My Husband is Rich Man and Cold Man – Part 1

jhyosun132

POSTER BY aqueera@POSTER CHANNEL

My Husband is Rich Man and Cold Man – Part 1

*****

Hallooo^^

Sudah lama yaa kita tidak saling menyapa hehe.

Semoga suka dengan kelanjutan cerita ini.

Happy Reading^^

Seukhye memandang kesal kertas yang ada di hadapannya saat ini. Ah, bukan kertas yang Seukhye sesalkan tetapi tulisan yang tertera itu membuatnya ingin sekali mematahkan leher seseorang yang menyuruh atasannya untuk memindahkan dirinya menjadi Ketua Tim Editor di salah satu perusahaan yang sangat ia ketahui yaitu OH Corporation. Seukhye dipindahkan menjadi Ketua Tim Editor di salah satu anak perusahaan OH Corporation yaitu OSH Entertainment.

“Oh Sehun, aku akan benar-benar membunuhmu.” Geram Seukhye marah. Seharusnya Seukhye senang bisa bekerja di salah satu agensi besar lainnya. Tetapi, bukan itu masalah Seukhye. Seukhye termasuk orang yang sangat lama dalam beradaptasi. Tapi atasannya telah mengatakan bahwa dia harus pindah, ya dia harus pindah. Memang apa yang bisa Seukhye lakukan? Ugh, menyebalkan.

Seukhye pun mengangkat satu kardus yang berisi barang-barang miliknya keluar dari ruangannya. Berdiri di tengah-tengah ruangannya, mengisi kembali memori kenangan selama dia bekerja di ruangan itu.

Jinjja. Untuk apa aku bekerja di sana?!” gerutu Seukhye. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar dan berjalan perlahan keluar dari ruangannya.

“Ketua, anda akan berhenti?” tanya salah satu karyawannya.

“Tidak. Aku dipindahkan.” Jawab Seukhye lesu. Karyawannya pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan tidak ingin bertanya lebih lanjut.

 

DRRT

DRRT

 

Oh.” Kaget Seukhye merasakan handphonenya bergetar. Seukhye pun meletakkan kardus yang ia pegang di meja yang berada di dekatnya. “Albert?” gumam Seukhye melihat siapa yang menelponnya.

“Yobseyo?”

Oh, Seukhyeah. Kau sibuk? Bisakah kita bertemu di cafe yang berada di depan kantormu?

“Baiklah. Aku akan segera kesana.”

Eo. Aku akan menunggu mu.”

Seukhye tersenyum kecut setelah mengakhiri panggilannya dengan Albert. Entah kenapa, Seukhye merasa tidak enak. Seukhye merasa Kyuhyun pasti akan mengajaknya ke pesta lainnya untuk kali ini. Oh, tidak. Seukhye dalam keadaan yang buruk. Seukhye tidak sanggup untuk memasang topeng untuk kali ini.

 

*****

 

Kyuhyun menatap jengah Ibu dan Kakaknya yang sedang duduk di sofa yang berada di ruangannya saat ini. Sedangkan Ibu dan Kakaknya menatap marah Kyuhyun.

“Sudah kukatakan. Aku tidak akan membawa Seukhye hadir dalam acara keluarga kita.” Kata Kyuhyun mutlak tidak bisa dirubah. Kakaknya, Cho Ahra menghembuskan nafasnya kasar.

“Dia istrimu, Cho Kyuhyun. Kalau dia istrimu, berarti dia juga termasuk dalam keluarga CHO. Gunakan otak briliant mu itu. Dan juga Ibuku yang meminta langsung untuk Seukhye hadir dalam acara itu. Kau mengerti?” kata Kim Hanna. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar dan mencoba menahan emosinya.

“Tidak. Aku tidak akan membawanya.” kata Kyuhyun jengah dan menatap tajam Ibu dan Kakaknya.

“CHO KYUHYUN!” bentak Ahra.

“Kau ingin Seukhye ikut atau aku yang tidak akan datang dalam acara sialan itu?!” bentak Kyuhyun menatap nyalang Ahra.

“Terserah. Eomma tidak tahu jalan pikiranmu. Kau bisa pergi sendiri, biarkan Seukhye dijemput oleh Jaehyun.” kata Hanna menyerah melihat tingkah laku Kyuhyun.

“Kau menyebalkan, Cho Kyuhyun.” Kata Ahra menatap tajam Kyuhyun dan mengikuti Hanna yang telah keluar dari ruangan Kyuhyun.

“SIAL.” Kata Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat. Kyuhyun melihat lagi undangan yang berada di atas mejanya dan melihat pintu ruangannya yang baru saja di lewati oleh Ibu dan Kakaknya. Kyuhyun menggeram kesal mengingat kembali pertengkarannya dengan Ibu dan Kakaknya. Kyuhyun akui bahwa memang Seukhye sangat diterima di keluarganya. Tidak tahu kenapa keluarga CHO yang terkenal akan penilaiannya terhadap seseorang yang sangat mengerikan, menerima dengan hangat istrinya.

Ah, apakah baru saja Kyuhyun menyebutkan bahwa Seukhye itu istrinya? Iya. Jika kalian mengatakan Kyuhyun tidak menganggap keberadaan Seukhye sebagai istrinya itu salah besar. Kyuhyun menganggap keberadaan Seukhye. Bahkan, setiap kali ada orang yang menanyakan tentang statusnya, Kyuhyun akan mengatakan bahwa Seukhye adalah istrinya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya pelan dan mengambil ponselnya.

“Bagaimana dia mau menemaniku?” kata Kyuhyun setelah menempelkan ponselnya itu di telinga kanannya.

Nyonya Cho menolaknya, Tuan. Nyonya Cho beralasan bahwa dia baru saja di pindahkan ke salah satu agensi besar lainnya.” Kyuhyun mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan alasan Seukhye.

“Dipindahkan? Siapa yang memindahkannya? Bukankah dia bekerja di LYC Entertainmet? Jika ia dipindahkan, harus ada persetujuan dariku.” Geram Kyuhyun yang merasa tidak dihormati sebagai pemegang saham terbesar di agensi tersebut karena resignnya Seukhye tanpa sepengetahuannya.

Saya juga tidak terlalu mengerti apa yang sedang terjadi, Tuan. Tetapi, saya melihat sendiri surat yang menyatakan pindahnya Nyonya Cho, dan disana tertera tanda tangan anda, yang berarti anda menyetujuinya. Apakah Tuan merasa pernah menandatangani surat yang berlabel LYC Entertainment?” tanya Albert ragu-ragu. Kyuhyun tampak berfikir. Apakah dia pernah bertemu dengan salah satu utusan dari agensi tersebut?

 

FLASHBACK

 

            “Presdir, salah satu utusan LYC Ent. meminta untuk bertemu.” Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya ketika telepon yang berada tidak jauh darinya mengeluarkan suara yang tak lain adalah suara sekretarisnya.

            “Masuk.” Kata Kyuhyun singkat. Kyuhyun melepaskan kacamata minusnya dan menatap lurus seorang wanita dan pria masuk ke dalam ruangannya.

            “Annyeonghaseyo, Presdir Cho.” Kyuhyun mengangguk singkat dan mempersilahkan Direktur Utama LYC Ent miliknya, duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya.

            “Ada apa?” tanya Kyuhyun to the point. Pria yang berada di samping Kim Raehee, mengernyitkan dahinya tak mengerti.

            “Saya disini atas permintaan Presdir Oh.” Kata Raehee sopan. Kyuhyun melirik sekilas ke arah Sehun dan mengangguk singkat. “Presdir Oh meminta salah satu karyawan kita untuk bekerja di salah satu agensinya, Presdir Cho.” Kata Raehee takut-takut melihat raut wajah Kyuhyun yang berubah drastis sulit untuk dibaca.

            “Siapa?”

            “Ketua Tim Editor.” Jawab Sehun dengan senyuman kecilnya yang penuh dengan maksud tertentu itu.

            “Berikan proposalnya.” Kata Kyuhyun singkat tanpa menjawab perkataan Sehun. Raehee sontak memberikan map yang sedari tadi ia pegang kepada Kyuhyun. Kyuhyun dengan kasar menerimanya, membuka map itu tak sabaran dan menandatangi proposal tersebut tanpa ingin membacanya.

            “Keluar.” Kata Kyuhyun singkat dan menatap tajam Sehun.

            “Senang bertemu dengan anda, Presdir Cho.” Kata Sehun dingin dengan menekankan kata demi kata.

 

FLASHBACK END

 

Kyuhyun menggeram kesal saat mengingat kembali pertemuan antara dia, Raehee dan Sehun. Mengepalkan kedua tangannya kuat dan merutuki dirinya sendiri, merasa bodoh kenapa Kyuhyun tidak membaca isi proposal tersebut terlebih dahulu.

“Dimana kalian sekarang?!” tanya Kyuhyun marah.

Baskin Robins, Tuan.” Kyuhyun memutuskan langsung sambungan telepon tersebut. Mengambil cepat jas yang ia letakkan di kursi besarnya kasar bersamaan dengan kunci mobilnya.

“Atur ulang scheduleku hari ini.” Kata Kyuhyun di saat melewati meja sekretarisnya.

 

*****

 

“Apa yang terjadi?” tanya Seukhye khawatir. Albert tersenyum menenangkan Seukhye yang terlihat khawatir.

“Tidak ada apa-apa. Tenang saja. Jika Kyuhyun tidak seperti ini, aku merasa lebih aneh.” Kata Albert terkekeh kecil.

“Maafkan aku, oppa. Ini semua karenaku, bukan? Sungguh. Aku tidak bisa menemani Kyuhyun dalam acara ulangtahun perusahaan temannya itu. Apalagi, aku tahu jika sore ini ada acara rutin keluarga CHO.” Kata Seukhye dengan nada suaranya yang sangat lemah itu. Albert menggeleng pelan.

Ani. Kau tidak salah. Yang aku khawatirkan adalah pelaku yang memindahkanmu. Kau tahu apa motif OH Corp. menarik mu?” tanya Albert dengan alis yang saling bertautan. Seukhye menggeleng pelan.

“Aku juga tidak mengerti kenapa Sehun memintaku untuk bekerja di agensi miliknya. Dan aku juga baru tahu kalau OH Corp. memiliki sebuah agensi.” Kata Seukhye tersenyum kecut.

“Bencana.” Gumam Albert sambil memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya kasar. Seukhye tidak mengerti melihat raut wajah Albert yang tiba-tiba berubah.

Waeyo?” tanya Seukhye. Albert tersenyum sambil menggeleng pelan. Seukhye mengernyitkan dahinya tak mengerti di saat Albert tiba-tiba berdiri, Seukhye melihat arah mata Albert dan Seukhye membulatkan matanya melihat Kyuhyun dan diikuti dengan beberapa pengawalnya menuju meja mereka. Seukhye juga ikut berdiri dan membungkukkan badanya singkat memberi hormat kepada Kyuhyun. Walaupun di mata orang Seukhye adalah istri Kyuhyun tetapi di mata Seukhye tersebut bahwa dirinya tak lebih sama seperti posisi Albert di mata Kyuhyun. Miris sekali.

“Tunggu di luar.” Kata Kyuhyun singkat. Oh, bukan. Ketika Seukhye mengambil tasnya untuk meninggalkan Albert dan Kyuhyun. Kyuhyun menatap tajam Seukhye di saat Seukhye melakukan itu.

“Kau. Duduk.”

Seukhye menelan ludahnya gugup mendengar Kyuhyun yang tidak dipercaya atau tidak, Kyuhyun akhirnya mengeluarkan suaranya. Dan itu untuknya. Seukhye mengangguk kaku, dan menundukkan kembali tubuhnya di kursi yang ia duduki. Kyuhyun pun juga duduk tepat di depannya, Kyuhyun melihat ke sekelilingnya dan menghembuskan nafasnya kasar. Seharusnya Kyuhyun tahu bahwa Baskin Robbins adalah toko Ice Cream yang pastinya lebih banyak pengunjung yang berstatus sebagai anak sekolah. Dan Kyuhyun benci akan hal itu. Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal, berdiri, sontak Seukhye juga berdiri sambil mengambil tasnya. Kyuhyun menarik tangan Seukhye dan menarik Seukhye keluar dari Toko Ice Cream tersebut.

Seukhye pun terkejut. Melihat tangannya sendiri yang ada genggaman tangan Kyuhyun saat ini. Kyuhyun menyentakkan tangan Seukhye, mendorong kasar Seukhye masuk ke dalam mobil miliknya.

Auch.” Ringis Seukhye ketika kepalanya terbentur di pintu mobil.  Walupun begitu Kyuhyun tetap memandang datar kejadian itu. Sambil mengusap-usap kepalanya Seukhye tetap masuk dan duduk manis di dalam mobil mewah suaminya.

“Butik.” Kata Kyuhyun. Albert yang berda di kursi kemudia mengangguk mengerti.

Aniyo, oppa. Antarkan aku terlebih dahulu ke OSH Entertainment.” Kata Seukhye kalut mendengar kemana tujuan Kyuhyun membawa masuk dirinya ke dalam mobil.

“Tapi..” Albert melirik sekilas wajah Kyuhyun melalu kaca dan memejamkan matanya. “Maafkan saya, Nyonya.” Sesal Albert. Seukhye melihat Kyuhyun yang sedang membaca sesuatu di ipadnya. Seukhye mendecak kesal, dan tidak tahu harus berbuat apa-apa. Seukhye tahu posisinya. Hanya sebatas asisten sangat pribadi milik Kyuhyun. Kalian mengerti? Asisten ‘sangat’ pribadi Kyuhyun. Tidak. Lebih.

“Yobseyo?”

Kyuhyun melirik sekilas kearah Seukhye yang sedang mengangkat panggilan telepon dengan alis yang saling bertautan.

“Aku tidak bisa. Aku ada urusan lain. Besok aku akan menemuimu. Ani. Tenang saja, aku akan tetap bekerja di agensimu. Hanya saja, hari ini aku memiliki kegiatan lain yang lebih penting. Maafkan aku.” Kata Seukhye menyesali sudah membuat atasan barunya kecewa, menatap sendu ponselnya. Seukhye sendiri tidak tahu, yang mana yang seharusnya ia jalani. Ikut dengan Kyuhyun ‘suaminya’ atau mendata ulang resumenya untuk OSH Entertainment. Kyuhyun yang mendengar semua itu tersenyum sinis.

 

 

*****

 

Sehun tidak mengeluarkan suara apapun setelah Seukhye memutuskan begitu saja tanpa mendengar ucapan Sehun terlebih dahulu. Sehun tersenyum sinis mengingat siapa pelaku yang membuat Seukhye tidak bisa datang ke kantornya hari ini.

“Sepertinya Kyuhyun telah mengetahui siapa dalang yang membuat noona pindah. Ck. Ku kira pria tua itu tidak perduli dengan pemindahan tugas istrinya setelah aku melihat pria tua itu menandatanginya begitu saja proposal tanpa ingin membacanya.” Gumam Sehun dengan senyuman iblisnya. Sehun melemparkan asal ponselnya diatas meja kerja miliknya, melihat sekretarisnya yang berdiri gugup di depannya.

“Kau bilang hari ini ada acara rutin Keluarga CHO?” tanya Sehun dengan nada yang sangat datar itu. Sekretarisnya itu mengangguk takut. “Dan mereka tidak mengundangku?” Youngra, sang sekretaris mengangguk. “Tak apa.” Kata Sehun sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Tetapi, Presdir. Saya mendengar bahwa kemungkinan besar Presdir Cho tidak akan dhadir ke acara itu dan akan datang di acara ulangtahun anak perusahaan kita.” Kata Youngra. Sehun tersenyum senang.

“Itu bagus. Percepat rapat kali ini. Aku akan datang dalam acara tersebut.” Kata Sehun kembali memakai kacamata minus miliknya.

“Saya mengerti, Presdir.” Jawab Youngra sopan dan segera beranjak keluar dari ruangan sehun.

 

*****

 

Seukhye dengan wajah yang ditekuk mengekori Kyuhyun kemana kaki panjang milik ‘suaminya’ melangkah. Seukhye tidak berniat kabur ataupun sekedar memberikan protes bahwa dirinya tidak ingin pergi dalam pesta kali ini.

 

BRUK

 

Aw.” Ringis Seukhye mengusap pelan dahinya yang tertabrak punggung Kyuhyun. Kyuhyun menatap datar Seukhye dan mengarahkan matanya untuk Seukhye segera masuk ke salah satu butik yang ada di Mall miliknya. Seukhye mengangguk singkat dan masuk ke dalam butik. Kyuhyun pun juga masuk dan duduk di sofa yang berada di tengah butik itu. Seukhye masih saja memasang wajah tidak suka masuk ke dalam butik yang berisi dengan gaun-gaun mewah. Kapan semua ini akan berakhir? Jujur saja. Rasanya Seukhye ingin sekali berteriak dan mengatakan ‘AKU BUKAN ISTRI CHO KYUHYUN! KALIAN DENGAR?!’ Kapan Seukhye bisa berteriak seperti itu? Apakah sekarang?

Coba saja, Kim Seukhye. Dan, Ibumu yang menjadi korbannya jika kau melakukan itu. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar.

“Nyonya?”

“Hm?”

Seukhye tak berniat menolehkan wajahnya hanya untuk menatap Albert yang sedang berdiri di belakangnya.

“Anda diminta untuk memilih gaun yang berwarna merah karena setelan jas milik Tuan Cho ada corak yang berwarna merah di salah satu bagian setelan jas.”

Seukhye hanya mengangguk dan beranjak menuju jejeran gaun yang telah di pegang oleh seluruh karyawan butik itu. Seukhye berdiri di tengah-tengah jejeran karyawan dan menatap satu-satu gaun yang mereka pegang. Kyuhyun tak melihat ‘istrinya’, Kyuhyun lebih memilih melanjutkan pekerjaannya dengan memegang ipad dan memakai kacamata bacanya dengan jas yang telah tertanggal dan di pegang oleh sekretarisnya yang entah kapan datang itu.

“Berikan aku yang itu.” Kata Seukhye dengan nada suara yang ramah dan senyuman yang sangat mematikan. Bukan untuk membunuh tetapi mengundang semua orang juga tersenyum. Seukhye menerima gaun itu dan melesat ke ruang ganti dan diikuti dua orang karyawan yang siap membantu Seukhye.

Kyuhyun melepaskan kasar kacamata bacanya, menghembuskan nafasnya kasar. “Albert!” Kata Kyuhyun dingin. “Selidiki apa rencana bocah tengil itu!” Kyuhyun mengeraskan rahangnya.

“Saya mengerti, tuan.” Jawab Albert dan segera keluar dari butik ditemani dengan dua orang anak buahnya.

 

SREEK

 

Kyuhyun menolehkan wajahnya ke arah Seukhye yang sedang berdiri di depan kaca yang sangat besar sambil melihat gaun yang ia pakai.

“Apakah ini pas?” tanya Seukhye dengan wanita yang ada di sampingnya.

“Sangat pas, Nyonya.” Jawab wanita itu sopan. Seukhye mengangguk dan kembali masuk ke ruang ganti. Tanpa disadari Seukhye, Kyuhyun menahan nafasnya selama Seukhye keluar dan berdiri di depan kaca.

Shit.” Gumam Kyuhyun pelan. Kyuhyun mengambil jasnya kasar dan berjalan cepat beranjak keluar dari butik. Lalu bagaimana dengan Seukhye? Kyuhyun meninggalkan Seukhye begitu saja. Jika Kyuhyun menunggu Seukhye sampai selesai, itu sangat aneh menurut Seukhye. Seukhye sudah terbiasa dengan Kyuhyun yang mengantarnya ke butik tetapi Seukhye tidak terbiasa dengan Kyuhyun yang menungguinya sampai selesai.

Seukhye keluar dari ruang ganti, dengan pakaian kerjanya kembali. “Antarkan gaun itu kerumah keluarga CHO.” Kata Seukhye dengan senyuman yang tulus.

“Baik, Nyonya.” Kata manager butik  dan menundukkan kepalanya ketika Seukhye melewati mereka.

Seukhye tentu saja tidak akan mengeluarkan uangnya hanya untuk membayar gaun tersebut. Seukhye pernah melakukan hal tersebut dan akibatnya Kyuhyun murka. Dengan memberikan hampir seluruh stok sepatu yang ditempat Seukhye membeli sepatu di Mall Kyuhyun telah tersusun rapi di wardrobe miliknya. Kyuhyun memang tidak akan marah seperti manusia umumnya. Kyuhyun memiliki cara yang lain yang ampuh membuat Seukhye tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

 

*****

 

“Jaehyun oppa?!” kaget Seukhye saat melihat Jaehyun berdiri sangat menakutkan di sisi kanan pintu butik dengan menyenderkan punggungnya itu.

Oppa, waegure?” tanya Seukhye bingung. Jaehyun tersenyum saat menyadari Seukhye telah keluar dari butik.

“Kau sudah selesai?” tanya Jaehyun, Seukhye mengangguk.

Kajja!” Jaehyun menarik tangan Seukhye dan berjalan cepat.

Oppa, kita mau kemana?” tanya Seukhye sambil mencoba melepaskan genggaman erat tangan Jaehyun di pergelangan tangannya. Jaehyun tidak memperdulikan perkataan Seukhye, Jaehyun tetap menarik tangan Seukhye dengan cepat sesekali melirik ke segala arah seperti sedang waspada akan suatu hal.

“Aman.” Gumam Jaehyun sangat pelan. Seukhye hanya menghembuskan nafasnya pasrah. Sungguh. Seukhye tidak bisa melakukan apapun. Pria yang sedang menarik tangannya ini adalah saudara tiri suaminya yang tak lain berarti adalah saudaranya juga. Apa jadinya jika Seukhye berontak saat ini dan akan masuk ke berita utama di majalah berita untuk esok hari? Sial, sekali bukan.

Oppa, jinjja. Kita mau kemana? Aku harus segera pulang.” Kata Seukhye dengan wajah yang memelas.

“Kita akan ke rumah utama keluarga CHO. Semuanya sudah menunggumu.” Kata Jaehyun dan menghidupkan mesin mobilnya. Seukhye membulatkan matanya.

“Tetapi, oppa.. Kyuhyun… Dia sepertinya tidak mengizinkan ku untuk hadir dalam acara rutin itu.” Kata Seukhye dengan wajah harap cemasnya. Jaehyun menggelengkan wajahnya tegas.

“Tidak akan. Karena suami es mu itu sudah berada di kediaman utama Keluarga CHO.” Jawab Jaehyun dan menghapus seluruh rasa kekhawatiran Seukhye. Seukhye tersenyum lucu. Jaehyun menyadari Seukhye yang tersenyum.

Wae? Apa yang membuatmu tertawa?” Tanya Jaehyun sesekali menoleh ke arah Seukhye. Seukhye menggeleng pelan.

Aniya. Hanya merasa lucu saja. Aku istrinya tetapi aku datang bersama saudaranya bukan suamiku sendiri. Ini. Menarik.” Jawab Seukhye dengan tawa yang sangat dipaksakan.

“Mau bagaimana lagi? Kau sangat berharap jika Kyuhyun yang berada di posisiku saat ini?” tanya Jaehyun dengan senyuman yang penuh tanda tanya.

Ani. Tidak pernah terlintas sedikitpun di benak dan pikiranku jika Kyuhyun yang ada di posisimu saat ini oppa. Mungkin jika itu terjadi, aku sendiri yang merasa sedikit canggung atau aneh barangkali.” Kata Seukhye tersenyum. Jaehyun mengangguk setuju.

Suasana pun menjadi sunyi.

Seukhye hanya memandang satu titik dengan diam sedangkan Jaehyun sesekali melirik Seukhye dengan ujung matanya prihatin. Jaehyun tahu dengan hubungan Kyuhyun dan Seukhye. Walaupun baik antara Seukhye maupun Kyuhyun tidak ada yang memberitahunya.

Di awal pernikahan, Jaehyun tidak merasa apapun yang aneh dengan hubungan Kyuhyun dan Seukhye. Tetapi, semenjak di acara ulangtahun Seukhye yang pertama kali menjadi salah satu anggota keluarga CHO, Kyuhyun tidak hadir bahkan tidak memberi hadiah dalam bentuk apapun. Bahkan, Jaehyun tidak yakin jika Kyuhyun tahu bahwa di hari itu Seukhye berulangtahun. Semenjak itu, Jaehyun menyuruh detektif yang dimilikinya untuk menyelidiki hubungan Kyuhyun dan Seukhye.

Hasil penyelidikan itu Jaehyun hanya mengethui bahwa hubungan Kyuhyun dan Seukhye tidak seperti pasangan suami-istri pada umumnya. Hubungan Kyuhyun dan Seukhye lebih kaku, tidak harmonis, bahkan tidak pernah berbicara sedikitpun. Jika mereka ingin berbicara mereka harus memiliki perantara ataupun Albert yang akan menjadi korbannya.

“Sekedar pemberitahuan. Acara ini, semua keluarga besar CHO hadir. Bahkan, aboeji hadir dalam acara ini. Kyuhyun menyetujui jika aboeji dapat hadir dalam acara kali ini tetapi memang Kyuhyun tidak berniat untuk mengundangmu.” Kata Jaehyun sambil mengedikkan bahunya acuh dan melepaskan seatbeltnya dan beranjak keluar dari mobil.

Seukhye membatu.

Oh, bahaya. Cho Yeunghwan hadir. Seukhye menggigit pipi bagian dalamnya sambil merutuki dirinya kenapa tidak lari saja. Ini maksud dari Kyuhyun melarang Seukhye hadir dalam acara rutin kali ini. Karena Ayah mertuanya hadir.

 

KNOCK

KNOCK

 

Seukhye kaget. Jaehyun mengerutkan dahinya tidak mengerti dan menyuruh Seukhye untuk segera keluar. Seukhye melihat bahwa cuaca hari ini mendung. Lihatlah, bahkan Tuhan menyadari betapa tersiksanya Seukhye menjalani kehidupannya. Seukhye mencoba tersenyum seperti biasa. Ya, saat ini Seukhye kembali memakai topengnya. Kembali memerankan sebagai istri ‘sah’ Kyuhyun. CEO yang sangat berbahaya itu. Menatap kembali rumah utama keluarga CHO dengan lampu yang telah menyala padahal hari masih siang tetapi karena cuaca yang sangat mendung. Lampu rumah tersebut seketika hidup secara otomatis.

Seukhye mendengus kesal melihat rumah ini. Tentu saja. Rumah ini jika tampak dari depan tidak terlalu besar, tidak di dalam. Seukhye tersenyum ketika para pelayan memberi hormat kepadanya.

“Semuanya berada di kebun belakang Tuan Ahn, Nyonya Cho.” Kata Shin Ahjumma. Kepala pelayan keluarga CHO. Seukhye dan Jaehyun mengangguk mengerti. Berjalan kearah kanan. Merubah arah. Pikir Jaehyun mereka mengadakan pesata di ruang utama tetapi tebakan Jaehyun meleset. Mereka berdua melewati halaman yang cukup luas seperti taman yang berada di tengah-tengah rumah ini.

Yang Seukhye ketahui rumah ini di desain oleh arsitek yang berasal dari Arab. Maka dari itu tepat di titik tengah rumah ini ditanam pohon kurma. Walaupun begitu rumah ini tidak terlihat seperti rumah-rumah yang berada di arab sana. Rumah ini lebih klasik bergaya Eropa tidak seperti rumah Kyuhyun yang ia tinggali lebih modern. Lebih maskulin. Tetapi tidak di area kamar Seukhye. Tentu saja lebih girly. Kyuhyun membebaskan dirinya untuk mendesain kamarnya sendiri. Dengan senang hati Seukhye merubah semua arsitektur kamar yang akan menjadi miliknya.

“Wah. Lihat siapa yang datang. Eomma. Seukhye telah datang.” Teriak Ahra antusias melihat Seukhye hadir dalam kerumunan keluarganya. Seukhye sontak membungkukkan badannya memberi salam kepada keluarga CHO satu persatu.

“Kenapa tidak datang bersama Kyuhyun?” tanya Haelmoni, Ibu dari Hanna. Seukhye tersenyum sangat manis dan menggeleng pelan.

“Tadi saya harus menghadiri rapat. Dan untungnya ketika rapat, Jaehyun oppa hadir sebagai perwakilan perusahaannya. Maka dari itu, saya menyuruh Kyuhyun datang terlebih dahulu. Tidak enak membuat Kyuhyun menunggu, Haelmoni.” Jawab Seukhye yang sebenarnya tidak pernah terjadi itu. Jaehyun tersenyum miring dan memilih untuk menyingkir dari pembicaraan yang membuat telinganya tidak bisa menerima kebohongan.

Ahh, begitu..”

“Seharusnya kau meninggalkan rapat itu dan datang bersama Kyuhyun. Bukankah seharusnya seperti itu sebagai seorang istri?” tanya seseorang dengan nada yang sangat tajam. Seukhye menelan ludahnya gugup ketika Cho Yeunghwan menghampirinya dengan tatapan mata yang sangat mengartikan bahwa Ayah ‘mertuanya’ itu sangat tidak menyukainya.

“Maafkan saya, Tuan Cho.” Sesal Seukhye sambil membungkukkan badannya. Yeunghwan mendecak lidahnya kesal menatap menantunya dengan pandangan yang menilai.

“Saya..”

“Kau sangat tidak pantas menjadi istri dari penerus keluarga CHO.” Kata Yeunghwan untuk seratus kalinya yang Seukhye dengar dari bibir Ayah ‘mertuanya’.

Aboeji.” Kyuhyun datang dengan tatapan tak kalah tajam  memandang Ayahnya. “Dia istriku. Kau tidak ada urusannya dengan pantas atau tidakkah dia menjadi istriku.” Kata Kyuhyun dengan menarik pinggang Seukhye mendekat dirinya.

Seukhye hanya dapat menundukkan kepalanya menahan laju air matanya yang sebentar lagi Seukhhye pastikan mendengar kata-kata yang tidak ingin dia dengar.

“Jangan mencoba mencari sosok Hyerin menantuku, di dalam diri wanita penggoda itu!” kata Yeunghwan marah. Sontak seluruh mata yang ada di perkarang halam kebun itu memandang mereka bertiga. Hanna dan Ahra hanya bisa diam dan tidak bisa melakukan apa-apa mereka tidak memiliki nyali untuk ikut campur dalam urusan yang sebenarnya mereka sendiri tidak tahu apa inti dari permasalahan antara Kyuhyun dan Yeunghwan.

“Cukup. Jangan merusak pesta hanya karena wanita yang telah tenang di alam yang berbeda dengan kita.” Kata Jaehyun jengah melihat lagi dan lagi ayahnya mempersalahkan hal yang sama. Kyuhyun menggeram marah melihat ayahnya dan mengenggam kuat pergelangan tangan Seukhye dan menarik Seukhye pergi dari pesta itu.

“CHO KYUHYUN!” Teriak ayahnya memanggil anaknya itu. Kyuhyun tidak menggubris panggilan ayahnya itu tetap menarik pergelangan tangan ‘istrinya’ untuk segera pergi dari ruangan itu.

 

*****

 

Kyuhyun menyentakkan kasar tangan Seukhye dan menatap tajam Seukhye. terlihat albert berlari tergesa-gesa bersama adiknya jessie.

“Pulang. Jam 7.” Kata Kyuhyun dingin dan sangat tajam sambil melihat jessie. Oh, apakah untuk jessie? Tidak. Tentu saja tida. Kyuhyun mengatakan itu untuk Seukhye. Mereka selalu seperti itu.

“Tidak.” Kata Seukhye juga melihat jessie. Kyuhyun mengeraskan rahangnya.

“Ingat perjanjian.” Kata Kyuhyun tajam. Jessie menundukkan kepalanya melihat Kyuhyun melihatnya tajam. Walupun jessie tahu bahwa itu bukan untuk dirinya tetapi tetap saja jessie merasakan kemarahan Kyuhyun masuk ke sela-sela tulang nya. Kyuhyun beranjak pergi dan masuk ke dalam mobilnya yang diikuti oleh albert yang duduk di kursi kemudi. Satu tetes air mata berhasil lolos dari sarangnya. Seukhye menghapus cepat air mata itu.

“Nyonya..” Kata jessie pelan. Seukhye menggigit bibir bawahnya menahan deras air matanya untuk keluar. Seukhye membalikkan badanya dan berjalan cepat menuju mobil yang telah terparkir manis. Menghapus kembali air matanya. Jessie yang berjalan tepat di belakangnya turut merasakan kesedihan istri dari majikannya itu. Jessie tahu bahwa Seukhye menangis karena bahu sekhye bergetar hebat.

 

*****

 

Albert sesekali melihat kondisi majikannya itu melalui kaca. Kyuhyun tampak diam dengan mata yang terpejam sempurna. Jujur saja albert tak tahu harus kemudikan mobil ini kearah mana. Albert mengetahui kejadian apa yang barusan menimpa majikannya itu. Seharusnya Seukhye tak hadir dalam acara itu. Albert pun juga bingung bagaimana bisa Seukhye datang ke acara itu? Padahal dirinya tak berkata-kata apa mengenai acara itu.

“Gyeongju.” Kata Kyuhyun tiba-tiba tanpa berniat membuka matanya. Albert sangat kaget mendengar daerah mana yang ingin Kyuhyun tuju.

“Tapi, tuan..” Albert menghentikan perkataannya karena percuma saja jika ingin membantah perintah Kyuhyun. Albert pun memutarkan mobil dan segera melaju menuju gyeongju.

 

*****

Seukhye duduk di pinggir ranjang nya sambil membawa sebuah photo album yang ia dapatkan di perpustakaan milik Kyuhyun 17 bulan yang lalu. Seukhye membuka perlahan-lahan membuka photo album itu dengan tangan yang bergetar.

“Maafkan aku, hyerin-ssi.” Kata Seukhye dengan perasaan yang sangat bersalah. “Seharusnya hyerin-ssi yang menjadi istri Kyuhyun bukannya aku..” Seukhye menutup matanya, dan menutup photo album itu dan memeluknya. Bibir Seukhye bergetar hebat dengan seiring air mata nya melaju dengan deras.

“Dan maafkan aku. Aku tidak bisa berpisah dengan Kyuhyun. Biarlah aku mendapatkan peran yang sangat egois. Tapi, sungguh. Aku tidak bisa berpisah dengan Kyuhyun. Biarlah ini seperti ini terus menerus. Aku bisa menerimanya. Daripada aku berpisah dengan Kyuhyun.” Kata Seukhye pelan dengan hati yang teriris-iris sangat pelan.

-tbc-

31 responses to “My Husband is Rich Man and Cold Man – Part 1

  1. aduh kyu nikah 2taun emang ga bisa ngubah perasaan kmu wat seukhye??

    miris n tragis banget hidup’y seukhye kalo kyak gini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s