Let Me Do This Part 4 END

Let Me Do This Part 4 END

Sparkdey || PG-17 || Friendship, Romance

Cast : Oh Sehun EXO, Jung Krystal Fx

SupCast : Find by yourself kkk~

Note      : FF ini sebelum di posting ke sini (jeda 5 menit) sudah di posting di blog saya ya^^~ mian kalo ceritanya kurang seru, kurang greget, kurang waw >.< maaf juga baru mulai posting lagi L huft semoga kalian suka ya sama FF author kali ini hihiw, jangan lupa RCL nya xD http://sparkdey.wordpress.com/ dan terima kasih buat yang sudah memberikan apresiasinya melalui like dan comment hihi, tapi author tidak patah semangat untuk terus berkarya~~ lets read and happy reading^^~

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 ||

Cerita sebelumnya…

“Sudah ku bilang bukan? Pergi kau Oh Sehun!” jawab Krystal yang terus berjalan meninggalkan Sehun.

“Aku ke sini untuk mengajakmu pulang bersamaku. Bukan membuat mood mu rusak” jelas Sehun yang terus mengejar langkah Krystal.

“Tapi kau telah membuat mood ku rusak, Sehun-ah. Ku harap kau pergi dari hadapanku sekarang juga” tegas Krystal.

“Aku tidak mau. Ayo pulang bersamaku” Sehun menghalangi jalan Krystal.

“Pabo! Aku tidak akan percaya kata – katamu soal sunbaenim tadi dan jangan pernah menyebutnya sunbaenim brengsek di hadapanku, Oh Sehun” jelas Krystal yang mendorong Sehun menggunakan pundaknya untuk pergi dari hadapan Sehun saat ini.

Sehun mengeluarkan raut wajah yang kecewa. Kecewa karena Krystal memilih lebih percaya pada Donghae sunbaenim daripada percaya pada dirinya yang sudah jelas dari kecil terus menemani Krystal.

‘Ya Tuhan aku harus apa? Aku sakit. Aku hancur’ batin Sehun.

*Sehun POV*

‘Ya Tuhan aku harus apa? Aku sakit. Aku hancur’ batinku.

Aku berjalan menelusuri jalanan menuju parkiran mobilku. Aku tidak berhasil membujuk Krystal untuk pulang bersamaku dan dia lebih memilih pulang dengan menaiki kendaraan umum. Aku khawatir dengan keadaannya. Aku tahu dan aku sadar aku telah salah berbicara seperti itu tadi. Aku sendiri tahu bahwa Krystal sangat menyukai sunbaenim brengsek itu, Donghae sunbaenim.

Aku masuk ke dalam mobilku dan berdiam sementara. Kedua tanganku memegang stir mobilku.

“Haahhh” dengusku kecewa.

Aku melajukan mobilku ini menuju rumah dan berharap Krystal sudah sampai di rumahnya dengan selamat. Sunyi sepi di dalam mobilku karena aku tidak menyalakan radio ataupun lagu di sini. 30 menit kemudian aku sudah sampai di rumah, memarkirkan mobilku dan masuk ke dalam kamar.

Aku melihat keluar jendelaku dan lampu kamar Krystal belum juga menyala. Aku hanya bisa berharap dia dapat sampai di rumah dengan selamat karena aku tidak berhasil mengajaknya pulang bersamaku. Aku menjadi ngantuk karena aku sudah lelah untuk hari ini.

DRRTT DRRTT DRRTT…

Ponselku berbunyi dan aku langsung terbangun dari tidurku. Aku melihat siapa yang menelfonku saat ini. Krystal pabo. Aku langsung membuka mataku dan menjawab telfon darinya itu.

“YAA! EODISEO??!” teriakku di telfon.

“Kau tidak usah berteriak, pabo!” jawabnya di sana.

“Syukurlah. Eodiseo?” tanyaku lagi dengan perasaan lega.

“Aku di depan kamarmu. Pintu kamarmu di kunci namun pintu rumahmu tidak di kunci” jawab Ital.

Aku terdiam sejenak. ‘Sejak kapan pintu kamarku terkunci?’ batinku.

“Ah chakkaman ne, akan aku bukakan” jawabku yang langsung mematikan telfonnya.

Aku berjalan menuju pintu kamarku dan aku langsung membuka kunci nya lalu pintunya. Aku melihat Krystal basah kuyup dan aku baru merasakan bahwa di luar sana sedang hujan deras. Aku langsung memeluk Krystal yang basah dan sedikit menggigil itu.

“Syukurlah kau pulang dengan selamat” kataku senang sambil memeluknya.

“Mianhae…” kata Krystal di dalam pelukanku dan dia membalas pelukanku bahkan lebih erat.

“Sudahlah kau tidak bersalah, aku yang salah karena sudah membuatmu kecewa seperti tadi. Sekarang cepat kau mandi, aku akan menyiapkan handuk dan bajunya. Tidak apa kan kau memakai bajuku?” tanyaku lembut sambil menepuk – nepuk punggungnya pelan dengan tujuan menenangkannya.

“Kau tidak marah padaku kan, Sehun-ah?” tanyanya lagi.

Aku melepas pelukanku pada Krystal, kini aku memegang wajah Krystal dengan kedua tanganku lalu menatapnya focus dalam – dalam.

“Ani, aku tidak pernah marah padamu ataupun kesal padamu. Ya walaupun terkadang kau sangat mengesalkan, tapi aku tidak pernah merasa kesal padamu. Mianhae, jeongmal mianhae jika aku selalu memaksakan kehendakku untuk memintamu terus mempercayaiku dan harus ikut bersamaku. Aku tau aku salah dan aku egois jika aku melakukan itu padamu. Mulai sekarang aku tidak akan memaksakan kehendakku padamu, Ital-ya” jelasku panjang lebar.

Krystal menatapku dalam dan aku melihat Krystal menahan tangisnya.

“Nae gwenchana. Uljima ne” kataku menenangkannya sambil mengacak rambutnya pelan.

Krystal hanya mengangguk pelan lalu kembali memelukku.

“Gomapta, Sehun-ah. Kau selalu tau apa yang aku butuhkan” kata Krystal.

“Ne. sekarang cepat kau mandi, aku jadi ikutan basah karenamu!” kataku sedikit meledeknya.

“YAA!! Kau ini… aish jinjja” aku melihat Krystal menjadi sedikit kesal padaku dan aku senang karena inilah Ital yang aku kenal.

*Krystal POV*

Kini aku berada di dalam kamar mandi di kamarnya Sehun. Kau tahu apa alasanku datang ke sini dan bukan ke rumahku? Pertama, aku ingin meminta maaf pada Sehun atas perilaku ku tadi saat dia berusaha untuk mengajakku pulang bersamanya. Dan yang kedua, aku kehilangan kunci rumahku. Sepertinya aku kehilangan kunci rumahku saat aku tergesa – gesa mengeluarkan dompet saat ingin membayar taxi untuk menuju sebuah kafe dekat rumahku dan Sehun ini.

15 menit kemudian aku keluar dan masih dengan pakaianku yang basah kuyup itu. Aku datang menghampiri Sehun yang sedang asyik membaca majalah sport itu.

“Sehun-ah, bolehkah aku meminjam kaos milikmu?” kataku dengan hati – hati.

Sehun hanya menatapku dengan tatapan bingung. “Huh?” jawabnya.

“Yaa!! Aku ingin meminjam kaos milikmu… apa itu salah?” jawabku.

“Ani” jawabnya singkat dan langsung pergi meninggalkanku.

“Mianhae ne, aku tidak punya hotpants, jadi tidak apa kan kalau aku memberikan boxerku?” tanyanya seraya memberikan kaos warna hitam dan boxer berwarna coklat.

“Umh gwenchana, gomapta Sehun-ah” jawabku sambil menerima kaos dan boxer itu.

“Pali ganti bajumu dan buatkan aku makanan. I’m hungry, you know?” perintahnya.

“Neee” jawabku sambil pergi meninggalkannya.

Selesai aku mengganti pakaianku, aku langsung pergi menuju dapur rumah Sehun.

“Hmm… aku akan masak apa eoh?” tanyaku pada diriku sendiri.

Aku membuka lemari dapur Sehun dan tidak dapat menemukan apapun di sana sebagai bahan makanan. Yang aku temukan hanyalah mie ramen. Akhirnya aku mengambil 2 bungkus mie ramen lalu memasaknya. 10 menit telah selesai aku memasak ramen untuk Sehun namun punyaku belum aku masak juga karena aku tahu Sehun lebih lapar dariku.

“Sehun-ah, ramenmu sudah jadi~ pali kesini kau makanlah mie ramennya sebelum dingin!” teriakku dari arah dapur.

Sehun datang menuju ruang makan yang memang letaknya bersebelahan dengan dapur dan aku dapat melihat Sehun mulai memakan ramennya dan dia terlihat lucu sekali begitu memakan ramennya tanpa di tiup terlebih dahulu.

“Itu kan masih panas, dasar pabo!” kataku dengan suara yang menurutku sudah pelan dan kecil itu.

“Ya! Aku mendengarnya eoh” jawab Sehun dan aku kaget.

“Aishh.. dia memiliki kuping yang tajam seperti kelelawar saja” aku mendengus kesal.

Aku datang menghampiri Sehun sambil membawa mangkuk berisikan ramen untukku. Aku mulai mengambil sumpit lalu meniup ramenku sebelum memasukkannya ke dalam mulutku.

“Yeppoda…” aku mendengar Sehun mengatakan sesuatu.

“Huh?” kataku bingung.

“Ah.. ani” jawab Sehun gugup.

“Wae? Kau membuatku penasaran” kataku kesal.

Sehun menggenggam tangan kiriku. “Let me protect you, let me hug you, let me always by your side” Sehun terlihat serius mengatakan hal itu padaku dan aku hanya menatapnya heran.

Aku melepaskan genggaman tangan Sehun. “YA! Kau ini kenapa eoh?” tanyaku heran.

“Izinkan aku untuk terus menjagamu, memelukmu ketika kau rapuh, dan izinkan aku untuk selalu berada di sampingmu, Krystal” Sehun menatapku focus dan aku mulai merasa grogi.

“Gwenchanayo?” tanyaku yang semakin bingung.

“Nae gwenchana. Aku hanya ingin terus bersamamu dan memperbaiki kesalahanku yang telah aku perbuat padamu. Kau sahabatku dan aku tidak ingin kehilanganmu” jawab Sehun.

“Ah baiklah, terserah kau saja Sehun-ah” jawabku.

“Gomawo Krystal” jawab Sehun.

Aku dan Sehun kembali melanjutkan sesi makan kami yang tertunda akibat perbuatan Sehun yang menurutku cukup aneh. Karena baru kali ini aku melihat Sehun benar – benar seperti seorang pria yang akan menjaga kekasihnya dan tidak ingin kekasihnya itu kenapa – kenapa.

Selesai makan aku menceritakan semua hal yang terjadi padaku termasuk hilangnya kunci rumahku itu. Dan Sehun hanya tertawa terbahak – bahak karena kejadian yang baru saja aku alami.

“Salahmu sendiri tadi kau tidak ingin pulang bersamaku. Itu lah akibatnya hahahaha” Sehun tertawa kencang.

“YA! Kenapa kau mengesalkan sekali eoh?” tanyaku dan aku langsung pergi meninggalkannya di ruang tengah rumah Sehun.

Aku merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangku dan aku tahu bahwa itu adalah Sehun.

“YA! Lepaskan aku!” pintaku.

“Shireo” jawab Sehun

“Aish kau ini…” aku berusaha melepaskannya namun tidak bisa.

“Hanya sebentar saja aku memelukmu seperti ini, tidak apa kan?” tanyanya padaku sambil memeluku dari belakang dengan erat.

“Umh…” jawabku.

“You’re my best friend. Jangan pernah tinggalkan aku sendiri ne, arraseo?” perintahnya.

“Ne ne arraseo. Dan sekarang lepaskan pelukanmu ini Sehun-ah” pintaku dan Sehun melepaskan pelukannya padaku.

Kami kembali bercanda ria dan bercerita mengenai banyak hal. Aku merasa persahabatan aku dan Sehun kembali seperti dulu. Aku senang kami kembali seperti dulu, aku mulai merasakan Sehun yang seperti dulu, mengesalkan dan mampu membuatku tertawa.

THE END…

Akhirnya selesai juga huaaahh… mianhae ne kalau akhirannya absurd kayak gini kkkk~ author kehabisan ide soalnya hehe. Oh iya kalo udah baca jangan lupa di like atau comment ya hihi, saranghae :***

4 responses to “Let Me Do This Part 4 END

    • mianhae ne😦 aku mendadak ga ada ide romance nya huhu😦 next aku bakalan bikin ff yang lebih romance yaa😦 mianhae huhu T^T kalo soal fotonya menurut aku sih engga hehe, aku aja di kirimin sama temen aku itu._. makasih yaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s