Our Plan!! Chapter 1 – Back

OUR PLAN!! Chapter 1 – BACK

by : Sparkdey

Taehyung BTS || Baekhyun EXO || Chanyeol EXO || Kai EXO

PG-17

Action || Friendship || Family

Annyeong^^! This is my 2nd Action FF, hope you all like this FF, please leave a comment or like for your appreciation🙂 and PLAGIARISM ARE NOT ALLOWED^^!

Note : This FF is pure my story and got little bit inspirations from Detective Conan, all the Cast are belong to BTS and EXO

Aku harap rencana ini akan berjalan lancar.. dan aku harap dia tidak akan menyadari rencana ini.. semua ini bergantung padamu, berhasil atau tidaknya. Aku percaya padamu.

 

-Taehyung POV-

“Baekhyun-ah!” seruku saat memanggil temanku yang sedang membeli kopi di kafe favorit kami.

“Ah eoh Taehyung-ah!” jawabnya sambil tersenyum lebar.

“For you” kata Baekhyun memberikan kopi kepadaku.

Aku dan Baekhyun berjalan menuju spot kesukaan kami di kafe itu, di sebelah jendela yang menghadap ke jalanan dimana kami berdua bisa melihat jalanan yang tentu saja ramai setiap harinya. Kami berdua selalu menyempatkan waktu untuk bertemu di sini, tidak, bukan membahas soal perempuan atau soal pekerjaan, melainkan untuk saling membuang rasa penat yang ada pada kami berdua.

Pekerjaan aku dan Baekhyun berbeda. Baekhyun adalah seorang anggota FBI yang sedang berada di Seoul untuk melakukan sebuah penyelidikan tentang sebuah organisasi hitam. Dan aku, Kim Taehyung, adalah seorang dokter bedah di Tae Min Hospital.

DRRT DRRT DRRTT…

“Ponselmu bergetar” kata Baekhyun.

“Ah.. eoh, chakkaman ne” jawabku.

“Yeoboseyo?” kataku.

“Dokter Kim… ada pasien yang harus di operasi saat ini juga”

“Mwo? Sekarang?” tanyaku panic.

“Ne… kami akan segera mempersiapkan ruang operasi, kami menunggumu Dokter Kim”

“Aku segera ke sana” jawabku.

Aku langsung menutup telfonku dan langsung berlari menuju rumah sakit. Lokasi rumah sakit dan kafe itu lumayan dekat. Sebelum itu aku berpamitan pada Baekhyun dan dia langsung menyuruhku untuk cepat ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit aku berganti pakaian menjadi pakaian operasi berwarna biru muda dan tak lupa memakai masker dan juga penutup rambut. Aku berjalan memasuki ruang operasi, sesampainya di sana perawat lain yang akan membantuku sudah bersiap dengan seorang pasien yang terbaring sangat lemah di kasur.

“Pasien ini kenapa?” tanyaku selagi di pakaikan jubbah operasi dan sarung tangan oleh perawat.

“Dia terkena peluru di bagian dadanya, hampir mengenai jantung” jawab perawat lain.

Aku sudah bersiap untuk melakukan operasi dan dokter yang lain serta kepala rumah sakit menontonku dari kaca yang ada di atas ruangan operasi ini.

“Vital?” tanyaku.

“Normal, hanya detak jantungnya mulai melemah” jawab perawat lain.

“Ah, oke kita lakukan operasi ini” perintahku.

“Ne Kim sajangnim!” jawab perawat serentak.

Aku mulai membedah pasienku dan mulai mencari dimana letak peluru itu. Darah yang keluar banyak sekali sedikit membuatku agak mual karena baru kali ini aku melakukan operasi tetapi darah yang keluar sangat banyak. Aku menemukan peluru itu dan mencabutnya secara perlahan, untung peluru itu tidak mengenai jantungnya, jika iya sudah dapat aku pastikan dia tewas seketika.

70 menit operasi dilakukan olehku dan perawat lainnya, sungguh beruntung karena pasienku kali ini masih bisa bernafas, operasinya berhasil dan pelurunya sudah berhasil di angkat. Kepala rumah sakit tersenyum padaku, aku membalas senyumannya.

“Kerja yang bagus, Kim sajangnim!” kata salah satu rekan tim ku, Dokter Oh, Oh Sehun.

“Kau juga asisten utama yang hebat, Dokter Oh” jawabku senang.

 

-Chanyeol POV-

Aku mengendarai mobil sport kesayanganku menelusuri jalanan Seoul yang selalu ramai setiap harinya. Aku harus ke markas FBI untuk merencanakan penangkapan organisasi hitam tersebut. Markas tersebut berada di ruangan rahasia di sebuah rumah yang megah, rumah Byun Baekhyun, Agent Byun.

Aku memarkirkan mobil sportku di halaman rumah Baekhyun dan melemparkan kunci mobilku kepada supir pribadi Baekhyun. Aku langsung masuk ke dalam rumahnya, melewati ruang tamu menuju ke sebuah rak buku dimana di antara rak buku tersebut terdapat kode pengaman yang hanya bisa dilewati oleh kartu tanda pengenal agent FBI.

“Kau terlambat Agent Park” sahut seseorang yang sangat ku kenal suaranya.

“Jalanan sangat ramai hari ini, Agent Lay” jawabku santai.

“Kita kedatangan anggota baru hari ini” sahut Agent Byun.

“Nuguya?” jawabku kaget.

“Silahkan kau memperkenalkan dirimu” kata Agent Lay.

“Annyeonghaseyo, Yoon Se Na imnida” kata yeoja itu sambil membungkukkan badannya di depan kami.

“Yeoja?” tanyaku heran.

“Dia cukup terlatih selama pelatihan di markas pusat FBI, dia di kirim dari markas pusat untuk membantu kita” jelas Agent Byun.

Aku hanya terdiam dan melemparkan senyum khas milikku. Hanya satu sisi dari bibirku yang terangkat. Aku hanya tidak percaya pada agent wanita, karena bagiku itu akan sangat menyusahkan jika berada di misi seperti ini.

“Ah kau tenang saja, Agent Park memang seperti itu orangnya jika kau belum mengenalnya lebih jauh” Agent Lay menenangkan Agent Yoon.

“Ah baiklah” jawab Agent Yoon tersenyum miris.

Aku mengambil cangkir dan mulai membuat kopi. Memasukkan kopi, gula, dan air panas ke dalam cangkir. Setelah itu aku langsung berjalan menuju meja lalu duduk dengan santai.

“Baiklah semuanya berkumpul, aku ingin menyusun rencana” perintah Agent Lay.

Aku, Agent Byun, Agent Lay, dan seorang agent baru yang bernama Yoon itu berkumpul di meja. Dan Agent Lay memulai menerangkan bagaimana rencananya. Aku hanya cukup mendengarkannya saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Salah satu anggota CIA yang sedang menyamar dan masuk ke dalam organisasi itu sedang di rumah sakit. Dia terkena tembakan di bagian dadanya dan sedang dilakukan operasi untuk menolongnya. Dia adalah seorang karyawan di sebuah bank. Pada saat itu, bank sedang dimasuki oleh kawanan perampok bersenjata, saat perampok akan kabur dan membawa kabur semua uangnya, dia mencoba menghalangi pintu keluar dan dia di tembak oleh salah satu kawanan itu” jelas Agent Lay.

“Lalu apa rencanamu?” tanyaku.

“Kita lindungi dia” jawab Agent Lay.

“Melindungi dia? Untuk apa?” tanyaku lagi.

“Untuk mendapatkan informasi dari dia, dan dimana letak kelemahan organisasi tersebut. Dia adalah seorang yeoja dengan code name Persian. Nama aslinya adalah Park Hyuna. Dia dikirimkan oleh CIA untuk menyamar ke dalam organisasi tersebut” jelas Agent Lay lagi.

Agent Byun dan Agent Lay menjelaskan bagaimana saja rencananya. Dan tidak berapa lama aku teringat akan sesuatu hal.

“Ah ya, dia di rawat di rumah sakit mana?” tanyaku penasaran.

“Tae Min Hospital” jawab Agent Lay.

“Tae Min Hospital?” Tanya Agent Byun kaget.

“Ne, waeyo?” Tanya Agent Lay.

“Temanku adalah seorang dokter di sana” jawab Agent Byun.

“Good! Kita bisa meminta bantuan temanmu, Agent Byun!” Agent Lay terlihat sangat bersemangat.

“Chakkaman…. Apa temanmu itu tau bahwa kau adalah Agent FBI?” tanyaku.

“Dia tau, dan dia dapat di percaya. Aku percaya padanya” jawab Agent Byun tegas.

 

-Jongin POV-

“Bagaimana mungkin Persian bisa tertembak dan masuk rumah sakit hah?!” bentak seorang namja kepada anak buahnya.

“Mianhae, sajangnim. Aku tidak dapat menghentikannya” jawab anak buah itu sambil menundukkan kepalanya takut menatap mata bos nya itu.

“YA!! AKU BERBICARA DENGANMU! TATAP MATAKU!” namja itu semakin marah.

“Mianhae sajangnim. Jeongmal… mianhae” anak buah itu kembali menatap mata bos nya dengan tatapan ketakutan.

“Aku tidak membutuhkanmu lagi!” kata bosnya dan langsung mengambil pistol dari balik sakunya.

DOORR.. DOORR..

2 buah peluru itu di tembakan ke dada anak buah itu, sudah dapat di pastikan dia kini telah tewas karena peluru itu tepat mengenai jantungnya. Bos nya pun tetap tidak puas.

“Husky, urus bocah ini. Aku sudah muak melihatnya” perintah bos nya tersebut.

Husky… itu adalah code name milikku. Nama asliku adalah Kim Jongin. Aku terpaksa mengikuti organisasi hitam ini karena aku berhutang budi kepada Golden, bosku. Dia yang telah menyelamatkan nyawaku ketika aku di kejar – kejar oleh polisi dan aku di tembak oleh salah satu polisi tersebut. Peluru itu berhasil melumpuhkanku, dan begitu aku terbangun aku sudah berada di rumah bos ku, dan aku tidak tau apa yang terjadi pada polisi – polisi yang mengejarku.

Aku membuang mayat teman satu organisasiku ini ke sebuah jurang yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari markas organisasi ini. Bos ku memang sangat kejam, dia tidak suka di buat menunggu dan dipermainkan. Jika dia merasa dipermainkan maka dia tidak akan segan membunuh siapapun yang membuatnya merasa dipermainkan.

Aku kembali ke dalam markasku. Mencoba untuk memejamkan mata karena aku sangat lelah dan hampir 2 hari aku tidak tidur karena misi yang harus aku jalankan.

“Husky.. pergilah cari Persian dan kabarkan padaku apapun yang terjadi dan dimana keberadaan Persian sekarang ini” perintah Golden.

“Ne sajangnim” aku membungkukkan badanku dan langsung pergi mengambil mobil lalu berkeliling kota untuk mencari tau keberadaan Persian.

“Yeoja ini sungguh merepotkan sekali…” gerutuku.

 

-Baekhyun POV-

“Taehyung-ah!” seruku saat memasuki ruangan milik Taehyung.

“Kau ini tidak sopan sekali, mengetuklah terlebih dulu jika ingin masuk ke ruanganku” kata Taehyung kaget.

“Ah mianhae.. ini dalam keadaan mendesak” jawabku. “Aku ingin memperkenalkan beberapa orang padamu. Dan aku harap kau menjaga rahasia ini. Aku percaya padamu Taehyung-ah” lanjutku.

Taehyung merasa bingung dengan perkataan Baekhyun saat itu. Kemudian masuklah 2 orang pria dan 1 wanita ke dalam ruangan Taehyung. Taehyung cukup kaget dengan kehadiran mereka. Dan menyuruh mereka untuk duduk.

“Perkenalkan dia Chanyeol, Park Chanyeol, dia adalah agent FBI sama sepertiku” jelasku sambil menunjuk pada seorang namja berpakaian setelan hitam putih.

“Ah annyeong Agent Park” sapa Taehyung dan orang yang di sapanya hanya terdiam dengan sedikit senyuman khasnya.

“Selanjutnya ada Se Na, Yoon Se Na, dia adalah anggota timku yang baru, dia juga agent FBI” jelasku sambil menunjuk seorang yeoja berpakaian dress berwarna peach itu.

Taehyung hanya tersenyum, lalu aku menyenggol bahunya. “Ah ne, annyeong Agent Yoon” sapanya.

“Dan yang terakhir ada Lay, sebenarnya namanya adalah Zhang Yi Xing, tapi kita memanggilnya Lay, Agent Lay” jelasku sambil menunjuk seorang namja berkcamata dan berpakaian layaknya seperti mahasiswa.

“Annyeong Agent Lay” sapa Taehyung.

“Kami percaya padamu, Taehyung-ah. Tolong jangan biarkan seorang pun tau kalau kami adalah agent FBI yang sedang bertugas di Seoul. Kami sedang dalam misi untuk melindungi seseorang yang sekarang adalah pasien di rumah sakit ini” jelasku.

“Kau melindungi pasien di rumah sakit ini? Nuguya?” Tanya Taekhyung penasaran.

“Dia adalah anggota CIA yang sedang menyamar di organisasi yang pernah aku ceritakan padamu. Namanya Park Hyuna, code name nya Persian. Apa kau tau dimana pasien itu sekarang?” tanyaku.

“Park Hyuna? Chakkaman ne… dia sakit apa?” Tanya Taehyung.

“Dia tadi terkena peluru di dadanya. Dan aku dengar dia dilarikan ke rumah sakit ini dan dia sudah di operasi” jawab Agent Lay.

“Terkena peluru di dadanya? Aku yang mengoperasi Park Hyuna, kau ingat yang saat kita sedang di kafe dan aku mendapatkan telfon? Aku di suruh untuk mengoperasinya, mengambil peluru yang hampir mengenai jantung itu” tanyanya padaku.

“Ah aku ingat. Sekarang tolong kau tunjukkan dimana ruangan pasien itu sekarang” pintaku.

“Baiklah ikuti aku” kata Taehyung.

Kami semua langsung berdiri dan berjalan dengan tergesa – gesa menuju ruangan yang menjadi ruangan Park Hyuna itu. 1109 itu adalah ruangannya. Dalam ruangan tersebut terdapat 2 pasien lain selain Park Hyuna. Aku langsung melihat keadaan Hyuna, setelah itu aku langsung berkumpul dan berdiskusi dengan Agent lainnya.

“Bagaimana?” tanyaku.

“Kita harus memindahkan dia ke ruangan VIP” kata Agent Lay.

“Aku setuju, lebih baik kita melindunginya dengan ruangan tersendiri dan kita menjaganya secara bergantian” sahut Agent Yoon.

Aku dan temanku yang lain langsung melirik Agent Yoon.

“Waeyo? Ada yang salah dengan perkataanku eoh?” tanyanya.

“Aahh ani ani… kau benar” jawabku.

“Baiklah, kita pindahkan dia ke ruang VIP” kata Agent Park.

Aku kembali menghampiri Taehyung dan meminta pada Taehyung untuk memindahkan Park Hyuna ke ruangan VIP. Untuk soal biaya aku dan teman timku yang akan menanggungnya. Taehyung menyetujui permintaanku. Dia langsung meminta kepada perawat untuk menyiapkan ruangan VIP tersebut lalu memindahkan Park Hyuna ke kamar itu.

 

-Author POV-

Park Hyuna kini sudah berada di kamar VIP dengan penjagaan ketat dari Agent FBI yang bertugas. Kali ini sedang giliran Agent Park yang bertugas karena Agent Lay dan Agent Yoon kembali ke markas mereka untuk mengambil beberapa pakaian ganti dan mengambil beberapa barang yang sekiranya mereka perlukan. Sedangkan Agent Byun sedang membeli kopi dan beberapa makanan untuk rekan tim nya.

TOK TOK TOK…

Agent Park membuka pintu sedikit dan melihat siapa yang datang. Itu adalah Taehyung dan beberapa perawat bersamanya.

“Aku ingin memeriksa Park Hyuna, dia pasienku” kata Taehyung.

“Baiklah” Agent Park mempersilahkan Taehyung dan beberapa perawat itu masuk.

Taehyung mulai memeriksan keadaan Park Hyuna dan beberapa perawat mengambil sampel darah dan memakaikan alat bantu pernafasan. Taehyung memeriksa infus dan mengaturnya.  Agent Park hanya melihatnya saja.

“Ah ya, bolehkah aku minta pada kalian? Mulai besok biar aku saja sendiri yang akan memeriksa dan merawat pasien Park Hyuna” kata Taehyung pada beberapa perawat yang bersamanya.

“Ne Kim sajangnim” jawab perawat.

Taehyung dan beberapa perawat siap meninggalkan ruangan tersebut.

“Ah chakkaman Taehyung-ssi” kata Agent Park.

“Ne?” jawab Taehyung. “Ah kalian duluan saja” kata Taehyung pada beberapa perawat yang bersamanya. Perawat itu membungkukkan badannya dan Taehyung hanya menganggukan kepalanya.

“Ada yang perlu aku bicarakan denganmu. Aku lihat kau adalah orang yang cerdas” kata Agent Park.

Taehyung hanya tersenyum dan langsung berbicara pada Agent Park cukup lama. Mereka berdiskusi akan sesuatu hal. Agent Park terlihat cukup percaya pada Taehyung. Taehyung mengangguk mengerti dan diskusi mereka pun selesai.

“Aku permisi dulu Agent Park” Taehyung membungkukkan badannya pada Agent Park. Agent Park hanya tersenyum.

Agent Byun pun datang sambil membawa beberapa kopi dan makanan. Tak lama Agent Lay dan Agent Yoon datang membawa 2 tas yang berisikan pakaian mereka dan beberapa barang yang di butuhkan seperti laptop.

“Kalian kemarilah” kata Agent Park, dan ketiga rekan tim nya langsung berkumpul.

“Kita ubah rencana kita” kata Agent Park.

“MWO?!” Agent Lay dan Agent Yoon kaget, sedangkan Agent Byun hanya memperlihatkan ekpresi kagetnya.

“Ne, kita ubah rencana kita” kata Agent Park sekali lagi.

“Apa rencanamu?” Tanya Agent Yoon.

“Kita kembalikan Persian ke organisasi itu” kata Agent Park.

“MWO?! Apa kau sudah gila eoh? Dia informan kita!” kata Agent Lay.

“Gwenchana, aku bisa berani menjamin kalau dia sudah di organisasi kembali. Kita tetap dapat infomasi darinya” jelas Agent Park.

“Lalu bagaimana cara kita mengembalikan dia?” Tanya Agent Yoon.

“Soal itu sedang aku fikirkan. Dia baru akan sadar sekitar 3 hari lagi pasca operasi” kata Agent Park bingung.

“Baiklah kita kembalikan dia ke organisasi itu, aku percaya padamu kalau rencana ini akan berjalan lancar” sahut Agent Byun.

“Kita tunggu dia siuman dulu, setelah itu kita fikirkan bagaimana cara mengembalikan dia ke organisasi itu” kata Agent Park.

“Ne, Agent Park” jawab ketiganya berbarengan.

Tanpa mereka sadari di sana ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mengenai rencana mereka. Orang itu tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan ruangan yang menjadi ruangan Park Hyuna.

“We’ll see… apakah rencanamu akan berjalan lancer? HAHAHA” kata orang itu sambil tertawa.

 

TO BE CONTINUE~~

Eottoke? Chapter 1 nya gimana? Penasaran sama chapter selanjutnya? Apakah rencana Chanyeol dan Taehyung? Apakah rencana mereka akan berhasil?

Jangan lupa tinggalkan komentar kalian yaa, atau dalam bentuk apresiasi kalian terhadap FF ini boleh meninggalkan jejak berupa Like atau Komentar^^! Author akan sangat senang sekali, dan author menerima kritikan dan saran J

Kamshamnida^^! –Sparkdey-

12 responses to “Our Plan!! Chapter 1 – Back

  1. aku tau authornim terinspirasi dari DC, jadi disini sepertinyaa persian itu rena mizunashi, chanyeol seperti si silver bullet suichi akai lalu yg ngintip itu seperti adiknya rena si eisuke, benar nggak authornim?

  2. Wwwoooowww keren banget
    Jadi kayak lagi baca conan
    Authornimmm kita sama sama suka baca conann
    Ceritanya terinspirasi dari rena mizunashi dan aku suka banget part itu
    Nexxxttt thor jgn lama lama
    Fightingggg!!!!!!!

  3. Pingback: Our Plan Chapter 2 – Start The Plan | FFindo·

  4. Pingback: Our Plan Chapter 3 – Gottcha | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s