[Ficlet] Blackletter

1447176485301

Black Letter

 

 

A fiction by. bebhmuach (@bebh_muach)

[SEVENTEEN] Kim Mingyu || [TWICE] Chou Tzuyu

 

Ficlet || Romance, Fluff || G

 

I OWN THE PLOT!!!

WARNING!! Typo bertebaran😀 HAPPY READING^^

 

Demi senyum Mingyu yang dapat melelehkan hatinya, ia merasa kematian berada di ujung mata.

 

©2015 bebhmuach


 

“Aku bosan, Gyu.”

 

Sosok di hadapan Tzuyu hanya tersenyum kecil. Kim Mingyu, jauh lebih tampan kala tersenyum. Oh tidak, jangan lagi! Daya tariknya bagai magnet, selalu berhasil merebut atensinya. Segera, Tzuyu mengalihkan pandangan pada rentetan rumus. Yang sejatinya malah membuatnya mual, tapi dibandingkan harus ketahuan–diam-diam mengagumi pesonanya–gadis itu bisa bertahan.

 

“Kalau bosan, kau bisa pulang duluan.”

 

Manik kelam itu menatapnya, lekas Tzuyu menggeleng. “Lagipula, dirumahku sepi. Akan tambah bosan. Lebih baik menemanimu di perpustakaan,” jelas sang gadis, membuat Mingyu kembali menampilkan senyum mautnya.

 

Asal kalian tahu, perpustakaan adalah ruangan yang jarang Tzuyu sambangi. Terkecuali–jika terpaksa–untuk mencari bahan tugas. Dan Mingyulah yang berhasil menyeretnya, untuk betah berlama-lama duduk seraya membaca atau mengerjakan tugas. Yah, pemuda itu membaca dan Tzuyu memerhatikannya.

Tzuyu merasa, terkena semacam penyakit ‘Mingyu admirer attack’–entah mulai kapan tepatnya. Kendati, bukan dia saja yang terkena penyakit aneh itu. Lantaran, Mingyu memiliki banyak penggemar di sekolah. Seperti, ada salah satu syaraf dari tubuhnya yang terhubung langsung dengan si pemuda Kim itu. Membuat Tzuyu, mau tidak mau selalu merespon apapun yang dilakukannya atau dimapun keberadaannya.

 

Omong-omong, mereka adalah sahabat sejak kecil–sekaligus tetangga. Ibu Mingyu dan ibu Tzuyu, juga sahabat sejak mereka di SMA. Namun, ibu Mingyu telah wafat setahun yang lalu. Mungkin karena itu, kiranya perangai Mingyu berubah lebih pendiam. Tak terlalu menyukai keramaian. Maka, perpustakaan menjadi tempat favoritnya.

 

Eh, kita buat love—

 

Ah, sial! Obsidiannya, benar-benar mengunci Tzuyu dalam tatapannya. Gadis Chou itu, mencoba mengendalikan perasaannya yang sudah seperti kembang api. Untung saja, ia menerapkan pelajaran akting–yang didapatnya dari kelas teater–refleks raut wajahnya yang semula terkejut langsung berubah normal.

 

“—maksudku, black letter.”

 

Salahkan, kebodohannya yang mengucapkan itu tanpa pertimbangan. Padahal bila love letter yang dimaksud, dengan mudah Tzuyu dapat mengetahui kelebihannya di mata Mingyu. Kalau black letter, bisa dipastikan akan banyak catatan hitam untuknya. Membayangkannya saja, membuat gadis itu mengedikkan bahu. Demi senyum Mingyu yang dapat melelehkan hatinya, ia merasa kematian berada di ujung mata.

 

Beberapa detik Mingyu memaku pandangannya pada sang gadis, sebelum ia memutuskan menjawab. “Berikan contohnya, nanti aku juga buat.”

 

Dia setuju. Entah kenapa, kali ini semangat Tzuyu meluap-luap. Lantas, bergegas ia merobek secarik kertas dari buku catatan miliknya. Setidaknya dengan begitu, bisa membunuh rasa bosan barang sedikit.

Tak sampai lima menit, jemarinya selesai menorehkan tinta di atas benda putih itu. Lalu, memberikan pada Mingyu.

 

Maniknya mulai memeta deretan kalimat yang Tzuyu rangkai. Ia bisa melihat, Mingyu mengulum senyuman kecil di balik bibirnya. Barangkali, kalimat itu terdengar lucu untuknya. Tzuyu menulis, ia adalah makhluk dingin nan tampan. Bahkan ia tambahkan, seluruh kebiasaan buruknya. Yang terakhir, ia menuliskan ‘kau tidak peka’. Sejatinya, didedikasikan untuknya yang tak acuh pada perasaan Tzuyu. Atau mungkin bisa jadi, karena tulisan sang gadis yang tak jauh beda dengan cakar ayam.

 

Tak lama, ia menggoyangkan penanya. Membubuhi kertas Tzuyu tadi, dengan tulisannya. Hanya hitungan detik, ia menyelesaikan bagiannya. Jujur saja Tzuyu ingin protes, namun ia urungkan setelah netranya mendapati sebaris kalimat.

 

“Kau juga tidak peka, padahal sudah mencuri hatiku dan menyimpannya sejak lama.”

 

Oh, sial! Lelaki itu, membuatnya terkena serangan jantung dadakan.

 

 

End.

 

Ini hanya kisah absurd. sekian.. heu

17 responses to “[Ficlet] Blackletter

  1. walahhhhhhg tzuyuuuu .. gak cuma dia yg jatuh dalam pesona mingyuu hahaa..

    eonni eonni… aku suka bagian terakhir hihi.. dek mingyu bener bener bikin rontok hati ini… …

  2. Waktu saya liat summary yang diawal, saya pikir ini angst, astaga. Here comes the best like ever: “Kau juga tidak peka, padahal sudah mencuri hatiku dan menyimpannya sejak lama.”

  3. huweee Mingyu sama Tzuyu huweee padahal aku maunya nge-ship Mingyu sama Chaeng😄 /dibuang/ /siapa kamu/ /baca doang kok protes/ enggak ding, becanda aku suka dua bocah unyu ini dikapelin kok ihiyyy😄

    aku mau numpang ngakak dulu boleh ya pas Tzuyu salah bilang black jadi love azeli itu bikin senyum-senyum huftz. ini fluff-nya berasa banget kyaaah mupeng mau belajar bareng Mingyu juga atuhlah😳

    btw author-nim, ini tulisannya udah bagus banget, pilihan kata-katanya juga. tapi ada yang rada ngeganjal buat aku; tanda komanya terlalu banyak. biarpun aku bacanya dalam hati tapi tetep aja pas baca jadi kayak tersendat-sendat gitu ehee maafkan aku. tapi selebihnya udah bagus kok, aku syuka sekali fic ini. kapan-kapan bikin yang cast-nya Seventeen lagi yaa, ama Twice juga bolee❤

    • Oh tidaaaaakkkk…belom gelar karpet merah…selamat datang senpaynim..
      Macih bnyak sudah mau bertandang ke gubuk saya *uhuklam kenyal yaahh 😚😚😚
      Ini sebenernya request’an 😂😂 tapi sayang klo ga di pjang. Jadi mejeng lah disini.
      Mkacih masukannya😚😚 pankapan mampir lagi..betewe aku suka liat kamu di blog tetangga 😁 yg sepentin. Tadinya mo dikirim kesana etapi ga sempet..nanti deh nyoba nongol di blognya yayah😊 *curcoldikit
      Sekali lagi makacih yaa😚😚

  4. Kak adel, gue tau gue telat-banget- karena gue baru ngubek2 ff lo- demi apah? ya Allah, Astagfirullah, Allahuakbar..

    Uhmmmm,, ini maneeeesss sekale kakaknya huaaaaaaa❤❤❤❤

  5. Woahaha Min-Tzu
    Entah mengapa aku menyukai mereka sebagai pasangan. Padahal, jelas-jelas mereka tidak ada moment atau apalah itu yang mendukung kedekatan mereka

    Huft~ setelah baca FF ini, aku jadi tambah suka mereka. Gimana dong?
    Author-nim, tanggung jawab juseyo
    Hahaha😀

    Tzuyunya tingkahnya lucunya…
    Dasar mereka tidak peka! Yang baca udah menggeliat tak karuan baca tingkah mereka yang sama2 tidak peka (?)
    Setelah insiden ke-tidak-peka-an ini, semoga mereka jadi peka /apaan

    Udah ah. Intinya aku suka mereka, terlebih setelah baca FF ini
    Author-nim cahyo/?
    Semangat!!!

    • Waaaahhhh….makacih bnyak yaa udah mampir.. kukira udah ga ad yg baca 😁
      Aku juga jadi nge-shipper mereka masa😂😂 ini gegara request..wkwkwkk
      Makacih yaa😚😚😚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s