Promise

Promise

Promise

“You knocked on my heart that was perfectly hidden..”

.

Fluffeun

.

Main Cast:

Kim Minseok – Lee Arin – Xi Luhan

.

Oneshoot

.

PG-13

.

Romance, Angst, Drama, AU

.

https://aeringallery.wordpress.com/

.

Disclaimer: This story is pure from my mind. Don’t be silent reader and give appreciate for this story.

.

BGM:

SNSD – Promise

Promise

 

Namaku Lee Arin. Orang orang memanggilku Arin. Banyak yang bilang bahwa aku adalah anak perempuan yang beruntung. Tapi, apakah julukan itu pas untukku??

 

Tidak..

 

Kenyataannya, aku selalu mendapat kesialan yang berunjung pada luka yang dalam. Orang orang yang kupercaya malah berbalik mengkhianatiku. Seperti yang terjadi 1 minggu yang lalu.

 

Luhan. Xi Luhan..

 

Laki laki yang sampai sekarang masing terbayang di ingatanku. Laki laki yang sukses meluluhkan hatiku dan menghancurkan hatiku dalam sekejap. Kini aku hanyalah anak perempuan sial yang mendambakan cinta yang benar benar tulus dan jujur.

“Arin??”

Lamunanku buyar oleh suara yang sangat familiar bagiku.

 

Minseok. Kim Minseok

 

Sahabat sekaligus kakak yang paling jujur dan mengerti aku. Meski aku selalu sial, ternyata Tuhan masih berbaik hati dengan mengirimkan Minseok untukku.

 

Sungguh… entah bagaimana jadinya aku tanpanya

 

“Sudah lama ya??”

“Tidak kok. Aku baru datang..”

“Apa.. kau masih memikirkannya??”

Aku terdiam. Mustahil jika aku berbohong padanya. Sepandai pandainya aku berbohong, aku pasti akan tetap ketauan.

“Masih”

“Aishh. Berapa kali aku bilang padamu?? Lupakan dia!! Lagipula, aku juga menyesal pernah mengenalkannya padamu”

“Susah oppa… sangat susah”

“Maksudmu??”

“Hari hari yang kuimpikan bersama Luhan oppa hancur begitu saja dengan satu kata. Bagai racun, rasa sakit itu menyebar dengan cepat ke seluruh tubuhku. Terkadang, saat aku mencoba berjalan ke arah yang berlawanan, memori memori itu seakan menghalangiku dan mengurungku dalam penjara kegagalan. Kenapa semua ini terjadi padaku oppa??”

Minseok oppa hanya diam. Ia berdiri lalu berpindah posisi dan duduk disebelahku.

“Arin, meski kau sedang terpuruk sangat dalam, kau harus tetap bangkit. Kesedihanmu tidak boleh menjadi penghancur tembok pertahananmu. Harusnya dia yang menangisimu, bukan kau yang menangisi dia. Harusnya dia menyesal telah menyianyiakan gadis sebaik dirimu”

Aku terdiam. Perkataan Minseok oppa seolah menamparku. Dia benar!! Aku tidak boleh terlihat rapuh seperti ini!! Aku harus kuat!! Arin adalah orang yang kuat!!

“Kau benar oppa. Gomawo. Kau selalu menemaniku dan tidak pernah meninggalkanku”

“Itulah gunanya sahabat. Kau tidak perlu berterima kasih padaku”

Aku memeluk Minseok oppa membenamkan wajahku di dada bidangnya. Aku selalu nyaman bersamanya. Hanya saja, kapan aku mendapatkan kekasih seperti Minseok  oppa??

 

Promise

 

Author POV:

Arin sedang menunggu Minseok menjemputnya di halte. Tiba tiba, 2 orang pria tak dikenal membawa Arin dengan paksa.

“Siapa kalian?!! Lepaskan aku!!”

Namun sial bagi Arin, halte itu sedang sepi dan tidak ada satu pun orang di sana.

“Tolong!! LEPASKAN AKU!!”

Salah seorang dari mereka membungkam mulut Arin hingga pingsan. Mereka lalu membawa Arin ke suatu tempat dengan mobil.

Namun, tanpa mereka sadari.. ada sebuah mobil yang memperhatikan mereka dari jauh.

10 minutes later..

Arin terbangun dan mendapati bahwa ia ada di sebuah ruangan gelap.

“Halo!! Apakah ada orang??!!”

Arin ingin berdiri namun ternyata kaki dan tangannya diikat.

“Apa apaan ini??!! Siapa yang mengikatku??!!”

“Aku yang mengikatmu..”

Arin terkejut karena ia mendengar sebuah suara yang sangat dia hapal.

“Lu-luhan… k-kau yang..”

“Benar Arin. Aku yang mengikatmu”

“Kenapa kau lakukan ini??!! Lepaskan aku!!”

“KENAPA??!! KAU MASIH TANYA KENAPA??!!”

Luhan membanting sebuah kursi hingga hancur. Arin sudah benar benar gemetar, ia tidak menyangka bahwa Luhan senekat ini.

“Aku mencintaimu sayang… Tidak ada yang boleh memilikimu kecuali aku!! Tidak terkecuali Minseok!!”

“Kenapa?? Kenapa kau masih mencintaiku??!! Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau ingin PUTUS dariku??!!”

Arin menekankan kata putus pada kalimatnya. Luhan terdiam dan menghampiri Arin. Ia berlutut di hadapan Arin sambil memegang tangannya.

“Maafkan aku sayang. Aku hanya bercanda”

“Cih!! Bercanda katamu??!! Kau bahkan lebih menjijikan dari para ‘penjilat’ di luar sana!! Menjauhlah dariku dan lepaskan aku!!”

Luhan tertawa dan menarik rambut panjang Arin dengan kasar.

“Dengar,  Lee Arin. Kau tidak akan keluar dari sini. Kita akan selalu bersama. Hanya kau dan aku”

“Aku tidak mau!! Lepaskan aku!!”

“Silahkan saja kau berteriak karena tidak ada yang akan MENYELAMATKANMU!!”

Arin terdiam dan menangis. Luhan perlahan melepaskan tarikannya dan mengelus pipi Arin.

“Diam di sini dan nikmati saja sayang. Kau akan aman selama kau menuruti semua kata kataku”

Luhan melangkah keluar dan meninggalkan Arin sendirian di dalam ruangan yang gelap itu

“Tolong aku… Minseok oppa..”

 

In another side..

Minseok sampai di kantor polisi. Ia langsung masuk dan bertemu dengan pamannya. Ya, pamannya adalah seorang Kepala Polisi di situ.

“Paman!! Tolong bantu aku!! Ini gawat!!”

“Ada apa Minseok?? Ceritalah dengan benar”

“Arin!!! Ini tentang Arin!!”

“Kenapa dengan Arin??”

“Arin diculik!!”

“Mwo??!! Oleh siapa??”

“Entahlah paman. Saat aku ingin menjemputnya, aku melihat bahwa Arin dibekap dan dibawa masuk ke mobil”

“Kau tau kemana mereka??”

“Aku tau!!”

“Semua tim bersiap!! Kita ada misi penting!!” kata paman Minseok melalui intercom

Minseok tersenyum dan menjabat tangan pamannya.

Back to Arin..

Pintu gudang terbuka. Arin tersenyum  bahagia

“Minseok oppa??”

Orang itu tertawa dan selangkah demi selangkah memperlihatkan dirinya.

“KAU LAGI??!!”

“Ternyata, kau masih memikirkan dia…”

“Kau mau apa lagi??!!”

“Aku ingin memberimu makan sayang… aku tidak ingin kau sakit”

Luhan melemparkan roti dan air minum botolan itu dengan kasar kearah Arin.

“Untuk apa kau memberiku makan??!! Sekalian saja aku mati!! Jadi aku tidak harus melihatmu!!”

“Wah wah… Arin… rupanya kau sudah jadi pemberani ya??”

Luhan menghampiri Arin dan ikut duduk bersama Arin. Luhan menyandarkan kepalanya di bahu Arin. Meski Arin memberontak, Luhan tetap bersikeras menyandarkan kepalanya.

“Aku mencintaimu..”

“Aku sama sekali tidak..”

“Kau berbohong!! Tidak mungkin kau tidak mencintaiku!!”

“Kau ingin bukti??!! Cepat lepaskan dulu ikatanku!! Aku tidak akan kabur!!”

Luhan menurut saja. Setelah ikatan Arin terlepas, secepat kilat Arin menarik kalung pemberian Luhan yang masih melingkar di lehernya. Arin tetap menarik kalung itu hingga tanpa sadar lehernya mulai mengeluarkan darah karena gesekan hebat antara kalung dengan kulitnya yang mulus.

“Hentikan Arin!! Hentikan!!”

“Untuk apa kau mencegahku??!! Biarkan saja aku!! Ini bukti bahwa aku tidak mencintaimu lagi!!!”

Luhan menangis dan memegang Arin dengan tujuan agar Arin menghentikan aksinya. Arin tidak bergeming. Ia bahkan semakin brutal dengan aksinya. Tak ada jalan lain, Luhan akhirnya memeluk Arin untuk meredam aksinya. Luhan mengunci seluruh tubuh Arin hingga Arin berhenti karena ia tidak bisa bergerak.

“Lepaskan aku!! Menyingkir dariku, dasar mahluk menjijikan!!”

“Sudahlah Arin.. kumohon!! Maafkan aku…”

“Aku baru tau jika seorang Luhan bisa meminta maaf… LEPASKAN AKU!!!”

Luhan tetap memeluk Arin hingga ia tidak menyadari ada ribut ribut diluar.

BRAKK!!

Luhan mendengar suara benda yang menghantam pintu gudangnya. Ia tersenyum sambil tetap memeluk Arin.

“Minseok… kau sudah datang”

Arin menoleh ke pintu. Dengan sekuat tenaga ia memanggil Minseok.

“MINSEOK OPPA!! AKU DI SINI!!! JEBAL!! KELUARKAN AKU DARI SINI!!!”

Diluar, Minseok yang mendengar suara Arin segera menginstruksikan pamannya untuk mendobrak pintu  gudang tersebut.

BRAKK!!

Pintu gudang sukses di dobrak.

Minseok melihat Arin yangs sedang terikat di kursi. Ya, tanpa sepengetahuan Minseok.. Luhan sudah mengubah posisi mereka.

“Arin!!”

“Minseok oppa!!”

Saat Minseok akan menghampiri Arin, terdengar suara tembakan.

“Minseok!! Mundur!! Berbahaya!! Ada seseorang lagi di sini” kata Paman Minseok

Minseok mundur dan tak lama.. Luhan pun muncul.

“Apa kabar.. Minseok??”

“LUHAN??!!!”

“Ya.. ini aku!! Kau suka kejutanku??”

“Kenapa kau lakukan ini??!!”

“Karena aku mencintainya!! Kau yang sudah membuat aku dan Arin terpisah seperti ini!! Kehadiranmu yang sok menjadi malaikat itu sudah mempengaruhi Arin!!”

“A-aku??!! Semua ini salahku??”

“Benar!! Kau sendiri tidak menyadarinya kan??!! Dari kita kecil, aku tidak pernah dapat kebahagiaan!! Selalu kau!! Aku iri padamu!!”

“Bohong!! Minseok oppa, jangan percaya padanya!! Kau tidak bersalah!!”

“Luhan..”

“Mundur!! Kalau kau masih nekat, aku tembak Arin!!”

Minseok tetap maju. Luhan yang panik langsung berpindah mengarahkan pistolnya ke arah Minseok.

“MUNDUR!!”

Minseok tetap tak bergeming.

DOR!!

“MINSEOK OPPA!!!”

“MINSEOK!!!”

Minseok tetap melanjutkan langkahnya. Selangkah demi selangkah ia menghampiri Arin meski peluru itu terus menerus mengenai tubuhnya.

“MINSEOK OPPA!! STOP!! JANGAN LUKAI DIRIMU SENDIRI!!!” kata Arin sambil menangis.

Tanpa mereka sadari, salah seorang polisi berhasil mendekati Luhan. Saat Luhan hendak menarik pelatuknya, polisi itu segera menembak Luhan.

Namun sial, Luhan reflek melepaskan pelatuk pistolnya dan alhasil timah panas itu mengenai tubuh Minseok. Minseok langsung roboh di pangkuan Arin.

Arin menangis kencang. Semua sudah berakhir, Luhan berhasil diringkus.

“A-arin..”

“Minseok oppa…”

“A-aku m-mencintaimu…”

“MINSEOK OPPA!! ANDWAE!!”

 

Promise

 

Minseok POV:

Aku terbangun dan mendapati aku berada di ruangan serba putih.

“Oh.. ini rumah sakit. Tapi, kenapa aku disini??”

“Kau sudah bangun??”

Aku menoleh dan tersenyum. Ternyata Arin datang.

“Kenapa aku disini??”

“Sudahlah. Itu tidak penting… bagaimana keadaanmu??”

“Membaik..”

Arin duduk disamping. Tangannya yang lembut mengelus rambutku.

“Kau tau, semenjak kejadian itu.. aku benar benar sudah membuang Luhan jauh jauh. Mian.. gara gara aku kau hampir mati seperti ini”

“Tak apa… sudah kewajibanku sebagai sahabat”

“Ya!! Siapa yang bilang kita masih sahabatan eohh??!!”

“Mwo?? Kau juga membenciku??”

“Dasar bodoh!! Bukankah kau bilang padaku bahwa kau mencintaiku?? Mulai dari saat itu, kita bukan sahabat lagi!! Kita lebih dari sahabat!!”

“Jadi… kau menerimaku??”

“Iya. Kau tau, semenjak aku mengakhiri hubunganku dengan Luhan.. hatiku sudah terkunci rapat untuk siapapun. Sampai akhirnya, kau mengetuk hatiku yang sudah terkunci hingga aku terbuka kembali. Gomawo telah membangkitkanku. Kuharap kau tidak mengecewakanku”

“Kau bisa pegang janjiku. Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis, menderita, dan terpuruk. Aku akan terus membahagiakannya sampai waktu memisahkan kita”

Arin mencium keningku dan meletakkan kepalanya di dadaku. Aku hanya bisa tersenyum dan mencium puncak kepalanya dengan lembut

 

Promise

 

EPILOGUE…

“Ya!!! Cepat sedikit oppa!!”

“Iya iya.. sabar nona..”

“Kita bisa terlambat nanti..”

Hari ini aku ada foto keluarga. Entah kenapa, eomma menyuruh Minseok oppa ikut. Alasannya sih karena Minseok oppa calon keluarga baruku.

Calon keluarga?? Kalian pasti bingung kan??

Minseok oppa sudah resmi bertunangan denganku sejak 5 bulan setelah kejadian penculikan dan penembakan itu. Aku cukup senang karena akhirnya kami terikat sebagai calon pengantin.

“Eomma!! Aku dan Minseok oppa datang!!”

“Darimana saja kalian?? Sudah sudah!! Ayo bersiap!! Sebentar lagi giliran kita”

“Ne!!”

Aku menyisir rambutku dan merapikan bajuku. Setelah itu, aku mengurusi Minseok oppa.

“Bagaimana?? Sudah rapi??”

“Tenang saja. Calon suamiku sudah tampan kok” kataku.

Minseok oppa tertawa dan mengacak rambutku. 1 menit kemudian, kami dipanggil untuk foto.

Semua anggota duduk di posisi masing masing. Setelah siap, sang fotografer memfoto kami.

“Selamat adikku!! Kau sebentar lagi menikah!!”

“Gomawo oppa!! Jinhwan oppa juga sebentar lagi jadi ayah…”

Aku tertawa bersama kakakku, Lee Jinhwan. Saat ia mengobrol dengan Minseok oppa, aku keluar untuk memandang langit biru.

“Membuat janji ternyata sangat mudah.. namun, sangat susah untuk menjalaninya. Janji bisa membawamu ke arah 2 hal. Kebahagiaan dan kesedihan. Meski janjiku pernah dikhianati, aku tak kuatir akan dikhianati lagi. Karena aku tau, Minseok oppa adalah orang yang tepat yang Tuhan kirimkan untukku”

THE END

Huuaa!! Aku nagis neyelesaiin ini!! Seperti biasa, ini menggalau yang sama sekali bukan menggalau (?). So guys, entah kenapa aku lagi semangat bikin CLT alias Cerita Langsung Tuntas. Alasannya?? Karena aku lagi………………………………. JENG JENG!!! 

Lagi engga ngapa ngapain…. 

KRIK KRIK.. #dilempar_panci

So guys, tetep sabar nungguin part selanjutnya dari ff chapterku yahh?? Jangan kabur!! Kalo kabur, aku lempar om Sooman nihh

Yodahh.. saya harus ngilang duluuu^^ BYE BYE

KEEP RCL CHINGU!!!

6 responses to “Promise

  1. Aiissshhh…kenapa luhan jahat amir sih egois pula.udh dia yg mutusin eh minta balikan dngan cara kyak gtu…tpi untng deh ada minseok yg selalu jaga Arin….kirain minseoknya mati eh ternyata…….happy ending……nice story…

  2. hmm hmm.. Luhan di situ kaya psikopat yah? ._. Udah mutusin, tapi tiba2 maksa balikan gitu… -_- tapi untungnya ada Minseok.. /yay/
    Tapi aku bingung, sebenernya maksud janji di sini tu janjinya Luhan apa Minseok ya? *maap kalo ga paham* Wkwk.. mungkin aku harua baca lagi.. hoho…
    Nice FF!😀

    • Benerrr^^ Haha.. yang dimaksus itu janjinya Luhan… kan Luhan udh mengkhianati janji mereka. Dateng deh si Minseok… weeeww… makasih udh baca!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s