TWINS – PART 7 – by jhyosun13

new cover twins

TWINS – PART 7

Previous : Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6 – ONGOING

HAPPY READING!

TYPO BERTEBARAN !

*****

At CHO’s Group Office

Launch Time

 

Ini sudah hari ketiga semenjak kejadian kyuhyun yang mendatangi kediaman apartemen seukhye dan mengklaim seukhye adalah milik seorang cho kyuhyun. Tidak ada yang berubah dari kehidupan kim seukhye. Perubahan dalam bentuk apapun. Seukhye sempat berpikir apakah hyesun kemasukkan arwah ketika mendatangi dirinya di apartemennya? Jika kyuhyun mengklaim dirinya sebagai miliknya bukankah seharusnya ada yang berubah dari kehidupan seorang kim seukhye?

Seukhye melepaskan kacamata bacanya dan memikirkan kembali pertemuan dirinya dengan kyuhyun. Tidak seperti sebuah drama yang sering menceritakan tentang seorang lelaki jika mengklaim seorang wanita adalah miliknya pasti pria tersebut akan selalu menempeli wanita tersebut. Seukhye meringis pelan jika itu terjadi dengan dirinya. Seukhye menggelengkan kepalanya. Bahkan sampai saat ini baik dia dan kyuhyun tidak ada menyimpan kontak nomor masing-masing.

Seukhye menghembuskan nafasnya. Seukhye telah membulatkan pikirannya bahwa kyuhyun saat itu hanya dalam keadaan bukan dirinya. Mungkin sesuatu terjadi dan kyuhyun memaksakan untuk mengatakan hal-hal yang aneh. Seukhye mengangguk setuju. Mungkin kyuhyun juga mengalami hal yang sama dengannya. Memiliki sebuah trauma yang mengakibatkan, ah tidak. Seukhye menggeleng keras sambil memegang kepalanya kuat.

“Oh. C’mon. Untuk apa aku memikirkan presdir gila itu? Ck. Jinjja.” Kata seukhye memukul pelan kepalanya. Tapi jujur saja sikap kyuhyun akhir-akhir patut untuk dipertanyakan. Biasanya kyuhyun akan menghampiri dirinya mencekcok dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut seukhye sangat menyebalkan itu setelah rapat. Tetapi tidak dengan rapat akhir-akhir ini kyuhyun lebih dingin bahkan tidak mengeluarkan suara selama berlangsungnya rapat.

“Ah. Molla.” Kata seukhye frustasi. Seukhye melihat jam yang terpasang manis di tangan kirinya. Rupanya sudah waktunya jam makan siang. Seukhye memutuskan untuk sejenak menangkan pikirannya dengan secup coca-cola dingin yang ada di seberang gedung ini.

“Oh, noona? Kau ingin makan siang?” tanya minhyuk tak percaya. Baru saja minhyuk ingin ke ruangan seukhye untuk memberikan sebuah berkas yang harus ditandatangani oleh seukhye. Seperti biasa seukhye tidak akan makan siang di luar, seukhye memang memilih untuk makan siang di kantor.

“Eo. Kau mau ikut?” tanya seukhye.

“Ah, ani. Aku sudah ada janji dengan temanku untuk makan siang bersama. Apakah sebaiknya biar aku saja yang membelikanmu makan siang noona? Seperti biasa.” Kata minhyuk tersenyum dan menampakkan sederet gigi putih nya itu. Seukhye menggelengkan kepalanya. Saat ini seukhye hanya membutuhkan udara segar dengan ditemani satu cup coca-cola dinginnya.

“Aku akan makan siang di luar saja. Letakkan saja berkas itu diatas meja ku.” Kata seukhye seraya berjalan melewati minhyuk.

“Ini hanya perasaanku saja atau memang benar. Presdir dan direktur 3 hari ini seperti memiliki masalah yang sangat berat.” Gumam minhyuk menatap penuh minat punggung seukhye yang lama-lama menghilang dari pandangannya.

 

*****

 

Kyuhyun berjalan dengan angkuh memasuki perusahannya. Tantanan rambut yang acak-acakkan, pandangan yang sangat tajam, dan dibalut dengan setelan jas yang sangat pas dipakai oleh kyuhyun tak heran membuat para pegawainya jatuh hati dengan atasannya tersebut. Sayangnya kyuhyun tak pernah bersikap ramah kepada pegawai rendahnya itu, kyuhyun saja hanya mengatakan tidak lebih dari 1 kalimat jika berbicara dengan para petinggi perusahaannya saat menemuinya di ruangannya.

Karena itu, melihat perubahan kyuhyun yang sangat terlihat semenjak seukhye bekerja di CHO Group membuat para pegawainya berpikiran bahwa atasannya tersebut jatuh hati kepada direktur cantik nya itu. Tetapi sayang, seukhye tidak merespon dengan baik sikap kyuhyun padanya. Sebelum seukhye masuk ke CHO Group, kyuhyun tidak pernah berbicara dengan para pegawainya disaat sedang rapat kecuali jika kyuhyun mengoreksi penjelasan dari pegawainya itu tentang apa yang sedang dibahas. Kyuhyun baru saja bertemu dengan client nya bersama changmin dan donghae sambil makan siang bersama. Kyuhyun merogoh saku dalam jas nya mengambil ponselnya yang bergetar.

 

From: My Devil Twin

 

Aku akan berkunjung ke perusahaanmu. Pastikan dirimu ada di ruanganmu jika aku mendatangi ruanganmu. Aku bersungguh-sungguh, Mr. Cho.

 

Kyuhyun tersenyum kecil membaca pesan dari kyuhee. Entah kenapa, kyuhyun merasa kyuhee telah kembali menjadi kyuhee nya yang dulu. Kyuhyun memasukkan kembali ponselnya dan berhenti di depan pintu lift menunggu pintu lift nya terbuka. Seharusnya kyuhyun tidak harus menunggu. Tetapi lift khusunya itu sedang mengalami kerusakan dan sedang diperbaiki. Dan kyuhyun sangat terpaksa memakai lift khusus karyawan.

“Jangan memasang wajah serammu terus menerus, presdir cho. Bisa-bisa seluruh pegawaimu akan mengirimi surat resign kepadamu.” Cibir changmin melihat akhir-akhir ini kyuhyun selalu bersikap dingin pada siapapun. Siapapun. Bahkan pada changmin, donghae dan hyukjae sahabatnya. Untungnya hyukjae tidak lama-lama mengalami tragedi kutub es kyuhyun sebutan para sahabatnya jika kyuhyun bersikap seperti ini. Hyukjae diharuskan pergi ke salah satu pulau buatan kyuhyun dan mengurus beberapa masalah yang belum terselesaikan disana.

 

PING

 

Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan kaget melihat siapa yang akan keluar dari lift tersebut. Kyuhyun menormalkan raut wajahnya dan masuk begitu saja ke dalam lift. Seukhye juga melakukan hal yang sama. Tanpa mereka sadari bahkan tidak ada sekedar menundukkan kepala sedikit sekedar memberi hormat yang memang sering dilakukan bawahan kepada atasannya. Seukhye merasakan tidak ada gunanya lagi dirinya melakukan hal seperti itu.

Changmin dan donghae melihat seukhye dan kyuhyun bergantian. Mereka merasakan aura yang sangat mengerikan di saat kyuhyun dan seukhye saling bertatap. Changmin berpikiran, apakah gara-gara perkataannya tempo hari membuat hubungan kyuhyun dan seukhye menjadi seburuk ini? Changmin memang berkata dengan sesungguhnya. Tidak ada kebohongan. Paman kim a.k.a ayah seukhye menelpon dirinya beberapa minggu yang lalu dan memberitahukan kepada dirinya bahwa seukhye telah memiliki calon suami. Yah, memang harus diakui changmin bahwa dia juga tidak tahu siapa calon suami seukhye itu.

“Kau merasakan aura yang aneh?” bisik donghae pelan ke changmin melihat kyuhyun hati-hati. Posisi kyuhyun memang berada di depan changmin dan donghae di dalam lift.

“Eo. Aura yang membuat bulu kudukku merinding seketika.” Kata changmin sangat pelan. Donghae bergidik ngeri dan memegang lehernya seketika bulu-bulu nya berdiri.

 

*****

 

“Cih. Mengatakan bahwa diriku adalah miliknya bagaimana dia bersikap seperti itu? Menyebalkan.” Gerutu seukhye seraya memakai kacamatanya. Terik matahari sangat menyengat siang ini. Sangat wajar karena bulan ini telah memasuki musim panas. Sejujurnya seukhye sangat tidak menyukai musim panas. Seukhye lebih menyukai musim gugur dan musim dingin. Karena memang dirinya sangat menyukai udara yang dingin.

Seukhye menyebrang jalan ketika lampu pejalan telah berwarna hijau. Seukhye berjalan seperti tanpa beban. Hidup sendiri di kota ini tanpa disadarinya, seukhye nyaman hidup seperti ini. Seukhye tersenyum ketika pesanan cup coca-cola dinginnya telah jadi.

Seukhye segera meninggalkan cafe tersebut dan berjalan perlahan menuju kantor  sambil sedikit demi sedikit meminum coca-cola dinginnya itu, seukhye memutuskan untuk tidak makan siang kali ini. Seukhye merasa bahwa dia tidak berselera untuk memasukkan makanan apapun ke dalam perutnya itu. Apakah baru saja ia berpikiran tidak berselera makan? Sejak kapan kim seukhye tidak berselera dengan makanan apapun? Apakah dia baru saja mengalami sebuah perubahan seperti di drama yang ia sering lihat itu? Seukhye menggembungkan pipinya dan mengutuk dirinya sendiri kenapa dia harus berpikir tentang atasannya yang aneh itu. Seukhye melangkahkan kakinya melewati beberapa pejalan kaki lainya, baru 5 langkah dia berjalan, seukhye merasa bahwa dirinya sedang diawasi dengan seseorang dari arah jam 12.

Benar saja tak jauh dari tempat seukhye berdiri ada kyuhee yang melihatnya dengan tatapan sulit untuk diartikan. Seukhye tersenyum hangat menyapa kyuhee sambil membenarkan tantanan rambutnya.

“Sedang makan siang, seukhye-ssi?” tanya kyuhee akhirnya tersenyum. Seukhye tersenyum juga seraya menganggukkan kepalanya.

“Panggil seukhye saja, eonni. Bagaimanapun eonni kekasihnya changwook oppa.” Kata seukhye tersenyum tulus. “Ah, apakah eonni ingin ke CHO Group?” tanya seukhye menebak.

“Eo. Aku baru saja makan siang bersama client ku dan sekarang bermaksud untuk menemui kyuhyun. Kau ingin kembali ke kantor bukan? Kkaji kajja.” Kata seukhye menarik lengan seukhye mengikuti dirinya.

 

*****

 

Kyuhyun terlihat sangat serius membaca sebuah kertas yang ia pegang dan memandangi dua orang yang duduk di depannya saat ini. Kyuhyun meletakkan kertas itu melirik changmin dan donghae yang berdiri di sampingnya. Kyuhyun mengedikkan dagunya menyuruh changmin membaca kertas yang baru saja ia baca.

Changmin mengangguk kepalanya dan membaca kertas itu dengan teliti. Tak hanya mata changmin yang membaca, mata ajaib donghae tanpa rasa canggung atau apapun itu juga ikut membaca tulisan yang tertera di kertas itu. Changmin dan donghae saling menatap tak percaya.

“Jadi anda berniat untuk bekerjasama dengan perusahaan ini?” tanya kyuhyun melihat wanita yang ia kira lebih muda darinya. Kyuhyun menatap changwook dengan penuh intimidasi.

“Dia telah lama bekerja sama denganku. Kurasa kita bisa membiarkan perusahaanya ikut campur dalam proyek kita. Bukankah ini menguntungkan bagi kita?” kata changwook serius. Changwook menatap kyuhyun mencoba memberi keyakinan dengan mengangguk kepalanya pasti. Kyuhyun menatap wanita itu tak yakin. Tiba-tiba firasatnya seperti mengatakan jika tidak seharusnya ia menerima kerjasama ini. Kyuhyun menatap lagi surat kerjasama itu dengan ragu. Kyuhyun mengetukkan jari telunjuknya di meja besar itu yang berbentuk setengah lingkaran itu.

“Saya pastikan, kami tidak akan membuat perusahaan anda rugi presdir cho.” Kata wanita yang duduk di samping changwook yang bernama Kim Hyesun.

“Tapi bukankah perusahaan anda bekerja di bidang barang elektronik?” tanya kyuhyun bingung. Tentu saja bingung. Perusahaan kyuhyun dan changwook bergerak di bidang yang sama yaitu hampir di segala bidang kecuali elektronik.

“Memang di perusahaan saya yang terkenal dengan barang elektronik. Tetapi perusahaan kami juga bergerak di bidang perhotelan. Yah, walaupun kami hanya mengisi barang-barang elektroniknya saja. Bukankah ini keuntungan bagi anda, presdir cho? Ini juga mengurangi pekerjaan pegawai anda untuk mencari perusahaan seperti kami.” Kata hyesun menjelaskan. Changmin dan donghae sontak setuju dengan perkataan hyesun.

Kyuhyun membenarkan perkataan hyesun. Sebenarnya perusahaan nya akan mendapatkan keuntungan. Kyuhyun segera menandatangi surat kerjasama itu dan memberikan kepada jihye dan jihye memberikan kepada hyesun. Hyesun pun juga segera menandatangi surat kerjasama itu.

“Senang bisa bekerjasama dengan anda, presdir cho.” Kata hyesun tersenyum dan mengulurkan tangannya. Kyuhyun juga berdiri menundukkan kepalanya memberi hormat dan meninggalkan ruangan itu begitu saja.

“Ck. Presdir sombong.” Cicit donghae melihat kyuhyun keluar begitu saja. Hyesun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

 

Mereka memang benar-benar mirip.

 

Hyesun terkekeh pelan. Hyesun melirik changwook yang sedang berbicara dengan wobin, sebenarnya hyesun sedang memikirkan bagaimana reaksi seukhye jika ia mengetahui bahwa hyesun telah lama bekerjasama dengan changwook bahkan sebelum seukhye bercerita tentang changwook kepadanya.

“Perkenalkan saya General Manager disini, shim changmin.”

“Jinjja, oppa. Menggelikan.”

“Hanya berbasa-basi saja.”

Changmin tersenyum menyeringai. Hyesun meniup poni nya melihat kelakuan kekanakkan changmin. Hyesun melirik pria yang disamping changmin yang sedang sibuk dengan sebuah map dan sesekali berbicara dengan seorang wanita yang di sampingnya. Changmin melihat hyesun yang melihat donghae dengan tatapan err bisa di bilang terpesona? Atau cemburu?

“Presdir kim?” panggil changmin dengan senyuman yang tersemat di wajahnya itu. Sontak donghae dan changwook pun juga melihat hyesun yang sedang sibuk dengan pikirannya. Sebelum hyesun menjawab pintu pun terbuka dan albert berdiri tegap disana.

“Presdir cho sedang menunggu di luar.” Kata albert. Changwook, donghae, changmin dan hyesun mengangguk mengerti dan segera beranjak pergi dari ruangan itu. Mereka harus segera turun ke lapangan melihat langsung sudah sampai mana pembangunan hotel tersebut.

 

*****

 

Kyuhee dan seukhye berjalan beriringan memasuki CHO Group. Mereka berbincang-bincang seperti sudah kenal sejak lama. Mereka menuju lantai 37 tempat ruangan kyuhyun. Kyuhee memaksa seukhye untuk mengantarkannya sampai ke ruangan kyuhyun. Seukhye pun tidak dapat menolak. Dengan setengah hati yang dipaksakan seukhye mengikuti kyuhee memasuki lift yang menuju lantai 36. Sebelum mereka memasuki lift mereka melihat kyuhyun keluar dari lift lainnya.

“Yah! Cho Kyuhyun!” teriak kyuhee. Kyuhyun menghentikan langkahnya menoleh ke kyuhee. Kyuhyun menggigit pipi dalamnya melupakan kedatangan kyuhee yang akan ke kantornya. Kyuhee segera mendekati kyuhyun dan segera mengajukan protes kepada kyuhyun. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar melihat itu. Pandangan seukhye terhenti ke wanita yang berada di rombongan kyuhyun.

“Kim Hyesun?” gumam seukhye. Hyesun pun juga menatap seukhye dan memberikan V-Sign nya. Seukhye menatap hyesun tak percaya. Dipikiran seukhye apa yang sedang dilakukan hyesun di sini. Sebelum seukhye mendekati hyesun, langkahnya terhenti saat mendengar kata yang tak seharusnya ia dengar dari tv memang di pasang di sudut lorong itu.

“Terjadi kasus kecelakaan mobil di daerah myeongdong malam tadi. Diduga ini kasus pembunuhan yang telah direncakan..”

 

Kau pembunuh!

 

Jangan panggil diriku mom, kau bukan anakku!

 

Kau telah membunuh cucuku!

 

Tubuh seukhye menegang. Tangannya terkepal kuat, membuat coca-cola dinginnya, kacamata serta dompetnya terjatuh begitu saja. Sontak seluruh orang yang berada di sana melihat ke arah seukhye. Hyesun membulatkan matanya.

“Eonni? Neo gwenchana?” tanya hyesun khawatir. Hyesun memegang tangan seukhye yang terkepal kuat. “Shit. Apalagi kali ini?” umpat hyesun. Hyesun melihat ke sekelilingnya siapa yang mengatakan kata-kata itu. Mata hyesun terhenti di saluran tv yang menyiarkan tentang kecelakaan yang menyangkut pembunuhan. “Sialan. Siapapun matikan tv sialan itu. Eonni! Oh my..” Kyuhyun membulatkan matanya berlari mendekati seukhye yang tubuhnya telah sekeras batu dan mata yang memerah.

“Apa yang terjadi?” tanya changmin panik.

“Astaga.” Kata kyuhee dan memegang pundak seukhye. Changwook pun juga sama kaget dengan kondisi seukhye.

“Pinjamkan sapu tanganmu, oppa?” kata hyesun panik. Seketika changmin memberikan sapu tangannya kepada hyesun.

“Apakah di perusahaan ini memiliki ruang kesehatan?” tanya hyesun yang fokus dengan sapu tangan changmin dan membungkus nya dengan stick ice cream yang selalu ada di tasnya. Seukhye masih menegang. Kyuhyun meringis pelan melihat keadaaan seukhye.

“Jangan membawanya ke rumah sakit. Eonni tidak pernah menyukai yang namanya rumah sakit.” Kata hyesun menahan kyuhyun yang ingin mengangkat tubuh seukhye.

“WAE? KAU TIDAK LIHAT DENGAN KONDISINYA, HUH?!” Bentak kyuhyun tepat di depan wajah hyesun.

“IKUTI SAJA PERKATAANKU! SEBAIKNYA BAWA SAJA EONNI KE RUANG KESEHATAN!” Teriak hyesun tak mau kalah. Perlu diketahui hyesun sangat tidak suka di bentak seseorang. Hyesun memasukkan gulungan batang stick itu ke mulut seukhye dengan susah payah dan akhirnya seukhye mengigit stick ice cream itu bukan giginya.

“Bawa eonni ke ruang kesehatan. Oppa tunjukkan jalannya.” Kata hyesun pelan menyuruh anak buahnya mengangkat tubuh tegang seukhye. Bahkan tubuh seukhye tidak bisa untuk dilenturkan. Changmin mengangguk dan menunjukkan jalannya.

“Yobseyo sehun-ah. Segera ke CHO Group.” Kata hyesun dan memasukkan kembali ponselnya di dalam tasnya. Hyesun segera menyusul changmin begitu dengan kyuhee, kyuhyun dan changwook. Mereka tergesa-gesa menyusul changmin. Bahkan suasana perusahaan ini seketika menjadi ramai. Para pegawai berkumpul untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

 

*****

 

Chanyeol memakirkan mobilnya sembarangan di depan pintu CHO Group. Sehun dan chanyeol segera keluar dari mobil dan berlari memasuki CHO Group. Pada saat hyesun menelpon sehun, chanyeol berada di ruangan sehun maka dari itu chanyeol juga mengikuti sehun ke CHO Group.

7th floor, sir.” Chanyeol menganggukkan kepalanya mengerti mendengar perkataan asistennya. Sehun dan chanyeol segera menuju lantai 7.

“Apalagi kali ini?” kata chanyeol khawatir saat berada di lift. Sehun mengeraskan rahangnya sesungguhnya sehun juga sangat khawatir.

“Aku sudah memperingatkan pria itu.” Kata sehun dingin.

 

PING

 

Sehun dan chanyeol keluar dari lift. Berjalan secepat mungkin. Mereka melihat hyesun yang berjalan mondar-mandir. Sehun dan chanyeol sontak berlari mendekati hyesun.

“Kau telah datang? Ppalli.” Kata hyesun.

 

Cklek

 

Sontak semua orang yang berada di dalam ruangan yang seperti kamar itu melihat ke arah pintu. Bahkan dokter yang mencoba menenangkan seukhye menundukkan kepalanya melihat kedatangn sehun. Sehun segera duduk di atas ranjang di samping seukhye. Memeriksa seukhye dengan serius.

“Oh, shit.” Kata sehun tiba-tiba.

“Wae?” tanya chanyeol juga ikut duduk di ranjang di lain sisi.

Jujur saja semua pasang mata disana melihat sehun dan chanyeol tak mengerti. Bagaimana mereka berdua duduk begitu saja di sana? Apalagi kyuhyun yang menatap tajam sehun dan chanyeol. Saat ini dia ingin sekali berteriak, menanyakan apa yang sedang terjadi. Tetapi mulutnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan jika ia mengingat dia bukan siapa-siapa seukhye.

“APA YANG KAU BERIKAN KEPADANYA?!” Teriak sehun menatap nyalang dokter wanita yang berdiri tak jauh darinya. Sontak semua pasang mata melihat dokter itu.

“Apa yang terjadi, dokter oh?” tanya changwook tak mengerti. Sehun menatap changwook masih dengat tatapan nyalangnya.

“S..sa..saya..” kata dokter tersebut.

“Sialan. Siapa yang menyuruhmu untuk memberikan obat itu kepadanya?! Brengsek.” Kata sehun marah. Sehun sontak membuka tasnya yang berisikan banyak sekali obat-obatan bahkan suntik diatas ranjang tersebut. Setelah memasukkan obat di suntik nya. Sehun menatap changmin yang ia tahu dari hyesun bahwa changmin adalah sepupunya.

“Kita harus melakukan itu lagi.” Kata sehun dingin dan sedang mempersiapkan apa yang ia perlukan. Hyesun dan chanyeol membulatkan matanya.

“Yah! Kau gila? Tetapi itu…”

“Tidak ada pilihan. Dokter sialan itu membuat keadaan noona menjadi buruk. Kau ingin dia mati hah?!” tanya sehun dingin. Chanyeol terdiam.

“Tapi, tetap..”

“Diam. Kau bantu aku. Dan kau pria yang paling tinggi di sana, bisakah kau membantuku?!” kata sehun. Changmin sontak mengangguk begitu saja.

“Apa yang kau lakukan?!” tanya kyuhyun sarkatis. Sehun mencibir kyuhyun menatap tajam kyuhyun.

“Kau tidak tahu apa-apa. Sebaiknya kau tutup mulutmu itu.” Jawab sehun dingin. Kyuhyun ingin sekali membalas perkataan sehun, tetapi kyuhee menahannya. Jadilah kyuhyun melampiaskan dengan menendang lemari di sampingnya.

“Kalian pegang di tempat kalian. Dan changmin-ssi pegang kedua tangan noona.” Kata sehun menyatukan tangan seukhye diatas perut, changmin mengangguk. Chanyeol memegang kedua kaki seukhye waspada, sedangkan hyesun memegang kepala seukhye. Sehun segera menyuntikkan cairan obat itu ke dalam tubuh seukhye.

“ARGH!!” Teriak seukhye kesakitan dan tiba-tiba tubuhnya mengangkat begitu saja. Kyuhyun sontak membulatkan matanya dan menghampiri seukhye.

“Tetap pegang dengan kuat!” teriak sehun tak kalah kuat. Sehun sedang mencoba memasukkan lagi obat penenangnya. Seukhye masih saja meronta-ronta. Changmin sampai-sampai menitikkan air matanya melihat seukhye untuk pertama kalinya kesakitan seperti ini. Urat nadi seukhye pun terlihat begitu jelas seperti vampire dan membuat kyuhyun membatu melihatnya.

“Sialan.” Umpat sehun ketika dirinya tak berhasil membuat tangan seukhye tetap diam. “Presdir cho, bisakah anda memegang tangan noona?!” tanya sehun dingin. Kyuhyun menatap dingin sehun juga tetapi tetap mengikuti permintaan sehun memegang kuat tangan seukhye yang meronta hebat. Hyesun bahkan sudah menangis hebat. Chanyeol memalingkan wajahnya mengalihkan pandangannya.

“Eonni, bertahanlah.” Gumam hyesun meletakkan kepalanya di kepala seukhye. Seukhye terus saja mengerang kesakitan bahkan air mata pun keluar dari sarangnya itu. Kyuhyun meringis pelan melihat seukhye seperti itu.

“APPO! ARGH!” Teriak seukhye untuk kesekian kalinya. Hyesun semakin menjadi dengan tangisannya. Bahkan kyuhee sudah berada di pelukan changwook tak tahan melihat seukhye mengerang kesakitan seperti itu sedangkan donghae telah mengangis tersedu-sedu melihat seukhye. Perlahan-lahan tubuh seukhye kembali seperti semula pada saat sehun berhasil menyuntikkan obat penenang.

“Mom..” gumam seukhye pelan seraya menutup matanya sempurna. Chanyeol melepaskan pegangannya di kaki seukhye dan menghapus airmata nya yang ntah kapan keluar dari matanya itu. Masalah tak sampai disitu saja, sehun menatap dokter yang telah sedari tadi ketakutan.

“Kau tahu, kau baru saja membuat noona ku kehilangan nyawanya. Jangan sekali-kali kau memberikan obat itu kepadanya. Brengsek. Enyah kau dari pandanganku.” Kata sehun dingin. Dokter wanita itu menundukkan kepalanya dan segera keluar dari ruangan itu. Kyuhyun tetap saja memandang wajah seukhye.

“Apa yang sedang terjadi dengan seukhye?” tanya changmin menatap sehun setelah dirinya merasa lebih tenang.

“Aku sendiri juga tak tahu apa nama penyakit ini.” Jawab sehun dingin. Kyuhyun mengalihkan pandangannya menatap sehun tajam.

“Sudah berapa lama dia seperti ini?” tanya kyuhyun menatap datar sehun.

“Apa urusanmu?” tanya sehun sarkatis tanpa mau berniat menjawab pertanyaan kyuhyun. “Kita harus membawa noona ke rumah sakit.” Kata sehun kepada chanyeol dan hyesun.

“Tapi, kau tahu sendiri eonni tak suka dengan rumah sakit.” Kata hyesun. Sehun dan chanyeol membenarkan perkataan hyesun. Tentu mereka tak mau menyia-nyiakan nyawa mereka untuk melakukan itu.

“Apa yang kau lakukan?” tanya sehun melihat kyuhyun mengangkat tubuh seukhye.

“Membawanya ke rumah sakit.” Jawab kyuhyun begitu saja.

“Tapi..”

“Aku yang akan bertanggung jawab. Cepatlah, dokter oh. Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri jika seukhye..” Kyuhyun menghentikan perkataannya ketika sehun memberesakan peralatannya dan berjalan mendahului dirinya.

“Cepatlah.” Kata sehun dingin. Kyuhyun tersenyum dan membawa tubuh seukhye ala bridal style dan menyuruh hyesun untuk menutupi kaki seukhye dengan kain.

 

*****

 

Ini sudah kedua kalinya seukhye menginjakkan kakinya di CG’s Hospital ini. Tidak seperti yang pertama kali seukhye datang berkunjung melihat changwook. Kali ini terbalik, changwook lah yang melihat seukhye tak sadarkan diri diatas tempat tidur.

“Sir, it’s time to go back.” Chanyeol menatap asistennya, seharusnya hari ini chanyeol harus segera kembali ke Cupertino, California. Chanyeol melihat kondisi seukhye yang semakin memburuk setelah kyuhyun membawanya ke rumah sakit kemarin. Seukhye belum membukakan matanya juga.

“Prepare of all..” Kata chanyeol. Asistennya pun mengerti dan segera mengundurkan diri dari kamar itu. Chanyeol melihat ke sekeliling nya hanya ada dia, hyesun dan kyuhyun. Kyuhee dan changwook baru saja pulang. Chanyeol menatap kyuhyun lama. Kyuhyun sedang duduk di samping ranjang seukhye sambil mengenggam erat tangan noona nya itu. Chanyeol akui, kyuhyun semenjak seukhye di rujukkan di kamar ini kyuhyun tidak ada bergerak satu centi pun dari kursi tersebut. Chanyeol menghembuskan nafasnya.

“Aku harus segera kembali ke cupertino. Aku titip seukhye noona,eo?” Pamit chanyeol kepada hyesun. “Sampaikan salamku dengan sehun.” Sambung chanyeol sebelum benar-benar pergi.

“Arrasseo. Hati-hati.” Kata hyesun. Chanyeol mengangguk dan tersenyum. Chanyeol ingin sekali berpamitan dengan kyuhyun, tapi chanyeol merasa bahwa itu tidak perlu karena hubungan chanyeol dan kyuhyun belum bisa dikatakan berteman.

 

BLAM

 

Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah pintu yang baru saja tertutup. Kyuhyun melihat sofa yang berada di belakangnya telah kosong. Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

“Kemana dia?”

“Kembali ke asalnya.” Kyuhyun mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Ck. Maksudku kembali ke kantornya dan rumahnya di Cupertino, California.” Kata hyesun mencoba tersenyum, jujur saja kepalanya saat ini benar-benar pusing karena masalah pekerjaan dan dia ingin sekali tidur di ranjang empuknya itu. Tapi, hyesun tidak mungkin membiarkan kyuhyun menjaga seukhye sendirian. Dia akan dicincang oleh sehun esok hari nya. Karena sehun berpesan jangan membiarkan kyuhyun sendirian menjaga seukhye entah apa alasannya itu. Sejak kapan sehun bisa bercengkrama lebih dengan hyesun sahabat nya? Bahkan dengan sahabat nya saja sehun masih saja tertutup.

“Dia bekerja?” tanya kyuhyun dengan pandangan fokus di wajah tidur milik seukhye.

“Yup. Kau tidak mengenalnya presdir? Ku kira kau pernah berkerja sama dengan dobi.” Kata hyesun melihat cara kyuhyun memandang eonni nya itu. Hyesun tersenyum senang bahwa tebakannya tak meleset kali ini.

“Dia mempunyai perusahaan?” tanya kyuhyun kali ini melihat wajah oriental hyesun. Hyesun mengangguk.

Apple Inc miliknya.” Jawab hyesun santai. Kyuhyun menggelengkan kepalanya tak percaya mendengar bahwa bocah yang baru saja pergi dari ruangan ini ternyata memiliki sebuah perusahaan yang lebih besar darinya. Kyuhyun berdiri membenarkan letak posisi selimut seukhye.

“Presdir anda akan pergi?” tanya hyesun dengan alis yang saling bertatutan. Tak ada jawaban dari kyuhyun. Kyuhyun keluar dari ruang inap seukhye dengan ekspresi yang sangat datar. Kali ini dia sendiri tak ada albert. Kyuhyun  menyuruh albert untuk pulang saja. Kyuhyun berjalan dengan santai walaupun penampilannya masih memakai jas yang dipakainya 2 hari yang lalu. Kyuhyun masih saja memancarkan aura yang bisa memikat siapapun yang melihatnya. Sambil menenteng jas di tangan kanannya kyuhyun meninggalkan rumah sakitnya itu.

“Ada yang ingin aku bicarakan padamu, mari ikut aku.” Kata seseorang menghentikan jalan kyuhyun dan melewati kyuhyun begitu saja menuju sebuah ruangan. Kyuhyun menatap seseorang yang memakai jas dokter itu dengan tatapan sinis.

“Dasar bocah.” Gumam kyuhyun kesal walaupun begitu kyuhyun tetap saja mengikuti dokter tersebut sepertinya ke ruangannya.

 

*****

 

“Duduk dimana kau suka, di lantai pun tak apa-apa.” Kata sehun duduk di kursi nya. Kyuhyun mendengus sebal mendengar perkataan sehun. Kyuhyun menarik kursi yang berada di depan meja sehun.

“Apa masalahmu?” tanya kyuhyun ketus dan enggan melihat wajah sehun yang menurutnya sangat menyakitkan buat dilihat.

“Aku tahu kau memiliki ingatan yang sangat kuat. Apakah perkataan ku beberapa yang hari lalu, kau tidak dapat mengingatnya?” kata sehun menatap kyuhyun penuh dengan aura yang gelap walaupun begitu kyuhyun tidak berpengaruh sama sekali dengan tatapan sehun.

“Koreksi jika aku salah. Kau bukan adiknya bukan? Ataupun keluarganya bukan? Kau hanya seorang dokter pribadi! Apa hakmu melarangku untuk mendekati seukhye?” kata kyuhyun santai tetapi tersirat nada tak suka itu. Sehun menatap datar kyuhyun.

“Kau memang benar. Aku hanya seorang dokter. Tetapi aku sudah hidup bersama noona sudah lebih dari 10 tahun. Kau dengar itu, presdir cho? 10 tahun! Dan, kau! Bahkan belum satu bulan mengenalnya.” Bentak sehun dingin bahkan sehun saat ini menahan emosinya.

“Lalu, apa masalahmu?! Bedebah. Jangan membentakku, bocah!” Bentak kyuhyun lebih keras dari sehun.  Sehun tersenyum tipis melihat dirinya berhasil membuat pertahanan kyuhyun runtuh.

“Kalau kau serius dengan noonaku, segera katakan padanya! Jangan membuat noona bingung dengan tingkah kekanakkanmu. Cukup dengan masalah yang telah ia alami selama ini! Sialan, bahkan masalah itu belum selesai. Dan, kau?! Telah membawa beban pikiran buat noona!” kata sehun mengeluarkan seluruh apa yang ia simpan sejak bertemu pertama kali dengan kyuhyun. Mungkin bawaan seorang dokter, sehun bisa membaca raut wajah seukhye.

“Aku tahu jika noona tidak terlalu mempersalahkan ini. Yang aku persalahkan, kehadiranmu saat ini. Shit. Bahkan aku ingin sekali menarik paksa noona dari perusahaanmu itu.” Sambung sehun menatap kyuhyun lama. Kyuhyun membenarkan perkataan sehun. Dirinya terlalu pengecut hanya untuk sekedar berbicara lama dengan seukhye. Kyuhyun mengeraskan rahangnya.

“Untuk apa aku mendekati seorang wanita yang sudah mempunyai seorang calon suami! Kau pikir aku mau mengemis cinta dengan noonamu itu, huh? Aku membenarkan jika aku memang mencintai noona mu itu! Tapi, sampai aku mengetahui bahwa seukhye telah memiliki seorang calon suami kau pikir aku masih saja ingin mengejar seukhye?” kata kyuhyun menatap tajam sehun. Sungguh mengerikan jika ada di ruangan itu. Wajah mereka saling memancarkan aura yang membuat bulu kuduk kita berdiri.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar, mengambil jas nya yang ia letakkan di kursi sampingnya. Kyuhyun meninggalkan ruangan sehun dalam kondisi tidak bisa digambarkan. Wajah kyuhyun memerah, mengenggam erat jasnya dan sesekali menggertakkan giginya.

“Shit. Holy Fucking.” Gumam kyuhyun menendang dinding koridor rumah sakit yang sepi. Terduduk di dinding tersebut, untung saja kondisi koridor saat itu dalam kondisi sepi karena sudah tidak ada lagi matahri sebagai penerang karena sudah digantikan dengan cahaya redup milik bulan.

 

*****

 

At CHO’s House

8.00 a.m

 

Seperti biasa kediaman rumah saudara cho ini selalu dalam keadaan tenang dan damai. Udara pagi ini tidak terlalu panas dan dingin, udara sejuk pagi. Kyuhee saat ini sedang berada di dalam kamarnya sedang bersiap-siap untuk segera pergi bekerja. Menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya sebagai sentuhan terakhir. Kyuhee pun segera keluar dari kamarnya. Sesekali tersenyum ketika melewari pelayannya yang sedang bekerja.

“Oh, cho kyuhyun!” Teriak kyuhee saat melihat kyuhyun yang akan segera pergi. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan melihat kyuhee yang sedang berlari kecil menghampirnya.

“Aku ada rapat pagi ini.”

“Sebentar saja, ada yang ingin kubicarakan. Penting.”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. Melihat kyuhyun tak mengerti. Kyuhee mengangguk dan menyuruh kyuhyun mengikutinya. Kyuhee berjalan menuju sofa yang berada di tengah rumah mereka. Kyuhee duduk dan kyuhyun pun juga melakukan hal yang sama.

“Singkat, padat dan jelas.” Kata kyuhyun malas, melipatkan kedua tangannya di depan dada. Kyuhee menggembungkan pipinya kesal. Kyuhee tiba-tiba mengernyitkan dahinya ketika melihat kondisi wajah kyuhyun.

“Hey, matamu seperti habis menangis. Kau menangis?” tanya kyuhee dengan mata yang membulat sempurna. Kyuhyun mendecakkan lidah nya kesal menatap kyuhee dengan death glare nya sebagai jawaban. “Tidak mungkin juga kau menangis.” Gumam kyuhee memperhatikan lagi wajah kyuhyun. “Ah, molla.” Kata kyuhee menggeleng kepalanya.

“Ck. Ppalli.” Kata kyuhyun menatap jengan kyuhee.

“Oke. Kau yang meminta aku mengatakan dengan singkat, padat dan jelas. Dengar baik-baik, aku akan menjodohkanmu. Apapun yang terjadi, kau harus menerimanya.” Kata kyuhee tersenyum tipis. Kyuhyun sontak memutar kepalanya melihat kyuhee.

“Mwoya?! Yah! Kau pikir umurku seperti anak 21 tahunan, hah? Umurku sudah 27 tahun! Dan, kau masih ingin menjodohkanku? Oh, kenapa kau tidak menyuruhku kembali kuliah saja sekalian. Sialan.” Kata kyuhee berdiri dan berjalan menjauhi kyuhee.

“Sudah kukatakan! Kau tidak bisa menolaknya!” Teriak kyuhee.

“Terserah apa katamu!” Balas kyuhyun tak kalah kuatnya tanpa menoleh kepada kyuhee. Kyuhee tersenyum senang, sangat senangnya kyuhee menggigit jarinya sendiri dan terkikik pelan.

“Lihat saja, kau akan berterimakasih denganku jika kau tahu siapa wanita yang aku jodohkan denganmu.” Gumam kyuhee tersenyum iblis melihat mobil kyuhyun telah berjalan meninggalkan perkarangan rumah.

 

 

-tbc-

 

11 responses to “TWINS – PART 7 – by jhyosun13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s