TWINS – Part 6 – by jhyosun13

new cover twins

TWINS – PART 6 

PREVIOUS : PART 1PART 2PART 3PART 4PART 5 – ONGOING

MAIN CAST :

Cho Kyuhyun

Cho Kyuhee (OC)

Kim Seukhye (OC)

Ji Chang Wook

Another Cast :

Lee Donghae

Lee Hyukjae

Choi Jinhyuk/Kim Jinhyuk

Kang Minhyuk

Shim Changmin

Oh Sehun

Kim Hyesun (OC)

Park Chanyeol

ETC

HAPPY READING

TYPO BERTEBARAN

*****

            “Senang bisa diundang makan malam oleh anda, paman.” Kata kyuhee tersenyum senang melihat seorang pria yang sudah berumur dan masih terlihat muda itu duduk di kursi di salah satu ruang VVIP restaurant miliknya itu

“Ah. Kyuhee-ya. Kau sudah sangat besar, eo?” kata paman tersebut memeluk kyuhee. “Wah, kau semakin cantik saja.” kata peman tersebut tersenyum melihat kyuhee.

“Paman bisa saja. Silahkan duduk paman.” Kyuhee pun duduk dan paman nya pun juga duduk di kursi yang telah disediakan.

“Paman kapan tiba di seoul?” tanya kyuhee.

“Emm. 1 jam yang lalu.” Jawab paman tersebut.

“Maaf sebelumnya paman hyuk. Paman ada tujuan apa memanggilku?” tanya kyuhee tersenyum canggung. Paman hyuk tertawa kecil mendengar pertanyaan kyuhee.

“Ah, kau masih saja seperti dulu. Tidak mau berbasa-basi dulu.” Kata paman hyuk menggeleg kepalanya.  Kyuhee juga ikut tertawa kecil.

“Yah. Beginilah aku paman.” Kata kyuhee tersenyum.

“Emm. Begini. Aku telah melihat semua data mengenai kembaranmu itu.” Kata paman hyuk sambil memasukkan spaghetti ke dalam mulutnya.

“Lalu?” tanya kyuhee tak mengerti.

“Bagaimana kalau kita menjodohkan putriku dengan cho kyuhyun?” kata paman hyuk tersenyum lebar. Kyuhee tersentak kaget, memandang paman hyuk tak percaya.

“Paman kau bercanda?”

“Tentu saja tidak.”

Kyuhee tersenyum terpaksa membalas senyuman paman hyuk. Kyuhee memandang paman hyuk dan berpikir keras.

“Kau tidak menyetujuinya?” tanya paman hyuk melihat kebimbangan kyuhee.

“Entahlah, paman.” Jawab kyuhee menggelengkan kepalanya. Paman hyuk mengangguk sambil membersihka saus di sudut bibirnya.

“Tapi, paman..” kata kyuhee ragu.

“Kenapa? Katakan saja?” kata paman hyuk tersenyum.

“Emm. Apakah putri anda menyetujuinya?” tanya kyuhee. Jujur saja kyuhee tak yakin jika putri pamannya itu menyetujuinya. Apalagi di zaman seperti sekarang. Siapa yang mau dijodohkan dengan orangtuanya? Pasangan yang telah ditentukan. Menurut kyuhee anak tersebut sangat bodoh menerima begitu saja perjodohan yang dilakukan orangtuanya.

“Paman juga tidak tahu. Anak paman itu sulit untuk dimengerti. Terkadang ia mengikuti perkataan paman. Kadang ia menolak jika dia dalam keadaan buruk.” Kata paman hyuk. Kyuhee mengerutkan dahinya tak mengerti.

“Maksud paman?”

“Sudah paman katakan. Anak paman itu tidak dapat dimengerti dengan mudah. Bahkan anak paman itu sangat tertutup. Punya teman hanya bisa dihitung dengan 5 jari saja. Kau mengerti maksud paman menjodohkan putri paman dengan kyuhyun bukan?” tanya paman hyuk. Kyuhee memiringkan bibirnya sedikit mendengar cerita pamannya itu mengenai putrinya.

“Putri paman seperti anak yang broken home.”

“Sepertinya iya. Semenjak kejadian 5 tahun yang lalu, putri paman berubah menjadi anak yang susah diatur. Dia sering sekali berkata seperti ini kepada paman ‘Jangan khawatir, ayah. Aku akan menggantikan posisimu dan menjalankan perusahaan dengan baik jika kau telah sangat tua dan tidak sanggup untuk menjalankan perusahaan lagi’ Dia memang merupakan anak yang sangat berbakti kepada orangtuanya.”

Kyuhee tertawa sambil menggelengkan kepalanya tak percaya. “Anak paman memang luar biasa. Well, secara tidak langsung putri paman ada kemiripan dengan kyuhyun.” Kata kyuhee masih dengan senyuman di wajahnya.

“Benarkah?” tanya paman hyuk. Kyuhee mengangguk.

“Baiklah, paman. Aku menerima perjodohan ini. Tapi, ada syaratnya.” Kata kyuhee tersenyum penuh arti.

“Ck. Kau wanita licik.” Kata paman hyuk memutarkan bola matanya. “Apa syaratnya?” tanya paman hyuk malas. Kyuhee menyunggingkan bibirnya sedikit.

“Aku akan memberitahu paman di saat paman datang ke pesta perayaan ulangtahun ku dan secara tidak langsung juga kyuhyun. Paman juga akan mendapat hiburan disana.” Kata kyuhee tersenyum penuh tipu muslihat.

 

*****

 

unnamed (42)

“Eo, oppa!” kaget kyuhee melihat changwook yang tiba-tiba ada dihadapannya. Changwook tersenyum dan menarik kyuhee ke pelukkannya. Kyuhee menyembulkan kepalanya melihat changwook tak mengerti.

“Waeyo?” tanya kyuhee. “Ada masalah?” sambung kyuhee. Changwook menggelengkan kepalanya dan meletakkan kepalanya di lekukan leher indah kyuhee. “Oppa, kau sangat aneh.” Kata kyuhee menyandarkan kepalanya di dada changwook dan ikut membalas pelukan changwook. Changwook terkekeh pelan.

“Ah. Sudah berapa lama kita tidak berpelukan seperti ini, hm?” tanya changwook dan mengeratkan pelukannya.

“Gereusse.”

“Kau sedang melakukan acara makan malam?”

“Eo.”

“Laki-laki?”

“Emm.”

“Eiy. Kali ini bukan aku yang berselingkuh tapi kau, presdir cho kyuhee.” Kata changwook melepaskan pelukannya dan melipat tangannya di depan dada. Kyuhee menghembuskan nafasnya malas.

“Oh, c’mon oppa. Kau mengatakan aku berselingkuh dengan pria yang telah mempunyai seorang anak? Yang benar saja.” kata kyuhee menatap tajam changwook.

“Siapa tahu, bukan?” tanya changwook mengedikkan bahunya acuh. “Tapi rasanya memang tidak mungkin jika kau menyukai pria lain selain pria sempurna sepertiku.” Kata chagwook menganggukkan kepalanya bangga.

“Ck.” Decak kyuhee dan meninggalkan changwook dan masuk ke dalam mobilnya.

“Jinjja. Yah, Cho Kyuhee!” teriak changwook dan mengejar kyuhee. “Kau yang terbaik, jes.”  Kata changwook tersenyum saat jessie membukakan pintu mobil untuknya.

“Kau menyebalkan, jes.” Kata kyuhee dari dalam mobil.

 

*****

 

Hyesun menatap seseorang yang datang ke rumahnya tanpa ia undang maupun ia ketahui kedatangannya. Sehun terkekeh pelan melihat hyesun yang memandangi seseorang yang datang dengannya siang ini.

“Siapa yang mengundangmu kemari?” tanya hyesun sarkatis melihat pria yang dihadapannya tajam.

“Ck. Aku membatalkan semua schedule ku hari ini hanya menyempatkan diri untuk bertemu dengan kalian.” Bela pria yang memakai jas armaninya yang terlihat sangat pas di tubuh semapai nya itu.

 

Pletak

Pletak

 

“Aish. Yak! Jinjja! Kalian tidak tahu kalau aku ini CEO of Apple Inc, eo? Lihat saja nanti di rumah kalian ada pengacaraku yang menghampiri kalian.” Kata pria itu memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

“Jinjja kau park chanyeol! Jangan kau bawa posisimu itu.” Kata sehun menatap jengah sahabat satunya ini yang tak pernah berubah semenjak mereka SHS dulu.

“Kau seperti CEO satu-satunya disini. Ck.” Kata hyesun.

“Jangan mengumbar-umbar kekayaan kalian disini. Jinjja.” Kata sehun kesal melihat chanyeol dan hyesun yang beradu mulut atau secara tidak langsung menyindir dirinya.

“Siapa yang menyuruhmu menjadi dokter huh? Paman kim bahkan sudah memberi jabatan di perusahaannya. Dan, hey aku juga sudah menawarkanmu kan?”

“Jinjja. Menjauhlah dariku.” Kat sehun kesal dan meninggalkan hyesun dan chanyeol menuju kamar hyesun.

“Apa yang salah dengan ucapanku?” tanya chanyeol tak mengerti.

“Kau dirumahku saja sudah sebuah kesalahan.” Kata hyesun melihat sinis chanyeol dan mengikuti sehun.

 

*****

 

Seukhye membuka matanya perlahan. Mengedipkan matanya sebanyak 4 kali, dan matanya pun berhasil terbuka dengan sempurna. Seukhye memegang kepalanya sambil mencoba duduk. Seukhye melirik ke sekitarnya merasa sedikit asing dengan kamar yang ia tempati ini. Seukhye melihat sebuah figura foto, seukhye pun teringat dirinya sedang menginap dirumah hyesun. Seukhye menyibakkan selimut dan mengeluarkan kakinya menggantung di pinggir ranjang.

 

Cklek

 

Seukhye melirik ke arah pintu dan menatap bingung melihat seseorang yang ia rasa mengenali pria itu. Seukhye berdiri dan duduk di sofa milik hyesun.

“Jinjja. Kau hanya tidur dan jangan bilang kau tiba-tiba hilang ingatan tidak mengenalku noona?? Mengapa hari ini semua orang sangat menyebalkan.” Kata sehun menarik rambutnya frustasi. Seukhye tersenyum geli melihat tingkah sehun.

“Ck. Menyebalkan. Aku pasti mengenal seorang adik menyebalkan seperti mu. Yang  aku pikirkan jika kau berada di sini berarti penyakit itu kembali datang di tubuhku bukan?” tanya seukhye. Sehun mengangguk malas dan berbaring santai di tempat tidur hyesun sambil mengeluarkan ponselnya.

“NOONA?!” teriak chanyeol yang baru masuk ke kamar hyesun. Seukhye menjauhkan wajahnya sambil menutup telinganya.

“Aish. Suaramu memang sangat mengerikan park chanyeol.” Kata seukhye sambil mengusap-usap telinganya. “Aku akan membunuhmu jika ada masalah dengan telingaku.” Kata seukhye menatap tajam chanyeol.

“Eiy. Jadi seperti ini sikap seseorang yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.”

“Eiy. Jadi seperti ini sikap seorang CEO of Apple Inc yang telah dikatakan forbes menjadi perusahaan terbesar nomor satu tahun ini.” Kata hyesun mengikuti nada bicara chanyeol. Chanyeol mendelik tajam hyesun dan mendudukkan diri disamping seukhye. “YAK! OH SEHUN! Siapa yang menyuruhmu untuk mengotak-atik ponselku?!” teriak hyesun dan segera mengambil ponselnya kembali. Oh, ponsel? Jadi sehun bukan mengambil ponsel miliknya. Chanyeol dan seukhye menggelengkan kepalanya.

“Ah, cham. Park dobi..”

“Park Chanyeol noona.”

“Diam. Dia mengatakan bahwa aku telah melewati tidur panjang. Kali ini aku tidur berapa hari?” tanya seukhye yang tepatnya menanyakan kepada dokternya, oh sehun. Oh sehun melirik seukhye dan mendudukkan diri setelah menendang kaki hyesun yang berada di atas kakinya.

“Lebih pendek dari sebelumnya hanya 1 hari penuh. Biasanya bisa sampai 2-4 hari. Ku kira ini sebuah kemajuan, noona. It’s good news.” Kata sehun sambil mengangguk-ngangguk.

“Ah. Berarti berhasil juga kau menjadi seorang dokter. Kukira kau hanya memasang wajah albino mu saja untuk menarik seorang pasien.” Kata chanyeol dan mengeluarkan ipad mini nya. Sehun melemparkan bantal kearah chanyeol.

“Pergi kau. Menjauh dariku.” Kata sehun kesal. Chanyeol hanya menampakkan deretan gigi putinya dan melakukan V-Sign yang ia letakkan miring di mata kanannya. “Presdir gila.” Gumam sehun.

“Ah. Presdir gila? Tak asing di telingaku.” Kata seukhye tampak seolah berpikir. “Ah. Matta. Bagaimana dengan pekerjaanku?” tanya seukhye penasaran melihat satu persatu sahabatnya ini.

“Aku sudah menelpon sekretarismu itu. Tenang saja, noona. Kau tidak akan ditendang dari perusahaan itu.” Kata sehun santai dan kembali menidurkan tubuhnya di kasur empuk milik hyesun. Seukhye mengangguk.

“Dan apa yang kalian lakukan disini? Kalian membolos, huh?!” tanya seukhye sarkatis. Sontak hyesun, sehun dann chanyeol terduduk tegap dan menggaruk leher mereka masing-masing. Seukhye menatap satu persatu mereka dengan tatapan yang sangat mengerikan. “Kalian ini..” geram seukhye. “Yak! Kau kim hyesun kau pikir Samsung Group akan baik-baik saja kau meninggalkannya begitu saja selama 2 hari ini, huh?” kata seukhye menatap hyesun tajam.

“Aku mengerjakan pekerjaan dirumah, eonni.” Jawab hyesun menatap seukhye yang telah berdiri sambil mengacak kedua pinggangnya itu.

“Dan kau, oh sehun! Kau pikir pasienmu itu tidak membutuhkanmu saat ini juga, huh? Dimana rasa tanggung jawabmu itu, huh?!” tanya seukhye sarkatis. Sehun mengusap rambutnya frustasi.

“Saat ini aku sedang mengunjugi pasienku, noona.” Kata sehun membela dirinya. Seukhye membenarkan perkataan sehun, karena dirinya adalah pasiennya.

“Dan kau…”

“Apa? Aku baru saja menjengukmu noona. Hanya untuk setengah hari ini aku mengcancel schedule ku noona. Jinjja.” Jawab chanyeol dan meletakkan ipad mini di sampingnya. Seukhye menatap tajam chanyeol mendengar jawaban chanyeol.

“Kau baru hari ini menjengukku?” tanya seukhye dengan nada yang pelan dan penuh dengan penekanan itu. Chanyeol seketika tergagap dan melonggarkan letak dasinya. “Adik seperti apa kau ini, huh?! Kau baru menjengukku hari ini?! Oh, sulit untuk dipercaya kau park chanyeol.” Kata seukhye dan memukul chanyeol tanpa ampun. Sehun dan hyesun meringis pelan melihat seukhye memukul chanyeol. Diantara mereka berempat mereka mengetahui pukulan seukhye itu sangat menyakitkan. Chanyeol sontak berdiri di sofa dan menghindari serangan pukulan seukhye menggunakan bantal yang dilemparkan sehun tadi.

“Yah, noona. Pekerjaan kemarin itu tidak bisa untuk ditinggalkan. Kau sendiri yang mengatakan tentang tanggung jawab. Aku hanya memikirkan tanggung jawabku saja dan juga masih ada sehun dan hyesun yang menjagamu kemari dan pagi ini.” Bela chanyeol sambil menghindar dari seukhye sehingga pukulan seukhye mengenai bantal yang ia pegang. Seukhye seketika berhenti dan menatap chanyeol dengan tatapan yang benar-benar sangat mengerikan menurut chanyeol.

“Jangan menegurku. Jaga jarak 1 meter dariku.” Kata seukhye dan membalikkan tubuhnya melihat hyesun dan sehun melihat mereka seperti tontonan yang menarik. Hyesun dan sehun menegakkan badan mereka tegap saat seukhye melihat mereka.

“Dan kalian berdua ah kau juga.” Kata seukhye menunjuk chanyeol yang menatap penuh maaf ke seukhye. “Antarkan aku pulang ke apartemen.” Kata seukhye dan berjalan keluar dari kamar hyesun.

“Hey, bung. Lebih baik kau kena ocehan noona daripada noona tidak menegurmu.” Kata sehun terkikik geli melihat chanyeol dan segera menyusul seukhye.

“Astaga. Kasian sekali dirmu, chan-ah. Seharusnya kau meninggalkan pekerjaanmu itu.” Kata hyesun prihatin menggelengkan kepalanya dan melihat chanyeol dengan tatapan kecewa. Hyesun pun keluar menyusul sehun dan seukhye. Chanyeol membanting jas nya frustasi menatap nanar pintu yang dilewati oleh seukhye, sehun dan hyesun barusan.

“Argh.” Kata chanyeol frustasi.

 

*****

 

Name : Madilyn Kim

Korean Name : Seukhye Kim

Date of Birth  : July 7, 1989

Place of Birth : Tokyo, Jepang

Height : 171 cm

Weight : 47 kg

Blood Type : B

Education : Westminister School (Elementary School – Senior High School), Oxford University – Business and Management (Postgraduate, with GPA 4,00)

Father’s Name : Jinhyuk Kim – CEO of HSBC Buildings (England) and CEO LG’s Group (South Korea)

Mother’s Name : Hizuka Sato – Model and Designer (Died in 2010)

Madilyn is The Rightful heir for HSBC Buildings and LG’s Corporation

 

Kyuhyun membaca tak percaya apa yang sedang ia baca ini. Kyuhyun melemparkan map yang berisi biodata seukhye itu diatas meja nya. Kim Seukhye bukan sembarang orang. Ah. Dia memang wanita bar-bar yang sangat kaya raya.

“Bukan itu saja tuan. Direktur Kim mempunyai beberapa pulau, pesawat dan jet pribadi, kebun anggur, beberapa villa yang hampir ada di seluruh negara, dan sebuah brand terkenal yang dirintis oleh ibunya.” Kata albert. Kyuhyun memjamkan matanya mendegar laporan albert. Satu wanita sangat kaya yang ia kenal selain saudara kembarnya itu.

“Dan juga..”

“Mwo? Ada lagi?” tanya kyuhyun melihat albert dengan tatapan tak percaya. Albert tersenyum lucu melihat majikannya itu. Albert menggeleng kepalanya.

“Direktur kim merupakan sepupu dari Manager shim.” Kata albert. Kyuhyun memutar kursinya menatap langsung albert.

“MWO?! Ja..jadi. Oh, mati kau shim changmin.” Kata kyuhyun mengeraskan rahangnya tak percaya. “Jadi perkiraan ku salah selama ini. Kukira dia menyukai wanita bar-bar itu..” kyuhyun menghentikan perkataanya melihat albert yang melihat dirinya dengan alis bertatutan dan tak lama kemudian tersenyum penuh arti. “Wae?” kata kyuhyun ketus dan menatap tajam. Albert mengedikkan bahunya acuh. “Jadi, kau menemukan dimana ia tinggal?” tanya kyuhyun.

“Iya, tuan. Direktur Kim tinggal di salah satu apartemen milik kita di daerah itaewon.” Jawab albert. Kyuhyun menatap albert dengan tatapan seolah bertanya apakah benar? Albert mengangguk.

“Bukankah..”

“Benar sekali, tuan. Manager shim juga tinggal di apartemen tersebut.” Kyuhyun mengeraskan rahangnya.

“Panggil..”

“CHO KYUHYUN!” Kyuhyun menatap orang yang saat ini ingin sekali ia habisi datang begitu saja ke ruangannya. “Yah.. Yah.. Wae? Cho Kyuhyun, neo micheosso?”

 

BUGH

BUGH

 

Changmin tersungkur dan terjatuh di lantai tepat di depan pintu kyuhyun. Map yang ia bawa terlepas begitu saja. Donghae dan hyukjae juga datang dengan terburu-buru dan membelalak matanya kaget melihat changmin meringis kesakitan memegang perutnya. Donghae melihat kyuhyun yang menatap changmin dengan tatapan yang menurut donghae sangat mengerikan.

“Sialan kau, shim changmin.” Kata kyuhyun dan menendang lagi perut changmin.

“Yak! Neo, waegure?!” tanya hyukjae dan menahan kyuhyun yang ingin meninju changmin. Donghae membantu changmin berdiri dan membawa changmin duduk di sofa. Kyuhyun melepaskan tangan hyukjae kasar.

“Apa yang sebenarnya yang terjadi dengan kalian berdua?” tanya donghae dan menatap kyuhyun dan changmin bergantian. Changmin mengedikkan bahunya tak mengerti. Donghae melihat changmin dan kemudian melihat kyuhyun yang telah kembali duduk di kursi besarnya.

“Aku telah berpikiran yang tidak-tidak hanya karena kebohongan yang ia buat.” Kata kyuhyun melihat changmin tajam. Changmin menatap kyuhyun tak mengerti.

“Kebohongan?” gumam changmin dan tampak seolah berpikir. “Ah.” Changmin tersenyum melihat kyuhyun yang sangat kesal. “Eiy. Kau marah hanya karena itu? Sudah kuduga kau tertarik bukan dengan sepupuku itu. Aku telah menebak melihat cara kau memandang sepupu bar-bar ku itu.” Kata changmin tertawa kecil. Kyuhyun mengeraskan rahangnya.

“Yah. Siapa bilang kalau aku tertarik dengan wanita bar-bar itu, eo?”

“Gotjimal.”

“Jinjja, kau shim changmin. Kukatakan tidak.”

“Kau tidak membohongiku, bukan?”

“Tentu saja, tidak.”

“Aku telah mengenalmu lebih dari 20 tahun, cho kyuhyun.”

“Kukatakan tidak ya tidak.”

“Ah. Kalau begitu aku biarkan saja seukhye menerima perjodohan itu.” Kata changmin dengan wajah yang kecewa dan seperti menyalahkan keputusannya.

“Yah! Kalian sedang membicarakan siapa?” tanya donghae melihat kyuhyun dan changmin dengan wajah yang benar-benar tak mengerti. Hyukjae hanya mengedikkan bahunya dan memfokuskan kembali dengan ponselnya.

“Sepupuku, kim seukhye.” Jawab changmin santai dan tersenyum bangga. Donghae dan hyukjae sontak melihat changmin.

“MWO? Direktur kim itu sepupumu?!” tanya donghae dan hyukjae serentak. Changmin mengangguk dengan alis yang sengaja ia naikkan. Lantas donghae dan hyukjae melihat kyuhyun.

“Kau menyukai direktur cantikku itu kan?” tanya hyukjae menyipitkan matanya menatap kyuhyun.

“Benar bukan? Kau menyukai direktur modelku itu?” tanya donghae dengan nada yang sama seperti hyukjae.

“No. No. Jangan sampai kyuhyun menyukai seukhye.” Kata changmin sambil menggelengkan kepalanya.

“Waeyo?” tanya donghae dan hyukjae lagi-lagi bersamaan menatap changmin bingung. Begitu juga dengan kyuhyun yang menatap changmin dengan penuh selidik.

“Sudah kukatakan tadi. Kim seukhye sudah dijodohkan dengan ayahnya.” Kata changmin dengan wajah yang sangat serius.

“Dijodohkan? Kau jangan membuat kebohongan lagi, shim changmin.” Decak kyuhyun kesal. Changmin menghembuskan nafasnya kasar.

“Aku tidak membohongimu cho kyuhyun. Aku mengatakan hal yang sebenarnya.” Kata changmin menatap kyuhyun kesal.

“Ah. Sayang sekali.”

“Baru saja aku ingin mendekatinya.”

Donghae dan hyukjae menghela nafasnya kecewa dan menhempaskan tubuh mereka di sofa. Tidak dengan kyuhyun. Kyuhyun masih terlihat tidak percaya dengan ucapan changmin.

“Aku yang mengatakan yang sebenarnya, cho kyuhyun. Aku mempertaruhkan pekerjaanku jika yang aku katakan adalah sebuah kebohongan.”  Kata changmin mencoba meyakinkan kyuhyun. Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal dan berdiri sambil mengacak pinggang. Donghae, hyukjae dan changmin tersenyum melihat kyuhyun yang sangat gelisah itu. Kyuhyun tiba-tiba mengambil kunci mobilnya dan berjalan cepat keluar dari ruangannya.

“Yah, neo eoddiya? Investor kita dari china telah menunggumu.” Teriak donghae. Kyuhyun mengibaskan tangannya.

“Gantikan aku. Ada hal yang lebih penting yang harus ku urus.” Kata kyuhyun sambil memakai jas nya sambil berjalan menuju lift yang diikuti oleh albert. Pengikut yang sangat setia.

 

*****

 

Sehun, hyesun dan chanyeol mengekori seukhye kemanapun kaki seukhye melangkah. Seukhye terlihat biasa saja begitupun dengan sehun dan hyesun. Tapi tidak dengan chanyeol yang tampak sangat gelisah. Seukhye memasukkan nomor kode apartemennya.

“Heol. Noona kau masih saja menggunakan angka-angka itu?” tanya sehun menggelengkan kepalanya melihat seukhye yang sedang memasukkan kode apartemennya.

“Ck. Salahkan otakku yang tak pernah mengingat dengan baik mengenai angka.” Kata seukhye sambil mengedikkan bahunya acuh dan masuk ke apartemennya. Sehun dan hyesun masuk ke apartemen sukhye setelah seukhye masuk.

“Yah. Chan-ah? Kau tidak masuk?” tanya hyesun bingun melihat chanyeol yang berdiri menyender di dinding menundukkan kepalanya. Chanyeol mengangkat kepalanya dan mengangguk malas dan masuk begitu saja meninggalkan hyesun di belakang.

“Ck. Menyebalkan.” Kata hyesun dan menutup pintu apartemen seukhye. Hal yang dilihat hyesun untuk pertama kali masuk ke apartemen seukhye adalah aksen putih dan hijau yang sangat dominan mengisi seluruh apartemen ini. Hyesun menggeleng kepalanya melihat sebuah pohon kecil dan rerumputan yang mengelilingi kursi santai seukhye. hyesun tak habis pikir ini sebuah apartemen atau sebuah taman.

“Noona. Aku minta jus jerukmu.” Teriak sehun saat membuka kulkas seukhye.

“…”

“Gomawo, noona.” Kata sehun mengambil botol jus jeruk itu dan meminumnya begitu saja. Tak hanya jus jeruk tangan ajaib sehun pun juga mengambil makanan dan menggigitnya sedikit dan meletakkan kembali sisanya.

“Ini aneh.” Gumam sehun saat menggigit sebuah biskuit di salah satu toples yang berjejer rapi di pantry seukhye.

“Chan-ah? Kau mau jus jeruk?” tanya sehun melihat chanyeol yang telah membaringkan badannya di sofa panjang yang berada di ruang tv.

“Tidak. Kau saja.” Jawab chanyeol menghela nafasnya pelan. “Noona. Jinjja. Aku minta maaf. Aish, aku harus menghadiri rapat untuk proyekku selanjutnya dengan beberapa investor pentingku.” Teriak chanyeol frustasi. Seukhye pun keluar dari kamarnya dan berdiri di atas tangga melihat chanyeol dari atas.

“Setelah aku rapat bahkan aku langsung ke korea noona. Bahkan aku menghabiskan waktu istirahat ku hanya di pesawat.” Kata chanyeol mencoba menjelaskan kepada seukhye. Seukhye tersenyum kecil menuruni tangga satu persatu.

“Okey, alasanmu diterima. Kita berbaikkan.” Kata seukhye sambil mencubit gemas pipi chanyeol.

Sehun, hyesun dan chanyeol merupakan 3 teman yang hanya dimiliki seukhye. Mereka bertemu sekitar 10 tahun yang lalu pada saat sebuah pesta perayaan ulangtahun perusahaan milik keluarga hyesun. Sehun dan chanyeol memang berteman sejak kecil bahkan mereka selalu satu sekolah. Yah, walaupun selalu berbeda kelas, itu dikarenakan mereka berbeda tujuan untuk masa depan mereka.

Pertemanan mereka terjadi begitu saja pada saat orangtua sehun, hyesun dan chanyeol sering menitipkan mereka bertiga di rumah seukhye. Menitipkan? Oh, tentu saja. Kim Jinhyuk sangat senang dengan namanya anak kecil dan selalu menerima saja jika kolega bisnis nya menitipkan anak mereka di rumah nya. Bukan alasan itu saja. Jinhyuk merasa, seukhye putrinya. Harus mempunyai seorang teman, maka dari itu jinhyuk meminta kepada orangtua sehun, hyesun dan chanyeol menitipkan mereka bertiga di rumahnya saja.

Sehun, hyesun dan chanyeol usia nya sama tetapi mereka bertiga beda 3 tahun dari seukhye. Bagi mereka bertiga sosok seukhye sangat berarti di kehidupan mereka. Menurut mereka, mereka bisa sukses seperti saat ini berkat ajaran dari seukhye. Seukhye memang kerap sekali mengajari sehun, hyesun dan chanyeol ketika ia telah menyelesaikan tugas sekolahnya. Apalagi seukhye memutuskan untuk tidak ikut mengasramakan dirinya di sekolahnya walaupun memang diwajibkan semua siswa untuk asrama di sekolahnya itu.

“Noona, umurmu sudah sangat tua. Seharusnya kau berpikir buat berkeluarga. Yah, untuk saat ini mungkin noona berpacaran saja dulu.” Kata sehun tiba-tiba sambil membawa beberapa botol jus jeruk dan toples yang berisikan kentang goreng.

“Uhuk. Uhuk.” Hyesun terbatuk pelan mendengar perkataan sehun dan menatap seukhye penuh arti.

“Kkeutchi, eonni. Kurasa pria yang kau ceritakan itu sangat pas untukmu.” Kata hyesun mengedipkan matanya. Seukhye membuang muka nya malas.

“Eo? Pria yang mana? Apakah ada sesuatu yang kulewatkan?” tanya chanyeol yang telah mendudukkan dirinya.

“Eiy. Kalian tahu bahwa seukhye eonni telah berkerja?” tanya hyesun. Sehun dan chanyeol mengangguk.

“Hey. Kalau mau bergossip, lihat tempat. Yang kalian bicarakan orangnya ada disini. Ck.” Kata seukhye menghembuskan nafasnya.

“Diam, kim seukhye.” kata hyesun, chanyeol dan sehun serentak menatap tajam seukhye. Seukhye memutuskan untuk menonton tv saja sebelum ia memutuskan untuk melakukan yang tidak seharusnya kepada 3 bocah itu.

“Eo. Itu pun karena aku yang menyarankannya.” Kata sehun. Seukhye mendecakkan lidah nya kesal.

“Diamlah, noona. Jangan menganggu kami.” Kata chnyeol mendelik tajam. Seukhye menjulurkan lidahnya dan kembali fokus dengan acara tv yang sedang ia lihat.

“Kalian tahu..” kata hyesun pelan. Hyesun mneyuruh sehun dan chanyeol lebih mendekat padanya. “Eonni menyukai atasannya.” Kata hyesun.

“MWO? JINJJAYO?” kata sehun dan chanyeol membulatkan matanya dan melihat seukhye tak percaya.

“Aku tidak menyukainya. Yah, kim hyesun. Jangan menyebarkan gosip yang tak benar dan tanpa alasan yang jelas.”

“Yah. Sudah kukatakan, eonni menyukai pria itu. Aku yakin itu.” Kata hysun sangat yakin. Chanyeol dan sehun masih saja dengan raut wajahnya yang tak percaya.

 

Ting

Tong

 

“Buka pintu itu.” Kata seukhye mencoba mengalihkan pembicaraan. Sehun, hyesun dan chanyeol saling pandang.

“Kau yang buka, kim hyesun. Kau yang paling kecil.” Kata chanyeol tersenyum khasnya.

“Benar sekali.” Kata sehun mengangguk setuju. Hyesun menghentakkan kakinya kesal dan membuka pintu.

“Noona, kau sungguh menyukai pria itu?” tanya sehun.

“Tidak, oh sehun.”

“Tidak salah lagi.” Sambung chanyeol. Seukhye mendelik tajam dan melemparkan kentang goreng yang seharusnya masuk ke mulutnya beralih ke wajah tampan milik chanyeol.

“Kalian begitu saja yakin dengan perkataan tak masuk akal hyesun? Heol. Sulit untuk dipercaya.” Kata seukhye menggelengkan kepalanya.

“Ani. Noona tahu sendiri tebakan hyesun tak pernah meleset.” Kata sehun sambil memasukkan kentang goreng ke mulutnya.

“Eonni?!” teriak hyesun dengan mata yang berbinar-binar. Sehun dan chanyeol melihat hyesun dengan alis yang saling bertautan.

“Wae?” tanya seukhye tanpa melihat hyesun.

“Anda sakit, direktur kim?” tanya seseorang. Seukhye tersedak kentang gorengnya dan chanyeol segera menyodorkan sebotol air buat seukhye.

“Apa yang kau lakukan di apartemenku, presdir?” tanya seukhye sarkatis. Kyuhyun mengedikkan bahunya acuh.

“Hanya memastikan keadaanmu.” Jawab kyuhyun. Kyuhyun melihat 2 orang pria yang duduk manis di sofa. Kyuhyun menatap tajam sehun dan chanyeol yang juga menatap dirinya penuh tanda tanya.

“Yang ini?” tanya chanyeol menunjuk kyuhyun. Hyesun mengangguk semangat.

“Eotte? Cocok bukan?” kata hyesun tersenyum senang.

“ANI!” jawab chanyeol dan sehun serentak.

Seukhye menghembuskan nafasnya kasar dan menendang sehun dan chanyeol bergantian. “Pergi dari sini.” Kata seukhye pelan penuh nada perintah itu.

“Noona.” Chanyeol menggelengkan kepalanya. Sehun mengangguk setuju. Seukhye menunjuk pintu kamarnya sambil menatap tajam sehun dan chanyeol.

“Kau menyebalkan, noona.” Kata sehun dan segera beranjak menuju kamar seukhye diikuti oleh chanyeol setelah mengangkut kentang gorengnya dan mengambil jus jeruk lagi di dapur. Seukhye menatap hyesun. Hyesun yang masih menatap kagum kyuhyun tidak menyadari tatapan seukhye.

“Kim Hyesun.” kata seukhye. Waspada. Ini peringatan. Sontak hyesun tersenyum polos, dan berlari menyusul chanyeol dan sehun. Seukhye meniup poni nya. Dan seharusnya seukhye melihat kemana chanyeol, sehun dan hyesun melangkah. Apakah ke kamarnya atau ke tempat lain?

“Duduklah.” Kata seukhye dingin. Kyuhyun duduk tepat di depan seukhye. Mereka masih saja berperang dalam tatapan mereka. Tak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan. Oh, tidak. Seharusnya kyuhyun lah yang harus memulai pembicaraan.

“Sakit?” tanya kyuhyun dengan mata yang menilai keadaan seukhye. Seukhye menggembungkan pipinya bingung ingin menjawab apa.

“Tidak separah yang kau pikirkan, presdir.” Kata seukhye. Kyuhyun menatap seukhye dengan tatapan penuh arti. “Wae?” tanya seukhye tak mengerti menyadari tatapan seukhye.

 

*****

 

“Park Dobi! Bisakah kau kecilkan suaramu itu, huh? Aku tidak bisa mendengarkan apa-apa!” keluh hyesun berdiri sembunyi dibelakang punggung sehun. Sedangkan sehun sedang fokus dengan mata dan telinga nya melihat percakapan antara seukhye dan kyuhyun.

“Bisakah kita pindah posisi? Posisi seperti ini tidak menguntungkan bagiku!” keluh chanyeol yang bersembunyi dibelakang hyesun. Karena posisi chanyeol yang di paling ujung maka dari itu chanyeol tidak bisa melihat apapun hanya suara percakapan kyuhyun dan seukhye saja. Sebenarnya dimana mereka berada? Bukankah seharusnya mereka berada di kamar seukhye? Oh, tentu saja tidak. Mereka tidak akan melewatkan moment seperti ini. Bukan nya menuju tangga untuk ke kamar seukhye mereka berbelok menuju dapur yang hanya dihalangi dinding menghadap ruang tv langsung.

“Lebih baik kalian berdua diam. Dengarkan saja, biar aku yang melihat mereka.” Kata sehun pelan dan tersirat nada penuh kesal itu. Hyesun dan chanyeol mengangguk patuh dan memusatkan telinga mereka mendengarkan percakapan yang sedang terjadi di ruang tv tersebut.

            “Duduklah.” Kata hyesun dingin. Kyuhyun duduk tepat di depan seukhye. Mereka masih saja berperang dalam tatapan mereka. Tak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan. Oh, tidak. Seharusnya kyuhyun lah yang harus memulai pembicaraan.

            “Sakit?” tanya kyuhyun dengan mata yang menilai keadaan seukhye. Seukhye menggembungkan pipinya bingung ingin menjawab apa.

            “Tidak separah yang kau pikirkan, presdir.” Kata seukhye. Kyuhyun menatap seukhye dengan tatapan penuh arti. “Wae?” tanya seukhye tak mengerti menyadari tatapan seukhye.

            “Kau sangat kaya. Kenapa kau bekerja di perusahaanku?”

            “Kau yang menerimaku tanpa alasan.”

            “Itu karena GPA mu.”

            “Berarti itu salahmu sendiri, presdir. Dan juga di perusahaanmu juga tidak ada peraturan jika orang seperti aku dilarang bekerja disana. Dan, hey presdir. Kau mencari tahu tentangku?” tanya seukhye tersenyum sinis. Kyuhyun tergagap membenarkan letak dasnya yag sebenarnya tak bersalah apapun.

            “Aku hanya menyelidiki sedikit saja.” kata kyuhyun. “Kenapa? Kau tidak suka?” tanya kyuhyun.

            “Menurutmu?” kata seukhye datar. “Sebutkan apa tujuanmu kemari, presdir cho yang terhormat?” tanya seukhye membenarkan posisi duduknya. Kyuhyun berdehem pelan.

            “Kau masih ingat tentang pembicaraan kita di lift waktu itu?” tanya kyuhyun serius. Seketika pipi seukhye bersemu merah ketika mengingat kejadian yang menurutnya memalukan itu. Seukhye menganggukkan kepalanya membuang muka.

            “Bagus. Dan kau harus mengingatnya. Kau milikku. Sesuatu yang sudah terikat dengan ku tidak boleh disentuh oleh siapapun.” kata kyuhyun tersenyum miring melihat seukhye yang masih memikirkan apa yang dimaksud oleh perkataannya.

 

CUP

 

            “Semoga lekas sembuh.” Kata kyuhyun mencium pipi seukhye sekilas dan beranjak pergi dari apartemen seukhye. Seukhye memegang pipinya tak percaya.

 

“What the fucking that?!” gumam sehun tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Sontak chanyeol berjalan mendekati sehun.

“Apa yang terjadi? Kenapa pria itu langsung pergi begitu saja?” tanya chanyeol tak mengerti melihat kyuhyun telah pergi meninggalkan seukhye yang diam tanpa kata. Sehun tak menjawab pertanyaan chanyeol dan lebih memilih mendekati seukhye.

“Waegure?” tanya hyesun ke chanyeol. Chanyeol mengedikkan bahunya tak mengerti dan mengikuti sehun.

“WOW!” kata sehun dan kemudian bersiul menatap seukhye tak percaya. “Ddaebak, noona. I Like It.” Kata sehun terkekh geli. “Bagaimana rasanya noona?” seukhye masih saja diam bahkan tak bergerak sedikit pun.

 

PUK

 

“YAH!” Kaget seukhye sambil menangkap bantal kursinya. Seukhye memandang chanyeol dengan tatapan tak mengerti.

“Apa yang pria itu lakukan sehingga noona menjadi idiot seperti ini? Huh?” tanya chanyeol menggelengkan kepalanya.

“Sudah kukatakan, eonni menyukai atasan nya itu.” Kata hyesun menggoda seukhye. seukhye tiba-tiba salah tingkah, bergerak tak karuan. Memutar kepalanya, memegang lehernya, mengacak rambutnya, bahkan berdiri tak tahu harus kemana.

“Eiys. Bagaimana jika pria itu mencium noona tepat di bibir? Di pipi saja noona sudah menjadi seperti ini.” Decak sehun melihat seukhye yang bingung sendiri mau melarikan kemana menghindari dirinya, chanyeol dan sehun. Seukhye memutuskan untuk ke atas menuju kamarnya.

“Hey, pria itu mencium noona? Benarkah?” tanya chanyeol saat dia telah mencerna perkataan sehun. Sehun mengangguk mengambil kunci mobilnya dan beranjak keluar dari apartemen seukhye.

“Aku ada jadwal operasi sore ini. Kalian jagalah noona, eo? Segera telepon aku jika ada masalah.” Kata sehun tanpa menoleh kebelakang. Hyesun dan chanyeol saling pandang dan memandang punggung sehun yang telah menghilang dari pintu.

 

*****

 

Sehun berjalan tergesa-gesa menuju lift. Sesampainya di lift sehun melihat lift masih berjalan melewati antara lantai 3 dan 4. Mendecakkan lidahnya kesal sehun segera menuju pintu yang menghubung ke tangga darurat, berlari seperti sedang dikejar oleh penjahat. Melewati setiap anak tangga hampir sebanyak 4 anak tangga. Sehun benar-benar melewati setiap anak tangga seperti kangaroo.

“Sial. Semoga saja masih sempat.” Gumam sehun dan membuka pintu tangga darurat lantai dasar. Sehun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lobby apartemen itu. Sehun tersenyum tipis saat tujuan yang membuat dia berlari seperti ini masih ada berjalan menuju pintu keluar.

“Tuan Cho!!” teriak sehun sekuat mungkin. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan mengerutkan dahinya melihat sehun yang berjalan mendekatinya dengan keringat yang bercucuran.

“Kau mengenalku?” tanya kyuhyun saat sehun menundukkan kepalanya memberi hormat. Sehun tersenyum tipis dan mengangguk kepalanya.

“Saya dokter yang menangani Ji Chang Wook-ssi jika anda lupa, tuan cho.” Jawab sehun.

“Ah, matta.” Kata kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Geunde, sepertinya tadi saya melihat anda di apartemen kim seukhye.” Kata kyuhyun memasukkan tangan ke saku celananya menatap sehun menuntut jawaban.

“Eo. Saya dokter pribadi seukhye noona.” Jawab sehun. “Bisakah saya berbicara dengan anda di tempat yang lebih nyaman, tuan cho?” pinta sehun mengedikkan dagunya melihat ke sekeliling dan benar saja banyak orang yang melirik mereka dengan cekikikan bahka ada yang berhenti dan memotret mereka terang-terangan.

“Baiklah.” Kata kyuhyun menyetujui dan mengikuti sehun menuju ruang yang sering dipakai untuk pertemuan besar. Kyuhyun duduk di kursi yang berada di sana tepat di depan sehun.  “Apa yang ingin anda katakan, dokter oh?” tanya kyuhyun menyenderkan punggung nya di kursi.

“Saya pastikan bahwa tuan tertarik dengan seukhye noona. Saya harap itu hanya sebatas perasaan ketertarikan saja tidak lebih, tuan cho.” Kata sehun menatap kyuhyun penuh intimidasi. Kyuhyun yang mendengar perkataan sehun mengagakan mulutnya tak percaya dan tertawa kecil.

“Apa tujuan anda mengatakan seperti itu?” tanya kyuhyun tak suka.

“Ada satu alasan yang tak dapat saya beritahukan kepada anda. Yang harus anda ingat dan lakukan jangan pernah menyukai seukhye noona apapun yang terjadi. Saya permisi. Ini demi kebaikan noona bukan diriku.” Kata sehun berdiri dan meninggalkan kyuhyun begitu saja. Kyuhyun mengeraskan rahangnya tak terima dengan apa yang baru saja sehun katakan.

“Apa maksud dari perkataannya? Kenapa semua orang melarangku untuk dekat dengan seukhye?!” gumam kyuhyun tak percaya.

 

 

 

-tbc-

 

 

 

19 responses to “TWINS – Part 6 – by jhyosun13

  1. Partnya so sweet yang ini
    hahahahaha

    Ada Changwook sama Kyuhee yang baikan, mesra2an
    *ada untungnya Changwook hampir mati* #gubrraakkk
    Ada juga Kyuhyun sama Seukye
    Hahahahaha

    Gpp dah sehun overprotective
    Soalnya isa jadi materi buat penasaran next chapnya
    Hwahahahahaha

    NEXT NEXT NEXT

  2. wow Kyuhee dan Changwook so sweet banget mereka bahkan berpelukan, kasihan Chanyeol dimarahi Seukhye karena tak menjenguknya ketika sakit. Kyuhyun panas mendengar Seukhye mau dijodohkan dan ekspresi Seukhye kagak nahan, kena cium aja sampai terbengong2, penasaran kenapa Sehun melarang Kyuhyun menyukai Seukhye, next lagi thor seru banget, next next

  3. Yaelaaaahh masih malu-malu kucing aja , sosorrr kyu !!!
    Gue tebak pasti yg dijodohin itu seukye sama si kyuhyun yakaaaaann ???
    Gahh sehun napa tuh , jangan bilang sehun suka sama seukyee???
    Hueeee gue ketuker mulu kalo deskripsiin changmin sama chanyeol !”! >_}
    Gahhhh , Ini kerennnn , Lanjut kaaaaakkkkk !!! :’) £

  4. Pingback: TWINS – PART 7 – by jhyosun13 | FFindo·

  5. Pingback: TWINS – PART 8 – by jhyosun13 | FFindo·

  6. Pingback: TWINS – PART 10 – by jhyosun13 | FFindo·

  7. hahahahahha omgggggggggggggggg lucu bgt sih itu hyesun chanyeol sehun! seukhye bener2 dituakan disini hahah gemes ih mereka barengan dan wah kyuhyun bener2 tertarik dong sama seukhye dongggggg aaahh lanjuuuttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s