My Sister is School Queen (Episode 1)

sjfasf

My Sister is School Queen

“She is not my sister, she is my love”

.

Episode 1

.

Fluffeun

.

Main Cast:

Park Chanyeol – Park Chanmi

.

Support Cast:

Byun Baekhyun – Lee Nayoung

.

Family, Comedy, Life, School Life, Sad (in part 2)

.

T- PG 13

.

https://aeringallery.wordpress.com

.

Disclaimer : This story is pure from my mind. Siders and plagiators not allowed!! Inspired by C-Drama with same title.

Mentari mulai menampakan cahayanya. Di dalam kamar yang luas itu, Chanyeol masih terbaring pulas seolah sinar mentari bukan masalah baginya.

Namun ia lupa, ada satu masalah yang menganggunya. Masalah itu adalah….

“CHANYEOL!! BANGUN!!!”

Chanmi, Park Chanmi. Gadis itulah masalahnya. Chanmi dan Chanyeol tinggal bersama karena Chanmi dirawat oleh keluarga Chanyeol. Chanmi menjadi yatim piatu karena orang tua Chanmi sudah meninggal

“Chanyeol!! Bangun!! Sudah pagi!!”

Chanyeol menggerutu. Ia menyentak selimutnya dan menatap Chanmi dengan raut wajah kesal.

“Aku masih ngantuk!! 5 menit lagi!!”

“Ya!! Tidak ada 5 menit!! Ayo bangun!!”

“Oh, ayolah!! Bisakah kau tidak bawel 1 hari saja??”

“Ini demi kebaikanmu juga kan?? Aku heran denganmu. Kau itu kakakku, tapi sikapmu tidak seperti kakak kebanyakan”

“Baik baik!! Aku bangun”

“Nah.. begitu kan lebih baik. Cepat mandi dan ke meja makan. Aku sudah buatkan makanan untukmu”

Chanyeol mengangguk. Chanmi keluar dan Chanyeol segera bersiap siap.

5 menit kemudian, Chanyeol sudah bergabung dengan Chanmi di meja makan.

“Apa sarapannya??”

“Sandwich isi tuna. Ayo makan”

Chanyeol menggigit rotinya dan sedetik kemudian wajahnya berubah keruh sehingga makanan yang ia makan di muntahkannya kembali dari mulut.

“Makanan apa ini??!! Rasanya benar benar hambar!!”

“Apa yang hambar??”

“Sandwich-mu lah!! Apa lagi??!!”

Chanmi mencicipi sandwich itu dan melakukan hal yang sama dengan Chanyeol

“Lihat kan?? Ck!! Sudahlah, lain kali aku yang masak. Sebentar ya??”

Chanmi mengangguk dan memperhatikan Chanyeol memasak. 35 menit kemudian, Chanyeol datang membawa 2 porsi pasta.

“Ini makananlah”

Chanmi memandangi  masakan Chanyeol.

“Kenapa?? Tidak enak ya??”

“Ani”

“Lalu kenapa kau murung??”

“Mianhae. Aku mengacaukan pagimu”

Chanyeol tersenyum dan menyentuh pipi Chanmi.

“Hei, siapa yang bilang kau mengacaukan pagiku?? Sudahlah, kau jelek jika murung. Tidak apa apa kok. Harusnya aku yang minta maaf. Gara gara aku, kau jadi repot”

“Tapi..”

“Sudahlah. Makan saja. Kau makan sendiri atau aku suapi??”

“Makan sendiri. Aku kan sudah besar”

Chanyeol tertawa dan melanjutkan makan. Setelah selesai mereka segera berangkat ke sekolah mereka masing masing.

Chanmi POV:

Di sekolah, aku disambut oleh sekelompok namja yang terus menerus meneriaki namaku

“Wah, tak kusangka. Fansmu makin bertambah”

“Mereka itu menyebalkan. Jelas jelas aku sudah menolak mereka, tapi mereka tetap saja mengejarku”

“Biarkan saja. O ya, jam berapa kau pulang??”

“Mungkin aku akan pulang lebih cepat. Kau sendiri??”

“Seperti biasa. Jika kau sudah pulang, kau ke sekolahku saja. Nanti aku akan keluar”

“Baiklah. Aku sekolah dulu ne?? Annyeong Chanyeol!!”

Setelah mobil Chanyeol pergi, Yuna menghampiriku.

“Itu tadi Chanyeol??”

“Iya, kenapa??”

“Tidak. Hanya saja, aku merasa aneh karena kalian tinggal bersama. Kalian tidak melakukan yang bukan bukan kan??”

“Hushh!! Tidak lah!! Chanyeol bahkan lebih tua 2 tahun dariku”

“Syukurlah. Omong omong, mau kau apakan kelompok itu??”

Aku melirik ke arah sekelompok namja itu.

“Biarkan saja!! Tidak ada untungnya kita mengurusi mereka”

Aku segera pergi diikuti Yuna di belakangku. Aku berjalan untuk menaruh beberapa barang di loker. Saat kubuka, lokerku penuh dengan surat surat cinta menjijikan dari para namja itu.

“Aaah!! Aku bisa gila jika seperti ini!!”

“Ck!! Aku heran, gadis tomboy dan urakan sepertimu bisa disukai oleh banyak cowok??? Kau apakan saja mereka??”

Aku melirik kesal ke arah trio genit ini. Kenapa setiap hari aku harus bertemu mereka sih?? Choa, Mina, dan Seolhyun. 3 orang sialan yang terus menggangguku

“Lalu kenapa?? Kau mau?? Ambil saja!! Toh mereka tidak ada untungnya denganku”

Choa tertawa dan menyentuh pipiku.

“Ya!! Memangnya kau sudah merasa cantik? Aku peringatkan saja. Jika sampai Jaemin ikut ikutan jatuh cinta denganmu, kau akan habis!!”

Aku membanting pintu lokerku karena kesal. Aku menatap mereka tajam.

“Aku akan habis olehmu??!! Kau yakin??”

Choa, Mina dan Seolhyun terlihat ketakutan.

“I-itu…”

“Kenapa kalian masih di sini??!! Pergi sebelum aku berubah pikiran untuk menampar pipi mulusmu itu!! Ingat ya??!! Aku tidak akan pernah jatuh hati pada Jaemin!! Tidak akan!!”

Mereka bertiga akhirnya pergi dan aku kembali melanjutkan membersihkan lokerku dari semua surat surat itu.

“Trio genit itu kenapa??” tanya Yuna

“Kau sudah taulah”

“Kau ‘menyemprot’ mereka lagi ya??”

“Mereka terlalu menyebalkan. Apalagi aku sedang kesal gara gara surat surat ini!!”

Yuna membantuku membuang semua surat surat itu.

“Kalau menurutku sih, kau ijin saja pada pak kepsek untuk memodifikasi lokermu”

“Maksudmu??”

“Sepertinya lokermu perlu diberi password dan cctv. Kulihat semakin banyak saja yang membuka lokermu tanpa kunci”

“Aku tau. Mereka bisa membobol lokerku kapan saja”

“Maka dari itu. Kau harus bilang pak kepsek”

“Baik. Aku akan bilang ke Chanyeol untuk minta tolong bilang ke pak kepsek”

“Apa aja deh. Yuk masuk!!”

Aku mengangguk dan segera menggandeng Yuna ke arah kelas.

Sepulang sekolah, aku diantar Yuna menuju ke sekolah Chanyeol. Seperti janji Chanyeol tadi, ia menyuruhku untuk menunggu di kantin depan sekolah.

“Kau tidak apa apa di sini sendirian??”

“Tidak apa apa. Kau pulang saja”

“Geurae. Annyeong Chanmi!!”

Aku mengangguk dan memperhatikan mobil Yuna yang semakin menjauh.

KRIINGGG

Bel pulang telah terdengar. Semua siswa telah keluar. Sebagian besar pulang dan sebagian besar berada di kantin.

“Eh?? Kau Chanmi kan?? Adik Chanyeol??”

Aku mengerutkan kepalaku bingung. Jadi, selama ini ia bilang ke teman temannya kalau aku adiknya??

“I-iya..”

“Salam kenal!! Aku Luhan!!”

“Ah!! Chanmi imnida!!”

“Ternyata kau lebih cantik dari yang ku kira”

“Gomawo”

“Mau jalan bareng??”

“A-aku…”

“Ayolah. Aku ingin lebih dekat denganmu.. yahh, kalau sekalian jadian sih boleh juga”

Aku melirik ke arah Luhan dengan tatapan sebal.

“Wuihh!! Keren lu!! Itu adiknya Chanyeol kan??”

“Ho’oh!! O ya, kenalkan.. ini Miseok dan Joon Myeon” kata Luhan-ssi

“Annyeong!! Chanmi imnida!!”

“Jadi ini adiknya Chanyeol!! Wahhh…. cantik sekali!!” ujar Minseok-ssi

“Boleh kami minta no hpmu??”

“HEH!! APAAN HYUNGDEUL GODAIN ADEK GUA??”

“Yaelah Yeol!! Biarin kita pedekate sedikit nape??”

“Ho’oh!! Pelit banget lu!!”

“Apaan sih??!! Chanmi, ayo!!”

Chanmi mengangguk dan menyambut tangan Chanyeol yang terulur. Mereka akhirnya bergandengan menuju parkir.

“Mian ne?? Gara gara aku keluarnya lama kau jadi digodain sama 3 namja itu”

“Gwaenchana. Itu sudah biasa kok. Kau tidak ingat kalau setiap hari aku juga seperti itu di sekolah?”

“Iya iya. O ya, kau mau makan apa??”

“Aku?? Terserah kau saja”

“Kita makan pizza di cafe dekat rumah yuk!!”

“Ayo!!”

Kami segera masuk ke mobil dan Chanyeol mulai menjalankan mobilnya.

“Chanyeol, boleh aku bicara denganmu??”

“Bicaralah”

“Sepertinya lokerku perlu dimodifikasi”

“Maksudmu??”

“Aku dapat setumpuk surat lagi dari para namja itu”

“Lagi??!! Mereka itu!! Bikin stress saja!!”

“Lalu bagaimana?? Aku tidak berani bilang sendiri ke kepala sekolah”

“Tenanglah. Aku akan telepon orangtuaku dan minta mereka mengemail pihak sekolah agar memodifikasi lokermu. Kalau perlu, aku ke sekolahmu juga tidak apa”

“Benarkah??!! Kau mau?!!”

“Tentu”

“Gomawo Chanyeol… oppa”

“Hmm??!! Bilang apa kau tadi??”

“Aku bilang.. Chanyeol oppa!!”

“Sudahlah. Kau panggil aku dengan Chanyeol juga tidak apa”

“Baik baik. Sekarang fokus ke jalan”

Chanyeol tersenyum dan mengacak rambutku.

“Oya!! Sebenarnya, arti aku dalam kehidupanmu itu apa??”

Chanyeol terlihat berpikir kemudian tersenyum.

“Kau itu –”

Aku sangat berharap Chanyeol akan mengatakan hal diluar kata sahabat.

“ – sahabat dan saudara angkat yang sangat menyenangkan. Aku beruntung mempunyai sahabat sepertimu”

Aku terdiam. Hatiku mencelos. Chanyeol benar benar menganggapku hanya sahabat… hanya sahabat.

“Kapan kau bisa mengganggapku lebih dari itu?? Taukah kau bahwa aku sangat mencintaimu?? Sadarkah kau bahwa selama ini aku menyayangimu??”

Keesokan harinya, Chanmi dan Chanyeol terbangun seperti biasa. Bedanya, hari ini mereka libur. Chanmi melangkah ke dapur dengan gontai. Ia mendapati Chanyeol sedang memasak di dapur.

“Kau masak apa??”

“Tteokbokki”

“Jangan terlalu pedas ya?? Perutku sedang perih”

“Kenapa??”

“Entah. Mungkin aku kecapean”

Chanyeol menyentuh dahi Chanmi.

“Aigoo, badanmu hangat. Tidur dikamar!! Nanti aku bawakan susu dan makananmu ke kamar”

Chanmi mengangguk dan kembali ke kamarnya.

“Aigoo, badanku sakit semua”

Ia mencoba merebahkan dirinya di tempat tidur. 10 menit kemudian, Chanyeol muncul sambil membawa nampan berisi susu dan sepiring bubur.

“Bangun yuk!! Makan dulu..”

“Lho?? Mana tteokbokki-nya??”

“Kau jangan makan tteokbokki dulu… lambung bisa luka”

“Tapi..”

“Sudah.. tidak ada tapi tapian!! Ayo makan..”

Chanmi menurut saja. Ia membuka mulutnya dan mengunyah makanannya.

“Sepertinya kau demam. Biar aku ambilkan kompres ya??”

Chanmi lagi lagi hanya mengangguk. Tak lama, Chanyeol kembali dengan baskon berisi air dan juga sapu tangan.

“Kau itu kecapean. Setelah istirahat pasti sembuh”

Chanmi memperhatikan gerakan tangan Chanyeol yang dengan cekatan mengompresnya.

“Nah!! Selesai!! Sekarang kau tidur ya??”

Chanmi mengangguk dan memejamkan mata. Setelah memastikan bahwa Chanmi benar benar tidur, Chanyeol membereskan semua peralatannya.

Sebelum keluar, ia mencium kening Chanmi sambil berbisik.

“Tidur yang nyenyak adikku. Aku menyayangimu”

Di luar, handphone Chanyeol tiba tiba berbunyi.

Incoming call – Bacon (Byun Baekhyun)

“Yeoboseyo??”

“Yeoboseyo?? Chanyeol-ah”

“Waeyo??”

“Kau sedang di rumah tidak??”

“Iya. Kenapa??”

Boleh aku kerumahmu??”

“Ngapain??”

“Sekedar main. Boleh kan??”

“Baiklah”

“Gomawo!! Annyeong!!”

“Ne..”

Chanyeol menutup telepon dan melanjutkan aktivitasnya, yaitu bermain gitar. 1 jam kemudian, pintu rumah Chanyeol diketuk oleh seseorang.

“Chanyeol!! Chanyeol!!”

“Iya sebentar!!”

Chanyeol membuka pintu dan menyambut Baekhyun.

“Kau habis bangun tidur ya??”

“Aku bosan menunggumu!!”

“Hei!! Basuh mukamu!! Aku bawa teman lho!!”

“Siapa?? Kau bilang tadi hanya sendiri!!”

“Dengar dulu!! Aku bawa Nayoung ke sini!!”

“Mwo??!! Nayoung??!!!”

Chanyeol menengok ke belakang Baekhyun dan menemukan Nayoung sedang tersenyum ke arahnya.

“Annyeong Chanyeol!!”

“Annyeong… Nayoung”

~TBC~

Haiii guyss!! Aku kembali nih bawa episode 1. Bayangin dulu ya Chesmistry antara Chanyeol sama Chanmi ya?? Biar kalian tau aku update FF ini.. follow blog ini ya?? Stay tune!!

8 responses to “My Sister is School Queen (Episode 1)

  1. jadi Chanmi menyukai Chanyeol secara diam2, pada hal Chanmi penggemarnya juga banyak, tapi dia hanya memandang Chanyeol seorang, sayang Chanyeol kurang merespon perasaan Chanmi, ditunggu part selanjutnya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s