TWINS – PART 10 – by jhyosun13

cover twins3

Previous :

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6 Part 7Part 8Part 9ANNOUNCEMENT ! (READ PLEASE)

TWINS – PART 10

HAPPY READING

TYPO BERTEBARAN

*****

“Sebenarnya kau ingin menuju ke mana?” Tanya Kyuhyun bingung melihat jembatan perbatasan Seoul. Seukhye melirik Kyuhyun sekilas yang duduk di kursi penumpang. Kursi penumpang? Ya, benar. Setelah perdebatan yang sangat sangat panjang Kyuhyun akhirnya mengalah dan membiarkan Seukhye yang membawa mobilnya sendiri dan Kyuhyun ikut serta masuk juga ke dalam mobil Seukhye.

“Presdir janji akan diam. Dan, tidak akan banyak bertanya.” Jawab Seukhye sambil menjulurkan lidahnya mengejek Kyuhyun yang terlihat sekali ingin berteriak di depan wajahnya. Kalau bukan karena ada perjanjian yang berbunyi jika Kyuhyun berteriak selama perjalanan, Seukhye akan menurunkan Kyuhyun di manapun dengan ponsel Kyuhyun yang saat ini berada di tangan Seukhye.

“Kau. Cukup. Menyebalkan. Sial.” Kata Kyuhyun kesal dan melipat kedua tangannya di depan dada. Seukhye tersenyum kecil mendengar perkataan Kyuhyun dan kembali fokus dalam menyetir. Suasana pun menjadi sunyi. Seukhye masih memikirkan kejadian yang baru saja ia alami. Tepatnya, pada malam kemarin.

 

FLASHBACK

 

            Seukhye tersenyum singkat, menyapa para pelayan Ayahnya itu. Memegang lehernya yang terasa pegal karena baru saja membersihkan taman bunganya yang berada tepat di halaman belakang rumah ini.

            “Nona, ada paket untuk anda.”

            Seukhye menerima kiriman paket tersebut dengan alis yang saling bertautan. Seukhye membawa paket itu menuju ruang kerjanya yang berada di sebelah ruang perpustakaan. Seukhye meletakkan paket itu di atas meja kerjanya dan menatap paket  itu. Kotak berwarna hitam bergaris-garis merah. Lagi. Lagi dan lagi Seukhye mendapatkan paket dengan kotak yang berwarna hitam bergaris-garis merah. Seukhye pun membuka kotak itu dengan perasaan penasaran bukannya takut.

            “Sebenarnya apa maksud dari kata-kata ini?!” Gumam Seukhye kesal dan meletakkan kembali kertas yang tertulis dengan tulisan computer itu dengan kasar ke dalam kotak.

 

Dia ada di sekitarmu.

 

            Itulah kata-kata yang tertulis di kertas itu. Semenjak Seukhye memutuskan untuk tinggal di seoul. Paket ini rutin datang ke kediamannya satu kali dalam seminggu pada setiap hari sabtu malam.

            “Dia? Siapa yang ‘dia’ maksudkan?” Tanya Seukhye pada diri nya sendiri. “Ah. Molla.” Seukhye membungkuskan kembali paket tersebut dan kembali memasukkannya di susunan paket yang sama di lemari bukunya. “Aku tidak perduli, selama mereka belum melakukan terror dalam bentuk fisik.” Kata Seukhye sambil mengedikkan bahunya acuh dan beranjak menuju kamarnya untuk membersihkan diri.

 

FLASHBACK END

 

            Seukhye baru saja mendapatkan paket itu lagi pagi ini. Dan hari ini bukan hari sabtu dan belum malam. Hari ini hari rabu. Dan tulisan yang tertera dalam kertas itu pun berbeda. Berbeda dan membuat Seukhye kelimpungan karena sangat penasaran apa pesan yang ingin disampaikan oleh pengirim paket itu.

 

Dia beraksi. Dia kembali.

 

            Seukhye mengerutkan dahinya tidak mengerti. Sungguh. Bahkan Seukhye sudah menyewa seorang detektif untuk menyelidiki asal kotak tersebut dan sialnya Seukhye belum mendapatkan satu petunjuk apapun. Seukhye menggeram kesal dan menginjak pedal rem tiba-tiba.

 

BRUK

 

Oh My!” Ringis Kyuhyun sambil memegang dahinya yang telah terlihat memar di bagian atas di sebelah kanan akibat benturan di dashboard mobil. Kyuhyun menatap nyalang Seukhye yang diam tanpa kata-kata yang seakan tidak perduli dengnan apa yang sedang terjadi dengan Kyuhyun. Seukhye memandang tajam seorang wanita yang baru saja keluar dari rumah yang cukup besar di kawasan tersebut.

“Kim Seukhye-ssi.” Panggil Kyuhyun dengan suara nada yang cukup mengerikan.

“Kali ini saja. Tutup. Mulutmu. Atau aku akan menendangmu dari mobil ini.” Kata Seukhye dengan nada yang sama-sama mengerikan dengan Kyuhyun. Kyuhyun diam-diam menelan ludahnya gugup mendengar suara Seukhye dan raut wajah Seukhye. Kyuhyun segera memperbaiki cara duduknya sehingga matanya memandang lurus kedepan. Dengan alis yang saling bertautan, Seukhye dan Kyuhyun menatap bingung dengan gerak-gerik wanita yang ada tidak jauh di mana mobil Seukhye berhenti.

 

*****

 

Seorang wanita yang berwajah tidak seperti orang Korea asli berjalan penuh waspada menuju rumah yang berada di ujung jalan ini. Memperbaiki letak topinya sesekali yang menutupi hampir seluruh wajahnya dan menatap sekelilingnya dengan mata yang sangat fokus.

Wanita itu menghentikan langkahnya dan menatap tembok besar dan tinggi yang berada di hadapannya saat ini. Melihat ke sekelilingnya, merasa posisi nya aman. Wanita itu berjalan mundur sebanyak 7 langkah, dan berlari cepat dan berlari sedikit di tembok sebelum menggapai ujung tembok besar dan tinggi. Wanita itu tersenyum puas saat dirinya berhasil memasuki rumah yang sangat ia kenali.

Berlari sangat cepat menuju jendela yang berada tidak jauh darinya, mengeluarkan pisau yang sangat tipis dan kuat itu segera membuka jendela menggunakan pisau tersebut. Wanita itu pun masuk dengan langkah kaki yang sangat tenang tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Tersenyum sangat puas, ketika wanita itu merasa bahwa ia memasuki kamar yang benar dengan instingnya yang sangat tidak tajam itu.

“Sepertinya kali ini langit memihak padaku.” Gumam wanita yang berbaju sangat tertutup itu dengan perasaan yang sangat bangga. Wanita itu pun menekan tombol kecil yang berada di salah satu rak buku, dan seketika rak buku yang tinggi itu terbuka otomatis. “Kali ini pasti aku akan berhasil.” Kata wanita itu seperti menemukan apa yang sedang ia cari. Wanita itu pun segera memasukkan apa yang ia cari itu ke dalam tas kecilnya dan segera keluar dari rumah itu di saat alarm berbunyi begitu saja.

“SIAL.” Geram wanita itu saat mendengar suara alarm yang dapat merusak cara kerja telinga itu.

 

*****

 

“Aku yang merasa gerak-gerik wanita itu aneh, atau..”

“Kita harus segera melihatnya dengan jarak yang cukup dekat.”

Kyuhyun melepaskan seatbeltnya dan segera keluar dari mobil. Seukhye mengangguk setuju dan mengikuti Kyuhyun yang telah berjalan penuh hati-hati itu menuju rumah yang dominan berwarna tosca tersebut. Seukhye berdiri di tembok lainnya yang berhadapan dengan Kyuhyun.

“Wobin Oppa?” Gumam Seukhye ragu-ragu saat melihat Wobin dan anak buahnya datang dengan wajah yang terlihat sangat panik itu.

“Aku yakin. Jung Rae In masih berada di sekitar sini. Cepat temukan wanita itu!! Aku ingin meminta mayatnya saja tidak membutuhkan wanita itu hidup!! KERJAKAN!”

Baik Kyuhyun dan Seukhye memandang Wobin tidak mengerti. Seukhye memandang Kyuhyun seperti meminta jawaban, Kyuhyun mengedikkan bahunya. Dan menyuruh Seukhye tetap fokus mengintai pergerakan yang dilakukan di rumah itu. Wobin pun masuk ke dalam rumah itu, hampir saja Seukhye ingin keluar, Wobin kembali keluar. Seukhye segera kembali ke tempat persembunyiannya.

“Dia mendapatkannya! Aku tidak akan tinggal diam. Inha?!” Seorang wanita dengan pakaian kemeja resmi serba hitam dengan rambut yang di kucir kuda sangat terlihat seperti seorang pengawal atau bodyguard.

“Ye, Oppa?”

            “Pecat semua penjaga rumah ini.”

            “Arrasseo, Oppa.”

Oh, sungguh. Rasanya, baik Kyuhyun dan Seukhye ingin sekali berteriak untuk menanyakan apa yang sedang mereka lakukan. Tetapi, Kyuhyun menggelengkan kepalanya tegas saat Seukhye ingin keluar sekali lagi dari tempat persembunyiannya.

“Seharusnya kau mengizinkan-ku untuk menemui mereka.” Kata Seukhye menghembuskan nafasnya kasar. Kyuhyun tidak mengindahkan kekesalan Seukhye dan lebih memilih untuk mendekati rumah yang sangat mewah itu dengan raut wajah yang sangat tidak bisa di prediksi.

“Stop. Jangan masuki area itu, ada cctv.” Kata Kyuhyun dan menunjuk sekitar 3 cctv yang menuju di depan gerbang dan beberapa daerah lainnya. Seukhye sontak berjalan mendekati Kyuhyun dan berdiri di samping Kyuhyun.

“Jung Rae In? Apakah kau pernah mendengar nama itu?”

“Mengapa kau bertanya denganku?!”

“Siapa tahu kau pernah tidur dengan wanita yang bernama Jung Rae In.” Kata Seukhye dengan sedikit tersenyum singkat. Kyuhyun mendenguskan hidungnya kesal dan mengikuti langkah Seukhye yang mulai menghilang dari pandangannya.

Yah, eoddiga?!”

“Ikut saja. Jika tidak ingin, kau bisa pulang ke Seoul presdir!”

Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal dan berjalan cepat menyusul Seukhye. Seukhye berjalan dengan tenang menyusuri jalan setapak yang dipenuhi dengan pemandangan yang sangat indah. Tersenyum saat melihat rumah tempat tujuannya itu. Seukhye melirik ke belakang dan mendapat Kyuhyun yang telah melepaskan sepatu pentofel dan jasnya. Seukhye terkekek geli melihat kondisi Kyuhyun. Cukup. Berantakan.

Wae? Kau baru menyadari apa yang telah kau perbuat dengan atasan mu ini, huh?!” Kata Kyuhyun sarkatis dengan wajah yang cukup menyeramkan.

“Aku tidak memintamu untuk menemaniku, presdir. Kau send..”

Ck. Aku tahu. Tutup mulutmu. Dan percepat langkahmu menuju tempat tujuanmu sebenarnya.”

Seukhye tertawa kecil melihat wajah kesal milik seorang Cho Kyuhyun. Seumur hidup Seukhye, baru kali ini ada seseorang yang mau ingin sekali menemaninya seperti apa yang sedang Kyuhyun lakukan. Tidak seperti Chanyeol, Hyesun maupun Sehun. Para sahabat Seukhye itu memang terlampau baik. Mereka akan menuju ke tempat Seukhye jika Seukhye yang meminta ataupun mereka membutuhkan sandaran dari seorang Seukhye. Seukhye tersenyum miris akan hal itu.

Di hidupnya, tidak ada yang membuatnya terkesan. Dia menjalani sesuai apa yang seharusnya ia lakukan. Tidak ada seorang pun yang mengetahui bagaimana sesungguhnya perasaan seorang Kim Seukhye. Semua orang hanya mengenal Seukhye dengan wanita yang cantik, bar-bar, angkuh, jenius, kaya, bermulut pedas, tidak perduli dengan seseorang yang tidak ia kenal sekalipun orang tersebut sedang tergelatak bersimbah darah dan yang terakhir Seukhye terkenal akan tidak memiliki hati nurani sedikitpun.

Jinhyuk, Chanyeol, Sehun, Hyesun, Changwook dan Wobin. Enam nama orang tersebut, Seukhye akui adalah orang yang telah masuk begitu dalam ke dalam kehidupannya. Mereka berenamlah yang 85% mengerti bagaimana kisah hidup dirinya. Dan dua nama lainnya kini mencoba ikut masuk ke dalam lingkup kehidupannya. Cho Kyuhyun dan Cho Kyuhee. Saudara kembar itu tanpa disadari Seukhye selama ini, mereka berdua telah mengetahui begaimana keadaan keluarganya.

Hey.” Panggil Kyuhyun melihat Seukhye melamun. Seukhye mengerjapkan kedua matanya, menyadari dirinya kembali memikirkan hal yang tidak seharusnya kini ia pikirkan.

“Kajja. Hari semakin sore.” Kata Seukhye dan kembali melanjutkan perjalanan. Kyuhyun dengan hati yang penuh tanda tanya hanya mengikuti Seukhye dari belakang. Ingin sekali rasanya Kyuhyun menanyakan apa yang sedang Seukhye lamunkan ah bukan apa yang sedang Seukhye pikirkan. Karena semenjak awal pergi, Kyuhyun merasakan bahwa Seukhye sedang tertekan dan tidak ingin seorangpun mengetahuinya.

“Aku akan menanyakannya. Nanti.” Batin Kyuhyun.

 

*****

 

“Sebenarnya apa yang sedang kau coba sembunyikan dariku?! Lebih baik kau katakan padaku, sebelum aku yang mengetahui dengan sendirinya.” Kata Kyuhee menumpahkan seluruh amarah yang ia pendam selama perjalanan menuju CT Group. Changwook menghembuskan nafasnya kasar. Yang Changwook takutkan selama ini, baru saja menyapanya.

“Tenangkan dirimu terlebih dahulu.”

“Jelaskan kepadaku.”

Kyuhee menatap kekasihnya itu dengan tatapan penuh intimidasi yang sangat dominan. Tidak ada tersirat tatapan kasih sayang dari tatapannya lagi.

“Apa maksudmu dengan semua ini? Kau ingin membunuh Seukhye?! Itu tidak benarkan? Katakan itu semua tidak benar, Ji Changwook-ssi.” Tanya Kyuhee. Changwook berdiri dan berjalan mendekati Kyuhee. Kyuhee mundur 3 langkah saat Changwook berjalan mendekatinya. Chagn\wook menggigit pipi bagian dalamnya seraya memasukan kedua tangan ke saku celananya.

“Aku memang pernah berencana ingin membunuhnya..” Kyuhee membulatkan matanya tidak percaya.

“Tapi..”

“Biarkan aku menjelaskannya terlebih dahulu.”

“Itu telah lama sekali. Setelah kematian adikku, Ji Taejin. Aku merasa bahwa itu kesalahan Seukhye. Maka dari itu berulang kali aku mencoba membunuhnya tapi sialnya penjagaan dari Ayahnya sangatlah ketat. Walaupun Ayahnya sedang tidak ada di Korea.” Kata Changwook mencoba menjelaskan apa yang belum ia ceritakan kepada Kyuhee.

“Aku pernah mencoba menabraknya. Memberikan ia racun. Mensabotase panggung showcase yang diselenggarakan di sekolahnya. Mendorongnya ke jurang waktu Seukhye sedang camping. Semua itu tidak ada yang berhasil. Tapi, suatu hari aku menyadari tidak ada yang beres dengan tingkah laku Eomma. Eomma berulang kali masuk ke dalam rumah yang tidak pernah ku ketahui siapa pemiliknya.”

“Siapa pemilik rumah itu?” Tanya Kyuhee penasaran. Changwook melihat wajah Kyuhee.

“Jung Rae In.” Jawab Changwook. Kyuhee membulatkan matanya tidak percaya.

“Jung Rae In? Bagaimana ibumu mengenal adik dari ibuku?” Tanya Kyuhee tidak mengerti. Changwook tersenyum terpaksa.

“Ibuku dan saudara ibumu sedang merencanakan ingin membunuh seluruh keturunan KIM yang tidak lain adalah keluarga Seukhye.” Kata Changwook dengan suara gertakan gigi yang cukup kuat itu. Kyuhee mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

“Kau sedang ingin membuat lelucon? Kenapa keluargaku, keluargamu dan keluarga Kim saling berkaitan? Kau ingin sekali membuat bumi ini sangat sempit.” Kata Kyuhee tidak percaya sama sekali dengan apa yang baru saja Changwook katidakan. “Ah, sekarang aku mengerti.” Kali ini Changwook yang tidak mengerti apa yang telah dimengerti oleh Kyuhee.

“Kau sengaja mendekatiku karena ingin menggali informasi tentang keluargaku bukan? Dan kau sengaja menjadi murid Paman Kim supaya mendapatkan informasi tentang keluarga KIM tapi sialnya Paman Kim terlebih dahulu mengetahuinya, bukankah begitu?” Kata Kyuhee menghembuskan nafanya tidak percaya.

“Tepat.”

“Sialan kau, Ji Changwook!”

“Dengarkan aku!”

“Tidak ada yang perlu aku dengarkan lagi!”

Changwook dan Kyuhee saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang amarah telah berkumpul dan siap untuk diledakkan kapan saja. Changwook menghembuskan nafasnya kasar.

“Itu dulu. Sekarang tidak, seiring waktu berjalan perasaan dendam kepada keluarga CHO lenyap begitu saja karena aku mencintaimu. Kau dengar? Aku merelakan pembunuh Ayahku begitu saja karena aku mencintaimu!” Teriak Changwook memegang kedua lengan Kyuhee cukup kuat.

“Membunuh? Raein ahjumma membunuh Ayahmu?” Tanya Kyuhee.

“Ya. Dia telah membunuh Ayahku dengan mancabut alat bantu pernapasan Ayah yang sangat ku benci itu.” Jawab Changwook. “Dan sekarang ia berencana membunuh Paman Kim dengan mengatasnamakan Ayahmu supaya terjadi perselisihan antara kau, Seukhye dan Kyuhyun! Dan dia telah membawa beberapa harta milik Ayahku untuk menjalan aksinya tersebut!” Kata Changwook melanjutkan. Tubuh Kyuhee lemas, dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Ke.. ke.. ah ani. Sebenarnya apa yang menyebabkan Ahjumma berbuat seperti itu?” Tanya Kyuhee dengan mata yang telah berkaca-kaca. Changwook terdiam mendengar suara Kyuhee yang telah berubah dengan air mata yang telah berkumpul di pelupuk matanya.

“Motif dendam. Dulu Ayahku, Ayahmu, Paman Kim dan suami dari Jung Raein adalah sahabat yang sangat dekat sejak mereka duduk di bangku  junior high school. Lee Minkyung, suami dari bibimu itu sangatlah bodoh, tidak pandai mengenai apapun. Berbeda dengan Ayahmu, Ayahku dan Ayah Seukhye. Lee Minkyung tidak mempersalahkan hal itu tetapi semenjak mereka duduk di bangku SHS, Ayahmu jatuh hati kepada ibumu, Jung Hanna.” Changwook menatap Kyuhee sejenak. Kyuhee terlihat serius mendengar cerita Changwook. Changwook menghela nafasnya panjang.

“Tanpa mereka sadari yaitu Cho Yeunghwan, Kim Jinhyuk dan Ji Changsa. Lee Mingkyung menyukai ibumu semenjak tahun pertama. Tetapi, sialnya ibumu, Cho Yeunghwan, Ji Changsa dan Kim Jinhyuk tidak tahu akan hal itu dan jung Hanna menerima begitu saja pernyataan cinta Ayahmu. Dari situ lah cerita ini dimulai. Lee Mingkyung sengaja menikahi adik angkat ibumu Jung Raein untuk selalu bisa mengawasi ibu dan Ayahmu. Dan, mungkin selanjutnya kau bisa menebak akhir dari cerita ini.” Kata Changwook yang terlalu enggan untuk menceritakan lebih lanjut. Kyuhee diam tanpa kata.

“Hubungannya dengan ibumu dan Ahjumma?”

“Ibuku gila harta. Dia tidak mencintai baik Ayahku atau Paman Kim. Yang terpenting baginya adalah, kariernya yang gemilang dan kehidupan yang sangat layak untuk Ji Taejin.”

Kyuhee tersenyum miris mendengar semua ini. Kyuhee tidak tahu begaimana harus mengespresikan dirinya saat ini. Kesal? Marah? Atau sedih? Tidak ada dari ketiga itu. Kyuhee diam tanpa ekspresi.

“Apakah kematian Ayahku dan Ibuku ada kaitannya dengan Paman Lee dan Bibi Jung?” Tanya Kyuhee dengan penuh harap. Changwook menggelengkan kepalanya.

“Murni kecelakaan.” Jawab Changwook. Kyuhee, tanpa ia sadari ada perasaan lega setelah mengetahui bahwa tidak ada kaitannya paman dan bibinya dengan kematian Ayah dan ibunya. “Kyuhee-ya?” Lirih Changwook menatap Kyuhee penuh sesal.

“Apakah Seukhye telah mengetahui ini semua?” Tanya Kyuhee menatap bola mata Changwook tanpa ekspresi.

“Tidak. Hanya Paman Kim yang mengetahuinya.”

“Paman Kim mengetahuinya? Tapi, baga..”

“Paman Kim merasa bersalah akan hal itu. Untuk menembus rasa bersalahnya, Paman Kim berniat menjodohkan Kyuhyun dan Seukhye. Dan, menyuruhku mendekati dirimu sambil mencari informasi yang kami butuhkan.”

Changwook menatap Kyuhee penuh sesal. Changwook ingin sekali memberitahu tetang hal ini lebih awal kepada Kyuhee tetapi keadaan tidak mengizinkan Changwook untuk mengizinkan Changwook memberitahu Kyuhee.

“A.. Aku.. Pergi.” Kata Kyuhee dan langsung berjalan cepat menuju pintu ruangan Changwook.

“Kyuhee-ya.” Panggil Changwook. Changwook memejamkan matanya merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia perbuat. “ARGH! BRENGSEK!” Maki Changwook. Jujur saja Changwook menyalahkan semua ini kepada Lee Mingkyung.

 

*****

 

Sehun dan Chanyeol duduk saling berhadapan di sofa kediaman keluarga PARK. Chanyeol membaca dengan serius apa yang baru saja Sehun berikan kepadanya.

“Aku baru saja tiba di Korea dan kau memberikan sebuah kejutan yang sangat menyedihkan.” Kata Chanyeol menatap Sehun datar. Sehun menyunggingkan bibir nya sedikit, mengambil juga kertas miliknya dan membaca kembali tulisan yang tertera di kertas tersebut.

“Jadi, Seukhye Noona memang dijodohkan dengan Presdir Cho?” Tanya Chanyeol dengan alis yang saling bertautan. Sehun menganggukkan kepalanya acuh sambil meminum jus jeruk favoritnya itu. “Dan, maksud paman menyuruh kita..”

“Aku juga tidak mengerti. Jujur saja, aku tidak berniat sama sekali untuk mengotori tanganku mengenai presdir bermulut pedas itu.” Kata Sehun dingin melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Chanyeol mengangguk setuju sambil mengusap perlahan dagu dengan tangan kanannya.

“Jadi, kesimpulannya aku tidak jadi menikmati liburan musim gugur ku kali ini dengan tenang, lagi? Eiys, bisakah di antara salah satu dari kalian tidak menganggu ketenanganku sekali saja?!” Kata Chanyeol frustasi.

Chanyeol selalu dihantui dengan Seukhye, Sehun dan Hyesun selama ia menginjakkan kakinya kembali di kota kelahirannya ini. Ada saja masalah yang mereka dapatkan, dan sialnya bagi Chanyeol, timing datangnya masalah tepat pada saat Chanyeol pulang ke Korea. Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar.

“Sekarang, dimana keberadaan Seukhye Noona?” Tanya Chanyeol terlihat tidak terlalu perduli itu. Sehun mengedikkan bahunya acuh.

“Kudengar dari Rahyun, pengawalnya. Dia sedang berada di Daegu.” Jawab Sehun dengan mata yang fokus ke layar handphonenya itu. Chanyeol menghentikan aktifitasnya yang sedang membaca kembali rencana Jinhyuk.

“Daegu? Kau tahu, Oh Sehun. Aku sangat penasaran, kenapa Noona sangat sering mengunjungi Daegu semenjak ia berada di seoul.” Kata Chanyeol menatap Sehun seolah berpikir. Sehun meletakkan kembali handphonenya dan menganggukkan kepalanya setuju.

“Aku juga demikian. Tetapi, aku masih sayang nyawaku dan lebih baik tidak mengetahuinya dan menunggu Noona yang mengatakan kepada kita semua.” Kata Sehun menimpali pernyataan Chanyeol.

“Kupikir, aku, kau dan Hyesun tidak terlalu perduli dengan masalah pribadi Seukhye Noona. Kita selalu menunggu dan bukannya mencari tahu apa masalah yang sedang menimpa Seukhye Noona. Aku merasa sangat bersalah akan hal itu.” Sehun terkejut dengan perkataan Chanyeol barusan. Tanpa Chanyeol sadari Sehun membenarkan dalam hati perkataan Chanyeol seluruhnya.

“Aku tidak sepenuhnya setuju dengan perkataanmu. Seukhye Noona sendiri lah yang tidak terlalu terbuka dengan kita.” Kata Sehun yang selalu merasa bahwa dirinya tidak bersalah apapun mengenai masalah yang sedang menimpah Seukhye. Ada ataupun tidak.

“Tapi..”

“Yang terpenting kita tahu, setidaknya sekitar 75% kisah hidup Noona. Dan kita tidak bisa dianggap orang asing oleh Noona. Lebih baik kita selalu ada di saat Noona membutuhkan kita seperti Noona yang selalu ada dan membantu kita setiap kita terlibat masalah.”

Perkataan Sehun sukses membuat seorang CEO of Apple Inc. tertegun atas perkataannya. Sehun melihat ekspresi wajah Chanyeol yang diam tanpa kata tersenyum tipis. Sehun pun berdiri dan berjalan mendekati Chanyeol.

“Sampai bertemu di pesta.” Kata Sehun sambil menepuk pelan bahu Chanyeol. Chanyeol pun tersadar dari lamunannya.

E..Eo.” Jawab Chanyeol dengan senyuman tidak percayanya itu.

 

*****

 

Kyuhyun menatap teduh rerumputan hijau yang ada di depan matanya saat ini. Kyuhyun merasa tenang. Tidak ada beban seperti dia berada di Seoul. Tidak jauh dari Kyuhyun, Seukhye juga melakukan hal yang sama. Dengan mata yang terpejam dan kedua tangan yang terlentang Seukhye menghirup sedalam mungkin udara segar pada sore hari di Daegu saat ini.

“Rerumputan ini adalah tempat favorit Mom. Mom sangat suka berada di rerumputan ini hingga berjam-jam. Dad bahkan kelimpungan mencari Mom karena Mom kerap sekali pergi tanpa pamit.” Kata Seukhye tersenyum sangat manis mengingat kisah itu kembali. Kyuhyun menolehkan wajahnya melihat Seukhye dan tidak berniat bersuara. Jika Kyuhyun bersuara dipastikan akan membuat mood seorang Seukhye akan berubah menjadi buruk.

“Disini juga Dad and Mom bertemu untuk pertama kalinya. Wajar saja jika Mom menyukai rerumputan ini. Disini suasanya sangat tenang tidak seperti di Seoul. Aku baru tahu tempat ini ketika membaca buku diary Mom. Maka dari itu aku pergi ke Seoul dan memilih menetap di Seoul. Kurasa tidak ada salah nya menetap di kota kelahiran Mom? Benar tidak?” Kata Seukhye terkekeh pelan dan menatap wajah Kyuhyun yang sedang memandangnya tanpa ekspresi, Kyuhyun tertegun melihat senyuman tulus Seukhye yang Seukhye berikan untuk nya. Untuk. Pertama. Kalinya.

“Kenapa kau memutuskan untuk ke sini pada saat jam kerja?” Tanya Kyuhyun untuk menghilangkan rasa gugupnya dan menatap lurus ke depan.

“Hari ini, hari kematian Mom. Karena aku tidak tahu di mana letak makam Mom jadinya aku memilih untuk kemari. Sama saja bukan? Mom juga di separuh hidupnya menghabiskan waktu nya di rerumputan ini.” Kata Seukhye lirih dan duduk di rerumputan hijau itu.

Kyuhyun terdiam tidak tahu harus berkata apa. Kyuhyun tidak percaya, bahwa Seukhye memiliki sisi lainnya. Kyuhyun pikir, Seukhye tidak pernah ada perasaan kasih sayang untuk keluarganya. Tetapi, dugaannya salah besar. Kyuhyun simpulkan, bahwa Seukhye hanya perduli dan menyayangi ibu kandung nya saja.

“Apakah Ayahmu mengingatnya?”

“Entahlah. Aku tidak pernah melihat Dad mengenang Mom lagi.”

Kyuhyun menatap wajah Seukhye yang telah membaringkan tubuhnya diatas rerumputan itu dengan mata yang sempurna tertutup. Kyuhyun meletakkan jas dan sepatu pentofelnya di rerumputan sebelum ia mendudukkan diri di samping Seukhye.

“Jujur saja. Aku terkejut bahwa, Hizuka Sato telah meninggal.” Kata Kyuhyun tanpa ingin melihat wajah Seukhye. Seukhye yang mendengarnya tersenyum kecut.

“Aku pun juga terkejut bisa mengatakan hal ini kepadamu, presdir. Aku merasa bahwa saat ini bukanlah diriku yang sebenarnya.” Kata Seukhye menatap langit dengan senyuman nya. Tanpa disadari Kyuhyun juga ikut tersenyum.

“Sepertinya kau mulai menyukaiku.”

Ani. Aku tidak percaya dengan hal yang seperti itu.”

Kyuhyun terdiam mendengar jawaban Seukhye. “Kenapa bisa seperti itu?” Tanya Kyuhyun dengan alis yang saling bertautan. Seukhye menolehkan kepalanya melihat raut wajah kebingungan Kyuhyun. Seukhye terkekeh pelan dan kemudian juga ikut duduk tepat di samping Kyuhyun.

“Aku tidak tahu. Aku memang tidak percaya dengan hal seperti percintaan itu. Bagiku, jika aku merasa nyaman dengan presdir dan sebaliknya sebaiknya kita menjadi sahabat saja ataupun yang lainnya.” Kata Seukhye menatap Kyuhyun penuh arti.

“Kau berbicara seperti aku menyukaimu saja.” Kata Kyuhyun ketus dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Seukhye mengedikkan bahunya acuh dan juga memutarkan kepalanya menatap tanah rerumputan hijau.

“Baguslah jika itu benar. Aku juga merasa lebih nyaman seperti ini.” Gumam Seukhye. Kyuhyun mendenguskan nafasnya kasar mendengar gumaman Seukhye.

 

END

 

Sudah di jadikan EBOOK, tidak akan di lanjutkan sampai part END sebenarnya^^

More Info check this

4 responses to “TWINS – PART 10 – by jhyosun13

  1. bikin pensaran
    tpi syang d tutup gx smpi part End

    chigu mta PW ya
    but part 11
    pensran bgngtt 😢😢😢😢

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s