[Ficlet] Mine!

Mine-Poster

short fiction by. bebhmuach

Credit Poster → NAA_NIING @ Korean Fanbase Fanfiction

 

Kim Namjoon [BTS] || Claire Jung [OC]

 

Ficlet || Romance, Brokenheart, Angst || PG-17

 

I OWN THE PLOT!!

Happy reading^^

.

You must be mine!

.


 

Lembayung tergores kelam, menjelajah anganku pilu. Anganku tak pernah berhenti bersajak tentangnya. Rona mata yang indah setiap ku menatapnya, penuh gairah sedikit tersirat getar rasa disana.

 

Ya, sedikit.

 

Saat bibir manis itu mengucap janji, “Aku akan datang padamu, Claire. Tunggulah aku.”

Aku selalu setia menantimu.

 

Dinginnya malam membawa khayalanku kian pasti. Kugantung impian dan asaku bersama janjimu.

Kupercaya janji, seperti ku percaya terbitnya matahari esok pagi.

 

Sayang, mimpi hanyalah mimpi. Semudah janji itu terucap, semudah itu pula janji terlupakan. Kini segala rasa harus padam.

Aku bagai cangkang kosong saat kau membuat penantianku berbuah pahit.

 

Itu tak bisa kumaafkan!

 

Eung—” pria bersurai keemasan itu melenguh.

 

Bahkan dalam keadaan setengah sadar, paras tampannya tak habis terkikis. Sekali lagi, hati ini kembali terjatuh dalam pesonanya.

 

“Hi, Joon.” sapaku.

 

“Si— siapa kau?” tanyanya lirih.

 

“Claire, Joon. Kau ingat aku?”

 

Jawab iya, Namjoon! Atau setidaknya, mengangguklah! Aku berharap kau mengingatku beserta luka yang kau torehkan.

 

“Claire? A—pa yang kau lakukan huh?” Namjoon mencoba menggerakkan tubuhnya yang sangat lemah itu –tapi gagal. Ia kembali terduduk lesu bersandar pada dinding.

 

“Ngomong-ngomong aku lelah menantimu, Joon.”

 

Aku menikmati tiap gerakan gundahnya, tak ada yang boleh terlewatkan. Eksistensi pemuda Kim di hadapanku ini terlalu berharga dilewatkan meski barang sekejap.

Kini bola matanya tertuju padaku, kami beradu pandang. Kukunci manik hazel miliknya dengan obsidianku. Ya, seperti ini. Teruslah seperti ini karena aku menyukainya. Aku sangat menyukainya saat mata itu tertuju padaku –hanya untukku.

 

“Apa maksudmu, Claire? A—pa yang kau lakukan? Dan dimana ini?”

 

Semua rentetan pertanyaan menyeruak dari bibir tebalnya –salah satu bagian tubuh favoritku dari sekian banyak pesona yang Namjoon miliki. Benda kenyal itu pernah membubuhi kecupan manis pada bibirku. Tetapi tetap saja tak dapat membuatku menjangkau hatinya.

 

“Kau tak pernah datang padaku, Joon. Kau bohong! Kau malah pergi dengan wanita lain setelah kau bisa mendapatkan semuanya.” Kudekatkan wajahku kehadapannya. “Ketenaran huh? Kau juga melupakan buah cinta kita, ngomong-ngomong.” senyum tipisku mekar mencelanya.

 

“Apa?”

 

Ckckck, kau lupa? Perlukah kuingatkan malam indah yang kita nikmati bersama saat itu?

 

Kuraih lengannya untuk mengusap perutku yang sudah membesar. Aku bisa merasakan hangat tangan besar itu menyentuh perut besarku meskipun terhalang kain katun ini.

 

Kau bisa merasakannya, nak? Lengan ayahmu begitu kekar kan?

 

Napasnya yang tersengal terdengar tak berirama dan binar matanya seakan menyeretku untuk kembali terhanyut dalam pesonanya.

Oh, sial! Dia terus saja menggerogoti hatiku dengan parasnya.

Sayang, aku tak mau kembali jatuh kedalam lubang yang sama. Sayang, aku harus mengakhirinya.

 

Kutangkup rahang kekarnya dan mendekatkan bibirku didepan telinganya.

“Kau pernah berjanji akan datang padaku kan, Joon?” bisikku.

 

Kim Namjoon pemuda pujaanku yang lama menghilang dari rengkuhan dan pergi jauh melupakanku –juga sesuatu yang hidup didalam perutku.

 

Kuletakkan sebilah pisau didepan dada kirinya. Ia mulai gelisah, kentara sekali dari gerak refleks menghindarnya. Tapi apa daya seluruh tubuhnya melemah. Aku tahu racun yang kusuntikkan beberapa waktu lalu telah menyebar ke seluruh tubuhnya.

 

Kukecup lembut bibirnya, membawa khayalanku kembali ke masa dimana cumbuan itu membuatku menjadi wanita paling bahagia.

“Aku tak suka kau bersama wanita jalang itu, Joon.”

 

“Kau harus menjadi milikku seorang.” bisik mesraku bersamaan dengan tenggelamnya pisau yang menikam jantungnya.

 

 

End.

 

Mind to review?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s