TWINS – PART 9 – by jhyosun13

cover twins3

Poster by selviakim@POSTER CHANNEL

TYPO BERTEBARAN!

HAPPY READING! 

TWINS – PART 9

            “Aku telah menjalani terapi dengan sehun, dad. Oh, c’mon. Walaupun sehun masih sangat muda tapi pengalaman nya melebihi dokter yang sudah tua.” Kata seukhye tak terima pada saat ayahnya menyuruhnya untuk mengganti dokter pribadinya.

“Bukannya seperti itu, geunyang..”

“Waeyo appa?”

“Kau tidak merasa risih jika sehun-adik angkat mu itu menjadi dokter mu?”

Seukhye mengernyitkan dahinya mendengar pertnyaan ayahnya itu yang menurutnya tak masuk akal. “Risih? Kenapa harus risih?” tanya seukhye tak mengerti dengan jalan pikir ayahnya ini.

“Ah. Molla.” Kata jinhyuk dan meninggalkan kamar putrinya itu.

“Heol. Apa yang terjadi dengan pria tua itu? Kim seukhye ingatlah bahwa pria tua itu adalah ayahmu. Menyedihkan, bukan?” Kata seukhye dan terkikik geli.

 

Drrt

Drrt

 

“Oh.” Kaget seukhye mendengar getaran dari iphone miliknya yang tergeletak di atas tempat tidurnya. Seukhye mengambil iphone nya dan membuka pesan yang baru saja ia terima itu. Seukhye mengernyitkan dahinya tak mengerti membaca pesan itu.

 

From: 021-87xx-xxx

Kau sudah pulang dari rumah sakit?

 

Siapa yang mengirimi seukhye pesan itu? Seukhye juga berpikir bahwa dia tidak pernah memberi nomor handphone kepada siapapun sampai saat ini hanya sekretarisnya saja. Tetapi seukhye telah menyimpan nomor minhyuk.

 

To: 021-87xx-xxx

Anda siapa?

 

From: 021-87xx-xxx

Jawab saja pertanyaanku!

 

 

“Heol. Siapa sebenarnya yang mengirimku pesan ini?” Gerutu seukhye menatap kesal layar iphone nya itu. Seukhye mengamati lebih teliti pesan terakhir yang dikirim orang yang tak ia kenal itu. Seukhye merasa bahwa dirinya tahu siapa gerangan yang mengirimi pesan ini.

“Presdir gila!” Gumam seukhye kesal dan mengetik pesan dengan kasar.

 

To: 021-87xx-xxx

Menurtmu, presdir? Berhenti mencekcoki ku lagi, presdir!

Kau tenang saja, aku kembali dengan selamat sampai ke rumah.

Terima kasih sudah mengkhawatirkan bawahanmu ini, presdir.

 

SEND

 

           

            Seukhye langsung membuka baterai ponselnya dan membuang asal ponselnya itu. Dengan mulut yang tak pernah berhenti menggerutu, seukhye membuka laptop nya untuk mengecek ­e-mail nya.

“Jinjja. Kau Kang Minhyuk! Aku baru saja sembuh dan kau mengirimiku pekerjaan sebanyak ini?! Apa sebenarnya pekerjaanmu selama menggantikanku?!” Kata seukhye menatap nyalang layar laptop nya.

 

*****

 

Kyuhyun kembali mendatangi rumah sakit miliknya itu untuk kesekian kalinya. Kali ini bukan changwook ataupun seukhye yang kembali masuk ke salah satu ruang inap rumah sakit nya itu. Kim Shinyeong. Nama itu kembali muncul di pikiran kyuhyun maupun di benak kyuhyun. Kyuhyun tampak ragu. Kening yang berkerut dan mata yang menyipit seolah berpikir.

Setelah kyuhee memberitahukan bahwa shinyeong telah sadar, kyuhyun langsung melesat pergi menuju rumah sakit tanpa mengindahkan teriakan nyaring milik kyuhee.

 

CKLEK

 

Kyuhyun membuka pintu itu perlahan dan melihat shinyeong yang sedang duduk kursi roda sambil memandang halaman belakang rumah sakit itu tanpa menyadari kedatangan kyuhyun. Tubuh kyuhyun kembali menegang. Bukan seperti seukhye, kyuhyun tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya karena melihat keadaan shinyeong yang memprihatinkan.

“Cho Kyuhyun.” Kata shinyeong pelan yang telah menyadari kehadiran kyuhyun. “Apa maumu?!” Tanya shinyeong sarkatis menatap tajam kyuhyun. Kyuhyun tersenyum iblis mendengar shinyeong yang melihat benci dirinya. Kyuhyun merasa sangat bodoh sempat berpikir shinyeong akan menangis dihadapannya dan meminta maaf kepadanya. Dan mungkin itu semua hanya khayalan kyuhyun saja.

“Keadaan lebih memburuk dari terakhir yang kulihat.” Kata kyuhyun sinis memasukkan tangannya dalam saku celana dan menatap shinyeong serius. Shinyeong terkekeh sinis mendengar perkataan kyuhyun.

“Apa maksud kedatanngan mu kesini? Ingin membunuhku? Tidak cukup kau membunuh calon suami dan ayah ku?!” Tanya shinyeong pelan penuh intimidasi itu.  Kyuhyun tertawa pelan mendengar kata-kata ‘calon suami’ dari mulut shinyeong. Hati kyuhyun seperti teriris saat shinyeong mengatakan calon suami. Kasian sekali, kau cho kyuhyun. Kau di duakan oleh seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda itu. Dan sialnya, kau pernah sangat mencintai wanita itu sampai-sampai kau memarahi dan membentak saudara kembara mu sendiri!

“Kau ingin aku membunuhmu?” Tanya kyuhyun santai. Shinyeong membulatkan matanya tak percaya.

“Kau ingin membunuhku?” Tanya shinyeong dengan senyuman yang mengerikan. Kyuhyun mengedikkan bahu nya acuh.

“Entahlah. Saat ini, aku tidak ingin.” Jawab kyuhyun santai seperti mengatakan aku tidak ingin pergi. Shinyeong melihat raut wajah kyuhyun benci. Manusia mana yang menganggap nyawa seseorang sebuah lelucon? Manusia yang dihadapanmu, kim shinyeong.

“Tidak ingin? Berarti kau pernah menginginkan membunuhku, begitu?” Tanya shinyeong tidak percaya. Kyuhyun menganggukkan kepalanya tersenyum tipis.

“Cinta itu memang buta. Tetapi, karena cintaku yang sangat besar untuk juga membuat sangat besar membenci mu atas pengkhianatan yang kau buat. Hebat sekali bukan kekuatan cinta itu?” Kata kyuhyun terkekeh pelan.

“Manusia biadab!” Kata shinyeong menatap tajam dan tersirat kebencian yang sangat mendalam. Kyuhyun tersenyum iblis.

“Kau lebih biadab, kim shinyeong! Kau telah mempermainkan perasaan seseorang dan menipu ku! Brengsek, dan kau mangataiku biadab? Kalau aku biadab, lalu kau apa?! HUH? JALANG?!” Teriak kyuhyun marah.

 

 

PLAK

 

 

“Jangan pernah mengataiku, jalang!” Benatk shinyeong tak terima. Kyuhyun memegang pipinya tersenyum tak percaya menatap shinyeong yang telah berdiri tegap dihadapannya. “ARGH!” Ringis shinyeong. Melihat tangan kyuhyun yang menarik kuat rambutnya.

“Bedebah, kau kim shinyeong! Kau seharusnya berterima kasih padaku karena aku masihh membiarkanmu hidup dengan membawa mu ke rumah sakit!” Kata kyuhyun sambil menarik kuat rambut shinyeong. Kyuhyun tersenyum senang melihat shinyeong yang telah mengeluarkan air mata. Kyuhyun menghempaskan tubuh shinyeong ke lantai.

“AKH!” Ringin shinyeong yang kepalanya terbentur sangat kuat di pinggir ranjang. Shinyeong pun tergeletak tak berdaya di atas lantai. Kyuhyun menatap datar shinyeong yang telah tak sadarkan diri itu.

“ALBERT!” Teriak kyuhyun. Albert yang mendengar dari luar, sontak langsug masuk ke dalam.

“Ye, tuan?”

“Bunuh dia!”

“Ye?!”

Kyuhyun membalikkan badannya berjalan keluar. Albert menatap punggung kyuhyun bingung dan kemudian menatap shinyeong yang tak sadarkan diri itu. Perlahan mengeluarkan pistolnya dan berjongkok di samping tubuh shinyeong.

“Aku tidak akan membunuhmu disini, nona kim. Terlalu bebahaya bagi tuan cho. Aku akan langsung membunuhmu di dalam peti mu.” Kata albert menyunggingkan bibir nya sedikit dan mengangkat tubuh shinyeong.

 

 

*****

 

Seukhye kembali bekerja seperti biasa. Walaupun ada ayahnya di korea saat ini itu tidak membuat seukhye tidak bisa bekerja. Malahan jinhyuk sangat mengizinkan seukhye untuk kembali bekerja tanpa ingin berniat membawa anaknya itu kembali ke inggris dan memperkerjakan anaknya di tempat yang seharusnya yaitu HSBC’s Buildings. Walaupun tidak membawa seukhye kembali ke inggris, bukankah seharusnya jinhyuk menyuruh seukhye untuk bekerja di LG’s Corp saja? Yaa, setidaknya bisa membantu pekerjaan jinhyuk.

Entah apa yang di pikiran jinhyuk.

“Apa pekerjaanmu, huh? Kenapa pekerjaan yang seharusnya sudah selesai masih ada?” Tanya seukhye sarkatis. Minhyuk menundukkan kepalanya meminta maaf. “Jawab pertanyaanku, kang minhyuk!” Teriak seukhhye menatap tajam minhyuk.

“Begini dire..”

“Mwo?”

“Pekerjaan saya lebih banyak yang saya kira, direktur. Bahkan saya selama anda di rumah sakit saya hanya bisa tidur selama satu jam saja.” Bela minhyuk tanpa ingin berniat menatap wajah seukhye.

“Banyak? Yah, kau sekretarisku! Seharusnya kau membantu pekerjaanku!” Kata seukhye tak terima dengan pembelaan minhyuk.

“Bukan begitu direktur. Masalahnya selama anda di rumah sakit, presdir cho juga tidak masuk tanpa keterangan selama 5 hari itu membuat pekerjaan presdir cho melimpah ruah dan manager shim meminta bantuan saya dalam mengurus pekerjaan dalam marketing. Maka dari itu, pekerjaan anda yang sebelumnya saya diamkan direktur. Karena itu belum diperlukan.” Kata minhyuk sejujur-jujurnya.

“Mwoya?? Maksudmu presdir kita, cho kyuhyun?” Tanya seukhye dengan alis yang saling bertautan. Minhyuk mengangguk takut. “Eish, mengapa dia selalu menyulitkan keadaanku dimanapun aku berada. Jinjja. Kembali ke ruanganmu, serahkan laporan tentang perkembangan pembangunan hotel bersama CT Group dan Samsung Group.” Kata seukhye memasang kacamata minus nya dan kembali fokus dalam pekerjaannya yang menumpuk seperti tumpukan mobil rusak.

“Ye, saya mengerti.”

 

 

*****

 

“ARGH. SIAL.” Maki kyuhyun sekeras mungkin dan berdiri tak berniat duduk di kursi besarnya itu. Mengkepal kuat tangannya sendiri sehingga memutih karena aliran darah tidak mengalir dengan baik ke tangan kyuhyun. Albert dan jihye menundukkan kepalanya melihat keadaan kyuhyun saat ini.

“Bagaimana? Kau sudah melenyapkannya?” Tanya kyuhyun menatap albert dengan mata yang memerah. Albert mendongakkan kepalanya melihat kondisi kyuhyun yang tidak bisa didefinisikan dalam keadaan yang bisa di ajak bicara.

“Saya tidak yakin, tuan. Tetapi saya telah memindahkan nona kim ke penjara bawah tanah milik kita.” Jawab albert takut.

“Aku katakan untuk membunuhnya?! Mengapa kau membawanya ke penjara bawah tanahku?! Aku tidak ingin membuat penjara ku ternodai karena wanita jalang itu!” Mata kyuhyun memerah menatap marah albert yang berdiri tepat di samping tubuh jihye yang telah kaku sempurna mendengar teriakan dari atasannya sendiri.

“I..Itu..”

 

KNOCK

KNOCK

 

CKLEK

 

            “Maafkan saya, presdir.” Kata seseorang yanng baru saja masuk begitu saja ke ruangan kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan pandangannya memandang seukhye yang berdiri bingung menatap albert. “Sepertinya saya masuk ke ruangan anda dalam situasi yang mengerikan lagi. Kalau begitu, saya permisi.” Seukhye menundukkan kepalanya sedikit memberi hormat dan membalikkan badannya.

“Tidak, direktur kim. Masuk ke ruanganku. Dan kalian berdua, tinggalkan ruanganku.” Kata kyuhyun dingin. Jihye dan albert sontak bergegas meninggalkan ruangan kyuhyun. Seukhye dengan alis yang saling bertautan kembali masuk perlahan ke ruangan kyuhyun.

“Ini adalah laporan..”

“Aku ingin membunuhnya.” Seukhye mendongakkan kepalanya melihat kyuhyun yang menatapnya.

“Membunuh? Presdir ingin membunuh seseorang?” Tanya seukhye tak mengerti. Membunuh? Seukhye tak akan merasa terkejut jika kyuhyun mmebunuh seseorang. Bahkan, seukhye pernah melihat anak buah ayahnya membunuh seseorang di depan matanya. Bahkan, seukhye melihat jelas kecelekaan neneknya sendiri yang menyebabkan neneknya tewas di tempat kejadian kecelakaan tersebut. Apakah seukhye merasa ketakutan? Tidak. Tidak sama sekali. Seukhye tidak merasakan apapun itu.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya. Terlihat seukhye bingung dengan apa yang baru saja ia alami. Mengapa kyuhyun mengatakan hal ini kepadanya? Siapakad dia bagi kyuhyun. Seukhye menghembuskan nafasnya pelan. “Lalu?” Seukhye manatap kyuhyun sambil tersenyum kecil.

“Apakah aku harus membunuhnya?”

“Membunuh siapa?”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar dan mengusap wajahnya kasar. “Kim Shinyeong.” Jawab kyuhyun singkat. Seketika raut wajah seukhye berubah drastis mendengar siapa yang akan dibunuh oleh kyuhyun. Seukhye meniup poninya menormalkan kembali raut wajahnya.

“Ah. Kim Shinyeong-ssi. Jadi, anda ingin membunuh wanita itu? Ya, memang seharusnya dari awal wanita itu sudah lenyap seperti ayah dan kakaknya.” Kata seukhye santai. Kyuhyun memutarkan kursinya dan melihat seukhye tajam.

“Jadi, menurutmu aku memang harus melenyapkannya?” Seukhye menganggukkan kepalanya. “Kenapa?” Tanya kyuhyun dengan raut wajah yang mengerikan.

“Kenapa? Karena orang-orang seperti itu hukumannya memang harus dilenyapkan. Jika tidak, dia akan melakukan hal yang sama lagi.” Jawab seukhye tersenyum tipis.

“Apakah mereka tidak bisa berubah?” Tanya kyuhyun dengan raut wajah yang telah berubah menjadi normal. Seukhye tergelak kaget mendengar pertanyaan kyuhyun. Apakah kyuhyun menginginkan shinyeong untuk berubah?

“Jika anda ragu untuk membunuhnya, jangan membunuhnya. Itu akan membuat anda merasa tertekan.” Kata seukhye dingin. “Ini laporan terakhir dari divisi marketing mengenai pembangunan hotel di daerah gangnam, kami telah melakukan semua pekerjaan kami. Dan, kami hanya menunggu bagaimana hasilnya. Saya permisi, presdir.” Seukhye menundukkan kepalanya memberi hormat dan meninggalkan ruangan kyuhyun.

“Aku belum menyuruhmu keluar dari ruanganku, direktur kim.” Kata kyuhyun yang menyebabkan seukhye menghentikan langkahnya.

“Saya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini, presdir.”

“Pekerjaan mu lebih sedikit dari pekerjaaku!”

“Baik. Apa masalahmu?” Tanya seukhye tak ingin berbasa-basi lagi.

“Aku ingin kau yang membunuh kim shinyeong.” Jawab kyuhyun sangat serius. Seukhye membulatkan matanya tak percaya. Apakah kyuhyun gila, dia ingin seukhye membunuh shinyeong?

“Kenapa harus aku? Kau memiliki banyak sekali anak buah, kenapa harus aku? Hey, aku tidak ingin mengotori tanganku untuk membunuh wanita seperti kekasih anda itu, presdir. Kekasih anda lebih kotor dari seorang jalang!”

“Jaga perkataanmu, kim seukhye-ssi!!”

“Itu memang benar. Wanita mana yang tega mempermainkan perasaan lelaki?! Itu sama saja dia mempermainkan hati ayahnya sendiri. Ah, tidak. Bahkan ayahnya sendiri yang menyuruh wanita itu. Menyedihkan.” Seukhye terkekeh pelan. kyuhyun membulatkan matanya mendengar penuturan seukhye. Kyuhyun tersenyum kecil, tentu saja seukhye mengetahuinya. Pasti salah satu anak buah changwook yang menberitahunya. Ah, bukan. Tepatnya, orang kepercayaan changwook Oh Wobin.

“Lalu, bagaimana dengan ayahmu?” Tanya kyuhyun tersenyum iblis.

“Ayahku? Kim Jinhyuk? Kenapa dengan ayahku?” Tanya seukhye bingung. Kyuhyun tertawa kecil, tersenyum melihat seukhye yang bingung.

“Ayahmu bahkan telah membunuh istrinya sendiri dan ibunya sendiri. Bagaimana dengan hal itu?” Tanya kyuhyun berdiri dan berjalan mendekati seukhye. Seukhye mendongakkan kepalanya ketika kyuhyun berdiri tepat dihadapannya.

“Ah. Sepertinya anda telah menyelidiki tentang kasus keluargaku. Menarik bukan? Ayahku membunuh istrinya? Itu terserah ayahku, dan juga wanita itu bukan ibuku. Ayahku membunuh ibunya sendiri? Jika ayahku membunuh ibunya sendiri, apa perduliku? Bahkan wanita tua itu tidak menganggap aku sebagai cucunya. Pasti anda tahu soal itu, bukan?” Kata seukhye tersenyum tipis. Kyuhyun menatap seukhye tak percaya. Wanita mana yang menganggap nyawa orang tersayang ayahnya seperti itu.

“Kau wanita yang tidak memiliki perasaan.”

“Terserah anda ingin mengatakan apa tentangku, presdir. Karena anda bukan siap-siapa bagiku.” Kata seukhye dingin dan benar-benar meninggalkan ruangan kyuhyun dengan perasaan yang campur aduk. Kyuhyun memejamkan matanya, untuk menurunkan emosinya yang telah meletup-letup itu.

“Dia adalah kebalikan dari kyuhee. Jika, kyuhee kejam di luar tidak dengan di dalam hatinya. Sedangkan, kim seukhye. Di luar seperti dewi tapi di dalam nya seperti iblis.” Gumam kyuhyun menatap pintu yang telah tertutup rapat yang baru saja di lewati oleh seukhye itu.

 

*****

 

LG Electronics adalah perusahaan Korea Selatan kedua terbesar dalam bidang perangkat elektronika dan terbesar ketiga di dunia dalam bidang pembuatan perangkat serupa. Perusahaan ini berkantor pusat di LG Twin Towers di Yoido, Seoul. LG Electronics merupakan ikon dari LG Group. LG Electronics merancang dan memproduksi TV, perangkat rumah tangga, dan perangkat telekomunikasi. LG Electronics juga memiliki perusahaan Zenith Electronics dan mengontrol LG Displays, sebuah perusahaan gabungan dengan Philips Electronics. Disinilah sehun dan hyesun berada, memenuhi panggilan dari CEO LG’s Corporation atau LG Group.

Sehun terkekh pelah menyadari perubahan raut wajah hyesun sedari tadi sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di perusahaan ini.

“Wae? Kau merasa risih mendatangi perusahaan rivalmu?” Tanya sehun yang telah menormalkan raut wajah nya seperti sedia kala. Hyesun mendecakkan lidahnya kesal dan menatap sehun tajam.

“Menurtmu?” Kata hyesun ketus. Sehun terkekeh pelan dan mengekori hyesun yang berjalan sangat cepat dengan langkah kaki yang sengaja dihentak-hentakkan. “Sehun-ah?” sehun menghentikan langkahnya melihat hyesun yang berdiri tepat di depannya.

“Wae?”

“Kau merasa ada yang aneh, tidak? Tidak biasanya paman kim memanggil kita tiba-tiba seperti ini.”

Sehun mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Keutchi?” Hyesun menatap dua bola mata sehun lekat. Sehun mengedikkan bahunya acuh dan kembali berjalan menuju ruangan paman kim. Hyesun menghembuskan nafasnya kasar dan mengikuti sehun dan mulut tiada henti mengutuk sehun menjadi apapun.

 

CKLEK

 

“Oh, kalian sudah datang.” Sapa jinhyuk sambil menyuruh beberapa petinggi perusahaannya untuk segera keluar. Sehun dan hyesun sontak menundukkan kepalanya memberi hormata kepada petinggi-petinggi tersebut.

“Selamat siang, paman.” Sapa hyesun dan sehun serentak sambil memberi hormat. Jinhyuk menganggukkan kepalanya dan menyuruh sehun dan hyesun untuk duduk di sofa yang berada tepat di depannya.

“Bagaimana dengan pekerjaan kalian, semuanya berjalan dengan lancar?” Tanya jinhyuk berbasa-basi sambil mengambil sebuah map putih yang tergeletak di atas meja kerjanya dan kembali duduk di sofa.

“Baik, paman.”

“Akupun juga. Yaa, walaupun saat ini masih banyak proyek yang belum terselesaikan.”

Jinhyuk mengangguk mengerti dan tersenyum geli melihat sehun yang terus menerus menatap nya dengan tatapan yang sangat intens. “Kau belum banyak berubah, oh sehun. Masih saja menatap paman seolah-olah paman adalah seorang buronan.” Kata jinhyuk memandang sehun kesal. Sehun tersenyum tipis mendengar penuturan jinhyuk.

“Ah. Beberapa hari yang lalu, paman bertemu dengan orangtua mu sehun-ah. Mereka meminta kau menjadi direktur utama di rumah sakit keluarga kalian. Ini berkas nya, tinggal kau tanda tangan dan selamat menjadi seorang direktur utama OH Hospital.” Kata jinhyuk tersenyum polos sambil memberikan map yang ia ambil tadi. Sehun menatap map yang tergelatak di atas meja di depannya tak perduli. Mendecakkan lidah nya kesal dan mengambil kasar map tersebut.

“Wo-oh. Lihat siapa yang baru saja naik pangkat. Wah-wah. Kali ini aku dan chanyeol harus mencari topik bully-an baru untuk membully mu.” Kata hyesun tersenyum mengejek melihat sehun menandatanganin berkas yang baru saja jinhyuk berikan itu.

“Sialan.” Kata sehun menatap tajam hyesun dan seketika hyesun menghentikan tawa nya melihat wajah mengerikan milik wajah dingin sehun. Jinhyuk menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sehun dan hyesun yang sudah dianggap nya anak nya sendiri itu.

“Paman, aku yakin bukan ini saja maksud dari paman memanggil kami berdua kemari.” Kata sehun menatap jinhyuk dengan alis yang saling bertautan.

“Ck. Orang jenius lainnya.” Jinhyuk menghela nafasnya. “Begini, paman ingin meminta bantuan kepada kalian berdua ah chanyeol pun juga dia kan segera kembali.” Kata jinhyuk. Hyesun dan sehun mendengarkan dengan fokus kata demi kata yang dikeluarkan dari mulut jinhyuk tersebut.

“Mengenai perjodohan seuk..”

“Oh, siapa pria yang akan dijodohkan dengan eonni paman?”

“Apakah dia pantas bersanding dengan noona?”

Jinhyuk menghela nafasnya kasar dan mentaap tajam hyesun dan sehun bergantian tanda jinhyuk tak suka sehun dan hyesun menyela perkataannya. Sontak sehun dan hyesun tersenyum polos melihat perubahan raut wajah jinhyuk.

“Paman sebenarnya memang menjodohkan seukhye dengan kyuhyun. Dan sau..”

“Ah, benar dugaanku bukan? Seukhye eonni dijodohkan dengan presdir cho.”

“Ck. Kenapa harus dengan pria bermulut tajam itu.”

“Bisakah kalian mendengarkan perkataan paman sampai selesai, huh?!” Teriak jinhyuk kesal menatap sehun dan hyesun bergantian dengan mata yang memancarkan emosi yang telah diujung tanduk itu. Sehun dan hyesun menundukkan kepalanya menyesali mulut mereka yang terlalu bereaksi berlebihan itu.

“Huh. Kalian ini benar-benar.” Jinhyuk menghirup nafasnya dalam-dalam mencoba menetralkan kembali kerja tubuhnya. “Begini, paman dan kyuhee sengaja merahasiakan perjodohan ini dari kyuhyun dan seukhye. Kalian tahu sendiri bukan kondisi seukhye bagaimana? Paman ingin, kyuhyun mengetahuinya kondisi seukhye dengan kemauan nya sendiri bukan karena kyuhyun tahu bahwa ia dijodohkan dengan seukhye.” Jinhyuk menghentikan perkataannya. Hyesun dan sehun menatap jinhyuk tak mengerti.

”Dan ternyata berhasil. Kyuhyun tahu lebih cepat dari perkiraan paman, bahkan dia mengetahui lebih. Yaa, ada beberapa hal lagi yang belum ia ketahui.” Kata jinhyuk sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali.

“Lalu?” Kata sehun dan hyesun serentak. Jinhyuk tersneyum geli melihat raut wajah sehun dan hyesun bergantian.

“Lalu, paman ingin kalian membantu paman dan kyuhee menyadarkan perasaan kyuhyun dan seukhye masing-masing. Paman lihat, baik kyuhyun dan seukhye masih mengelak dengan perasaan masing-masing. Kyuhyun yang plin-plan dan eonni dan noona kalian itu terlalu polos mengenai masalah asmara.” Kata jinhyuk menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya mengingat laporan dari anak buahnya selama ini mengenai kyuhyun dan seukhye.

“Bagaimana caranya?” Tanya hyesun tak tahu harus melakukana apa-apa.

“Aku tidak berniat berpartisipasi dalam rencana ini.” Kata sehun yang membuat jinhyuk dan hyesun mentap nya tajam. “Ck, ayolah. Aku tidak rela membiarkan noona bersama presdir angkuh dan bermulut tajam seperti cho kyuhyun itu.” Sehun memutarkan kan bola matanya malas mengingat kembali pertemuannya denga kyuhyun yang berakhir selalu dengan adu mulut.

“Itu karena kau saja yang selalu mencari gara-gara dengan presdir cho. Kau juga bermulut pedas, oh sehun. Tak sadarkah kau, dokter oh? Untung saja kau memiliki wajah yang sangat lumayan kalau tidak, ku yakin tidak ada satu orang pun yang mau berobat denganmu.” Kata hyesun mencibir perkataan sehun.

“Kau harus membantuku, oh sehun. Jika kau ingin masih tinggal di seoul untuk saat ini.” Ancam jinhyuk dengan senyuman iblis miliknya.

“Ck. Kalian berdua menyebalkan. Oke, aku akan ikut. PUAS?!”

“Tentu saja.” Kata hyesun dan jinhyuk serentak. Dan tertawa kecil melihat raut wajah sehun yang sangat terpaksa membantu jinhyuk itu.

 

 

*****

 

ggggggggggggggggg

Changwook tersenyum geli saat memasuki cafe langganan nya melihat kyuhee terlihat kesal. Changwook berjalan dengan santai mendekati kyuhee. Kyuhee menatap kedatangan changwook dengan ekspresi wajah sulit untuk dibaca.

“Kau terlambat 1 jam tuan ji. Kau ingin mati, huh?” Changwook tersenyum polos menanggapi gerutuan kyuhee.

“Cih. Baru 1 jam, kau seperti menunggu selama 10 jam lebih.” Kata changwook sambil duduk di tepat di depan kyuhee. Kyuhee menghembuskan nafasnya kasar.

“Bagaimana dengan hotel yang kau dirikan bersama kyuhyun? Berjalan dengan lancar?” Tanya kyuhee sambil memanggil waitress.

“Sejauh ini, berjalan dengan baik. Kuakui memang kinerja kyuhyun memang sangat mengagumkan. Semua orang pasti sudah tahu mengenai itu.” Jawab changwook sambil menganggukkan kepalanya sesekali. Changwook tersenyum singkat ketika waitress meninggalkan mereka berdua. Kyuhee menatap changwook intens, seperti sedang mencari jawaban melalui raut wajah changwook ataupun matanya. mengernyitkan dahinya tanda kyuhee tak menemukan apa-apa.

“Ada apa? Kau ingin bertanya sesuatu? Tanyakanlah.” Kata changwook menyadari tingkah aneh kekasihnya itu. Kyuhee menghirup nafas sedalam mungkin, memejamkan matanya. Kyuhee pun menyerahkan sebuah map yang berada di dekatnya itu kepada changwook. Changwook pun menerima uluran map tersebut dengan suasana hati yang bingun.

“Apa ini?”

“Bukalah.”

Changwook pun membuka map tersebut tak sabaran. Changwook tersenyum kecut mengetahui apa isi dari map tersebut dan menatap kyuhee dengan kondisi raut wajah yang sedikit mengharapkan jawaban yang pasti akan apa yan baru saja changwook lihat itu.

“Aku penasaran. Setelah ku cari, aku menemukan hal yang sedikit ambigu. Bisa kau jelaskan?” Changwook menatap bilik mata kyuhee intens. Kyuhee menelan ludahnya gugup melihat changwook menatap intens seperti itu.

“Beef steak with sauce mayonaise, fettucini mozarella, Lemon Honey juice dan Green tea hot. Silahkan menikmati.” Sontak kyuhee dan changwook melihat waitress yang mengantarkan pesanan mereka berdua. Kyuhee mendelik tajam ke waitress tersebut yang menganggu suasana. Changwook terkekeh pelan menyadari perubahan raut wajah waitress itu mrlihat mata elang milik kyuhee yang menatap nya tajam.

“Terima kasih.” Kata changwook. Waitress tersevut menundukkan kepalanya sedikit dan berjalan terburu-buru meninggalkan meja changwook dan kyuhee.

“Menyebalkan.” Geram kyuhee.

“Apa yang terlihat ambigu mengenai kehidupan kekasih ini mu, huh?” Tanya changwook. Kyuhee sontak menolehkan kepalanya menoleh melihat changwook yang kembali serius. Kyuhee terbatuk pelan mencoba menormalkan raut wajahnya.

“Aku melihat nama ibumu sama dengan nama ibu seukhye. Apa..”

“Tidak. Kami tidak bersaudara.”

“Kalau tidak bersau..”

“Seukhye bukan anak kandung dari ibuku.”

Kyuhee membulatkan matanya terkejut. Hizuka sato. Lagi-lagi nama itu membawa hal yang tak terduga lainnya.

“Sungguh. Aku tak mengerti. Jelaskan secara spesifik.” Kata kyuhee tegas. Changwook tersenyum kecut melihat kekasihnya itu sangat penasaran tentang kehidupannya.

“Apa untung nya jika kau mengetahui mengenai hal ini?” Tanya changwook dengan senyuman iblis nya itu. Kyuhee menghembuskan nafasnya kasar.

“Memang tidak ada keuntungannya. Tapi, aku harus mengetahui tentang ini. Karena ini ada kaitannya denga kyuhyun. Ani, ini mengenai orang-orang yang aku cintai. Sungguh. Ceritakan padaku.”

“Orang yang kau cintai? Nuga?”

“Menyebalkan kau ji changwook. Kau dan kyuhyun. Puas?!” Changwook terkekh pelan berhasil membuat kesal kekasihnya itu.

“Oke. Oke. Akan kuceritakan. Memang seharusnya kau tahu mengenai hal ini.” Kata changwook tersenyum sangat tulus.

 

FLASHBACK

 

Changwook duduk di sudut ruangan berjongkok dan menenggelamkan wajahnya di atas lutut. Sesekali memejamkan matanya kuat mendengar teriakan ibu dan ayahnya yang sedang bersitegang di dalam kamar mereka.

            “Aku akan pergi daru rumah ini! Kau menjaga changwook dan aku akan membawa taejin bersamaku. Aku sudah tidak tahan hidup bersamamu lagi! Kita harus bercerai.” Kata ibu changwook tak lain yang bernama hizuka sato menatap nanar wajah suaminya Ji Changsa.

            “Apa yang membuatmu sangat tertekan hidup dengan ku, huh?! Jelaskan padaku!” Teriak changsa dengan mata yang memerah menahan emosi.

            “AKU TIDAK MAU HIDUP DENGAN SEORANG MAFIA SANGAT KEJAM SEPERTIMU!!” Teriak hizuka tak kalah kuatnya. Changsa memejam kan matanya singkat mendengar jawaban istrinya itu.

            “Seharusnya kau sudah tahu sejak awal pernikahan kita bahwa aku juga seorang mafia. Kenapa baru sekarang kau mempersalah kan ini, huh?!”

            “Karena aku sudah tidak tahan! Kau tahu itu? Kau pikir aku hidup dengan tenang?! Aku selalu mendapatkan terror oleh musuhmu. Selalu diawasi dengan musuhku bukan pengawalmu saja yang selalu mengawasiku tetapi musuhmu juga?! Sialan. Dan juga, sudah beberapa kali aku hampir mati karenamu, huh? Berapa kali?! Tak terhitung, bukan? Kita harus bercerai. Kita harus bercerai.” Kata hizuka final membuka pintu kamar mereka kasar dan berjalan cepat menjauhi kamar mereka itu.

            “Eomma.” Hizuka menghentikan langkahnya dan menatap nanar changwook yang telah berlinang air mata. Hizuka perlahan mendekati anak pertama mereka yang baru berumur 5 tahun itu.

            “Maafkan eomma, eo? Hiduplah dengan baik bersama aboeji mu. Eomma akan selalu mendoakanmu. Adikmu akan baik-baik saja bersama eomma. Kau harus belajar dengan baik agar menjadi orang hebat kelak changwook dewasa. Changwook mengerti maksud dari perkataan eomma, eo?” Kata hizuka yang ikut menangis dan memeluk changwook. Air mata changwook tambah deras keluar saat hizuka melihat nya, menatap adiknya sedang tertidur lelap di sofa.

            “Eomma harus pergi. Jaga dirimu baik-baik, eo?” Kata hizuka mencoba tersenyum. Hizuka pun berdiri mendekati anak perempuannya yang baru berumur 2 tahun itu dan menggendongnya.

            “Eomma. Taejin.” Gumam changwook menatap nanar kepergian ibunya sambil menggendong adiknya itu.

            “Ji Changwook, jangan menangis! Aboeji tidak pernah mendidikmu menjadi seorang pria yang cengeng!!” Bentak ayahnya.

            “EOMMA! JIN-AH!” Teriak changwook lirik dengan derai air mata.

            “CHANGWOOK! MASUK KE KAMARMU!”

            “SHIREO!”

 

PLAK

 

            Changwook memegang pipinya sambil menatap ayahnya tajam. “Aku membencimu, aboeji.” Kata changwook dan berlari menjauhi changsa menuju kamarnya.

 

FLASHBACK END

 

            “Setelah itu, ibumu menikah dengan paman kim?” Tanya kyuhee. Changwook mengangguk kepalanya “Kurasa dunia ini sempit sekali.” Kyuhee menghembuskan nafasnya kasar dan menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Aku mengetahui ibu menikah dengan paman kim sat seukhye berumur 13 tahun. Waktu itu aku melihat taejin dan seukhye sedang bermain di taman. Dan pada saat itu juga aku melihat taejin tertabrak mobil dan setelah itu aku mendengar bahwa taejin meninggal akibat kecelakaan itu. Miris sekali, bukan?” Changwook menghirup nafasnya dala-dalam sebelum melanjutkan pembicarann ini. “Ayah melarangku untuk mengetahui lagi tentang ibu dan adikku setelah mereka keluar dari rumah. Maka dari itu, aku baru bisa mencari mereka setelah ayah meninggal akibat sakit yang ia derita pada saat aku berumur 20 tahun.” Kata changwook sambil mengedikkan bahunya acuh.

“Lalu, kenapa bisa paman kim mengajarimu sebagai seorang mafia?”

“Ah. Yang itu. Paman tidak mengajariku, hanya saja paman berpesan bahwa aku meneruskan pekerjaan ayahku dengan satu syarat aku juga harus mendirikan sebuah perusahaan sendiri yaa CT Group itulah yang aku dirikan. Dengan bantuan bimbingan paman kim aku berhasil membangun sebuah perusahaan sebesar itu.” Kata changwook. Kyuhee tidak bereaksi apapun setelah mengetahui apa yang dia ingin sendiri itu. Semuanya terlalu di luar dugaannya bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Apakah dunia sangat sempit? Kenapa semua orang yang berada di dekatnya saat ini saling ada kaitannya. Apakah ada sebuah kutukan yang menimpanya atau orang-orang tersedaknya.

“Apakah seukhye tahu mengenai hal ini?”

“Kurasa tidak. Dia hanya mengenaliku sebagai murid ayahnya saja.”

“Apakah.. Apakah kau datang saat pemakaman adikmu atau ibumu?” Tanya kyuhee hati-hati.

“Tidak.” Jawab changwook singkat.

“Kenapa?”

“Untuk apa?” Kali ini changwook yang terlihat bingung atas pertanyaan kyuhee.

“Mereka adalah ibu dan adik kandungmu. Kenapa kau tidak melihat mereka untuk terakhir kalinya?!?” Tanya kyuhee frustasi melihat tingkah kekanakkan kekasihnya itu. Changwook tersenyum sinis.

“Mereka yang memutuskan meninggalkan ku, untuk apa aku harus menganggap mereka seperti keluarga? Aku juga tidak sudi melihat 2 wanita yang ingin menghancurkan keluarga seseorang.” Changwook menggertakkan giginya. “Jinjja. Jangan membicarakan wanita-wanita itu. Mereka berdua telah mati. Lebih baik kita masukkan makanan ini di perut masing-masing.” Kata changwook tak ingin menceritakan hal lainnya kepada kyuhee. Kyuhee menyipitkan matanya merasa ada hal yang lain yang disembunyikan oleh changwook.

“Makan. Cho. Kyuhee.” Kata changwook dingin menekankan kata demi kata.

 

*****

 

“Ku dengar akan ada pesta untuk pembukaan hotel di daerah gangnam, kau akan ikut?”

“Tidak.”

Changmin mencibir pelan mendengar jawab seukhye yang ketus itu. Sebenarnya changmin mengetahui jika sepupu nya itu tidak akan pernah mau mengikuti pesta-pesta seperti itu. Bahkan seukhye tak pernah merayakan ulang tahunnya sendiri karena memang seukhye tak pernah menyukai yang namanya sebuah pesta.

“Setahu ku seluruh karyawan CHO Group dan CHO Corp. L. td. wajib untuk datang.” Kata changmin tersenyum penuh arti melihat seukhye yang sedang serius membaca berkas yang ada di atas meja kerja nya. Jam makan siang memang telah lewat sekitar 1 jam yang lalu, tapi changwmin tak perduli akan hal itu. Setelah mendengar gosip bahwa sepupunya itu telah kembai bekerja changmin langsung menuju ruangan seukhye dan benar saja seukhye sedang duduk dengan manis dengan map yang bertumpuk-tumpuk di atas meja nya. Dan dia tahu kenapa bisa pekerjaan seukhye bisa menumpuk seperti itu.

“Apa perduliku?” Kata seukhye tanpa ingin memindahkan pandangannya melihat wajah tampan rupawan milik sepupunya itu. Changmin menghembuskan nafasnya kesal melihat sepupunya itu.

“Oh, ayolah. Kau harus mengikuti peraturan perusahaan ini. Jika, paman kim mengetahui tingkah kekanakkanmu ini. Kau akan tahu apa yang akan terjadi.” Kata changmin mencoba merayu seukhye untuk ikut dalam pesta tersebut.

“Tidak.”

“Kim Seukhye, c’mon.”

“Sekali tidak ya tidak.”

Changmin ingin sekali melemparkan kepala seukhye itu ke sungai han. Changmin masih waras untuk tidak melakukan hal itu.

 

FLASHBACK

 

            “MWO?! Maksud presdir?!”

            “Kau harus membuat seukhye hadir dalam pesta itu, apapun yang terjadi!” Kata kyuhee final sambil tersenyum iblis melihat changmin yang tak mengerti maksud perkataan dari saudara kembar atasannya itu. Tiba-tiba saja kyuhee masuk ke ruangannya tanp aizin dan mengemukakan bahwa changmin harus memastikan seukhye hadir dalam pesta pembukaan hotel yang baru saja didirikan oleh CHO Group, CT Group dan bantuan sedikir oleh Samsung Group itu.

            “Tapi presdir, seukhye tidak menyukai acara-acara tersebut.” Kata changmin menatap kyuhee takut.

            “Aku tahu mengenai hal itu. Maka karena itu, aku menyuruhmu untuk memastikan seukhye ikut dalam pesta tersebut. Gunakan otakmu, untuk membujuknya. Apapun yang terjadi seukhye harus datang ke pesta. Jika tidak…” Kyuhee menatap intens bola mata changmin. Changmin sontak memandang arah lain saat menyadari kyuhee menatap nya dengan sangat intens dan penuh intimidasi tersebut.

            “Baik. Baik. Saya pastikan seukhye akan hadir dalam pesta itu.” Kata changmin akhirnya mengalah.

            “Bagus. Aku kan menunggu hasil kerjamu malam besok. Annyeong, changmin-ah.” Kata kyuhee tersenyum sangat puas dan meninggalkan ruangan changmin dengan suasana hati yang menggelikan melihat changmin yang merespon perkataannya dengan takut. “Menyenangkan.” Gumam kyuhee sangat pelan.

            “Ck.” Changmin meringis pelan dengan apa yang baru saja ia katakan. “Sial. Bagaimana caranya aku mengajak seukhye ke pesta itu? Ugh, sudah ku duga dengan hadirnya seukhye di perusahaan ini akan membawa malapetaka buat ku. Dasar, manusi srigala kau cho kyuhee.” Geram changmin melihat arah pintu yang baru saja kyuhee lewati itu.

 

FLASHBACK END

 

“Ayolah. Kau harus menemaniku untuk datang ke pesta itu. Karena pesta itu wajib membawa pasangan.” Kata changmin frustasi melihat seukhye yang memang terlihat sangat peduli akan pesta pembukaan itu. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar, membuka kacamata bacanya dan menatap tak menegrti changmin.

“Kau bisa membawa wanita lain, shim changmin.”

“Aku tidak mau. Kalau masih ada kau, untuk apa aku mengajak wanita lain. Ayolah, seukhye. Jika kau tak perduli dengan peraturan perusahaan tapi kau harus perduli dengan sepupu tampanmu ini.” Kata changmin sedikit mengeluarkan aegyo nya itu.

“Cih, menjijikkan.” Cibir seukhye melihat aegyo yang dikeluarkan changmin untuk mencoba membujuknya itu.

“Tidak. Aku tidak akan hadir dalam pesta itu.”

“Kim Seukhye.”

“Kau tahu sendiri jika aku tidak pernah menyukai yang berbau pesta seperti itu. Kau bisa mengajak hyesun. Bukankah hyesun dipastikan hadir dalam pesta itu?” Kata seukhye mencoba memberi jalan untuk sepupunya yang paling menyebalka baginya itu.

“Ck. Hyesun pasti akan mengajak sehun. Kau pasti tahu akan hal itu.” Kata changmin mengeluarkan semua yang bisa ia selipkan sedikit kata yang tidak akan terjadi di pesta itu. Pesta pembukaan hotel itu tidak diharuskan untuk membawa pasangan, ini hanya tipu muslihat changmin supaya seukhye ikut hadir dalam pesta itu. Si. Licik. Changmin.

“Benar juga.” Kata seukhye sambil menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan changmin. Hyesun pasti akan mengajak sehun, karena hyesun tidak mempunyai teman lelaki lainnya kecuali chanyeol dan sehun. Berhubung chanyeol masuk berada di cupertino, hyesun dipastikan akan mengajak sehun.

“Bagaimana? Kau mau menemaniku? Kau tahu pekerjaan sangat berharga buatku. Jika aku dipecat, kau tahu eomma dan appa akan membantaiku hidup-hidup.” Seukhye tertawa kecil melihat wajah ketakutan milik changmin ketika changmin menyebutkan nama orangtuanya. Tentu saja seukhye tahu. Pasti ada alasan bukan kenapa changmin lebih meilih tinggal sendiri di jepang daripada mengikuti orangtuanya yang menetap di jepang.

“Kau tahu semua ini tidak akan gratis jika aku ikut dalam pesta itu.” Kata seukhye tersenyum iblis. Changmin mendecakkan lidah kesal mengetahui jika ini akan terjadi.

“Baiklah. Baiklah. Yang terpenting kau mau menemaniku pergi ke pesta itu. Apa maumu?” Tanya changmin sambil memutarkan bola mata malas.

“Kau harus mengerjakan semua pekerjaanku yang belum terselesaikan ini.” Kata seukhye sambil tersenyum sangat manis itu. Changmin membulatkan matanya tak percaya dan menatap setumpuk map yang tersusun sangat rapi itu.

“N..Ne.. Neo micheosseo?” Tanya changmin tak percaya.

“Mau atau tidak?”

“Y.. yah.. Tapi tidak seperti ini juga bayarannya.” Kata changmin tidak terima dengan apa syaratnya itu.

“Apa perduliku. Ini sebuah bisnis. Jika kau bersedia, aku akan menemani mu menghadiri pesta itu. Jika kau tidak bersedia, aku akan kembali mengerjakan pekerjaan ini. Mudah bukan?” Kata seukhye seperti tidak ada beban sama sekalai baginya. Changmin melemaskan tubuhnya menatap nanar tumpukan map itu.

“Baiklah.”

“Good. Selamat bekerja, shim changmin. Aku akan berbelanja membeli sebuah gaun yang sangat bagus untuk menemanimu. Besok malam bukan?” Tanya suekhye memastikan. Changmin mengangguk pasrah. Seukhye tersenyum geli melihat changmin.

“Bye-bye changmin-ah.”

“Kenapa seluruh wanita semuanya sangat menyebalkan?! ARGH!”

 

******

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya memasuki perusahaanya sendiri ketika melihat seukhye berjalan menuju pintu keluar. Kyuhyun mengernyitkan dahinya tak mengerti, kyuhyun melihat jam yang bertengger manis di tangan kirinya itu dan kembali melihat seukhye yang sedang tersenyum ketika salah satu karyawan menyapanya.

“Bukankah jam makan siang telah lewat?” Tanya kyuhyun ke jihye yang berdiri di sampingnya itu dan beberapa petinggi lainnya.

“Ye, presdir.” Jawab jihye. Kyuhyun kembali melihat seukhye ketika seukye berhenti di depannya memberi hormat.

“Anda ingin pergi, direktur kim?” Tanya kyuhyun. Seukhye mengangguk sambil tersenyum sopan.

“Bukankah pekerjaan anda sangat banyak seperti yang anda katakan tadi pagi dengan saya?” Kata kyuhyun tersenyum penuh arti. Seukhye mencoba tersenyum melihat kyuhyun yang lagi-lagi ingin menyulutkan emosinya itu.

“Manager shim dengan baik hati membantu pekerjaan saya, presdir.” Jawab seukhye dengan emosi yang sedang ditahannya itu. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar mendengar jawaban seukhye.

“Kembali ke ruangan kalian masing-masing.” Itu suara kyuhyun memerintak orang yang berada di belakangnya. Seukhye mencibir dengan bossy nya kyuhyun itu.

“Katakan kau ingin pergi kemana?” Tanya kyuhyun dengan mata yang menatap serius seukhye.

“Maaf presdir. Saya tidak bisa mengatakannya.”

“Ck. Aku akan menemanimu.”

Seukhye menatap kyuhyun terkejut. Apakah baru saja kyuhyun mengatakan akan menemani seukhye? Oh, mengejutkan.

“Tidak apa-apa presdir saya bisa pergi sendiri.”

“Tidak. Kau harus pergi denganku.”

Kyuhyun menarik tangan seukhye menuju mobilnya yang masih terparkir di depan pintu masuk perusahaanya itu. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar karena harus menghadapi si keras kepala kyuhyun yang tak lain adalah atasannya sendiri.

 

 

*****

 

Changwook menatap tajam anak buahnya yang seding berlutut di hadapannya saat ini. Berjalan mendekati anak buahnya itu, berjongkok di hadapannya dan melihat kondisi anak buahnya itu.

“Kau bilang, ini semua ulah dari wanita brengsek itu?” Tanya changwook dingin. Anak buahnya itu mengangguk pelan.

 

BUGH

 

“ARGH!” Erang seungyoon anak buah changwook yang baru saja mendapat tendangan yang sangat mematikan di bagian perut nya. Changwook mengepalkan tangannya kuat dan menutup matanya frustasi.

“SHIT.” Gumam changwook menarik rambutnya kuat sehingga yang semula tantanan rambut sangat rapi menjadi berantakan. “Wobin?” Panggil changwook. Wobin yang sedang membantu anak buahnya berdiri mendongakkan kepalanya melihat majikannya itu.

“Yes, sir?” Jawab wobin sambil membantu seungyoon.

“Kau bilang bahwa wanita tua itu telah mati, kenapa dia bisa berkeliaran di korea, huh?!” Bentak changwook menatap nyalang wobin. Wobin menundukkan kepalanya ketika changwook menatap dirinya.

“Maafkan saya, tuan. Saya melihat sendiri wanita itu dalam keadaan tidak bernafas 10 tahun yang lalu.” Kata wobin juga tak percaya dengan perkataan anak buahnya itu. Wobin menatap seungyoon yang sedang duduk di sudut ruangan kerja changwook. Changwook menggeram kesal.

“Tapi, tuan..” Wobin menghentikan perkataannya.

“Apa?”

“Wanita itu datang di saat tuan kim jinhyuk berada di korea. Mungkinkah?” Kata wobin membulatkan matanya. “Aish.” Gumam wobin dan segera keluar dari ruangan changwook tanpa mengindahkan tatapan changwook yang benar-benar tidak mengerti itu.

“Paman kim? Kim Jinhyuk di korea?” tanya changwook kepada asisten wobin, Oh Inha adik kandung wobin.

“Yes, sir.” Jawab inha.

“Wow. Mati kau..”

 

-tbc-

 

 

 

 

 

Halloooo.

Ada catatan kecil nih dari sayaa hehe.

Saya cuma mau bilang kalau ff ini mengandung kata-kata yang sangat kasar ataupun sejenis nya. Jika kalian menemukannya kata-kata yang sangat kasar bagi kalian, jangan complain yaa karena saya telah peringatkan dari part ini^^

 

 

BIG LOVE

JHYOSUN13

 

 

 

 

 

SALAM

JHYOSUN13

 

 

 

 

 

 

5 responses to “TWINS – PART 9 – by jhyosun13

  1. makin seru ceritanya, konflik mulai banyak dan rumit yang tercipta diantara mereka, ternyata Changwook adalah saudara tiri Seukhye, bagaimana ya hubungan Kyuhyun dan Seukhye, penasaran banget, ditunggu kelanjutan nya thor

  2. Pingback: TWINS – PART 10 – by jhyosun13 | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s