Part V : HIME

HIME

Author : Ariskachann

Cast : Mizuhara Hime (OC), Park Chanyeol, Zhang Yizing (Lay)

Genre : Romance, sad

Rating : PG

Disclaimer : Cerita murni hasil karya author. Jika menemukan kesamaan itu karena cerita sudah pernah dipost diblog pribadi sebelumnya.

Previous : Part IV

Kaulah orang itu
Neoran saram

Kaulah kebahagian itu
Neoran haengbok

Kaulah rasa sakit itu
Neoran apeum

Semua butuh waktu. Itu yang selalu dikatakan Yixing pada Hime. Pria itu selalu berusaha menyakinkan Hime jika suatu saat nanti, disuatu waktu Hime akan berhenti memikirkan Chanyeol dan mulai menerima pria lain disisinya. Hanya butuh sedikit waktu dan Yixing berjanji pada Hime untuk menunggu wanita yang dikasihinya itu menerima dirinya dan menyematkan cinta Yixing dihatinya. Tetapi nihil. Hime tidak butuh sedikit karena walaupun sebanyak Yixing memberi waktu hal itu tidak akan cukup untuk mengenyahkan Chanyeol dari benak Hime. Selamanya orang itu akan terus mendominasi hati dan pikiran Hime tanpa memberi celah sedikitpun untuk Yixing masuk kedalamnya. Kenapa harus Chanyeol yang menjadi pria beruntung itu? Pria yang dicintai Hime begitu besar namun sekaligus pria bodoh yang mengabaikan cinta itu. Lalu kenapa harus Chanyeol juga yang mendapati kebahagian itu? Pria yang egois tanpa peduli perasaan Hime yang memanfaatkan wanita itu seenaknya demi kebahagiannya sendiri.
Sesabar apapun Yixing tetap saja pria itu merasa kesal. Tetapi Yixing tidak bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini. Tidak Hime ataupun Chanyeol. Yixing tentu menyayangi mereka berdua terlepas dari masalah cinta yang begitu rumit. Jadi yang bisa dilakukan Yixing sekarang hanyalah berusaha membuat keadaan menjadi lebih baik.
Sudah satu tahun berlalu semenjak kejadian dimana Hime tiba-tiba datang kekantor Yixing dan meminta pria itu untuk membawanya pergi jauh. Kemanapun asal dia tidak bertemu lagi dengan Chanyeol. Yixing tidak perlu bertanya karena dibalik tangisan Hime Yixing sudah tahu jawabannya.

Disini, Amerika, kehidupan baru Hime yang tidak begitu jauh berbeda dengan kehidupannya dulu. Begitu monoton. Tetapi Hime bersyukur setidaknya di Amerika dia tidak akan bertemu dengan Chanyeol. Ngomong-ngomong soal Chanyeol, Hime tidak pernah lagi mendengar kabar tentang pria itu. Entah dia baik ataukah malah sebaliknya. Hime mencoba untuk tidak perduli. Ya, Hime harus berusaha melupakan Chanyeol. Pria didunia ini tidak hanya satu orang kan? Lalu bagaimana dengan Yixing? Bukankah mereka berencana menikah?

Yixing mencintai Hime. Sangat. Sakit yang ia rasakan ketika tidak sedikitpun Hime menengok kearahnya itu sudah menjadi hal biasa baginya. Hingga suatu ketika Yixing tidak merasakannya lagi. Mungkin sudah terlalu banyak. Yixing mungkin bisa kuat. Terus tegar dan menunggu. Tapi Yixing juga manusia yang memiliki tingkat jenuh. Lalu disaat ia sudah tidak mampu lagi. Maka Yixing berhenti.

“Hime-ya, kurasa hubungan kita tidak akan pernah berhasil. Dari awal hubungan kita hanya sebatas teman. Tidak akan mungkin menjadi lebih,” genggaman tangan Yixing begitu hangat ketika menyatu dengan telapak tangan Hime dan senyuman pria itu meruntuhkan air mata Hime. Dengan lembut Yixing kembali menghapus air mata itu, “Aku tidak mungkin mengharapkan hatimu lagi. Tetapi itu bukan berarti aku berhenti berada disisimu. Aku akan selalu ada untukmu. Jadi kumohon berbahagialah mulai sekarang. Jika bukan aku yang memenangkan hatimu maka akan ada pria lain yang akan melakukannya.”

“Yixing-ah, mianhaeyo,”

“Aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah membebanimu dengan perasaanku. Mianhaeyo,”

“Gomawo. Karena kau sudah ada disisiku selama ini. Aku menyayangimu, Yixing-ah,”

“Ne, aku juga menyayangimu Hime-ya,”

Yixing tidak pernah mengingkari janjinya. Dia selalu ada untuk Hime walaupun dengan ikhlas sudah merelakan cintanya. Yixing pria yang baik dan Hime berharap dia akan mendapatkan wanita yang baik untuk pendampingnya kelak.

Lalu semuanya berlalu begitu cepat. Ketika musim semi kembali menyentuh bumi dengan tekadnya Hime memutuskan kembali ke Cina. Sebenarnya Yixinglah yang mengundang Hime untuk datang. Pria cina itu bilang ada pekerjaan bagus untuknya. Yixing yakin Hime akan senang dengan tawaran itu. Benar saja, wanita itu sangat antusias akan hal itu dan memutuskan untuk segera menandatangani kontrak kerja sebagai seorang desainer model dan aktris ternama.

Hari ini seperti janji pertemuannya, Hime sengaja datang lebih awal. Yixing bilang dia akan datang terlambat dan mungkin Hime harus bertemu dengan manager model itu terlebih dahulu. Bukan masalah bagi Hime, wanita itu sudah lumayan bisa berbahasa mandarin.
Ketika senyuman terkembang diwajah Hime dan berbalik untuk menyapa rekan kerjanya nanti, Hime malah dikejutkan dengan sosok pria berambut blonde dengan setelan jas rapi yang ada dihadapannya sekarang. Kedua matanya terbelalak lebar dan mulutnya setengah menganga. Pria itu kenapa bisa. . .
“Luhan?”

Fin

Annyeong, Readerdeul!!! Masih ingatkah sama ff absurd ini yang makin lama makin gak jelas ceritanya. Maafken ketidak sempurnaan author dalam mengemas ceritanya. Author cuma minta satu hal aja FEEDBACKnyaaa heuum. Kritik dan saran kalian itu penting buat aku. So, DONT BE SILENT READERS yaaa!!!!

5 responses to “Part V : HIME

  1. Pingback: Part VI : HIME (New) | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s