[Sugary Love] 2nd : Brownie

BrownieBrownie

a fiction by ettaeminho

[VIXX] Hyuk aka Han Sanghyuk & [Red Velvet] Joy aka Park Sooyoung

Slight : [VIXX] Leo aka Jung Taekwoon

Genre : Romance, Fluff | Rating : G | Duration : Ficlet

Previous : 1st Macaron

Disclaimer : Just own the story belongs to my stupid imagination. So, don’t copy or re-publish without any credit or permission !!

 

– Ettaeminho Storyline © 2015 –

_ _ _

Cinta itu tertuang dalam sepotong kue brownie.

_ _ _

Lonceng kecil yang sengaja dipasang di pintu kembali berbunyi. Suara dentingannya membuat pemuda itu tersenyum, lalu sedikit menundukan kepala—sebagai ucapan selamat datang. Dia kembali lagi, melangkah riang melewati pintu kecil dan juga beberapa meja yang telah tertata rapi seperti biasa. Dengan kaus panjang berwarna abu-abu dan rok rimpel putih gading selutut, membuatnya terlihat manis. Rambut hitam panjangnya kali ini dibuat sedikit bergelombang di bagian bawah—semakin menambah apik aura yang dipancarkan. Tanpa riasan di wajahpun, gadis itu masih terlihat cantik. Kecantikan yang natural.

Sesekali ia melihat sekeliling ruangan, senyumnya merekah ketika matanya menangkap tempat kosong di dekat jendela—yang merupakan tempat favoritnya. Bahkan, kadang ia menelpon café itu hanya untuk bertanya apakah ada meja kosong di dekat jendela atau tidak. Dan ketika ada jawaban ‘ya’, nada suaranya akan berubah menjadi lebih ceria.

Pemuda bersurai kecokelatan kembali tersenyum cerah. Tatapannya hanya tertuju pada gadis yang kini tengah memandang keluar, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang dengan gaya fashion mereka yang berbeda-beda. Han Sanghyuk—pemuda itu kini memandang Taekwoon yang tengah membuatkan pesanan untuk pelanggan, seolah ingin mengatakan sesuatu. Taekwoon hanya terkekeh pelan. Tanpa perlu dikatakan, ia sudah mengetahui maksud dari tatapan tersebut.

Dalam hitungan detik, Sanghyuk melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu—pelanggan tetap café mereka. Sanghyuk tentunya tahu benar apa yang akan gadis itu pesan. Sepotong kue brownie tiramisu. Sanghyuk tahu, karena dialah yang selalu melayani pesanan gadis tersebut.

Kalian tahu, senyum menawan seorang Han Sanghyuk mungkin mampu membuat semua gadis yang ada di café itu bertekuk lutut di hadapannya. Namun, pada kenyataannya senyum menawan pemuda tersebut hanya diperlihatkan kepada satu orang. Dan dia adalah gadis yang diketahui bernama Park Sooyoung.

Tak perlu banyak rangkaian kata untuk mengatakan apa yang tengah dialami pemuda  tersebut. Jatuh cinta. Ya, pemuda itu jatuh cinta. Sesederhana itu.

Han Sanghyuk adalah pria tertampan sekaligus terbodoh yang pernah ada. Ia mendekati seorang gadis tanpa tahu siapa namanya, atau—minimal—apa marganya. Jika kalian melihatnya, maka kalian akan sependapat bahwa he looks like a stalker. Tersenyum jika pandangan mereka bersirobok. Kembali ke kasir, lalu mencuri-curi pandang ke arah gadis itu sambil menopang dagunya dengan tangan kanan. Sementara tangan kirinya yang bebas memainkan kain lap yang berada tak jauh darinya.

Secara otomatis Taekwoon merapatkan tubuhnya dengan tubuh Sanghyuk, meminimalisir jarak di antara mereka. Pemuda berparas tampan itu mendekatkan wajahnya, lalu membisikkan sesuatu, “Apa kau tidak ingin mengenalnya, hm?”

Kepala Sanghyuk tersentak ke belakang, tangan kanannya yang semula ia gunakan untuk menopang dagu serta tangan kirinya yang sejak tadi memainkan lap, kini beralih menutup wajahnya yang tampan. Malu. Sementara Taekwoon hanya tertawa, dan tangannya terangkat menepuk-nepuk pundak Sanghyuk yang kini bisa ia rasakan sedikit gemetar. Gugup.

Akhirnya, Taekwoon memberi tahu semua identitas gadis itu, mulai dari marga hingga hobinya sebelum Sanghyuk bertanya, “Hyung tahu dari mana?” dan Taekwoon hanya menjawab, “She is my cousin Sanghyuk-ie. Sorry, I didn’t tell you first!”

Sanghyuk menurunkan kepalanya, merenggangkan jemarinya. Kedua bola matanya yang cemerlang mengintip dari sela-sela jemari yang menutupi wajah.

Taekwoon pikir awalnya Sanghyuk akan menjawab seperti, “Mengapa hyung tidak memberitahuku?” atau reaksi semacam ia memprotes karena pria yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri tak pernah mengatakannya sejak awal. Namun respon yang Sanghyuk berikan hanya, “Sooyoung…nama yang bagus, bukan?

Hanya itu. Lurus. Polos. Murni. Tanpa alasan. Tanpa tendensi.

Dan sekali lagi, kata cinta sudah mulai bekerja dalam fungsi otaknya.

.

.

.

Hyung,…” Suara manis Sanghyuk kembali tedengar setelah beberapa saat—hanya sesaat—menghilang dan hanya menyisakan keheningan yang begitu sepi.

Hm?” Taekwoon hanya menjawab seadanya tanpa melihat ke arah Sanghyuk.

“Woon-ie hyung…” Sanghyuk berseru seraya menarik-narik lengan kemeja yang tengah Taekwoon kenakan. Sanghyuk membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, namun tidak ada kata yang bisa keluar, membuat pemuda itu mengatupkan mulutnya. Kemudian membukanya lagi, lalu mengatupkannya kembali.

Dengan sabar dan perlahan Taekwoon mencoba menuntunnya untuk mengucapkan apa yang ia inginkan.

Ne, Sanghyuk-ie?”

Pemuda itu menghela napas, “Ia minta brownie. Bisakah hyung membuatkannya untukku? You know I can make it. But, please make it perfect for me…” pintanya pelan. Dan jelas, permintaannya kali ini ditunjukkan untuk Sooyoung.

“Untuk Sooyoung?”

Tanpa kata, Sanghyuk hanya mengangguk malu.

“Sanghyuk, listen to me. This is your first time to serve her with your own dishes. Let’s make it perfect, with your love, get it? Let your love lead the way.” Taekwoon menepuk-nepuk bahu pemuda itu, memberinya dorongan dan keberanian.

Ia tersenyum kecil, “Terima kasih, hyung. Kau adalah hyung terbaik di dunia ini.

.

.

.

“Ini pesananmu, selamat menikmati.” Ujar Sanghyuk sembari meletakkan pinggan plastik berisikan sepotong brownie pesanan gadis itu.

Sooyoung hanya membalas pemberian sepotong brownie dengan sebuah senyum kecil, dan Sanghyuk pun membalasnya dengan anggukan pelan. Tak lupa menyisipkan senyum manisnya. Meski tak terkatakan, mereka tahu senyum dan anggukan kecil itu adalah ucapan saling berterimakasih antara mereka berdua. Ucapan yang sebatas ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’ tersebut hanya tertuang dalam reaksi kecil mereka.

Tangan kecil Sooyoung yang hendak menyicipi brownie tersebut terhenti, kendati obsidian miliknya beradu dengan jajaran huruf yang tertera di atas brownie nya. Sepatah kata sederhana bertuliskan ‘Aku mencintaimu.

Perantara dari semua hal kecil memalukan itu hanya satu, brownie. Dan cinta dalam sepotong brownie—yang mewakili setiap perasaan masing-masing.

.

.

.

-fin

 

 

A/N :

Han Sanghyuk… sini aku culik! Aaaaa~

HyukJoy couple… aaa.. my fav OTP.. /mendadak heboh/

Ga tau kenapa aku gemes sama Sanghyuk dan Sooyoung disini.. duh mereka berdua tuh ya emang suka bikin geregetan /apa ini/

Maafkan aku kalo makin kesini ceritaku makin ngawur.. hhuhuhu

Kutunggu feedback dari kalian❤

3 responses to “[Sugary Love] 2nd : Brownie

  1. Adudududuh hyuk manisnyaaaa~ hmm bisa aja, cara ngungkapinnya ituloh~
    Bayangin gimana reakainya si joy ahaha
    Nice story! Suka banget

  2. Pingback: [Ficlet] Sugary Love : Fortune Cookies | BTS Fanfiction Indonesia·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s