Best Friend

 bf

Best Friend

.

ssenxiu

.

Jungkook (BTS) as Jeon Jungkook || OC as Na Haeri

.

Friendship, school-life, sad, fail!Romance || PG-13 || Oneshoot

===000===

No matter what happen in the future

i still have you my best friend

 

Namaku Jeon Jungkook. Kalian bisa memanggilku Jungkook. Hidupku…. yahhh… standar.

Anak dari pasangan pengusaha kaya di Korea. Aku tumbuh di lingkungan serba berkecukupan. Tapi, benarkah aku bahagia??

Tidak… tidak sama sekali

Orang orang hanya memanfaatkanku untuk mengambil hartaku. Aku tidak mempunyai teman yang benar benar tulus bersahabat denganku. Semua dibayar dengan uang.

Tapi saat bertemu dengannya dan pindah ke sekolah ini, hidupku jadi terasa…

Berbeda…

“Jungkook!! Annyeong!!”

Dialah, Haeri.. Na Haeri. Dia cukup sederhana. Orang tuanya hanya pekerja di sebuah kantor swasta. Ayah Haeri bersahabat baik dengan ayahku. Ibuku juga sahabat baik dari ibunya. Adiknya juga dekat denganku.

Setiap hari kami selalu berangkat bersama. Hanya dia yang bisa mengertiku dan memahamiku. Hanya dia yang menilai sebuah persahabatan dengan kasih sayang, bukan uang

Dia itu…. spesial

“Tidak bangun kesiangan lagi??”

“Tidak!! Aku berhasil!!”

“Iya iya… kau berhasil”

“Hari ini ada PR tidak sih??”

“Hmm… ada!!”

“MWO??!! Kenapa di catatan tidak ada??!!”

Aku hanya tertawa kecil. Dia akan sangat lucu jika sudah panik seperti itu.

“Tidak tidak. Aku hanya bercanda”

“Aishh!! Sini kau!!”

Haeri menggelitiki badanku. Aku yang geli hanya bisa tertawa.

“Ya!! Hentikan!! Baik baik, aku salah”

“Baiklah!! Kau kumaafkan!!”

Kami berdua tertawa dan melanjutkan perjalanan

“Jungkook..”

“Hmm??”

“Gendong!!”

“Hee??”

“Gendong!! Kumohon!!”

Haeri pun mengeluarkan jurus puppy eyes-nya. Aku yang tidak tega akhirnya mengangguk

“YEAYY!! Gomawo, Jeon Jungkook!!”

Aku pun membungkuk dan Haeri naik ke punggungku. Aku melanjutkan perjalanan sambil tetap menggendong Haeri.

“Jungkook..”

“Apa lagi??”

“Terima Kasih banyak..”

Aku terdiam. Kenapa tiba tiba dia mengucapkan terima kasih??

“Untuk apa??”

“Untuk selama ini. Kau mau bersabar jika aku sedang bawel, aku mau menuruti keinginanku yang kadang kekanak-kanakan, kau selalu menghiburku saat aku sedih, kau menemaniku saat aku kesepian, kau selalu bersamaku dan banyak lagi. Aku beruntung mempunyai sahabat sepertimu”

Aku tersenyum.

“Aku juga ingin berterima kasih padamu. Selama ini kau terus menjagaku”

Haeri mengeratkan pelukannya.

“Kalau kau capek, aku turun saja. Aku kasihan padamu, nanti kan kau ada jam olahraga. Aku takut kau kecapekan”

“Tidak papa kok!! Aku senang asalkan kau juga senang”

Aku dan Haeri tertawa. Akhirnya aku terus menggendong Haeri sampai sekolahan.

Sekarang jam pelajaran sejarah, aku sangat benci pelajaran ini. Kulihat di sampingku, Haeri tertidur pulas. Aku membalikan bukunya dan membenahi posisi tidurnya.

Aku memandanginya. Ia tampak sangat cantik jika tidur. Seperti malaikat.

“Haeri, bangunlah. Pelajaran hampir selesai” bisikku di telinga Haeri

Haerin bangun dan menguap. Ia membalik buku pelajarannya dan menatap lurus ke depan. Aku hanya tersenyum.

Saat jam istirahat, aku dan Haeri duduk di bangku taman depan sekolah. Kami mengeluarkan bekal masing masing.

“Kau bawa apa??”

“Sandwich. Kau??”

“Makanan kesukaanmu, Tteokbokki buatanku!!”

“Woahh!! Gomawo, Haeri”

Kami pun bertukar tempat bekal. Hal ini sudah sering terjadi. Kadang, jika aku atau Haeri tidak membawa bekal, 1 tempat makan akan dimakan berdua.

“Oya, aku ingin cerita padamu”

“Apa??”

“Aku menyukai seseorang”

“Siapa??”

“Kau tau Yein??”

“Anak kelas 9-1 itu??”

“Iya”

“Sejak kapan kau menyukainya?? Kenapa kau tidak pernah bilang padaku??”

“Yahh… aku takut kau cemburu. Hehe…”

Haeri memukul kepalaku sambil tertawa.

“Oya, kau mau menolongku??”

“Apa??”

“Sebentar lagi kan ulang tahun Yein, aku ingin membelikannya hadiah, tolong pilihkan ya??”

“Arraseo. Aku akan lakukan sebisaku”

Aku tersenyum dan melanjutkan makanku

Haeri POV:

Aku sebenarnya menyukai Jungkook.

Tidak tidak…

Aku mecintai dan sangat menyayanginya..

Tapi siang ini, aku mendengar dari mulut Jungkook sendiri bahwa ia menyukai Yein, anak kelas 9-1 yang sangat cantik dan pintar.

Memang, akhir akhir ini mereka dekat karena ikut olimpiade matematika bareng. Aku sebagai sahabat hanya bisa bahagia melihat Jungkook bahagia. Namun, salahkah aku jika aku sedih karena sahabatku mencintai orang lain??

Aku dan Jungkook berada di toko aksesoris. Aku menungguinya memilih. Saat memilih, perhatianku tertuju kepada 2 buah liontin berbentuk sayap malaikat berwarna emas. Aku berpikir untuk memberikannya kepada Jungkook. Dengan begitu, kita bisa punya barang kembar.

“Tolong yang ini ya??”

Pelayan toko itu mengangguk dan membungkus liotin ini dengan rapi. Aku memeluk bungkusan itu.

“Haeri…”

“Ne??”

“Tidak ada yang cocok..”

“Ya sudah, kan bisa cari lain kali. Besok aku yakin pasti ketemu”

“Baiklah. Ayo pulang..”

Kami akhirnya pulang.

Author POV:

Jungkook dan Yein semakin dekat. Waktu kebersamaan Jungkook dengan Haeri pun semakin sedikit. Entah kenapa, sifat Jungkook juga berubah semenjak ia dekat dengan Yein.

“Jungkook!!”

“Ada apa??”

“Nanti sore kau ada acara tidak?? Kalau tidak ada, temani aku beli buku ya??”

“Mian.. aku tidak bisa. Aku ada janji dengan Yein”

“Tapi.. biasanya…”

“Aku sudah bilang tidak bisa. Aku pergi dulu”

Haeri memandangi Jungkook dengan sedih. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya.

“Bahagialah dengan Yein, Jungkook. Aku rasa, ini saatnya aku merelakanmu. Terima kasih atas semuanya”

Keesekokan harinya, ia sengaja berangkat pagi pagi untuk menghindari Jungkook. Ia juga meminta Lee saem untuk menukar tempat duduknya dengan Sora yang berada di seberang meja Jungkook dan Haeri.

Namun, saat ia melewati kelas 9-1, ia melihat Yein bersama salah seorang teman perempuannya.

“Apa kau berhasil memacari Jungkook???”

Mendengar nama Jungkook disebut, Haeri tertarik untuk mendengarkan percakapannya lebih detail

“Tentu saja aku berhasil. Yein gitu lohh…”

“Lalu, bagaimana rencanamu selanjutnya??”

“Tinggal mendekati keluarganya lalu kita sabotase kekayaanya”

Pernyataan Yein membuatku terkejut. Aku segera berlari ke toilet dan menangis sepuasnya di sana

“Aku harus beritau, Jungkook!!”

Siangnya, Jungkook dan Haeri berada di atap sekolah untuk berbicara.

“Jungkook, kita perlu bicara.. ini serius!!!”

“Ada apa sih?? Kenapa enggak di bawah aja?? Yein bisa kecewa kalau aku tidak ada saat ia mencariku!!!”

“Kenapa kau masih memikirkannya sih??!! Jauhi dia Jungkook!!! Dia bukan wanita yang baik untukmu!!! Dia hanya memanfaatkanmu saja!!!”

“YA!! Jaga bicaramu, Na Haeri!! Berani beraninya kau menfitnah pacarku sendiri!!! Bukankah kita sahabat??!! Sahabat itu harus mendukung, bukan menjatuhkan!!! Aku tidak menyangka kau seperti ini!!”

“Jungkook, kumohon kau harus percaya padaku…”

“Cukup!! Aku muak dengan kata katamu!! Aku kecewa padamu, Haeri!! Kita bukan sahabat lagi!!” kata Jungkook sambil meninggalkan Haeri di atap

Haeri menangis. Ia tidak menyangka jika Jungkook tega memutuskan persahabatan mereka hanya karena Yein.

Saat ia kembali ke kelas, ia melihat tasnya terbuka. Ia mengecek semua bawaannya dan ia tidak menemukan bungkusan liontin yang kemarin ia beli

Ia mencari Jungkook dan menemukannya sedang berdua dengan Yein. Ia melihat bungkusan itu di kantong seragam Jungkook. Haeri pasrah, ia yakin… liontin itu akan diberikan pada Yein.

Besoknya, saat ia sampai di sekolah pagi pagi, banyak siswa yang mengerubung. Ia mendesak masuk dan menemukan Jungkook babak belur.

“YA!! HENTIKAN!! APA APAAN INI??”

“Ahh… Haeri, kebetulan kau di sini. Bisa tidak kau bilang pada sahabatmu itu untuk jauh jauh dari Yein??!!”

“Memangnya apa salahnya??!!”

“Dia sudah merebut pacar orang!! Puas??!!”

“Jadi.. kau..”

“Ya!! Aku pacar Yein!! Kenapa??!!”

Jungkook kaget

“Tapi dia waktu itu bilang bahwa dia masih sendiri!!”

“Kapan aku berbicara seperti itu??”

Yein datang dengan polosnya dan bergelayut manja di lengan Zelo

“Aku sudah bilang bahwa aku punya pacar. Jungkook saja yang terus merayuku”

“BOHONG!!! SEMUANYA BOHONG!!!”

“DIAM KAU, SIALAN!!!” kata Zelo sambil menendang perut Jungkook

“Hahh… ya sudahlah. Urus saja sahabatmu Haeri, bye bye”

Haeri yang kesal melempar payung yang ia bawa hingga mengenai Zelo. Zelo jatuh tersungkur dan berdarah di bagian kepala.

“KALIAN SEMUA BUBAR!!!”

Para siswa pun langsung bubar karena takut kena marah Haeri. Haeri menatap Jungkook. Ia mengulurkan tanganya untuk membantu Jungkook. Jungkook menatap Haeri dan menyambut uluran tangannya.

“Kau tidak apa apa??”

Jungkook diam saja sambil menatap Haeri sedih

“Haeri…”

“Kalau tidak apa apa, aku pergi dulu”

Haeri meninggalkan Jungkook yang meneteskan air matanya. Tanpa Jungkook sadari, Haeri juga menangis karena tidak tega dengan Jungkook

Malamnya, Haeri termenung di balkon kamarnya. Ibunya datang menghampiri sambil membawa susu untuk Haeri

“Haeri.. ini susunya”

“Iya eomma”

Ibu Haeri heran. Tidak biasanya anaknya mengurung diri di kamar

“Ada apa Haeri?? Cerita dong pada eomma”

“Eomma, masuk akal enggak sih kalau persahabatan itu putus hanya gara gara wanita??”

“Menurut eomma sih enggak”

“Oh begitu…”

Nyonya Na mendadak sedih. Haeri yang heran akhirnya bertanya pada nyonya Na.

“Eomma, eomma kenapa?? Kok murung??”

“Keluarga Jungkook…”

“Jungkook?? Kenapa dengan keluarga Jungkook??”

“Keluarga Jungkook, disabotase”

“APA??!!”

“Benar, Haeri. Tuan Jeon dituduh menggelapkan sejumlah dana hingga seluruh asetnya di sita. Sekarang mereka sudah tidak punya apa apa”

Haeri tertunduk sambil menangis.

“Eomma, bagaimana jika keluarga Jeon sementara tinggal di rumah kita??”

“Kau benar!! Kau pintar, Haeri!! Baiklah, eomma akan bilang appa dulu ya??”

Haeri tersenyum. Namun, sedetik kemudian ia melamun

“Apakah kita bisa kembali??”

Haeri POV:

Semenjak kasus tuan Jeon, Jungkook menjadi sasaran empuk untuk pembully-an. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Zelo dan teman temannya.

Seperti pagi ini, Jungkook disiram oleh Zelo secara sengaja. Akibatnya, baju dan bukunya basah semua.

“Makan tuh air!! Anak sial kayak lo tuh pantesnya disiram!! Tau deh yang katanya anak konglomerat tapi ayahnya seorang koruptor!!”

Seluruh geng Zelo menertawakan Jungkook. Jungkook hanya bisa diam dan pasrah. Aku yang tidak tega melempar ember ke kepala Zelo

“STOP!!! STOP MEMBULLY JUNGKOOK!!”

Zelo terkejut menyadari keberadaanku. Aku membantu Jungkook berdiri dan menatap Zelo.

“Jangan merasa sok jagoan, Zelo Kim. Aku bisa saja melaporkan apa yang aku lihat dan aku dengar ini ke kepala sekolah”

“Memangnya apa yang kau lihat??!!”

“Kemarin, pukul 15.00, kau pergi ke ruang koperasi. Lalu kau mengambil uang di sana dan mencuri beberapa dokumen dokumen guru untuk kau rubah. Apakah aku benar??”

Zelo terpaku. Ia akhirnya jatuh terduduk dan memohon ampun padaku

“Kumohon, ampuni aku!! Jika kau adukan aku ke kepala sekolah, aku bisa hancur”

“Baiklah!! Tapi kau harus lakukan satu hal untukku”

“Apa itu?? Akan kulakukan apapun asal kau tidak mengadukanku”

“Bawa alat perekam ini dan buat Yein mengakui semua perbuatan keluarganya terhadap keluarga Jungkook”

“Tapi..”

“Kau takut?? Tidak usah takut.. kau berada di bawah perlindungan keluargaku dan aku”

“Baiklah. Aku akan lakukan”

“Satu lagi, berjanjilah untuk tidak membully Jungkook lagi”

“Baik..”

Setelah Zelo pergi, aku menatap Jungkook.

“Aigoo, bajumu basah”

Aku merogoh tasku dan mengeluarkan 1 set seragam lengkap.

“Ini seragam.. untukku??”

“Tentu saja. Kau tidak mungkin masuk kelas dengan keadaan seperti itu kan?? Cepat ganti bajumu sekarang!! Jika sudah, aku tunggu di atap sekolahan”

Aku meninggalkan Jungkook yang masih terdiam di tempatnya. 10 menit kemudian, Jungkook menghampiriku di atap sekolahan

“Untuk sementara, kau diamlah di sini dulu. Kau terpaksa membolos untuk sementara waktu. Semua bukumu basah”

Jungkook mengangguk

“Kemarilah, akan ku keringkan rambutmu”

Jungkook menurut dan duduk menghadapku. Aku mengambil handuk dan mulai mengeringkan rambut Jungkook. Dari luar, bel pergantian pelajaran telah berbunyi.

“Kau tidak masuk??”

“Tidak. Aku tidak mungkin meninggalkanmu”

Jungkook terdiam. Ia menghentikan tanganku dan memelukku

“Jungkook-ah… lepaskan..”

“Gomawo, Haeri”

Aku membalas pelukannya dengan canggung.

“Kau tunggulah di sini. Aku akan membeli makanan untukmu”

“Haeri..”

“Ya??”

“Jangan pergi. Temani aku disini, kumohon”

Aku sedih melihat Jungkook seperti ini. Akhirnya aku mengikuti tarikannya dan duduk di sebelahnya. Jungkook menyandarkan kepalanya di bahuku

“Sebenarnya, apa yang terjadi dengan keluargamu??”

“Perusahaan appa disabotase oleh appa Yein. Appa dituduh menggelapkan uang dan memeras perusahaan appa Yein. Padahal semua itu salah. Appa Yein-lah yang sudah memeras dan mengancam kita”

Aku menepuk nepuk kepala Jungkook untuk menenangkannya.

“Daripada kita di sini, kita pulang saja yukk. Kita jalan jalan. Lagipula, bukankah kau akan tinggal bersamaku sampai kasus itu selesai??”

Jungkook tersenyum mengiyakan. Akhirnya, dengan diam diam kami keluar sekolah dan pulang naik bis

Author POV:

Malamnya, Jungkook dan Haeri duduk berdua sambil menatap langit malam.

“Haeri..”

“Ya??”

“Maafkan aku..”

“Untuk apa??”

“Hanya gara gara Yein, aku sampai memutuskan persahabatan kita”

“Sudahlah. Yang sudah biarlah berlalu”

“Satu lagi…”

Jungkook mengambil bungkusan dari balik bajunya

“…ini punyamu kan??”

Haeri terkejut. Itu hadiah yang ia berikan pada Jungkook!!

“Beruntung kalung ini belum aku berikan ke Yein. Ini hartaku satu satunya”

Jungkook tersenyum. Ia membuka bungkusan itu dan memasangkan kalungya di leher Haeri

“Lihat!! Ini kembar!!”

Hanya hanya tersenyum sedikit sambil tetap menatap Jungkook bingung

“Haeri, boleh aku jujur padamu??”

“Apa??”

Jungkook menarik kepala Haeri dan menempelkan bibirnya ke bibir Haeri. Haeri yang terkejut langsung tidak berkutik. Ia hanya membelalakan matanya.

Setelah cukup lama berciuman, Jungkook melepaskan ciuman mereka dan memeluk Haeri.

“Saranghae. Aku beruntung punya sahabat sepertimu. Namun, aku memintamu untuk menjadi lebih dari sekedar sahabat bagiku…”

Haeri mulai meneteskan air matanya. Tangannya mempererat pelukan antara Haeri dan Jungkook

“…kau duniaku. Kau segalanya. Aku sadar, hanya kau orang yang tepat untukku. Tetap di sisiku dan jangan pergi lagi”

Haeri tak kuat lagi. Tubuhnya melemas dan ia hanya bertumpu pada pelukan Jungkook. Haeri sudah menangis. Kali ini jauh lebih kencang dari sebelumnya

“Nado… nado saranghae”

Akhirnya, mereka berdua menghabiskan waktu dengan menatap malam yang menjadi saksi bisu hubungan mereka

Epilogue:

Beberapa tahun kemudian…

Kehidupan Jungkook dan Haeri berjalan dengan lancar. Perusahaan tuan Jeon sudah membaik. Yein dan keluarga akhirnya menerima ganjarannya. Tuan Jeon terbukti tidak bersalah 2 minggu setelahnya.

“Jungkook!!”

Sosok namja tinggi tampan bernama Jungkook itu menoleh.

“Oh!! Sudah selesai??”

“Apa kata dosen tadi??”

“Kita akan ikut pertukaran pelajar ke Inggris!!”

“Jinjja?? Syukurlah!!”

“Baiklah. Kita mau apa sekarang??”

“Kita makan dulu yukk. Aku laper”

“Baiklah, baiklah. Kajja!!”

Ya, mereka Jungkook dan Haeri. Sekarang mereka berkuliah di Daehwan University dan mengambil jurusan yang sama, yaitu EICC.

Hubungan mereka?? Sangat baik!!. Bahkan mereka sudah dijodohkan oleh pihak keluarga dan akan melangsungkan pertunangan setelah pulang dari pertukaran pelajar.

Jungkook lega. Baginya, Haeri adalah dunia dan mahkotanya. Ia tidak perduli dengan apa yang terjadi di masa depan. Semua itu karena ia mempunyai Haeri sebagai sumber hidupnya.

~THE END~

HAHHH!!! FF ku berikutnya sudah selesai!!

Pertama tama aku mau minta maaf ke readers karena FF ini gaje pake banget. Hubungan Jungkook dan Haeri mungkin sedikit membingungkan di sini… maaff!! Aku tidak pandai membuat FF dikarenakan belum terlalu mastah seperti teman teman authors disini.

Kalau kalian sudah membaca dan suka dengan ff ini, aku ucapkan terima kasih banyak!! Kalian mau menyukai FF yang super duper ancur dan berantakan ini!! Silahkan beri comentnya biar aku tau seberapa kalian suka dengan FF ini…

See you in the next FF…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s