Whispering Love [Chapter 3]

Whispering Love Title:  Whispering Love

Author : AutumnBreeze @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Ask fm: http://ask.fm/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast : Seo Na Young [OC], Kim Myung Soo [INFINITE],Lee Ho Won [INFINITE], Kim Da Som [SISTAR]

Genre : Angst,drama and romance

Length : Chaptered

Rating:PG 17

CHAPTER:

Chapter 1, Chapter 2,Chapter 3,Chapter 4

THREE

BIRTHDAY PRESENT

Seluruh tamu sudah datang memenuhi aula hotel keluarga Lee, beberapa teman Ho Won datang dan menyapa lelaki tampan itu. Mereka kelihatan puas dengan dekorasi dan makanan yang disajikan di pesta ulangtahun mewah yang ayahnya selenggarakan, Ho Won sendiri entah kenapa merasa gugup.

Dia mengodok saku jasnya dan menemukan kotak hitam kecil didalamnya, dia menatap kosong kearah kotak kecil itu dan membukanya. Dia semakin gugup saat dia melihat isi dari kotak kecil itu, saat dia melihat sosok ayahnya mendekat Ho Won langsung menyembunyikan kotak hitam itu kembali kesakunya.

Abeoji, Kau sudah datang?” Ho Won menyambut ayahnya dengan senyum hangatnya.

“Tentu saja anakku, aku sudah menyiapkan pesta ini khusus untukmu.” Ayahnya melingkarkan tangannya dibahu Ho Won membuat Ho Won sedikit canggung.

Dia tidak pernah dekat dengan ayahnya jika mereka sedang berdua dirumah meskipun ayahnya beberapa kali mencoba mendekatinya, entah kenapa rasanya dia tidak pernah mengenal sosok ayahnya itu. Dia dibesarkan beberapa tahun tanpa kehadiran lelaki tua itu sehingga rasanya asing baginya untuk bercengkrama dengan ayah kandungnya sendiri.

Selama ini ibunya selalu mengatakan jika ayahnya pergi dan tidak akan pernah kembali tetapi saat dia berumur tujuh tahun seorang lelaki tiba-tiba saja datang dan memeluknya mengatakan bahwa dia adalah ayah kandungnya. Ho Won saat itu sangat marah, bagaimana ayahnya itu datang padanya setelah beberapa tahun berlalu dan bersikap jika semuanya baik-baik saja?

“Aku sedikit terkejut dengan kemewahan pesta ini.”

Sosok Sung Gyu masuk kedalam aula pesta, senyum Ho Won segera menghilang saat dia melihat sosok kakak tirinya itu. Beberapa detik yang lalu dia berharap jika lelaki itu tidak akan menghadiri pesta ulang tahunnya, namun melihat sosoknya yang sudah berdiri didepan Ho Won membuat Ho Won sedikit tidak nyaman.

Hyeong ,aku senang kau bisa datang.” Ho Won tersenyum tipis kearah kakanya itu.

“Tentu saja, aku selalu menyempatkan waktu untuk adikku.” Sung Gyu tersenyum tipis sebelum dia melirik kearah ayahnya untuk mengobrol.

Tamu-tamu sudah berdatangan dan kelihatannya acara sudah siap untuk dimulai, namun dia masih belum menemukan sosok yang dia cari-cari dari tadi. Seo Na Young, wanita itu belum juga muncul padahal dia sudah mengingatkan wanita itu untuk datang diwaktu yang tepat.

Ho Won mengaktifkan ponselnya hendak menelepon Na Young tetapi belum juga dia sempat menghubungi nomor wanita itu sosoknya sudah muncul diambang pintu aula. Ayah Na Young berdiri disamping putrinya dengan gagah Ho Won tersenyum melihat sosok mereka, apalagi Na Young terlihat cantik dalam balutan gaun merahnya.

Myung Soo yang berdiri disamping Na Young merasa was-was saat dia melihat sosok Ho Won mendekat kearah mereka. Dia tahu lelaki itu pasti akan merebut perhatian Na Young darinya, dia ingin sekali menyuruh Na Young untuk menghindar namun mereka masih bertengkar karena hal kemarin.

“Seo Hoejang-nim, selamat datang.” Ho Won menyapa dengan ramah.

“Ho Won-ah, kau terlihat rapih seperti biasanya.” Ayah Na Young menyapa lelaki itu dengan manis, Na Young bahkan tidak menyangka jika ayahnya akan sesenang itu saat dia melihat sosok Ho Won.

“Saya sudah menyiapkan meja khusus untuk Anda dan Na Young, bagaimana kalau kita duduk?” Ho Won menunjuk kearah meja paling depan yang dekat sekali dengan panggung aula pesta.

Mereka bisa melihat seorang pianis memainkan nada piano yang lembut, suara piano itu mengisi ruangan membuat tamu-tamu terkadang berhenti berbicara dan mengagumi indahnya musik klasik tersebut. Ho Won dengan sopannya menarik kursi untuk Na Young agar wanita itu duduk dengan nyaman.

Ho Won bisa merasakan pandangan tajam dari Myung Soo yang duduk disamping Na Young lelaki itu sekarang mulai terlihat seperti anjing penjaga yang menjaga majikannya. Ho Won mencoba mengabaikan pandangan itu dan tersenyum kearah Na Young, Na Young sendiri membalas senyum lelaki itu selama ada ayahnya mereka harus menggunakan topeng sebagai pasangan kekasih yang paling bahagia.

“Nikmati pestanya, aku harus permisi dulu ada sesuatu yang harus aku siapkan.” Ho Won mengungkapkan membuat Na Young penasaran.

“Apa kau tidak akan duduk disini bersama kami Ho Won-shi?” Na Young bertanya penasaran.

“Aku akan kembali,aku hanya butuh mengurus sesuatu.” Ho Won menyentuh pipi Na Young membuat wanita itu terkejut dan akhirnya memaksakan senyumnya.

“Permisi.” Ho Won meminta ijin kepada ayah Na Young dan ayah Na Young hanya mengangguk sambil tertawa.

Melihat anak gadisnya malu-malu membuat dia sedikit senang, ayah Na Young bisa melihat betapa manisnya perlakuan Ho Won pada putrinya itu membuat dia semakin yakin untuk menerima Ho Won kedalam keluarganya. Dia bukanlah tipe lelaki yang akan menikahkan putrinya dengan orang yang salah, apalagi Na Young adalah putri tunggalnya yang sangat dia sayangi.

“Myung Soo-ya,apakah Ho Won baik? Aku suka anak itu..dia memperlakukan Na Youngku dengan sangat baik.” Ayah Na Young berbisik pada Myung Soo.

Na Young mendengar bisikan itu mungkin ayahnya sengaja agar Na Young semakin mantap memilih Ho Won sebagai calon suaminya. Mengingat perempuan itu belum pernah memberikan konfirmasi jika dia ingin hubungan dia dengan Ho Won ketingkat yang lebih serius, Na Young selalu mengatakan jika dia sedang mempertimbangkan.

Tetapi ayah Na Young tidak cukup puas dengan jawaban itu, dia sudah semakin tua dan anaknya pun sudah mencapai umur yang cukup untuk menikah. Dia ingin segera pensiun dan membiarkan anaknya itu yang mengambil alih usahanya, dan mungkin pada akhirnya menimang cucu.

“Anda benar Tuan.” Myung Soo membalas perkataan ayah Na Young.

Mendengar jawaban Myung Soo membuat Na Young melirik kearah Myung Soo, apakah lelaki itu benar-benar mengijinkan NaYoung untuk bersama Ho Won? Bukan-kah baru saja kemarin lelaki itu memohon pada dia untuk tidak meninggalkannya?

Na Young merasa dipermainkan oleh Myung Soo sekarang dia ingin sekali marah pada lelaki itu namun Na Young menahan emosinya, dia hanya menghela nafasnya lalu memandang kearah panggung. Namun saat dia mengalihkan perhatiannya tiba-tiba saja lampu-lampu yang ada di aula mati dan foto wajahnya langsung muncul dilayar besar yang ada didepan panggung.

Sebuah alunan piano terdengar mengiringi setiap foto-fotonya yang ditampilkan didepan, sampai akhirnya sosok Ho Won berdiri ditengah panggung, dia kelihatan sangat gugup sekali membuat sebagian orang di Aula penasaran. Ho Won akhirnya berdehem meminta perhatian semua orang, dia melirik kearah Na Young sehingga lampu sorot menyinarinya.

“Kau Seo Na Young, kau datang dikehidupanku setahun yang lalu.” Ho Won memulai.

Entah kenapa jatung Na Young berdetak sangat kencang sekali saat Ho Won menyebut namanya, dia merasa menjadi pusat perhatian sekarang dan itu membuat dia sedikit tidak nyaman.

“Setelah kau datang, kehidupanku berubah total. Kau berubah cara berpikirku dan bagaimana aku memandang kehidupan namun yang paling penting, kau selalu memberikan aku kesempatan untuk berkembang menjadi lelaki yang baik.” Ho Won akhirnya berjalan mendekat kearah Na Young sampai akhirnya dia ada didepan Na Young.

Na Young menelan ludahnya dan mendongak menatap kearah Ho Won penuh tanya, Ho Won akhirnya berlutut didepan Na Young membuat Na Young menarik nafasnya terkejut. Ho Won mengodok saku jasnya dan menunjukan sebuah kotak hitam kepada Na Young dan membukanya, dia bisa melihat cincin berlian yang sangat bagus didalam kotak itu.

“Seo Na Young,maukah kau menikah denganku?” Ho Won bertanya denga gugupnya Na Young bahkan bisa melihat tangan lelaki itu gemetaran.

Na Young melirik kearah ayahnya juga Myung Soo yang disampingnya, ayahnya kelihatan senang sekali dan menganggukan kepalanya pada Na Young sedangkan Myung Soo hanya memalingkan wajahnya dia tidak bisa menaha amarahnya saat dia melihat Na Young yang dilamar oleh lelaki lain.

Melihat reaksi Myung Soo Na Young hanya bisa tersenyum sedih, dia pikir Myung Soo akan menggelengkan kepalanya atau memberikan reaksi apapun untuk mencegah pernikahannya dengan Ho Won namun harapannya sekarang sudah musnah. Dia mengambil cincin berlian yang Ho Won tawarkan padanya dan mengangguk.

“Baiklah,aku akan menikah denganmu.” Jawab Na Young membuat Ho Won tersenyum lebar dan semua orang di aula riuh bertepuk tangan.

Na Young berdiri dari duduknya dan Ho Won memasangkan cincin pertungan mereka pada jari Na Young, cincin berlian itu melingkar dengan cocoknya dijari manisnya. Na Young tersenyum kearah Ho Won dan lelaki itu langsung memeluknya dengan mesra, semua orang berdiri dan bertepuk tangan lagi mengagumi pasangan itu seakan mereka adalah seorang selebriti.

Berbeda dengan Na Young dan Ho Won, sosok Sung Gyu yang duduk tidak jauh dari mereka hanya menatap kesal kearah kedua pasangan itu. Dia tahu semua ini hanya strategi Ho Won agar posisinya diperusahaan bertahan, dengan pernikahannya dengan Na Young ayahnya pasti mulai mempertimbangkan posisinya diperusahaan.

Sung Gyu mengepalkan tangannya dan memutuskan untuk keluar dari aula, dia tidak bisa menunjukan emosinya yang sebenarnya mengingat dia sedang berada ditempat umum. Semua orang menyangka jika Sung Gyu dan Ho Won memiliki hubungan yang bagus, jika dia tidak bisa berpura-pura bahagia dengan pertunangan Ho Won lebih baik dia keluar.

Dengan langkah cepat Sung Gyu berjalan keluar dari aula, Myung Soo yang melihat sosok Sung Gyu meninggalkan aula sedikit curriga. Adiknya baru saja bertunangan tapi kenapa lelaki itu kelihatan tidak senang, Myung Soo sendiri merasa sesak berada didalam aula dia tidak tahan melihat Ho Won yang melingkarkan tangannya dipinggang Na Young seperti seorang suami yang posesif.

Myung Soo akhirnya memutuskan untuk mengikuti langkah Sung Gyu, dia bisa melihat sosok lelaki itu pergi menuju halaman belakang hotel. Sung Gyu akhirnya berhenti berjalan saat dia sudah ada diluar cukup jauh dari bangunan hotel, dia menatap kosong kearah kotam ikan besar yang ada didepannya kelihatannya lelaki itu sedang berpikir.

Melihat itu Myung Soo akhirnya memutuskan untuk mendekati lelaki itu, sebenarnya dia dan Sung Gyu pernah bertemu di Cina dulu saat dia harus mengurus konstruksi Mall. Dia melihat ayah Na Young sedang mengobrol dengan lelaki itu, dia masih ingat rambut hitam dan mata sipitnya saat itu.

“Apakah Anda seharusnya merayakan pertunangan saudara anda didalam Tuan Lee Sung Gyu-shi?”

Suara Myung Soo mengagetkan lelaki itu sehingga lelaki itu langsung berbalik, dia kelihatan tidak mengenali Myung Soo untuk beberapa saat sampai akhirnya dia ingat dimana dia melihat wajah Myung Soo sebelumnya.

“Kau sekretaris tuan Seo, apa aku benar?” Tanya dia ragu.

“Ya,Anda benar.” Jawab Myung Soo.

Sung Gyu memaksakan senyumnya saat dia mendengar jawaban Myung Soo, bagus sekarang dia harus bersikap ramahnya jga pada lelaki itu mengingat dia adalah orang terdekat tuan Seo.

“Aku senang,hanya saja aku butuh udara segar didalam terasa sangat sesak sekali.” Sung Gyu beralasan, walaupun sebenarnya alasannya itu susah untuk dipercaya.

“Apa begitu? Lalu kenapa anda kelihatan resah sekali, apa Anda tidak menyukai Nona Na Young sebagai calon istri Ho Won-shi?”

Myung Soo menyeringai saat dia melihat ekspressi kesal Sung Gyu, dia tahu tebakannya tidak benar namun setidaknya dia berhasil mengintimidasi Sung Gyu. Semua keakraban yang dipublikasikan oleh Ho Won dan Sung Gyu palsu, Myung Soo sudah tahu hal itu dari dulu mengingat konflik keluarga Lee sudah menjadi konsumsi publik sejak dulu.

“Tidak, tentu saja tidak Na Young wanita yang baik dan pintar..tidak alasan bagiku untuk membencinya.” Sung Gyu segera membantah, dia memberikan senyum palsunya pada Myung Soo.

“Anda tidak usah berpura-pura lagi tuan Lee Sung Gyu,aku tahu apa yang Anda inginkan.” Myung Soo mengungkapkan membuat senyum Sung Gyu langsung menghilang.

“Aku tahu semuanya.”

Myung Soo menyeringai dan pergi masuk kedalam hotel lagi berencana untuk menyapa Na Young dan Ho Won, setidaknya dia harus berpura-pura senang seperti yang lainnya. Dia tidak ingin membuat ayah Na Young curiga setelah ibu Na Young mengintrogasinya kemarin dia tidak ingin menambah masalah.

*****

“Selamat Ho Won,Na Young!”

Beberapa tamu memberi selamat kepada Ho Won dan Na Young, pasangan itu hanya tersenyum dan mengangguk. Beberapa teman perempuan Ho Won bahkan terkesima dengan cincin berlian yang Ho Won berikan pada Na Young, mereka beberapa kali memujinya dan membicarakannya sedang Na Young hanya bisa tersenyum dan sesekali menjawab pertanyaan teman-teman Ho Won.

Ho Won yang baru saja selesai berbicara dengan temannya Dong Woo merasa seseorang menatapinya cukup lama, akhirnya dia mendongak dan melihat sosok Da Som berdiri tidak jauh darinya dia kelihatan sedang mengobrol juga dengan temannya Hyo Ri. Wanita itu mengacungkan gelas minumannya dan tersenyum licik kearahnya sebelum akhirnya mengobrol kembali dengan temannya.

Ho Won lega, setidaknya Da Som tidak sedih seperti kemarin wanita itu masih bisa tertawa dan berceloteh seperti biasanya. Ho Won melirik kearah Na Young yang dengan canggung nya masih mengobrol dengan Bo Ra, wanita itu tidak bisa berhenti melemparkan banyak pertanyaan membuat na Young sedikit kewalahan.

“Bo Ra-ya,kau akan membuat calon istriku kelelahan dengan semua pertanyaanmu.” Ho Won akhirnya emmutuskan untuk bergabung dengan kedua wanita itu.

“Ho Won-ah! Calon istrimu cantik sekali, kau bahkan belum mengenalkannya padaku padahal bulan lalu kita mengadakan reuni SMA.” Bo Ra mengungkapkan.

“Oh benar,aku sibuk bulan kemarin maaf..” Ho Won berkata.

“Tidak apa-apa, tapi lain kali kau jangan lupa mengenalkan dia pada teman kita yang lain.” Bo Ra tersenyum kearah Na Young dan Na Young membalas senyuman itu.

“Sebaiknya aku tidak menganggu kalian, selamat ya…jangan lupa undang aku kepernikahan kalian.” Bo Ra menepuk bahu Ho Won dan pergi.

Na Young menghela nafasnya lega saat dia melihat sosok Bo Ra menjauh, dia tidka ingin lagi menjadi korban interview wanita itu. Pandangan Na Young menyebar, dia sedang mencari sosok yang dari tadi ingin dia temui, tetapi sosok lelaki itu tidak kunjung muncul juga membuat Na Young sedikit khawatir.

“Kau sedang mencari siapa?” Ho Won bertanya, dia tahu dari tadi Na Young kelihatan cemas dan pandangannya selalu menyebar kesetiap penjuru aula.

“Bukan siapa-siapa.” Na Young menjawab, dia berhenti mencari dan melirik kearah Ho Won yang berdiri disampingnya.

Na Young baru sadar jika Ho Won terlihat sangat tampan dalam balutan jas biru tuanya,rambutnya disisir rapih dan Na Young bisa mencium harum maskulin parfum yang dikenakan oleh Ho Won. Ho Won selalu terlihat rapih namun malam ini entah kenapa sepertinya lelaki itu lebih terlihat rapih dari biasanya, Na Young segera mengalihkan pandangannya dia tidak sadar kalau dia dari tadi menatapi Ho Won.

“Kenapa kau tidak membicarakan rencanamu untuk melemarku?” Na Young berbisik, sejujurnya dia sangat terkejut sekali saat Ho Won melamarnya didepan banyak orang.

“Aku ingin memberikanmu kejutan,lagipula aku sengaja melamarmu didepan banyak orang jadi kau tidak bisa menolakku.”

Na Young menggelengkan kepalanya, Ho Won memang licik terkadang dia tahu bagaimana mendapatkan apa yang dia inginkan Na Young tidak boleh lengah. Bagaimanapun ini hanyalah pernikahan bisnis, jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari Ho Won dia tidak ragu untuk meninggalkan lelaki itu.

“Ingat pernikahan kita hanya bisnis,kau tak usah membuat sandiwara romantis seperti tadi.” Na Young berkata, dia tahu perkataannya sedikit kasar namun dia tidak ingin Ho Won bingung dengan hubungan mereka yang sebenarnya.

“Tentu saja, tapi kau lupa kalau kita mengatakan pada semua orang bahwa kita menikah karena perasaan saling suka.” Ho Won menunduk kearah Na Young sehingga wajah mereka berjarak cukup dekat. “Aku hanya aktor yang bagus Na Young-shi,kau yang tidak boleh bingung dengan hubungan kita.” Ho Won menggoda sebelum akhirnya dia tersenyum dan menyambut temannya yang baru datang ke aula pesta.

Dari sudut ruangan Na Young bisa melihat Myung Soo yang berdiri bersama ayahnya, Myung Soo tersenyum tipis kearahnya membuat Na Young kebingungan. Bukankah mereka sedang bertengkar? Na Young tidak membalas senyuman itu dan berbalik menjauh dari Myung Soo.

Melihat reaksi Na Young membuat Myung Soo sedikit kecewa, dia akhirnya memutuskan untuk mengampiri wanita itu. Na Young kelihatan terkejut saat dia melihat Myung Soo mendekat kearahnya tetapi wanita itu berusaha untuk tenang dan pura-pura sibuk meminum wine yang ada ditangannya.

“Selamat untuk pertunangannya, aku turut bahagia.”

Myung Soo berkata walaupun sebenarnya dia sendiri ingin menarik semua perkataan itu, dia tidak senang sama sekali dan yang jelas Myung Soo benci karena dia harus melihat Na Young bermesraan dengan lelaki lain saat mereka sedang bertengkar. Sudut bibir Na Young terangkat seakan wanita itu menahan tawa namun Na Young tetap mempertahankan wajah netralnya.

“Terimakasih,aku tidak menyangka kau akan senang dengan pertunanganku.” Jawab Na Young penuh dengan sarkasme.

“Kenapa kau berpikir seperti itu? Nona ku akhirnya akan menikah tentu saja aku bahagia.” Myung Soo memutuskan untuk meladeni Na Young.

“Jangan bohong padaku Myung Soo.”

Na Young meletakkan gelas winenya dimeja buffet dan berjalan keluar dari aula pesta membuat Myung Soo kebingungan, Na Young berbalik kearahnya sekejap dan memberikan isyarat untuk mengikutinya.

Melihat itu Myung Soo segera berlari dan mengikuti langkah Na Young,dia bisa melihat Na Young pergi menuju taman yang ada dibelakang hotel dimana dia dan Sung Gyu bercakap-cakap tadi tetapi Na Young masuk lebih dalam menuju labirin rerumputan yang ada ditaman hotel itu.

Myung Soo bisa mendengar tawa Na Young kelihatannya wanita itu ingin bermain-main dengannya, Myung Soo memutuskan untuk berlari dengan cepat mencoba menangkap sosok Na Young namun wanita itu cukup gesit dia bahkan hampir kehilangan sosok Na Young jika dia tidak berlari cukup cepat.

Setelah beberapa menit saling mengejar Myung Soo akhirnya mampu menyusul Na Young dan menangkap wanita itu dalam pelukannya, Na Young berusaha kabur namun pelukan Myung Soo terlalu hangat untuk dia tolak.

Tangan Myung Soo memeluk pinggang Na Young dari belakang dan itu membuat Na Young bisa merasakan betapa cepat detak jantung Myung Soo sekarang. Na Young memutuskan berbalik dan menangkup wajah Myung Soo, mereka baru saja bertengkar kemarin namun entah kenapa Na Young merasa jika mereka sudah bertengkar cukup lama.

“Kenapa kau tidak mencoba mendekatiku lagi? Bukankah kau harus minta maaf padaku?” Na Young bertanya dengan nada kecewa.

“Maaf,kau terlihat sangat lelah dan sibuk tadi siang…aku tidak ingin menganggumu saat bekerja.” Myung Soo memberi alasan, tangannya menyentuh rambut coklat Na Young dan dia mendekat emmbuat dahi mereka bersentuhan.

Na Young hanya tersenyum, dia suka keheningan yang nyaman ini. Myung Soo tidak banyak bicara namun entah kenapa kehadirannya selalu membuat Na Young nyaman, nafas hangat Myung Soo terasa berhembus kebibir atasnya seakan menggoda Na Young untuk mengecup bibir halus Myung Soo.

Tanpa dia sadar matanya sudah menatap lurus kearah bibir Myung Soo, dia tidak mengerti kenapa dia memiliki perasaan ini sekarang. Dia dan Myung Soo sudah seperti adik dan kakak namun belakangan ini Na Young tidak melihat Myung Soo sebagai seorang kakak namun sekarang dia melihat Myung Soo sebagai lelaki.

Seseorang yang ingin dia cium dan peluk dengan mesra, hasrat itu sudah ada didalam benaknya beberapa tahun yang lalu namun dia selalu menahannya dia takut jika Myung Soo tidak merasakan hal yang sama dengannya.

“Apa yang kau bicarakan dengan Ahjumma  benar? Kau bilang kau tidak akan pernah mencintaiku.” Na Young memberanikan diri untuk bertanya.

Myung Soo menggelengkan kepalanya, dia sudah gila untuk berbohong soal perasaannya pada Na Young. Perasaannya pada Na Young sangat kuat, dia hanya takut jika dia mengatakan yang sebenarnya pada Na Young wanita itu tidak akan menerima cintanya seperti yang ibu Na Young katakan kemarin.

“Aku bohong, aku tidak ingin membuat ibumu kecewa…” Ungkap Myung Soo.

Na Young tersenyum, dia merasa lega sekali saat dia mendengar apa yang Myung Soo katakan. Dia ingin sekali berjingkrak senang namun dia menahannya sehingga dia hanya tersenyum lebar seperti orang bodoh, Myung Soo yang melihat reaksi itu merasa lega juga karena sekarang dia tahu jika perasaan mereka sama.

“Apa kau menyukaiku?” tanya Na Young.

Mendengar pertanyaan itu Myung Soo terdiam, dia hanya menatap kearah Na Young dia bisa melihat wanita itu mengantisipasi jawabannya. Dia bahkan mengigit bibirnya gugup dengan jawaban Myung Soo, Na Young terlihat cantik sekali malam ini membuat Myung Soo hanya ingin mencium wanita itu dan membawanya kabur dari hotel ini.

Tanpa menjawab Myung Soo menarik Na Young dan kedua bibir mereka akhirnya bersentuhan, Na Young terkejut karena matanya terbuka lebar namun taklama dia akhirnya mengalah. Dia membiarkan Myung Soo mengecup bibirnya dengan mesra, Na Young bahkan membalas ciuman itu dengan penuh hasrat membiarkan tangan nya melingkar dileher Myung Soo mendorong lelaki itu lebih dekat.

Myung Soo mendorong Na Young kesalah satu dinding rerumputan yang ada dilabirin, dia menciumi leher Na Young penuh dengan semangat dan Na Young membiarkan lelaki itu mendapatkan akses yang banyak pada lehernya. Dia tidak bisa lagi membendung hasratnya pada Na Young, dia hanya ingin memiliki wanita itu seutuhnya menjadikan Na Young miliknya.

Tanpa Na Young dan Myung Soo sadari Da Som melihat semua adegan tadi, wanita itu mendengus kesal dan pergi kembali masuk ke aula hotel. Dia tidak menyangka jika dia akan memergoki Myung Soo dan Na Young berciuman walaupun sebenarnya dia sudah curiga jika mereka memang memiliki hubungan khusus menilai bagaimana Myung Soo sangat peduli pada Na Young dan begitupun sebaliknya.

Saat dia berbalik dia terkejut melihat sosok Ho Won yang mendekat kearahnya, Da Som tersenyum dan segera menyeret Ho Won menjauh dari taman hotel. Mereka akhirnya memutuskan untuk berbicara disalah satu bar hotel yang berjarak cukup jauh dari aula pesta.

“Kenapa kau menyeretku seperti tadi?” Ho Won bertanya dan merapikan jasnya yang sedikit mengkerut karena Da Som menariknya terlalu keras.

“Tidak penting, kenapa kau datang mencariku?” Da Som bertanya, dia melirik kesekitarnya khawatir jika seseorang mengenali mereka.

“Aku hanya ingin menyapa, pesta sebentar lagi selesai aku hanya ingin memastikan kau pulang kerumah dengan selamat.” Ho Won menjawab dengan santai.

“Terimakasih, tapi kita tidak bisa berlagak akrab disana kau tahu orangtuaku tidak suka jika kau bercakap-cakap denganku.” Da Som berkata dengan ekspresi sedihnya.

“Aku tahu, orangtua paranoid soal kita karena mereka ingin kau menikah dengan oranglain.” Ho Won mengungkapkan, dia masih mengingat jelas perkataan ibu Da Som padanya beberapa tahun yang lalu.

“Kau tak usah sedih begitu chingu-ya,kita tetap berteman.” Da Som melingkarkan tangannya dibahu Ho Won.

Mereka berdua berjalan kesalah satu bar stool yang ada dibar dan duduk disana, Ho Won memesankan minuman untuk mereka walaupun Da Som bersikeras dia tidak ingin minum ettapi Ho Won berhasil membujuknya dengan tatapan sedihnya. Ho Won memang tahu jika Da Som lemah pada tatapan sedih dan memelasnya.

“Aku tahu, kau selalu memberontak.” Ho Won akhirnya tersenyum.

“Ngomong-ngomong,calon istrimu kelihatannya dengan sekertarisnya.” Da Som memutuskan untuk membicarakan soal Na Young.

“Dia bukan calon istriku, kau tahu pernikahan kami hanya bisnis.”

Da Som menyeringai, dia bisa melihat ekspressi tidak nyaman muncul diwajah tampan Ho Won sepertinya lelaki itu memang serius tentang bisnisnya dengan Na Young seharusnya dia tidak khawatir soal apapun. Ho Won bukanlah lelaki yang gampang digoda, Da Som sendiri tidak mengerti kenapa Ho Won susah sekali untuk digoda dia selalu bersikap dingin pada wanita.

Dia juga tidak sering berkencan, jika dia berkencan hubungan dia dengan mantan nya sangatlah singkat. Padahal Ho Won cukup tampan,apalagi dia memiliki banyak uang mengingat dia sudah dipromosikan oleh ayahnya untuk menjadi direktur sekarang.

“Ho Won-ah..” Da Som memanggil membuat Ho Won melirik kearahnya. “Apa kau…kau tahu… gay?” Da Som bertanya dengan jahilnya, mendengar itu Ho Won menatap kearah Da Som dengan tatapan tidak sukanya, bagaimana Da Som menganggapnya gay? Dia cukup yakin kalau dia normal dan menyukai wanita.

“Apa?kenapa kau bertanya seperti itu..apa aku kurang manly untukmu?” Ho Won terdengar sedikit tersinggung namun dia melingkarkan tangannya dibahu Da Som sehingga wajah mereka berjarak cukup dekat.

“Habis..kau tidak pernah menunjukan rasa tertarik pada wanita,kau bahkan jarang sekali berkencan aku bisa menghitung mantan pacarmu dengan jariku.” Da Som meledek dan itu membuat Ho Won mendengus.

Yak! Aku lelaki yang baik,aku tidak seenaknya berkencan dengan wanita, aku punya standar dan kriteria.”  Ho Won berkata dan itu membuat Da Som tertawa.

“Apa? Standar? Jangan bohong!” Da Som mencubit pipi Ho Won.

“Aku mengatakan yang sejujurnya,aku tidak akan mengencani sembarang wanita..aku ingin yang terbaik.” Ungkap Ho Won.

Da Som sedikit penasaran, mereka mungkin sudah bersahabat sejak SMA namun percakapan seperti ini tidak pernah mereka miliki. Mereka biasanya terlalu sibuk mengobrol soal game kesukaan mereka atau hal lain yang lebih menarik, percakapan tentang cinta kelihatannya seperti topik yang sedikit canggung sehingga mereka tidak pernah membahasnya lebih dalam.

“Kalau begitu,bagaimana tipe idealmu?katakan padaku?” Da Som bertanya, entah kenapa dia merasa sedikit gugup saat dia melontarkan pertanyaan itu pada Ho Won.

“Tipe ideal? Seperti yang sering kau lihat,aku suka wanita yang pintar, aku juga suka jika dia berani dan tegas.” Ho Won memulai, dia kelihatan sedang berpikir lagi. “Oh! Dia juga harus hangat dan manis,dia tidak usah terlalu cantik tapi yang jelas dia harus menarik.” Ho Won kelihatannya puas dengan tipe idealnya namun Da Som hanya menggelengkan kepalanya.

“Won-ah,kenapa kau tidak pacaran dengan tante-tante saja? Seleramu benar-benar kuno.” Da Som menjulurkan lidahnya dan meminum cocktailnya yang sudah datang dari tadi.

“Kau pikir begitu? Memangnya bagaimana selera anak muda jaman sekarang?” Ho Won bertanya, dia sendiri menganggap jika dia masih muda mengingat dia baru saja berumur 27 tahun.

“Kau tahu, anak jaman sekarang mereka suka tipe wanita seperti aku.” Da Som menyeringai.

“Yeah terserah, aku tidak percaya..omong kosong apa yang kau bicarakan.” Ho Won tertawa.

“Hey! Aku cukup populer dikalangan lelaki yang lebih muda,mereka mengejar-ngejarku seperti anjing kecil.” Da Som pamer, dia bahkan menyibakan rambutnya seperti model-model yang ada di televisi.

Ho Won kelihatan masih tidak percaya dan menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah bisa membayangkan Da Som berkencan dengan lelaki yang lebih muda darinya. Da Som mungkin cantik namun dia tahu Da Som sangat kenak-kanakan, jika dia berkencan dengan lelaki yang lebih muda darinya mereka pasti akan bertengkar setiap hari.

“Aku tahu kau Kim Da Som, kau tidak bisa bohong padaku.”

Da Som memajukan bibir nya kesal, Ho Won selalu menggodanya seperti itu mungkin karena dia tidak pernah melihat Da Som sebagai seorang wanita. Mereka tumbuh bersama dan bertemu hampir setiap hari selama dia mengenal Ho Won lelaki itu tidak pernah mengatakan kalau dia cantik ataupun seksi, bukan berarti Ho Won tidak pernah memujinya hanya saja pujian Ho Won tidak pernah berhubungan dengan gendernya sebagai wanita.

Ho Won pernah memujinya, saat dia berhasil masuk ke Universitas Seoul dan saat dia berhasil menjabat sebagai wakil direktur diperusahaan ayah Na Young. Dia tidak menyangka jika Ho Won saat itu akan mengatakan hal-hal yang baik mengingat dia suka sekali menggodanya, namun pada hari-hari itu Ho Won mengelus kepalanya sambil mengatakan jika dia adalah wanita yang pintar dan Da Som sudah bekerja dengan keras.

“Won-ah, apa aku cantik? Aku cantikkan?” Da Som mendekat kearah Ho Won hanya untuk menggoda lelaki itu.

Ho Won tidak menjawab dia hanya menahan tawanya dan meminum beer yang sudah dia pesan tadi, dia melirik sekilas kearah Da Som dan mengangkat bahunya seakan dia meremehkan penampilan Da Som. Melihat itu Da Som marah dan meminting kepala Ho Won dengan kedua lengannya menarik Ho Won kebawah membuat lelaki itu merasa sesak, Ho Won menepuk-nepuk tangan Da Som karena sekarang lehernya mulai terasa sakit.

“Akh! Da Som-ah aku hanya bercanda!bercanda!” Ho Won meminta ampun, walaupun Da Som memiliki perawakan kecil dia memiliki tenaga yang cukup kuat.

Da Som akhirnya menghentikan aksinya itu karena sebagian orang di bar menatap kearah mereka, Da Som meneguk habis cocktailnya dan turun dari barstool ini sudah waktunya mereka kembali ke aula pesta mengingat pesta ulang tahun Ho Won akan segera berakhir.

“Sebaiknya kita kembali, kau harus menutup acara pesta ulang tahunmu iyakan?” Da Som bertanya.

Ho Won akhirnya mengangguk dan mengikuti langkah Da Som yang sudah membayar minuman mereka pada bartender, langkah Da Som sedikit semponyongan mungkin karena dia mengabiskan segelas cocktail yang cukup keras tadi. Ho Won akhirnya berdiri disampingnya dan membantu wanita itu untuk berdiri tegak, Da Som segera mendorong Ho Won menjauh dan menjulurkan lidahnya pada temannya itu.

“Kau cantik Kim Da Som.”

Ho Won tiba-tiba saja berkata membuat Da Som terkejut, mereka akhirnya terdiam sebentar di lobi hotel saling menatap seperti dua orang yang idiot. Da Som hanya tersenyum tipis lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju aula pesta.

“Yak! Aku baru saja memuji dan itu reaksinya?” Ho Won menyusul.

“Diam,kau berisik.” Da Som membalas namun dia tidak marah sedikitpun, dia malah tersenyum bahagia.

*****

Na Young menatap kosong kearah jari manisnya, dijari manisnya itu sekarang melingkar cincin pertunangannya dengan Ho Won. Dia tidak mengerti kenapa dia merasa gundah saat dia menatap kearah cincin itu, dia tahu hubungan Ho Won dan dia hanyalah sandiwara namun belakangan ini sandiwara itu terasa sedikit kejam mengingat kedua orangtuanya begitu senang saat Na Young menerima lamaran Ho Won.

Dia harus berbohong pada seluruh orang yang dia tahu bahwa dia mencintai Ho Won padahal pada kenyataannya hatinya selalu milik Myung Soo, bahkan walaupun mereka bekerja bersama Na Young tetap merindukan lelaki itu sekarang padahal mereka hanya dihalangi oleh pintu kantor Na Young.

Entah bagaimana ingatan dia dan Myung Soo berciuman kemarin muncul dipikirannya membuat Na Young tersenyum malu, dia tidak bisa menahan senyumannya. Dia senang karena Myung Soo ternyata memiliki perasaan yang sama dengannya, kecemasan yang selama ini menghantui langkahnya hilang begitu saja kemarin sekarang dia yakin jika Myung Soo adalah miliknya.

Melirik kearah jam dinding yang ada dikantornya Na Young terkejut, waktu sudah menunjukan jam dua belas siang itu artinya mereka seharusnya sudah istirahat siang. Na Young merapikan bajunya dan rambutnya sekilas, dia bahkan mengoleskan lipstik pink yang dia gunakan lalu memutuskan untuk keluar dari kantornya.

Dia bisa melihat Myung Soo sedang sibuk mengetik dikomputernya, mungkin sedang menyusun dokumen yang harus di Na Young periksa dan mungkin mengatur jadwal Na Young besok. Na Young ingin sekali mengajak Myung Soo untuk makan siang namun dia tahu setelah dia bertunangan dengan Ho Won dia harus lebih hati-hati untuk berinteraksi dengan Myung Soo.

Na Young akhirnya mengumpulkan keberanian untuk menghampiri Myung Soo, melihat sosok Na Young yang mendekat lelaki itu langsung berhenti mengetik dikomputernya dan berdiri.

Sangmoo-nim,apa anda akan istrahat siang?” Myung Soo bertanya.

“Iya, aku akan makan siang…apa kau sudah selesai?” Na Young melirik sekilas kearah komputer Myung Soo.

“Anda bisa pergi lebih dulu, saya masih harus mengurus dokumen-dokumen baru untuk anda.” Myung Soo berkata membuat hati Na Young menciut,padahal dia ingin sekali makan bersama Myung Soo.

“Baiklah kalau begitu, kau juga jangan lupa makan siang.” Na Young mengalah, dia akhirnya tersenyum dan pergi menuju lift.

Na Young menunduk sedih dan masuk kedalam lift saat pintu lift terbuka, dia menekan tombol lantai lobby kantor namun sebelum pintu lift benar-benar tertutup seseorang mencegahnya membuat Na Young mendongak. Dia bisa melihat Myung Soo masuk kedalam lift dan menciumnya dengan tiba-tiba, Na Young bahkan tidak bisa mengatakan apapun dia hanya bisa menerima ciuman Myung Soo.

Myung Soo mencium bibir Na Young penuh hasrat bahkan mereka tidak sadar jika lift sudah mulai bergerak menuruni lantai gedung kantor, beberapa menit kemudian Myung Soo melepaskan ciumannya dan menjilat bibirnya dengan seksinya membuat Na Young tidak bisa memproses apa sebenarnya yang baru saja terjadi.

Myung Soo tersenyum licik,dia menyeka sudut bibirnya yang sekarang berwarna pink dia juga menyeka bibir Na Young karena lipstik yang dia gunakan sekarang belepotan. Pintu lift taklama kemudian terbuka dan Myung Soo langsung menjaga jaraknya dengan Na Young yang sekarang terlihat panik karena beberapa pegawai masuk kedalam lift.

Beberapa pegawai menyapanya dan Na Young yang masih terkejut hanya bisa membalas sapaan itu dengan anggukan kepala, dia segera merapikan rambut dan menyeka bibirnya kembali memastikan lipstik pinknya hilang dari bibirnya.

Setelah lift sampai dilantai lobby Na Young segera turun dari lift mengabaikan tatapan Myung Soo kearahnya. Melihat betapa canggungnya Na Young membuat Myung Soo ingin tertawa, padahal kemarin wanita itu bersikap biasa-biasa saja membuat Myung Soo ingin menggodanya lebih jauh.

Sangmoo-nim!” Myung Soo memanggil membuat Na Young melirik kearahnya. “Bisakah kita makan siang bersama?” Myung Soo meminta, mendengar ucapan itu Na Young tersenyum dan mengangguk.

Tanpa Na Young dan Myung Soo sadari seseorang sedang sibuk mengambil gambar mereka, orang itu bahkan berhasil mengambil foto ciuman Na Young dan Myung Soo tadi. Orang itu tersenyum licik sambil menatapi foto-foto mesra Na Young dan Myung Soo penuh dengan kepuasan.

“Kim Myung Soo,kau akan hancur ditanganku.” Sosok itu bergumam sambil mencengkram kameranya.

To Be Continue….

Don’t Forget The Comment❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s