All Your Word

ayw

All Your Word

.

ssenxiu

.

Jimin (BTS) as Park Jimin

OC as Lee Yoona

.

sad, angst, romance, life || Oneshoot || PG-17!!

.

Just do whatever you want..

I really don’t care…

Seorang gadis menatap lurus ke arah jendela. Tangan dan kakinya terikat di tempat tidur di ruangan itu. Sudah genap 1 minggu ia di sana. Semuanya bermula saat ia pulang kuliah 1 minggu yang lalu.

Flashback

Yoona baru pulang kuliah dan kala itu hari sudah malam. Mau tak mau, Yoona terpaksa berjalan kaki menuju halte untuk naik bis terakhir malam itu. Saat berjalan, ia tak menyadari bahwa ada yang mengikutinya dari belakang. Yoona mulai sadar saat ia mendadak melihat banyangan hitam di belakangnya. Secepat kilat ia berlari, namun ia kalah cepat. Orang itu berhasil membius Yoona dan membawanya pergi.

2 jam kemudian, Yoona terbangun dengan tangan dan kaki terikat di sebuah kursi. Ia meronta ronta dan tepat saat itu, seorang laki laki masuk ke dalam ruangan tempat Yoona di sekap

“Tolong, lepaskan aku!!”

Laki laki itu tersenyum sinis ke arah Yoona

“Kau kira aku akan melepaskanmu?? Jangan harap, Lee Yoona”

“Darimana kau tau namaku?? Kau ini sebenarnya siapa?!!! Kenapa kau menculikku??!!!”

“Kau mau tau aku siapa?? Aku.. Park Jimin”

Flashback end

Ia menutup matanya seakan enggan mengingat kejadian itu. Sampai sekarang, Yoona belum tau alasan Jimin menyekapnya. Hanya di awal saja, Jimin memperlakukan Yoona secara kejam. Meski begitu, Jimin tetap memenuhi semua kebutuhan Yoona mulai dari pakaian dan makanan.

BRAK!!

Yoona terkesiap. Jimin sudah pulang!! Ia bahkan bisa merasakannya dari sini.

“Yoona!! Yoona!!”

Yoona menoleh dengan dingin kearah Jimin.

“Lihat!! Aku membawakan daging untukmu!! Ini sangat lezat” kata Jimin sambil melepaskan ikatan Yoona. Yoona memutar tubuhnya dan matanya tertuju pada 2 pack daging segar yang sepertinya baru dibeli Jimin.

“Oya.. tadi aku melihat selebaran tentangmu di tiang tiang” kata Jimin sambil memanggang daging itu. “Karena itu aku merobeknya dan menyimpannya karena suatu saat, aku pasti mengembalikanmu”

Yoona memandangi Jimin. Jimin tetap tersenyum sambil memanggang daging itu.

“Apa itu enak??” Tanya Yoona tiba tiba.

Jimin kaget mendengar Yoona berbicara kepadanya. Otomatis, Jimin langsung tersenyum lebar

“Ya. Ini enak sekali”

“Boleh aku mencobanya??”

“Tentu saja. Ini” kata Jimin sambil menyodorkan daging itu ke mulut Yoona. Yoona mengambil daging itu dengan mulutnya dan mengunyahnya.

“Ini enak”

“Benarkah?? Syukurlah”

Mereka pun menjadi hening kembali. Yoona tetap memandangi Jimin

“Boleh aku tanya sesuatu padamu??”

“Apa??”

“Kenapa kau menculikku??”

Jimin terdiam. Ia menghela napas dan tersenyum getir.

“Karena aku mencintaimu”

Yoona kaget. Ia menatap Jimin dengan tatapan meminta penjelasan. Jimin meletakkan penjepitnya dan duduk di depan Yoona.

“Tidakkah kau ingat, 2 tahun lalu saat pertandingan olahraga antar SMA?? Apa kau ingat pernah menolong seorang namja yang kakinya terkilir dan masuk selokan??”

Yoona terbelalak. Ingatannya melayang ke 2 bulan silam

Flashback

Saat itu, Yoona dan teman teman sedang bersiap untuk bertanding. Dari jauh, terdengar suara orang mengerang kesakitan. Karena penasaran, ia mendekati sumber suara. Alangkah terkejutnya ia mendapati seorang namja berambut hitam sedang kesakitan memegangi kakinya yang berdarah dan masuk selokan.

“Tolong aku!!”

“Kenapa kau bisa seperti ini?? Apa yang sakit??”

“Kakiku. Kumohon, tolong aku”

“Baiklah. Sebentar ya??”

Yoona segera merobek kain yang rencananya akan dia pakai untuk menyeka peluhnya dan melilitkannya ke kaki namja itu. Sebelum dililit, ia juga sempat menyiram luka namja itu dengan air minumnya.

“Merasa baikan??”

“Lumayan. Terima kasih”

“Kau dari SMA lain kan?? Jika begini, kau tidak boleh ikut bertanding dulu eoh??”

“Ya, aku mengerti. Terima kasih banyak”

“Oya.. aku Yoona, Lee Yoona”

“Aku Park…”

“YOONA!! PPALI!!!”

“Ah.. nde!!” kata Yoona. “Mian.. mungkin nanti lagi aku akan mengobrol denganmu”

“Gwaenchana. Gomawo, Yoona”

Yoona tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah namja itu.

Flashback end

Yoona terdiam. Tangannya tergerak meraba wajah Jimin.

“Jadi, kaulah namja bermarga Park yang aku tolong 2 tahun lalu??”

“Benar, Yoona”

“Tapi apakah kau menculikku hanya karena kau mencintaiku?? Beri aku alasan yang masuk akal!! Aku tau kau berbohong!!”

“Baiklah. Kurasa kau perlu tau 1 hal penting lagi”

“Apa itu?!! Cepat beritau aku!!”

“Sebenarnya, aku menculikmu untuk melindungimu dari seseorang”

“Melindungiku?? Dari siapa??”

“Pacarmu sendiri, Jaebum”

“Jaebum oppa??!! K-kau yang benar saja!!”

“Benar. Jaebum merencanakan untuk menculikmu dan memeras keluargamu”

“Apa kau punya bukti??”

“Sebentar”

Jimin mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman suara Jaebum. Yoona mendengarkannya dengan tidak percaya. Tangis Yoona langsung tumpah

“Kau sekarang percaya kan??”

“Aku tidak menyangka bahwa Jaebum oppa sekejam ini”

Jimin memeluk Yoona untuk menenangkannya.

“Tapi 1 hal yang perlu kau tau, soal perkataanku yang bilang bawa aku mencintaimu itu 100% benar. Aku memang mencintaimu”

Yoona menatap Jimin lama. Tanpa sadar, tangan Yoona meraba wajah Jimin dengan lembut. Jimin mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Mereka saling merasakan nafas masing masing. Perlahan lahan, bibir mereka menyatu seolah tak ingin lepas. Jimin melepaskan ciuman mereka dan berbisik lembut di telinga Yoona

“Aku mencintaimu”

Yoona memeluk Jimin dengan erat.

“Aku juga mencintaimu”

Keesokan harinya, Yoona terbangun dengan kepala pusing. Ia menoleh ke samping dan menemukan Jimin masih tertidur pulas. Yoona menyadari apa yang mereka lakukan semalam. Ia melihat ke bawah dan menemukan pakaian mereka berceceran.

Perlahan lahan Yoona membalikkan tubuhnya menghadap Jimin. Ia mengelus setiap inci rambutnya dan mencium keningnya.

“Ng?? Kau sudah bangun??”

Jimin membuka matanya dan mendapati Yoona sudah menghadapnya.

“Tidurmu nyenyak??”

“Mmm…”

Sejenak mereka saling pandang. Yoona seakan kehilangan kata saat berhadapan dengan sosok yang ada di depannya ini.

“Maaf”

“Untuk apa??”

“Untuk kemarin malam”

Yoona menggelengkan kepala. Ia meminta Jimin tidak usah meneruskan kata katanya

“Sudahlah. Yang terjadi biarlah terjadi”

“Jadi, kapan kau ingin pulang??”

Pulang?? Yoona bergidik ngeri. Sekarang, kata “pulang” adalah hal yang paling ditakutinya. Bagaimana jika ia jauh dari Jimin?? Ia tidak bisa membayangkannya.

“Jangan bilang itu lagi. Aku bahkan tidak ingin pulang. Kalau perlu, aku tidak keberatan tinggal di sini selamanya”

“Yoona..”

“Jimin, kumohon”

Jimin mengangguk. Mereka pun kembali berpelukan. Kali ini, Yoona tidak akan melepaskan Jimin karena mulai sekarang, Jimin-lah dunianya

Hari itu, ada yang berbeda. Jika sebelumnya setiap Jimin pergi Yoona diikat, kali ini tidak. Yoona dibiarkan bebas dan bahkan diperbolehkan keluar rumah asal memakai jaket dan kacamata hitam. Hanya penjaga toko dan tetangga sebelah Jimin yang mengetahui keberadaannya di situ.

“Ahjumma, aku ingin membeli bahan bahan masakan yang aku pesan kemarin”

“Oh baiklah, sebentar ya??”

5 menit kemudian…

“Ini”

“Terima kasih ahjumma”

Tepat saat Yoona keluar toko, ahjumma itu kembali memanggilnya.

“Yoona!!”

“Iya??”

“Apa kau punya waktu??”

“Iya, ada apa ahjumma??”

“Temani ahjumma di sini ya?? Sebentar saja..”

“Baiklah” kata Yoona sambil tersenyum

Akhrinya, Yoona dan ahjumma penjaga toko duduk di depan toko sambil meminum segelas kopi panas.

“Kenapa kau mau tinggal bersama Jimin??”

“Awalnya, aku tidak mau. Tapi entah kenapa, setelah 1 minggu tinggal bersamanya, aku menyadari bahwa ia memperlakukanku bukan seperti tawanan”

“Jimin sudah menjelaskan semuanya padamu??”

“Sudah”

“Kau tau Yoona, kau adalah satu satunya gadis yang paling dekat dengan Jimin. Seumur hidupnya, ia belum pernah dekat dengan siapapun. Jimin hidup terpisah dari orangtuanya. Ia dulu memang pernah melakukan tindakan kriminal saat SMA. Ia mencuri setengah dari uang orang tuanya dan kabur begitu saja. 3 tahun kemudian, ia membeli rumah sendiri dan tinggal seorang diri.”

“Jadi..”

“Ya. Ia adalah anak malang yang haus akan kasih sayang. Aku selama ini merawatnya dan ia sudah kuanggap sebagai anakku sendiri. Baru baru ini, ia menyewa rumah di komplek ini dan sekarang aku tau untuk apa tempat itu”

Yoona terdiam. Jadi, sebegitu menderitanya Jimin??

“Terima kasih informasinya, ahjumma. Aku pulang dulu”

“Hati hati!!”

Sesampainya di rumah, Yoona segera mengeluarkan semua bahan bahan di kantung belanjaan. Ia segera memasaknya. Selesai memasak, ia menata hasil masakannya di meja makan. Ia tersenyum membayangkan reaksi Jimin nanti malam.

Malam pun tiba. Jimin yang baru pulang sangat bingung mendapati keadaan rumah yang kosong dan gelap.

“Yoona!! Yoona!!”

Jimin mulai panik karena tidak ada jawaban. Namun tiba tiba..

“JIMIN!! SURPRISE!!”

Jimin kaget setengah mati. Yoona hanya bisa tersenyum tanpa dosa.

“Kau ini!! Kau hampir membuatku jantungan!!”

“Maaf… peace!! Hehe…”

“Ini… semua kerjaanmu??”

“Benar!!”

“Gomawo, Yoona!!” kata Jimin sambil mengecup kening Yoona.

“Duduklah!! Aku akan menyuapimu”

Jimin duduk dan Yoona mulai menyuapinya

“Eottae??”

“Whoa!! Kau tau?? Ini enak sekali!! Sepertinya aku kalah darimu”

“Hei.. bagaimanapun, kau itu terbaik!!”

Mereka berdua tertawa.

“Yoona..”

“Mmm??”

“Besok.. kita pindah ya??”

“Kemana??”

“Rumahku…”

Yoona tersenyum dan mengangguk

“Kau tidak keberatan??”

“Untuk apa?? Selama aku masih bersamamu, aku tidak apa”

“Baguslah. Kau tidurlah, biar aku yang bereskan barangmu”

“Tidak usah. Biar aku yang bereskan sendiri”

“Sudahlah. Kau butuh istirahat yang cukup”

Yoona segera mempoutkan mukanya. Jimin yang melihatnya tertawa gemas

“Arraseo arraseo… lakukanlah” kata Jimin sambil mengecup lembut bibir Yoona

Yoona tersenyum dan menata barang barangnya. 1 jam kemudian, keduanya sudah terbaring di tempat tidur karena kelelahan.

“Besok pagi, kita pamit kepada ahjumma lalu pergi. Arraseo??”

“Ne..”

Mereka akhrinya tidur dengan posisi berpelukan seolah mereka tak mau kehilangan satu sama lain. Tentu saja, besok mereka akan mengawali hari baru di daerah yang baru.

Keesokan paginya, mereka sudah siap untuk berangkat. Mereka lalu pamit kepada ahjumma pemilik kedai langganan Jimin dan Yoona

“Ahjumma, aku akan kembali ke rumah. Jaga diri ahjumma ya?? Aku akan mengunjungimu”

“Tentu. Jaga dirimu dan jaga Yoona”

Setelah selesai berpamitan, mereka segera menyegat taksi dan menaikinya

“Berapa lama kita akan sampai??”

“Kira kira 10 menit. Wae??”

“Aniyo.. gwaenchana”

Jimin tersenyum dan Yoona menyandarkan kepalanya di bahu Jimin

10 menit kemudian…

“Yoona-ya, bangun. Kita sudah sampai”

“Mm?? Jinjja?? Geurae”

Saat Yoona turun, Yoona membelalakan matanya.

“Whoaa!! Ini rumahmu??!!”

Jimin tersenyum dan mengangguk

“Wae??”

“Ini.. indah sekali”

“Jinjja?? Gomawo”

Setelah membayar taksi dan menurunkan barang barangnya, Jimin kembali menghampiri Yoona.

“Kajja!!”

Di dalam, Jimin mengantar Yoona untuk melihat seluruh isi rumahnya. Di dalam rumah ini, ada 6 orang pegawai. 4 orang pelayan, 1 orang supir, dan 1 orang tukang kebun.

“Selamat datang, tuan muda!!”

Yoona masih terkejut sekaligus bingung. Kenapa Jimin dijuluki tuan muda?? Kenapa ada banyak pegawai di sini??

“Mulai sekarang, Yoona adalah nona muda kalian!! Layani dia dengan sebaik baiknya, mengerti??”

“Kami mengerti, tuan muda”

Mereka pun masuk ke kamar masing masing. Yoona mendapat kamar persis di sebelah Jimin. Setelah menata barangnya, Yoona keluar ke ruang tengah

“Jimin, bisa kita bicara sebentar??”

“Ada apa??”

“Sebenarnya, kau ini siapa??”

Jimin menghela napas.

“Aku belum cerita ya?? Baiklah. Kau pasti heran dengan rumah beserta para pegawainya?? Yahh.. aku ini pewaris YK Corp”

“APA?!! PEWARIS YK CORP??”

“Benar. Tapi karena aku tidak ingin menjadi CEO YK jadi aku kabur dan para pelayan ini setia bersamaku”

“Jadi begitu…”

“Yasudah. Ayo makan”

Yoona mengangguk

2 minggu kemudian…

“Di mana Jimin??”

“Tuan muda sedang keluar, nona”

“Kemana??”

“Saya tidak tau. Tapi tadi tuan berpesan, jika nona sudah bangun saya harus beritaukan kepergian tuan muda pada nona”

“Ooh.. baiklah. Terima kasih”

“Oya, nona mau makan apa?? Di meja sudah ada cream soup, steak, dan salad”

“Tidak usah. Nanti aku ambil sendiri. Sekali lagi terima kasih ya??”

Nyonya Park, kepala pelayan di sana tersenyum dan meninggalkan Yoona sendirian di ruang tengah

30 menit kemudian..

Jimin pulang dan melihat Yoona tertidur di sofa karena menunggunya. Jimin yang merasa bersalah menepuk kepala Yoona pelan untuk membangunkannya

“Yoona..”

“Ng?? Kau sudah pulang??”

“Maaf ya?? Aku sudah membuatmu menunggu”

“Sudah. Tidak apa apa”

“Oya, aku punya kejutan untukmu”

“Apa itu??”

“TA-DA!!” kata Jimin sambil menunjukan 2 buah tiket pesawat. “2 tiket untuk ke Jeju”

“Maksudmu, kita akan ke Jeju??”

“Benar. Aku sadar kau butuh refreshing. Jadi, aku memutuskan untuk berlibur di Jeju. Tidak apa kan??”

“Tentu saja!! Gomawo, Jimin!!”

Setelah melewati perjalan selama 1 jam, 2 remaja ini akhirnya sampai di Jeju dengan selamat. Sesampainya mereka di sana, mereka menaruh barang barang di penginapan lalu pergi lagi untuk berjalan jalan.

“Kau tau?? Terakhir aku Jeju waktu aku berumur 12 tahun.. rasanya sudah lama sekali”

“Benarkah?? Aku saja terakhir ke sini saat aku masih 7 tahun”

“Wahh.. kau masih muda sekali. Aku jadi penasaran bagaimana wajahmu saat itu”

“Oya.. kau belum cerita tentang masa lalumu padaku. Kau mau ceritakan itu??”

“Baiklah. Aku rasa kau juga harus tau”

“Ceritalah”

“Aku.. adalah pewaris MBK Corp. Jujur, aku juga belum siap untuk menjadi CEO. Tapi, apa boleh buat?? Aku juga dijodohkan dengan Jaebum oppa. Awalnya aku menolak mentah mentah perjodohan ini, namun appa mengancam akan memblokir semua akses pelajaranku di universitas. Sebenarnya aku sudah menduga bahwa Jaebum oppa bukan orang yang baik. Tapi, apa daya?? Appa sudah terlanjur mempercayai, Jaebum oppa”

Jimin terdiam. Tangannya memegang tangan Yoona

“Kau sudah tau bahwa YK dan MBK saling bermusuhan??”

“Mmm… aku sudah tau. Itulah yang aku takutkan”

“Sudahlah. Jika hari itu datang, aku akan tetap ada di sampingmu”

Yoona memeluk Jimin erat. Ia sangat takut. Bagaimana jika hari itu datang lebih cepat dari perkiraanya??

Di tempat lain…

“Tuan, saya sudah menemukan lokasi tempat nona Yoona”

Seorang namja tampak tersenyum lebar

“Terima Kasih, Jinyoung. Aku tau aku bisa mengandalkanmu” kata namja itu

Kembali ke Yoona-Jimin…

Di Jeju, mereka melakukan banyak hal seru. Bermain di pantai, bersepeda, berbelanja dan banyak lagi. Yoona cukup senang dengan liburan ini. Tapi masih ada yang mengganjal. Ia merasa bahwa ia akan berpisah dari Jimin tak lama lagi…

“Yoona!! Ayo makan!! Aku membelikanmu makanan laut khas Jeju”

“Jinjja?? Aku sudah lama sekali tidak makan makanan laut”

Jimin mengambilkan Yoona makan. Lalu mereka berdua pun makan dengan lahap.

“Jimin..”

“Mmm??”

“Aku mau itu..” kata Yoona sambil menunjuk kedai di luar restoran.

“Itu??” kata Jimin sambil mengamati lebih jelas. “Jeju Ice Cream??”

“Ne… boleh ya??”

“Baiklah. Setelah makan ya??”

Yoona mengangguk senang dan melanjutkan makannya. Setelah makan, sesuai janji Jimin, ia membelikan Yoona ice cream di dekat restoran tempat mereka makan tadi.

Malamnya, Yoona termenung memandangi pemandangan dari balkon penginapan mereka. Jimin yang baru saja selesai mandi tersenyum memandangi Yoona

“Ada apa?? Apa kau pikirkan??”

“Tidak.. tidak ada”

“Hei.. jangan bohong padaku. Aku tau kau sedang berbohong, Lee Yoona”

“Oh baiklah. Aku hanya sedang memikirkan kemungkinan yang akan terjadi setelah ini”

“Maksudmu??”

“Entah kenapa, aku merasa sebentar lagi aku akan berpisah denganmu”

“Ssstt… sudah sudah. Kau tidak akan terpisah dariku. Kita akan terus bersama sama. Jadi buang pikiran itu”

“Tapi..”

“Daripada kau memikirkan itu, lebih baik jika kau memikirkan kejutan apa yang akan ku berikan padamu”

“Kejutan??”

“Iya kejutan..”

“Apa itu??”

“Ya!! Jika aku beritaukan kepadamu, itu bukan kejutan”

“Heheh… mian”

“Tutup matamu”

Yoona menutup matanya. Perlahan Jimin mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku mantel mandinya (mantel mandi?? #freaks)

“Buka matamu”

Yoona membuka matanya. Tepat di depan mata Yoona, ada sebuah kalung berliontin J yang sangat indah

“Ini.. untukku??”

“Benar. Kalung ini menyimbolkan kita. J untuk Jimin dan Y untuk Yoona. Kau mendapat J agar aku selalu berada di ingatanmu”

“Jimin…”

“Aku mencintaimu, Lee Yoona”

Yoona menangis dan memeluk Jimin. Akhirnya, mereka menghabiskan malam itu dengan menatap malam yang indah.

Mereka menghabiskan waktu hanya 5 hari di Jeju. Mereka pun pulang karena Jimin ada urusan.

Keesokan harinya, Yoona terbangun dan segera mencari Jimin. Ia pun bertanya kepada Soo-ah, pelayan pribadinya.

“Di mana Jimin??”

“Tuan muda sudah pergi duluan, nona”

“Ahh.. begitu. Baiklah..”

Tak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk. Nyonya Park membukakan pintu dan ternyata ada 2 orang berbaju hitam di depan pintu.

“Maaf, anda berdua mencari siapa ya??”

“Apakah nona muda Yoona ada di sini??”

“Anda siapa ya??”

“Kami adalah perwakilan MBK Corp. Kami tau bahwa nona muda ada di sini. Jadi tolong katakan padanya untuk keluar”

“Maaf tuan. Di sini tidak ada yang namanya Yoona. Mungkin anda salah alamat”

“Jangan berbohong pada kami, nyonya. Baiklah, jika anda tidak bersedia mengatakan yang sebenarnya, kami akan masuk”

Yoona mendengar ribut ribut dari luar. Ia segera keluar dan mendapati 2 orang berbaju hitam sedang memaksa masuk

“Nyonya Park!!”

“Nona muda, cepatlah lari!!”

“Nona muda!! Anda harus ikut kami sekarang!! Presdir Lee meminta kami untuk membawa anda pulang!!”

“Tidak!! Aku tidak sudi pulang ke rumah!!”

“Jangan menentang kami nona. Kami tidak ingin berbuat macam macam pada nona”

“Mundur!! Jika kalian tidak mundur, aku akan teriak!!”

Kedua orang itu membekap mulut Yoona dan seketika Yoona langsung pingsan. Kedua orang itu dengan segera membawa Yoona masuk ke mobil dan pergi

Malamnya, Jimin pulang dan langsung mencari Yoona. Ia panik karena ia tidak menjawab. Ia segera memanggil semua pelayannya

“Katakan padaku. Dimana Yoona??!! DIMANA??!!”

“Maafkan kami tuan.. kami tidak bisa menghalangi mereka”

“Mereka?? Siapa??”

“Utusan MBK Corp..”

Jimin diam terpaku. Tanpa sadar air matanya mengalir. Ia pun jatuh tertunduk di lantai dengan terisak.

“LEE YOONA!!!!”

Di kediaman keluarga Lee..

“APA??!! KAU BERHUBUNGAN DENGAN PEWARIS MBK CORP??!! APA KAU SUDAH GILA, HAH?!!!”

“YA!! AKU SUDAH GILA APPA!!! JIMIN JAUH LEBIH BAIK DARI JAEBU OPPA!! JAEBUM OPPA HANYA MENGIGINKAN HARTA KITA APPA!!”

PLAK!!

Presdir Lee menampar pipi Yoona dengan keras. Nyonya Lee trekejut melihat tingkah suaminya

“Chanwoo!! Hentikan!! Jangan tekan Yoona lagi!!”

“Ini akibat dari kau terlalu memanjakannya, Haera!! Lihat dia sekarang!! Dia saja sudah membangkang orangtuanya sendiri!!”

“APPA JAHAT!! AKU TAK SUDI PUNYA APPA SEPERTIMU!! PERGI DARI HIDUPKU!!” kata Yoona sambil melempar apapun yang ada di depannya. Ibunya, nyonya Haera, segera membawanya menyingkir dari hadapan Presdir Lee.

“Maafkan eomma, sayang. Kau terapaksa eomma kunci di sini”

Yoona menangis tanpa memperdulikan perkataan eommanya. Ia meremas kalung pemberian Jimin.

“Jimin!! Kumohon.. selamatkan aku!!”

Sudah 1 minggu Yoona disekap di kamarnya. Ia tidak diperbolehkan keluar. Makanan disediakan setiap harinya namun tidak pernah dimakan oleh Yoona. Kondisi sangat mengkhwatirkan. Tubuhnya semakin kurus dan sakit.

Ia sudah pernah mencoba bunuh diri namun selalu digagalkan oleh eommanya. Sekarang, Yoona menjadi setengah gila karena depresi. Ia akan mengamuk jika melihat wajah Presdir Lee.

Yoona masih termenung memandangi pemandangan depan rumahnya. Pikirannya melayang di waktu kebersamaannya dengan Jimin. Ia juga kecewa karena Jimin tidak mencarinya

Di sisi lain..

Jimin berjalan dengan gontai ke arah rumah orangtuanya. Tangannya menenteng sekoper besar uang. Ia bermaksud mengembalikan uang yang pernah diambilnya dan pergi selama lamanya.

TOK TOK TOK!!

Dari dalam, seorang wanita menyambut Jimin dengan perasaan terkejut

“Jimin??!!”

“Eomma..”

“Aigoo!! JIMIN!!”

Nyonya Park, ibu Jimin, menangis haru melihat anak yang selama ini di carinya sudah pulang

“Changmin!! Anak kita pulang!!”

Park Changmin, CEO YK Corp memandangi Jimin dengan terharu.

“Appa…”

Presdir Park memeluk Jimin erat. Ia menangis karena Jimin akhirnya pulang setelah 5 tahun menghilang

“Aku kembalikan semua uang yang pernah aku ambil dari kalian. Maaf jika aku tidak bisa menjadi anak yang baik. Aku akan pergi karena aku tau, kalian sudah sangat kecewa padaku. Terima kasih atas semuanya”

“Tidak, Jimin. Kami tidak pernah kecewa padamu. Kau tetap anak kami. Kau tdiak perlu mengembalikan uang kami. Kami tetap menyayangimu”

Tangis Jimin tumpah dan keluarga itu berpelukan untuk melepaskan rindu.

Kembali ke Yoona…

Yoona berjalan sendirian di pinggir jembatan. Jembatan itu sepi. Ia berhasil keluar dari rumah dengan cara memecahkan kaca jendelanya dan lari sejauh jauhnya. Ia naik ke jembatan itu

Penduduk setempat melihatnya dan mulai mencegahnya

“Nona!! Jangan lompat!! Turunlah!!”

“Itu kan pewaris MBK Corp?? Mau apa dia??”

Tak lama, rombongan Presdir Lee datang.

“YOONA!! TURUN DARI SANA!!”

“APA PEDULIMU??!! AKU LEBIH BAIK MATI DARIPADA AKU MEMPUNYAI AYAH SEPERTIMU!!”

“Yoona!! Jangan seperti ini nak!!”

Presdir Lee mulai menangis

“Maafkan appa, Yoona!! Kumohon!! APPA MINTA KAU JANGAN LOMPAT!! YOONA!!”

“Selamat tinggal appa.. eomma..”

“YOONA!!!”

Selesai sudah. Yoona sukses lompat dari jembatan dan sekarang Presdir Lee menangis sekencang kencangnya

Namun, tiba tiba…

“YOONA BELUM MATI!!!” teriak seorang namja dari bawah jembatan.

Presdir Lee menengok ke bawah dan menemukan Jaebum sedang menggendong Yoona

“YOONA!! SYUKURLAH!! JAEBUM!! BAWA KE SINI!!”

Jaebum naik dan menyerahkan Yoona ke Presdir Lee.

“Terima kasih, Jaebum. Kau menyelamatkan nyawa Yoona!!”

“Sama sama, ahjusshi. Sekarang cepat kalian bawa Yoona pulang!!”

Mereka mengangguk dan pulang

“Jangan mengira kalau aku tulus melakukan ini. Sebentar lagi, kalian akan habis!!”

Beberapa hari kemudian, Yoona mulai masuk kuliah seperti biasa. 1 kampus menanyakan keberadaan Yoona selama ini. Yoona enggan menjawabnya dan hanya tersenyum setiap kali ditanya.

Malamnya, Yoona kembali pulang. Ia juga harus berjalan menuju halte untuk naik bisa terakhir. Namun tiba tiba, ada seseorang yang membekap mulutnya lalu setelah itu semuanya gelap.

Yoona terbangun di sebuah ruangan serba gelap. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri.

“Tolong!! TOLONG AKU!!”

Ruangan itu mendadak terang dan ia melihat Jimin yang ikut disekap di depannya.

Flashback

Jimin yang baru pualng kuliah mendapat sms dari nomor tak dikenal

 

From: +82 30 6754 xxxx

Cepat ke gudang di dekat sekolah jika kau ingin Yoona selamat

 

Jimin terkejut karena isi SMS itu mengandung nama Yoona. Ia juga merasa Yoona dalam bahaya. Secepat kilat, menuju gudang dekat sekolah lamanya. Sesampainya di sana, ia segera memarkirkan motornya dan masuk ke gudang tersebut

“Yoona!! Yoona!!”

Berkali kali ia memanggil tapi tidak ada jawaban. Tiba tiba, ia dipukul dan semuanya menjadi gelap

Flashback end

“JIMIN!! JIMIN!! BANGUN!!”

Jimin mulai sadar sedikit demi sedikit. Jimin juga kaget melihat Yoona

“YOONA!! KAU TIDAK APA APA??!! KAU…”

BRAK!!

“Pertemuan yang sangat menyentuh, Lee Yoona”

“JAEBUM OPPA??!!”

“Ya, aku!! Seharusnya aku sudah melenyapkanmu dari awal. Kalau bukan karena orang sialan ini!!”

“Kenapa kau lakukan semua ini??!!”

“KENAPA??!! Aku hanya ingin uangmu!! HANYA ITU!!”

“Berapa yang kau minta??!! AKU BERIKAN!! Jangan sakiti Jimin, kumohon!!”

“SEKENCANG APAPUN KAU MEMOHON PADAKU, AKU TIDAK AKAN MENGABULKANNYA!! Tidak akan!! Aku hanya ingin keluargamu MATI!!”

“Bunuh saja aku!! Bunuh!! Tapi jangan sakiti Yoona!!”

“Tidak Jimin.. tidak!!”

“Yoona.. aku tidak apa mati. Asal kau selamat, aku rela mengorbankan apapun termasuk hidupku”

“Jimin..”

Jaebum semakin muak

“Sepertinya pertunjukan memang harus dimulai sekarang”

Jaebum melepaskan ikatan keduannya. Yoona di bawa oleh Jaebum, sedangkan Jimin dibiarkan tergetak di tanah.

“Baiklah. Sepertinya naluriku mengatakan bahwa Yoona harus dibunuh duluan”

Ajudan Jaebum mulai memukul Yoona. Yoona juga mendapat pelecehan seksual dari Jaebum dan 3 ajudan Jaebum. Pakaian Yoona dibuka paksa. Jimin hanya bisa menjerit meminta Jaebum menghentikan penyiksaannya terhadap Yoona. Tepat saat kancing baju terakhir Yoona akan dibuka, pintu didobrak paksa dan masuklah sekelompok besar polisi. Dibelakangnya, Presdir Park dan Presdir Lee menghambur masuk

“JANGAN ADA YANG BERGERAK!! KALIAN DIKEPUNG!!”

Jaebum semakin terpojok. Para polisi itu berhasil meringkus Jaebum dan 3 ajudannya. Jimin segera menghampiri Yoona yang babak belur dengan pakaian yang sedikit terbuka. Jimin segera merapikan pakaian Yoona dan menepuk pelan pipi Yoona

“Yoona!! Kumohon bangun!! AKu minta maaf karena bersikap mengacuhkanmu!! Aku sengaja tidak mencarimu karena aku tidak mau permusuhan antara YK dan MBK bertambah besar hanya karena hubungan kita!! Aku tidak tau akan menjadi seperti ini

Presdir Park dan Presdir Lee saling bertatapan lalu menangguk.

“Kami merestui hubungan kalian”

Jimin tertegun. Ia menoleh ke arah Presdir Park dan Presdir Lee.

“Kau tau?? Tidak seharusnya YK dan MBK bermusuhan seperti ini. Gara gara kami, kalian menjadi menderita”

“Itu artinya..”

“Ya!! Mulai malam ini, YK dan MBK resmi berdamai!!”

Jimin menangis gembira. Ia memeluk Yoona yang masih terbaring tak sadarkan diri.

“Kita berhasil, Yoona”

Epilogue:

Di sebuah gedung yang megah, terlihat keramaian dimana semuanya dihias dengan warna putih. Ya, hari ini akan dilangsungkan acara penting. Pernikahan Jimin dan Yoona

Yoona terlihat cantik dengan gaun putihnya sedangkan Jimin terlihat tampan dengan tuxedo putih yang ia kenakan. Mereka berdua mengucap janji suci di hadapan pendeta lalu mereka berciuman.

Selanjutnya dilanjutkan dengan resepsi yang dilaksanakan di gedung itu juga. Semua sahabat sahabat Yoona dan Jimin datang

“Selamat ya, Yoona!! Akhirnya kau menikah juga!!”

“Gomawo, Chaerin!! Cepat menyusul!!” kata Yoona sambil tertawa.

“Yoona..”

“Mmm??”

“Ke sini sebentar..”

Yoona menghampiri Jimin dan secepat kilat Jimin menciumnya

“Omo!! Ya!! Kau ini!! Kau membuatku malu!!”

“Kenapa?? Kau kan resmi istriku??”

Yoona tertawa sambil memukul pelan dada bidang namja itu

“Oya.. aku masih heran. Kenapa orangtua kita tau bahwa kita berdua di sekap di gudang??”

“Oh.. itu.. aku menulis surat pada mereka sebelum pergi. Jadi, mereka bisa memberitau kedua orangtuamu”

“Kau ini..”

“Kenapa?? Aku pintar kan??”

“Arraseo arraseo.. kau memang pintar”

Kedua orang itu tertawa. Mereka akhirnya bisa benar benar bahagia. Yoona dan Jimin saling menatap dan tersenyum satu sama lain.

Bagi mereka, ini adalah awalan yang baik untuk hidup mereka. Mereka kini tau, cinta bukan didasari atas material dan harta, tapi cinta harus didasari ketulusan dari masing masingnya.

 

THE END

Assa!! Akhirnya cerita ini selesai!! Jujur, ini adalah cerita terpanjang yang pernah aku tulis. Aku terinspirasi dari J-Movie. Filmnya cukup mengharukan dan i really like that film!!

So, thank you udah mau membaca ini!! Silahkan komen dan like!!

BYE!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s