Our Plan Chapter 3 – Gottcha

OUR PLAN!! – GOTTCHA

by Sparkdey

Taehyung BTS | Chanyeol EXO | Baekhyun EXO | Jongin EXO

Action | Friendship | Family

PG-17

Annyeong^^! this is my 2nd Action FF, please give your comment or like for your appreciation to this FF^^~ and PLAGIARISM ARE NOT ALLOWED!!

Note : Dalam FF Chapter ini lebih banyak dialognya daripada narasinya, FF ini terinspirasi dari anime Detective Conan. BTS and EXO are belong to God and their agency but the story is pure mine.

Chapter 1 – Back | Chapter 2 – Start The Plan

Apa aku sudah gila? Aku menuruti semua permintaannya!! Ini rencana gila yang pernah aku temui! Aku berharap rencana ini akan terus berjalan dengan lancar hingga akhir…

CERITA SEBELUMNYA…

“Baiklah, Chanyeol-ah” kataku.

“Nah.. itu lebih baik. Ah ye, ada apa?” tanyanya.

“Ani, aku hanya ingin menyapamu saja, kau terlihat begitu lelah” kataku.

“Ah ne, aku tidak tidur 2 hari ini” jawabnya.

“Beristirahatlah, kau ingat rencana kita bukan?” kataku.

“Nee Kim sajangnim” jawabnya sambil tersenyum.

“Baiklah aku harus memeriksa pasienku yang lain” kataku lalu berdiri dari posisi dudukku dan mulai berjalan.

‘Sepertinya aku lupa sesuatu’ batinku.

“Ah iya, Chanyeol-ah, aku lupa mengatakan hal ini. Sepertinya sudah ada yang terperangkap oleh jebakan yang sudah kita bikin” kataku sambil mengedipkan mataku.

“Mwo?” katanya kaget.

“See you!” kataku yang langsung berlari di koridor rumah sakit.

Happy Reading Guys^^!

-Author POV-

Agent Park merasa kaget dengan apa yang dikatakan oleh Dokter Kim. Bagaimana mungkin rencana yang baru disusun beberapa jam yang lalu sudah mendapatkan mangsa yang di tuju? Agent Park merasa dia benar telah memilih Dokter Kim sebagai partnernya kali ini. Semua yang dikatakan oleh Dokter Kim adalah TEPAT.

Agent Park tersenyum senang. Senyum yang memiliki arti jalan menuju kemenangan. Kemenangan adalah tujuan dari Agent Park.

‘Kau memang cerdas, Dokter Kim’ batin Agent Park.

3 Hari kemudian…

Hari ini Dokter Kim akan mencoba membangunkan pasien yang bernama Park Hyuna dengan menggunakan sebuah alat kedokteran. Dokter Kim memasangkan alat – alat tersebut di kepala Park Hyuna dan berharap bahwa angka yang berada di monitor menunjukkan angka yang terus meningkat.

Semua Agent FBI yang berada di ruangan itu berdiri mengelilingi ranjang Park Hyuna, kecuali Agent Park. Dia berdiri di depan pintu ruangan dengan alasan menjaga pintu agar tidak sembarang dibuka oleh orang yang tidak seharusnya memasuki ruangan itu.

Angka yang ditunjukkan pada monitor terus meningkat, sudah menginjak angka 73 dan mata Park Hyuna mulai terbuka perlahan. Jari – jari Park Hyuna juga mulai bergerak. Dokter Kim melepaskan alat itu dan langsung memeriksa keadaannya.

“A.. air” kata Park Hyuna pelan. Dokter Kim melepaskan alat bantu pernafasan Park Hyuna. Agent Yoon membantu Park Hyuna untuk minum air.

“K.. ka.. kalian siapa?” Tanya Park Hyuna terbata – bata.

“Beristirahatlah dulu sejenak, setelah itu akan kami ceritakan siapa kami” sahut Agent Byun.

Dokter Kim keluar dari ruangan itu sambil membawa peralatan yang baru saja dipakainya. Agent Park, Agent Lay, dan Agent Byun juga ikut keluar dari ruangan itu sedangkan Agent Yoon menemani Park Hyuna. Para Agent FBI yang keluar ruangan itu mengikuti Dokter Kim di belakangnya.

“Kalian duluan saja ke ruanganku, aku ingin meminta data dulu di pusat perawat” kata Dokter Kim.

Para Agent FBI itu menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendahului Dokter Kim menuju ruangan Dokter Kim. Mereka berjalan dengan tergesa – gesa. Dan sampailah mereka di ruangan Dokter Kim.

 

-Baekhyun POV-

Aku bersama Agent Lay dan Agent Park sudah sampai di ruangan Taehyung. Kami ke sini untuk menyusun rencana bagaimana cara mengembalikan Park Hyuna pada organisasi itu. Kami melibatkan Taehyung di sini karena rekomendasi dari Agent Park.

“Mianhae aku lama” kata Taehyung yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.

“Gwenchana, cepatlah duduk kita harus mengatur rencana ini” kataku dan Taehyung langsung duduk di sebelahku.

“Ah ye, kira – kira kapan Persian akan pulih dan langsung keluar dari rumah sakit ini?” Tanya Agent Lay.

“Menurutku 3 hari terhitung dari saat ini” jawab Taehyung.

“Baiklah kalau begitu kita atur sebuah rencana untuk mengembalikan dia ke organisasi itu” sahut Agent Park.

Aku beranjak dari posisi dudukku dan berjalan menuju pintu lalu mengunci pintu ruangan Taehyung. Berjalan menuju kaca dan menurunkan tirai kaca tersebut. Rencana ini benar – benar rahasia jadi tidak ada satupun yang boleh tau kecuali Agent FBI dan Taehyung.

“Baiklah jelaskan rencananya. Sudah dapat kupastikan ruangan ini aman” kataku.

“Jadi begini, kita pura – pura mentransfer Hyuna ke rumah sakit lain karena alat dari rumah sakit ini rusak. Tapi kita tidak hanya menggunakan 1 mobil ambulans saja, melainkan kita menggunakan 3 mobil ambulans yang masing – masing di dalamnya terdapat 1 anggota FBI” jelas Agent Park.

“Baiklah, sekarang siapa saja yang berada di mobil ambulans itu?” Tanya Agent Lay.

“Yang ada di mobil ambulans pertama, Agent Byun dan Agent Yoon” kata Agent Park.

“M..wo? apa kau tidak salah eoh? Kau memasangkan aku dengan Agent Yoon sebagai partner?” tanyaku kaget.

“Itu tidak apa bukan? Kau bisa membimbing Agent Yoon untuk menjadi Agent FBI yang sangat terlatih seperti kita” sahut Agent Lay.

“Ta..tapi..” kataku yang tidak sempat menyelesaikan omonganku karena sudah di potong oleh Agent Park.

“Tidak ada tapi – tapian. Kita harus bersikap professional, arrachi?” kata Agent Park.

“Neee Agent Park” jawabku dengan sedikit malas.

“Baiklah kita lanjutkan kembali. Dan di mobil ambulans yang kedua ada aku dan Agent Lay” kata Agent Park.

“Ah nee” kata Agent Lay. “Chakkamanyo… lalu siapa yang akan ada di mobil ambulans bersama Hyuna?” lanjut Agent Lay yang baru sadar.

“Untuk itulah kita membutuhkan Dokter Kim..” kata Agent Park sambil mengangkat ujung bibir satunya.

“Mwo? Aku?” Tanya Taehyung kaget.

“Dokter Kim, kami membutuhkan bantuanmu dalam rencana kali ini, kau bisa kan berada satu mobil dengan Hyuna dan menjaga lalu menyerahkannya? Karena aku berani menjamin bahwa organisasi mereka akan bertindak lebih jauh lagi kalau mereka tahu yang bersama anggota mereka adalah Agent FBI” jelas Agent Park.

“Baiklah… tapi aku tidak tahu bagaimana cara menggunakan pistol. Aku hanya mempunyai kemampuan bela diri Taekwondo saja” kata Taehyung sedikit panikk.

“Tenang saja, kau tidak akan membutuhkan senjata apapun seperti halnya pistol. Karena kau hanya cukup mengendarai mobil ambulans itu. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi nanti, aku tahu mereka itu orang – orang yang seperti apa” jawab Agent Park.

 

-Chanyeol POV-

Mengatur sebuah rencana memanglah tidak mudah. Terlebih lagi hal ini merupakan sebuah rencana yang mengambil resiko cukup gede. Melibatkan Dokter Kim, memang sungguh berat apalagi dia tidak memiliki pengalaman soal memegang senjata atau menembakkan peluru kepada lawan. Tapi aku yakin bahwa dengan melibatkan dia dengan rencana ini akan berakhir dengan bagus.

Aku percaya pada Dokter Kim, sama halnya seperti aku percaya pada rekan FBI ku yang lain. Aku yakin dia bisa mengikuti rencana ini dengan baik dan aku anggap dia bisa menerima semua resiko yang akan dia terima nantinya.

Aku hendak keluar dari ruangan Dokter Kim bersama rekan FBI ku yang lain untuk kembali ke ruangan Hyuna. Namun aku di tahan oleh Dokter Kim, dan sepertinya aku tahu apa yang akan dia bicarakan denganku.

“Kalian duluan ke ruang Hyuna, Agent Byun, sekarang giliran shiftmu” kataku pada Agent Byun. Dan mereka membungkukkan badannya padaku.

“Apa yang ingin kau bicarakan, Dokter Kim?” tanyaku saat menutup kembali pintu ruangan Dokter Kim dan menguncinya.

“Soal yang aku beritahukan padamu sebelumnya. Sepertinya mereka sudah masuk ke dalam perangkap kita” kata Dokter Kim.

“Apa kau yakin Dokter Kim?” tanyaku.

“Aku yakin. Saat aku keluar dari ruangan memeriksa pasienku yang lain, di depan ruangan Park Hyuna berada sekarang ada seorang namja yang memakai pakaian serba hitam sedang mengintip ke dalam ruangan itu” jawabnya.

“Apa kau tau bagaimana wajahnya atau ciri – cirinya yang lebih spesifik?” tanyaku lebih pada Dokter Kim.

“Hmm. Aku tidak begitu yakin soal yang lebih mendetail, Agent Park… ah mian Chanyeol-ah. Aku hanya melihatnya dari jarak yang cukup jauh” jawabnya.

“Baiklah, apapun yang kau lihat tentangnya, tolong beritahukan padaku sekarang juga. Tentangnya” kataku meminta pada Dokter Kim.

“Umh.. arraseo. Yang aku lihat dia itu namja berpakaian serba hitam dan kulitnya juga agak hitam, aku rasa dia bukan orang Korea. Dan rambutnya tertata rapi. Ah ya dan dia tingginya tidak lebih darimu. Apa kau tahu orang itu?” tanyanya padaku.

“Aku tidak tahu kalau mereka memiliki orang seperti itu, aku rasa dia anggota baru. Tapi ciri – ciri yang kau sebutkan itu mirip sekali dengan ciri – ciri namja yang aku lihat tadi pada saat aku duduk di ujung koridor” kataku.

‘Ya.. ciri – ciri yang Dokter Kim sebutkan tadi mirip sekali dengan Kai’ bartinku.

Aku keluar dari ruangan Dokter Kim dan berjalan menuju ruangan Hyuna. Sampai depan ruangan Park Hyuna, ekor mataku menangkap sosok orang, sepertinya dia namja. Saat aku melihat ke arah namja itu, namja itu hilang dan sepertinya bersembunyi di balik tembok. Aku tersenyum sinis dengan terangkatnya ujung bibirku yang satunya.

‘Gottcha’ batinku.

Aku masuk ke dalam ruangan itu dan melihat keadaan Hyuna. Dia sedang tertidur, aku rasa dia tadi di beri obat penenang agar dia bisa beristirahat dan cepat pulih. Aku melihat jarinya bergerak dan matanya mulai terbuka perlahan.

“Agent Lay, Agent Byun, Agent Yoon… kemarilah” kataku pelan namun terdengar oleh mereka. Mereka mendekat ke araah ku dan mengelilingi ranjang Park Hyuna.

Agent Yoon membantu Park Hyuna untuk posisi duduk dan membantu melepaskan alat bantu pernafasannya. Aku akan memulai pembicaraan dengan memberikan kode kepada rekan FBI ku melalui sebuah anggukkan.

“Hyuna-ssi? Kau ingin tahu siapa kami dan dimana kau berada sekarang?” tanyaku dan dia hanya menganggukkan kepalanya.

“Kami adalah anggota FBI yang sedang bertugas di Seoul dan kau sekarang berada di ruangan VIP yang dijaga ketat oleh anggota FBI” jelas Agent Yoon dan terlihat jelas di wajah Hyuna kalau dia kaget dengan penjelasan Agent Yoon.

“Tenang, kami tau siapa dirimu yang sebenarnya Park Hyuna, kau adalah agent CIA yang sedang menyusup ke dalam organisasi itu dan menyamar di sana dengan code name Persian” sahut Agent Lay.

“Darimana kau tau semua itu?” Hyuna bersuara.

“Semua informasi tentang dirimu telah di kirimkan oleh FBI ke emailku” jawab Agent Byun sambil menunjukkan ponselnya.

“Kami mempunyai tujuan yang sama denganmu, jadi maukah kau bekerja sama dengan kami?” tanyaku.

“Bekerja sama?” tanyanya bingung.

“Ne, kerja sama. Tentunya kami para Agent FBI sudah memiliki rencana dan aku harap kau mau bergabung dalam rencana kami” jawabku.

“Baiklah apa rencana kalian?” tanyanya.

“Kami akan mengembalikanmu ke organisasi itu” sahut Agent Yoon.

“Mwo? Aku harus kembali ke organisasi itu?” tanyanya kaget.

“Ne… bukannya kami ingin memanfaatkanmu, tapi hanya kau yang bisa dan hanya kau yang akan di percaya oleh Golden” kataku.

“Bagaimana kau bisa tau akan hal itu?” Tanya Hyuna padaku.

“Dia tau karena dia adalah mantan anggota organisasi itu” sahut Agent Lay. “Dia di kirim oleh FBI untuk menyusup ke dalam organisasi itu dan setelah setahun dia kembali ke FBI karena kedoknya sudah hampir ketauan” lanjut Agent Lay.

“Tunggu… kau adalah mantan anggota organisasi itu? Apa kau namja dengan code name wolf?” tanyanya lebih detail dan aku hanya mengangguk.

“Jadi kau orang itu? Kau menjadi bahan perbincangan di dalam organisasi itu karena keahlianmu memakai senapan yang mampu membidik sejauh 700 yard… daebak!!” katanya semangat. “Tapi yang aku dengar sekarang namja itu telah tewas karena sebuah kecelakaan… tidak aku sangka orang itu ternyata masih hidup dan dia adalah Agent FBI” lanjutnya.

“Memang benar semua yang kau katakan. Kami memalsukan kematian Agent Park dan menarik dia kembali ke markas” sahut Agent Byun.

“Baiklah… sekarang bagaimana cara aku kembali ke organisasi itu?” tanyanya.

 

-Jongin POV-

Aku sudah kembali ke markas setelah melakukan beberapa penyelidikan di rumah sakit itu untuk meyakinkan diriku sendiri. Aku rasa Golden akan senang dengan berita yang akan aku beri tahukan padanya. Aku berjalan menuju ruangan yang menjadi ruangan istirahat Golden.

Aku mengetuk pintu ruangan itu. Dan seseorang membuka pintu itu.

“Apa Golden ada di dalam, Owl?” tanyaku.

“Ada, tapi dia sedang minum soju. Kau ingin menemuinya?” tanyanya dan aku hanya menganggukkan kepala. Lalu Owl membukakan pintu untukku.

“Mianhae mengganggu waktu minum soju mu, Golden” kataku sambil membungkukkan badanku.

“Berita apa yang akan kau beritaukan padaku?” Tanya Golden.

“Para Agent FBI menyusun sebuah rencana untuk mengembalikkan Persian ke organisasi ini. Sepertinya mereka tidak memiliki rasa takut sama sekali terhadap kita” kataku.

“Sebelum mereka mengembalikan Persian kepada kita, kita harus merebut Persian kembali. Jangan sampai para FBI tau markas kita. Tolong panggilkan Crocs dan juga Worm” perintah Golden pada Owl.

“Ye sajangnim” kata Owl.

Aku menunggu di ruangan Golden karena Owl sedang memanggil Crocs dan juga Worm. Tentunya kami juga akan membuat rencana untuk merebut kembali Persian dari FBI. Tak lama aku menunggu, datanglah orang – orang yang diminta oleh Golden.

“Sajangnim, semuanya sudah berada di sini” kata Owl di hadapan Golden.

“Baiklah kita atur rencana untuk merebut kembali Persian dari tangan FBI” kata Golden.

“Husky, apa rencana mereka? Beritahukan pada kami apa saja yang kau dapatkan dari penyelidikanmu selama di rumah sakit itu” perintah Golden.

“Baiklah. FBI berencana untuk mengembalikan Persian pada kita dengan tak tik mentransfer Persian ke rumah sakit yang lain. Mereka menggunakan 3 mobil ambulans, untuk pastinya dimana posisi mana Persian akan bersama mereka aku belum tahu. Sejauh ini mereka akan melakukan rencana itu siang ini” jelasku pada semuanya.

“Baiklah. Sekarang kita bagi posisi. Husky kau mengikuti mobil ambulans yang keluar pertama dari rumah sakit. Crocs kau mengikuti mobil ambulans yang kedua dan kau Worm, kau mengikuti mobil ambulans yang terakhir keluar dari rumah sakit. Sekarang kalian bersiap – siap di sekitar rumah sakit. Dan Owl, kita juga bersiap – siap” perintah Golden pada kami.

“Siap sajangnim!” jawab kami serempak.

 

-Taehyung POV-

Hari ini merupakan hari yang sungguh menegangkan! Hari ini adalah hari berjalannya rencana untuk mengembalikan Hyuna ke organisasi itu. Aku bukanlah anggota FBI yang terlatih, tapi aku adalah seorang dokter, dokter bedah! Apa mereka sudah gila? Mereka memintaku yang menjaga Hyuna. Sudah pasti ambulansku yang akan menjadi sasaran utama. Aku tidak memiliki keahlian apapun, memegang senjata saja pun aku tidak mengerti.

“Bagaimana? Apa semuanya sudah siap?” Tanya Agent Park.

“Siap Agent Park!” jawab semuanya berbarengan.

“Dokter Kim, kau pakailah ini di balik kemeja mu itu” kata Agent Park sambil menyerahkan rompi anti peluru FBI padaku.

“Ah ye” jawabku menerima rompi itu lalu aku pakai.

“Hyuna-ssi… ingat rencana kita. Berpura – pura lah kau memukul kepala Dokter Kim, lalu kau kabur dari mobil ambulans itu” kata Agent Yoon.

“Mwo?! Memukul kepalaku?!” teriakku kaget setelah selesai memakai rompi anti peluru milik FBI.

“Tenang saja, Taehyung-ah. Itu untuk mengelabui mereka, agar mereka percaya kembali pada Persian” sahut Agent Byun.

“Ah baiklah. Tapi kau harus bertanggung jawab kalau terjadi apapun padaku!” jawabku pada Agent Byun.

“Tenang saja, sahabatku!” rangkul Agent Byun padaku.

Akhirnya kami semua menuju parkiran rumah sakit dan masuk ke mobil ambulans. Ambulans yang kami naiki ini sudah mulai keluar satu persatu. Sekarang giliranku yang keluar dari rumah sakit ini.

“Mianhae, Dokter Kim. Karena aku kau harus ikut dalam rencana ini” sahut Hyuna.

“Gwenchana. Bagaimanapun kau adalah pasienku dan kau adalah tanggung jawabku” kataku sambil fokus menyetir.

“Baiklah. Dan aku rasa kita mulai di ikuti oleh organisasi itu. Bersiaplah kau” kata Hyuna.

“Agent Park, Agent Byun, Agent Lay, Agent Yoon. Aku rasa aku di ikuti oleh mereka. Aku harus apa?” kataku melalui sebuah alat yang di pasangkan padaku, seperti walkie talkie. Bentuknya seperti badge, mereka memanggilnya FBI Badge.

“Kau tenang sajalah, aku akan mulai menyusulmu. Sepertinya mereka sudah tau bahwa Persian ada bersamamu” sahut Agent Lay.

Aku menyetir mobil ambulans ini dengan tenang, tetapi jantungku berdegup tak karuan. Hingga pada saat mobil ambulans ini berada di sebuah jalanan yang cukup sepi dengan sawah di sepanjang jalanan.

“Mianhae Dokter Kim!!” teriak Hyuna dan dia langsung memukul kepalaku seperti rencana yang sudah di buat.

Mobil ambulans ini menabrak pembatas jalan yang membatasi jalan raya dengan sawah. Aku rasakan kepalaku sangat sakit dan banyak darah yang keluar dari pelipisku. Aku melihat salah satu anggota mereka mulai mendekati mobil ini dan aku melihat dia menaruh sebuah benda yang dapat aku perkirakan itu adalah sebuah bom. Dengan cepat aku langsung keluar dari mobil ambulans ini dan bersembunyi di sawah.

DUAARRR…

Aku lihat mobil ambulans itu meledak tidak karuan. Dan mobil ambulans yang dikendarai oleh Agent FBI pun mulai berdatangan. Tidak hanya mobil ambulans yang datang, melainkan mobil anggota organisasi itu juga datang bersama dengan mereka.

Agent Byun dan Agent Yoon langsung mencariku, sedangkan Agent Park dan Agent Lay sedang adu tembak dengan organisasi itu. Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas karena pandanganku sudah mulai kabur.

“Taehyung-ah!” teriak Agent Byun, sahabatku.

“Agent Byun! Dia disini!” teriak Agent Yoon yang sudah melihatku di sawah – sawah.

“Taehyung-ah, gwenchanayo?” Tanya Agent Byun sangat khawatir.

“Nee Baekhyun-ah, bagaimana dengan Hyuna? Apa dia sudah kembali pada mereka?” jawabku dengan menguatkan diri untuk berbicara.

“Kau jangan banyak berbicara, pabo! Kau tidak tau kondisimu seperti apa eoh?!” kata Agent Byun.

“Haha, kau terlihat sangat khawatir sekali denganku” jawabku dan pandanganku mulai berwarna hitam dan aku tak sadarkan diri.

 

-Author POV-

Dokter Kim sudah tak sadarkan diri sekarang. Agent Byun dan Agent Yoon mulai membopong Dokter Kim menuju mobil ambulans yang letaknya agak jauh dari lokasi adu tembak ini. Agent Yoon membuka pintu ambulans itu dan Agent Byun menidurkan tubuh Dokter Kim pada ranjang di mobil ambulans itu.

“Biar aku saja yang melakukannya, Agent Byun” kata Agent Yoon dan Agent Byun hanya menganggukkan kepalanya.

Agent Yoon mulai mengambil kapas dan alcohol untuk membersihkan darah yang ada di pelipis Dokter Kim dan tangan Dokter Kim. Dengan hati – hati dan teliti, Agent Yoon membersihkan darah – darah itu. Setelah di kiranya cukup dan darah sudah menghilang, dia mulai mengambil perban lalu membalutkannya pada kepala Dokter Kim dan tangan Dokter Kim.

“Agent Byun, kau bisa menjaganya eoh?” Tanya Agent Yoon. “Aku ingin membantu Agent Park dan Agent Lay, sungguh tidak adil jika 3 lawan 2, aku akan membantu mereka” lanjut Agent Yoon dan langsung turun dari mobil ambulans itu.

DORR DORR DORR…

“YA! Mengapa kau di sini eoh?” Tanya Agent Lay kaget.

“Aku akan membantu kalian. Tidak usah khawatirkan aku, aku sudah cukup terlatih di markas pusat” jawab Agent Yoon.

“Kalian bereskan yang ada di sini, aku akan membereskan yang satu itu, dia sangat mahir sekali menggunakan senjata. Berhati – hati lah!” sahut Agent Park lalu berlari mengikuti anggota yang kabur itu.

“YA! Beraninya kau mengambil Hyuna dari FBI!” teriak Agent Park dari jarak yang agak jauh dari anggota organisasi itu.

Anggota organisasi itu membalikkan badannya dan membisikkan sesuatu pada Persian. Lalu Persian pergi dan dia berjalan perlahan menuju Agent Park.

“Stop! Stay there!” kata Agent Park dan menodongkan pistolnya ke arah anggota itu. Namun anggota itu masih tetap berjalan ke arah Agent Park. Dan membuka kacamata hitamnya.

“Long time no see, Agent Park. Or can I call you, Chan-ah?” kata anggota itu.

“K… Kai-ya…” jawab Agent Park kaget lalu menurunkan pistolnya.

“Ternyata kau sudah menjadi anggota FBI eoh? Sesuai dengan cita – citamu dulu” kata Jongin sambil tersenyum sinis dan menatap tajam Agent Park.

“W.. Waeyo, Kai-ya? Waeyooo?!!” teriak Agent Park.

DOOORRR…

Agent Park tertembak di lengan kirinya, seketika Agent Park langsung terduduk lemas sambil menahan darah yang keluar dari lengan kirinya. Dilihatnya teman masa kecilnya itu pergi meninggalkannya. Agent Park sungguh tidak menyangka bahwa musuhnya adalah teman masa kecilnya.

 

TO BE CONTINUE…

Annyeong^^! Gimana sama chapter 3 nya ini? Bikin greget ga? Hahaha. Jangan lupa komentarnya atau likenya sebagai bentuk apresisasi kalian terhadap FF buatan author~

Ah iya, masih penasaran ga nih sama kelanjutannya?

Apa Chanyeol akan menjadi benci pada teman masa kecilnya, Kai? Apakah Taehyung akan mengalami trauma karena kejadian yang baru saja di alaminya?

Kini Persian sudah kembali ke organisasi itu, apa yang akan Persian lakukan selanjutnya di dalam organisasi itu? Dan bagaimana dengan FBI dan seluruh rencana yang sudah FBI susun dengan rapi?

Ada yang mau main tebak – tebakan sama author? ._. kalo ada coba jawab pertanyaan author di atas lewat komentar kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s