The Stomp #1

stomp

|| Dalang : Zulaipatnam & Fatmawatidew | MainCast : Kim Woobin x Kim Jiwon | CoCast : Park Chanyeol. Oh Sehun. Yuka Mizuhara | Genre : Romance. Life. Yuri. | Lenght : Chaptered | Rating : M ||

Poster By HyeOrili @ HSG

Sobekan #1 #2

“Hanya sobekan hidup dari gadis lesbi dan pria diakhir 30-an.”

|| Stomp

 

Woobin mengerti kenapa Ibu tak pernah setuju saat ia berteman dengan anak ber perching atau pun punya tato di sekujur tubuh. Dengan menggigit bibir bawah, Woobin mengernyit jijik saat gadis urakan pemuja setan didepannya dengan brutal menarik paksa perching seorang pemuda bergaya Punk di bagian bibir, darah bercipratan saat daging merah muda itu sobek perlahan diikuti teriakan kesakitan yang memilukan.

Merasa harus menghentikan tingkah gila gadis yang sudah menyelamatkan dirinya barusan, Woobin maju, merangkul pinggang ramping si gadis, menariknya mundur untuk bangkit dari perut pemuda punk yang ia cabik-cabik bibirnya. Sayang tindakan Woobin tidak mengurangi rasa sakit si pemuda punk, malahan bibir bagian bawanya sobek seperti mulut vampire peranakan dalam film Blade.

Terdengar bunyi klinting di tanah, Woobin mendelik. Bunyi barusan berasal dari perching dan sedikit daging yang tertempel, berlumuran darah dan teriakan kesakitan pemuda punk itu semakin menggema. Ada beberapa orang yang mendekat, mengambil beberapa foto dan itu berarti bahaya bagi Woobin. Menarik paksa si gadis menjauh, Woobin berusaha agar wajahnya tak terekspose.

 

|| Stomp

 

“Itu tadi tindakan paling gila yang pernah kulihat nona.” Keluh Woobin didalam mobil, mengendarai jip tuanya menuju apartemen gadis yang sudah rela membantunya.

Membersihkan tangan dengan tisu basah dari mobil Woobin, gadis berponi tebal dengan ikat cepol itu tersenyum tipis, nampak tak begitu tersanjung dengan pujian atau sindiran yang baru diberikan Woobin padanya.

Sedikit melirik, Woobin mengernyit melihat tisu-tisu kotor penuh darah berserakan di atas paha berlapis rok hitam pendek bahan sintesis gadis yang namanya tak ia ketahui. “Aku Kim Woobin, kau?”

“Jiwon.”

“Aku khawatir esok akan ada polisi yang mencari kita karena ulahmu tadi.” Kecemasan Woobin memang beralasan, pemuda punk tadi hanya berniat mengambil dompet yang ada di saku belakang celananya, tak lebih. Hanya saja gadis penyelamat ini datang begitu saja, memukul pipi kanan dan kiri tukang begal Woobin, dan beberapa detik kemudian perkelahian pun tak bisa dielakkan.

“Dia berusaha merampok dirimu tuan, alibi kita tentu lebih kuat darinya, aku sedang membantu polisi untuk menegakkan hukum, tak seharusnya mereka menangkapku, iya kan?”

“Tapi kau melukainya.”

“Pernah dengar berita jika pencopet yang dihajar masa maka masanya yang akan dipenjarakan?”

Kali ini Woobin kalah bicara.

 

|| Stomp

 

“Kudengar Chanyeol masuk rumah sakit.” Sembari membagi sebatang rokok, Sehun menerangkan kabar yang berhembus di kampus, Chanyeol –mahasiswa teknik mesin yang bergaya terlalu punk itu masuk rumah sakit dengan luka parah di bagin bibir. Jiwon menyalakan api, membuang korek api yang perlahan gosong ke taman di depannya, mereka duduk di bangku kayu depan kelas, menghabiskan waktu saat dosen tak kunjung datang. “Sore nanti aku dan MiNo akan mengunjunginya, mau ikut?” Tawaran Sehun menyematkan seringai di bibir Jiwon.

Ditatap kawannya yang punya kulit pucat itu. “For you’r information, aku yang membuat Chanyeol masuk rumah sakit, Oh Se.” Mendelik tak percaya adalah satu-satunya respon yang bisa Sehun berikan, terkekeh geli, Jiwon menyesap rokoknya dalam-dalam, menyimpan didalam paru-paru dan tak perduli jika flek hitam akan muncul kelak.

“Kau benar-benar gila, Jiwon. Apa ada hubungannya dengan rumor Yuka berkencan dengan Chanyeol?” Mengangguk, bibir Jiwon sibuk menyesap rokok, terlalu sayang untuk dilepas hanya untuk menjawab pertanyaan Sehun. “Dan apa itu Yuka yang sedang mendekat kemari?” Celetuk Sehun melihat sosok tak asing yang mendekati mereka.

Jiwon berdiri cepat, Sehun berada di belakangnya saat Yuka menghampiri mereka degan langkah buru-buru. Membuang putung rokok di sela jemari, Jiwon menarik nafas menahan gejolak saat gadis pujaannya kembali padanya. Dengan senyum yang mengulas pelan, Yuka semakin mendekat, dekat, dan—

Duagk!!

Sehun mendelik, ia maju menahan tubuh Jiwon agar tidak limbruk. Nampak Yuka dengan rambut bob dan poni serupa milik Jiwon. Tangannya mengepal dengan dada bergemuruh seolah menahan gejolak kemarahan yang sudah sampai ubun-ubun.

Bitch.” Tak tunggu waktu lama Sehun mendorong Jiwon agar mundur kebelakang, berganti posisi, nampak Sehun hampir menonjok Yuka saat Jiwon menahan lengan kawannya tersebut. “Kau banci kalau ingin menonjok Yuka, Oh Se!” celetuk Jiwon disela bibir berdarahnya.

 

|| Stomp

 

“Aku hanya tak terima kalau kau harus berkencan dengan Chanyeol.” Ungkap Jiwon santai, menyenderkan tubuhnya pada dindin dan bersila di lorong panjang kampus yang nampak sepi. Yuka meraba punggung tangan Jiwon, mengelusnya searah dengan senyum memaksa. “Dengan kau merobek bibir bawahnya, apa kau fikir aku akan pergi darinya?” Tanya Yuka menyenderkan kepala pada pundak terbuka Jiwon, merasakan kehangatan tubuh gadis Kim yang dulu pernah mengisi hatinya.

Terkikik. Pundak Jiwon bergerak naik-turun secara konstan.

“Dengan kau menonjok pipiku, kau fikir aku akan berhenti menganggu kalian?”

Shit, sudahlah Jiwon! Beruntung Chanyeol tak memperkarakan hal ini pada polisi.” Jiwon melirik Yuka, apa yang ada pada gadis keturunan Amerika itu masih sama. “Chanyeol hampir merampok seorang pria, tentu dia tak mau berhubungan dengan polisi.” Menguak fakta yang harus Yuka ketahui, Jiwon berharap dengan hal ini mantan pacarnya itu akan kembali padanya dan memutuskan si Park Chanyeol sialan.

Mengangkat kepala dari pundak Jiwon, Yuka menatap gadis berpipi gembil dengan rompi bulu cita itu lekat-lekat.

“Apa?” Sungguh Jiwon risih jika dipandang seperti itu.

Yuka menggeleng, nampak beranjak berdiri dan memandang Jiwon dengan menunduk. “Tonjokan di pipimu dariku itu untuk membalaskan dendam Chanyeol padamu.”

Damn!” Desis Jiwon tak percaya, ia pandangi mimik Yuka yang tak berubah seinci pun, tampang stoik, gadis Korea-Amerika itu sungguh mengesalkan.

Bye Kim Jiwon.”

 

|| Stomp –BelumDisobek

 

Tolong ditunggu part 3nya Nyet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s