[Chaptered] Venom (Part III)

Venom2

Thanks For Beautiful Poster by Leeyaaaa

Title: Venom (Part III)

Author: @Miithayaaaa

Genre: Angst, Married Life, Romance.

Length: Chaptered

Main Cast:

  • CN BLUE’s Minhyuk as Kang Minhyuk
  • F(x)’s Krystal as Jung Soojung

Support Cast:

  • Beast’s Doojoon as Yoon Doo Joon
  • Kris/Wu Yi Fan
  • Lee Yubi
  • Won Bin

Rate: PG-16

Note:

FF ini terinspirasi dari salah satu novel yang aku baca, atau mungkin kalian juga pernah membacanya. Topik masalah mungkin sama, tapi keadaan dan jalan cerita adalah milik saya, dan Hyukstal milik kita semua. Selamat membaca…

.

 || Prolog || Part I || Part II ||

.

“It’s so hard to forget pain,

But It’s even harder to remember sweetness.

We have no scar to show for happiness”

-Chuck Palahniuk

.

***

Minhyuk membanting tubuhnya di kursi kantornya. Tubuh dan pikirannya benar-benar lelah. Rapat dengan pemegang saham barusan untuk meyakinkan mereka supaya berinvestasi pada pembangunan Hotel di Jepang sungguh benar-benar menguras tenaganya. Masih banyak pemegang saham yang masih belum mempercayai proyek pembangunan Hotel yang di buat Minhyuk, dia sangat muak dengan ocehan-ocehan investor yang hanya bertele-tele yang pada akhirnya juga akan menikmati dividen yang diterima.

Dia menjatuhkan siku di atas meja dan mengusap wajahnya. Memejamkan matanya, Soojung. Sekilas berkelebat wajah Soojung yang menangis di kepalanya, tapi secepat kilat juga dia menghapus dari pikirannya. Sudah dua hari Minhyuk hanya mengabaikannya, menjadikan Soojung seperti patung yang bergerak dirumahnya.

Minhyuk heran. Setelah apa yang telah ia lakukan pada Soojung, setelah kata-kata kasar yang ia lontarkan, perempuan itu tetap berbuat baik padanya, Soojung tetap berbicara lembut padanya, membuatkannya sarapan bahkan menyiapkan pakaian kerjanya. Dan yang Minhyuk lakukan adalah mengabaikannya, Minhyuk hanya berjalan melewatinya ketika Soojung memanggilnya.

Soojung.

Minhyuk mengelengkan kepalanya keras, dia tidak boleh merasa iba, dia tidak boleh menyimpan perasaan kasihan padanya. Soojung tidak boleh hidup bahagia seperti yang diinginkannya. Tidak boleh.

Masih memejamkan matanya, dia tersenyum simpul karena tujuannya tercapai. Sejauh ini rencananya sudah berjalan lancar seperti yang ia inginkan. Pernikahannya dengan Soojung, mempermudah balas dendamnya.

Minhyuk mendekati Soojung hanya untuk membuatnya terjebak dalam perangkapnya, membuat Soojung jatuh cinta padanya dan menikah dengannya adalah salah satu dari rencananya untuk menyakitinya terus menerus tanpa Soojung sadari. Tapi… sejauh ini pula, keberhasilan balas dendamnya ini tidak membawa kepuasan untuknya. Dia tidak tahu, Apa karena dia menyadari bahwa dia membalas dendam pada orang yang tidak tahu apa-apa?

Tidak! Tidak!

Minhyuk menggelengkan kepalanya dengan keras. Soojung harus menerima pembalasan ini. Soojung juga harus menerima penderitaan yang dialami Minkyung, kesedihan yang dialami Minkyung, juga… kepahitan yang di alami oleh Minkyung. Semuanya harus setimpal apa yang dirasakan Minkyung.

Minhyuk mendesah, kini tubuhnya bersandar dikursi rodanya. Menatap ke jendela kaca di ruang kerjanya ke arah langit yang gelap dan mendung.

Soojung, perempuan yang penuh kelembutan dan kepolosannya yang memudahkan Minhyuk untuk menipunya, membuatnya sangat mudah masuk dalam perangkap Minhyuk. Awalnya Minhyuk berpikir ingin membalas dendam tanpa harus menikahi Soojung. Tapi dia berpikir ulang, berpikir kalau dia menikahi Soojung akan lebih mudah untuk menghancurkannya dan lebih leluasa membalaskan dendamnya. Apalagi mencegah Soojung kabur meninggalkannya, sebelum pembalasan dendamnya selesai.

Kris.

Minhyuk ingat lelaki itu. Dia sangat dekat dengan Soojung, dia berpikir kalau lelaki itu akan menjadi penghalang untuk merencanakan balas dendamnya.

Teman? Hanya teman?

Bullshit.

Dia tersenyum simpul. Kita lihat sejauh mana, temanmu akan bertahan, Soojung.

Minhyuk membuka matanya, saat merasakan seseorang memasukinya kantornya, dia berkata tanpa berpaling. “Aku tidak ingin diganggu Jungshin, batalkan semua jadwalku.”

“Termasuk melihatku?

***

Minhyuk langsung menegakkan tubuhnya dan berputar melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Doojoon, berdiri dengan tatapan tajam menusuknya. Dari nada Doojoon berkata, Minhyuk tahu, kalau Doojoon tahu sesuatu, dan dia ingin memastikannya.

“Oh, Hyung!” Sapa Minhyuk, terlihat terkejut. Minhyuk berdiri dan berjalan menghampirinya. “Kenapa kau tidak memberitahu kau akan kemari, aku bisa menyiapkan sesuatu untukmu.” Katanya tersenyum.

“Sesuatu tentang pernikahanmu dengan Soojung?” Tanya Doojoon sengit.

“Kau-tahu?” Ekspresi wajah Minhyuk berubah was-was.

“Jelaskan padaku, Minhyuk.” Tuntut Doojoon.

Minhyuk mendesah, dia berjalan ke arah sofa dan menempatkan tubuhnya nyaman dengan menyandarkan punggungnya. Dia menatap langit-langit kantornya seakan menerawang jauh.

“Aku jatuh cinta.” Paparnya terlihat tulus, lalu tersenyum menatap Doojoon yang mematung ditempatnya berdiri. “Aku… jatuh cinta dengan Soojung.” Ulangnya.

Semudah dia menyakiti Soojung, semudah itulah dia berbohong pada Doojoon.

“Aku jatuh cinta dengannya saat pertama kali aku melihatnya, melihat senyumnya dan melihat matanya.” Matanya seakan menerawang jauh, bagaimana dia benar-benar tergila-gila dengan Soojung. “Dan saat itulah, aku tidak ingin kehilangan dia. Aku ingin menjadikannya, milikku. Hanya untukku.” Untuk menyakitinya. Lanjut Minhyuk dalam hati.

Minhyuk bisa melihat ada kekecewaan di mata sepupunya itu. Dia tahu, kalau dia juga menyakiti sepupunya itu, dia tahu, kalau sepupunya mencintai istrinya. Ya, Minhyuk tahu semuanya, dia membuat rencana dengan matang. Dia menyelidiki Soojung tanpa sedikitpun terlewatkan, selain Kris dia menemukan Soojung juga dekat dengan sepupunya Doojoon. Minhyuk sengaja tidak memberitahunya, karena Doojoon bisa menggagalkan pernikahannya karena besarnya cintanya pada Soojung.

Maafkan aku, Hyung. Ini demi Minkyung noona.

Disisi lain, Doojoon berusaha menenangkan hatinya, dia mengepalkan tangannya mendengar Minhyuk menceritakan bagaimana kisahnya dengan Soojung. Hatinya seperti di remas, melihat mata Minhyuk yang bersinar saat menceritakan Soojung. Dia tidak percaya, perempuan yang sangat ia cintai kini menjadi milik orang lain yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Menyesal, sangat menyesal, ya, itu yang Doojoon rasakan sekarang. Membodohi dirinya sendiri karena telah banyak membuang waktu untuk menjadikan Soojung sebagai wanitanya.

“Kau tahu, Soojung… adalah Krystal, perempuan yang selalu aku ceritakan padamu, perempuan yang selalu membuat jantungku berdetak cepat ketika hanya menyebut namanya, perempuan yang aku cintai, Minhyuk.” Ungkap Doojoon pelan, mengira Minhyuk belum tahu apa-apa.

Minhyuk menatap sepupunya, menyesal.

“Aku tahu…Maafkan aku, Hyung.” Ucap Minhyuk bersalah.

“Kau tahu?” Doojoon membelalakan matanya, terkejut. “Kau tahu, tapi kenapa kau menikahinya? Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau tahu bagaimana aku sangat mencintainya!” Ucap Doojoon setengah berteriak sebelum berjalan mendekati Minhyuk.

“Tapi aku juga tidak menahan perasaanku Hyung!!” Minhyuk berdiri kembali teriak. Sedetik kemudian, dia sadar. Ini diluar kendalinya, dia tak tahu kenapa dia bereaksi seperti ini, dia merasakan perasaan aneh ketika Doojoon mengatakan dia mencintai Soojung.

“Apa Soojung bahagia?” Sela Doojoon cepat.

Minhyuk diam. Tapi setelah itu dia bisa mengontrol sandiwaranya lagi. “Ya, dia bahagia.. Aku bahagia.. Kami bahagia, dan dia mencintaiku.” Minhyuk menekankan kata-katanya.

Doojoon mendesah, memejamkan matanya erat berusaha menenangkan dirinya. Dia kalah, dia benar-benar kalah. Apa yang harus dilakukannya lagi jika perempuan yang ia cintai sudah menjadi milik orang lain, dia bukan orang brengsek yang akan menghancurkan rumah tangga orang lain. Dia bukan orang yang seperti itu. Dia melepas Soojung.

Doojoon menatap Minhyuk penuh makna, menepuk pundak Minhyuk pelan, “Keure, bagaimanapun, Soojung memilihmu. Aku tidak bisa memaksa.” Katanya tersenyum. “Tolong jaga dia, walaupun dia terlihat perempuan yang kuat, sesungguhnya dia perempuan yang rapuh.”

“Berjanjilah kau akan selalu melindunginya, kau akan selalu mencintainya dan membuatnya bahagia, kau harus meminta maaf padanya duluan walaupun itu bukan salahmu, hanya ingat jangan pernah menyakitinya dan membuat dia menangis, karena sungguh kalau itu terjadi, aku tidak akan pernah menyerah untuk mengambilnya kembali darimu, Minhyuk. Kau dengar aku?”

“Ini peringatan.” Tegas Doojoon, walaupun dia tersenyum, tapi Minhyuk bisa melihat kepahitan dalam senyumnya.

Minhyuk diam.

Dia menyelidik wajah sepupunya itu, sebegitu besarkah dia mencintai istrinya? Sedetik dia merasa, bahwa dia benar-benar jahat untuk sepupunya terutama, Soojung.

“Yah! Ada apa dengan wajahmu! Kau seperti anak kecil yang kehilangan permennya.” Doojoon tertawa sembari memukul perut Minhyuk, berusaha merubah suasana yang tegang dia antara mereka.

“Hyung.”

“Hmm?”

“Maaf.”

Satu kata, untuk semuanya. Itulah yang Minhyuk coba ungkapkan, dia tidak bisa mengatakan keseluruhan yang akan menghancurkan semuanya.

Doojoon mendesah, lalu tersenyum. “Its okay bro.” Doojoon menonjok bahu Minhyuk main-main sembari tertawa yang diikuti Minhyuk.

Tertawa lega atau tertawa yang membawa Minhyuk pada perasaan aneh yang mengganggunya. Perasaan aneh, kalau Doojoon juga akan menjadi penghalang rencananya.

***

Kris sibuk merapikan tumpukan – tumpukan kertas yang di buat oleh murid-murid kelas seni Jaekyung di bawah meja besar memuatkan tubuhnya masuk ke dalam, dia tersenyum dan menggelengkan kepala ketika melihat goresan cat yang di buat anak-anak itu, itu tidak seperti terlihat lukisan, bahkan lukisan monster sekalipun tidak mirip.

Kris mendelik ketika melihat tulisan abstrak di atas kertas lukisan yang bergambar seorang wanita gendut yang tak begitu jelas bentuknya, lalu tertawa ketika tahu maksud tulisan yang tak lain di buat oleh anak-anak kelas seni mengarah pada temannya, Kim Jaekyung. ‘Miss Jaekyung yang cerewet.’ Kemudian, ‘Miss Jaekyung, gendut.’ Dan Kris tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat lukisan seorang gadis sedang memegang balon berbentuk hati, cat warna merah di pipi gadis itu terlihat jelas membuat Kris yakin bahwa murid ini memakai tema jatuh cinta, dan jatuh cintanya itu pada Kris. Terlihat jelas catatan kecil di bawahnya, ‘Satu Cinta Untuk Kris Oppa.’

“Ada-ada saja.” Gumam Kris.

Kris sedang asik memilah-milah lukisan yang lucu sampai dia tidak sadar kalau seseorang sudah memasuki ruang kelas seni. Dan..

“Boo!!”

“Aww!!” Kris tersentak kaget hingga kepalanya terjedut pada meja, dia meringis mengelus kepalanya dan memberikan tatapan tajam pada gadis di depannya ini.

“Kau! Kau membuatku kaget!!” Lantang Kris.

Perempuan itu menyengir. “Mian.” Mengangkat satu tangan tanda menyerah.

“Kenapa kau tersenyum, oppa? Apa yang kau lihat?” Perempuan itu melirik kearahnya lalu bergantian melirik kearah kertas yang di pegang oleh Kris yang tanpa sadar membuat tubuh gadis itu merapat ke Kris membuat mereka semakin masuk ke kolong meja.

Kris berkedip sadar, menelan ludah gugup. Apa-apaan dia? Dia sengaja atau apa?

“Y-yah Lee Yubi!! Kau terlalu dekat!” Sembur Kris yang berhasil membuat Yubi menoleh spontan. Berharap Yubi akan menjauh, tapi teriakan Kris malah membuat wajah Yubi semakin dekat dengan wajah Kris, bahkan ujung hidung mereka tersentuh.

“Apa?” Tanya Yubi polos.

Kris berdeham, lalu mendorong dahi Yubi dengan telunjuknya membuat jarak hingga keluar dari bawah meja. “Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan.” Geram Kris.

“Aku tidak memikirkan kesempatan apapun, tahu.” Ucap Yubi cemberut mengembungkan pipinya.

“Kau pikir aku percaya?” Kata Kris sembari keluar dari meja. Merapikan kemeja dan menepuk-nepuk celana yang terkena debu.

Lee Yubi, gadis yang berusia tiga tahun lebih muda dari Kris yang berumur dua puluh lima tahun. Gadis yang selalu membuatnya pusing, dan menjengkelkan. Gadis yang tergila-gila dengan Kris yang tak pernah bosan untuk menarik perhatian Kris dan yang tak pernah bosan untuk mencoba mengajak Kris berkencan. Kris tidak tahu mulai kapan Yubi menyukainya, yang dia tahu, Yubi sudah menjadi seperti ini saat pertama kali Soojung mengenalkan padanya. Yah, dia teman Soojung, teman Soojung yang paling menjengkelkan. Temannya Soojung, padahal dia sangat tahu dengan keadaannya, tapi selalu mencoba mengenalkannya pada perempuan-perempuan-aneh, menurutnya.

“Kenapa kau kemari?” Tanya Kris

“Seperti biasa, mengajakmu kencan.”

“Kau perlu jawaban?” Tanya Kris mengejek menyilangkan tangan di dada.

“Tidak.” Yubi menggelengkan kepala. “Aku tahu oppa pasti akan mengatakan tidak. Sudah berapa ya, Hmm-“ Mata Yubi menerawang menggunakan jarinya untuk menghitung. “100. Kau sudah menolakku seratus kali, dan akan menjadi seratus satu kalau oppa mengatakan ‘tidak’ lagi sekarang.”

“Kau berlebihan, Yubi.” Konyol memang, tapi berhasil membuat Kris tertawa.

“Makanya ayo, kencan denganku, hmm?” Ujar Yubi membuat wajah memelas cemberut menggunakan aegyo, mengedipkan kedua mata.

“Aku tidak akan pernah jatuh pada aegyo-mu.” Kata Kris menggerakan telunjuknya di depan wajah Yubi dengan mantap.

Yubi melengos.

“Yubi..” Kris menggerakkan tangannya memanggil Yubi untuk mendekat yang dengan rela Yubi mendekat. “Kau ingin tahu kenapa aku selalu menolak kencan denganmu?”

Yubi mengangguk.

“Akan kuberi tahu rahasiaku.” Kris mendekatkan mulutnya ke telinga Yubi. “Aku. Gay.”

Yubi seketika mendelik, spontan menjauhkan telinganya dari Kris. Dia menatap Kris dengan tatapan tak percaya. Mencari kebohongan dan candaan dari kata-kata yang Kris ucapkan barusan, namun ekspresi Kris tidak menunjukan itu bukan main-main.

“Hahahahaha. Lucu.” Ujar Yubi datar.

“Kau pikir, aku akan percaya dengan omongan oppa barusan?” Yubi menggeleng main-main. “Aigoo.. Carilah alasan yang lain untuk menolakku.”

“Aku serius.” Sela Kris.

“Aku-tidak-percaya.”

Kris mendesah. “Terserahmu.” Lalu menegakkan tubuhnya meninggalkan kelas seni dan kembali ke galeri.

“Yah! Kris oppa, tunggu!” Kejar Yubi mengamit lengan Kris membuatnya berhenti.

“Pulanglah, aku sedang menunggu Soojung.”

“Apa?” Ujar Yubi terkejut. “Kau-kau mencoba mengambil Soojung unnie dari Minhyuk oppa?!” Sembur Yubi sembarangan.

“Apa maksudmu?” Tanya Kris mengerutkan kening. “Kau- Yah! Jangan mengambil kesimpulan yang tidak-tidak!” Kris menyentil dahi Yubi yang membuat Yubi meringis cemberut.

“Sakit, tahu.”Gumam Yubi mengusap-usap dahinya, memanyunkan bibirnya.

“Makanya jangan bicara sembarangan. Kau ini, kau mau aku tarik bibirmu itu-“ Belum selesai Kris berbicara, Yubi sudah duluan spontan menutup bibirnya dengan tangan dan mundur selangkah.

Yubi mendelik, menantang.

“Apa?” Tantang Kris balik.

Yubi menggeleng masih menutup bibirnya.

“Dengar, aku serius dengan ucapanku tadi. Jadi, seberapa besar usaha apapun yang kau lakukan, aku tetap tidak akan kencan denganmu.” Ucap Kris tegas.

Yubi mendesah, “Aku tetap tidak percaya. Lagi pula, mana ada orang yang akan mengatakan keburukan dirinya sendiri.” Kata Yubi tidak kalah tegas, tangan di pinggang menatap tepat mata Kris.

“Aku tidak mau kau menyesal, Yubi.” Papar Kris pelan.

Yubi berdecak. “Oh! Soojung unnie!”

Kris melihat ke belakang hanya menemukan sebuah tipuan, tidak ada Soojung, Yubi bermain licik. Saat itu juga secepat kilat Kris merasakan sebuah kecupan di pipinya. Perempuan ini.

“Yah! Lee Yubi!!!” Teriak Kris yang sudah melihat Yubi melarikan diri.

“Aku akan kembali oppa, byee!!”

“Aisshh.” Decak Kris kesal, walaupun tanpa sadar dia sudah mengulum senyum di bibirnya.

***

Soojung memutuskan untuk mampir ke café tempat dimana biasa kunjungi sebelum pergi ke galerinya. Dia lelah, marah, kecewa dan sedih. Semua perasaannya bercampur menjadi satu. Dia benar-benar tidak tahu kalau Minhyuk adalah orang yang sekasar itu. Haruskah dia menyesali pernikahannya? Tapi buat apa, ini sudah terjadi.

Soojung duduk di sudut café yang sulit terjangkau dengan pengamatan orang-orang, memandang satu objek yang menjadi penglihatannya. Dia melihat, tapi tidak benar-benar melihat, itu tatapan kosong, dan semua pertanyaan berputar di kepalanya.

Dia menarik nafas, bahkan aroma kue yang keluar dari pemanggangan di dapur yang sangat ia suka tidak bisa membuat pikiran dan perasaannya tenang. Dia selalu bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya, kata-kata kasar apa lagi yang akan dia dengar dari Minhyuk.

Dua hari, sudah dua hari ini dia seperti patung bergerak di rumahnya, tidak ada satupun yang bisa ia kerjakan selain melamun dan melihat Minhyuk yang datang dan pergi mengabaikannya. Dia melakukan kewajibannya sebagai istri, dia menyiapkan semua keperluan Minhyuk, semuanya. Dia tidak berharap banyak dari respon Minhyuk, dia hanya ingin Minhyuk melihatnya dengan tatapan lembut seperti biasa, bukan tatapan tajam ataupun kebencian. Soojung sangat yakin, pernikahan ini sengaja di buat Minhyuk untuk menyakitinya.

Minhyuk, Kang Minhyuk. Kenapa? Apa yang membuatmu sangat membenciku?

Sebuah ketukan lembut di meja berhasil membuyarkan lamunannya. Soojung mendongak dan mendapati Won Bin tersenyum dengan sebuah nampan berisi pesanan teh hijau miliknya.

“Maaf karena menghancurkan lamunan indahmu, Soojung.” Canda Won Bin.

“Tidak, kau tidak menghancurkannya ajusshi. Ini hanya lamunan biasa karena kau lama membawa pesananku.” Soojung membuat wajah cemberut, membuat Won Bin sedikit bersalah.

Keure? Kalau begitu, bagaimana kalau aku menebusnya dengan sebuah spaghetti krim keju?”

Soojung tersenyum kecut, berusaha terlihat ceria. “Aku hanya bercanda ajusshi. Tidak perlu seperti itu, kau akan bangkrut jika melayani pelanggan seperti itu.”

“Aku tidak akan bangkrut hanya karena sepiring spaghetti krim keju, Soojung.” Jawab Won Bin terkekeh.

“Aku tidak makan spaghetti, karena itu akan membuatku sedih dan mengingatkanku pada seseorang yang kurindukan.” Kata Soojung tersenyum, membayangkan orang yang penuh kehangatan yang tinggal dengannya dulu.

“Dilihat dari caramu berbicara, kau pasti sangat merindukannya. Orang itu sangat beruntung karena dirindukan perempuan secantik dirimu.” Won Bin tersenyum, mengendikkan bahunya main-main. “Ini teh mu, maaf aku tidak bisa menemanimu, ada yang harus aku urus di dapur.” Ucapnya menyesal.

Soojung mengangguk, “Aku juga tidak akan lama, aku ada janji dengan temanku.”

“Baiklah, selamat menikmati teh hijau mu, Soojung.” Ucap Won Bin mengedipkan matanya, lalu pergi menginggalkannya.

Soojung menarik napas dalam, dilihatnya keluar jendela lalu kembali menatap teh hijau di hadapannya. Harum khas dari teh hijau tidak bisa menahan keinginan Soojung untuk cepat-cepat menyesap tehnya.

Pahit.

Seketika Soojung teringat dengan rahasia teh hijau yang Won Bin ceritakan, semakin dalam merasakan pahit yang ada di teh hijau, semakin banyak pula kau akan menemukan keistimewaan dari teh hijau.

Rahasia.. Rahasia apa yang kau miliki, Minhyuk…

Soojung melihat ponselnya yang menyala di atas meja, dia melihat satu pesan dari Kris yang mengatakan kalau lelaki itu sudah menunggunya seakan mau mati.

Soojung terkekeh, sebelum menyesap menikmati teh hijaunya bersama aroma kue panggang yang tercium. Yang dia tidak tahu, bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya sejak dia meninggalkan rumah Minhyuk.

***

“Kris..”

Panggil Soojung lirih ketika dia sudah di depan pintu melihat Kris yang sedang menatap satu lukisan dengan coffee ditangannya.

Kris menoleh dan langsung mendekati Soojung meletakkan coffeenya di meja terdekat. Dia memberikan senyum tulus dan memeluknya hangat.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kris pelan, dia ingat ketika Soojung menangis menelponnya kemarin malam. Kris tahu, ada sesuatu yang tidak beres.

Soojung hanya menganggukan kepalanya di bahu Kris. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri saat di café, kalau dia tidak akan menangis kalau Kris menanyainya. Tapi, saat Kris memeluknya dengan perasaan saudara seperti ini, Soojung lemah, dia ingin menumpahkan semua perasaan sedih pada Kris dan menangis dalam pelukannya. Dan saat itu juga, air mata Soojung menetes dari sudut matanya.

“Apa yang terjadi, Soojung? Kau membuatku khawatir, kau menangis saat menelponku kemarin malam. Kau bahkan tidak berbicara apapun saat itu.” Tanya Kris setelah melepas pelukannya dan membawa Soojung ke sofa tempat dimana biasa pelanggan akan menunggu pemesanan lukisan.

“Dia bilang, dia tidak mencintaiku.. Dia bilang, dia menyesal menikah denganku..”

“Apa maksudmu, Soojung?”

“Dia berubah.. bahkan dia sangat kasar..”

“Kasar? Apa dia menyakitimu?” Tanya Kris mulai tak sabar.

Soojung mengangguk. “Dia menyakitiku dengan ucapannya.. Aku tidak mengerti kenapa dia bisa seperti itu, dalam sekejab semudah mengedipkan mata, aku tidak mengenal dia, dia bukan orang yang aku kenal saat pertama dia datang kemari.. dan aku yakin, Dia.. membenciku, Kris..” Soojung menutup wajahnya, dia menarik napas menahan tangisan.

“Ini mustahil..” Gumam Kris tak percaya. “Bagaimana bisa dia membencimu? Aku tidak percaya kalau dia membencimu Soojung, semua yang dilakukannya padamu termasuk saat kau cerita padaku kalau dia mencintaimu, semuanya terlihat tulus.”

“Tapi itu yang terjadi, Kris..” Soojung menatap tegas wajahnya. “Dia bahkan mengataiku perempuan licik yang akan mengambil hartanya..” Soojung menghela, “Bahkan menuduhku menjalin hubungan denganmu..”

Hati Soojung seperti teriris ketika dia mengingat kata-kata Minhyuk, tatapan kebenciannya seolah-olah Soojung adalah pembawa sial untuknya.

“Bajingan..” Desis Kris geram mengepalkan kedua tangannya. “Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu padamu, apa yang dipikirkannya?! Kau tidak mengatakan kalau aku-“

“Aku tidak punya kesempatan, Kris.” Ucap lirih Soojung. Menarik napas, “Dia selalu menyela kata-kataku. Aku benar-benar ingin mengatakan padanya, sungguh.. Aku benar-benar ingin mengatakan padanya kalau dia tidak perlu seperti itu, karena aku benar-benar mencintainya.. Apa yang harus aku lakukan?” Ucap Soojung serak menatap Kris sendu, menahan sesak di dadanya, kemudian dia memalingkan wajahnya ke arah lain saat air matanya yang ia tahan tak sanggup di bendungnya.

Soojung-ah..”

Hening.

“Ada sesuatu yang aku tidak tahu darinya, sesuatu yang membuat Minhyuk menjadi seperti itu, seolah-olah dia sengaja membuat pernikahan hanya untuk menyatiku.”

“Mwo?”

“Aku akan mencari tahu itu Kris, bantu aku.”

“Soojung-ah.. Kau tidak perlu meminta, aku akan selalu membantumu, tapi apa kau yakin, jika dia tahu kau menyelidikinya, kau akan-“

“Aku tidak akan membiarkannya membenciku tanpa aku tahu sebabnya, aku akan bertarung walaupun lawanku adalah orang yang aku cintai sendiri, Kris.”

“Minhyuk sungguh keterlaluan.” Kris menggeram marah, “Dia tidak seharusnya bersikap seperti itu padamu, ini sama saja kalau dia menghinaku. Kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri, Jungie, keluargaku. Kalau Minhyuk bersikap keterlaluan padamu, aku akan ikut campur Jungie, jangan melarangku. Harusnya aku menggagalkan pernikahan kalian kemarin, kalau jadinya seperti ini.”

“Tidak ada gunanya untuk menyesal sekarang. Kau tahu aku perempuan yang kuat, kan?” Ada nada tertawa paksa yang Soojung buat, berusaha tegar.

“Oh, Jungie..”

Kris menatap Soojung yang menahan tangisnya, dia tahu kesakitan yang Soojung tahan di dadanya. Sebagai sahabat dan seperti seorang kakak untuknya, Kris memeluk Soojung yang menangis dalam diam, tampak begitu rapuh dan lelah dengan kesakitannya. Mengelus punggungnya, berharap semua akan baik-baik saja.

Soojung menumpahkan semua tangisannya di bahu Kris, dia terisak sampai tenggorokkannya tercekat. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, merasakan sakit yang begitu menyesakkan dadanya. Dipeluknya Kris begitu kuat, berharap semua kesakitannya akan pergi, dia merasakan elusan lembut dipunggungnya yang berusaha menenangkannya. Andai saja-

“Oh, jadi ini yang kalian lakukan selama ini dibelakangku?”

Soojung menegakkan badannya spontan ketika mendegar suara dingin Minhyuk yang sudah berdiri beberapa dari tempatnya duduk. Dia menghapus sisa air matanya sembarang dengan punggung tangannya. Dia berdiri.

“Minhyuk-“

“Apa? Kau ingin menyangkal kalau kau tidak ada hubungan apa-apa dengannya? Kau pikir aku buta?” Ucap Minhyuk sengit. Tebakannya benar, saat Minhyuk pulang ke rumah dan Soojung tidak ada di rumah, dia berpikir bahwa Soojung akan kemari dan mengadukan semuanya pada Kris, dan sekarang dia mendapatkan mereka berdua berpelukan membuat kemarahannya semakin menyulut.

“Minhyuk, ini tidak seperti-“

“Diam Soojung, kau tidak perlu menjelaskan apapun. Karena kau akan selalu berbohong dan berbohong untuk melindunginya, kau selalu mengatakan kalau kau tidak ada hubungan apapun dengannya, aku muak hanya karena masalah kecil, lalu kau berlari kemari bahkan memeluknya di depanku.”

“Masalah kecil katamu, kau menyakitinya Minhyuk!” Kris ikut berdiri merasa terbakar dengan kata-katanya.

“Aku sedang berbicara dengan istriku!! Bukan kau!” Minhyuk melotot marah kearah Kris, lalu berganti melihat Soojung dan menarik tangannya kasar. “Ayo pulang.”

Soojung meringis kesakitan merasakan pengetatan pegangan Minhyuk di pergelangan tangannya. “Minhyuk, sakit.”

Minhyuk tak mendengarkan rintihan Soojung, memohon untuk melepaskannya. tapi Minhyuk seperti biasa, dia tuli untuk kesakitan Soojung. Dia tetap menyeret Soojung keluar dari Galeri membawanya ke mobil. Soojung melihat Kris kebelakang yang sudah mengepalkan tangannya emosi yang mulai berjalan tiba-tiba terhenti, dan tanpa Soojung tahu, tubuhnya menabrak punggung Minhyuk yang juga tiba-tiba berhenti di depannya.

Soojung bisa melihat perubahan ekspresi Kris yang terkejut. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke depan, dan betapa terkejutnya dia melihat lelaki yang berada di hadapan Minhyuk, dengan tatapan tajam penuh amarah seperti Minhyuk, tangan terkepal dan rahang yang mengeras. Kapan dia kembali?

“Doojoon oppa..”

***

Doojoon yang berdiri di samping pintu sudah tak tahan mendengar cerita Soojung yang di sakiti Minhyuk. Bajingan, dia mengutuk sepupunya saat itu juga. Lelaki itu berbohong padanya, mengatakan kalau dia benar-benar mencintai Soojung, beraninya dia mengatakan kalau lelaki itu mencintai Soojung dengan tampang tak berdosanya, bersinar seperti dia benar-benar menemukan belahan jiwanya. Tapi apa sekarang, semua itu hanya bullshit sialannya, dia tidak membiarkan ini berlangsung.

Tunggu. Soojung bilang ada sesuatu yang dia tak tahu kenapa Minhyuk berbuat seperti itu, Doojoon juga tak tahu apa maksudnya. Pernikahan mendadak tanpa memberitahunya, sudah benar-benar membuatnya curiga. Dan kecurigaannya terbukti sekarang.

Doojoon yang terluka karena merelakan cintanya untuk sepupunya, benar-benar membuatnya marah. Setelah dia berbicara dengan Minhyuk di kantor tadi siang, Doojoon berencana untuk menemui Soojung untuk terakhir kalinya dan memberinya selamat atas pernikahannya. Ketika Doojoon sampai depan rumah Minhyuk, dia melihat Soojung yang lesuh dan terburu-buru keluar dari rumah, itu aneh, jadi dia mengikuti Soojung dari rumah, ke café dan ke galeri. Dia ingin menonjok wajah Minhyuk saat dia membentak Soojung saat itu juga, namun dia menahan emosi karena akan menyebabkan masalah, jadi dia hanya menunggu Minhyuk keluar.

“Ini yang kau sebut..jatuh cinta?” Tanya Doojoon penuh amarah.

“Aku rasa kebohonganku sudah terbongkar. Haruskah kuucapkan selamat?” Balas Minhyuk tersenyum sengit.

“Kau bajingan Minhyuk, bagaimana bisa kau semudah itu mengatakan kebohongan tentang cintamu, kau berkata seolah-olah kau adalah orang yang paling suci.”

“Aku hanya berkata, dan kau percaya. Mudah, bukan?” Minhyuk tersenyum simpul lagi. Lalu merubah ekspresinya dengan wajah dingin, menatap tegas, berkata. “Ini tidak ada urusannya denganmu, Hyung. Jadi, hanya minggir dan beri aku jalan untuk membawa pulang istriku.”

“Istri?” Desis Doojoon geram, “Seorang wanita yang kau sakiti tidak berhak kau sebut sebagai istrimu.”

Minhyuk menjilat lidahnya, dia terkekeh. “Lalu siapa yang berhak, kau?” Doojoon merasa amarahnya benar-benar sampai puncak kepalanya. “Jangan bermimpi.” Ucap Minhyuk tegas, melotot kearahnya.

Kemudian satu pukulan keras tepat mengenai sisi wajah Minhyuk, membuat Soojung memekik takut. Doojoon sudah tidak bisa menahan emosinya, dia benar-benar ingin menghabisi sepupunya saat itu juga.

Minhyuk meringis, mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya, lalu membalas pukulan Doojoon yang lebih keras ke wajahnya hingga tubuh Doojoon sedikit terpental kebelakang.

“Oppa!!” Teriak Soojung dan spontan ingin mendekati Doojoon namun segera di tarik Minhyuk menjauh. Minhyuk menyeretnya, memaksanya masuk ke dalam mobil. Minhyuk tidak tahu, kalau reaksi Soojung pada Doojoon membuat kemarahan Minhyuk bertambah.

Minhyuk meludah, menatap Doojoon untuk terakhirnya kalinya, “Jangan pernah mencampuri urusanku, Hyung.”

“Aku tidak bercanda, ketika aku berkata untuk mengambilnya darimu.”

“Lakukan apapun yang kau bisa.” Balas Minhyuk menantang Doojoon sebelum benar-benar pergi meninggalkan mereka.

***

Minhyuk memakirkan mobilnya di depan pintu begitu saja, dia langsung turun dan membuka sisi pintu lainnya menarik Soojung keluar. Soojung meronta untuk melepaskan pegangan Minhyuk, namun Minhyuk hanya menariknya dan terus menariknya sampai memasuki rumah besar itu.

Sampai Soojung mengarahkan semua kekuatan untuk melepaskan pegangannya, dia mengehentakkan tangannya kuat yang akhirnya terlepas dari genggaman Minhyuk. Soojung meringis, memegang tangannya yang sudah memerah seperti kepiting rebus yang baru masak.

“Kau tuli atau apa?!” Teriak Soojung marah.

“Kau berani berteriak padaku, hah!!” Balas Minhyuk maju selangkah yang membuat Soojung mundur ketakutan.

“Kau tak punya hati, kau tak punya perasaan.” Desis Soojung pelan. “Kebencianmu yang tak beralasan benar-benar membuatku yakin, kau bukan manusia.”

“Kau menjalin hubungan dengan Kris!”

“Aku tidak ada hubungan apapun denganya!! Dan itu tidak akan pernah terjadi!! Dia Gay!!” Teriak Soojung frustasi, dia tak tahu harus berbuat apa lagi untuk membuat Minhyuk mempercayainya.

Disisi lain, Minhyuk terjerat kaget. Diam sejenak lalu menatap Soojung serius, merubah ekspresi dinginnya. “Alasan yang bagus, Soojung.”

“Aku bersumpah!!” Dan kali ini Soojung tidak bisa menahan tangisannya, air matanya mengalir begitu saja dari sudut matanya. “Kris adalah sahabat, dia seorang kakak untukku, dia keluargaku. Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya padaku.. Aku hanya mencintaimu, tidak ada yang lain.. Kalaupun ada, itu pasti kau..” Papar Soojung hampir berbisik, air matanya terus mengalir tanpa sanggup ia bendung, dadanya juga terasa sesak dan sakit melihat yang menyakitinya adalah suaminya sendiri.

“Kenapa kau membenciku? Apa yang membuatmu seperti ini?” Lanjut Soojung lirih, menunduk. Dia terisak dalam diam, yang membuat tenggorokannya tercekat.

Minhyuk bergerak dan sedikit mengulurkan tangannya tanpa sadar untuk menggapai Soojung. Ada sengatan yang mengenai jantungnya untuk melihat Soojung seperti ini. Namun ketika bayangan kakaknya Minkyung melintas di pikirannya, dia segera menegakkan tubuhnya kembali.

“Jangan menggunakan air mata bodohmu didepanku, Soojung.” Katanya dingin. “Saudaramu.. kau hanya memiliki satu saudara, dan itu bukan Kris.” Gumam Minhyuk sinis.

“Kau-bagaimana kau tahu?” Soojung mendongak, menatap Minhyuk kaget. Dia sangat yakin, kalau dia tidak pernah bercerita kalau dia memiliki saudara pada Minhyuk.

“Kau tidak perlu tahu.” Katanya tajam, lalu Minhyuk kembali menarik tangan Soojung kuat, membiarkan Soojung yang masih bingung dalam pikiran sendiri.

“Minhyuk lepaskan!”

Minhyuk tak memperdulikan rintihan Soojung, hatinya seperti sudah tertutupi oleh kegelapan. Dia terus menyeret Soojung menaiki tangga menuju kamar Soojung.

Minhyuk membuka pintu kamar Soojung dan menghempaskannya ke dalam. “Mulai sekarang, kau tidak akan bisa keluar tanpa persetujuan ku.” Lalu pintu ditutup sekuat mungkin hingga menimbulkan suara bergema ke sekitar rumah.

Soojung panik saat mendengar Minhyuk mengeluarkan kunci dan menguncinya dari luar, dia menarik kenop pintu dan menggedor pintu dengan kuat. Dia tidak boleh terkurung dalam kamar, kalau dia terkurung dalam kamar, dia tidak bisa melakukan apapun, dia tidak bisa menemukan apapun yang membuat Minhyuk membencinya, dia tidak akan bisa membawa Minhyuk kembali seperti dulu, jika dia terkurung dalam kamarnya sendiri.

“Minhyuk buka pintunyaa!! Kumohon..” Soojung menggedor pintu sekuat tenaga berulang kali. Dia menggedor pintu, terus dan menerus, sampai dia lelah dan merosot jatuh kelantai sembari terisak pelan.

Minhyuk menatap pintu kamar Soojung lama, dia berdiri disitu sampai teriakan Soojung perlahan menghilang. Dia mengatakan pada dirinya sendiri, ini sudah benar, Soojung berhak atas ini. Tapi ada sesuatu yang selalu mengganjal di hatinya kalau dia melihat Soojung menangis didepannya.

Suara dering telepon menyadarkannya dari lamunan, dia mengambil telepon dari saku dan melihat Jungshin memanggilnya. Minhyuk mengangkatnya, dan tanpa sapaan apapun Jungshin langsung berkata,

“Minhyuk, dia…sekarat.”

Minhyuk menggantung teleponnya, dia mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, dia tidak perlu bertanya, karena Minhyuk tahu ‘dia’ yang dimaksud Jungshin itu siapa.

Orang yang membuat dia, menjadi seperti ini.

To Be Continue

Haloooo!!

Aku kembali, maaf lama update, hahaha.

Aku melihat komentar dan banyak yang benci sama Minhyuk, sesungguhnya dia adalah orang yang baik, hanya waktunya belum mengizinkannya jadi baik. Hahaha. Ah, banyak juga yang nanya dari mana ff ini terinspirasi, kan. Baiklah, ff ini terinspirasi dari novelnya mbak Santhy Agatha dari tema colorfull of Love yang berjudul Pembunuh Cahaya. Aku suka karangan dia, juga pasti banyak yang tahu mbak Santhy dong, kalaupun kalian gak dapat novelnya, mbak Santhy yg baik juga publish karyanya di blognya sendiri juga di akun wattpadnya.

Oh iya, jangan mengatakan kalau saya hanya mengganti nama dari novel aslinya, itu sama saja secara langsung juga mengatakan kalau saya meng-copypaste darinya, yah, saya memang mengambil adegan dari novel mbak santhy karena ini adalah ff terinspirasi dari novelnya, saya masih ingin mempertahankan keaslian cerita untuk awal cerita. Saya menggunakan gaya tulisan saya sendiri untuk ff ini, kalian bisa melihatnya sendiri, dan seperti yg aku katakan di awal, saya menggunakan jalan cerita saya sendiri dengan topik yg sama balas dendam.

Maaf, untuk ngoceh yang kebanyakan, hahaha.

Aku masih akan melanjutkan ff ini, apakah masih ada yang menunggu?

Thank you so much🙂 , jangan lupa komentarnya..

Sampai jumpa update berikutnya..🙂

38 responses to “[Chaptered] Venom (Part III)

  1. kak kapan nih lanjutannya dari ff venom ini? sayang loh kak kalau gak dilanjutin,dan juga aku bacanya ngebut loh kak,kasian readers nya juga loh kak kalau nunguin lama lanjutannya🙂 ya ampun jahat banget si,min hyuk oppa,ke soo jung eonni,apa coba salahnya soo jung? dan juga aku masih ngak ngerti kenapa min hyuk benci banget sama soo jung?

  2. Penasaran ama nih ff…
    Emang segitu bencinya minhyuk ke soojung…
    Sanggup nggak sih soojung bertahan?
    Thor lanjutin ffnya dong?

  3. Pingback: [Chaptered] Venom (Part IV) | FFindo·

  4. Halooo terima kasih atas komentarnyaaa.. thakyouuu so much🙂
    makasih juga uda mau nungguin yg ngaret ini.maaf ya lama..
    part selanjutnyanyaa sudah ada..
    terima kasih🙂

  5. Minhyuk parah ya, rasanya gemes gitu ingin ngegigit minhyuk oppa. demi Apapun kasian Soojung -.- dia yang dimaksud kan kang minkyung kah? terus apa hubungannnya Soojung dan minkyung? jangan bilang ini ada hubungannya sama kakak Soojung yang tadi disebut? hemmm, jadi penasaran😦

  6. Minhyuk kenapa kamu semangkin geselin. Orang yang gikuti kris sama soojung itu doojoon kah? Apa kris bakal di singkirin ? Adwee gak boleh.apa hubugan soojung sama minkyung? Apa ada hubugan dengan kaka soojung?

  7. Anjirrr , jhat bgt si minhyuk..
    Sbenernya balas dendam apaan sih minhyuk ama soojung..
    Kan soojung gatau apa.apa.. dan itu apalagi, katanya soojung ada saudara.. apa mungkin minkyung saudaranya..
    Omegot.. makin pnasaran gueekk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s