The Dark Moon : We’ll Meet Again [Series #3]

the dark moon

 Title : The Dark Moon || Sub-title : We’ll Meet Again

Author : Xilverspear  || Length : Ficlet [Series]

Casts :

Byun Baekhyun | Park Chanyeol

Genre : Historical, AU, Angst || Rating : PG-17

Pukul tiga dini hari, dan aku selalu terjaga

=======

The  series :

#1 : I Don’t Belong Here [Do Kyungsoo]

#2 : Paper Crane [Kim Jongdae]

#3 : We’ll Meet Again [Byun Baekhyun]

=======

We’ll Meet Again

thoughtful-bread-wide

“Hey, bulan. Aku tahu benar bagaimana rasanya sendirian. Benar-benar sendirian sepertimu. Kedinginan sendirian. Kelaparan sendirian” kata Baekhyun menatap rembulan dari balik jeruji besi.

Di sebuah penjara di kota Kyungsung*, Baekhyun ditahan karena tertangkap basah sedang mencuri roti di toko roti mahal milik orang Jepang. Memang itu yang selalu dilakukan Baekhyun ketika perutnya lapar. Apalagi yang bisa dilakukan orang Joseon yang tidak berpendidikan seperti Baekhyun? Dia tidak akan pernah mau bekerja pada orang Jepang. Dia hanya akan selalu mencuri makanan dari rumah atau toko milik orang-orang Jepang. Terlalu banyak orang-orang Joseon yang takut kepada polisi-polisi Jepang. Tapi tidak bagi Baekhyun. Dia sama sekali tidak takut pada orang-orang Jepang yang menjajah negaranya itu. Namun ternyata keberanian Baekhyun terhadap orang-orang Jepang malah membuatnya terpenjara di dalam ruang sempit dan pengap ini. Sudah sering Baekhyun diperlakukan seperti ini, tapi ini akan menjadi yang terakhir kalinya.

Pukul tiga dini hari, Baekhyun selalu menatap rembulan. Hari ini bulan bersinar bulat penuh. Sangat indah. Biasanya, pukul tiga dini hari, Baekhyun selalu memandangi rembulan dengan perut yang penuh bersama sahabatnya, Chanyeol. Saat Chanyeol masih hidup. Dulu.

Dua bulan yang lalu, pukul tiga dini hari. Baekhyun dan Chanyeol mengendap-endap di sebuah toko roti milik orang Jepang.

“Baekhyun-ah, apa kau yakin ini aman?” bisik Chanyeol.

“Tentu saja ini aman. Aku pernah mencuri roti di sini. Si pemilik toko ini sangat lamban. Lagi pula kita bisa berlari dengan sangat cepat, jadi jangan khawatir” Baekhyun balik berbisik dengan penuh keyakinan.

“Baiklah…” masih ada keragu-raguan di dalam suaranya.

Baekhyun dan Chanyeol masuk ke ruangan penyimpanan roti kemudian mereka mulai meraup roti sebanyak-banyaknya lalu memasukkannya ke dalam pakaian lusuh mereka. Roti yang mereka ambil sudah lebih dari cukup, inilah saatnya kabur. Namun tiba-tiba…

PRAAAAAAAAAANG!!

Baekhyun tidak sengaja menjatuhkan gelas kaca dan membuatnya pecah berkeping-keping di lantai. Suara pecahnya gelas itu mengema ke seluruh toko itu. Wajah mereka berdua seketika berubah pucat pasi.

“Oh tidak…” Baekhyun berkata lirih. Si pemilik toko sudah bangun dan siap memburu mereka.

“LARI!” Chanyeol berteriak. Mereka lari tunggang-langgang meninggalkan toko itu dengan membawa roti-roti curian. Si pemilik toko tidak tinggal diam melihat kedua pencuri itu pergi begitu saja. Si pemilik toko itu pun mengejar mereka.

“PENCURI!! PENCURI!!” si pemilik toko berteriak-teriak sehingga dua orang polisi Jepang yang sedang berpatroli membantunya untuk menangkap Baekhyun dan Chanyeol.

Chanyeol dan Baekhyun berlari secepat yang mereka mampu, begitu pula dengan si pemilik toko roti bersama para polisi Jepang itu.

“YA!! Berhenti kalian!” seorang polisi melepaskan tembakan ke udara untuk memperingatkan mereka. Tapi, tentu saja kedua pencuri itu tetap berlari kencang.

Sudah 3 kali polisi itu melepaskan tembakan peringatan ke udara, tapi dua pencuri itu tetap saja berlari. Saking gemasnya, polisi itu mengarahkan pistolnya ke arah pencuri-pencuri itu.

DOOOOR!

Chanyeol terjatuh. Sebuah timah panas bersarang di kakinya. Melihat temannya terjatuh, Baekhyun malah terus berlari meninggalkan Chanyeol tanpa menoleh ke belakang.

“Baekhyun-ah!!! Baekhyun-ah!!!” suara Chanyeol terdengar di belakangnya, tapi Baekhyun tidak berani menoleh sedetikpun.

Si pemilik toko yang marah langsung memukuli dan menendang Chanyeol tanpa ampun. Bahkan kedua polisi Jepang itu pun juga ikut memukuli Chanyeol dengan pentungan yang selalu mereka bawa. Sedangkan Baekhyun berhasil lolos.

“TERNYATA KAU YANG SERING MENCURI DI TOKOKU?! EO?! DASAR ORANG JOSEON SIALAN! BERANI-BERANINYA KAU MENCURI DI TOKOKU! DASAR ORANG JOSEON TERKUTUK!!” si pemilik toko roti itu tak henti-hentinya mengumpat sambil menendang dan menginjak tubuh Chanyeol.

Kemarahan si pemilik toko roti itu tak berhenti sampai di situ. Ia merebut pistol milik polisi Joseon di sebelahnya, kemudian mengarahkannya kepada Chanyeol.

DOOOR!

Sebuah timah panas menembus jantung Chanyeol.

Kepergian Chanyeol menciptakan kesendirian bagi Baekhyun karena memang hanya Chanyeol-lah satu-satunya sahabat Baekhyun. Baekhyun mulai membenci dirinya sendiri melebihi orang-orang Jepang yang menjajah negaranya. Ia menyesal karena tidak menolong Chanyeol. Mungkin Chanyeol akan selamat jika ia menolongnya. Tapi Baekhyun terlalu takut saat itu. Siksaan-siksaan polisi-polisi Jepang terhadap orang-orang Joseon yang mereka tangkap sungguh sangat mengerikan. Dicambuk, disengat dengan logam panas yang membara, dimasukkan ke dalam kotak paku, semuanya pernah dirasakan oleh Bakehyun. Bayangan siksaan-siksaan itulah yang membuat Baekhyun takut untuk menolong Chanyeol. Baekhyun takut tertangkap dan disiksa lagi.

Sekarang Baekhyun hanya bisa menyesali keegoisannya dari balik jeruji besi ini.

Baekhyun baru saja merasakan dimasukan ke dalam kotak paku yang membuat pakaiannya berlubang-lubang, sama seperti kulitnya, berlubang-lubang. Sungguh, penderitaan yang Baekhyun rasakan seakan tak ada habisnya.

“Bulan, apakah Chanyeol di sana baik-baik saja?” Baekhyun mulai berbicara lagi kepada bulan, “tolong sampaikan permintaan maafku kepadanya. Katakan padanya bahwa aku menyesal karena telah meninggalkannya sendiri. Katakan padanya bahwa aku sungguh menyesal”. Setitik air mata membasahi wajahnya yang kotor dan penuh luka.

Tiba-tiba pintu sel dibuka. Dua orang polisi Jepang masuk ke dalam sel dan membawa Baekhyun keluar dengan paksa. Baekhyun tidak memberontak karena ia sudah tidak memiliki tenaga yang tersisa untuk melawan. Semua siksaan yang ia terima telah merenggut semua tenaganya.

Baekhyun sudah tahu apa yang akan terjadi padanya.

Baekhyun dibawa ke tengah lapangan yang ada di luar gedung penjara. Dirinya diikat ke sebuah tiang karena ia terlalu lemah untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Seorang polisi Jepang berdiri tak jauh di depan Baekhyun. Polisi itu memegang sebuah pistol laras panjang, mengarahkannya ke arah Baekhyun yang tak bergerak sedikitpun.

“Aku akan segera menyusulmu, Chanyeol-ah”

Polisi Jepang itu menarik pelatuk pistolnya. Suara tembakan dari pistol itu menggema di langit keunguan kota Kyungsung, membuat burung-burung beterbangan. Sebuah timah panas telah bersarang di jantung Baekhyun. Tidak ada lagi si pencuri roti bernama Baekhyun. Kematiannya tidak mengubah apapun. Orang-orang Jepang masih terus hidup berfoya-foya sementara rakyat Joseon kedinginan dan kelaparan karena tidak punya pakaian dan makanan.

Cahaya keemasan bulan menerangi langit kota itu. Bulan menjadi saksi bisu sebuah eksekusi mati seorang pencuri roti, sekaligus menjadi saksi bisu atas semua ketidakadilan yang terjadi di negara itu.

=== THE END ===

*Kyungsung : nama kota Seoul lama (saat penjajahan Jepang)

A/n : Maap ya, aku kayaknya banyak nyepam fanfic ^^v Dan sedihnya, aku jarang banget bikin fanfic yang endingnya bahagia😦 Ya, nanti kapan2 bikin yang happy ending deh…😛

Oh iya, fanfic ini settingnya agak2 terinspirasi dari drama Korea tahun 2010 (kalo ga salah) yang judulnya Bridal Mask, pemeran utamanya adalah Joowon sama Park Kiwoong. Kalian tau kan? Itu Drakor ngehitz (?) banget lho. Kalo belom nonton, buruan tonton ya… ga bakalan nyesel deh.

Nah, sebenernya aku ada ide buat bikin prekuelnya fanfic ini, yang We’ll Meet Again ini. Ya, jadi nyeritain tentang kehidupan masa kecilnya Baekhyun sama Chanyeol, waktu mereka belom jadi pencuri. Nanti bakalan aku tambahin castnya… Hehe…😛 Tapi, tergantung readers juga sih mau ato engga kalo fanfic ini aku bikin perkuelnya…🙂

Comment, question or advice will be happily accepted😀😀

PPYONG!

6 responses to “The Dark Moon : We’ll Meet Again [Series #3]

  1. Pingback: The Dark Moon : Paper Crane [Series #2] | FFindo·

  2. Pingback: The Dark Moon : I Don’t Belong Here [Series #1] | FFindo·

  3. sial sial sialll….
    kesel ah baca ff ini…
    betapa tidak adilnya zaman penjajahan jepang, hanya karena roti lalu ditembak mati? hidup foya-foya sedangkan warga yang dijajahnya kelaparan dan kedinginan…
    kasian baekhyun dan chanyeol… huwaaaaaa😥
    daebak thor udah bikin saya sedih, marah, kesel baca ini ff

    • wkwk… maap ya, kalo bikin kesel…😛 Lebih kesel lagi kalo nonton drama Bridal mask /oot/😛 gara2 drama itu aku jadi punya gambaran jaman penjajahan jepang.
      Hehe… makasih udah baca & komen yaaa… :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s