Different Side – 1-

index

Title       : Different Side

Cast       : Kim Jongin (EXO), Hong Semi (OC)

 

Terjebak didalam suatu kondisi dimana kita hanya dapat menjadi pendengar dan memendam rasa yang kita miliki sangatlah tidak menyenangkan. Hati ini terasa seperti tersayat-sayat dan sulit untuk mengungkapkan kata-kata. Terkadang, bibir ini secara terpaksa harus melengkungkan sebuah senyuman. Mata ini secara terpaksa harus menahan air mata yang bisa mengalir begitu saja. Itulah kehidupan yang aku jalani, hidup yang harus kutempuh karena mencinta seseorang yang tidak sepatutnya aku cintai.

Aku mencintai dirinya… Seorang laki-laki yang mungkin secara level tidak jauh berbeda dariku atau bisa dibilang kami berada didalam level yang sama sehingga level bukanlah hal yang menjadi penghalang. Yang menjadi penghalang adalah dirinya yang sudah memiliki tambatan hati dan walaupun mereka belum memiliki status yang jelas dalam hubungan tersebut. Mereka sudah sama-sama saling mengetahui perasaan mereka, mereka memilih untuk menjalankan hubungan tanpa status yang hanya akan didasari oleh komitmen untuk saling menjaga benih-benih cinta yang sudah tumbuh.

‘TRING’

‘TRING’

‘TRING’

Ponselku berbunyi.. Aku melirik kearah jam dinding dan menyeritkan dahiku. Siapa yang menghubungiku di tengah malam seperti ini? Aku mengambil ponselku dan membuka pesan yang ada. Pesan tersebut datang dari dirinya..

 

Jongin : SemSem… Kapan kau akan mengajariku lagi?

Jongin : Kita sudah mau ujian TT.TT

Jongin : aku masih belum bisa apa-apa..

 

Aku menghela nafasku.. Lagi-lagi dia hanya mencariku karena dia membutuhkanku. Tapi syukurlah berarti masih ada alasan untukku menghubunginya tanpa harus dicurigai kalau aku memiliki rasa padanya.

 

Semi : Aku bebas kapan saja..

Jongin : Semsem tidak pergi liburan?

Semi : Tidak…. Semuanya sibuk, aku sendirian dirumah. Jonghyun Oppa juga sibuk jadi tidak ada yang bisa diajak untuk pergi liburan.

Jongin : Poor Semsem…

Semi : (punch)(punch)

 

Aku meletakkan ponselku di ranjang secara sembarangan lalu aku pun membaringkan tubuhku dan memejamkan mataku. Aku terlarut dalam bayang-bayangku tentang dirinya. Sosok seorang senior yang pada awalnya menurutku akan sangat sulit untuk bergaul dengannya karena memang diriku yang tidak begitu pandai bergaul dan juga karena dia adalah senior yang cukup terkenal? Aku tidak menyangka kalau malah pada akhirnya aku jatuh cinta pada dirinya.

 

  • Flashback

“Semi… Apakah kamu akan ikut acara penerimaan anggota baru klub band?” Tanya temanku, Yura.

“Entahlah Yura, sebenarnya aku malas sekali untuk ikut. Bahkan untuk bergabung dalam klub band saja aku terpaksa tau.” Ujarku sembari memainkan game di ponselku.

“Tapi kan tidak ada salahnya untuk ikut, lagian acara ini kan asik bukan seperti latihan-latihan kepemimpinan yang menyeramkan itu.” Ujar Yura sembari merangkul tanganku.

“Tetap saja… Aku tidak ingin.. Kau kan sudah berhasil memaksaku untuk masuk kedalam klub band sekarang jangan paksa aku untuk mengikuti acara penerimaan anggota baru.” Ujarku yang pada akhirnya membuat Yura setidaknya menyerah untuk saat ini. Yura pun bangkit berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkanku sendiri duduk di meja kantin.

“Apa dia marah?” gumamku sambil melirik kearah Yura yang berjalan menjauh dari meja tempatku duduk. Belum 5 menit berlalu, Yura datang kembali ke mejaku dan kali ini dia tidak sendiri melainkan mengajak seniorku yang sama-sama berada dalam klub band.

“Hong Semi?” panggilnya dan itu cukup membuatku tersentak.

“Y..Ya?” ujarku lalu meletakkan ponselku diatas meja.

“Kata Yura kau sangat ingin ikut tapi takut tidak ada teman ya? Tenang saja, aku bisa mengaturmu untuk sekamar dengan Yura dan ini rahasia kita ya.” Ujar seniorku yang kupercaya bernama Eunji.

“A…Aku..” belum sempat aku menyelesaikan apa yang ingin kusampaikan, perkataanku sudah dipotong.

“Kalau begitu sampai jumpa minggu depan ya, aku ada kelas jadi aku harus buru-buru pergi ke kelas. Dah…” ujar Eunji lalu beranjak pergi dari tempatku. Aku masih saja berusaha mencerna apa yang barusan dikatakan oleh seniorku, Eunji.

“Jadi…. Kita akan sekamar dan aku yakin kau pasti akan menikmati acara ini Semi.” Ujar Yura dan sontak hal itu membuatku mencubit lengannya.

“Aku tidak mau ikut.. Pokoknya aku tidak akan muncul pada saat hari keberangkatan!” ujarku lalu pergi meninggalkan Yura yang masih kesakitan karena cubitanku tadi.

 

1 minggu kemudian . . .

 

“Good morning Hong Semi!” ujar seseorang dengan suara yang setengah berteriak ke telingaku. Aku mengerejapkan mataku dan melirik kearah suara.

“WOA!! Mau apa kau disini?” pekikku saat melihat Yura berada didalam kamarku.

“Aish… Kau membuat kebisingan di pagi hari. Cepat mandi dan siap-siap kita akan berangkat sebentar lagi!” ujar Yura yang sukses membuatku terperangah.

“Siap-siap? Kemana?”

“Acara penerimaan anggota baru klub band tentunya! Sana cepat, aku sudah membantumu packing jadi sebaiknya kau dengan segera bersiap-siap Hong Semi.” Ujar Yura sambil menunjuk kearah ranselku.

“Apakah kau yakin kau itu sahabatku?” ujarku lalu berajak menuju kamar mandi.

Dengan persiapan yang bisa dibilang sangat mendadak, aku akhirnya dengan terpaksa ikut dengan Yura ke acara penerimaan anggota baru. Kami semua berkumpul di kampus sebelum pada akhirnya berangkat ke tempat tujuan dengan bus yang telah disediakan. Kalau boleh aku jujur, aku belum bisa berbaur dengan yang lainnya apalagi dengan para senior khususnya yang 2 tahun diatasku. Mereka terlihat sangat solid sehingga sangat susah untuk berbaur dengan mereka.

Aku bukan tipe orang yang akan langsung terbuka pada saat baru awal-awal bertemu tapi mungkin setelah lebih dekat aku bisa lebih terbuka. Kondisi yang kuhadapi sekarang ini sangatlah aneh. Yura, karena memiliki keterampilan untuk bisa dekat dengan siapa saja sudah dengan asyiknya tertawa dan bercanda dengan yang lain sedangkan aku? Hanya bisa menatap keluar jendela menikmati pemandangan sambil mendengarkan musik.

Tanpa terasa, kami semua sudah sampai di tempat tujuan kami. Pemandangan yang disuguhkan sangatlah indah dan paling tidak itu membuatku sedikit bersyukur karena Yura mengajakku. Setidaknya aku dapat melepaskan penat untuk sejenak dari semua rutinitas yang kumiliki.

“Ayo semuanya berkumpul.. Ayo…” ujar ketua klub band kami, Irene eonni.

“Sekarang, aku akan membagi kalian kedalam kelompok-kelompok yang terdiri atas senior, alumni dan juga para anggota baru. Tujuannya adalah nanti kita akan bermain game dan juga akan melakukan sharing, nama-nama yang kupanggil harap langsung maju dan berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.” Jelas Irene eonni.

“Yura… Kau harus sekelompok denganku… Kalau tidak… “ belum saja aku sempat menyelesaikan perkataanku, namaku telah dipanggil.

“Semi…”

“I..Iya..” dengan segera aku maju kedepan dan berkumpul dengan kelompokku. Aku melihat anggota-anggota kelompokku dan mendapati bahwa tidak ada satu orang pun yang kukenal dan mereka rata-rata adalah para senior.

“Hi.. Siapa namamu?” Tanya sebuah suara yang saat kau mendengarnya saja bisa membuat hatimu berdebar. Aku menoleh kearah sumber suara dan mendapati seniorku tersenyum kearahku.

“Aku Kim Jongin, kamu?” tanyanya sambil mengulurkan tangannya kearahku.

“S..Semi… Hong Semi.” Jawabku.

 tbc

 

One response to “Different Side – 1-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s