Vampire Flower (Part 1)

vampire-flower-fluffeun

Poster ©rosaliaocha

Vampire Flower

(1/6)

.

Fluffeun

.

Jin (BTS) as Louis / Jin || OC as Sooyeon / Lacrea || Suga (BTS) as Reka / Suga

Jaehyung (A-JAX) as Baekhan || Kevin (U-KISS) as Akan || Yamazaki Kento as Lacronus / Harim

.

Romance, fantasy, sad || PG-13 || Chaptered

===000===

Di suatu malam yang mencekam, Sooyeon sedang berjalan sendirian menuju rumahnya. Meski perasaannya was – was, ia tetap nekat berjalan melewati gang yang sempit dan sepi itu. Tanpa ia sadari, 2 orang berbaju hitam tampak mengikuti Sooyeon. Setelah ia menyadari ia diikuti, Sooyeon langsung lari untuk keluar dari gang. Ia menoleh kebelakang dan menemukan 2 orang itu sudah menghilang. Namun, saat ia berbalik, secara ajaib 2 orang itu sudah ada di depannya.

“Nuguseyo??”

Orang itu tak menjawab. Ia mengeluarkan pisaunya untuk menikam Sooyeon. Sooyeon hanya berteriak dan jongkok sembari menutup telinganya.

BUG!! BUAG!!

Sooyeon memberanikan diri membuka matanya. Ia melihat 2 orang tadi sedang dihajar oleh seseorang yang juga berbaju hitam.

“Gamsahamnida..”

Orang berbaju hitam yang menolong Sooyeon hanya menatapnya lalu berlalu.

Sooyeon yang  bingung mengendikan bahu sambil berlalu.

Keesokan harinya, Sooyeon sedang asyik menyendiri di kelas sambil mendengarkan lagu lewat headsetnya. Tanpa ia sadari, ada seorang pria yang masuk ke kelasnya sambil memakai topeng vampir. Perlahan lahan, pria itu mendekati Sooyeon.

“AAA!!!”

Sooyeon berteriak karena kaget melihat topeng menyeramkan itu. Ia memukul kepala orang itu.

“Apa yang kau lakukan eoh?? Kau mau melihatku mati ketakutan??!!”

Pria itu ternyata teman Sooyeon yang bernama Moonyoung. Moonyoung hanya tertawa kecil sambil terus menggoda Sooyeon

“Lihat aku!! Aku adalah vampir peminum darah!!”

“Ya!! Kau lebih mirip badut tua daripada vampir!! Satu lagi, kau masih percaya vampir itu ada?? Bacalah buku pelajaran dan berhentilah menonton film vampir” kata Sooyeon sambil memakai tasnya lalu pergi.

“YA!! Kang Sooyeon!! Tunggu aku!!”

Di luar, Moonyoung terus saja mengejar Sooyeon

“Ya!! Kang Sooyeon!!”

“Tsk!! Waeyo??!! Berhenti mengikutiku dan pulang ke rumah!!”

“Wae?? Aku kan ingin bersamamu” kata Moonyoung sambil mendekat ke arah Sooyeon namun ditahan Sooyeon dengan kedua tanganya

“Berani mendekat, kau akan SSSSHHH!!!” kata Sooyeon sambil menirukan gaya menggorok leher sendiri.

Moonyoung mempoutkan bibirnya. Sooyeon hanya menggelengkan kepalanya dan meninggalkan Moonyoung

“Aishh!! Apa apaan ini??!!” kata Moonyoung sambil membuang topeng vampir miliknya dan berlari mengejar Sooyeon.

Setelah kepergian Moonyoung, seseorang memungut topeng yang tadi dibuang oleh Moonyoung. Pria itu memakainya dan bergaya seolah olah ia vampir. Namun ia dilempar sepatu karena tingkahnya yang aneh

“Ya!! Ahjusshi!! Berhenti bertingkah konyol eoh??”

Pria itu melepas topengnya dan terlihat bahwa hidungnya berdarah.

“Tsk!! Siapa yang bilang jika vampir itu bohong??” kata Ahjusshi itu sambil menyeringai. Bola matanya yang tadinya coklat berwarna merah.

Pria itu akhirnya pergi sambil memungut topeng yang ditemukannya di jalan.

Sooyeon pergi ke toko bunga miliknya. Karena orang tuanya sudah meninggal, toko bunga itu di titipkan kepada tetangganya yang bernama Lee Hana.

“Hana eonni!!!”

“Ah..kau datang!! Bagaimana sekolahmu??”

“Baik eonni!!”

Tak lama kemudian, Moonyoung datang dan menyusul Sooyeon.

“Sooyeon!!”

“Aishhh!! Kau itu!!! Kenapa mengikutiku??!! Sudah kubilang kau pulanglah sana!!”

“Aku kan ingin menemanimu!!”

“Tidak usah!! Lagi pula kan aku bersama Hana eonni”

“Ya!! Kau lihat eoh!! Toko bunga ini menjadi sepi semenjak dipegang wanita ini!! Lagipula kalau kau bersama dia, kau yang ada hanya menjadi angin karena dia selalu menggoda pria pria. Dia juga yang membuat para wanita malas kesini”

“YAISHH!!! SEJAK KAPAN AKU BEGITU EOH??!! SINI KAU!!” kata Hana eonni sambil memukul pantat Moonyoung

“YA!! LEPASKAN AKU!!”

Sooyeon yang melihat itu hanya tertawa. Moonyoung mengambil setangkai bunga mawar dan memberikannya ke pada Sooyeon.

“Kau makan dirumahku saja!! Kau kan sendirian, aku khawatir karena tidak ada yang memasak untukmu”

“Sudahlah. Lagian Hana eonni juga memberiku makanan. O ya, jangan kau pegang batangnya, nanti kau terluka”

“Ayolah makan di tempatku saja!!”

“Berikan itu padaku Park Moonyoung!!! Sampai kapanpun aku tidak akan makan ditempatmu!!”

Mereka masih tetap bersikeras hingga Sooyeon merebut bunga itu dengan paksa. Alhasil, jari Sooyeon terluka dan darahnya menetes ke lantai.

“AH!! Kau berdarah!! Tisu!! Tisu!!”

Sooyeon yang kesal segera pergi dari toko bunga itu meninggalkan Moonyoung yang kebingugan mencari tisu. Di sisi lain, seorang pria misterius terlihat berhenti di depan toko bunga Sooyeon. Saat Sooyeon keluar dari toko bunga, pria itu mengamatinya sambil terkejut

“Bau apa ini?? Kenapa rasanya manis??”

Hana yang melihat pria itu langsung tersenyum cerah dan menghampirinya

“Ahh.. kau di sini!! Lama tak bertemu, Louis!! Mau cari bunga lain??”

“Siapa gadis yang barusan keluar itu??”

“Gadis?? Maksudmu Sooyeon??”

“Mwo?? Sooyeon??”

“Iya. Dia itu pemilik asli dari toko ini. Orang tuanya meninggal dan mereka menitipkan toko ini padaku. Aku yang menjaganya”

Louis mengangguk angguk mengerti. Ia masuk dan menelusuri toko bunga ini. Ia terus mencari sampai akhirnya berhenti di tempat yang emrupakan sumber bau itu. Ia meletakkan tangannya ke lantai yang terdapat darah Sooyeon dan menciumnya

“Manis. Tidak salah lagi, dia yang aku cari”

Di sebuah ruangan yang gelap, terlihat Louis dan 2 orang pria sedang berbicara serius

“Aku sudah menemukan orangnya”

“Lalu, apa rencana tuan??”

“Kalian cari gadis bernama Sooyeon itu dan tunjukan padaku dimana ia tinggal”

“Di mana kami harus mencarinya??”

“Daewon High School. Kalian pergi ke sana dan cari Sooyeon”

“Baik, tuan. Segera kami laksanakan”

2 orang itu lalu hilang bak debu meninggalkan Louis yang merenung seorang diri.

Keesokan siang, 2 orang yang kemarin bersama Louis sedang mengamati dengan seksama di luar sekolah

“Apa kau yakin jika gadis itu bersekolah di sini??”

“Aku sih yakin. Kau tau kan perkataan Tuan tidak pernah salah??”

“Baekhan?? Akan??”

Mereka berbalik dan beradu pandang dengan seorang pria yang memanggil namanya

“Oh!! Tuan Azriel!!”

“Ternyata kalian ke sini. Apa kalian bersama Louis?? Di mana dia??”

“Tuan sedang berada di mansionnya”

“Lalu, ada perlu apa kalian ke sekolah ini??”

“Kami mencari gadis bernama Sooyeon, apa tuan tau??”

“Sooyeon?? Maksudmu gadis ma—“

“YA!! SOOYEON!!”

Mereka bertiga menoleh. Terlihat Sooyeon sedang menghindari Moonyoung

“Ya, Sooyeon!! Kang Sooyeon!!”

“Aishh!! Bisakah kau tidak mengangguku??!! Pulang sana!! Aku tidak mau tau, jika ibumu mencarimu, aku akan bilang padany bahwa kau mati tertabrak truk!!”

Baekhan dan Akan mengamati name tag yang ada di seragam Sooyeon. Tertera Kang Sooyeon di sana.

“Dia manis…”

“Jadi itu orangnya…”

Azriel hanya tersenyum.

“Ya.. dialah orangnya. Sejak aku dan Tetua di sini, kami bisa merasakan bahwa hanya dia yang memiliki darah spesial diantara semua siswa”

“Begitu. Baiklah, tuan Azriel. Kami ingin undur diri. Kami harus mengikuti gadis itu”

“Jadi, Louis benar benar menjalankan misinya??”

“Begitulah. Kami undur diri. Salam..”

“Hati hatilah kalian..”

Baekhan dan Akan pun menghilang. Azriel pun tersenyum.

“Semoga berhasil, Louis. Aku tau kau bisa.. anak itu spesial.. kuharap kau bisa menjaganya”

Di depan rumah Sooyeon, Moonyoung masih berseteru dengan Sooyeon. Moonyoung memaksa masuk ke dalam rumah Sooyeon namun dihalangi Sooyeon.

“Ya!! Biarkan aku masuk!!”

“Tidak!! Sekarang kau pulang!! Pulang kubilang!!!”

“Aku ingin menemanimu eoh!!”

“Yak, Park Moonyoung!!! Kita ini sudah dewasa!! Apa kata tetanggaku jika ada laki laki masuk ke dalam rumahku!! Aku ini sendirian tau!!”

“Apa salahnya?? Tidak apa kan?? Toh mereka juga tau aku siapa!!”

Sooyeon mendecak kesal. Ia melirik ke arah kaki Moonyoung yang menahan pintu dan tersenyum

“Kalau kau tidak mau pergi, janga salahkan aku jika kakimu aku patahkan!!”

“Ya!! Kau—“

“1!!”

“YA!! KANG SOOYEON!!”

“2!!”

“Aishh!!”

“3!!”

Bersamaan dengan itu, Moonyoung menarik kakinya sehingga pintu menutup sempurna

“PULANGLAH!!!”

Moonyoung hanya memandang Sooyeon dengan kesal

“Aishh!! Lihat kau besok!!”

Moonyoung pun pergi meninggalkan rumah Sooyeon. Dari jauh, Louis berserta Baekhan dan Akan terus memperhatikan rumah itu

“Itu rumahnya??”

“Benar tuan”

“Baiklah” kata Louis lalu berjalan menghampiri rumah itu. Di dalam rumah, Sooyeon melempar tasnya ke arah sofa.

“Aishh.. mimpi apa aku punya sahabat sepertinya”

TOK TOK TOK!!

Sooyeon memandang ke arah pintu dengan kesal. Dipikirannya sudah tergambar wajah Moonyoung. Dia berjalan ke luar untuk memarahi Moonyoung

“YA!! SUDAH KU BILANG JANGAN—“

Sooyeon terdiam. Ternyata yang datang ke rumahnya bukan Moonyoung, tapi Louis

“Nuguseyo??”

Louis hanya terdiam sambil sesekali melihat ke dalam.

“Nuguseyo??”

“Kau Sooyeon??”

“Benar. Ada apa ya?? Sepertinya kita belum saling mengenal”

Tanpa banyak bicara, Louis langsung menerobos masuk ke dalam rumah Sooyeon.

“Ya!! Ini rumahku eoh??!! Kenapa kau bisa seenaknya menerobos rumah orang??!!”

Louis tidak perduli. Ia terus berkeliling di setiap sudut rumah. Di rumah tengah, Louis menemukan pakaian dalam Sooyeon yang berserakan.

“Tidak mengherankan, kau tidak seorang diri. Rumahmu berantakan sekali” kata Louis sambil mengangkat pakaian dalam Sooyeon.

Sooyeon yang panik hanya berlari mengambilnya. Namun karena kakinya terpeleset, ia menabrak Louis hingga mereka jatuh bersama di sofa. Sooyeon menatap mata Louis. Mata coklat Louis sempat berubah menjadi merah saat menatap Sooyeon

“K-kau…vampir??”

“Begitulah, nona Kang”

Sooyeon yang masih syok akhirnya berjalan ke kamarnya untuk menaruh pakaian dalamnya di laci. Louis masih terus mengikutinya

“YA!! AKU TIDAK TAU SIAPA KAU TAPI KAU MASUK KE RUMAH ORANG SEENAKNYA!! DASAR VAMPIR KURANG AJAR!!!”

Mata Louis berkilat merah. Didorongnya tubuh Sooyeon hingga terhempas di tempat tidur. Louis segera mengunci tubuh Sooyeon agar tidak bisa bergerak

“YA!! Pergi kau!!! Jauh jauh dariku!!”

“Aku akan pergi tapi ada syaratnya”

“APA??!!”

“Carikan aku bunga vampir dan kau akan bebas”

“Bunga vampir?? Apa itu??”

“Jangan pura pura tidak tau!! Bukankah kaummu yang mengambil bunga itu??”

“Aku tidak tau bodoh!!”

“Baiklah. Carikan aku bunga itu!! Jika kau cepat menemukannya, semakin cepat kau bebas”

Sooyeon menatap kesal kearah Louis.

“Ahh.. perkenalkan, aku Louis. Mulai hari ini, aku akan tinggal di rumahmu untuk mengawasimu”

“MWO??!!”

TBC

 

Huaaaa!! Annyeong chingudeul!!! Mian aku jarang update karena kesibukan dan rutinitas yang sangaaaaaat padaaatt!!!

Buat yang tanya gimana perkembangan My Sister is School Queen, aku usahain aku post setelah ff aku yang Best Friend rilis… so stay tune!!!

Makasih juga buat yang udah dukung aku selama ini, berkat kalian aku jadi semangat berkarya.

Sekali lagi makasih!!

5 responses to “Vampire Flower (Part 1)

  1. Aku selalu suka cerita vampir, dan cerita vampir flower selalu bikin Aku penasaran, semangat ya min.. Aku pengen tau lanjutannya.. 😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s