TWINS – PART 8 – by jhyosun13

new cover twins

TWINS – PART 8 

Previous Part

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7 – ONGOING

TYPO BERTEBARAN

HAPPY READING!

*****

            Pagi lainnya di musim panas tahun ini. Dengan setelan jas serba hitam milik nya, kyuhyun berdiri di antara 2 gundukan tanah yang ada di hadapannya saat ini. Hari sudah menunjukkan pukul 9 pagi, kyuhyun memutuskan untuk mengunjungi tempat pemakaman daripada kantor mewah nya itu. Sudah 1 jam kyuhyun berdiri di antara 2 makam terebut tanpa melakukan apapun, tidak memberi salam ataupun mengeluarkan suara. Berdiri tegap dengan kedua tangan yang berada di saku celananya, kyuhyun menatap 2 gundukan itu dengan tatapan datar tanpa ekspresi.

Albert yang berdiri tak jauh dari kyuhyun juga tak berniat hanya sekedar bertanya mengapa kyuhyun mengunjungi makam yang tak pernah kyuhyun temui sebelumnya waktu orang itu hidup.

 

Hizuka Sato

 

Ki Sun Kim

 

Dua nama yang terukir di masing-masing batu nisan makam tersebut. Kyuhyun menatap tajam saat membaca nama tersebut. Jika kita berada di sana, kita akan merasakan aura yang sangat mengerikan. Bukan karena kita berada di pemakaman, tetapi melihat bagaimana cara kyuhyun memandang dua makam itu secara bergantian mampu membuat bulu kuduk kita masing-masing berdiri.

“Kalian beruntung. Karena mati bukan dengan tanganku. Tapi, kalian begitu sial karena kalian mati membawa luka yang cukup besar untuk wanita bar-bar itu. Shit.” Kata kyuhyun tersenyum iblis. “Dan tangan ku merasa gatal melihat kalian sudah tidur di dalam peti, karena aku tidak bisa berbuat apa-apa atas perbuatan kalian. Brengsek sekali kalian, bukan?” sambung kyuhyun. Kyuhyun melirik sekilas makam lainnya yang masih ada di daerah kyuhyun berdiri. Kyuhyun berjalan dan mendekati makam lainnya dan menghembuskan nafasnya kasar.

“Dan karena kau, adikmu menjadi menderita seperti saat ini. Seharusnya kau tidak pantas masuk di surga. Tetapi, sepertinya kau telah tenang diatas sana. Mengagumkan.” Kata kyuhyun seolah-olah dia sedang berbicara dengan manusia.

 

 

FLASHBACK

 

“Shit. Holy Fucking.” Gumam kyuhyun menendang dinding koridor rumah sakit yang sepi. Terduduk di dinding tersebut, untung saja kondisi koridor saat itu dalam kondisi sepi karena sudah tidak ada lagi matahari sebagai penerang karena sudah digantikan dengan cahaya redup milik bulan.

Kyuhyun berdiri dan berjalan dengan cepat ke arah lift dan menekan tombol, setelah lift itu terbuka kyuhyun segera masuk ke dalam lift tersebut. Kyuhyun tidak mengerti, apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Apa masalah yang sedang ia hadapi saat ini? Shinyeong? Dia bahkan masih terbaring di ruang ICU sampai detik ini. Kyuhyun menendang lift kuat jika mengingat shinyeong. Kalau bukan shinyeong, apa lagi?

Oh, ayolah. Kemana letak otak jenius milik cho kyuhyun? Kenapa tiba-tiba kyuhyun menjadi orang linglung seperti ini?

 

PING

 

            Kyuhyun keluar dari lift berjalan dengan cepat menuju kamar inap seseorang. Kyuhyun telah menemukan apa yang telah membuat nya seperti orang tak tahu arah seperti ini. Dan kyuhyun harus segera menyelesaikannya.

            “Bisakah kau keluar? Ada yang ingin kutanyakan.” Kata kyuhyun kepada seseorang yang sedang berbaring di sofa ruang inap seukhye. Kyuhyun melirik seukhye yang masih saja memejamkan matanya. Kyuhyun mengepalkan tangannya keras. “Keluar. Sekarang. Juga.” Kata kyuhyun menekankan kata demi kata. Hyesun mengerutkan dahinya tak mengerti melihat kyuhyun yang tiba-tiba kembali dalam keadaan buruk. Tanpa mempertanyakan nya kepada kyuhyun, hyesun segera menyusul kyuhyun yang telah keluar terlebih dahulu.

            “Apa yang ingin kau tanyakan tuan presdir cho?” Tanya hyesun to the point. Hyesun bergidik ngeri melihat keadaan kyuhyun lebih buruk dari sebelum ia lihat.

 

 Penampilan berantakan dan acak-acakkan malah membuat pria ini semakin panas. Sial.

 

            Hyesun merutuki dirinya kenapa ia bisa berpikiran yang tidak-tidak tentang pria yang ada di hadapannya saat ini.

            “Apa penyakit yang diderita seukhye? Beritahu aku. Dokter sialan itu tidak akan pernah mau meberitahuku.” Desis kyuhyun saat membayangkan lagi ketika dia bertanya apa penyakit yang di derita seukhye pada sehun.

            “Penyakit eonni?” hyesun membeo dengan mimik wajah yang membingungkan.

            “Jangan bertele-tele. Katakan saja.” Kata kyuhyun kesal. Saat ini keadaan dirinya tak memungkinkan meladeni pertanyaan seperti itu. Hyesun menatap kyuhyun kesal. Seharusnya kyuhyun bertanya dengan nada yang halus bukan dengan nada yang membentak seperti itu. Si. Bossy. Kyuhyun.

            “Eonni sehat. Tak ada penyakit apapun.” Kata hyesun cuek tanpa mau melihat kyuhyun, seperti kyuhyun adalah spesies yang sangat menjijikan untuk dilihat.

            “Jika dia sehat, kenapa dia terbaring seperti akan mati saja huh?” tanya kyuhyun sarkatis. Hyesun menghembuskan nafasnya kasar memandang kyuhyun seperti ingin sekali menenggelamkan wajah tampan milik kyuhyun ke dalam closet.

            “Untuk apa aku memberitahumu? Kau keluarganya? Bukan kan? Ck.” Jawab hyesun dengan nada yang sama.

            “Sialan. Aku akan benar-benar membunuhmu. Katakan saja! Apa susahnya, huh?!” Kata kyuhyun sambil mengacak rambutnya frustasi.

            “Kau menyukai eonniku, huh?” Tanya hyesun menyipitkan matanya melihat kyuhyun yang begitu frustasi. Kyuhyun seketika membulatkan matanya.

            “Nuga? Naega? Aku menyukai eonnimu? Heol. Yang benar saja!”

            “Kalau begitu jangan membentakku! Kau bukan siapa-siapa nya eonni. Kau tidak berhak ikut campur dengan masalah eonni.” Kata hyesun melirik kyuhyun dengan sudut matanya. Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal.

            “Eiys. Aku juga tidak mengerti apa yang sedang ku lakukan saat ini. Aku merasa jika aku harus tahu mengenai penyakit wanita bar-bar itu, sialan.” Kata kyuhyun memejamkan matanya.

            “Kalian berdua benar-benar bodoh.” Gumam hyesun menggelengkan kepalanya tak percaya. “Kau mencintai eonniku. Itu sudah jelas. Dan tidak bisa diganggu gugat.” Hyesun tersenyum penuh arti. “ Apa?! Kau mau mengelaknya, huh? Kalau begitu jangan pernah kau datang kemari lagi.” Kata hyesun melihat kyuhyun yang akan mengeluarkan suaranya. Kyuhyun menatap tajam hyesun. Oh. Gawat. Itu bukan tatapan tajam. Tetapi..

            “Dan kau siapa? Seenaknya saja mengatakan aku menyukai eonnimu! Kau pikir kau saudarakau, huh? Bahkan kyuhee saja tidak pernah seperti ini.” Kata kyuhyun dingin. Sejenak kyuhyun berpikir, kyuhee? “AH, brengsek.” Maki kyuhyun telah mengingat bahwa kyuhee juga pernah mengatakan hal yang sama.

            “Terserah apa katamu. Memang nya aku perduli?” Kata hyesun mengedikkan bahunya acuh dan beranjak pergi masuk kembali ke kamar inap seukhye. Hyesun baru ingin melangkahkan kakinya, hyesun kembali menatap kyuhyun dengan senyuman iblisnya. “Karena aku sedang dalam kondisi yang sangat baik, aku akan memberitahumu. Seukhye eonni mempunyai sebuah trauma yang cukup mengerikan.” Kata hyesun menghentikan kata-katanya ketika ia mengingat kembali kejadian itu.

            “Ck. Lanjutkan.” Bentak kyuhyun.

            “Jangan membentakku.” Teriak hyesun menatap nyalang kyuhyun. Kyuhyun mengangkat tangannya menyerah.

            “Lanjutkan, oke?” kata kyuhyun halus. Kyuhyun merasakan lidah nya gatal ketika berbicara dengan nada yang sehalus itu.

            “Eonni adalah sosok wanita yang sangat anggun.”

            “Apanya yang anggun? Bar-bar seperti itu.”

            “Jangan menyela kata-kataku, presdir cho!” Kesal hyesun menatap kyuhyun. Kyuhyun mengedikkan bahunya acuh. “Mungkin memang jika kita lihat sekarang, seukhye eonni tidak bisa dikategorikan wanita anggun. Tapi, jujur saja. Seukhye eonni dulu memang wanita yang sangat anggun, bahkan nada bicara nya pun halus selembut sutra.” Hyesun tersenyum membayangkan seukhye pada beberapa tahun yang lalu.

            “Lalu?”

            “Lalu, semua itu lenyap begitu saja ketika taejin eonni meninggal. Kim Taejin anak pertama paman kim yang tak lain adalah kakak seukhye eonni.” Kata hyesun tersenyum miris. Jujur saja, kyuhyun kaget mendengar seukhye mempunyai seorang kakak. Setahu kyuhyun, seukhye adalah anak tunggal. Bahkan albert pun tidak menemukan data yang menuliskan tentang seukhye mempunyai seorang kakak.

            “Kejadian itu terjadi 10 tahun yang lalu pada musin semi. Pada saat seukhye eonni dan taejin eonni sedang bermain di taman bermain. Mereka bermain seperti anak yang berumur 10 tahun waktu itu. Tertawa dengan sangat lepas. Tiba-tiba saja topi rajut seukhye eonni terlepas dan terbang begitu saja. Taejin eonni yang melihat sontak mengambil topi rajut tersebut. Topi rajut tersebut jatuh di tengah-tengah jalan. Dan mungkin presdir bisa menebak selanjutnya.” Kata hyesun mencoba tersenyum. Ekspresi kyuhyun tidak dapat ditebak seperti apa mendengar cerita hyesun.

            “Wanita itu tertabrak mobil dan mati.” Kata kyuhyun dengan nada yang sangat dingin. Hyesun mengangguk dan duduk di kursi yang ada di koridor tersebut dan kyuhyun tetap berdiri menyandarkan punggung nya di dinding melipatkan kedua tangannya di depan dada.

            “Kecelakaan itu membuat taejin eonni membutuhkan banyak sekali darah. Mungkin tuhan sudah menyuratkan taejin eonni meninggal pada saat itu, sekantong darah untuk taejin eonni datang pada saat taejin eonni sudah tak bernyawa lagi. Mengetahui itu, seukhye eonni sangat terpukul, dan ibu dan nenek seukhye eonni menyalahkan kematian taejin eonni kepada seukhye eonni. Mereka selalu memojokkan seukhye eonni, dalam bentuk apapun. Bahkan ketika waktunya sarapan, makan siang atau malam. Ibu dan nenek nya seukhye eonni kerap sekali tidak memberi makan kepada seukhye eonni. Mereka menganggap hanya mereka berdua sajalah yang tinggal di rumah mewah tersebut, sialnya waktu itu paman kim sedang membangun LG’s Corp di korea. Miris sekali, bukan?” kata hyesun memejamkan matanya. 

            Kyuhyun mengeraskan rahangnya. Kyuhyun remaja dan seukhye remaja kehidupannya sangat jauh berbeda. Kyuhyun remaja selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Ibu dan ayahnya selalu mengabulkan apa yang diinginkan kyuhyun.

            “Akibat perlakuan ibu dan nenek seukhye eonni yang tidak berperikemanusiaan itu membuat eonni menjadi pribadi yang mandiri dan dingin. Seukhye eonni bekerja mencari uang hanya untuk membeli satu paket nasi. Seukhye eonni yang masih duduk di junior high school itu sudah bekerja sebagai pelayan hanya untuk mencari makan. Bahkan, seukhye eonni pergi ke sekolah hanya dengan berjalan kaki. Seukhye eonni selalu bangun jam 4 pagi, dan keluar rumah sekitar jam 5 pagi supaya tidak terlambat masuk ke sekolah. Karena memang jarak rumah dan sekolah seukhye eonni sangat jauh. Ibu dan nenek seukhye eonni melarang eonni memakai angkutan umum, pernah sekali seukhye eonni memakai bis dan ibu seukhye eonni mengetahuinya. Dan akibatnya seukhye eonni di kurung di dalam gudang yang sangat sempit dan gelap semalaman.” Hyesun menghentikan perkataannya saat air matanya telah jatuh begitu saja.

            “Sialan. Mereka mati karena apa?” tanya kyuhyun dengan nada yang sangat mengerikan. Hyesun menghapus jejak air matanya.

            “Hizuta Sato meninggal karena penyakit leukimia yang dialaminya. Dan Ki Sun Kim meninggal karena kecelakaan mobil. Mereka berdua meninggal hanya dengan seling waktu 2 hari saja. Mungkin karena seukhye eonni sudah tidak bisa berekspresi lagi waktu itu karena ulah ibu dan nenek nya sendiri, seukhye eonni tidak menangis sama sekali melihat ibu dan neneknya telah menjadi mayat.”

            “Kerja bagus.” Kata kyuhyun menyunggingkan senyuman nya sedikit. “Lalu, bagaimana dengan ayahnya? Apakah ayahnya tidak mengetahuinya?” tanya kyuhyun. Hyesun menggeleng pelan kepalanya.

            “Paman kim adalah orang yang sangat baik. Paman kim mengetahui dari pelayan rumah nya yang memberitahu paman kim setelah paman kim melihat perubahan sikap seukhye eonni.”

            “Apa yang ia perbuat?”

            “Paman kim mencoret nama taejin eonni di daftar keluarganya. Bukannya istri dan ibu nya, paman kim malah melimpahkan itu semua kepada taejin eonni. Sampai sekarang aku, sehun dan chanyeol tidak tahu apa alasan paman kim melakukan itu semua.” Kata hyesun menyatukan alis nya tak mengerti. Karena memang hyesun tak akan pernah mengerti dengan masalah ini.

            “Semua itu tidak berkahir begitu saja..” kata hyesun menatap kyuhyun penuh arti.

            “Maksudmu?” tanya kyuhyun tak mengerti.

            “Seukhye eonni mengalami trauma yang mengakibatkan terganggunya sistem kerja sarafnya.” Kata hyesun. tersenyum lirih.

            “Sistem saraf?” tanya kyuhyun memandang hyesun dengan jidad yang  berkerut.

            “Eonni tidak bisa mendengar kata ‘Pembunuh’ dan melihat sebuah ‘Kecelakaan’ jika itu terjadi, yaa seperti presdir lihat tadi siang. Seukhye eonni akan seperti itu. Seluruh tubuh yang menegang dan keras seperti papan, mata yang melotot dan gigi yang menggigit kuat.” Kata hyesun melihat kyuhyun. Kyuhyun tidak bisa memberi komentar apapun. Karena baru kali ini, kyuhyun mendengar cerita yang sangat menyedihkan itu. Jujur saja, kyuhyun sangat tidak menyangka wanita yang selama ini ada di dekatnya mempunyai pengalaman yang sangat buruk pada saat ia tumbuh dewasa.

            “Dan..” Lamunan kyuhyun buyar ketika mendengar hyesun berkata “Setelah kami datang ke kehidupan seukhye eonni, eonni berangsur-angsur kembali ceria. Itu yang membuat kami sangat dekat. Seukhye eonni berubah karena kedatangan kami. Mungkin karena alasan itu, sehun enggan memberitahukan kepadamu presdir. Sehun hanya takut jika kau akan menyakiti seukhye eonni.” Kata hyesun tersenyum. Kyuhyun menghentikan pandangannya menatap lurus pintu ruang inap seukhye yang masih tertutup rapat itu.

 

FLASHBACK END

 

Hati kyuhyun bergetar hebat mengingat kembali percakapan antara dia dan hyesun. Rasanya kyuhyun ingin sekali membongkar makam ibu dan nenek nya seukhye itu. Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya dan pergi begitu daja dari makam keluarga kim tersebut.

 

*****

 

Seukhye memandangi 2 orang yang sedang berdiri di depan nya dengan tatapan intimidasi yang sangat dominan. Setelah ia sadar di pagi harinya. Ia disuguhkan dengan pemandangan dinding yang bertuliskan “CG’s Hospital”. Seukhye menggeram kesal ketika mengingat kejadian pagi hari ini.

“Apa pembelaan kalian?” tanya seukhye dengan nada yang pelan tetapi tersirat nada yang sangat menakutkan. Sehun berdecak pelan, memasukkan kedua tangan di saku celana nya dan menatap seukhye dengan tatapan tak mengerti dengan sikap seukhye. Sehun akui, bahwa seukhye bukan mengidap penyakit jantung, tumor, kanker atau yang lainnya seganas itu. Seukhye tidak mengidap penyakit apapun. Seukhye hanya mengidap sebuah trauma akibat kejadian yang masa lalu nya.

Jika trauma itu muncul. Sistem saraf tubuh seukhye tiba-tiba berhenti begitu saja, dan badan seukhye akan seperti batu yang tidak bisa ditekukkan ataupun hanya mengenggam tangan seukhye tidak bisa. Sehun sudah memberikan terapi dengan aromaterapi yang sudah diformulasikan khusus untuk mengobati trauma seperti seukhye. Tetapi, sampai saat ini hasilnya nihil. Tidak ada kemajuan apapun.

“Aku membawa berita baik dan buruk.” Kata sehun enggan menjawab perkataan seukhye yang menurutnya itu sangat tidak berbobot. Seukhye menatap sehun datar, hyesun tersenyum kecil melihat sehun yang mengacuhkan perkataan seukhye.

“Apa?” Kata hyesun menatap sehun tanda tanya.

“Kurasa kita ada harapan dengan trauma noona. Selama noona pindah ke seoul, noona mengalami perkembangan yang sangat meningkat. Ya, walaupun noona masih saja bermimpi buruk. Tetapi, akibat dari mimpi itu sudah berkurang.” Kata sehun menatap serius seukhye. Sehun akan resign menjadi dokter jika ia tak berhasil memecahkan masalah seukhye. Jujur saja, sehun menjadi dokter karena seukhye. Sehun ingin dia yang akan menyembuhkan seukhye.

“Aku rasa juga begitu. Waktu sadar eonni juga untuk kali ini lebih singkat dari yang terakhir.” Kata hyesun setuju dengan sehun menganggukkan kepalanya.

“Lalu, berita buruknya?” Tanya seukhye. Sehun menyunggingkan bibir nya keatas.

“Noona, sepertinya kau akan segera menikah.” Kata sehun tersenyum. Seukhye memandang sehun tak mengerti.

“Dengan siapa? Bagaimana bisa?” tanya hyesun berjalan mendekati sehun. Sehun mengedikkan bahu nya acuh dan duduk di sofa yang ada di kamar inap seukhye.

“Aku juga tidak tahu. Paman kim enggan memberitahukan kepadaku.” Jawab sehun dengan nada tak suka. Seukhye seketika berpikir. Sejak kapan ayahnya mencampuri urusan yang satu ini?

“Heoksi, eonni dijodohkan dengan cho kyuhyun? Bisa jadi bukan? Bukankah paman kim dan cho kyuhee sudah berkenalan sejak lama?” tebak hyesun. Seukhye menyatukan alisnya, seukhye berpikir bisa saja itu terjadi. Tanpa sadar seukhye tersenyum.

“Bukan. Bukan dengan cho kyuhyun. Aku telah bertanya dengan paman kim, dan paman kim tidak pernah berniat menjodohkan noona dengan presdir berlidah tajam itu.”

“Sehun benar aku bukan menjodohkan mu dengan saudara kembar kyuhee. Kau menolaknya?” Sehun, hyesun dan seukhye menatap arah pintu. Seukhye menatap seseorang yang baru saja masuk ke ruangannya dengan tatapan tak suka. Sehun dan hyesun menundukkan kepalanya memberi hormat. Jinhyuk tersenyum membalas salam hormat sehun dan hyesun. Jinhyuk mendekati seukhye yang sedang duduk di pinggir ranjang dengan kaki yang menggantung. Melihat dari keadaan seukhye dari kepala hingga kaki seukhye, jinhyuk menggelengkan kepalanya.

“Belum 2 bulan di seoul kau sudah masuk ke rumah sakit, eo?” kata jinhyuk menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Berhentilah meledekku, appa. Apa maksud kedatanganmu kemari? Ini bukan seperti dirimu, menjenguk anak nya sendiri. Biasanya kau akan menyuruh anak buahmu untuk memantau anak sewata wayangmu ini. Menyedihkan.” Kata seukhye sinis. Sehun dan hyesun saling memandang, sehun mengangguk dan segera keluar diikuti oleh hyesun.

Jinhyuk memandang seukhye sendu, mendudukkan diri di kursi dan duduk menghadap seukhye sambil memegang tangan seukhye. “Dengarkan appa, appa tahu appa salah. Maafkan appa. Tapi, yang harus kau ketahui appa sangat menyayangimu.” Kata jinhyuk menatap seukhye serius.

 

 

FLASHBACK

           

            Jinhyuk memasuki kediaman rumahnya dengan terburu-buru. Menaiki tangga dengan secepat mungkin. Membuka pintu kamar dengan keras menatap seukhye yang terbaring lemas di atas ranjang miliknya sendiri.

            “Apa yang terjadi? Kenapa anakku bisa seperti ini?” Tanya jinhyuk panik. Istri dan ibu nya saling memandang. Dokter keluarga kim memasukkan kembali peralatannya dan memandang seukhye sekilas dan jinhyuk.

            “Saya tidak mengerti. Nona kim seperti tidak makan selama 2 hari penuh. Tubuhnya kekurangan nutrisi.” Kata dokter song menatap jinhyuk tak mengerti. Tentu saja dokter song tak mengerti, bagaimana bisa anak dari CEO HSBC Building dan LG’s Corp bisa kekurangan nutrisi? Bukankah itu hal yang sangat tidak mungki?

            “Bukan itu saja, presdir kim. Saya melihat luka bakar cukup serius di pergelangan kaki nona kim dan saya melihat penaganan luka itu sangat…” Dokter song menghentikan ucapannya ketika jinhyuk menarik cepat selimut seukhye dan menatap tak percaya pergelangan kaki kanan seukhye.

            “Bagaimana? Jelaskan padaku!” Teriak jinhyuk menatap istri dan ibunya tak sabaran.

            “Aku juga tidak tahu. Kau tahu sendiri jika anakmu itu sangat tidak akur denganku, dia selalu menyendiri di kamarnya.” Kata ki sun ibu dari jinhyuk. Jinhyuk menatap ibunya aneh.

            “Menyendiri? Ibu yakin? Seukhye tidak seperti itu.” Kata jinhyuk sedikit tidak mempercayai perkataan ibunya.

            “Kau tidak percaya dengan ibu, oppa?” tanya hizuka, istri jinhyuk tak percaya.

            “Geunyang..”

            “Kau anak yang keterlaluan!” Kata ki sun dingin dan keluar dari kamar seukhye cepat.

            “Oppa seharusnya tidak bersikap seperti itu.” Kata hizuka lirih dan menyusul ibu mertua nya itu. Jinhyuk menghela nafasnya kasar dan mengacak rambutnya.

            “Kau boleh pergi, dokter song.” Kata jinhyuk. Dokter song pun mengangguk dan segera mengundurkan diri dari kamar seukhye.

            “Steve?” panggil jinhyuk tanpa menoleh kan kepalanya hanya memandang wajah seukhye.

            “Yes, sir?”

            “Telusuri semua kegiatan di rumah ini selama 3 tahun terkahir ketika aku tidak berada di rumah.” Kata jinhyuk dingin.

            “Saya mengerti, sir.” Jawab steve patuh. Jinhyuk mengenggam tangan seukhye sayang.

            “Maafkan appa. Seharusnya appa membawamu bersama appa.” Kata jinhyuk lirik sambil mengusap kepala seukhye sayang.

 

FLASHBACK END

 

“Kau belum memaafkan appa sampai saat ini?” tanya jinhyuk. Seukhye manatap datar jinhyuk dan mengusap punggung tangan jinhyuk sayang.

“Aniyo, appa.”

“Jadi?”

“Ntahlah, ketika aku melihat appa aku mengingat mom dan grandma. Mereka pasti sampai sekarang masih membenci ku.” Kata seukhye lirih menundukkan kepalanya. Jinhyuk mengusap pipi seukhye, menghapus jejak air mata seukhye. “Walaupun begitu, aku sangat menyayangimu mom dan grandma.” Gumam seukhye tak jelas karena seukhye menangis. Jinhyuk mengenggam erat tangan seukhye mencoba menenangkan seukhye.

“Jangan memikirkan kejadian itu. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, pikirkanlah masa depanmu saat ini.” Kata jinhyuk tesenyum tipis. Seukhye mendongakkan kepalanya menatap ayahnya yang tersenyum. Seukhye menggeleng lemah.

“Eonni mati karena ku appa.” Kata seukhye sesegukkan. Jinhyuk menggeleng tegas.

“Tidak. Taejin memang sudah waktunya untuk meninggalkan kita waktu itu, demi tuhan kim seukhye! Berhenti menyalahkan dirimu sendiri atas kematian kakak tiri mu itu!” Bentak jinhyuk. Sontak air mata seukhye kembali keluar mendengar penuturan ayahnya. Jinhyuk menghembuskan nafasnya kasar sambil memjamkan matanya.

“Ini permintaan appa, berhenti menyalahkan dirimu atas kematian kim taejin itu. Dia meninggal karena kecelakaan bukan karena kau. Kau mengerti?” kata jinhyuk memegang dagu seukhye dan mengarahkan wajah seukhye di depan wajahnya.

“Tidak appa. Eonni memang mati karena ku! EONNI MATI KARENAKU! KARENAKU!” Teriak seukhye dan menarik rambutnya kasar. Jinhyuk membelalakkan matanya kaget.

 

BRAK

 

“PANGGIL OH SEHUN!” Teriak seseorang yang baru saja masuk ke ruangan seukhye. Jinhyuk sontak menoleh mendengar suara seseorang.

“Cho Kyuhyun.” Gumam jinhyuk. Kyuhyun berjalan cepat kearah seukhye, memegang tangan seukhye dan menatap tajam seukhye.

“Sialan. Dia bukan kakakmu, berhenti menyalahkan dirimu sendiri.” Kata kyuhyun tegas. Sontak seukhye berhenti meronta menatap kyuhyun lemas. Sontak kyuhyun memeluk seukhye dan seukhye pun tak sadarkan diri di pelukan kyuhyun. Kyuhyun mengeraskan rahangnya. Tak lama kemudian sehun masuk ditemani dengan 2 orang perawat. Kyuhyun segera membaringkan seukhye di tempat tidur dan membiarkan sehun menangani seukhye. Kyuhyun melihat jinhyuk yang membatu tak bergerak sedikitpun.  Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar dan melihat sehun yang sedang sibuk dengan peralatannya dan seukhye.

“Dia hanya mengalami guncangan. Untung saja tidak berpengaruh terhadap sistem sarafnya.” Kata sehun menatap kyuhyun dan jinhyuk bergantian. Kyuhyun mengangguk mengerti. “Maafkan aku. Aku ada operasi, jika ada apa-apa kalian bisa memanggil ku.” Kata sehun tersenyum tipis dan keluar begitu saja dari ruang inap seukhye. Kyuhyun berjalan mendekati seukhye.

“Apa maksud dari perkataanmu?” tanya jinhyuk tiba-tiba. Kyuhyun menghentikan pergerakan tangannya yang mengusap pelan punggung tangan seukhye.

“Tentang apa?” tanya kyuhyun balik tanpa menolehkan kepalanya.

“Keluargaku.” Jawab jinhyuk dingin. Kyuhyun menatap jinhyuk datar, berjalan mendekati jinhyuk.

“Tentang kelakuan tidak manusiawi yang dilakukan istri dan ibumu itu?” kata kyuhyun tersenyum iblis. Jinhyuk tersenyum tak percaya menatap kyuhyun.

“Kau siapa anakku, eoh?” tanya jinhyuk. “Kau sudah lancang sekali menelusuri tantang keluargaku.” Kata jinhyuk menatap kyuhyun penuh intimidasi. Kyuhyun tersenyum tipis dan mendudukkan dirinya di sofa.

“Cerita keluargamu terlalu menarik.” Jawab kyuhyun singkat. Jinhyuk menoleh cepat menatap kyuhyun tercengang.

“Menarik? Kau kira keluargaku sebuah lelucon?!” kata jinhyuk menatap tajam kyuhyun. Kyuhyun mengedikkan bahunya acuh.

“Iya dan tidak. Kau meninggalkan anakmu dengan ibu tiri dan anaknya dan kau pergi begitu saja dan mempercayakan saja anakmu dengan istri kedua mu itu dan ibumu. Ayah seperti apa kau ini? Ibumu bahkan otaknya teracuni oleh perkataan istrimu. Mengagumkan.” Kata kyuhyun tetawa meremehkan. Jinhyuk mengepalakan tangannya geram.

“Kau..”

“Dan mereka berdua pun menelantarkan anakmu, bukan? Kau terlalu baik membuat taejin itu menjadi anakmu. Well, kau seperti seorang malaikat. Anak haram telah bersih namanya karena seorang malaikat. Kau menikahi hizuka sato karena melihat hizuka sato menangis di pinggir jalan dengan anaknya yang berumur 2 tahun dan langsung menikahi nya begitu saja. Cinta pandangan pertama, huh? Dan ibumu langsung menerima begitu saja setelah dirinya berhasil membunuh istri pertamamu. Yang aku tak mengerti disini, mengapa kau membiarkan ibumu membunuh istrimu itu, huh? Ah, tidak. Bahkan kau juga akhirnya yang membunuh hizuta sato dan kim kisun. Kau tahu, ini sangat menarik bagiku. Bahkan saat itu seukhye masih bayi. Kau memang termasuk laki-laki brengsek, presdir kim.” Kata kyuhyun panjang lebar menatap jinhyuk sinis.

“Ck. Kau memang mengagumkan, presdir cho. Tak salah jika semua pembisnis korea sangat takut denganmu. Kau bahkan bisa tahu semua rahasia yang aku simpan, bahkan orang terdekatku saja tidak mengetahuinya.” Kata jinhyuk secara tidak langsung menyindir kyuhyun.

“Aku merasa sangat tersanjung.” Kata kyuhyun tersenyum tipis. “Walaupun begitu kau sudah membereskan semua ini dengan tanganmu sendiri, itu yang aku kagumi darimu. Tetapi, tidak dengan seukhye. Ibu dan istrimu berhasil membuat seukhye mengidap sebuah trauma yang cukup serius. Sudah kukatakan ini cerita yang menarik karena semua peran dalam cerita ini hanya berisi kau, istri dan ibumu saja. Dan korbannya adalah anak istrimu dan anakmu.” Kata kyuhyun menaikkan alisnya. Kali ini jinhyuk tak bisa berkata apa-apa karena apa yang dikatakan kyuhyun memang benar adanya.

“Dan apa hasilmu setelah mengetahui semuanya?” tanya jinhyuk sarkatis. Kali ini kyuhyun yang terdiam. Benar. Apa hasil kyuhyun setelah kyuhyun mengetahui ini semua? Kyuhyun tampak berpikir keras. Menatap seukhye seolah-olah meminta jawaban dari seukhye. Tentu saja, seukhye tidak bisa menjawabnya baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. Kyuhyun mengepalkan tangannya keras. Tanpa mau menjawab pertanyaan jinhyuk, kyuhyun keluar begitu saja. Jinhyuk menyatukan kedua alisnya menatap kepergian kyuhyun.

 

 

*****

 

“Jadi, maksudmu changwook oppa itu berasal dari keluarga mafia begitu?” tanya kyuhee menatap jessie menuntut jawaban. Jessie mengangguk.

“Benar, nona. Ayah dari presdir ji adalah Ji Changsa. Ketua dari kelompok mafia yang bernama Black Blood, kelompok mafia terbesar di korea nona.” Kata jessie. Kyuhee menatap tak percaya jessie, kembali melihat kertas yang ia pegang yang bertuliskan tentang Black Blood itu. Kyuhee melihat tanpa ekspresi. Dia tidak tahu harus bagaimana mengeksprsikan wajahnya setelah mengetahui ini semua. Jujur saja, kyuhee tidak merasa telah dibohongi. Wajar saja jika changwook menyembunyikan fakta ini. Siapa yang mau mengumbar identitas keluarganya yang merupkan seorang mafia? Tidak ada, bukan?

Kyuhee memang menyuruh jessie untuk mencari tentang keluarga changwook. Dia merasa bahwa memang seharusnya dia mengetahui tentang keluarga kekasihnya itu. Karena memang changwook terlihat enggan sekali menceritakan tentang keluarganya. Dan kyuhee sekarang tahu. Apa penyebab changwook terlihat enggan sekali menceritakan tentang keluarganya itu.

“Sekarang dimana posisi changwook oppa?”

“Presdir ji sedang berada di kantor nya nona.”

“Kyuhyun?”

“Saya mendapat laporan bahwa tuan cho mengunjungi makam seseorang.”

“Makam? Makam ayah dan ibu?”

“Bukan nona.”

Kyuhee menyatukan alisnya tak mengerti mendengar laporan dari jessie. Makam? Makam siapa? Kyuhee juga tidak percaya ketika mendengar kyuhyun yang mengunjugi makam orangtua mereka, karena memang kyuhyun pasti akan mengajaknya jika mengunjungi makam kedua orangtua mereka.

“Jadi, makam siapa?” tanya kyuhee bingung.

“Saya juga tidak tahu nona.”

 

 

*****

 

Cchangmin dan donghae datang ke CG Hospital untuk menjenguk seukhye. jujur saja baik changmin dan donghae merasa sangat tidak enak dengan seukhye karena baru ini mereka berdua menjenguk seukhye. Apalagi changmin, yang notabennya adalah sepupu kandung seukhye dan parahnya jinhyuk telah menitipkan seukhye padanya. Ini semua karena ulah ajaib kyuhyun yang tak pernah masuk kerja semenjak kejadian seukhye masuk ke rumah sakit dan baru hari ini kyuhyun masuk dan ini juga menjadi kesempatan emas bagi changmin dan donghae. Ketika mereka akan keluar dari lift mereka menemukan seukhye dan jinhyuk berdiri di depan lift.

“Oh, paman kim? Paman sudah berada di korea?” kaget changmin melihat jinhyuk yang berada di samping seukhye. Seukhye? Bukankah seukhye seharusnya sedang terbaring di ranjang ruang inapnya? Sudah dikatakan oleh sehun, jika seukhye bukan mengidap penyakit yang mematikan saja. Hanya sebuah trauma yaa walaupun trauma itu dikategorikan trauma yang cukup mengerikan akibatnya.

“Bagaimana keadaanmu changmin?” Tanya jinhyuk tersenyum ketika jinhyuk dan seukhye masuk ke dalam lift dan membuat donghae dan changmin tidak jadi keluar dari lift.

“Direktur kim sudah ingin pulang? Apakah direktur sudah sehat?” tanya donghae tak mengerti. Oh, bahkan baru 3 hari seukhye menginap di rumah sakit itu.

“Saya bukan mengidap penyakit yang cukup serius, direktur lee.” Jawab seukhye ketus.  Donghae bergidik ngeri mendengar jawaban seukhye. Changmin terkekeh pelan melihat donghae yang ketakutan seperti itu.

“Paman dengar kau satu kantor dengan seukhye, benar changmin-ah?” tanya jinhyuk sambil berjalan menenteng tas yang berisi perlengkapan seukhye. Changmin berjalan disamping jinhyuk dan mengangguk.

“Benar, paman. Yaa, paman tahu sendiri jika anak paman itu adalah wanita bar-bar. Dia memaksaku untuk memasukkannya di perusahaan sahabat ku itu.” Kata changmin melirik seukhye sekilas yang berjalan tepat dibelakang jinhyuk.

“Oh, cho kyuhyun itu sahabatmu?” tanya jinhyuk tak percaya.

“Yup. Sebelum aku pindah ke jepang aku telah berteman baik dengan kyuhyun dari 7 tahun sampai sekarang.” Kata changmin bangga menampakkan sederet gigi putihnya. Bangga? Tentu saja bangga. Siapa yang tidak bangga mempunya sahabat mengerikan seperti kyuhyun? Dan ditambah lagi changmin juga dekat dengan kembaran nya itu yaa walaupun changmin sangat takut dengan kyuhee entah apa alasannya.

Jinhyuk mengangguk mengerti sambil tersenyum penuh arti. “Steve, bawakan semua barang seukhye di apartemennya ke rumah.” Kata jinhyuk sambil memberikan tas yang ia bawa kepada tangan kanannya.

“Saya mengerti, sir.” Jawan steve yang berkewarganegaraan Inggris itu dengan bahasa korea yang sangat fasih.

“Wow. Dia sangat tampan, bukan?” bisik seukhye ke donghae. Donghae tergelak dan memandang seukhye sekilas lalu memandag steve yang sedang memasukkan tas milik seukhye ke bagasi belakang mobil. Donghae mencibir pelan.

“Wah, aku tidak menyangka kau bersikap seperti ini.” Kata donghae tak percaya. Seukhye menatap tajam donghae dan menghembuskan nafas kasar.

“Aku membencimu, direktur lee.” Kata seukhye ketus dan berjalan cepat menuju mobil ayahnya itu.

 

 

*****

 

“Apa yang terjadi denganmu?” Tanya kyuhee. Kyuhyun mengerutkan dahinya tak mengerti, melepaskan kacamata minus nya dan memandang kyuhee yang baru saja masuk ke ruangannya.

“Apa?” Tanya kyuhyun tak mengerti. Kyuhee mendengus kesal duduk di sofa dan kyuhyun pun juga duduk di sofa miliknya itu. “Apa maksud dari perkataanmu? Memang apa yang terjadi denganku?” tanya kyuhyun dengan alis yang saling bertautan.

“Kau tidak masuk ke kantor tanpa keterangan selama 5 hari, setahuku kau hanya 2 hari menjaga seukhye. 3 hari nya kau kemana?” tanya kyuhee serius.

“Ah. Keuge, ada yang harus ku urus. Eiys, kau tenang saja presdir cho. Perusahaan ini tidak akan bangkrut hanya karena aku tidak masuk tanpa keterangan selama 5 hari.” Kata kyuhyun mendelik tajam kyuhee. Kyuhee mendecakkan lidahnya kesal.

“Bukan seperti itu. Kau akan dicap sebagai pimpinan yang tidak professional.” Kata kyuhee dengan tatapan yang melembut.

“Tidak akan. Kau tenang saja.” kata kyuhyun tersenyum iblis.

“Terserah kau saja. Oh ya, kim shinyeong telah sadar.” Kata kyuhee pelan dan menatap wajah kyuhyun fokus. Tampak wajah kyuhyun yang menegang dan menatap kyuhee tak percaya.

“Kim shinyeong?” kyuhee mengangguk. Kyuhyun menatap kyuhee seperti memikirkan sesuatu.

“Kau akan melihat nya?” tanya kyuhee hati-hati. Kyuhee berharap kyuhyun tidak akan melihat wanita jalang itu.

“Aku..”

 

 

 

-tbc-

 

 

 

Huaahhh. Tambah kesini, tambah hancurr;;-;;

Semakin bosan gak sih ceritanya?._.

Ayo, dijawab dengan jujur;;-;;

Maaf ya, kalo ngebosenin. Huhu;;-;;

 

 

Masin banyak lagi hal yang tak terduga setelah ini hehe.

Thor, ji changwook nya mana? Kok gak muncul akhir-akhir ini?

Author simpan di gudang author changwook nya haha. Tidak-tidak memang belum masuk scene nya kyuhee dan changwook masih fokus dalam menjelaskan kisah masa lalu seukhye dan menyadarkan perasaan kyuhyun.

Kyuhyun plin-plan yaa? Author aja bingung dengan kelakuan kyuhyun-_-

Semua nya pada mau geez-,-

 

 

Kita harus segera sadarkan kyuhyun! HAHA!

 

 

 

 

SALAM

JHYOSUN13

11 responses to “TWINS – PART 8 – by jhyosun13

  1. Pingback: TWINS – PART 10 – by jhyosun13 | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s