한마디만 하게 [Just Wanna Say One Thing] (Airplane)

airplaneprt

Tittle : 한마디만 하게 [Just Wanna Say One Thing] (Airplane)

Author : Riri (@laliladidada prev : @sinositime @bubblehun_)

Cast : Kim Hanbin – B.I (iKON), Kim Jiwon – Bobby (iKON), Kim Jisoo (YG Trainee)

Genre : Romance, Sad

Length : Vignette

Welcome Back Fic:

Track 1 : Oh I Was (Welcome Back – Jinhwan)

Track 2 : Nanananana (Rhythm Ta – Chanwoo)

Track 3 : You are My Type (My Type – Donghyuk)

Track 4 : Today (오늘따라 – Junhoe)

Just one more day, just one more hour, just one more minute, just wanna say one thing
Hey Mr. Airplane
Stop for a moment

Hanbin pikir dia sangat menyedihkan, itu memang kenyataannya. Sementara dia disini, meratapi nasib yang terjadi padanya, menerima semua penderitannya. Seakan kasurnya berusah jadi kursi pesakitan, menyiksanya tanpa memberi sedikitpun belas kasih.

Karena ini takdir si pengecut.

Ini balasan yang harus diterimanya, si idiot yang mempercayai bahwa cinta pertama indah. Yang tahu bahwa dia harus mengalah untuk entah kesekian kali, pada sahabatnya. Dia pernah memprediksi hal ini, tapi kenapa harus terjadi?

Karena dia tahu rasa perempuan itu lebih besar kepada laki-laki lain, daripada dirinya. Dia tahu dia hanya akan tertinggal jauh, dengan mereka yang melangkah bersama. Dia juga, satu-satunya orang yang tidak tahu di dunia ini, bodoh.

Dia rasa baik-baik saja berbagi dengan sahabatnya, asal perempuan itu tetap bersamanya. Tapi kini semuanya salah, dari awal memang salah hingga akhirnya seperti ini.

***

I’m gonna miss your presence for all my life

Just fall into a deep sleep in my arms

I’m looking up at the cruelly beautiful evening sky

Tears are coming cuz it’s the last time I’m seeing you, please

“Hey,” Jiwon sekali lagi melirik perempuan di sampingnya, yang masih tersenyum melihatnya. Membuat pancaran mata laki-laki itu meredup, mencengkram tali ransel milik perempuan itu, wanitanya, kalau dia boleh bilang seperti itu.

Karena pada kenyataannya tidak, pada kenyataannya dia harus rela tak memiliki perempuan dengan senyum menawan itu. Pada kenyataannya dia harus menyerah pada takdir, mengalah untuk sahabatnya. Terjebak dalam sebuah lorong klise, membuat dia ingin menertawai kepedihannya.

“Sampai disini saja, okay?” perempuan itu mengambil ransel di tangan Jiwon.

Jiwon melihat ke sebrang sana, tempat penuh dengan manusia yang berdatangan dan pergi. Seperti perempuan ini, pergi. Tak akan lagi terengkuh lengannya, terasa lagi kehadirannya. Meskipun dia harus mengorbankan perasaan untuk sahabatnya, dia rela, asal mata jernih perempuan yang dia cintai masih bisa menatap matanya.

Dua anak adam yang menyedihkan, mengorbarkan perasaan masing-masing, membunuh cintanya sendiri. Tanpa tahu bahwa hati yang mereka tinggalkan, juga terombang-ambing, menunggu salah satunya untuk bersedia menyelamatkan sebelum dia tenggelam.

“Jisoo,” perempuan yang masih setia berdiri di sampingnya itu menoleh, membuat biner kelas keduanya bertemu. “Kenapa tidak memberitahu Hanbin keberangkatanmu?”

“Oh itu,” tanpa Jiwon tahu bahwa dia menyembunyikan raut kecewanya. “Hanya-”

Jisoo bungkam, tak tahu harus berbicara apa. Tanpa orang tahu, alasan sebenarnya hanyalah Jiwon sendiri. Hanya karena sebelum keberangkatannya, dia ingin menghabiskan waktu dengan Jiwon. Bisakah dia menjadi serakah untuk hari ini?

Dia suka Jiwon. Tanpa tahu, bagaimana cara untuk tidak menyakiti Hanbin.

Diam-diam Jisoo menata hatinya sendiri, tak membiarkannya tercecer. Mengantisipasi segala hal buruk terjadi karena dia tahu perasaan mereka masing-masing, tapi Jisoo tetaplah Jisoo yang serakah untuk cintanya.

Tapi lain dengan Jiwon, dia tersenyum miris. Karena dia tahu, Jisoo tak ingin menyakiti Hanbin. Sebegitu menjaganya Jisoo terhadap perasaan Hanbin, menjaga perasaan laki-laki lain yang dia pikir dicintai Jisoo, sementara disini dia terluka tak bisa meraih Jisoo agar tak pergi padahal perempuan itu jelas berada di jangkauannya.

“Jaga dirimu baik-baik,” Jiwon merentangkan tangan dengan senyum tipis menyedihkan.

Jisoo menyambut tangan Jiwon, dengan senang hati menyamankan diri di pelukan Jiwon. Masihkah dia bersenang saat ini? Mengetahui fakta setelah dia melepas pelukan ini, entah kapan dia bisa merasakannya lagi. Bahwa secuil harapan, dia bisa memiliki pelukan hangat ini, bahwa dia tahu kemungkinan orang lain akan memiliki pelukan ini, memiliki Jiwon, mendapatkan cintanya.

Tidak seperti dirinya.

Sementara Jiwon sendiri mengelus rambut hitam Jisoo, menghirup dalam aroma yang tak akan menyapa pernapasannya lagi. Memuaskan diri untuk merengkuh tubuh perempuan pemilik hatinya, sebelum nanti seseorang mengklaim itu menjadi miliknya. Dan dia tak bisa lagi, membiarkan Jisoo mendengarkan detak jantungnya.

Atau malah detak jatungnya akan benar-benar berhenti.

“Belajar dengan rajin,” aku sayang kamu, Jiwon berbisik pelan dengan dagu menumpu di bahu Jisoo. “Lalu pulang kembali, untukku.”

“Dan untuk Hanbin,” tambahnya tak rela.

Jisoo tertawa kecil, miris.

Ay ay captain,” ucapnya lemah.

Merasa pelukan itu tanpa akhir, tapi semua hal memiliki akhir. Mereka terpaksa melepaskan pelukan yang mereka tahu sangat dibutuhkan untuk masing-masing, tapi tak ada yang menyadari kebutuhan satu sama lain itu.

“Sampai ketemu lagi,” Jisoo ternyum tipis dan berjalan memunggungi Jiwon.

Meninggalkan kehampaan, meninggalkan sepotong hatinya bersama laki-laki yang terpaku menatap kepergiannya.

Sekali lagi, tanpa Jiwon tahu Jisoo menoleh. Dengan air mata yang tanpa bisa ditahan mulai menetes, dia mengucapkan aku sayang kamu tanpa suara. Kembali menoleh setelah hanya selangkah dia beranjak, salahkah dia pada Hanbin? Tanpa dimengerti, setitik hatinya yang tenggelam mengharapkan Hanbin juga ada di sini.

Disisi lain, Jiwon menatap kerumunan orang yang perlahan menyamarkan Jisoo. Membuatnya hilang, sementara matanya berusaha mencari, tapi percuma. Dia menengadahkan wajahnya, menatap langit, dia benci birunya langit saat ini. Membenci dirinya yang menyedihkan, membenci langit yang menjadi jalan untuk perempuannya pergi.

Dengan air mata yang mulai mengalir, Jiwon tertawa. Menertawai dirinya sendiri, cengeng.

Tetap berdiri tanpa tahu kapan untuk ikut berbalik, di pinggir jalan yang ramai sebrang airport. Mencari pecahan hatinya, yang hilang ditelan birunya langit.

***

Stop for a moment, if we keep this up
We won’t ever see each other again after the airplane leaves
I’ll be good, you be good too
If you say that and leave, you think I’ll be fine?

Hanbin mencengkram jam beker miliknya, jika bisa ingin menghancurkan dengan tangannya sendiri. Dia berteriak frustasi, dengan mata yang mengabur sejak tadi. Lalu melemparkan jam itu ke dinding, membuatnya hancur berkeping-keping. Waktu mencekiknya.

Tanpa komando, Hanbin berlari. Menyetop sebuah taksi, Hanbin jelas tahu kemana tujuannya saat ini. Seperti orang gila, menyuruh supir taksi memacu mobilnya dengan kencang.

Tapi dia sampai di sini, di tengah kerumunan orang tapi dia merasa hanya dirinya sendiri, kosong, hampa. Setelah berlari menabrak orang yang tak bersalah, dia berdiri mematung. Matanya menatap nyalang tanpa arah, tapi dia tahu ini tak berguna.

Setelah dia berteriak dan hampir diusir, berteriak kepada petugas untuk memberhentikan keberangkatan.

Memangnya dia siapa? Hanbin menertawai kenyataan.

Karena dia tahu, kedatangannya pun tak diharapkan. Jika dia tak mendengar pembicaraan Jisoo dan Jiwon, dia hanya akan menderita sendiri menebak kapan tepatnya Jisoo akan pergi.

Dia terduduk di sebuah kursi, menatap papan keberangkatan. Jisoo telah pergi.

“Aku hanya ingin mengatakan satu hal,” Hanbin berbisik lirih. “Aku sayang kamu.”

Menutup wajahnya, menghalau dunia untuk tahu bahwa dia lemah, membiarkan air mata mengalir diam-diam.

But they left it unsaid.

***

Haloo, aturannya sih ya hari ini tuh post track terakhir di half album. Yang ini buat kemarin tapi ya gimana ya kemarin terlena sama rilis lagu. Yang asli aku baper.

Jadi bisa nebak dong tracknya buat siapa? Yap Yunhyeong~

Gak deh, gapapa gak kapok buat promosi. Aku punya project cerita fiksi (bukan ff) di wattpad, yang mau baca silahkan Klik~

Semoga suka, ditunggu loh comment dan likenya. Sampai ketemu di track punya Yunhyeong~

One response to “한마디만 하게 [Just Wanna Say One Thing] (Airplane)

  1. Pingback: Make U Proud (M.U.P) | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s