Worthless Regret (Version 1)

worthless-regret1-ssenxiu-copy

Worthless Regret

(Version 1)

.

ssenxiu

.

Jin (BTS) as Kim Seokjin

 OC as Lee Nayoung

.

Sad, hurt, angst, tragedy || PG-17 || Ficlet

===000===

Sudah 5 hari ini, Seokjin terus menerus menangis dan mendekam dalam kamar mandi. Di lantai kamar mandinya, botol botol alkohol berserakan dimana mana. Ia seperti ini sejak Nayoung tiada, atau lebih tepatnya meninggal.

Dengan kondisi berantakan ia mencoba meraih botol alkohol yang masih berisi lalu meminumnya. Bisa kalian simpulkan, kondisi Seokjin saat ini sangat kacau.

“Seokjin-ah?? Seokjin-ah, apa kau di dalam??!! Jawab aku!!”

Seokjin tidak menggubris kakaknya. Dirinya sibuk menenggelamkan diri dalam kesedihannya.

“Seokjin-ah!!! Jawab aku!!”

Seokjin hanya menoleh ke arah pintu dan memejamkan matanya.

BRAK!!

Dengan sedikit tenaga, akhirnya Saejin, kakak perempuan Seokjin berhasil mendobrak pintu kamar mandi mereka.

“ASTAGA!! SEOKJIN!!”

Saejin dengan sigap membuang alkohol di tangan Seokjin yang merapikan kondisi Seokjin.

“Kenapa kau begini?? Kenapa??”

“Noona… Nayoung… Nayoung…” kata Seokjin lirih

“Sudahlah, Seokjin.. jangan buat dirimu sendiri tersiksa!! Stop seperti ini!! Dengarkan aku, Seokjin!! Aku tidak pernah mengajarimu begini!!”

“Tapi dia pergi, noona!! DIA PERGI!! Aku.. belum sempat minta maaf padanya!!! Aku belum sempat!! BELUM SEMPAT!!” kata Seokjin sambil menangis.

Saejin yang tidak tega hanya bisa memeluk Seokjin dan menenangkannya.

“Sudah… sudah… dengan kau begini Nayoung akan semakin sedih di sana!! Masih ada cara jika kau ingin minta maaf padanya!!”

“C-cara??”

“Iya!! Cara!! Kau tidak perlu seperti ini!! Kalau kau begini, yang ada kau akan mati!!”

Seokjin terhenyak. Sejenak kemudian ia tersenyum

“Noona…”

“Hmm??”

“Aku menemukan sebuah cara…”

“Itu bagus Seokjin. Apa caranya??”

“Kau akan tau besok… tepat pukul 12.00 siang”

Saejin merasa aneh dengan omongan adiknya ini. Terbesit firasat buruk yang seperti memberitaunya bahwa ia tidak akan pernah bertemu adiknya lagi setelah jam 12.00 itu.

“Kenapa harus jam 12.00??”

“Itu caranya…”

“Baiklah. Sekarang, ayo bangun!! Kau pergi ke kamar dan tenangkan dirimu dulu, aku akan membersihkan ini”

Seokjin hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya ke kamarnya.

Esoknya, pukul 11.30, Seokjin sudah sangat rapi. Saejin yang heran hanya tertawa

“Kau mau kemana, Jin-ah?? Rapi sekali??”

“Ke rumah Nayoung yang baru…”

“Keluarganya pindah?? Kenapa aku tidak di kasih tau ya?? Baiklah, titip salam untuk keluarganya ya??”

Seokjin hanya mengangguk. Ia memakai sepatunya dan berjalan ke luar rumah. Seokjin terus berjalan menyusuri taman tempat dulu ia pertama jadian dengan Nayoung. Dengan tersenyum ia menatap matahari

“Aku akan segera sampai, Nayoung….”

Setelah berjalan cukup lama, Seokjin akhrinya sampai di sebuah gedung yang merupakan apartemen Nayoung dulu. Ia terus berjalan hingga ke lantai paling atas apartemen tersebut. Ia naik ke atas atap dan berjalan lagi hingga ke tepi atap apartemen tersebut.

Sekali lagi ia tersenyum menatap matahari.

“Tinggal sebentar lagi…”

Ia tetap berdiri sambil menatap matahari. Tiba tiba, alarm jamnya berbunyi. Seokjin tersenyum lebar sambil merentangkan tangannya

“Selamat Tinggal, Saejin noona. Aku tau aku gila, tapi ini satu satunya cara untuk aku bisa meminta maaf pada Nayoung. Aku sangat berterima kasih karena kau sudah merawatku. Aku menyayangimu”

Sudah jam 2 tapi Seokjin belum pulang. Saejin yang khawatir segera kerumah keluarga Nayoung.

“Annyeonghaseo, ahjumma!!”

“Saejin?? Mau apa kau kemari??”

“Apakah Seokjin ada di dalam??”

“Daritadi Seokjin tidak disini”

“Bukankah kalian pindah kerumah baru??”

“Pindah?? Kami tidak mungkin pindah, Saejin”

Air muka Saejin berubah keruh. Di pikirannya sudah mulai timbul pikiran pikiran negatif. Firasatnya bahkan bertambah tidak enak saat tiba tiba ponselnya berbunyi

“Yeoboseyo??”

“Yeoboseyo, apakah ini kakak dari Seokjin??”

“Benar. Saya Saejin, ada apa ya??”

“Bisa anda kerumah sakit sekarang??”

“Ada apa dengan adik saya?? Apa dia terluka??”

“Lebih parah dari itu nona. Adik anda… bunuh diri”

Saejin terkejut. Reflek ia menjatuhkan teleponnya dan ia jatuh terduduk di tanah.

“Saejin?? Apa yang terjadi pada Seokjin??”

“Dia… bunuh diri…”

Nyonya Lee terkejut. Ia hanya bisa memeluk Saejin.

“Jadi itu yang kau maksud cara untuk bertemu Nayoung??!! Dasar bodoh!! Bodoh, kau Seokjin!!”

Di rumah sakit, ia ditanya sedikit mengenai kejadian yang menimpa Seokjin

“Apakah korban bertengkar dengan anda sehingga ia memutuskan untuk bunuh diri??”

“Tidak. Ia punya masalah lain”

“Apa itu??”

“5 hari lalu, kekasihnya meninggal. Ia sangat depresi sampai mengurung diri di kamar mandi dan hidup hanya dengan meminum berbotol botol alkohol. Kemarin, ia bilang padaku bahwa ia menemukan cara untuk bertemu kekasihnya dan meminta maaf. Aku sangat tidak menyangka bahwa ini adalah… caranya”

Polisi itu terdiam. Ia menepuk bahu Saejin

“Aku turut berduka atas kematian adikmu, nona. Kuharap ia di sana bahagia”

Saejin mengangguk. Di ruang inap Seokjin, Saejin masih terus menatap jasad tak bergerak yang berselimut kain putih. Ia masih tidak percaya bahwa itu adiknya

“Dasar bodoh!! Bodoh!!! Maksudmu rumah Nayoung yang baru itu surga kan??!!! Kenapa kau begitu bodoh??!! Kau tidak harus mati kan???!! Kau bisa mendoakannya tanpa harus mati!!!!”

Saejin hanya menangis meratapi jasad Seokjin yang sudah tidak bisa ia ajak bicara sampai kapanpun

Epilogue:

Seokjin terbangun di sebuah ruangan yang serba putih. Ia agak bingung. Ia terus melangkah ke sana kemari namun tidak bisa menemukan pintu keluar

“Apa aku sudah mati??”

“Seokjin oppa??”

Seokjin membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya. Namun, sedetik kemudian ia terdiam. Ia berhadapan dengan Nayoung, sosok yang memang ia cari

“Nayoung?? Itu kau??”

Nayoung tersenyum dan menghampiri Seokjin. Seokjin langsung memeluk Nayoung karena ia sudah sangat merindukan Nayoung

“Kumohon maafkan aku!!! Aku bahkan belum sempat meminta maaf padamu..”

Nayoung mengangguk sambil tetap tersenyum. Ia menggandeng tangan Seokjin untuk mengikutinya

“Ayo oppa..”

Seokjin tersenyum dan mengikuti langkah Nayoung

“Aku tidak perduli walau aku harus mati untuk bertemu denganmu. Bagiku, bersama denganmu adalah sebuah kebahagiaan abadi di hidupku. Aku mencintaimu, Nayoung”

 

~THE END~

Another FF dengan main cast Jin-Nayoung!!

Oyaa, sedikit pengumuman di sini. Mulai sekarang penname resmiku sudah bukan fluffeun lagi, sekarang yang resmi adalah ssenxiu (@sseuni)

So, kalo kalian menemukan ff apapun dengan penname ssenxiu itu juga merupakan FF buatanku.

Always RCL guys biar aku tau seberapa kalian menyukai FFku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s