Love is Possibility

udrt

Love is Possibility

“Our love can be possibility..”

.

Fluffeun

.

Main Cast:

Kim Seokjin – Han Yoorin

(OC & BTS)

.

PG-13

.

Vignette

.

Angst, Drama, Hurt / Comfort, AU

.

https://aeringallery.wordpress.com/

.

Disclaimer: This story is pure from my mind. SiDers and PLAGIATors are no allowed!!

.

BGM:

Possibility – BoA ft Miura Daichi

 

◊◊◊

Yoorin POV:

Aku memandangi langit di depanku. Aku ada janji dengan seorang pria, pria yang sangat spesial di hatiku. Senyumnya, leluconnya, wajahnya.. mampu membuatku terpesona.

Dialah Kim Seokjin. Kami sudah 1 tahun menjalin hubungan. 2 bulan yang lalu adalah Anniversary kami. Sebagai hadiahnya, ia mengajakku jalan jalan. Entah sudah berapa banyak moment indah yang kami habiskan bersama.

“Yoorin-ah!!”

“Oppa!!”

Seokjin oppa memeluk dan mencium keningku lembut. Kami duduk dan mulai mengobrol

“Kenapa oppa memintaku untuk bertemu di sini??”

“Aku ingin mengajakmu jalan jalan. Kau mau kan??”

“Kemana??”

“Rahasia!! Pokoknya kau harus nurut dan jangan bawel. Arra??”

“Arra”

Seokjin oppa tersenyum dan menggandeng tanganku keluar dari cafe tersebut.

***

Author POV:

Seokjin memakirkan mobilnya. Pasangan itu keluar dari mobil

“Everland?? Kau serius oppa??”

“Iyaaa. Aku serius!! Kau sudah lama ingin ke sini kan??”

“Iya sih. Tapi…”

“Sst!! Sudahlah. Ayo masuk dan kit habiskan 1 hari di sini!!”

Seokjin menarik tangan Yoorin masuk. Selama 1 hari penuh mereka bermain semua wahana di Everland itu. Tak lupa mereka mengambil beberapa foto selfie di sana.

“Ayo kita pulang. Hari sudah mulai gelap”

“Ohh.. ayo!!”

Mereka berjalan menuju parkiran sambil tetap bergandengan.

“Oppa, gomawo untuk hari ini. Aku sayang oppa!!”

“Cheonma. Oppa lebih menyayangimu”

Mobil segera Seokjin jalankan. Saat melewati pantai, Seokjin memakirkan mobilnya.

“Kenapa berhenti??”

“Ayo kita menikmati pemandangan sebentar”

Yoorin mengangguk saja. Diluar, mereka duduk di atas batu karang sambil berpelukan.

“Yoorin”

“Hmm??”

“Apa kau mencintaiku??”

“Tentu saja oppa!! Kau lucu sekali!!”

“Apa kau akan tetap mencintaiku meski aku meninggalkanmu??”

Yoorin melepas pelukannya dan menatap Seokjin bingung.

“Kenapa oppa tanyakan ini padaku??”

“Jawab saja”

“Tapi kenapa kau tanyakan ini??!!”

“JAWAB SAJA!! DASAR BAWEL!!”

Yoorin terkejut. Seumur hidupnya, Seokjin belum pernah membentaknya seperti itu.

“O-oppa..”

“Astaga!! Mianhae Yoorin!! Aku tidak bermaksud membentakmu.. maafkan aku..”

“Kenapa kau membentakku oppa??!! Apa salahku padamu??!!”

Seokjin langsung memeluk Yoorin untuk menenangkannya.

“A-aku tidak bermaksud membentakmu.. sungguh.. a-aku..”

“Mianhae oppa..”

“Eh??”

“Aku tau. Oppa pasti capek menghadapi sikap bawel dan kekanak kanakanku. Aku minta maaf… aku tadi terlalu memaksamu..”

Seokjin meneteskan air matanya. Yoorin yang menyadari hal itu langsung menyeka air mata Seokjin.

“Meski ajal menjemput kita, aku akan tetap mencintaimu. Meski kita sudah mengucapkan kata ‘selamat tinggal’, aku masih akan tetap mencintaimu”

Seokjin memeluk Yoorin dan menumpahkan semua air matanya di pelukan Yoorin. Akhrinya di malam itu, Yoorin dan Seokjin saling menangis bersama. Mereka menutup malam dengan sebuah ciuman lembut sebagai simbol ikatan cinta diantara keduanya.

***

2 days later…

Jin oppa memintaku untuk bertemu dia lagi. Tadi dia bilang akan bertemu jam 10 tapi sekarang sudah 1 jam dan ia belum datang. Tak biasanya dia datang seterlambat ini

“Mian aku terlambat”

“Ah.. gwaenchana”

Sepanjang waktu kami diam dan saling meneguk minuman masing masing. Aku yang penasaran memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.

“Kau kenapa oppa??”

“Gwaenchana”

“Kau yakin??”

“Ya”

“Kalau kau yakin, kenapa nada bicaramu seperti ini?? Tidak biasanya kau seperti ini!! Kau marah padaku?? Kau ada masalah denganku?? Ceritalah oppa!!”

Jin oppa menghela napas. Ia menatapku tajam

“Yoorin.. kurasa, kita perlu mengakhiri hubungan kita”

JDER!!

Bak tersambar petir aku langsung berdiri karena terkejut.

“Apa maksudmu??!!”

“Kita perlu mengakhiri hubungan ini”

“Kenapa??!!”

“Kita sudah tidak bisa bersama!!”

“Apa alasannya??!!”

“Aku mencintai orang lain!! Puas??!!”

Aku terkejut. Tanpa sadar air mataku menetes.

“Kenapa oppa??!! Kenapa??!! Apa ini arti perkataanmu 2 hari yang lalu??!!! Jawab oppa!!”

“Dengan berat hati, aku harus mengatakan… ya!!”

Aku sudah tidak kuat lagi. Aku menampar pipi Seokjin oppa kuat kuat dan berlari meninggalkan Seokjin oppa yang masih tetap duduk di Cafe itu.

“Kenapa oppa lakukan ini?? Apakah ini perpisahan yang dibilang orang orang?? Inikah yang disebut Goodbye?? Semua momen kebersamaan kita hancur dan patah begitu saja. Meski kita sudah berpisah seperti ini… aku akan tetap mencintaimu karena aku tau, semua perkataanmu tadi bohong”

***

1 month later..

Author POV:

Sudah 1 bulan lamanya Yoorin putus kontak dengan Seokjin. Terakhir mereka bertemu waktu Seokjin sedang bersama wanita lain yang Yoorin yakini adalah kekasihnya yang baru.

“Yoorin!! Sudah siap??”

“Oh!! Sudah oppa”

Yoorin dan kakaknya Taehyung segera berangkat ke rumah sakit. Di rumah sakit, mereka bermaksud menjenguk kekasih Taehyung yang sakit.

“Oppa, kau temani saja Seora eonni.. aku akan jalan jalan sebentar”

“Oh, baiklah.. hati hati dan jangan lakukan hal bodoh”

Yoorin keluar ruangan dan melangkahkan kakinya ke arah taman di area rumah sakit tersebut. Dirinya duduk di bangku sambil memandangi fotonya dengan Jin.

“Kau tidak apa apa jalan jalan??”

Yoorin mengangkat kepalanya karena ia merasa familiar dengan suara tersebut.

“Tidak apa apa umma. Aku justru harus jalan jalan”

Sekarang Yoorin semakin hapal dengan suara itu. Suara itu seperti suara nyonya Kim dan suara Jin!!

Dengan ragu, pelan pelan ia memutar kepalanya. Ternyata dugaannya benar!! Di belakangnya, nyonya Kim mendorong Jin yang duduk di kursi roda.

“Jadi.. selama ini Jin oppa sakit??!! Kenapa… kenapa ia menyembunyikan ini dariku??!!!”

Setelah beberapa lama, nyonya Kim dan Jin terlihat berjalan menjauh. Yoorin segera bangkit dan mengikuti nyonya Kim dan Jin. Setelah mereka masuk ke ruang inap Jin, Yoorin segera mencatat nomor kamar Jin dan mengintip melalui kaca kecil yang ada di pintu tersebut.

“Kenapa kau merahasiakan ini dari Yoorin, Jin-ah??”

“Tidak mengapa, eomma”

“Tidak mungkin tidak ada apa apa. Ayo, cerita pada eomma”

Jin menangis dan memeluk nyonya Kim.

“Aku sebentar lagi meninggal eomma!! Aku hanya akan menjadi beban Yoorin!! Aku tau caraku salah, aku hanya ingin kita berpisah tanpa meninggalkan luka di hati masing masing!!”

Tanpa mereka sadari, diluar Yoorin sudah jatuh terduduk dan ikut menangis.

Yoorin melangkahkan kakinya menjauhi ruang inap Jin untuk kembali ke ruang inap kekasihnya Taehyung.

“Kau kenapa?? Kok matamu sembab??”

“A-aku tak apa…”

“Kau yakin??”

“Yakin. Bagaimana dengan Seora eonni??”

“Syukurlah, besok dia sudah boleh pulang”

“Wahh, selamat eonni!! Welcome back!!”

“Gomawo, Yoorin”

Keesokan harinya, secara diam diam Yoorin kembali mendatangi rumah sakit tersebut dan meletakkan buket bunga di depan ruang rawat Jin. Selama barhari hari bahkan berminggu minggu Yoorin selalu melakukan ini. Jika ia tidak ada waktu, Yoorin menyuruh kurir untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Namun pada suatu hari…

“Cepat suster!! Pacu jantungnya!!”

“Alat dalam keadaan maksimal dokter!!”

“Lakukan apa saja dan buat jantung pasien kembali stabil!!”

Terjadi kegaduhan yang luar biasa. Yoorin melangkah mendekati ruang rawat Jin dan mengitip dari kaca itu.

“JIN!! Kumohon bangun nak!!”

Yoorin gemetar karena mendengar suara memilukan itu.

“Pacu jantungnya suster!!”

Yoorin semakin meneteskan air mata melihat Jin terbaring dengan selang selang yang terpasang di tubuhnya. Usaha itu tetap berlanjut hingga akhirnya…

TIIIT TIIT…

Dokter menghampiri orang tua Jin.

“Maafkan aku nyonya. Dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa putra anda sudah tiada”

“ANDWAE!!!”

Yoorin menerobos masuk dan menjatuhkan buket bunga tersebut. Tuan dan nyonya Kim tampak kaget namun kemudian mereka sama sama menangis.

“Bangun oppa!! Jangan tinggalkan aku!! Bangun!! Kenapa kau seperti ini??!! Kau bilang kalau kita akan bersama sama dalam suka dan duka!! Tapi kenapa saat kau seperti kau malah menutupinya dariku!! Sekarang, kau meninggalkanku dengan cara seperti ini!! KENAPA OPPA??!!” ucap Yoorin sambil menangis kencang.

Nyonya Kim mendekati Yoorin dan memeluknya.

“Maafkan eomma, Yoorin. Eomma tidak ingin begini.. namun Jin yang meminta semuanya. Jin tidak pernah menginginkan semua ini terjadi. Relakan kepergian Jin, Yoorin. Dia pasti akan sedih”

Yoorin tetap menangis hingga ia tidak sadar bahwa jantung Jin perlahan lahan mulai berdetak

“Yo-yoorin..”

“J-jin oppa??!! Kau sadar??!!”

“A-aku minta maaf.. aku tidak bermaksud seperti ini. Aku tidak ingin membuatmu menangis seperti ini. Saat aku mengucapkan kata kata perpisahan, hatiku terasa hancur berkeping keping. Saat aku mengingat momen kebersamaan kita, hatiku terasa perih. Seperti pendulum yang bergoyang, perasaan juga bergetar saat itu. Aku ingin meninggalkan kenangan bahagia di hatimu. Maafkan aku..”

Yoorin semakin menangis manakala mengetahui bahwa jantung Jin kembali tidak stabil.

“Berjanjilah padaku Yoorin. Jangan menangisi kepergianku. Teruslah hidup dan buat aku bangga. Terus tersenyum dan lanjutkan hidupmu meski tanpaku. Aku akan selalu mencintaimu”

Sesudah mengucapkan kata kata tersebut, jantung Jin langsung berhenti dan Jin telah tiada.

“ANDWAE!! OPPA!!”

***

Yoorin POV:

Aku menghadiri upacara pemakaman Jin oppa. Aku diantar oleh seluruh keluargaku.

“Ingat pesan Jin, Yoorin. Jangan menangis di depannya”

“Arraseo eomma”

Eomma membantuku untuk duduk di hadapan peti mati Jin. Aku menaburkan bunga dan menaruh foto foto serta barang barang kenangan kami di dalam petinya.

Aku mengelus wajah Jin dan seketika itu juga air mataku langsung tumpah.

“Aku sudah berusaha untuk tersenyum oppa!! Tapi kenapa rasanya susah??!! Kenapa kau pergi dengan cara seperti ini?? Apa salahku??!!”

Semua orang di ruangan itu menangis sedih. Eomma Jin merangkul bahuku untuk menenangkanku.

“Yoorin-ah, sudah ya?? Kau jangan berputus asa seperti ini. Jin akan sedih melihatmu begini”

Aku memeluk eomma Jin dan menumpahkan semua kesedihanku di pelukannya. Aku menatap Jin oppa untuk terakhir kalinya dan mencium keningnya lembut.

Terima kasih untuk semuanya oppa. Meski aku melihat mimpi bahwa kita masih bisa bersama, aku tau itu tidak bisa terjadi. Meski begitu, tidak ada yang bisa mengubah cintaku padamu”

“Aku sekerang mengerti apa arti ‘Cinta adalah Kemungkinan’. Kemungkinan bahwa cinta bisa membawa kita dalam kebahagiaan atau kesedihan bergantung pada kita. Namun satu yang aku tau, cinta kita bukanlah kemungkinan”

THE END

Hai hai!! Aku comeback dengan ff yang ngebut bangetttt^^ Inspirasi ff ini bermula dari aku yang tengah galau dan mendengarkan lagunya tante BoA ft om Miura Daichi yang berjudul Possibilty. Lagunya enak bangett dan cocok dehhh^^ Mian juga karena aku enggak bawa lanjutan ff Noblesse dan MSSQ (My Sister is School Queen)… aku ngebut nyelesaiin ini karena takut inspirasiku hilang bebas seperti debu. Jika kalian sudah membaca ff saya yang gaje ini, silahkan coret coret di komen atau klik like ne??

4 responses to “Love is Possibility

  1. cepet banget………….. alias kurang panjang TTTT jadi berasa buru2 bacanya (mgkin krn author jg buru2 biar inspirasinya ga ilang wk)
    dan kocak pas jin bangun lagi cuma buat ngasih wejangan ke yoorin terus mati lagi, demi itu bacanya absurd ketawa gmana gt biar sebenernya scene sedih
    buat part “Maafkan aku nyonya. Dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa putra anda sudah tiada” mgkin lebih diperhatiin kalo mau pake aku ya aku, saya ya saya, kayak kalau pov orang pertama atau pov orang ketiga gitu jadinya kan runtut, bacanya lebih enak gt, saran aja sih kak, hehe
    anywayyyyy suka sama kesimpulannya soal cinta cinta benci kemungkinan ituuu~ romantis gmana gt! Keep writing ya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s