[MYUNGEUN FF] Fixed Star Part 3 [ Don’t Get To Close]

hh

Title : Fixed Star [ Don’t Get To Close ]
Author : CABBIDA
Main Cast : APINK Naeun

INFINITE Myungsoo

Other Cast : INFINITE & APINK MEMBER

Genre : Fams, Romance, School-life, Comedy

Rating : PG-15

Note : Maaf atas segala keterlambatannya, nanti aku bakal ubah semua konsep jadi satu part cuma satu point of view (pov) kalo misalnya part 3 ini POV Myungsoo maka part 4 bakal jadi POV Naeun, mungkin aku bikin dari kejadian yang sama tapi sisi yang berbeda atau aku buat kejadian yang berbeda aja itu masih tidak ada kepastian jadi kalau aku males mungkin aku bikin dari kejadian yang sama tapi sudut pandang beda tapi plus-plus cerita baruuu heheh
oke kalau ga ngerti abaikan dan nikmati aja, saran aku Jangan jadi siders atau ghost reader yaaa… cabbida ga suka #gayanyaa
ENJOY GUYSSSS

***

Kim Myungsoo’s POV

Pagi ini kusambut dengan senyuman hehe, maafkan cengiran tak jelasku tapi perlu kalian tahu aku-sangat-amat-semangat ke sekolah pagi ini. Menjadi yang pertama datang dikelas merupakan hal yang sangat aneh dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Disekolahku sebelumnya, di Amerika aku bahkan selalu membolos dan jarang masuk kelas haha maka dari itu salah satu alasan Appa memindahkanku ke Korea tempat asalku
Satu orang yang aku tunggu dan menjadi alasanku datang dengan semangat kini belum juga terlihat

6.45 AM

“Hey apa kau sudah melihat Naeun?” ucapku yang terdengar tidak sopan pada wakil ketua kelas kami yang belum aku ketahui namanya

“Hey kau anak baru itu? Perkenalkan aku Kim Jongin dan mengenai Naeun, mungkin dia masih di taman bersama Eunji” jeda sebentar “Entahlah aku tidak yakin” sambungnya kemudian

aku pun kembali mengedarkan pandangan ke segala arah di kelas dan terkunci pada satu titik, pintu belakang … yap kini dapat kulihat dia dan temannya yang bernama Jung Euni itu sudah memasukki kelas
dan sekarang aku merasa sesuatu yang aneh, dia berjalan semakin dekat, dekat dan perlahan berada di sampingku

“Apa liat-liat” ucapnya galak. Oh come on ini bukan yang pertama kalinya dia seperti itu aku tidak heran lagi

“Hei galak sekali” ucapku tapi malah dibalas dengan tatapan tajam seolah-olah berniat membunuhku

“Minggir” ucapnya padat,singkat dan jelas

“hah?” ucapku dengan kerutan di kening, jelas saja aku bingung kenapa dia menyuruhku minggir

“aku bilang MINGGIR kim myungsoo apa kau tidak dengar hah?” ucapnya berapi-api dengan penekanan pada kata ‘minggir’

aku berpikir sejenak dan ber’oh’ria tapi acara ber’oh’ria ku terganggu karna dengan tidak sabaran tangannya yang kecil itusudah mendorong lenganku agar aku segera sadar dan pindah, hei akan lebih indah jika tangannya itu digunakan untuk mengelus wajah tampanku atau memelukku atau membelai rambutku, oke hentikan bualan kotormu itu Kim Myungsoo

fyi, kami sebangku

tidak ada suara dari kami berdua, jadi aku memulai pembicaraan.

“Apa tidur mu nyenyak semalam?”

“Apa kau mimpi indah?”

“Apa kau memimpikanku?”

“Apa kau sudah sarapan?”

“Apa parfume yang kau pakai sehinggaseharum ini?”

aku terus melontarkan pertanyaan padanya tapi yang aku tanya malah diam dengan wajah datar atau errr kesal

“Apa kau bisa berhenti bertanya” jawabnya dengan sangat ketus dan menusuk

sabar myungsoo, sabar … gadis kecilmu mungkin sedang PMS

“Tidak” jawabku dengan penuh senyuman yang aku pastikan semua yeoja yang melihat pasti akan meleleh

“Kalau begitu segera bawa tas mu dan pindah dari sini” Jawabnya lebih dingin dan ketus dari yang tadi

“Tidak” Ucapku tersenyum lagi

“Arrggh” ucapnya kesal sembari memutarkan bola matanya dan mengepalkan kedua tangannya diatas meja dengan kencang

“Kalau begitu aku yang pindah” Ucapnya kemudian berdiri dan mengambil tasnya

“Andwae, tetap disini aku akan berhenti bertanya” kataku dengan senyum yang penuh keyakinan

Akhirnya dia duduk kembali dan kembali memasang muka datarnya, lagi. Tak apa Kim Myungsoo yang penting kau masih bisa melihatnya sekarang.

“Anak-anak, saem bilang segera ganti baju dalam 7 menit lalu ke lapangan, yang telat dihukum.” Kata salah satu anak yang tiba-tiba lari dari ruang guru, sepertinya.

kulihat semuanya panik dan segera berlari ke ruang ganti baju

“Apa kau tidak mau mengganti baju ? apa kau tidak takut dihukum” kuperhatikan wajahnya, pucat .. apa dia sakit ?

“YA!” ucapnya lagi tapi aku masih tidak bergeming

“Cepat ganti baju mu atau kita dihukum” ucapnya setelah itu keluar kelas

akupun tersadar dan segera mengganti bajuku dan berlari ke lapangan

fiuhhh untung saja aku sudah duduk manis saat hitungan ke 4 dan kulihat mulai banyak yang berlarian dengan ricuh ke lapangan karna takut dihukum salah satunya Naeun

“Baiklah hari ini kita akan belajar tentang teknik dasar bermain sepak bola, pertama-tama kita akan pemanasan dulu” ucap saem kim menggantung “hmm karna cuacanya yang cerah bagaimana kalian lari lapangan 7 kali ..”

“yahh saem banyak sekali”

“iya saem banyak sekali”

anak-anak mulai protes terutama yeoja tapi setelah kuperhatikan naeun hanya diam dari tadi bahkan arah matanya terlihat kosong, apa dia melamun

“baiklah 4 kali” ucap saem kemudian

kami pun mulai berlari dan berlari, perlu kalian ketahui lapangan ini lumayan besar karna kami tidak hanya mengintari sebuah lapangan sepak bola, tapi semua lapangan yang ada dari volley, badminton yang ada di tempat yang sama

“ahh satu kali lagi” ucapku berhenti dan memegang lututku, sangat melelahkan

BRUK

seseorang menabrakku dari belakang *ya keles dari depan

“Mian” suara yeoja, terdengar parau dan suara yang sangat ku hapal, Son Naeun.

Aku pun menegakkan tubuhku dan melihat tubuh naeun yang terobang-ambing seperti orang mabuk, ku tebak pasti dia akan jatuh

satu …

dua …

tiga …

dan

BRUK

tidak dia tidak jatuh, dengan gaya Superman aku sudah mengangkatnya ala bridal dan semuanya kelihatan panik

“Saem dia sepertinya sakit, aku akan membawanya ke UKS” ucapku menghampiri saem diikuti anak-anak yang lain

“Baiklah, sekalian kau jaga dia aku dengar ms. Min Young sedang tidak ada” ucap saem

“Ms. Min Young siapa?’ tanyaku, aahh dongo harusnya kau segera membawanya bukan malah bertanya

“Hmmm diaa … ah dia dokter di UKS” ucap saem Kim sedikit salah tingkah mungkin

“Yaa apa yang kalian lakukan, cepat lanjutkan pemanasan, dan kau cepat bawa Naeun” ucapnya lagi

***

Kini aku sedang duduk disamping tempat tidur, kuperhatikan wajah tirusnya itu … begitu manis, ya dulu, saat dia masih mau tersenyum padaku

“Yaa khajima … khajima” ucapnya tiba-tiba dengan mata yang masih tertutup

aku pun menggengam tangannya

“Khajimaaa” ucapnya setengah berteriak dan terbangun

Kutatap tubuh idealnya itu dari samping ang sudah dalam posisi duduk dari berapa menit yang lalu, dapatku rasakan badannya mulai menegang ntah apa yang ada dalam mimpinya tadi yang kutahu mimpi itu adalah mimpi buruk. Terasa sadar akan sesuatu, dia menatap tanganku yang berada di atas tangannya , terdiam sebentar dan

” kau, kenapa kau disini ?” ucapnya berkaca-kaca

aku tidak menjawabnya, aku malah dengan keberanian yang sebesar kacang kedelai menatapnya seolah meyakinkannya bahwa aku tidak akan berbuat jahat padanya

Tiba – tiba dia menarik tanganku yang tadi ditatapnya dan mendekapku, ntah apa itu aku merasakan sesuatu yang menggelitik tapi aku begitu senang

“Kau bisa menceritaknnya padaku” ucapku lembut berusaha menenangkannya dan berharap pernyataan tadi dapat membuatnya menghilankan rasa penasaranku

“Aku … aku kehilangan seseorang, seseorang yang aku rasa sangat berarti hiks hingga hiks aku tidak tahu… dia pergi,pergi begitu saja ntah mati atau pergi ke tempat lain, tapi perasaanku begitu sakit. Dalam Mimpiku” ucapnya yang berusaha cerita dan kemudian mendekapku lebih erat. Cerita pendek tapi lebih terdengar seperti sinopsis dari sebuah cerita pendek itu.

“Dia siapa?” tanyaku pelan, agar dia tetap tenang dan tidak tersadar dan akhirnya kembali menjadi dirinya, ice princess.

“Dia … diaa … molla” Naeun kemudian mulai menangis lagi dan dia kemudian melepaskan dekapannya, sungguh aku sangat kecewa tapi mau bagaimana lagi .. anggap saja bonus dari undian berhadiah (?)

Aku menatapnya lekat kemudian kuarahkan tanganku dan mengelus kepalanya

“Geure, kau bisa bercerita padaku kapanpun kau mau” ucapku saat dia mendongkakkan kepalanya

Aku memberikan senyum termanisku tapi sayangnya malah dibalas dengan tatapan yang paling tidak aku ingin lihat lagi,dingin.

Naeun-ah aku harap kau dapat mengubah tatapan itu dengan tatapan sayang.

aku masih menatapnya hingga dia menunduk dan menghela napas

“Lupakan kejadian bodoh tadi dan lupakan aku melakukan hal bodoh itu” ucapnya dingin

“Hm maksudmu cerita bodohmu serta dekapan hangatmu itu nona ?” ucapku dengan nada jail
dia kemudian menatapku tajam seolah akan menelanku juga saat itu

“Ya terserah apa yang kau sebutkan tadi” ucapnya kemudia bangkit dan turun dari ranjang kasurnya

“hei kau mau kemana?” ucapku menahan lengannya saat dia mulai melangkahkan kakinya ke luar

“bukan urusanmu?”

“urusanku, sekarang kau temanku bukan?” ucapku santai

“Ani, kau bukan temanku dan satu lagi .. don’t get to close” ucapnya dingin dan mengibaskan lengannya yang otomatis membuat tanganku segera lepas dari lengannya
seakan tersambar petir, aku menatap kepergiannya dalam diam

***

Keesokkan harinya aku bangun lebih pagi lagi dan segera mendatangi rumahnya, jangan berpikir bodoh. Aku tidak bertujuan menjadi penguntit yang mengikutinya atau seorang psiko yang berusaha menculiknya dan memutilasinya karna sikap dingin dan menyebalkannya itu, tidak aku hanya berniat untuk menjemputnya… berusaha lebih dekat.

Setelah menunggu 15 menit, pintu itu kemudian terbuka dan terlihat Ratu Es dengan sepedannya keluar… tunggu, sepeda ?

Segera aku hampiri dia dan menawarkannya untuk berangkat bersama

“Naeun-ah ayo berangkat bersama” ucapku

tapi dia tidak mengubris dan malah menaiki sepedanya, yeah hari ini dia menggunakan celana dalam rupa rok yang baru kuketahui bahwa sekolahku memiliki seragam yang aneh seperti ini

“Ya! apa kau tidak mendengarkanku?” ucapku berteriak tapi lagi-lagi dia tidak mengubris dan malah mempercepat goesan pada sepedanya

***

Kini jam istirahatpun tiba, ahh begitu senangnyakah hingga kini suara ribut anak-anak kelas menjadi suara piano yang terdengar sangat indah. Oh ya aku lupa, Naeun dimana dia.

Setelah kuedarkan pandanganku aku menemukannya sedang berjalan ke arah pintu bersama sahabatnya yang bernama Eunji

“Mungkin aku harus beristirahat juga” aku kemudian terlelap

Setelah 3 Jam mengikuti pelajaran selanjutnya akhirnya aku dapat pulang dan kembali ke surga-kamarku. Tapi semua pikiran tadi hilang saat sosok ratu es yang duduk di sampingku berjalan ke arah pintu, ya aku tau dia- mau- pulang.

Tanpa dia sadari aku mengikutinya dengan motorku tentunya, perlahan aku lihat dia memasuki gang kecil dan gelap, ya sangat gelap dan aku bingung kenapa dia lewat gg gelap sementara ini sudah sore dan begitu menakutkan jika terjadi sesuatu padanya.

“AHHH” Teriak seseorang gadis, Naeun

Telintas nama Naeun kemudian segera aku berlari meninggalkan motorku dan mencari keberadaannya, setelah aku menemukan kulihat dia sedang dikeroyok oleh 3 orang, ah sial dan lagi orang-orang tersebut terlihat begitu menjijikkan dengan badan besar bak atlet yang memamerkan otot-ototnya dalam perlombaan

“Hei apa kalian begitu lemah sehingga menyerang aku” ucapnya terdengar tidak takut dan begitu yakin, aku begitu bingung apa yang akan dia lakukan setelah ini mengingat baru saja dia berucap seperti menantangi para preman itu

Segera aku menendang salah satu preman saat mereka berusaha menggangu gadisku-yeah in my dream.

terjadilah baku hantam antara kami – aku dan naeun serta ketiga preman, lihat lah dia bahkan wajahnya sudah membiru karna terkena bogeman salah satu preman. Yap kalian pasti berpikir bahwa aku melawan ketiga preman sementara Naeun berdiam diri, menangis dan berteriak meminta tolong kalau iya pikiran kalian sangat salah, sekarang dia malah sedang melayangkan jurusnya dan menendang dua orang preman itu, keren memang. Sementara aku sedang memuntahkan bogeman ke arah perut dan wajah preman yang aku tangani, kini dia sudah jatuh ke tanah, segera aku membantu naeun yang sepertinya sudah kelelahan dan mulai menghajar preman lain, tak lama terdengar suara sirine polisi dan segera para preman itu berlarian ketakutan. Dan aku hanya tertawa menatap kepergian mereka

“Kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu?” ucap Naeun dengan muka serius

“Haha, ani ” ucapku kemudian mengeluarkan hp yang sedari tadi ada di saku celanaku dan mematikan alarm. Ya alarm, aku bukan laki-laki bodoh yang berkelahi tanpa persiapan, Aku sudah mempersiapkan alarm jika dalam 10 menit aku tidak memegang hp ini maka aku sedang dalam bahaya dan alarm berupa sirine polisi akan berbunyi atau setidaknya ini akan menyelamatkanku

Kulihat senyum yang dulu sering kulihat terukir diwajahnya, kemudian dia mengambil sepedanya dan mendorongnya keluar gang

“Hei apa tidak ada yang mau kau katakan” ucapku mengikuti langkahnya

“Gomawo sudah membantuku walaupun aku tidak memintamu membantuku” ucapnya terdengar menyeramkan

“Mwo? ckck dasar tidak sopan”

“tapi benar bukan aku tidak memintamu membantuku tadi”

“Ya kau benar tapi jika aku tidak datang tadi bisa saja kau sudah tinggal tulang tadi” ucapku santai

“Hahah dasar namja aneh ”

Kami pun kembali berjalan dan hingga berhasil keluar gang dan menghampiri sebuah Toko Bunga

“Kakek, aku titip sepedaku ya” ucapnya pada orang di dalam

“Simpan saja di garasi” Kata kakek pemilik Toko Bunga itu

Naeun pun menaruh Sepedanya di garasi disamping Toko Bunga itu dan menoleh ke arahku saat aku mengikutinya

“Dimana motormu?” ucapnya terdengar lebih err santai

“Di depan” ucapku dengan raut bingung

“Baiklah, antarkan aku ke Rumahmu, aku tidak bisa pulang karna lukaku sementara waktu” ucapnya gampang dan mendahuluiku

TBC YAKKKKK
Gimana part ini? gimana bagus ga? puas ga? haha pasti bakal bilang kurang panjang ya ? ada yang ga ngerti baca ulang dehh disini kok Myungsoo kaya stalker ya hehe sebenarnya mau dibikin panjang tapi lagi mager jadi sorry ya guyssss
okeeh habis baca jangan lupa coment dan like, okeh buat part selanjutnya partnya POV Naeun yang nanti bakal aku buat seru dan panjang -emg iya?
Ditunggu yaaa, jangan lupa coment kritik dan saran biar aku semangat nulisnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s