dengan pesat. Aku suka ide dari pegawai marketing mu.” Kata changwook lagi setelah membaca berkas yang diberikan oleh sekretaris kyuhyun untuknya.

Kyuhyun membenarkan perkataan changwook. Kyuhyun juga baru saja membaca laporan dari divisi marketing. Kyuhyun tersenyum melihat bagaimana kerja dari direktur barunya itu. “Siapa yang mengantarkan ini keruanganku?” tanya kyuhyun. Jihye sontak melihat kyuhyun.

“Sekretaris Kim yang mengantarkannya, presdir.” Jawab jihye takut. Kyuhyun menggeram kesal. Lagi-lagi wanita itu.

“Sudah kukatakan jangan ada yang memberikan laporan kepadaku melalui sekretarisnya. Apa dia tidak tahu mengenai peraturan itu? Brengsek. Panggil direktur kim keruanganku.” Kata kyuhyun dan kembali memfokuskan diri dengan pekerjaannya. Changwook melihat sekretaris kyuhyun lucu. Lihatlah bahkan sekretarisnya bergetar hebat melihat kyuhyun marah seperti itu.

“Hey, apa yang kau lakukan? Panggil direktur marketing itu. Aku juga ingin menemuinya.” Kata changwook bingung melihat jihye tak kunjung keluar dari ruangan kyuhyun. Kyuhyun menghentikan bacaannya dan melihat jihya.

“Emm. Di..Direktur Kim tidak masuk, presdir.” Kata jihye. Changwook dan kyuhyun melihat jihye bingung.

“Tidak masuk? Apa keterangannya?” tanya kyuhyun. Jihye melirik kyuhyun takut dan kembali menundukkan kepalanya.

“Yang saya tahu, direktur kim sakit.” Jawab jihye.

“Mwo? Sakit? Bukannya kemarin dia baik-baik saja?” tanya kyuhyun dengan alis yang saling bertautan. Changwook yang tak mengerti siapa yang sedang mereka ributkan hanya mengedikkan bahunya acuh. “Panggilkan sekretarinya kemari.” Kata kyuhyun.

“Algesseumnida, presdir.” Kata jihye dan keluar dari ruangan kyuhyun. Kyuhyun melepaskan kacamata bacanya dan tampak gelisah. Kyuhyun mengetuk-ngetuk jarinya di meja sambil menatap pintu ruangannya datar. Changwook merasa suasana ruangan kyuhyun aneh.

“Hey, ada apa? Ada masalah?” tanya changwook. Kyuhyun melihat changwook dan menggeleng pelan.

“Bagaiman hyung? Ada yang tidak kau setujui?” tanya kyuhyun. Changwook melihat kembali proposal yang ia pegang. Changwook mengangguk setuju dan segera menandatangani proposal itu. Kyuhyun tersenyum senang.

“Aku akan membunuhmu jika perusahaanku mengalami kerugian.” Kata changwook menatap tajam kyuhyun. Kyuhyun tersenyum sinis mendengar perkataan changwook.

“Kau seperti baru pertama kali saja bekerja sama dengan perusahaanku, hyung.” Kata kyuhyun. Changwook tersenyum sambil mengedikkan bahunya acuh.

“Ah. Matta.” Kata changwook tiba-tiba.

“Wae?” tanya kyuhyun bingung.

“Aku mendengar seukhye kemarin memanggilmu dengan sebutan presdir gila jadi seukhye bekerja disini?” tanya changwook.

“Ah, cham. Presdir gila? Dasar wanita bar-bar.” Jawab kyuhyun. Changwook mengangguk mengerti.

“Well, kau meletakkannya dimana?” tanya changwook. Kyuhyun menatap changwook curiga.

“Kau sedang tidak menyeleweng di belakang kyuhee bukan?” tanya kyuhyun dengan mata yang menatap curiga changwook. Changwook mendelik tajam kyuhyun.

“Yang benar saja. Walaupun aku tidak memiliki kekasih, aku tidak akan berniat menjadikan wanita bar-bar itu sebagai kekasihku.” Kata changwook bergidik ngeri kembali teringat tentang dirinya pernah dibanting oleh seukhye saat mereka sedang berlatih bersama. Kyuhyun mengangguk setuju. Sangat setuju dengan ucapan changwook.

“Kau benar..”

 

Tok

Tok

 

CKLEK

 

Kyuhyun menghentikan perkataannya ketika seseorang masuk tanpa izinnya. “Jinjja. Shim changmin. Bisakah kau menunggu izinku terlebih dahulu?” kata kyuhyun kesal. Changmin hanya tersenyum polos.

“Aku hanya membantu seseorang yang tampak sangat ketakutan yang menatap pintu ruanganmu.” Kata changmin menunjuk minhyuk yang berada di belakangnya. Kyuhyun dan changwook sontak melihat minhyuk yang menundukkan kepalanya.

“Heol. Bahkan seorang pria pun takut kepadamu, cho kyuhyun. Mengagumkan.”Kata changwook tak percaya.

“Eo. Hyung?” kata changmin. Changwook melihat changmin tak mengerti. Changwook menunjuk dirinya, changmin mengangguk.

“Kau mengenalku?” tanya changwook. Changmin membuang mukanya kesal mendengar jawaban changwook.

“Aku shim changmin. Jerapah seukhye.” Kata changmin acuh.

“Jerapah seukhye?? Ah. Aku mengingatmu. Wah, kita memang benar-benar sangat mirip, eo?” kata changwook dan menarik changmin ke pelukannya.

“Jadi hyung yang CEO CT Group itu dan tak lain calon kakak ipar kyuhyun. Wah, bagus sekali nasibmu, hyung.” Kata changmin terkekeh pelan. Kyuhyun memandang tak mengerti sekaligus penuh tanda tanya.

“Kalian saling mengenal?” tanya kyuhyun. Changmin dan changwook mengangguk.

“Dia sep…”

“Ah, ye. Changwook hyung pernah menginap di rumahku. Saat dirinya berkunjung ke jepang.” Kata changmin dengan tangan yang menutup mulut changwook. Kyuhyun mengangguk begitu saja. Changwook tak mengerti dan menatap changmin menuntut sebuah alasan.

“Aku akan memberitahumu. Nanti.” Bisik changmin pelan seraya melepaskan tangannya di mulut changmin.

“Kang Minhyuk-ssi?” panggil kyuhyun.

“Ah, ye presdir.” Jawanb minhyuk sesopan mungkin.

“Kau tahu peraturan untuk orang yang menginjakkan lantai ini?” tanya kyuhyun. Minhyuk mengangguk. “Sebutkan.” Perintah kyuhyun. Minhyuk menelan ludahnya gugup.

“1. Memiliki posisi direktur.

  1. Memiliki hubungan darah atau kerabat dengan persdir.
  2. Jika presdir memanggilnya. Itu peraturannya presdir” jawab minhyuk dengan wajah yang tertunduk. Kyuhyun mengangguk membenarkan perkataan minhyuk. Changwook pun juga menyetujui peraturan tersebut karena dirinya juga memiliki peraturan seperti itu di perusahaannya.

“Kenapa kau mengantarkan laporan ini keruanganku tanpa seizinku?” tanya kyuhyun sambil memegang sebuah map yang berisi laporang yang di bawa oleh minhyuk ke ruangannya.

“It.. Itu.. Direktur Kim yang memerintahkan saya untuk mengantarkannya, presdir.” Bela minhyuk. Kyuhyun memejamkan matanya.

“Benar-benar wanita itu. Dan kudengar atasanmu itu sakit?” tanya kyuhyun.

“Mwo? Seukhye sakit? Bagaiman bisa?” tanya changmin kaget.

“Seukhye? Kim Seukhye?” tanya changwook. Kyuhyun menggeram kesal saat changwook dan changmin yang heboh mendengar seukhye sakit.

“Benar, presdir. Seseorang menelpon saya dan memberitahukan bahwa direktur kim sakit.” Jawab minhyuk. Changmin mengerutkan dahinya.

“Seseorang? Nuga? Kupikir dia tidak memiliki siapa-siapa disini.” Selain diriku sambung changmin di dalam hati. Kyuhyun menatap tajam changmin.

“Saya tidak tahu pak GM.” Kata minhyuk. Changwook juga tampak berpikir, berpikiran sama dengan changmin. Siapa kerabat seukhye selain changmin?

“Ah. Kim hyesun.” kata changmin mengingat satu sahabat sepupunya itu.

“Animida pak GM. Yang menelpon saya seorang pria.” Kata minhyuk.

“MWO?!”

 

-tbc-

 

 

 

 

 

 

SALAM

JHYOSUN13

13 responses to “TWINS – PART 5 – by jhyosun13

  1. Pingback: TWINS – PART 8 – by jhyosun13 | FFindo·

  2. Pingback: TWINS – PART 10 – by jhyosun13 | FFindo·

  3. gila misteri banget kayanya hidup seukhye hahaha pantesan ayahnya seukhye protektif bgt sama diaaaaa ternyata anak mafia toh hah seru abissss ini mah ceritanya aaakk lanjuuuuuttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s