BOYS – Mom

all-about-boys

Quinniechip’s Present

BOYS – Mom

Pria sejati adalah pria yang mencintai ibunya lebih dari wanita manapun

Starring by FT Island’s Jaejin & Sistar’s Bora

A Romance Drabble for Teenanger with Parental Guidance


Bora tahu bahwa ikutnya Jaejin dengannya hari ini ke mall adalah salah satu cara Jaejin untuk lebih dekat dengannya. Bora bahkan semua juga tahu jika Jaejin menyukainya karena Jaejin sudah dengan sangat jelas menunjukkannya.

Tujuan awal Bora pergi ke mall hari ini adalah mencari kado untuk sahabat Bora yang akan berulang tahun dua hari lagi. Tapi, setelah Bora menyinggung bahwa besok adalah tanggal 22 Desember dan bertepatan dengan hari ibu, Jaejin seperti lupa dengan tujuan awal mereka. Jaejin justru sibuk berkeliling mencari hadiah yang cocok untuk ibunya. Dan entah mengapa, Bora justru mengikutinya.

“Mengapa aku bisa lupa jika besok adalah tanggal 22.”

“Sejak kapan kau pernah ingat hari dan tanggal.” Sahut Bora.

Jaejin menggaruk kepalanya bingung, “Aku beli apa, ya, untuk eomma?”

“Bunga sepertinya tidak buruk.”

Bora tahu jika Jaejin sangat menyayangi ibunya. Walaupun terlihat dingin di luar, tapi Jaejin akan berubah menjadi anak lelaki yang manja saat berhadapan dengan ibunya.

Saat itu Bora tak sengaja bertemu dengan Jaejin dan ibunya yang sedang makan berdua di warung pinggir jalan. Awalnya Bora juga bingung saat melihat sikap Jaejin di depan ibunya, tapi saat mengetahui bahwa Jaejin adalah anak tunggal yang hanya tinggal berdua dengan ibunya, Bora maklum dengan sikap manja Jaejin. Bukan sikap manja berlebihan yang menyebalkan tentunya, tapi sikap manja yang menunjukkan kasih sayang anak kepada ibunya.

“Bunga apa yang harus aku berikan?”

Jaejin kembali bingung saat mereka sampai di toko bunga, “Bunga mawar? Atau bunga kamboja?”

Bora memukul lengan Jaejin pelan, “Kau mau diusir dari rumah dengan memberikan bunga kamboja pada eomma? Bunga kamboja itu lambang kematian, Jaejin-ah.”

Jaejin hanya tersenyum polos tanpa rasa bersalah. Jaejin tidak bercanda, karena ia benar-benar tidak tahu jika setiap bunga memiliki makna.

“Lalu apa?”

Bora tampak berpikir sambil terus berkeliling melihat setiapa bunga dan Jaejin masih setia mengekor di belakangnya.

“Ah, sepertinya bunga krisan ini bagus juga.”

“Aku pesan sebuket bunga krisan putih, ya.” Tanpa basa-basi Jaejin langsung memesan ide yang baru saja dilontarkan Bora.

Bora hanya menatap datar pada Jaejin, “Bunga krisan itu bermakna kebahagian, dan kau mau membeli sebuket bunga dengan warna sedatar itu?”

“Harus warna-warni, ya?” Tanya Jaejin polos, “Tidak, ah! Norak.”

“Tidak akan. Percaya padaku bahwa eomma akan menyukainya.”

Akhirnya Jaejin hanya menurut dan mengiyakan kata-kata Bora. Daripada salah lagi, Jaejin menyerahkan pesanannya pada Bora. Ia hanya tinggal membayar jika pesanannya sudah selesai.

Selesainya membeli bunga, Jaejin mengantar Bora pulang. Sebagai calon kekasih –Jaejin harap begitu– yang baik, Jaejin tidak akan melepaskan seorang gadis di halte bus dan pulang dengan kendaraan umum sendirian.

Tapi sejak awal perjalanan pulang tadi, seperti ada sesuatu yang mengganjal. Seperti ada yang terlupakan. Jaejin berusaha mengingat tapi hasilnya nihil.

“Terimakasih sudah mengantarku.” Ucap Bora sebelum membuka pintu pagar rumahnya.

“Em, Bora-ya.” Panggil Jaejin, “Sepertinya ada sesuatu yang terlupakan, tapi aku tidak ingat itu, kira-kira kau tahu tidak?”

Bora hanya tersenyum simpul, “Tidak ada. Sudah pulanglah.”

Jaejin hanya mengangguk dan pulang masih dengan rasa penasarannya.

“Untuk apa kau di sini?”

“Mengantarmu mencari kado untuk Dasom.”

Sekilas percakapan yang mereka lakukan sepulang sekolah tadi seketika mucul dalam ingatan Jaejin.

Ah! Kini ia ingat apa hal yang telah dilupakannya! Tujuan awalnya pergi ke mall bukan membeli bunga untuk ibunya, tapi menemani Bora mencari kado untuk ulang tahun Dasom. Dasar bodoh! Tapi mengapa Bora tidak mengingatkannya, ya..

Setelah menghentikan kendaraannya sejenak, Jaejin mengirim pesan untuk Bora tanpa basa-basi lagi lagi.

To : Bora

Bora-ya, maaf, aku lupa jika seharusnya kita mencari kado untuk Dasom, bukannya mencari hadiah untuk eomma..

Tidak perlu menunggu waktu lama untuk menunggu balasan dari Bora. Satu menit belum berlalu dan sebuah pesan masuk tertera di notifikasi ponsel Jaejin.

From : Bora

Tidak apa-apa. Aku juga senang bisa menemanimu mencari kado untuk eomma. Kau tahu tidak, pria sejati adalah pria yang mencintai ibunya lebih dari wanita manapun. Benar-benar tipeku!

Dan satu momen lagi, menumbuhkan kepercayaan diri Jaejin untuk mendapatkan hati Bora.

kkeut!

SPECIAL MOTHER’S DAY! YUHUUUU~ AKU SAYANG MAMA ❤ /udah lewat duah hari gapapalah ya :’)

COMMENT PLEASE! SARANNYA JUGA BOLEH KOK~ LOVE YA ALL (づ。◕‿‿◕。)づ (♥͡З♥͡)

12 responses to “BOYS – Mom

  1. Ada jaejiiiiinnnn uwaaaa!!
    Hahaha saking sayangnya sama mamanya sampe lupa mau ngapain sama gebetan sendiri, tapi malah bawa berkah ya~ emm
    Nice story!

  2. shock.. ada jaejin disini..
    humm bora kenapa ga kasih kado juga wat jaejin yg ultah tgl 17 desember?? oh embe q sayang, upss maksud’y jaejin q sayang sweet banget kamu🙂

    ciyeee yg cinta’y di bales sama bora…

  3. hee iya ya..
    ya se engga’y bora pan tau kalo jaejin suka dy, n dy jg punya perasaan yg sama..🙂 #malah_ngatur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s