Our Plan Chapter 2 – Start The Plan

OUR PLAN!! – Start The Plan

by : sparkdey

Taehyung BTS | Baekhyun EXO | Chanyeol EXO | Jongin EXO

Action | Friendship | Family

PG – 17

This is my 2nd Action FF, if you like it please leave a comment or like^^~ this story is pure mine but i got inspiration from Detective Conan || PLAGIARISM ARE NOT ALLOWED!!

Chapter 1 – Back

Sebenarnya apa yang ada di dalam fikirannya? Apa aku harus mengikuti rencananya?

CERITA SEBELUMNYA…

“Lalu bagaimana cara kita mengembalikan dia?” Tanya Agent Yoon.

“Soal itu sedang aku fikirkan. Dia baru akan sadar sekitar 3 hari lagi pasca operasi” kata Agent Park bingung.

“Baiklah kita kembalikan dia ke organisasi itu, aku percaya padamu kalau rencana ini akan berjalan lancar” sahut Agent Byun.

“Kita tunggu dia siuman dulu, setelah itu kita fikirkan bagaimana cara mengembalikan dia ke organisasi itu” kata Agent Park.

“Ne, Agent Park” jawab ketiganya berbarengan.

Tanpa mereka sadari di sana ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mengenai rencana mereka. Orang itu tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan ruangan yang menjadi ruangan Park Hyuna.

“We’ll see… apakah rencanamu akan berjalan lancar? HAHAHA” kata orang itu sambil tertawa.

 

Happy Reading guys^^!

-Jongin POV-

Jalanan sore hari ini sangat ramai, terjadi traffic light yang membuat semuanya menjadi tidak karuan. Setiap lampu berwarna hijau, mobilku hanya dapat maju sebanyak 4 meter. Jika bukan karena gadis itu pasti aku sedang berada di ranjang kesayanganku dan sudah berada di alam mimpi. Sungguh menyusahkan sekali gadis itu. Dan mengapa Golden begitu peduli sekali pada gadis yang tidak ada kemampuan apapun itu?

Mobilku kini berhenti di depan sebuah bank yang pernah dimasuki oleh kawanan perampok bersenjata. Aku mencoba menyelidiki apa yang sebenarnya sudah terjadi di sini. Aku masuk ke dalam bank itu dan bertemu dengan seorang karyawan di sana.

“Annyeonghaseyo, anda ingin mengisi saldo berapa, tuan?” sapa karyawan dengan senyumannya itu padaku.

“Ah animida, aku hanya ingin bertemu temanku yang bernama Park Hyuna, apa dia ada?” tanyaku.

“Park Hyuna? Dia tidak masuk kerja karena dia sedang dirawat di rumah sakit akibat luka tembak yang ia dapatkan” jelas karyawan itu.

“Ah jinjjayo??” tanyaku pura – pura kaget.

“Ne… waktu itu ada sekawanan perampok yang ingin membawa kabur uang rampokannya, tapi dia berusaha menghalangi jalan keluar kawanan perampok itu dan dia di tembak oleh salah satu dari mereka” jelasnya lagi.

“Arraseo… bolehkah aku tau dia di rawat di rumah sakit mana? Aku ingin memberikan sesuatu padanya” kataku sambil tersenyum.

Aku langsung keluar dari bank itu dan melajukan mobilku ke rumah sakit yang sudah aku dapatkan alamatnya dari karyawan itu. Dan lagi – lagi aku terkena traffic light. Ini sungguh – sungguh membuatku lelah, kalau bukan karena perintah dari Golden, aku tidak akan mau melakukan hal yang merepotkan seperti ini.

Aku berhenti di depan rumah sakit yang aku tuju. Tae Min Hospital. Rumah sakit yang megah dan aku berani menjamin bahwa fasilitas di rumah sakit ini sangat lengkap dan berisikan dokter serta perawat yang berkualitas. Aku berlari kecil masuk ke dalam menuju meja resepsionis.

“Annyeong, boleh aku tau dimana pasien Park Hyuna berada?” tanyaku.

“Mohon tunggu sebentar tuan” jawab perawat yang sedang berjaga saat itu.

“Pasien Park Hyuna berada di ruangan 1109 tuan” lanjutnya.

“Kamsahamnida” jawabku dan langsung berlari mencari ruangan yang dimaksudkan oleh perawat itu.

1109? aku sudah sampai di depan pintu ruangan tersebut. Aku membuka pintunya perlahan dan memasuki ruangan itu mencari seseorang yang seharusnya aku cari karena sebuah perintah. Aku melihat sekeliling ruangan itu dan aku tidak dapat menemukan Hyuna. Aku sudah cukup frustasi karena gadis ini.

“Mianhae, permisi, aku ingin menanyakan dimana pasien yang bernama Park Hyuna yang baru saja selesai di operasi karena luka tembak?” tanyaku pada salah satu pasien yang ada di ruangan itu.

“Park Hyuna?” Tanya pasien itu bingung.

“Ne, yeoja yang bernama Park Hyuna” jawabku.

“Mianhae, aku tidak tau” jawab pasien itu.

‘OH GOD HELP ME JUSEYO’ batinku.

Aku langsung keluar dari ruangan itu. Kesabaranku di uji sekali hari ini mulai dari di jalanan sampai di rumah sakit ini. Yeoja ini…. Lihat saja jika kau sudah pulih nanti! Aku berjalan dengan sedikit rasa kesal menelusuri rumah sakit itu mencari tau dimana keberadaan yeoja itu. Tak sengaja ekor mataku menangkap sesosok anggota FBI.

‘Ah itu hanya halusinasiku saja. Tidak mungkin ada anggota FBI di rumah sakit ini’ batinku.

Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri sampai pada akhirnya aku melihat anggota FBI yang lain masuk ke dalam sebuah ruangan di belakangku. Kali ini aku benar – benar tidak salah lihat dan aku langsung membalikkan badanku.

‘Sudah kuduga itu agent FBI’ batinku dan aku tersenyum sinis.

Aku tau apa maksud dari beberapa anggota FBI yang ada di rumah sakit ini. Pasti mereka sedang melindungi yeoja yang aku cari saat ini. Aku berani menjamin hal ini. Dari gerak – gerik mereka itu sudah dapat dipastikan bahwa hipotesaku ini benar. Aku berjalan menuju depan ruangan itu dan sedikit mengintip. Dan memang benar di dalam sana terdapat 4 anggota FBI dan PARK HYUNA.

“GOTTCHA” kataku pelan sambil tersenyum sinis.

“Soal itu sedang aku fikirkan. Dia baru akan sadar sekitar 3 hari lagi pasca operasi” kata salah satu agent FBI yang suaranya paling aku kenal, agent Park.

“Baiklah kita kembalikan dia ke organisasi itu, aku percaya padamu kalau rencana ini akan berjalan lancar” kata salah satu agent yang suaranya lembut menurutku, agent Byun.

“Kita tunggu dia siuman dulu, setelah itu kita fikirkan bagaimana cara mengembalikan dia ke organisasi itu” kata Agent Park.

“Ne, Agent Park” jawab ketiganya berbarengan.

Aku langsung menyunggingkan bibirku tanda bahwa aku sudah tahu rencana mereka dan aku akan menyusun rencanaku bersama teman timku yang lain. Untuk hal ini aku pasti akan memberi tau Golden. Aku pergi meninggalkan ruangan itu.

“We’ll see… apakah rencanamu akan berjalan lancar? HAHAHA” kataku.

 

-Chanyeol POV-

Sungguh melelahkan, menjaga Persian seharian ini dan aku bahkan belum tidur sama sekali. Untung saja Agent Byun membeli kopi kalengan, setidaknya aku tidak terlalu mengantuk sampai shiftku benar – benar selesai. Tak lama dokter Kim masuk ke ruangan Hyuna.

“Aku mau memeriksa keadaannya” kata dokter Kim padaku dan aku langsung mempersilahkannya memeriksa Hyuna.

Aku mengambil kaleng kopi dan berusaha membukanya, tetapi kaleng itu jatuh ke lantai.

“Waeyo, Agent Park?” Tanya Agent Lay, dan Agent Byun serta Agent Yoon menoleh ke arahku.

“Ani, gwenchana. Mungkin aku kelelahan karena belum tidur” jawabku santai.

“Jinjja?” Tanya dokter Kim padaku.

“Ye Kim sajangnim” jawabku santai.

“Eoh” jawab dokter Kim.

“Agent Park, kau beristirahatlah, sekarang giliranku yang bertugas” sahut Agent Yoon.

Aku hanya menganggukkan kepalaku dan aku keluar dari ruangan itu lalu duduk di bangku yang berada di ujung koridor. Aku memejamkan mataku sebentar sampai ekor mataku menangkap sosok yang tidak asing bagiku. Ya sangat tidak asing buatku.

FLASHBACK ON

“Chan-ah! Tangkap ini!” kata namja itu padaku.

“GOT IT, KAI-YA!” teriakku pada namja itu.

Dia adalah Kai, teman masa kecilku. Kami berdua mempunyai impian dan cita – cita yang sama. Kami berdua sama – sama ingin menjadi polisi yang dapat menangkap orang – orang jahat di sekitar kami. Namun, sesuatu hal terjadi di antara kami.

“Chan-ah, aku harus pergi. Mianhae kita tidak bisa menjadi teman lagi” katanya padaku.

“Chakkaman… waeyo?” tanyaku sedih.

“Aku harus ke Jepang, dan aku tidak akan kembali lagi ke Korea Selatan. Aku tidak mau punya teman sepertimu” jelas Kai.

“Bisakah kau jelaskan kenapa kau tidak mau punya teman sepertiku?” tanyaku.

“Karena kau egois dan kau selalu lebih unggul dariku. Selama ini aku sengaja mau berteman denganmu karena aku memanfaatkanmu agar aku juga popular sepertimu hahaha” jawabnya sambil tertawa.

Aku terdiam dan tidak mampu berkata apapun. Memang benar apa yang dia katakana kalau aku lebih popular dibandingkan dengan dia dan aku akui kalau aku ini egois. Tapi aku selalu bersikap baik padanya.

‘Tuhan ada apa ini?’ batinku.

“Sekarang tolong lepaskan lenganku. Aku sudah muak denganmu” katanya kemudian aku melepaskan tanganku yang berada di lengannya. Dia pergi meninggalkanku.

FLASHBACK OFF

‘Bogoshippo, Kai-ya’ batinku.

Sosok yang aku lihat sekarang ini mirip sekali dengan sosok teman kecilku, Kai. Teman yang meninggalkanku karena sifatku yang begitu egois. Dan dia mengucapkan salam perpisahan yang sangat sakit. Bagaimanapun dia, dia adalah teman kecilku.

 

-Baekhyun POV-

Ruangan ini sunyi sekali, hanya ada aku, Agent Yoon, Agent Lay serta Park Hyuna yang sedang terbaring lemah pasca operasi. Agent Lay sedang sibuk dengan laptopnya dan Agent Yoon sedang duduk di samping ranjang Park Hyuna, dan aku sedang berdiam diri… tidak tahu harus melakukan apa. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.

Aku berjalan menelurusi koridor rumah sakit dan tidak sengaja melihat Taehyung baru keluar dari ruangan operasi. Taehyung memang dokter bedah yang hebat, rumah sakit ini pasti beruntung karena memiliki Taehyung di sini.

“Sstt.. sstt” panggilku pada Taehyung.

“YA! Taehyung-ah” panggilku sedikit lebih kencang dari yang sebelumnya.

“Hmm.. wae?” jawabnya dengan nada yang lelah.

“Coffee?” kataku.

“Boleh… tapi di kafe bawah ya, jangan di kafe yang biasanya” pintanya.

“Neeee, Dokter Kim” jawabku sambil merangkulnya.

Kami berdua berjalan menuju lift untuk turun ke kafe bawah sekedar minum kopi. Terlihat jelas di wajah Taehyung, bahwa dia benar – benar lelah. Taehyung masih dengan pakaian operasinya yang berwarna biru muda itu.

“Cappucinno 2” kataku pada kasir di kafe itu.

“Kamsahamnida” jawabku pada kasir itu setelah memberikan pesananku. Aku berjalan menuju tempat dudukku dan Taehyung.

Aku memberikan kopi itu pada Taehyung dan dia langsung meminum kopi itu setengguk. Lalu mengeluarkan ponselku untuk mengecek apakah berkas yang aku minta pada FBI sudah di kirim ke emailku atau belum.

“Baekhyun-ah..” panggil Taehyung yang langsung membuatku menghentikan aktivitasku.

“Ne?” jawabku.

“Kita sudah berteman berapa lama?” tanyanya.

“Hmm 10 tahun maybe?” jawabku sambil berfikir.

“10 tahun ne..” katanya.

“Waeyo?” tanyaku sambil meminum kopiku seteguk.

“Bagaimana jika aku punya rahasia yang tidak bisa aku beritahukan padamu?” tanyanya sambil menatapku.

“M.. mwo? Aku fikir kau tidak pernah punya rahasia yang kau sembunyikan dariku. Apa kau sedang dalam masalah?” tanyaku.

“Ani.. aku hanya meminta pendapatmu saja” jawabnya santai.

“Baiklah akan aku jawab pertanyaan anehmu itu. Bagiku, tidak semua rahasia milikmu itu harus kau ceritakan padaku. Aku tau kita sudah berteman selama 10 tahun dan masih berlanjut sampai sekarang. Apa yang ingin kau simpan sendiri dan menurutmu aku tidak pantas untuk tau hal itu, aku tidak apa – apa, selama kau merasa baik – baik saja dengan menyimpan itu semuanya sendiri” jelasku.

“Ahhh!! You’re my best best best friend ever!!” kata Taehyung semangat.

“Kau kenapa tiba – tiba bertanya hal itu?” tanyaku penasaran.

“Aniyo.. gwenchana hahaha” jawabnya sambil tertawa.

Inilah yang aku suka dari pertemanan aku dan Taehyung, kita selalu berbagi, berbagi senang maupun sedih bersama. Jika salah satu di antara kita mempunyai masalah, maka akan kita selesaikan bersama dan mencari jalan keluar yang terbaik. Untuk 10 tahun ini, aku tidak pernah memiliki masalah dengan Taehyung, dan aku senang berteman dengan Taehyung, karena dia mau menerima siapapun apa adanya. Bagiku, dia adalah happy virus.

 

-Taehyung POV-

Aku merasa tidak enak pada Baekhyun. Aku menyimpan rahasia ini sendiri. Ah tidak sendiri, ada orang lain yang juga mengetahui hal ini, Agent Park, Park Chanyeol. Aku rasa Agent Park percaya padaku, maka dia berani meminta bantuanku. Dia bilang kalau aku adalah orang yang cukup cerdas. Awalnya aku tidak mengerti dia bicara seperti itu, setelah aku berdiskusi dengannya, aku jadi tau apa jawabannya ketika dia meminta bantuanku.

Agent Park hanya butuh orang yang benar – benar dapat membantunya dalam rencana yang sudah dia susun dan dia meminta pendapatku mengenai hal itu. Ketika aku mendengar rencananya, aku cukup kaget bukan main, itu adalah rencana tergila yang pernah aku dengar. Dan dia meminta bantuanku untuk menjaga rahasia ini dan membantunya dalam rencana ini. Dia meminta untuk tidak memberitahukan pada Agent FBI yang lain, dan aku menuruti permintaannya itu.

Aku berjalan menelusuri koridor rumah sakit dan aku melihat Agent Park sedang duduk di bangku ujung koridor ruangan VIP. Aku berjalan menghampirinya.

“Annyeong Agent Park” sapaku sambil menepuk bahunya pelan.

“Ah.. annyeong, Kim sajangnim” jawabnya. “Tolong jangan memanggilku Agent Park, kau tau kan kalau FBI di Seoul sedang dalam misi? Jadi jangan panggil aku Agent Park, cukup panggil aku Chanyeol” lanjutnya.

“Baiklah, Chanyeol-ah” kataku.

“Nah.. itu lebih baik. Ah ye, ada apa?” tanyanya.

“Ani, aku hanya ingin menyapamu saja, kau terlihat begitu lelah” kataku.

“Ah ne, aku tidak tidur 2 hari ini” jawabnya.

“Beristirahatlah, kau ingat rencana kita bukan?” kataku.

“Nee Kim sajangnim” jawabnya sambil tersenyum.

“Baiklah aku harus memeriksa pasienku yang lain” kataku lalu berdiri dari posisi dudukku dan mulai berjalan.

‘Sepertinya aku lupa sesuatu’ batinku.

“Ah iya, Chanyeol-ah, aku lupa mengatakan hal ini. Sepertinya sudah ada yang terperangkap oleh jebakan yang sudah kita bikin” kataku sambil mengedipkan mataku.

“Mwo?” katanya kaget.

“See you!” kataku yang langsung berlari di koridor rumah sakit.

 

TO BE CONTINUE…

ANNYEEONGGG^^! Gimana sama chapter 2 nya? Greget ga? Hahaha

Ah ya, jangan lupa tinggalkan komentar atau like kalian ya sebagai bentuk apresiasi kalian^^ kritikan dan saran pasti author terima kok hehe

Bagaimana? Penasaran ga sama chapter selanjutnya?

Kira – kira siapa ya yang terjebak sama perangkap yang di buat oleh Chanyeol dan Taehyung?

Sebenernya apa sih rencana Chanyeol dan Taehyung? Mengapa anggota FBI yang lain tidak tahu?

Yuk… yang penasaran, boleh main tebak – tebakan sama author lewat komen di chapter ini hehe~

11 responses to “Our Plan Chapter 2 – Start The Plan

  1. Aaaaa gila seru bangettt
    Miiiinnn sumpah ini bikin penasaran
    Apa sih rencana mereka berdua??terus siapa yg kejebak???kai??golden??hyunaa???
    aaa penasaran minnn
    Next min ya jgn lama lamaaa
    HWAITINGG!!!!!

  2. Pingback: Our Plan Chapter 3 – Gottcha | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s