[Ficlet] Sepotong Hati di Dalam Kulkas

sepotong hati di dalam kulkas_2

Title : Sepotong Hati di Dalam Kulkas

Author : Xilverspear

Cast : Irene (Red Velvet)

Genre : Vignette, Surealism (?) *entahlah, author tak yakin*

Rating : G

Length : Ficlet (514 words)

Walaupun aku beku, tapi paling tidak aku aman di sini

Irene. Ia adalah seorang gadis yang bertahan hidup hanya dengan sepotong hatinya yang ia simpan di dalam kulkas. Dulu, ada seseorang yang ia percayai untuk menjaga hatinya yang saat itu masih utuh. Namun, tiba-tiba orang itu menjatuhkan hati Irene ke dalam jurang yang sangat dalam sehingga membuat hati Irene hancur berkeping-keping. Irene tidak akan bisa hidup tanpa hatinya. Oleh karena itu ia harus masuk ke dalam jurang itu lalu mengumpulkan serpihan-serpihan hatinya yang tersisa ke dalam sebuah toples kaca. Irene hanya berhasil mengumpulkan setengah bagian hatinya, sedangkan bagian yang lain sudah tak berbentuk dan mati. Irene membawa serpihan-serpihan hatinya itu ke rumahnya dan menaruhnya di dalam kulkas.

Hati, maafkan aku karena sudah menitipkanmu kepada orang yang salah” kata Irene kepada hatinya yang tinggal separuh itu dengan begitu menyesal, “untuk sementara, aku akan menyimpanmu di dalam kulkas. Tak apa. Walaupun kau beku, tapi paling tidak kau aman berada di sini”. Kemudian Irene menutup pintu kulkasnya.

Tiga tahun kemudian, hati hati yang Irene simpan di dalam kulkas sudah sepenuhnya membeku. Begitu keras dan dingin, tapi akan hancur walau hanya jatuh ke lantai.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah Irene. Irene membukanya. Seorang laki-laki dengan senyum ramah menyapa Irene. Irene segera mempersilahkan laki-laki itu untuk duduk di sofa ruang tamunya.

“Irene, apa yang akan kau lakukan pada hatimu yang tinggal separuh itu?” tanyanya.

“Entahlah” Irene mengedikkan bahunya, “mungkin aku akan menyimpannya di dalam kulkas selamanya?” Irene pun tidak yakin dengan ucapannya sendiri.

“Sebenarnya, aku juga sepertimu, Irene” kata orang itu. Irene menatap temannya itu dengan tatapan bingung, “hatiku juga tinggal separuh, dan aku juga menyimpannya di dalam kulkas”

“Lalu?”

“Bagaimana kalau kau menyimpan hatimu di dalam kulkas di rumahku, lalu menyatukan potongan-potongan hati kita menjadi satu?” tawar temannya.

“Hmmm…” Irene masih menimbang. Bimbang. “Tapi aku tidak yakin…”

“Kau tidak perlu takut, Irene” kata orang itu, “lagi pula, jika hatimu hancur setelah disatukan dengan hatiku, hatiku pun akan ikut hancur. Tapi, jika hatiku menjadi kuat setelah disatukan dengan hatimu, hatimu pun akan menjadi kuat”

“Tapi, aku masih tidak yakin” kata Irene lirih.

“Baiklah, besok sore aku akan datang lagi untuk menagih jawabanmu. Kau boleh memikirkannya terlebih dahulu” katanya seraya melangkah keluar meniggalkan rumah Irene.

Irene segera beranjak menuju dapur rumahnya, kemudian membuka kulkas. Sepotong hatinya masih ada di sana, beku dan keras.

“Hey, apa yang kau rasakan di sana?” tanya Irene.

“Dingin dan sepi” jawab hati itu singkat.

“Sudah lama kita tidak berbicara” kata Irene, “aku punya sebuah pertanyaan untukmu”

“Katakanlah”

“Apakah kau mau jika aku titipkan lagi pada seseorang?” tanya Irene tidak yakin.

“Jujur, aku sudah bahagia berada di tempat dingin ini selama tiga tahun. Lagi pula kau akan mati jika aku hancur sepenuhnya. Aku tidak mau dibuang untuk yang kedua kalinya. Kau seharusnya tidak percaya kepada siapapun, Irene. Kecuali jika kau masih punya hati-hati yang lain untuk dibuang” kata hati itu.

Irene hanya bisa termenung di depan kulkasnya memandangi hatinya yang beku tanpa kata.

Memang benar, hatiku tinggal separuh, tapi orang itu begitu menggoda dan meyakinkan. Aku masih ingin memberikan kesempatan pada orang itu. Tapi…

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

=== THE END ===

 

Hai hai.. Maap ya, aku selalu posting FF geje kayak gini. Niatnya sih bikin surrealism gitu… tapi sepertinya gagal, dan gantungnya kebangetan (?). Iya ga sih? Entahlah… kalo kalian mau complain ato ngasih saran ga apa2 sih, akan saya terima dengan bahagia..😀😀

Sebenernya ini udah imajinasi author sejak aku awal SMA, kira2 4 taon yang lalu lah… hoho… Ya, bisa dibilang ini juga termasuk curhatan author juga… wkwk. Maap keun yak? Author aja manusia biasa yang punya hati. Sekarang hatinya author masih author simpen di kulkas nih. Ga tau mau dikasihin siapa… Oh iya, kasihin Mas Umin aja deh.. wkwk..

Ah.. sudahlah… Author harus out

PPYONG!

6 responses to “[Ficlet] Sepotong Hati di Dalam Kulkas

  1. Kece sih……… judulnya juga meyakinkan banget. Di awal aku mikirnya tuh itu ‘hati’ yang dimaksud itu hati beneran, yang dimakan, hati ayam, hati sapi misalnya😄 ((absurd)) ((ditendang))
    Tp overall baguslah. Aku suka sama bahasanya. Ringaaaan banget 😊

    • Hihi.. makasih ya udah baca dan komen ^^ Iya sih, awalnya aku juga mikir ‘kayaknya ini bakalan dikira hati yang buat dimakan deh’.. hoho… ternyata bener ada yang mikir gitu… wkwk… tapi ga apa2 kok… hati kan emang nyimpennya di kulkas //loh//😛
      sekali lagi, makasih yaa…😀

  2. aaaahhhh cuteee wkwkwk aku suka banget ceritanya, penggambarannya juga, aku suka cerita simpel gini, nggak belibet dan penuh makna, author juga bikin readernya nyimpulin ceritanya dari sudut pandang masing-masing
    suka bangeet apalagi castnya Irene, wkwk keep writing love ya~

    • uweee.. makasih yaa.. udah RCL ^^ Iya, aku lebih suka pake bahasa yg biasa2 aja. Soalnya menurutku ribet kalo pake bahasa2 puitis gitu. Terlalu bertele-tele… ._. *no offense*
      Sekali lagi, makasih yaaa… :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s