The Dark Moon : I Don’t Belong Here [Series #1]

the dark moon

 Title : The Dark Moon || Sub-title : I Don’t Belong here

Author : Xilverspear  || Length : Ficlet [Series]

Casts :

Do Kyungsoo | Park Chanyeol | Kim Jongdae | Byun Baekhyun

Genre : Sci-fi, AU, Angst || Rating : PG-17

Pukul tiga dini hari, dan aku selalu terjaga

=======

The  series :

#1 : I Don’t Belong Here [Do Kyungsoo]

#2 : Paper Crane [Kim Jongdae]

#3 : We’ll Meet Again [Byun Baekhyun]

=======

old_notebook-LOMO_style_photography_Desktop_Wallpaper_medium

Park Chanyeol, si anak jakung, yang sering dipuja-puja oleh para perempuan karena ketampanan dan kepintarannya itu sepertinya sengaja menabrakku saat dia sedang berlari. Aku yang tidak siap langsung terpental sejauh 5 meter di atas lapangan semen. Aku berguling-guling beberapa kali di atas lapangan semen yang panas karena terbakar sinar matahari.

“Ups… maaf, sepertinya aku berlari terlalu cepat sehingga aku tidak melihatmu. Oh, atau karena kau yang berjalan terlalu lambat? Hahaha!!” kata Chanyeol dengan tertawa mengejek.

“Tentu saja, kan dia berjalan lambat sama seperti otaknya yang lamban dan dungu itu” tanpa aku sadari sudah ada 2 orang lagi yang menyusul Chanyeol berdiri di depanku, lalu mereka ber-high-five­ dengan Chanyeol. Mereka adalah Jongdae dan Baekhyun, teman satu geng Chanyeol.

“Kenapa kau tidak pergi saja ke sekolah khusus orang-orang dungu? Ha?” kata Baekhyun sambil menjambak rambutku. Tatapan matanya yang tajam itu seakan menusuk masuk ke dalam mataku.

“Atau mungkin, kau akan lebih baik jika pindah ke sekolah khusus orang-orang cacat?! Hahahahaa!” Jongdae menimpali sambil tertawa-tawa puas mengejek dan menghinaku.

“Pergi sana! Dasar MAKHLUK PRIMITIF!” kata Chanyeol sembari menendang perutku dan membuatku berguling-guling lagi di atas lapangan basket yang panasnya semakin membara.

Makhluk primitif…

Itulah nama panggilanku di sekolah. Aku disebut begitu karena ada yang beranggapan bahwa aku ini adalah manusia yang mengalami evolusi tidak sempurna, atau mungkin tidak mengalami evolusi sama sekali. Menurut para profesor, orang yang ber-IQ 124 hanya ada pada masa 1 juta tahun yang lalu. Mereka beranggapan bahwa aku terlalu bodoh untuk hidup di zaman ini. Mereka menganggapku cacat dan tidak pantas untuk memiliki seorang teman pun.

Mungkin benar aku seharusnya hidup di zaman satu juta tahun yang lalu, zaman dimana aku terlihat normal.

Dengan hati yang bergemuruh, aku mendongakkan kepalaku menatap mereka bertiga. Aku benar-benar marah. Marah pada mereka bertiga yang selalu mengataiku seperti itu. Tentu saja aku sudah tahu tentang teori itu. Tapi, tidak bisakah mereka diam dan tidak menggangguku sehingga aku bisa hidup dengan tenang?! Mereka membuatku muak!

“Apa kau lihat-lihat?! Ha?” kata Baekhyun yang kembali mendekatiku hendak menjambak rambutku lagi. Aku yang sudah bangun dan berdiri, menangkis tangan Baekhyun dan mendorong tubuhnya mundur.

“YA! TIDAK BISAKAH KAU MEMBIARKANKU SENDIRI DAN TIDAK MENGGANGGUKU?! AKU SUDAH MUAK DENGAN KALIAN!!!” kataku dengan suara nyaring. Suaraku penuh dengan kemarahan dan kebencian.

Mereka bukannya menjauh, tapi mereka malah semakin mendekatiku.

“Cih, berani-beraninya kau mendorongku seperti itu” kata Baekhyun

“Ya!” Chanyeol mulai mendorong-dorong dadaku dengan kasar. Aku terdorong mundur beberapa langkah, tapi aku tetap mengunci mataku ke arah matanya sebagai tanda bahwa aku tidak takut.

“Seharusnya kau sadar diri! Kau akan mati dalam hitungan menit jika kau menantang kami seperti itu.” kata Jongdae dengan tersenyum sinis. Nada bicaranya kental dengan kesombongan.

“Kawan-kawan,” Chanyeol angkat bicara, “lebih baik kita segera membereskan dia”. Mereka bertiga bertukar tatapan dan saling menganggukkan kepala sambil tersenyum ke arahku. Tentu saja, senyuman mereka adalah senyuman yang mengerikan.

Dalam sepersekian detik, mereka sudah memukuliku dan menendangku beramai-ramai. Mereka nginjak-injak kepala serta tubuhku sambil memaki diriku. Tubuhku berguling-guling di atas lapangan semen dipermainkan oleh kaki-kaki mereka. Setelah melihatku semakin lemah, Baekhyun dan Jongdae memberi jalan kepada Chanyeol, seakan menyerahkanku kepadanya, seakan terserah Chanyeol aku akan diapakan. Chanyeol menarik kerahku sehingga aku dalam posisi terududuk. Dia menarikku sangat dekat dengan wajahnya.

“Ya, Do Kyungsoo. Apa kau punya kata-kata terakhir untuk diucapkan?” tanya Chanyeol.

“Puh!” Tanpa pikir panjang, aku meludahi wajahnya. Refleks, Chanyeol menutup matanya. Dia kelihatan begitu marah, tapi dia memaksakan sebuah senyuman di wajahnya. Senyuman yang selalu menghantui mimpi-mimpiku.

“Sepertinya tidak ada” suara beratnya terasa mencengkeram jantungku. Ketakutan telah menguasai diriku. Chanyeol mengangkat kepalan tangannya tinggi sebelum akhirnya melancarkan pukulannya tepat ke wajahku.

***

Aku terbangun dari tidurku dengan peluh bercucuran di pelipisku dan deru napas yang tak karuan.

Hosh… hosh… hosh…

Aku berusaha mengatur napasku agar kembali normal. Setelah napasku berangsur-angsur memabaik, aku melihat jam waker di meja nakas di sebelah tempat tidurku.

Pukul tiga dini hari, dan aku selalu terjaga.

Sudah sebulan ini aku memimpikan hal yang sama. Mereka bertiga selalu datang ke mimpiku dan selalu mengataiku ‘makhluk primitif’. Memang, kata-kata itu selalu mengganggu hidupku.

Aku membutuhkan seseorang sebagai tempat mencurahkan hati. Tapi sepertinya tidak begitu banyak orang yang peduli denganku. Bahkan, mungkin tidak ada.

Aku melompat turun dari tempat tidurku dan mengambil sebuah buku dari laci mejaku. Buku. Benda yang sudah dilupakan oleh umat manusia di zaman seperti ini. Sudah tidak ada lagi kertas, apalagi buku. Buku sudah tergantikan dengan peralatan-peralatan canggih dan tidak boros tempat. Tapi, ajaibnya, aku punya sebuah buku. Buku yang menjadi tempatku mencurahkan isi hati.

Aku berjalan ke atap rumahku sambil membawa bukuku. Di atap, aku menatap ratusan rumah yang dibangun dengan sangat rapi dengan lampu-lampu yang kebanyakan sudah dimatikan. Susana dini hari ini sepi sekali. Angin sepoi-sepoi mempermainkan helai-helai rambutku. Sesekali membuat lebam di pipiku menjadi terasa sakit.

Aku menengadahkan wajahku untuk menatap bulan yang bersinar bulat penuh. Aku tersenyum sekilas karena keindahannya.

Aku memposisikan diriku duduk di pinggir atap kemudian membuka bukuku dan mulai menulis…

“Wahai rembulan, haruskah aku hidup seperti ini?

Aku ingin hidup tenang

Aku ingin memiliki seseorang yang mau berteman denganku

Aku ingin memiliki seseorang yang ada untuk membelaku

Dan seseorang yang mau melindungiku

Tapi, pada kenyataannya aku tidak memiliki seorang pun

Apakah jika aku kembali ke masa satu juta tahun yang lalu, aku akan memiliki teman?

Jika iya, izinkan aku pergi ke masa itu. Masa dimana aku terlihat normal

Masa dimana aku mungkin akan memiliki teman

Ijinkanlah aku…”

Aku menutup bukuku dan kembali menatap rembulan. Cahayanya yang keemasan jatuh menerangi wajahku.

Tanpa aku sadari, angin yang mulanya bertiup sepoi-sepoi mulai berhempus kencang dan menghempaskan tubuhku sampai ke luar batas ujung atap, dimana sudah tidak ada pijakan lagi untuk kakiku.

Terimakasih, rembulan… Kau sudah membantuku, setidaknya, untuk enyah dari masa ini.

== THE END ==

Uwehehehe… maap kalo nyepam di sini dengan fanficku yang aneh ini… ^^v Sebenernya ini buat lomba di blog sebelah sih (?), tapi karena ga keterima jadinya aku post di sini aja deh, dari pada disimpen sia2… hehe…

Di sini sebenernya aku ga yakin kalo ada bulan pas pukul 3 dini hari. Soalnya aku juga belom pernah keluar rumah jam 3 pagi buat ngeliatin bulan sih wkwk… tapi kayaknya bulan udah susah dilihat jam 3 pagi… hmmm… jadi anggap saja Bulan di sini cuma ada di khayalannya Kyungsoo… hoho…

Oh iya, sebenernya masih ada 2 ficlet lagi yang bakalan aku post. Minggu depan aku post yang “Paper Crane” dengan main characternya Kim Jongdae, terus 2 minggu lagi aku post “We’ll Meet Again” dengan main characternya Byun Baekhyun… Hoho…

Kalo kalian pengen baca 2 ficlet selanjutnya, tolong bantuannya ya dengan komentar dan like… hehehe… Any question, or advice will be happily accepted… Oke…

Oh iya, buat kalian yang nunggin Seniorism Hyung, harap bersabar ya…😛 Itu fanfic baru dan aku belom punya waktu yang cukup buat nyelesein 1 chapternya… hehe… ^^v kemungkinan bakalan aku bikin 3 chapter😛 Jadi harap bersabar yaa…😛

PPYONG!

8 responses to “The Dark Moon : I Don’t Belong Here [Series #1]

  1. Oh jadi itu hanya mimpi? Rasanya kasihan -,- ng… ini itu ceritanya kaya masa dpn gitu ya?buku buku ituh udh ga zaman? gadget yg lagi terkenal, dan soal IQ 124,padahal itu lumayan gede tp kenapa dianggap ‘sepele’ ya?huh dasar ternyata masa depan lebih kejam ya;_; padahal udh punya IQ segitumah bersyukur daaah :’D juga endingnya, D.O meninggal??wih tragis amat ya, soal Chanyeol dkk nya juga menurutku itu misteri kalau sampai dimimpiin setiap hari…
    Keren(y)
    Kutunggu next ff nya ya^^~
    salken:)

    • makasih udah baca dan komen ^^
      iya ini ceritanya udah di masa sejuta tahun lagi (?) hehe..😛
      iya… Chanyeol dkk itu masuk ke mimpinya Kyungsoo kan gara2 dalam kehidupan nyata si Kyungsoo itu dibully sama temen2nya di sekolah… ._. ga jelas ya? maap ya ^^v
      oke, next ffnya ditunggu yaa…😀😀

      • Bukannya gajelas, jelas bgt malah. Nah gini yg keren, bukan sekedar baca tp readernya jadi nebak nebak masalahnya^^.aku suka ko ff kaya gini jadinya itu terkesan misteri dan jawabannya mikir sendiri._.v
        Serius aku suka, istilahnya macam misteri tak terpecahkan #etsaaaah😀

        • wkwk… makasih lho, aku jadi merasa tersanjung //blush//😛
          nanti fafic selanjutnya juga (agak2) misterius gitu kok..😛 ditunggu yaa…😀
          oh iya… btw, salam kenal juga…😀

  2. Pingback: The Dark Moon : We’ll Meet Again [Series #3] | FFindo·

  3. Pingback: [FANFICTION] The Dark Moon : We’ll Meet Again [Series #3] | Comical Life·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s