[Ficlet / Sequel ‘Taken’] Coupon

suga_wp_1_by_deathnote290595-d6dacz6

Coupon | Wineonuna

Fluff | G | Ficlet

Min Yoongi – Kim Cherry (OC)

Desclaimer: all plot and story are mine, inspired by Reply 1997

Author’s Note: Coupon adalah sequel dari ff Taken😄

……………………………………………………………….

Taken

 

“Ini…”

Beberapa kertas yang disatukan dengan menggantungnya dalam cincin kecil menjuntai di depan wajah pria yang tengah duduk di taman. Pria itu mengangkat wajahnya untuk memastikan bahwa pemilik kertas itu adalah wanita yang sedang ditunggunya.

Ia mengambil kertas itu dan membacanya satu persatu sementara wanita itu berjalan melewatinya dan duduk tepat di sampingnya, “Kupon lagi?”

“Kau berharapnya aku akan memberikanmu tiket konser MC kesukaanmu, Jamezz atau Palo Alto. Begitu?”

“Paling tidak.” jawabnya kecil.

“Kupon ini harganya lebih mahal dari tiket VIP mereka, Yoon. Kau harusnya bersyukur, tapi kalau kau tidak mau akan aku ambil lagi.” Wanita itu mengulurkan tangannya untuk meraih kertas yang ada di tangan pria itu namun tak dapat karena pria itu segera menggenggam tangannya untuk menyembunyikan hadiah dari wanita yang dahinya sudah penuh tekukan.

“Aku berubah pikiran. Kupon ini terlihat lebih baik dari tahun lalu, kau banyak menulis akan melakukan apapun yang aku minta. Jadi, aku akan menggunakan kupon pertama untuk memintamu membawakan minuman soda dan burger yang dijual di ujung barat taman ini. Pergilah, Kim Cherry.”

Heol! Kau menyianyiakan satu kupon berhargaku cuma untuk kesenangan tak bernilai ini.” gerutu Cherry yang ditanggapi Yoongi-ya dengan tawa kemenangan.

Yoongi menggunakan beberapa kupon untuk meminta Cherry melakukan semua yang ia inginkan. Mereka berjalan mengitari Garosoo-gil, keluar masuk toko hanya untuk menjalankan permintaan konyol dari Yoongi hingga akhirnya Cherry melakukan protes kepadanya.

“Aku membuat kupon itu untuk kau gunakan di waktu-waktu penting bukannya untuk hal-hal konyol seperti ini, Yoon. Aku tidak mau melakukannya lagi!”

“Ini tidak konyol, Cherry-ya. Jangan marah seperti itu. lihat, aku masih punya tiga. Aku akan menyimpan satu untuk keadaan darurat. Bagaimana?”

“Kenapa satu? Kenapa tidak tiga-tiganya?”

“Dua. Aku akan menyimpan dua, yang satu ini akan aku gunakan untuk memintamu mentraktirku.”

HEOL! Kau yang ulang tahun tapi aku yang mentraktir. Bagus sekali pemikiranmu, Min Yoongi-ssi!”

Yoongi tertawa mendapati keluhan Cherry, ia terlalu senang melihat Cherry mendumel atau sekedar mengerucutkan bibirnya tak setuju dengan pendapat Yoongi. Cherry berjalan lebih dulu dengan alasan akan menentukan restoran dimana ia akan menghabiskan uangnya untuk mentraktir Yoongi meski yang ulang tahun bukan dirinya. Yoongi tersenyum kecil melihat tingkah sahabat wanitanya ini.

Perdebatan kecil kembali terjadi ketika Yoongi melihat restoran tempat mereka tidak seperti restoran karena hanya kedai kecil yang berada di sudut jalan. Yoongi hanya suka berdebat dengan Cherry meski sebenarnya ia tidak masalah dengan keputusan Cherry.

Keduanya masuk ke dalam kedai dan memesan beberapa makanan termasuk sup rumput laut untuk merayakan ulang tahun Yoongi hari ini, namun di tengah waktu makan mereka, Cherry melirik ponselnya yang bergetar dan segera menanggapi panggilan itu. Ia tertawa mendengar suara yang berada di seberang sementara Yoongi merasakan sesuatu yang tak enak di hatinya.

“Jin bilang ‘selamat ulang tahun’ untukmu, Yoon.”

“Terima kasih. Kau akan pergi dengannya?”

“Iya, kami akan nonton busking event di taman dekat sungai Han. Kau mau ikut?”

“Tidak, aku juga ada janji setelah ini.”

Yoongi tak lagi menikmati makan sorenya, ia memikirkan hal lain yang mengganggunya. Cherry menyelesaikan makannya lebih dulu lalu mulai terlihat sibuk dengan ponselnya dan Yoongi yang memperhatikannya merasa semakin tak tenang.

Ia mengeluarkan kupon dari saku kemejanya dan menarik selembar kertas lalu memberikannya ke Cherry yang membuat wanita itu bingung kemudian melotot kesal pada Yoongi karena menggunakan salah satu kupon terakhirnya dengan cepat.

“Lagi?”

“Iya, lagi.”

“Demi Basick hot papa yang semakin tampan, kau menggunakan kupon terakhirmu untuk hal tak penting lagi?”

“Kali ini penting. Percayalah.”

“Apa? Kali ini apa yang kau inginkan?”

“Putuslah dengan Jin.”

Cherry diam. Yoongi diam setelah mengucapkan itu, ia menunggu reaksi apa yang akan Cherry berikan padanya. Ditampar lebih baik daripada wanita itu pergi darinya dan membencinya.

“Kenapa? Kenapa kau ingin aku putus dari Jin?”

“Itu karena…”

“Kau tak bisa menjawabnya? Bukankah kau yang meminta kita untuk tak jatuh cinta? Sekarang aku sudah menemukan pria yang memintaku untuk mencintainya, apa kau tak kejam padaku?”

Yoongi melihat jelas, kedua iris cokelat Cherry mulai tergenangi air asin. Benar, ia yang meminta Cherry untuk tak jatuh cinta padanya meski Yoongi mengatakan bahwa ia menyukai wanita itu tapi sebenarnya Yoongi tak cukup berani memiliki Cherry. Ia tak mau Cherry menderita karena mencintai pria dengan mood swing yang tinggi, Yoongi tak ingin melihat Cherry menangis jika ia berbuat kasar dan tertawa di lain waktu karena merasa dicintai. Namun ketika Cherry bilang ia tengah jatuh cinta dengan pria lain, Yoongi ingin mengendalikan mood swing yang ia alami agar ia bisa mendapatkan Cherry kembali.

“Aku tidak sungguh-sungguh mengatakannya, Cherry-ya. Aku memiliki kesulitan untuk mengatur emosi dalam diriku dan aku tak mau menyakitimu dengan kekasaran yang tak bisa aku kendalikan. Sekarang, aku ingin memintamu untuk jatuh cinta denganku seperti dulu, seperti aku yang mencintaimu. Kupon ini aku gunakan untuk itu.”

Cherry berdiri dan meninggalkan Yoongi sendiri di kedai ini. Yoongi tak berusaha menahannya meski ingin.

.

.

C O U P O N

.

.

“Apa kuponnya masih kau simpan?”

“Cherry…”

“Iya, ini aku. Kim Cherry, wanita bodoh yang jatuh cinta dengan pria brengsek sepertimu. Mana kuponnya?”

“Aku tinggal di kedai. Untuk apa kupon itu?”

Pabo! Kau brengsek yang pabo, Min Yoongi!” Cherry memukul lengan Yoongi membuatnya mengaduh sakit.

“Mana kupon yang terakhir?” tanya Cherry sekali lagi.

“Ada, tapi aku tak akan memberikannya padamu.”

“Kenapa?”

“Aku akan menggunakannya untuk hal penting lainnya. Sekarang, tunjukkan kalau kau sudah putus dari pria bermarga Kim itu.”

Cherry mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menunjukkan pesan pria yang ia campakkan untuk bersama pria brengsek, Min Yoongi. Yoongi tertawa membaca pesan-pesan yang masuk, ia tak tahu jika pria yang wanitanya tinggalkan ini termasuk pria yang cengeng. Bahkan ia mendengar pesan suara yang sengaja dikirim untuk Cherry dengan suara rengekan.

Yoongi menarik Cherry masuk ke dalam pelukannya dan mengecup singkat sisi kepala wanita yang membuatnya berjanji untuk tak membuatnya menangis seperti itu.

“Aku akan menggunakan kupon terakhir untuk memintamu menjadi pengantinku jadi aku takkan ditolak karena kupon terakhir mengharuskan kau menjawab ‘iya’.” Ucap Yoongi lembut.

 

= END =

3 responses to “[Ficlet / Sequel ‘Taken’] Coupon

  1. sweeeettttt

    tapi ini ngingetin aku sama reply 1997 hehee.. kalo direply inguk gunain kuponnya supaya eunji gak nyuruh dia untuk jadian sama cewek lain yang dipilih eunji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s