You Are My Fate – Chapter 4 (END)

you are my fate poster

Author : Vankyu

Main Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Park Yeon Min (OC)

Other Cast:

  • Lee Hyukjae
  • Im hyejin

Genre : Romance, Comedy

Author note:

Halo semua!  Selamat menikmati dan ikut jatuh cinta bersama Kyuhyun dan Yeon Min dalam cerita ini. Jangan sungkan untuk berkunjung ke Kyutiramisu. Enjoy!

Once again, Cho Kyuhyun belong to God, but this story is belong to me 🙂

Chapter : I II III

********************

Previous Chapter

“Bisakah kalian selesaikan percakapan kalian supaya kita bisa cepat pergi dari sini?” ucapku tidak sabar. Kyuhyun menatapku dan menghela nafas.

“Baiklah. Kau boleh naik ke mobilku,” ucap Kyuhyun kepada Hyejin. Yeoja itu terlihat bergembira dan meloncat kegirangan. Tak lupa Hyejin mendaratkan ciuman di pipi Kyuhyun yang membuat darahku mendidih seketika.

“Gomawo oppa,” dia berlari memutar dan berhenti di sampingku. “Kenapa kau melihatku? Cepat pindah ke belakang. Aku tidak biasa duduk di belakang,” ucap Hyejin ketus.

Sekuat tenaga aku menahan tanganku supaya tidak melayang dan merusak wajah cantik gadis itu. Eunhyuk oppa yang melihat kondisiku segera menarik aku ke sampingnya.

“Jangan hiraukan nenek sihir itu, kau bisa duduk di belakang denganku.” Aku tersenyum kecil. Eunhyuk oppa mendorong tubuhku pelan supaya masuk ke dalam mobil. Aku menghela nafas diam-diam. Semoga perjalanan ini tidak menjadi neraka untukku.

**********************************

*Author POV*

“Yeon Min-ah, Park Yeon Min. Bangunlah!” ucap Eunhyuk sambil menusuk-nusuk pipi gadis itu dengan jarinya. Yeon Min menepis tangan namja itu dan kembali menikmati tidurnya.

“Ya! Ayo bangun kita sudah sampai!” Teriak Eunhyuk tidak sabar dan menarik tangan gadis itu agar bangun.

“Nggg, oppa. Biarkan aku tidur sebentar lagi. Aku masih mengantuk,” ucap gadis itu sambil tetap memejamkan matanya.

Eunhyuk berdecak sekali dan menggelengkan kepalanya. “Baiklah, aku akan membiarkanmu tidur sebentar. Tapi janji, hanya sebentar.” Gadis itu menyunggingkan senyumnya.

Di dalam penginapan Kyuhyun sedang membuat kopi untuk dirinya sendiri. Matanya membulat heran saat melihat Eunhyuk masuk sendiri tanpa Yeon Min di sampingnya.

“Hyung? Kenapa kau sendiri? Mana gadis itu?” tanya Kyuhyun bingung. Eunhyuk melempar tas yang ada di pundaknya dan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.

“Yeon Min? Dia masih di mobil. Aku sudah membangunkannya tapi dia bilang masih mengantuk jadi kubiarkan dia tidur sebentar.”

Kyuhyun menyunggingkan senyum setannya. “Biar aku yang membangunkannya.” Ucap Kyuhyun sambil menaruh gelas kopinya di atas meja dan berlari ke luar.

Kini dia telah berdiri di depan pintu mobilnya. Terlihat wajah tidur Yeon Min. Namja itu tersenyum, dalam hati dia tidak berhenti memuji kecantikan gadis di depannya.

Dengan hati-hati Kyuhyun membuka pintu mobilnya. Kedua tangannya menyusup ke bawah kaki dan punggung gadis itu. “Woah. Gadis ini ringan sekali,” ucap Kyuhyun pelan saat menggendong badan mungil Yeon Min.

Senyum di bibir Kyuhyun semakin merekah saat gadis itu menggeliat dan membenamkan wajahnya di depan dada pria itu. Mata tajam yang biasanya menghiasi wajahnya kini berangsur-angsur berubah menjadi tatapan lembut. Bagaimana bisa perempuan yang menyebalkan bisa semanis ini saat tidur? Kyuhyun mengerutkan keningnya saat menyadari bahwa perkataan di otaknya tadi terdengar menyeramkan, seakan-akan kalau dia sedang jatuh sedalam-dalamnya terhadap pesona Yeon Min yang sedang terlelap di gendongannya.

Saat matanya sedang fokus menatap Yeon Min, Kyuhyun tidak peduli dengan anak tangga yang tiba-tiba muncul di depan kakinya. Mau tidak mau, kedua tubuh tersebut tidak bisa melawan gerak gravitasi dan terhempas di lantai.

“AW!” Teriak Yeon Min ketika kepalanya membentur lantai dan menyebabkan suara yang cukup kencang.

“Kau tidak apa-apa?” ucap Kyuhyun panik. Sambil meringis gadis itu membuka kelopak matanya perlahan. Betapa kaget dirinya saat menyadari bahwa wajah Kyuhyun berada sangat dekat di depannya, belum lagi posisi tubuh mereka yang bertindihan membuat rona merah mengumpul di kedua sisi pipinya.

“APA YANG KAU LAKUKAN CHO KYUHYUN HINGGA KEPALAKU TERBENTUR SEPERTI INI?” Teriaknya sembari mendorong tubuh pria tersebut, walaupun jauh di lubuk hatinya ia ingin menghirup aroma mint dan rempah-rempah yang khas milik Kyuhyun lebih lama.

Pria itu berdiri dan membantu Yeon Min berdiri. “Maaf aku tidak melihat kalau ada tangga tadi. Apakah sakit?” tanyanya sambil mengusap belakang kepala Yeon Min yang terbentur.
“Tentu saja sakit. Dasar namja bodoh,” ujar gadis itu sambil menghindari tatapan intens milik Kyuhyun.

“Bodoh? Ya! Dasar tidak tahu terima kasih. Aku sudah berbaik hati mau menggendong tubuh beratmu itu. Makan apa saja sih hingga badanmu seberat itu.”

“Kau saja yang lemah. Lagipula aku tidak memintamu untuk menggendongku.”

Kyuhyun menghela nafasnya pelan dan beranjak pergi dari tempat itu tanpa menoleh sedikitpun ke arah Yeon Min.

“Dasar namja aneh,” ujar Yeon Min pelan sambil mengusap kepalanya yang berdenyut sebelum melangkah masuk ke dalam penginapan.

************

Yeon Min merapatkan jaket yang dipakainya. Udara pegunugan pagi ini terasa begitu menggigit di kulitnya. Syuting hari kedua ini dilaksanakan di daerah pegunungan. “Sedang apa kau disitu?” Yeon Min menengok ke arah suara yang memanggilnya. Kyuhyun berjalan mendekati gadis itu. Yeon Min berusaha mengatur detak jantungnya dan mencoba menghirup oksigen sebanyak mungkin. Semenjak kejadian bianglala, gadis itu tidak tahu harus bersikap bagaimana di hadapan Kyuhyun.

Belum sempat keduanya bertegur sapa, tiba-tiba terdengar suara yang sangat mengganggu. “Oppa!!” Seorang gadis berlari mendekati dua manusia tersebut dan berusaha masuk di antara celah keduanya. Bahkan gadis itu mendorong tubuh Yeon Min hingga hampir terjungkal. Bukannya meminta maaf, Hyejin malah mengibaskan rambutnya tidak peduli. Yeon Min mengepalkan tangannya dan menahan agar tidak menjambak rambut gadis centil itu.

“Kau sudah bangun? Bagaimana tidurmu?” Hyejin kembali memberondong Kyuhyun dengan pertanyaan-pertanyaan sepele namun sangat mengganggu. Namja itu mengacak rambutnya dan memutuskan untuk pergi, daripada harus terganggu dengan suara yeoja itu.

“Oppa! Kau mau kemana?” teriak Hyejin. Tak lama gadis itu melayangkan pandangannya ke arah Yeon Min. “Kau! Ini semua pasti karenamu. Berhenti mendekati dan mengganggu oppaku!” Yeon Min melotot mendengar ucapan gadis di hadapannya.

“Apa maksudmu? Bukannya kau yang selalu mengganggu namja itu? Berkacalah sebelum menunjuk orang lain.” Setelah berkata seperti itu, Yeon Min meninggalkan Hyejin sendirian.
Matahari berada tepat di atas kepala saat sutradara Kim menyuruh semua crew untuk bersiap-siap karena tempat untuk adegan selanjutnya berjarak cukup jauh dan membutuhkan tenaga untuk mendaki bukit. Yeon Min mengusap keringat yang mengucur di dahinya. Senyumnya tidak pernah hilang walaupun diterpa panas yang luar biasa. Setidaknya masih ada angin yang berhembus, pikirnya.

“Kau tidak apa-apa?” ucap Kyuhyun yang secara tiba-tiba berada di sampingnya. Yeon Min menggeleng pelan.

“Kau lelah? Sudah minum?” tanya pria itu sekali lagi.

“Untuk ukuran laki-laki kau ini cerewet sekali Cho Kyuhyun,” cibir Yeon Min. Pria itu tersenyum dan mengacak poni Yeon Min yang basah karena keringat.

“Untuk ukuran perempuan kau ini galak sekali Park Yeon Min.” Gadis itu melayangkan pukulan pelan di lengan Kyuhyun dan keduanya tertawa bersama. Dalam hati Yeon Min mulai mempertanyakan dirinya yang semakin terbiasa dengan keberadaan pria itu. Semakin lama Kyuhyun berjalan menuju tempat di hatinya yang belum pernah tersentuh oleh siapapun.

“Berhenti melamun. Aku tidak akan menggendongmu jika kau tergelincir dan jatuh,” ujar Kyuhyun membuyarkan lamunan Yeon Min. Sebelum omelan keluar dari bibir gadis itu, Kyuhyun memakaikan topi miliknya ke atas kepala Yeon Min.

“Pakailah, matahari sedang bersinar terlalu terik.” Yeon Min tidak dapat mengeluarkan sepatah kata pun namun hatinya dijalari oleh rasa hangat. Lucu juga melihat namja setan itu bersikap layaknya seorang gentleman seperti ini.

Sekitar lima belas menit kemudian mereka telah sampai di sebuah danau yang berada tepat di balik bukit. Pemandangan yang luar biasa indah. Danau dengan air yang begitu bening, tumbuh-tumbuhan liar yang ada di sekitar perairan itu ditambah dengan bunga-bunga beraneka warna, belum lagi kawanan angsa yang berenang dengan anggun di danau tersebut.

“Wah indah sekali!” teriak Yeon Min dengan mata berbinar.

“Kau lebih indah,” bisik Kyuhyun yang sialnya terdengar oleh telinga gadis di sebelahnya.

“Apa katamu?” Kyuhyun buru-buru memalingkan wajah, menutupi rona merah yang mewarnai pipinya. Untung saja sutradara Kim berteriak untuk mulai mengambil gambar sehingga Kyuhyun tidak perlu memikirkan kata-kata yang tepat untuk mengelak dari cibiran Yeon Min.

“Baiklah, siang ini kita mengambil gambar Kyuhyun dan Yeon Min yang berlayar di danau ini dengan menggunakan perahu. Kamera 1 dan Kamera 2 akan bersamaku naik di perahu lainnya,” ucap sutradara Kim.

Kyuhyun melompat naik ke atas perahu dan menjulurkan tangan untuk membantu Yeon Min. “Mau apa kau?” tanya gadis itu was-was.

“Membantumu naik perahu, gadis bodoh. Jangan banyak tanya,” ucap Kyuhyun sambil menarik tangan gadis itu. Sentuhan singkat di permukaan kulit mereka membuat detak jantung kedua manusia tersebut bekerja dengan tidak normal.

“Tidak usah sok baik kau namja setan,” cibir Yeon Min.

“Seharusnya tadi kau kuceburkan saja ke danau. Atau mungkin di tengah-tengah nanti? Sepertinya ide yang menyenangkan,” balas Kyuhyun jahil. Gadis itu menjitak kepala namja di hadapannya dan dibalas dengan tatapan maut dari Kyuhyun. Keduanya tenggelam dalam obrolan dan pertengkaran kecil mereka hingga tidak menyadari bahwa sutradara Kim sudah memerintahkan untuk mengambil gambar.

Ada jeda hening yang digunakan Yeon Min untuk menikmati udara pegunungan yang jarak ia dapati di Seoul. Bahkan terik matahari tadi kini tertutup awan dan menimbulkan hawa sejuk. Kyuhyun menatap gadis di hadapannya dalam-dalam seakan besok ia tidak dapat menikmati pemandangan ini lagi. Yeon Min menutup matanya dan tidak menyadari bahwa tatapan intens pria itu. Bagi Kyuhyun, Yeon Min begitu sempurna. Tuhan pasti sedang dalam keadaan luar biasa bahagia saat menciptakan gadis itu. Senyum tipis di bibir Yeon Min membuat darahnya berdesir. Tanpa sadar tangannya menyentuh rambut Yeon Min dan meletakkannya di belakang telinga gadis itu.

Yeon Min membuka matanya dan terkesiap saat bertubrukan dengan bola mata hitam pekat yang begitu menawan. Bola mata yang mengunci dirinya dan menciptakan sensasi aneh di perutnya, seperti ada kepakan sayap kupu-kupu yang menari di dalamnya.

Jemari Kyuhyun mengusap pipi Yeon Min pelan. “Apa yang sudah kau lakukan terhadap diriku Park Yeon Min?” bisik kyuhyun dengan suara dalam. Yeon Min berusaha mati-matian untuk mengontrol jantungnya agar tidak menggila, namun sepertinya tidak berhasil.

Setetes air jatuh di atas pipi Yeon Min, seperti menyadarkan keduanya untuk kembali ke dunia nyata. Rintik hujan tiba-tiba turun dan semakin lama semakin deras. Spontan Kyuhyun melepaskan jaketnya dan menutupi kepala Yeon Min.

“Selalu saja hujan jika aku berada dekat denganmu. Kau memang putri hujan.” Yeon Min menatap Kyuhyun yang sedang tersenyum sambil menampung rintik hujan di telapak tangannya.

“Kau sudah memanggilku putri hujan dua kali. Apa jangan-jangan kau adalah…”

“Kyuhyun, Yeon Min! Cepat kembali ke darat. Aku tidak ingin melihat kalian sakit,” potong sutradara Kim yang sedang mendayung perahu ke darat. Keduanya bergegas mengikuti perkataan sutradara mereka.

*****************

*Yeon Min POV*

Aku meregangkan otot-otot di tubuhku. Tidak terasa sudah hari ke-5 aku menjalani syuting video klip. Tinggal satu adegan terkahir bersama Eunhyuk oppa dan tugasku selesai. Drrt drrt, ponselku bergetar menandakan ada panggilan masuk.

“Yeoboseyo?” tanpa melihat siapa yang menelponku.

“Halo Yeon Min-ah!” mataku membulat saat mendengar suara di seberang sana.

“Chanyeol oppa? Apakah benar ini Chanyeol oppa? Tumben sekali kau menelponku. Aku kira kau sudah tidak peduli lagi denganku,” rujukku sambil pura-pura cemberut. Terdengar gelak tawa dari namja itu.

“Bagaimana bisa aku tidak peduli denganmu? Kau adalah adik perempuanku satu-satunya. Bagaimana kabar eomma? Kau menjaga eomma dengan baik kan?”

Aku tersenyum, “Tentu saja. Aku ini kan jagoan. Oh iya oppa, kapan kau kembali ke Korea Selatan? Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.”

“Jangan kaget ya karena saat ini aku sudah menginjakkan kaki di bandara Incheon.”

“BENARKAH? Kau tidak bohong? Jangan mempermainkan aku oppa. Tidak lucu bercandamu kali ini,” ujarku.

Chanyeol oppa tertawa singkat dan berkata, “Aku tidak bohong. Yeon Min-ah, aku tidak bisa berbicara banyak denganmu. Nanti kita lanjutkan lagi ya. Sampai jumpa, aku menyayangimu.”

“Oppa? Kau tidak terbentur kan? Kenapa kau mengeluarkan kata-kata menjijikan seperti itu?” ledekku.

“Menjijikan bagaimana? Cepat balas ucapanku, kalau tidak aku akan menyita oleh-oleh yang sudah kusiapkan untukmu,” ancam pria itu.

Dengan berat hati aku menjawab, “Aku juga menyayangimu. Sampai nanti,” ucapku sebelum menutup telepon. Chanyeol oppa adalah kakakku satu-satunya. Sudah tiga tahun dia kuliah di Inggris dan tidak pernah pulang ke Korea Selatan. Dia sangat berbanding terbalik denganku. Chanyeol oppa sangat ramah kepada siapa saja dan selalu tertawa, sedangkan adiknya ini cenderung sarkas dan jarang tersenyum jika di depan orang yang belum dikenal. Perbedaan ini tidak membuat kami jauh, malah kami berdua adalah pasangan kakak-beradik yang sangat akur. Aku tersenyum lebar dan menggenggam ponselku erat. Setelah syuting ini selesai, aku bisa bertemu dengan Chanyeol oppa.

Setelah beristirahat seharian, sorenya aku memutuskan untuk mengintip pengambilan adegan Kyuhyun dengan Hyejin. Tentu saja secara diam-diam, aku tidak ingin namja setan itu melihatku dan berpikir yang tidak-tidak. Sepertinya mereka akan melakukan adegan romantis. Mataku terbelalak saat tangan kurus Hyejin memeluk leher Kyuhyun dengan mesra. Cih! Dasar nenek sihir, berani-beraninya mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Tanganku mengepal dengan sempurna dan desiran darahku mengumpul di puncak kepala seperti ingin meledak saat perempuan itu mendekatkan dirinya ke arah Kyuhyun. Ingin sekali rasanya aku melempar kerikil ke arah Hyejin yang saat ini sedang menggoda Kyuhyunku.

Mataku membulat sempurna saat menyadari apa yang barusan terlintas di pikiranku. Aku menyebut namja setan itu Kyuhyun-ku? Aku pasti sudah gila. Sadarlah Yeon Min dan lupakan bahwa sedetik yang lalu kau menyebut nama namja itu seakan-akan dia milikmu.

Aku mengetuk dahiku untuk melupakan pikiran tadi. Saat aku mengangkat kepalaku, dengan sialnya mataku beradu dengan namja itu. Sepasang mata itu menatapku tanpa bergeming. Seakan terhipnotis, aku tidak bias memalingkan sedikit pun. Tetapi ada yang berbeda dari tatapan matanya. Kali ini mata itu seakan memandangku dengan penuh amarah, seakan menusukku begitu dalam. Tanpa kusadari rambut halus di leherku meremang.

Pandangan kami terputus saat sutradara Kim berteriak tidak puas dan menandakan bahwa Hyejin dan Kyuhyun harus mengulang adegan mereka tadi. Hyejin menoleh untuk mengikuti arah pandang Kyuhyun yang tepat mengarah padaku. Gadis itu cemberut dan mencibir tetapi aku tidak peduli. Pikiranku terhenti kepada pandangan Kyuhyun tadi. Apa aku melakukan kesalahan yang menyebabkan ia marah? Aku menggeleng pelan. Sepertinya semua baik-baik saja. Jadi, apa maksud tatapan setajam malaikat pencabut nyawa tadi? Sungguh menakutkan.

****************

Aku melangkahkan kakiku di pinggiran kolam renang. Hela nafas berat tidak dapat kutahan lagi. Ada rasa yang mengganjal sejak tadi sore saat menatap mata Kyuhyun yang begitu menakutkan. Tidak bisa aku pungkiri kalau sikapnya yang menjauhiku terlihat begitu menyebalkan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan namja itu? Apakah aku melakukan kesalahan?

“Park Yeon Min,” sebuah suara memecah keheningan. Nada sombong itu membuatku mendecak kesal. Hyejin berdiri di belakangku dengan tampang sangat menyebalkan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Ada apa?” tanyaku. Gadis itu melemparkan tatapan bencinya dan berjalan mendekatiku.

“Kau bertanya ada apa?” ujarnya sambil melenguh kesal. “Kau adalah sumber segala masalah untukku. Aku tidak tahu apa yang menarik darimu tapi yang jelas aku tidak suka kalau kau mendekati Kyuhyun oppaku. Apa kau tidak punya malu? Berani-beraninya menggoda Kyuhyun oppa”

Aku menatap gadis gila di depanku dengan tidak percaya. Kalau telingaku tidak salah dengar, dia baru saja menyebutku sebagai perempuan penggoda. “Im Hyejin, kau membuatku terkejut. Ternyata hanya wajahmu saja yang cantik, tapi kau sama sekali tidak punya sopan santun. Dengarkan aku, tidak pernah sekalipun aku mendekati Cho Kyuhyun apalagi menggodanya. Dan kalau aku melakukan hal itu pun tidak ada urusannya denganmu. Kyuhyun bukan milik siapa-siapa, apalagi milikmu. Walaupun laki-laki itu menyebalkan tapi aku yakin ia tidak akan memilih perempuan sepertimu.”

Hyejin menatapku dengan sinis. “Kau bilang Kyuhyun oppa tidak akan memilihku? Ayo kita lihat saja.” Secara tiba-tiba Hyejin menggenggam lenganku dan berteriak sangat kencang. Sedetik kemudian dia menarik tubuhku dan tubuhnya sendiri ke dalam kolam renang. Semua terasa begitu cepat. Dengan keras air menerpa wajah dan tubuhku. Aku berusaha melepaskan cengkeraman tangan Hyejin dari lenganku. Aku mencoba mendorong tubuhku naik ke atas permukaan tapi tubuhku tidak dapat menjalankan perintah otakku. Panik mulai menyergap pikiranku. Satu-satunya kelemahanku dari kecil adalah… aku tidak bisa berenang.

*******************

*Author POV*

“AAAAAAHHHH!” Sebuah teriakan dan percikan air yang keras terdengar dari arah kolam renang, membuat Kyuhyun dan Eunhyuk yang sedang menonton tv terlonjak kaget. Keduanya berlari menuju asal suara. Kyuhyun membulatkan kedua matanya saat melihat tubuh Hyejin dan Yeon Min berada di air. Tanpa pikir panjang pria itu berlari dan menceburkan diri ke kolam. Eunhyuk yang terperangah menanti dengan was-was di pinggir kolam renang, ragu-ragu untuk melompat ke air atau membantu dari darat.

Kyuhyun berenang dengan cepat dan memeluk pinggang Hyejin. Gadis itu tidak bisa berenang dan Kyuhyun tahu akan hal itu. Ia membawa Hyejin ke permukaan dan menaikkannya ke tepi kolam.

“OH SIAL,” seru Eunhyuk sambil menceburkan diri ke dalam air. Kyuhyun menoleh ke belakang dan melihat Yeon Min tidak berada dimana pun. Dirinya baru menyadari bahwa gadis itu juga tidak bisa berenang sama seperti Hyejin. Tak lama, Eunhyuk muncul di permukaan air bersama dengan Yeon Min yang terbatuk-batuk. Rasa lega menyelimuti Kyuhyun. Perhatiannya kini teralihkan pada sosok Hyejin yang pingsan. Dengan sigap ia naik ke tepi kolam dan bersiap untuk memberi pertolongan pertama.

“Kau tidak apa-apa?” ucap Eunhyuk saat membawa Yeon Min ke darat. Gadis itu tidak mendengar apa yang ditanyakan oleh Eunhyuk karena saat ini ia sedang sibuk menata hatinya yang hancur. Seharusnya ia tidak boleh merasa seperti ini saat Kyuhyun menempelkan bibirnya ke atas bibir Hyejin untuk memberikan nafas buatan. Memang bukan ciuman yang mesra, namun tetap saja menyakitkan.

Tanpa disadari Eunhyuk telah kembali dari dalam villa dan melingkupi Yeon Min dengan handuk kering. “Kau tidak apa-apa? Kenapa kau tidak bersuara sama sekali? Tidak ada yang terluka?” tanya Eunhyuk sambil mengoncangkan badan gadis itu. Yeon Min menggeleng lemah dan tersenyum kecil.

“Aku tidak apa-apa oppa. Terima kasih karena sudah menyelamatkanku.” Suara batuk mengalihkan pandangan kedua orang itu. Hyejin mulai sadar dan hal pertama yang dia lakukan saat membuka mata adalah memeluk tubuh Kyuhyun. Kembali Yeon Min merasakan sengatan di dalam hatinya. Perasaan tidak suka meluap kembali.

“Kyuhyun oppa, aku takut sekali,” ucapnya sambil membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Yeon Min benar-benar kagum karena kemampuan sandiwara gadis itu luar biasa.

“Apa yang kalian lakukan hingga bisa terjadi hal ini?” tanya Kyuhyun tegas ke arah Yeon Min. Belum sempat gadis itu berbicara, Hyejin sudah menyela.

“Aku menghampiri Yeon Min yang sedang terlihat murung di pinggir kolam. Kami terlibat pertengkaran kecil dan tiba-tiba gadis itu mendorongku. Aku tidak sengaja ikut menariknya ke dalam kolam. Aku takut sekali oppa. Kau tahu kan kalau aku tidak bisa berenang, dan Yeon Min mendorongku ke dalam kolam,” ucapnya sambil menangis.

“Aku tidak melakukan hal itu! Jangan bohong Hyejin,” ujar Yeon Min yang terkejut atas penuturan Hyejin. Kyuhyun seakan tidak mendengar perkataan Yeon Min dan memandangnya dengan amarah.

“Apa yang kau pikirkan Park Yeon Min! Hampir saja kau membuat nyawa satu orang melayang. Hyejin tidak bisa berenang dan kau malah mendorongnya ke kolam. Aku benar-benar tidak percaya kau tega berbuat seperti itu.” Yeon Min tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dirinya begitu sesak karena Kyuhyun tidak percaya apa yang ia katakan. Kyuhyun lebih percaya kata-kata Hyejin yang sudah jelas berbohong. Sekuat tenaga ia menahan airmata yang hampir tumpah. Dirinya tidak boleh terlihat kalah di hadapan Hyejin yang saat ini mungkin sedang tertawa di balik dada bidang Kyuhyun.

Kyuhyun menggendong Hyejin dan masuk ke dalam villa, meninggalkan Yeon Min yang tampak menyedihkan. “Hei, jangan sedih. Kyuhyun mungkin sedang panik tapi aku yakin ia tidak bermaksud menyalahkanmu,” ucap Eunhyuk sambil mengeringkan rambut Yeon Min yang basah.

“Tapi… Tapi aku tidak melakukannya. Aku tidak mendorong Hyejin ke dalam kolam. Aku memang tidak menyukai gadis itu tapi aku tak akan tega berbuat hal yang dapat membahayakannya,” ucap Yeon Min pelan.

Eunhyuk tersenyum, “Aku percaya padamu. Kau bukan orang jahat, Park Yeon Min.”

“Kelihatannya temanmu tidak mempercayaiku dan lebih percaya pada Hyejin.” Suara gadis itu penuh dengan nada kecewa, seakan-akan telah dikhianati. Eunhyuk tidak tega melihat wajah murung Yeon Min dan mencatat untuk dirinya sendiri agar memarahi magnae itu habis-habisan.

“Sudahlah, ayo masuk. Nanti kau sakit jika berada di sini terus.” Yeon Min mengangguk singkat dan berdiri dengan bantuan Eunhyuk. Namun ada yang aneh, lehernya terasa ringan. Tangannya bergerak cepat ke arah lehernya. Gadis itu terdiam dan matanya menyiratkan kepanikan.

“Ada apa Yeon Min?” tanya Eunhyuk saat melihat gelagat aneh gadis itu.

“Kalungku,” ucapnya pelan. “Kalungku… Menghilang.” Sedetik kemudian gadis itu melepaskan tangan Eunhyuk dari lengannya dan berlari ke arah kolam renang. Eunhyuk begityu kaget namun dengan cepat ia mengejar Yeon Min dan merengkuh pinggang gadis itu sebelum tubuhnya kembali menghempas air.

“Apa kau sudah gila Park Yeon Min?” teriak Eunhyuk sambil berusaha menahan tubuh gadis yang sedang menggeliat dan berusaha melepaskan diri dari pelukannya.

“Kalungku hilang oppa. Aku harus menemukannya. Harus! Kalung itu sangat penting untukku,” racaunya sambil menangis. Eunhyuk mengeratkan pelukannya dan menenangkan Yeon Min.

“Aku akan mencarikannya untukmu. Tenang saja, pasti akan aku temukan. Kau harus masuk dan beristirahat. Mengerti?” Yeon Min menatap Eunhyuk dan mengangguk lemah. Sekali lagi matanya menatap ke arah kolam renang. Dalam hatinya ia berdoa agar Eunhyuk bisa menemukan kalungnya.

******************

Pagi harinya, Yeon Min berlari menuju ruang tamu untuk menanyakan kalungnya kepada Eunhyuk. Larinya terhenti saat dirinya berpapasan dengan Kyuhyun di tangga. Pria itu menatap Yeon Min sesaat dan sekelebat wajah murung gadis itu kembali mengisi pikirannya. Pada saat ia berteriak dan menyalahkan Yeon Min kemarin, jauh di dalam hatinya ia tahu bahwa gadis itu tidak bersalah namun pikirannya tidak bersahabat dengan hatinya. Kyuhyun melihat wajah Yeon Min semalam penuh dengan rasa kecewa dan hal itu terjadi karena dirinya. Pria itu melepaskan pandangannya dan berjalan melewati Yeon Min tanpa bersuara. Hati gadis itu kembali terluka. Kyuhyun sepertinya masih menyalahkan dirinya atas insiden semalam. Dengan menghela nafas berat ia berjalan menghampiri Eunhyuk.

“Oppa, apakah kalungku ketemu?” tanya Yeon Min penuh harap. Eunhyuk tersenyum kecil dan mengelus puncak kepala gadis itu.

“Maafkan aku kalau kau kecewa. Kalungmu tidak dapat aku temukan tapi aku janji akan mencarinya lagi setelah pengambilan scene terakhir kita.” Yeon Min mengangguk kecil.

“Kau mau sarapan? Aku mau membuat roti bakar di dapur,” ujar Eunhyuk.

“Tidak oppa. Aku tidak terbiasa sarapan.” Eunhyuk menatap Yeon Min sebentar dan beranjak ke dapur. Sepeninggal Eunhyuk, gadis itu duduk di sofa dan melamun. Memikirkan Kyuhyun dan juga kalungnya yang hilang.

“Aw, pemandangan pagi yang menyedihkan.” Sebuah suara memecah lamunan gadis itu. Yeon Min mengangkat wajahnya dan melihat paras gadis yang ingin dipukulnya sejak semalam.

“Lebih baik kau pergi dari hadapanku. Sebelum tinjuku ini melayang dan merusak wajah cantikmu itu,” ancam Yeon Min sambil mengepalkan tangan. Hyejin menyeringai dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Silahkan pukul aku, tapi aku akan membuat cerita ke Kyuhyun oppa bagaimana kau menyakitiku. Pasti kau akan segera dibenci olehnya. Ayo pukul aku kalau kau berani,” tantang gadis itu.

“Kau benar-benar sudah gila.” Yeon Min berdiri dan meninggalkan gadis itu. Waktu dan suasana hatinya sekarang memaksanya untuk tidak berurusan dengan gadis itu. Bisa-bisa dirinya kelewatan dan benar-benar menghajar wajah sombong Im Hyejin.

Sorenya, pengarahan terakhir Sutradara Kim ditujukan kepada Yeon Min dan juga Eunhyuk. “Scene terakhir ini harus bisa memunculkan sisi romantis kalian berdua. Maka dari itu, aku meminta kalian untuk menyiapkan adegan ciuman. Mengerti?” ucap Sutradara Kim yang disambut oleh wajah kaget Yeon Min dan Eunhyuk, tidak ketinggalan Kyuhyun yang juga ikut dalam pengarahan tersebut.

“Adegan ciuman? Apakah harus dilakukan? Aku…” Yeon Min tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“Iya, memang kenapa? Apakah kau keberatan Park Yeon Min?” tanya Sutradara Kim. Yeon Min menggigit bibir bawahnya. Bukannya ia keberatan, cuma dirinya tidak berpengalaman akan hal itu. “Jangan bilang kau belum pernah berciuman?” selidik Sutradara Kim yang diikuti oleh tawa kecil dari para kru.

Wajah Yeon Min memerah saat mengingat ciuman pertamanya yang direbut dengan sangat kurang ajar oleh Kyuhyun. “Bukan, tapi…”

“Sudahlah. Kalau kau belum mahir, Eunhyuk bisa mengajarimu. Jangan takut.” Yeon Min mendesah pelan. “Ayo kita mulai adegan terkahir kita!” teriak Sutradara Kim yang disambut dengan sorak-sorai dari para kru.

*Yeon Min POV*

“Tenang saja, semua akan baik-baik saja. Aku akan menuntunmu. Lakukan yang terbaik, mengerti?” ucap Eunhyuk oppa sambil menepuk pundakku. Aku mengangguk dan mempersiapkan diriku. Tinggal satu adegan lagi dan semuanya akan selesai. Aku tidak perlu berurusan lagi dengan nenek sihir menyebalkan bernama Im Hyejin dan aku tidak harus bertemu dengan Kyuhyun yang entah kenapa membenciku. Semuanya berakhir.

“Baiklah semuanya, persiapkan kamera!” Sutradara Kim berteriak. Aku memantapkan hatiku. Tanpa sadar mataku mencari keberadaan Kyuhyun. Deg! Jantungku berhenti saat bola mata hitam pekat milik pria itu juga menatapku tajam. Mungkin aku tidak waras, namun matanya seakan memberi kekuatan untukku. Seolah-olah ia membisikkan kalimat menenangkan di telingaku, bahwa aku pasti bisa.

Action!” teriakan itu memulai pengambilan gambar terakhir. Aku menatap Eunhyuk oppa yang sedang menatapku balik dengan tatapan teduh. Betapa kagetnya aku saat wajah Eunhyuk oppa tiba-tiba berubah dan berganti dengan wajah Kyuhyun. Sial! Disaat seperti ini saja pria itu tetap muncul dan mengganggu alam bawah sadarku. Aku menenangkan pikiranku. Jemari lembut Eunhyuk oppa mengusap pipiku pelan. Apakah rasanya selembut ini jika jemari Kyuhyun yang menari di atas pipiku? Tanpa sadar aku mulai membandingkan antara Eunhyuk oppa dengan sosok Kyuhyun di pikiranku. Apakah kecup bibir Eunhyuk oppa akan semanis saat Kyuhyun mengecup bibirku?

Eunhyuk oppa mulai menundukkan wajahnya dan menghabiskan secara perlahan jarak di antara aku dan dia. Tanpa dikomando, aku menutup mataku. Menunggu Eunhyuk oppa mengecupku pelan. Membayangkan jika Kyuhyun yang saat ini berada di hadapanku.

*Kyuhyun POV*

Aku melihat Eunhyuk hyung mendekatkan wajahnya ke arah Yeon Min. Darahku mendidih melihatnya. Cukup sudah! Aku tidak bisa mentolerir adegan di hadapanku ini. Dia kira dia siapa bisa menyentuh gadisku sesuka hatinya. Tinggal satu senti lagi sebelum kedua bibir itu bertemu. Aku berlari ke arah mereka. “Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?” teriak Sutradara Kim saat aku dengan seenaknya mengusik pengambilan gambar.

Aku menarik tangan gadis itu secara paksa. Matanya terbuka dan melihatku dengan pandangan heran. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya bingung.

“Maaf, Sutradara Kim tapi aku tidak bisa melihat gadisku disentuh oleh pria mana pun,” ucapku sambil menarik gadis itu pergi. Semua teriakan di belakangkan tidak kuhiraukan.

“Ya! Lepaskan aku!” Gadis ini mulai memberontak. Aku menariknya ke belakang penginapan. Setelah yakin tidak akan ada yang mengganggu kami, aku menyudutkan tubuh gadis itu di tembok.

“Kau.. Sudah cukup kau membuatku gila,” desisku dengan suara berat. Gadis di hadapanku menatapku tidak percaya.

“Apa yang kau katakan? Kau yang membuatku gila! Dasar namja setan tidak berperasaan! Seenaknya saja kau mempermainkan perasaanku. Kau bertingkah seolah-olah menyukaiku, namun detik berikutnya kau membenciku dan memberiku tatapan mematikan. Kau kira sem-“ Aku melumat bibir gadis di hadapanku, menghentikan semua teriakkannya. Bisa kurasakan gadis itu mematung. Jemariku mengelus pipinya dan tanganku yang bebas menarik pinggangnya mendekat ke arahku. Aku memperdalam ciuman kami. Lama dan intens, berbeda dengan ciumanku dengannya saat di taman waktu itu. Seakan semua rasa rindu dan perasaanku yang terpendam mengalir keluar dan berteriak di dalam ciuman ini. Tak lama kemudian aku melepaskan ciuman ini dan menyatukan kening kami.

“Kau benar-benar membuatku gila, putri hujan.” Aku mengeluarkan kalung dandelion dari kantong celanaku. “Kapasitas otakmu itu memang sangat kecil, kau bahkan melupakanku. Pertama kali saat melihatmu, aku sudah bisa mengenalimu,” ucapku sambil memakaikan kalung tersebut di lehernya.

“Bagaimana bisa kalung ini…”

“Setelah meninggalkanmu dengan Eunhyuk hyung aku kembali. Aku mendengar percakapan kalian berdua dan menghabiskan waktu semalaman berenang di kolam bersama Eunhyuk hyung untuk menemukan kalung ini.”

Gadis itu menatapku dalam. “Kau benar-benar anak laki-laki di sebelah rumahku sebelas tahun yang lalu? Kau jahat sekali! Kenapa tidak langsung memberitahuku? Kau menyiksaku seperti ini!” Yeon Min menangis dan memukul pundakku.

“Maafkan aku. Aku takut jika kau ternyata melupakanku. Sebelas tahun meninggalkanmu tanpa kabar cukup membuatku tidak percaya diri. Aku tidak percaya bisa menemukanmu lagi. Takdir memang membawaku kembali padamu,” ucapku sambil mengelus pipinya yang memerah.

“Aku sudah kembali dan tidak akan meninggalkanmu. Kau adalah gadisku, jadi jangan harap bisa kabur dari pelukanku. Tidak akan kubiarkan satu orang pun menyentuhmu, apalagi menciummu seperti namja yadong tadi.”

Yeon Min tertawa kecil. Aku tersenyum dan mendekatkan kembali wajahku ke arahnya. Pesona gadis ini begitu berbahaya untukku.

“Tunggu!” ucap Yeon Min tiba-tiba sambil menarik dirinya menjauhiku. Aku menautkan kedua alisku dan menatapnya bingung. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada dan memandangku dengan tatapan tajam.

“Kalau kau begitu mencintaiku, kenapa dua hari terakhir ini kau bersikap menyebalkan? Bahkan kau menjauhiku dan membela Hyejin saat insiden di kolam renang. Kau tidak sepicik itu kan dan berpikir bahwa aku benar-benar mendorong gadis centil itu ke kolam renang? Seharusnya kau mengenalku dengan sangat baik. Aku kecewa Cho Kyuhyun,” Hatiku terasa tertusuk saat gadis itu melontarkan kata dengan nada sedih. Dengan berat aku menghela nafas.

“Maafkan aku. Sikap menyebalkanku kemarin karena tanpa sengaja aku mendengar kau sedang berbincang di telepon dengan orang yang tidak kukenal. Amarahku langsung meledak sangat kau mengatakan bahwa kau menyayanginya. Bayangan tentang kau menyayangi pria lain selain diriku begitu menakutkan. Pikiranku kalut dan sikapku menjadi begitu menyebalkan terhadapmu. Aku tahu bahwa kau tidak mungkin melakukan hal jahat terhadap orang lain, namun hati dan pikiranku tidak berjalan dengan baik.” Aku menangkupkan tanganku di wajah gadis itu.

“Tahukah kau, jantung ini berhenti berdetak saat aku tahu kau juga tidak bisa berenang. Pikiran buruk hinggap di kepalaku. Bagaimana jika Eunhyuk tidak sempat menyelamatkanmu? Bagaimana jika terjadi hal-hal buruk? Bagaimana jika kau pergi tanpa aku bisa mengatakan perasaanku kepadamu?” Sorot mata Yeon Min menatapku teduh. Gadis itu memelukku dengan erat.

“Aku tidak akan meninggalkanmu. Maafkan aku sudah membuatmu khawatir,” ucapnya sambil membenamkan wajahnya di dadaku. “Tapi kau benar-benar bodoh Cho Kyuhyun.” Yeon Min melepaskan pelukannya dan menatapku jahil.

“Bagaimana bisa kau cemburu dengan kakakku sendiri? Yang kemarin menelponku adalah Park Chanyeol, kakak kandungku sendiri. Tentu saja aku menyayangi pria itu. Dasar bodoh hahaha.” Aku meringis dan mengutuk diriku sendiri yang terlalu cepat menyimpulkan sesuatu. Ternyata laki-laki yang membuatku cemburu adalah kakaknya.

“YA! Berhenti menertawaiku,” ucapku sambil cemberut.

“CHO KYUHYUN! EVIL MAGNAE! KEMBALIKAN PASANGANKU!” teriakan jelek Eunhyuk hyung dari jauh menghentikan tawa gadis itu. Aku menatap Yeon Min dengan jahil dan merangkul tubuhnya.

“SHIREO! Tidak akan kuserahkan gadisku kepada siapapun!”

********************

EPILOG

*Yeon Min POV*

Tok Tok Tok!! Telingaku menangkap suara bising dari arah jendela kamarku, namun apa daya, mataku sepertinya terlalu berat untuk terbuka. Aku menarik selimutku menutupi kepala, berharap suara itu tidak terdengar. BRUK BRUK BRUK!!! Habis sudah kesabaranku. Aku menyingkap selimutku dengan kasar dan berusaha membuka mataku sekedar melihat siapa yang berani mengganggu tidur indahku. Terlihat seorang pria yang menekuk wajah tampannya, sambil menggedor-gedor jendela kamarku. Sepertinya Kyuhyun kembali melompat dari balkonnya ke balkon kamarku. Pria itu mempunyai bakat untuk menjadi maling.

Dengan perlahan dan sedikit terhuyung aku berjalan mendekati jendela. Pria tersebut melotot ke arahku dan menunjuk-nunjuk jam di tangan kirinya. “Wae?” ujarku serak. Pria itu melihatku dengan tatapan tajamnya. Aku benci tatapan itu, seakan-akan dia mau menelanku bulat-bulat. Kubiarkan jendela kamarku tetap tertutup, aku yakin pria itu akan segera mencekik leherku jika ada kesempatan.

“Kau! Ini sudah jam setengah 7! Cepat kumpulkan nyawamu dan segera turun. Jika lebih dari 10 menit kau tidak muncul di bawah, aku akan meninggalkanmu!” teriak Kyuhyun.

“Setengah 7? HAH! SETENGAH 7??!! Kenapa kau tidak membangunkanku daritadi!” Secepat kilat aku berlari menuju kamar mandi, meninggalkan namja yang sekarang melongo melihat tingkahku.

“KAU BILANG AKU TIDAK MEMBANGUNKANMU? YA! KAU KIRA APA YANG KUKERJAKAN DARI SETENGAH JAM YANG LALU!” Aku menutup telingaku. Sial! Teriakan pria itu bisa membuat telingaku tuli seketika.

************

Aku berlari menuju namja yang sedang menghentak-hentakkan kakinya. Dua minggu setelah kami selesai syuting untuk video klipnya, pria itu pindah kembali ke sebelah rumahku. Setiap hari dia selalu menungguku seperti pagi ini. “Aku sudah siap!” ucapku.

Pria tersebut bangkit dan masih dengan tatapan membunuhnya, menarik pinggangku dan mencium bibirku. “Itu hukumanmu karena kau terlambat.” Aku tertawa geli. Kyuhyun memberikan satu helmnya kepadaku dan segera kupakai untuk menyembunyikan wajah merahku. Seberapa sering pun pria ini mencium bibirku tetap saja aku tidak terbiasa. Jantungku akan terus berdetak tidak karuan jika berada di dekatnya.

“Cepat naik. Kau benar-benar ingin membuat kita terlambat?” serunya. Tanpa pikir panjang aku melompat naik ke atas motor sportnya, memeluk pinggang pria ini. Sebuah senyum terukir di bibirku. Teriakan dan wangi tubuh namja setan ini masih menghiasi rutinitas pagiku. Sebelas tahun menunggunya memang tidak mudah. Namun hal baik akan datang kepada orang-orang yang setia menunggu. Selama sosok Cho Kyuhyun masih terlihat dalam jangkauan pandangku, semuanya akan baik-baik saja. Takdir benar-benar mempermainkan kita berdua. Memisahkan namun akhirnya menyatukan. Aku tidak perlu berpikir lebih lama lagi untuk mengetahui bahwa pria yang sedang kupeluk ini adalah takdirku seumur hidup.

THE END

Yeeeeay akhirnya sempet juga untuk publish ff ini. Maaf ya kalau lama banget karena Vania lagi sibuk-sibuknya hehehe. Sampai jumpa di cerita lainnya. ANNYEONG!!!

8 responses to “You Are My Fate – Chapter 4 (END)

  1. cie yang gk rela kekasihnya adegan ciuman ama eunhyuk hahahahahaha
    langsung distop aja dasar sigembul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s