[oneshoot] Shy Love

proyek isti

FF ini hanya titipan dari teman yang masih sangat pemula di dunia ff, oem hanya membantu memposting di sini hehe. Selamat membaca yaa, ayo dukung para author muda dan baru untuk jadi yang lebih baik. Jangan lupa comment ya. Annyeong…….

Judul : Shy Love

Author : Kyung

Cast : Luhan, Hyorin (OC), Kai

Genre : Romance, Sad

Rating : PG 15

Length : Oneshoot

Dialah, Hyorin, kim Hyorin. Perempuan cantik, cerewet dan manja mampu berubah menjadi perempuan aggun dan lembut kerenanya. Yaitu, pengakuannya yang baru dilihat setelah dia menyembunyikannya. Benar- benar sangat rapi.

“Hmm, hari ini tanggal berapa ya?” Ucap perempuan centil dan manja itu kepada teman kelasnya dengan nada imut yang dibuat-buat.

“Tanggal 5, kenapa?” Jawab salah satu temannya.

“5?, 5, 6, 7,…” perempuan itu menghitung menggunakan jarinya dan menunjukkan angka 2 setelah jari sebelumnya menunjukkan angka 10.”

“Aaaa!” teriak perempuan itu.

Wae?

“12 hari lagi aku akan ke Paris,” jawabnya sombong kepada teman-teannya. “Appa mengajakku untuk liburan disana. aahh aku sudah tak sabar.” lanjutnya dengan nada yang melengking dan keras.

“Paris kota indah dan romantis akan aku kunjungi  12 hari lagi, Paris itu kota mode, bajunya, roknya, sepatunya, celananya, topinya, parfumnya, perhiasannya, aaaaah! Aku ingin membeli semuanya.” Hyorin. Kim Hyorin, perempuan paling centil di kelasnya masih berbicara dengan suara yang keras. Sangat cerewet.

“Yak Kim Hyorin! Bisakah kau mengunci mulutmu! dan kalau bisa buanglah kuncinya agar kau tak lagi berisik, suaramu membuat otakku pecah!” ucap Kai yang sangat terganggua dengan suara khas Hyorin yang keras dan cepat.

Kai sebagai orang yang paling berpengaruh dikalangan teman-temannya. Ketidak sukaanya pada Hyorin membuat seluruh temannya tidak menyukai perempuan seperti Hyorin. Entah mengapa bagi mereka Hyorin yeoja yang menyebalkan walaupun mereka mengakui kecantikannya dan fashion yang dikenakannya. Kai benar-benar merubah image Hyorin yang cantik menjadi yeoja yang buruk. Sangat buruk.

“Yak! Ini mulut aku yang punya, apa masalahmu? Hah.”

“Yak! Aku juga punya telinga, gelombang yang kau berikan begitu besar dan ketika gelombang itu masuk ketelingaku menghancurkan otakku, apa kau tahu itu?” Ucap Kai dengan ilmu yang ia tahu agar Hyorin bisa berhenti, karena ia tahu Hyorin sedikit bodoh.

“Heii, so’-so’an sekali kau dengan ilmu-ilmu yang tidak jelas itu.”

“Sehun, Sehun! Bisakah kau sedikit membelaku?”

Kalimat itu baru saja dilontarkan kepada Sehun, namja paling ganteng di fakultas mereka. Bukanlah hal yang jarang ketika perempuan-perempuan mengejarnya, tapi bukan berarti Hyorin adalah pacarnya ketika Hyorin memintanya untuk membelanya. Hyorin adalah perempuan centil yang mengaku jadi pacarnya. Tapi tak pernah sedikitpun Sehun menyukainya bahkan menganggapnya sebagai wanita.

“Huft, menyebalkan sekali,” ucap Sehun pelan dan ia segera meninggalkan ruangan.

“Sehun!” teriak Hyorin

“Haha, Sehun tak pernah menyukaimu, pabo! Bisakah kau membeli cermin? Tak ada yang mau bersamamu, bahkan kamu matipun mungkin tak ada yang menginginkanmu kembali,”ucap kasar dari mulut Kai yang mungkin terlalu kasar, yang ternyata berhasil membuat Hyorin hampir menangis, matanya sudah berkaca-kaca.

“Sudahlah, kau membuatnya menangis, kau memalukan Kai! Membuat perempuan menangis adalah hal yang memalukan, kau ingat itu? Aku yakin kau sangat jelas mengingatnya, kau mengatakannya ketika Sehun menyakiti perempuanmu!” ucap Luhan yang akhirnya melirik Hyorin.

“Setidaknya kau bisa sedikit mengamplas ucapanmu Kai,” Luhan meneruskan.

Luhan adalah salah satu teman dekat Kai maka Luhan tahu banyak tentang Kai. Itupun berarti dia termasuk anak yang suka main dan nongkrong, yang pasti dia bukan anak yang pendiam, cupu, kutubuku dan sebagainya. Tapi memang dia sedikit lebih pendiam dibanding teman-temannya.

“Yak! Apa sekarang kau mebelanya?”

Dua hari telah berlalu, sabtu dan minggu. Di hari sabtu Sehun pergi ke jepang mengikuti ayahnya yang ingin meraih gelar doktorrnya di salah satu Universitas ternama di Jepang. Sehun pun menyelesaikan kuliahnya disana. Maka hari ini sampai seterusnya dia tak akan kembali ke Universitas yang ditempati Hyorin lagi. Hyorin pun menyadari ketidakhadiran Sehun.

“Sehun! Sehun kamu dimana? Jam segini ko’ aku gak bisa ngeliat kamu?” ucap Hyorin cemas

“Sehun, apa kamu sakit?”

“Luhan, kamu yang membelaku kemarin kan, berarti kamu baik, berarti kamu mau menjawab pertanyaanku yah, yah? Kau kan dengan Sehun jadi..”

“Kamu mau ngomong apa?”ucap Luhan memotong ucapan Hyorin.

“Ih seram, kamu mulai menakutkan.”

“ Ishh.”

“Oke-oke, kamu kan teman Sehun, dia mana?” tanya Hyorin melas.

“Huft, dia pergi ke Jepang me..”

“ Apa? PERGI KE JEPANG?” teriak Hyorin memotong pembicaraan Luhan. Hyorin tak menyangka bahwa namja yang dia sayang sekarang pergi, pergi ke tempat jauh dan dia akan sangat susah menghubunginya lagi, dia akan jarang melihatnya, dia tak bisa manja-manja lagi dengan Sehun dan itu mungkin sedikit membuatnya frustasi.

“ Menurutmu apa alasan dia pergi ke Jepang?” tanya Kai tiba- tiba.

Wae?

“ Karena dia tak tahan dengan sikapmu, kamu terlalu menjijikkan.”

“ Seharusnya kau jaga sikapmu, jadi orang jangan kecentilan. Wajar saja Sehun kabur,” tambah dari salah satu teman Kai.

“Cantk sih cantik, tapi otaknya cks,” tambah dari teman Kai lagi.

“Memang modal wanita hanya cantik saja?” tambah dari teman Kai yang lain.

“Hahahaha.”

Semua orang tertawa kecuali Luhan, mungkin Luhan merasa itu tak lucu. Dia pun segera keluar ruangan untuk berjalan-jalan di koridor karena merasa keadaan sedang tidak enak.

Mereka berhasil membuat sungai mengalir deras, air mata Hyorin mengalir deras. Semenit, dua menit, tiga menit Hyorin hanya bisa diam ditempat dan menangis, tapi untuk menit keempat dia langsung lari pergi dari ruangan.

Hyorin berhenti di sebuah ujung koridor setelah berlari-lari mencari tempat yang tepat untuk menangis. “Aku harus kemana?” ucap Hyorin sambil menangis.

“Kau tak perlu kemana-mana lagi, duduklah! Kau pasti lelah. Sepertinya disini sudah cukup jauh dari peradaban,” ucap Luhan tiba-tiba mengagetkan. Luhan yang dalam keadaan berdiri merubah posisinya untuk duduk seakan memaksa Hyorin untuk duduk. Paksaan Luhan yang tidak dikatakan sepertinya tersampaikan dengan baik. Hyorin pun mengambil posisi duduk di sebelah Luhan.

“Luhan! Kenapa mereka semua? Aku sudah cukup sedih begitu tahu Sehun pergi meninggalkanku, kenapa dia harus pergi ke Jepang? Wae? Apa itu benar? Apa yang mereka bilang itu benar? Apa dia membenciku? Apa karena aku? Apa salah aku? Apa semua salah aku? Apa karena aku menyukainya? Apa karena aku terlalu menyukainya? Apa yang salah dengan itu? Apa aku terlalu jelek? Apa aku menjijikkan? Apa aku..”

“Cukup Hyorin,” ucap Luhan memotong kalimat panjang Hyorin yang terlalu cepat tanpa jeda dan itu membuat Luhan pusing. Tapi Hyorin membuatnya menangis lebih keras.

“Berhentilah menangis Hyorin! Atau tak akan aku beritahu yang sebenarnya.”

Ucapan Luhan ini membuat Hyorin mengangguk dan berhasil memberhentikan tangisan Hyorin.

“Dia pergi ke Jepang karena Ayahnya kuliah disana, dia ikut menemani Ayahnya.”

“Bagaimana dengan kuliahnya? Dia tak bisa meninggalkan kuliahnya.”

“Dia pindah.”

Entah mengapa Luhan membuat Hyorin menangis lagi. Mungkin dia memang sangat bersedih. Hyorin pun menyandarkan kepalanya ke bahu Luhan.

“Luhan? Apa mereka tau tentang ini?” ucap Hyorin sambil menangis.

“Siapa?’

“Mereka.” Ucapan Hyorin ini membuat Luhan menganggukkan kepalanya.

Wae Luhan wae??” ucap Hyorin menangis lebih keras sambil memukul badan Luhan. Luhan pun memeluknya. Setelah cukup lama, Luhan melepaskan pelukannya.

“Hyorin, “ ucap Luhan tiba-tiba

“ Apa?”

“Apa kau begitu mencintainya?”

“Sebenarnya aku tak yakin, tapi aku butuh sosoknya, pernah sekali Sehun baik pada ku, sosok itulah yang aku inginkan darinya tapi ternyata dia melakukannya hanya sekali dan aku ingin dia baik lagi kepadaku.”

“Lalu kenapa kau mencintainya?”

“karena aku rasa hanya dia laki-laki yang bisa baik padaku.”

Malam yang dingin, hujan turun begitu deras. Jam sudah menunjukkan pukul 11.30. Sudah cukup malam bagi Hyorin yang terbiasa tidur jam 9.30 tapi dia belum juga tidur. Ada sesuatu yang dia fikirkan sejak tadi sampai dia telat tidur dua jam. Dia merasa aneh ketika Luhan memeluknya tak ada lagi fikiran-fikiran tentang kepergian Sehun, yang dia fikirkan hanya Luhan. Dia merasa Luhan begitu baik, dan perhatian. Dia pun mau jadi sandaran tubuhnya ketika dia sedih. Satu lagi yang dia fikirkan, dia rasa Luhan saat itu beruah menjadi laki-laki paling ganteng.”Kurasa aku benar-benar menyukainya,” fikir Hyorin.

Hyorin pun mengirim pesan pada Luhan, sebelumnya ia bertanya-tanya tentang nomor handphone Luhan kepada teman-temannya.

To: Luhan

Kurasa aku mulai menyukaimu.

                                             Kim Hyorin

Pesan Hyorin langsung dibalas cepat oleh Luhan

Mengapa?

            Lalu..

Kau keren Luhan, berbeda dengan yang lain. Ketika kau memelukku, aku rasa saat itulah aku mulai menyukaimu. Entah mengapa sejak saat itu yang aku fikirkan hanya dirimu, Luhan. Dan tak ada lagi fikiran tentang Sehun, kesedihan karena Sehun pergi, dan kesedihan karena teman-teman yang menyebalkan, aku sudah tak meikirkannya lagi, sejak tadi aku hanya memikirkanmu.

Apa ini sebuah pengakuan?

Sepertinya, aku tak yakin.

Kau perlu jawaban?

Sepertinya aku tak membutuhkan jawabanmu. Aku tahu jawabanmu akan menyakitkan aku tak ingin mendengar, tepatnya mebaca jawaban yang menyakitkan maka janganlah kau membalas ini jika itu hal yang menyakitkan, kau bisa mengganti topik yang lain!

            Pesan Hyorin yang ini membuat dirinya menangis, entah mengapa dia memikirkan tentang penolakkan yang besar dari Luhan dan dia tak bias membayangkannya. Pesan ini juga membuat Luhan membalas dengan waktu cukup lama bagi Hyorin. 5 menit berlalu tiba-tiba ada ponsel Hyorin berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Hyorin segera membukanya berharap pesan itu dari Luhan yang ditunggu-tunggunya.

Aku menyukaimu.

Isi pesan Luhan ini membuat Hyorin kaget dan berteriak karena tak percaya. Hyorin segera membalas.

Kau benar menyukaiku? Atau ini hanya kalimat penghibur untukku? Kau jahat Luhan jika kau berkata seperti itu hanya untuk menghiburku.

            Sungguh aku menyukaimu.

            Sejak kapan?

            Sama sepertimu.

H-sembilan. Itu berarti  sembilan hari lagi, Sembilan hari lagi Hyorin akan pergi ke Paris. Tapi sekarang, itu hanya mimpi. Ayahnya meng-cancel jadwal keberangkatan mereka ke Paris.

“Minah!” teriak Hyorin ke salah satu temannya.

Wae?

“Ayahku membatalkan keberangkatan ke Paris. Sangat menyebalkan.”

“Yasudah mungkin lain kali.” jawaban Minah ini tak sedikitpun menghiburnya, malah membuatnya makin cemberut.

“Haha, ternyata rencana pergi ke Paris hanya hayalan ya?” ucap Kai pada teman-temannya yang berhasil membuat mereka tertawa terbahak-bahak.

“ Kai, apa kau mau membuatnya menangis lagi?” ucap Luhan membela Hyorin.

“Aish! Luhan, ikuti aku!” ucap kai kesal.

Kai pergi ke daerah yang cukup sepi, taman belakangdan Luhan mengikutinya.

“Kau menyukainya, huh?”

“Kau menyukainya?” tanya Kai lagi dengan nada yang cukup keras.

“ Iya, aku mengaku. Aku menyukainya.”

Ucapan Luhan ini membuat Kai memberikan tonjokkannya pada Luhan.

“Kau temanku, apa kau tak tahu kau menusukku,dia milikku!” ucap kai sambil menghajarnya.

“Jika kau menyukainya, bisakah kau tak membuatnya menangis? Kau sangat marah ketika Sehun membuat Hyorin menangis sampai kau menyuruh kita jangan sampai membuatnya menangis lagi. Kau pun berkata membuat perempuan menangis adalah hal yang memalukan, tapi apa? Apa hanya kau yang boleh membuat perempuan menangis apa karena kau menyukainya jadi kau berhak membuatnya menangis? Kau menyukainya Kai! Mengapa kau tega membuat seorang yang kau cintai menangis? Dia tidak akan bisa menyukaimu, dia hanya akan terus membencimu kai!” ucap Luhan kesal, ia mencoba berbicara walaupun mulutnya sudah mengeluarkan darah.

“ Apa sekarang kau menceramahiku? Aku tahu aku menyukainya tapi aku tak mau orang- orang tahu aku menyukai perempuan seperti dia, apa kau puas dengan jawabanku?” ucap kai dengan terus menghajar Luhan.

“Aku tahu kau lemah Luhan, aku tak akan begitu menyakitimu tapi aku kesal denganmu, maafkan aku yang sudah menghajarmu. Aku pergi.”

Hyorin yang sejak tadi mencari-cari keberadaan Kai dan Luhan, karena takut sesuatu yang buruk pada Luhan akan terjadi, akhirnya mendapati Luhan yang sedang lemas tak berdaya. Ternyata firasat Hyorin benar. Hyorin segera membawanya ke Klinik.

“ Luhan ini pasti karena Kai. Maafkan aku, karena aku kau jadi seperti ini, tapi menagapa Kai menghajarmu? Aku tak mengeti, apa karena kau membelaku? Sebegitu bencinyakah dia sampai tak ada yang boleh membelaku.  Oh ya, makasih sudah membelaku, aku benar- benar mencintaimu. Tapi dengan wajahmu yang seperti ini aku tak yakin masih mencintaimu, haha ” ucap Hyorin yang diakhiri dengan tawa.

“Hyorin, maukah kau pergi ke Namsan tower bersamaku?”

“ Apa kau mengajakku berkencan? Lagipula wajahmu masih penuh dengan memar-memar yang menjijikkan” Hyorin merasa jijik dengan memar merah tua di wajah Luhan.

“ Sembilah hari lagi, kau bisa mengganti Eiffel dengan Namsan tower.”

“Baiklah, tapi pastikan lukamu sembuh dihari itu. Aku tak mau berkencan dengan namja yang penuh luka memar, itu sungguh memalukan,” ucap Hyorin yang diakhiri dengan canda.

“sial.”

Namsan tower, hari ini Hyorin dan Luhan pergi ke Namsan Tower bersama.

“Luhan! ini indah sekali. Ayo kita ke atas, aku sudah tak sabar Luhan!”

“Sepertinya aku sedikit takut, kau bisa ke atas sendirikan?”

“Ayolah, kita sedang berkencan hari ini, aku tak mungkin kesana sendiri.” Hyorin memaksa. Apa daya Luhan tak bisa menolaknya mereka pun pergi ke atas bersama. Saat mereka menuju keatas, Luhan terus memegangi tangan Hyorin dengan kencang.

“Apa kau takut?”

“Ya.”

Mereka melanjutkan kencan mereka ke “gembok cinta” mereka menaruh sepasang gembok yang cukup lucu berwana merah muda. Tak lupa mereka mengambil foto-foto mereka.

Tak terasa hari sudah cukup sore. Hyorin merasa senang sekali walaupun ia tak bisa ke Eiffel sekarang tapi ia bisa ke namsan tower bersama Luhan, orang yang sangat ia cintai sekarang. Tapi ada sesuatu yang kurang menurut Hyorin.

“Luhan, apa kau tak merasa ada sesuatu yang kurang?”

“Apa?”

“Apa kau tak ingin menciumku?” ucap Hyorin manja, ingin permintaannya dikabulkan.

Tapi Luhan malah memalingkan wajah dan pergi.

“Luhan tunggu aku!”

“Luhan aku sangat senang hari ini, aku sungguh mencintaimu.”

“Aku sudah tahu.”

“ Pergi ke Namsan tower bersamamu 1000 kali lebih menyenangkan dari pada ke Eiffel bersama Ayah. Jangan pernah pergi Luhan!”

Hari ini hari yang cerah. Hari setelah Hyorin dan Luhan  pergi ke namsan tower adalah hari yang sangat menyenangkan bagi Hyorin, tak sabar ingin melihat muka ganteng dari Luhan. Saat istirahat makan siang, Hyorin segera mencari Luhan untuk mengajaknya makan siang bersama. Dan akhirya mereka pergi bersama dan makan di meja yang sama. Hyorin menyuruh Luhan untuk tetap duduk dikursi dan mengambilkan makanan Luhan, dia ingin sedikit membantunya setelah apa yang sudah Luhan lakukan padanya.

Membawa  2 porsi makan dan 2 minuman adalah hal yang cukup sulit untuk Hyorin ternyata. Tapi dia berusaha keras untuk tetap berada ditangan Hyorin dan makanan tak terjatuh. Tapi apa daya keahlian tak bisa muncul dengan cepat. Tangan kiri Hyorin sedikit melenceng dan makanan serta minuman yang dibawanya di tangan kiri terjatuh dan tepat mengenai Luhan. Luhan yang sangat perfectsionis dalam segala hal sangat membenci keajdian sperti itu.

“kau menyebalkan Hyorin, bisakah kau membawanya dengan benar, membawa  dua porsi makan adalah hal yang cukup mudah, jika kau tak bisa melakukannya berhentilah untuk mencobanya, kau sangat kekanak-kanakan, menyuruhku untuk tetap duduk dan mengambil makanan untuk balas budi adalah hal yang cukup kekanak-kanakan, bisakah kau berhenti seperti ini, kau sudah cukup cerewet ketika mengajakku untuk makan siang bersama, ditambah lagi kau bercerita panjang lebar saat perjalanan kesini, sudahlah aku tak mau makan, bersihkan makanannya yang terjatuh dilantai, aku ingin membersihkan pakainanku”ucap Luhan kasar dan meninggalkan Hyorin sendirian.

“Luhan,”ucap Luhan, saat itu juga Hyorin menangis, ia merasa Luhan berubah. Harinya yang cerah berubah menjadi hari yang bahkan mendung, bahkan hujan. Dai tak mengerti dengan sikap Luhan yang berubah.

“kau berkencan dengannya?”ucap kai marah, tak menunggu jawaban dari Luhan kai langsung menghajarnya. Tak peduli dengan rasa sakit yang dirasakan oleh Luhan, kai terus menghajarnya seakan dia ingin membunuhnya tapi , tapi rasa kemanusiaanya masih ada, Luhan tetap teman dekatnya  ia membawa Luhan pulang kerena ia tahu Luhan tak akan bisa pulang dengan keadaan seperti itu. Tak akan ada yang bertanya tentang Luhan ketika kai mebawa Luhan pulang kerumahnya, karena kai tahu saat itu mamah dan papahnya Luhan sedang tak ada di rumah.

Sejak saat itu Luhan tak pernah masuk kuliah. Hyorin yang sudah sangat mencintai Luhan, terlalu sedih karena ketidak hadirnya Luhan, ditambah lagi tak ada yang akan membelanya diasaat kai mengejeknya, tak ada yang menyadi sandaran tubuhnya ketika dia sedih, ditambah pula kai menuduhnya bahwa ketidakhadiran Luhan adalah sebab Hyorin karena mereka tahu Hyorin dan Luhan sudah berkencan.

Dia berfikir, apa Luhan membencinya? Apa dia pergi karena aku menumpahkan makanan kebajunya? Apa dia sangat membenci kejadian tumpahnya makanan ke bajunya?, apakah itu hanyalah hal yang cukup sepele? Apa hal yang sepele itu memuat Luhan sangat mebenci Hyorin sampai Luhan tak mau menemuinya lagi.

Hyorin cukup cemas karena sudah berhari-hari Luhan tak kunjung datang. Dia mencoba datang kerumahnya tapi rumah Luhan sangat sepi, sepeti tak ada orang didalamnya. Sudah berkali-kali Hyorin memencet bel, tapi tak satupun orang yang keluar menemuinya. Dia berfikir apa ini alamatnya benar?, dia mengecek tulisan alamat rumah yang ada dikertas dan yang tertera di dinding rumah, dan tak ada perbedaan. Setelah cukup lama, Hyorin meninggalkan rumah Luhan. Dia berfikir, apa Luhan benar benar tak ingin menemuinya lagi?

Dua bulan telah berlalu, Luhan belum kunjung datang, dan Hyorin semakin cemas. Dia bertanya pada teman-teman Luhan tak ada satupun yang mau menjawabnya, entah apa yang mereka fikirkan, tapi wajah mereka langung aneh saat Hyorin bertanya tentang Luhan, seperti muka kesedihan. Hyorin semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi. Hingga Hyorin memutuskan untuk mengunjungi rumah Luhan lagi. Namun ketika Hyorin mengunjungi rumah Luhan, dia mendapti pemandangan layaknya ada salah seorang yang sudah meninggal di rumah itu. Rumah itu ramai dikunjungi orang-orang yang mengenakan pakaian hitam. Hyorin yang tak sengaja mengenakan baju hitam segera masuk kedalam, cemas akan ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada Luhan.

Ketika dia masuk kedalam ia mendapati kai beserta teman teman Luhan didalam. Ia panik dan segera keruangan jenazah. Dan yang dia dapati adalah foto Luhan yang terpajang disana. Air mata Hyorin mengalir deras, dia lemas tak berdaya, dia menjatuhkan tubuhnya dan menangis kencang.  Seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi.

Setelah cukup lama Hyorin mencoba membangunkan dirinya, memaksa dirinya yang sungguh lemah untuk mencoba bersalaman dengan orang tuanya yang hadir disana.

“apa kau Hyorin? Kim Hyorin?”Tanya mamah Luhan pada Hyorin

“ iya,”

“ada surat yang dia titipkan untukmu nak, dia ingin aku memberikannya ketika dia tak bisa hadir menemanimu lagi” ucap mamah Luhan sambil meneteskan air mata. Hyorin segera membuka dan membancanya

hai Hyorin, ini aku Luhan. Jika kau membaca ini, itu berarti aku tak bisa menemanimu lagi. Maaf karena aku pergi terlalu cepat. Maaf karena tidak bisa memberimu penjelasan atas ketidak hadiranku. Tapi sekarang aku ingin menjelaskan. Maafkan aku yang telat membertitahumu.

            Sebelum aku memberikan penjelasan, aku akan sedikit memberikan pengakuan. Kau mungkin tak sadar, karena aku menyembunyikannya dengan sangat rapi dan mungkin karena kau sedikit tidak peka. Jujur aku sudah menyukainmu sejak awal. Ketika kau bertanya padaku sejak kapan aku menyukaimu, dan berkata sama sepertimu, itu adalah kebohongan karena aku malu mengatakannya. Saat  itu sebenarnya  aku tak ingin jujur berkata bahwa aku menyukaimu tapi setelah kau memintaku jangan membalas jawaban yang menyakitkan dan aku bisa mengganti topic yang lain, aku tahu kau sedang menangis saat itu, maka aku meyakinkan diri untuk mengatakan yang sebenarnya, makanya kenapa jawaban ku saat itu cukup lama karena aku meikirkanmu.

            Jujur awalnya aku memang sangat tidak mnyukaimu. Sikapmu yang kekanak-kanakan dan cerewetmu yang berlebihan membuatku sangat membencimu. Karena pada dasarnya aku tak menyukai perempuan yang banyak ngomong dan kekanak-kanakan. Tapi setelah tahu ternyata ibumu telah meninggal, aku rasa kau seperti itu hanya karena ingin mendapatkan perhatian lebih dari teman-temanmu tak peduli dengan apa yang dibicarakan oleh laki-laki kau tetap seperti itu. Hingga sejak saat kau membelikan kue kepada anak yang sangat menginginkan kue, aku yankin kau adalah anak yang sangat baik. Ketika kau melihat ada seorang anak kecil yang hanya memandangi toko kue itu tanpa masuk kedalamnya kau segera masuk bersama anak kecil itu dan membelikannya kue. Kau beserta anak kecil itu pun berlari dan bermain bersama. Sungguh saat itu kau cantik sekali, berlari bersama anak kecil kau sungguh lucu dan memaksaku untuk tersenyum. Saat itulah aku benar-benar menyukaimu.

            Tapi maafkan aku yang tak bisa jujur, aku tak bisa mengatakannya, mengatakan aku menyukaimu adalah hal yang cukup sulit. Aku terlalu takut akan penolakanmu yang aku fikir itu akan cukup sakit karena kau begitu menyukai Sehun. Dan aku tak bisa jujur karena aku sungguh mengetahui kai, dia sangat menyukaimu. Jika dia tahu aku menyukaimu dia akan menghajarku habis-habisan sama seperti ketika dia tahu aku berkencan dengamu. Tapi dia takut akan tanggapan teman-teman karena menyukai perempuan sepertimu. Pernahkah kau ingat ketika kai membuatmu hampir menangis? Kau ingat apa yang aku katakan, sepertinya kau tak pernah mengingatnya. Aku berkata bahwa kai pernah sangat marah ketika Sehun menyakiti perempuannya, perempuan itu adalah kau, Hyorin. Saat itu Sehun memarahimu habis-habisan sampai membuatmu menangis, kau ingat saat itu? Saat Sehun benar-benar memarahimu?, saat itu kai benar-benar marah hingga akhirnya dia berkata laki-laki yang membuat perempuan menangis adalah hal yang memalukan. Jujur aku pun marah pada Sehun karena telah menyakitimu, tapi aku lebih marah ketika kai menyakitimu dan membuatmu hampir menangis. Aku marah karena dia tak bisa memegang kata-katanya. Aku pun memberanikan diri untuk menyudahi perkataan menyakitkan yang keluar dari mulut kai.

            Saat aku tahu kau ingin ke Paris, jujur aku sedih, karena kamu harus pergi jauh, aku takut kau akan betah dengan suasana Paris dan tak akan kembali lagi, tapi aku mencoba senang karena kamu merasa sangat senang. Kai pun seperti itu dia sangat sedih bahkan marah, tapi yang keluar dari ucapannya hanya emosi yang akhirnya membuatmu hampir menangis.

            Saat Sehun tak ada dan kau mencari-carinya sungguh itu hal yang menyebalkan, menerima panggilanmu hanya untuk menjawab pertanyaan konyolmu tentang keberadaan Sehun. Kau berteriak dan mebuat orang lain tahu bahwa kau baru tahu tentang kepergan Sehuni ke Jepang. Sungguh hal yang menyebalkan ketika akhirnya kau dibuat Kai menangis lagi. Tapi aku tak bias membelamu. Maafkan aku yang tak bias membelamu saat itu. Kemarin aku sudah membelamu aku tak ingin kai mengetahui aku menyukaimu. Aku tak tahan dengan tangisanmu itu aku pun keluar ruangan tak tega melihatmu menangis tapi tak bisa berbuat apa-apa, maafkan aku karena aku begitu pengecut.

            Saat aku diluar ruangan, aku melihatmu berlari, aku takut kau bunuh diri, mungkin fikiran ini adalah hal yang berlebihan tapi entah mengapa aku takut kau akan melakukan sesuatu yang anaeh. Tapi ternyata kau hanya berkeliling, mencaricari tempat untuk aku tempati agar kau bias mengais kenacang. Kau sangat lucu saat itumencari-cari tempat dengan berlari hanya untuk menangis. Tapi saat aku berkata ‘aku harus kemana’ aku rasa kau sudah lelah, aku pun menyuruhmu duduk tak tega melaihatma kecapekan. Saat itu aku ingin sekali menjadi sandaran tubuhmu, ingin sekali kepalamu bersandar dibahuku. Dan kau sangat senang ketika kau menyandarkan kepalamu dibahuku, tapi sebenarnya aku cukup sakit karena merasa kau benar benar menyukai Sehun dan karena kau benar benar sakit karena teman-teamn meperlakukanmu seperti itu. Aku pun memelukmu. Dan ketika tahu kau tak yakin menyukai Sehun dan kau menyukainya hanya karena dia pernah baik padamu, kurasa kau benar benar perlu perhatian seserorang dan kau benar-benar bodoh Karena telah menyukai laki-laki seperti dia.

            Ketika aku memelukmu jantungku benar-benar berdegub kencang, dan aku mendenga jantungmu uga berdegub kencang, aku tak mengerti, kenapa?dan ternyata kau membalasnya dimalam hari, awalnya aku tak mengerti mengapa kau punya nomorku?tapi aku sangat senang katika kau berkata ‘aku mulai menyukaimu’. Tapi sebenarnya aku takut kau hanya main-main, tpi ketika kau berkata jangan menjawabnya jika aku memberikanmu jawaban yang menyakitkan aku tahu kau sednga tak main-main.

            Ketika kau tak jadi ke Paris sungguh aku senang, dan aku tahu sekali saat itu juga Kai juga merasakan hal yang sama denganku, tapi kata kata yang keluar adalah bentuk pengejekan dan tawanya adalah tawa kesenangan. Tapi ketika aku membelamu, dia yang sangat mengetahui diriku, dia tahu aku menyukaimu, dia menyuruhku ke taman belakan dan menghajarku, dia tahu aku lemah maka dia tak terlalu menghajarku. Dan aku sangat senang ketika kau membantuku.

            Aku tahu kau sangat sedih ketika kau tak bisa ke Paris, makanya aku mengajakmu berkencan dengan mu dihari itu, hari dimana kau ingin ke Paris. Aku pilih namsan tower karena disana ada pagar ‘gembok cinta’ aku ingin kita memasang sepasang gembok disana.

            Hari itu aku sangat senang ditambah aku bias menciummu. Jujur saat itu aku baru merasakan yang namanya berciuman aku sangat senang karena kaulah orang yang pertama yangaku cium. Tapi berfikir apakah ini menadi ciuman pertama dan terakhiku? Entahlah, ketika kau berkata ‘jangan pernah pergi Luhan’ kau ingat aku meneteskan air mata? Mengingat  bahwa aku akan pergi cepat rasanya akan sangat menyedihkan bagimu. Aku tak ingin melihatmu menangis.

            Aku pun memikirkan bagaimana cara agar kau membenciku, karena kejadian kau menumpahkan makanan ke bajuku. Jujur saat itu kau memang menyebalkan, sikap kekanak-kanakanmu yang menyuruhmu menunggu di tempat duduk dan merasa bisa membawa  porsi makan sebagai balas budi adalah hal yang konyol.  Jadi aku menggunakan kejadian ini untuk memarahimu. Sungguh aku tak tega melihat muka yang sangat merasa bersalah karena menumpahkan makanan ke bajuku dan muka tak mengerti karena aku memarahimu tidak jelas. Aku tahu kau akan menangis, tak tega melihat mu seperti itu aku mencoaba untuk pergi.

            Aku pergi ke kamar mandi dan membersihkan bajuku. Saqt itu aku tak bias menahan air mataku karena telah memarahimu dan memngingat bahwa aku akan cepat pergi meninggalkanmu. Disaat itu pula kai benar benar menghajarku, kai tahu bahwa kita berkencan. Inilah yang aku takutkan. Dia tahu aku saki. Dia akan membunuhku jika tahu aku benar-benar menyukaimu.

            Aku tak masuk dua bulan karena aku sedang berada dirumah sakit, untuk mengobati penyakitku. Jika kau kerumahku kau tak bisa menemiku karena aku sedang dirumah sakit, orang tuaku sedang di luar negri, dan aku tak punya adik dan kakak. Aku menyuruh kai dan teman-teman untuk tak member tahumu supaya kau tak bisa menemuiku, agar kau terbiasa akan ketidak hadiranku.

            Jika kau bertanya aku sakit apa, aku mempunyai kanker pankreas yang sudah stadium akhir , maaf karena aku  tidak memberitahumu,  aku takut mencemaskanmu. Ini yang membuat aku sedikit pendiam buakan karena aku beda denagn yang lain, aku suka main, aku suka nongkrong, tapi aku punya penyakit yang setiap saat melukaiku.

            Maafkan aku yang egois, maafkan aku juga yang sudah mebuatmu menangis. Maafkan aku karena takbisa membuatmu bahagia. Cintailah orang lain Hyorin, dan bahagialah bersamanya. Aku rela, aku hanya ingin kau bahagia, bersama siapapun aku tak peduli. Aku yakin kau cepat mencintai orang lain. Maafkan aku yang telah membuatmu mencintaiku. Aku sungguh mencintaimu.Luhan”

            Surat itu berhasil membuat Hyorin menagis. Air mata Hyorin benar-benar mengalir deras seakan tak percaya ia menjatuhkan badannya dan benar –benar menagis .

“Luhan! Wae Luhan wae? Kenapa kau benar –benar mebuatku menyukaimu kalau kau tahu kau akan pergi secepat ini! Aku tak mau mencintai orang lain ketika tahu kau benar benar mencintaiku, Luhan kembalilah! Aku berjanji padamu aku tak akan cerewet lagi, aku tak akan kekanak-kakanakan lagi,aku tak akan seperti apa yang kau tak suka agar kau tak meninggalkan aku sendirian. Maafkan aku Luhan, maafkan aku!kemabil Luhan kembali, jangan pergi!”ucap Hyorin menangis kencang menginginkan Luhan untuk kembali. Tapi apa daya Luhan benar benar tak bias kembali.

Semenjak Luhan meninggalka Hyorin, Hyorin menjadi perempuan yang cantik nan anggun, dia benar-benar menjadi wanit feminism. Dan tak jarang para lelaki menyukainya. Begitu pula dengan kai, dia mengakui cintanya, tapi Hyorin sudah sangat jelas mengetahuinya dan dia sangat mebencinya, apalagi daia tahu kai benar-benar menghajarnya hingga membuat Luhan pergi. Dan Hyorin pun belum bisa menerima siapapun karena dihatinya masih ada Luhan yang tersimpan dengan baik.

THE END

3 responses to “[oneshoot] Shy Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s