Fart

1051783975551206185_2050327911

Fart

|| Park Bogum (Actor) • Hyun (OC) || Drabble ||

|| Vhaerizz ||

***

“Tidak masuk?”

Dua kata singkat Jisoo itu berhasil membuatku menolehkan kepala ke arah pintu masuk ruang rawat yang kutempati. Di sana, di ambang pintu, ada seseorang yang… bagaimana aku menjelaskannya? Seperti rasa salah satu permen yang pernah Jisoo bawakan sebagai oleh-oleh dari Indonesia, segala rasa ada di dalamnya.

Begitu juga dengan sese– lelaki yang berdiri di sana. Terlihat kaku di luar, tapi penuh canda dan manja di dalam. Segala sifat bercampur menjadi satu pada seorang Park Bogum, nama lelaki itu.

“Oke,” kata Jisoo singkat lalu berdiri. “Aku tidak akan mengganggu. Aku pulang dulu, Hyun. Cepat sembuh karena aku tidak mau menjengukmu lagi setelah ini. Jadi sebelum kau merindukanku, maka–”

“Jisoo,” selaku.

“Oke.” Jisoo berjalan keluar namun berhenti sebetar di samping Bogum. “Masuk sana,” judesnya lalu benar-benar berlalu menjauh dari ruang rawatku. Baru setelah Jisoo pergi, Bogum melangkahkan kaki jenjangnya mendekat.

“Kasihan.”

Sungguh. Itu adalah kata pertama yang meluncur dari bibirnya bukan dengan nada mengasihani, melainkan mengejek. Aku sudah bilang, kan, kalau segala sifat menumpuk pada diri Bogum? Menyebalkan adalah salah satunya.

“Itu apa?”

Untuk kali ini saja, aku mengalah. Kondisiku sedang sangat tidak memungkikan karena operasi usus buntu yang kujalani semalam. Maksud pertanyaanku adalah merujuk pada sesuatu yang dibawanya selain tas kerja berwarna hitam yang isinya adalah lembaran-lembaran penting yang katanya penting.

Bogum tidak pernah mengijinkan aku melihatnya. Rahasia perusahaan.

“Coklat,” katanya ngawur. “Ah… bukan. Kurasa ini cupcakes.” Bogum semakin ngawur saja.

“Tidak lucu.”

“Lagian sudah tahu bunga masih tanya,” nada bicaranya normal seperti biasa kalau kami mengobrol. Ia letakkan bunga –yang entah apa namanya– ke dalam vas kaca di atas nakas samping ranjang rawatku.

Bogum mengambil duduk di tepi ranjangku. “Aku sudah sering bilang, kan, kalau makan itu diatur?”

“Oh, ceramah lagi.”

Tadi pagi Aya dan Ibu, gak siang sedikit kakak laki-lakiku, siang adikku dan sorenya Bogum. Apa orang sakit bisa langsung sembuh hanya dengan diceramahi terus menerus? Tidak, kan? Malah membuatku semakin stres saja.

“Sekarang bagaimana?” Bogum bertanya lagi. “Sudah membaik, kan?”

“Kalau perut lapar dan tenggorokan kering namun tidak diijinkan untuk makan bahkan minum setetes pun itu yang kau maksud membaik, maka iya. Aku sangat membaik.”

“Hyun.”

“Aku lapar.” Ini menyedihkan memang, tapi tidak masalah jika aku merengek di depannya. Di depan Bogum saja.

“Tahan.”

“Aku sedang melakukannya,” tegasku masih dengan nada merengek. “Tapi tenggorokanku… hah! Bisa kau minta dokter menyuntikkan obat tidur supaya aku tidak tersiksa begini sampai aku bisa kentut nanti? Sakit memang menyebalkan. Dokter juga menyebalkan. Kau juga!”

“Kenapa aku juga?”

“Menjenguk orang sakit itu jangan bawa bunga saja. Tidak guna karena ujung-ujungnya juga dibuang. Lebih baik bawa–”

“Makanan? Begitu?” Aku mengangguk dengan raut wajah manja. “Itu juga tidak berguna karena kau juga belum bisa makan apapun. Nanti saja kalau kau sudah–”

Ah… leganya.

“Harus, ya, kentutnya saat ada aku?”

“Sudah takdir kau yang harus mencium bau kentut pertamaku setelah operasi, Sayang.”

“Tidak lucu.”

“Aku mau jajjangmyun. Jangan lupa ekstra lobaknya.”

Fin!

7 responses to “Fart

    • Astaga baru selesai baca dan unyu sekaliiiii kopel yg satu ini >< chemistrynya dapat bgt mana relationshipnya gak ngebosenin gitu ih. Karakter Min kebawa ya disini sama Bogum hehe /gabisa move on dr drama i remember you T_T/
      Nice fic overall! Keep writing 💜💜💜

  1. Waaaaaaayyyyyy
    Mansae Mansae Manse yeah /dilempar mic seventeen/

    Kalau mau diungkapin secara berlebihan ni ya
    Puji syukur pada tuhan yang maha Esa
    Ini ada abang Bogum nongol disini
    Hwahahahahahaha

    Sepanjang sejarah belum nemu FF soal abang ini /dirinya sendiri belum berani post juga/
    Ini yang pertama baca dan ini yang pertama suiiiiiitttt
    Haduoh senyumnya itu >.<
    *okay abaikan*

    Balik buat comment

    Ini sweet banged beneran
    Kek ngara srek aja sama muka2nya
    Hwahaahaha /sotoy/
    Dia tipe wajah serius tapi sebenernya ceria dan jail
    Apalagi senyumnya ya amboooyyy /sekali lagi abaikan yang ini/

    Lucu ceritanya, ringan dan mudah dipahami maksudnya
    Dan sekali lagi ini Sweet banged
    hahahaha

    Lain kali ajak abangku buat dibikin cerita lagi ya
    hehehehehe

    Omo!!!!
    Maafkan saya juga karena terlalu panjang dan bertele2 commentnya
    maklum, sangking exited nya sama abang Bogum
    Hahaha

    Nice story😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s