Nanananana (Rhythm Ta)

tumblr_n63o3wGJYr1r67t28o1_500

Tittle : Nanananana (Rhythm Ta)

Author : Riri (@laliladidada prev : @sinositime @bubblehun_)

Cast : Jung Chanwoo (iKON), Moon Suah (YG Trainee)

Genre : Romance

Length : Ficlet

Welcome Back Fic:

Track 1 : Oh I Was (Welcome Back – Jinhwan)

Track 3 : You are My Type (My Type – Donghyuk)

Tidak apa-apa untuk menangis di pelukanku

Suara langkah-langkah kaki itu menggema di lorong sepi, tampak kaki panjang dibalut dengan celana jeans yang menopang seorang laki-laki tinggi. Dengan hati-hati dia memperhatikan satu persatu pintu yang ada, dia kapok untuk masuk ke ruangan tanpa melihat situasi dan kondisi.

Chanwoo mengalaminya beberapa hari lalu.

Laki-laki tinggi itu Jung Chanwoo, ya seorang Jung Chanwoo.

Dia kembali memperhatikan isi ruangan dari pintu, tapi isinya tetap sama, bayangan seseorang tengah duduk menghadap sesuatu. Dia memutuskan untuk masuk, tanpa disadari oleh seseorang di dalam. Baru saat Chanwoo menutup pintu dia dapat melihatnya dengan jelas, mendapati seorang perempuan tengah menekuk lutut dan menjadikan sandaran dagunya. Membelakangi Chanwoo, perempuan itu fokus pada layar monitor komputer di hadapannya.

Chanwoo ikut mencondongkan tubuhnya, membuat perempuan itu tersentak kaget.

“Moon Suah won’t be debuting soon, and she can’t be compared to the likes of B.I and Bobby who had already debuted or to Song Min Ho who made an appearance on ‘Show Me the Money.’ Moon Suah is just a trainee who may or may not debut as a YG artist based solely upon how much effort she puts in. Just because she is under the label doesn’t mean we’re in a circumstance to support or give her strength. Suah herself is fully aware of this; that is why she is giving her all on the program.” 

 [+706, -27] …-and the one riding on YG’s back

Sua tersadar dari rasa kagetnya dan segera menutup semua halaman yang memuat namanya, tapi Chanwoo lebih jeli. Dia membaca banyak hal, cukup banyak untuk tahu darimana asalnya jejak air mengering di pipi perempuan yang lebih muda.

Tanpa memecahkan keheningan di antara mereka, Chanwoo segera meraih Sua ke dalam pelukannya.

Chanwoo benar-benar berdoa, agar orang-orang sepertinya yang masuk ke ruangan sembarangan tidak membuka pintu sekarang.

Sua masih berusaha untuk menguatkan diri yang akhirnya menyerah, tangisnya tetap pecah ketika lengan itu mengelilingi bahunya. Menenggelamkan kepalanya lebih dalam ke perut laki-laki tersebut. Sementara Chanwoo masih tertegun ketika sebuah lengan mengelilingi pinggangnya, sungguh dia tak ingat darimana datangnya inisiatif untuk memeluk Sua.

Pada akhirnya Chanwoo membiarkan Sua untuk menangis dengan puas, tangannya senantiasa mengelus rambut panjang dengan segala kelembutan yang menggelitik. Dia dengan sabar, menunduk untuk memperhatikan sebuah wajah yang tak terlihat tenggelam di perutnya.

“Sudah?”

Setelah beberapa menit dengan keheningan, yang dihabiskan Chanwoo untuk meringis merasa menyakitkan melihat tangisan tanpa suara tapi dia tetap merasakan bagaimana air mata itu membasahi t-shirt yang dipakainya.

Pelan Sua melepas pelukannya, terlihat mata memerah yang membuat Chanwoo menahan nafas karena sesuatu terasa menghimpit di dadanya. Tapi tak lama mata mereka berpandangan, Sua segera menunduk menyembunyikan wajahnya dari Chanwoo.

Sua malu, sungguh.

“Aku tahu pelukan oppa itu hangat.” Sua tertawa dengan suara seraknya.

Chanwoo yakin itu adalah pelukan terlamanya dengan Sua, biasanya hanya sebuah rangkulan biasa itupun tak sering karena mereka tak bisa.

“Berhenti menangis okay? Bisa gawat juga kalau kakakmu tahu bahwa adiknya menangis, lalu menuduhku mengapa-apakan kamu.”

Mereka tertawa setelahnya.

“Bin oppa ‘kan sahabatmu, pasti dia tahu kamu tak berani macam-macam.”

“Tapi dia benar-benar menakutkan jika berurusan dengan masalahmu.”

Lama mereka bertatapan.

“Kamu harus membuktikan bahwa kamu bisa, kamu itu rapper paling hebat di mataku.”

“Dipelajari darimana kalimat itu?”

“Aku serius.”

“Lalu bagaimana dengan Hanbin oppa? Bobby oppa?” Chanwoo tergagap membuat Sua semakin senang melancarkan serangannya, “GD sunbaenim? TOP sunbaenim? CL sunbaenim?”

Chanwoo mendudukkan diri di lantai. “Baik, aku kalah.”

Sua kembali tertawa senang, membuat Chanwoo mau tak mau juga menyunggingkan senyum.

Tiba-tiba Chanwoo beranjak lagi dari duduknya, seakan tersadar sesuatu. Sua yang bingung hanya memperhatikan Chanwoo, meskipun dia harus menahan nafas saat Chanwoo hanya beberapa senti di depannya tengah mengotak-atik komputer. Wanginya menusuk ke pernafasan Sua, membuat hatinya berparade dengan heboh.

Terdengar intro sebuah lagu, yang tak asing bagi keduanya.

“Mau konser di depanku?” Sua menyamankan punggungnya ke sandaran kursi, menatap Chanwoo yang menyeringai ke arahnya. Tolong jangan seperti itu, hati Sua benar-benar menggila.

“Ayo belajar dariku,” Chanwoo menarik Sua dari kursi. “Agar semua orang menikmati penampilanmu.”

“Belajar bagaimana, partmu di lagu ini hanya nanananana yang bahkan bukan sebuah kalimat.” Ledekan Sua itu tak digubris, Chanwoo sudah tahan banting dengan partnya itu.

“Ikuti aku, baru kamu akan mengerti.” Chanwoo menskip langsung ke bagiannya.

“Nanananananana,” Chanwoo dengan senang hati juga menarikan koreo dari bagiannya sembari menatap Sua yang tertawa lepas.

Lalu dengan senyum lebar, Sua mengikuti Chanwoo. Menyanyikan dalam ritme yang sama, berkali-kali mengulang lagu hanya untuk bagian tersebut. Mereka tertawa senang dengan sebuah nanana sebagai serenade, dan entah sejak kapan Sua sudah berada dalam rangkulan Chanwoo.

“Kita benar-benar swag,” ucapan Chanwoo membuat keduanya meneruskan tawa keras mereka. Chanwoo semakin senang, tawa Sua adalah hal indah yang membuat telinganya kecanduan.

“Aku saja bisa mendapat pujian dari sajangnim dulu,” Chanwoo mengeratkan rangkulannya. “Masa kamu kalah.”

“Terus saja berbangga diri,” dengus Sua. “Ingat ya aku lebih lama di sini.”

“Dan ingat ya sekarang aku telah menjadi seniormu.”

Sua memutar bola matanya, tapi Chanwoo malah lebih menarik Sua, menyandarkan pada dadanya.

Sua terdiam, “Aku suka detak jantungmu.”

Menyamankan dirinya di dada Chanwoo, dengan dentuman detak jantung laki-laki itu yang membuatnya tenang. Dia suka ritme cepat jantung yang terdengar jelas, membuat jantungnya juga ikut memeriahkan mengikuti ritmenya.

Chanwoo tersenyum. Mereka berdua sama-sama tersenyum.

Your heartbeat is my jam,” kekehan Sua teredam dada Chanwoo, tubuh laki-laki itu bergetar ikut tertawa. Sua bisa merasakan satu tangan laki-laki itu mengikuti sebelah tangan yang memeluknya sejak tadi, dia kembali menyamankan diri di pelukan hangat Chanwoo. Yang jika bisa, keduanya ingin terus seperti ini.

Biarlah hari ini mereka melupakan kenaifan mereka, mengeluarkan perasaan yang lama dibendung.

Dan mereka terdiam dalam posisi itu, menikmati ritme jantung masing-masing.

***

Jamming to Chanwoo’s nanananana

Hello, balik lagi hari ini sama Chanwoo~~

Oh iya dan kaba baik barusan, baru dapet masih anget anget ini eksklusif sebelum post ini. Sua menang lawan Yubin di semi finals. Congrats baby~

Terus aku mau dikit lah promosi ya, boleh? Kalo ada yang suka baca, selain fanfic, bisa kunjungin wattpad ya, aku lagi bikin project cerita juga di sana. Ini fiksi ya, kalo yang mau baca silahkan, kalo punya akun wattpad yang mau vote sama comment juga gak apa-apa. Klik~

Kepanjangan ya? Ditunggu ya like dan comment jika ada, ditunggu juga punya member lain, semoga suka 🙂 ~~

7 responses to “Nanananana (Rhythm Ta)

  1. Pingback: Today (오늘따라) | FFindo·

  2. Pingback: 한마디만 하게 [Just Wanna Say One Thing] (Airplane) | FFindo·

  3. Pingback: Make U Proud (M.U.P) | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s