Soul School Chapter 2

Soul School Poster

by Sparkdey

Soul School Chapter 2

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS sebagai Jungkook : Murid yang multitalented dan adik dari Jeon Wonwoo

Kim Taehyung BTS sebagai Taehyung : Murid yang pemalas dan terpaksa sekolah di Soul School

Mark Tuan GOT7 sebagai Mark : Murid dari luar negri yang multitalented

Jung Krystal Fx sebagai Krystal : Murid dari luar negri yang multitalented

Kim Sujin (OC) sebagai Sujin : Murid yang tidak bisa apa – apa

Min Ji Eun (OC) sebagai Ji Eun : Murid yang pendiam dan adik dari Min Yoongi

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen sebagai Wonwoo : Kakak dari Jungkook

Kim Namjoon BTS sebagai Namjoon : Kepala Sekolah Soul School

Park Jimin BTS sebagai Jimin : Pengajar Tenaga Dalam Soul School

Oh Sehun EXO sebagai Sehun : Pengajar Dance Soul School

Kim Seokjin BTS sebagai Seokjin : Pengajar Kelas Masak Soul School

Kim Seolhyun AOA sebagai Seolhyun : Pengajar Psikologi Soul School

Min Yoongi BTS sebagai Yoongi : Kakak dari Min Ji Eun

Chapter 1 || Chapter 2

Hello author kembali lagi dengan membawakan FF baru dan juga tema baru. Untuk FF Our Plan, mohon maaf untuk chapter selanjutnya author tunda dulu ya, lagi kehabisan ide nih haha. Kali ini genrenya School Life nih, semoga para readers suka yaa^^~

NB : Jeongmal gomawo buat adik – adikku yang sudah membantuku untuk memberikan inspirasi untuk membuat FF ini. Makasih buat Vicky dan juga Lizna :*{} saranghae~

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

“Sudah kuduga kau tidak baik – baik saja” aku terkejut mendengar suara ini. Ini adalah suara seseorang yang tadi bertemu denganku di bus dan mengikutiku.

“M… mwo?” tanyaku kaget.

“Tunggulah sebentar. Aku akan kembali” kata orang itu.

Aku terdiam sejenak karena merasa terkejut, mengapa orang itu bisa berada di sini? Sudah kuduga dia mengikutiku ke sini.

‘Apa aku harus kabur?’ batinku.

Aku menggelengkan kepalaku. ‘Tidak – tidak.. jika aku kabur dari sini pasti aku akan di kejar karena belum membayar kopi ini’ batinku.

“Gunakan ini. Dapat aku pastikan, kau dapat lebih baik daripada menggunakan gelas itu” kata orang itu sambil menyerahkan kantung berisi es padaku. Aku diam saja dan tidak meresponnya.

“Asih kau ini mengapa keras kepala sekali sih?” orang itu mulai kesal kepadaku.

“Aw.. appo!” teriakku saat orang itu menempelkan kantung berisi es itu di keningku.

“Pegang ini” perintahnya, lalu dia pergi dari hadapanku.

“Aish siapa sih orang itu seenaknya saja padaku huh” kesalku.

 

Siapakah dia? Mengapa dia selalu ada di saat aku butuh pertolongan?

-Mark POV-

Pagi ini aku sudah berkemas semua barang dan juga pakaian yang akan aku bawa ke tempat tujuanku nanti. Saat ini aku sedang berada di apartement kesayanganku, di Los Angeles tepatnya. Entah kenapa aku harus meninggalkan apartement kesayanganku ini demi memenuhi keinginan appa ku yang ingin aku berada di Seoul.

Aku pasti akan merindukan kasurku. Merindukan kamar mandiku. Merindukan ruang makanku. Merindukan semuanya. Aku segera mengeluarkan koperku dari apartementku dan menguncinya. Aku berjalan menuju lift dan menunggu di lobby. Karena anak buah appa ku akan menjemputku di sini.

“Oh hi Mark! Going for vacation?” Tanya temanku yang juga tinggal di apartement ini namun berbeda lantai.

“Oh hi Louis! Haha of course not, I want to leave LA and move to Seoul” jawabku.

“Wait… you said move? Why Mark? Not having fun here?” tanyanya lagi.

“No, I’m so fun being here. But my father told me that I have to move to Seoul. Maybe he miss me hahaha” kataku sambil tertawa.

“Okay, so take care there! And don’t forget to keep contact me” katanya sambil memelukku.

“I’ll be contact you as soon as I touch down Seoul hahaha” jawabku sambil menepuk bahunya.

Aku kembali duduk di lobby dan memainkan ponselku. Aku memikirkan apa yang harus aku lakukan ketika sampai di Seoul. Apa aku akan tinggal di rumah bersama appa dan eomma? Apa aku akan tinggal di apartement lagi?

“I’m sorry if I’m disturbing you sir. We’ll going to leave soon. Going to the airport. Sorry if I’m late to pick you up” sahut anak buah appa ku yang sudah tiba menjemputku.

“Its okay. Lets go” ajakku dan dia membawakan koperku.

Di dalam mobil aku memakai headset dan mendengarkan lagu. Mendengarkan lagu korea yang sudah cukup lama tidak pernah aku dengarkan sama sekali. Lagu ini, lagu yang mengingatkan aku akan kejadian – kejadian dulu bersamanya saat aku di Korea sebelum aku di asingkan ke LA.

‘Jeongmal bogoshippo’ batinku.

Aku melihat keluar jendela. Hujan sudah mulai turun di sini. Sudah pasti penerbanganku nanti akan di delay. Aku ingin cepat kembali ke Korea. Aku ingin bertemu dengannya. Dengannya yang sudah mengisi hatiku selama 4 tahun ini.

 

-Krystal POV-

“Eommaaaa” teriakku dari dalam kamar.

“Waeyo, Krystal-ah?” teriak eomma dari dapur.

“Have you seen my black shirt, mom?” kataku yang sambil mencari – cari kaos hitam kesayanganku itu.

“Coba cek di lemari kamu yang benar sayang, eomma sudah menyimpannya di sana” jawab eomma yang sambil menaiki tangga menuju kamarku.

“Aniyo eomma, di sana tidak ada. Aku sudah mencarinya” kataku yang terus sambil mencarinya di bawah kolong tempat tidur.

“Ini. Kaos yang kau cari eoh?” kata eomma sambil mengeluarkan kaos yang sedang aku cari itu.

“M.. mwo? Itu dimana? Aku sudah mencarinya tetapi tidak ada” jawabku heran.

“Di dalam lemarimu. Kau ini anak perempuan, tidak baik kamar berantakan seperti ini. Ini kaos yang kau cari” kata eomma sambil memberikan kaos itu padaku.

“Kamsahamnida eomma~” kataku sambil mengecup pipi eomma ku.

Aku bergegas membereskan kamarku yang sudah seperti kapal pecah ini. Aku tidak pernah sama sekali membereskan kamarku, kecuali ketika di suruh eomma membersihkannya. Aku lebih suka kamar yang berantakan daripada kamar yang rapih. Wae? Itu lebih terasa asik dan nyaman.

15 menit aku membereskan kamarku ini dan sekarang sudah selesai. Aku langsung mandi untuk menyegarkan diriku dan hari ini aku ingin pergi keluar bersama dengan temanku. Sekedar mencari buku untuk memberikan aku inspirasi membuat lagu.

From : Kim Sujin

Aku akan sampai di rumahmu dalam 15 menit. Bersiaplah.

Aku duduk di ruang tamu ku sambil membaca majalah yang baru datang pagi ini. Akhirnya aku kembali ke Korea setelah sekian lama aku menetap di California. Oh ya, aku ini tinggal di California bersama appa ku. Dia mengurus perusahaan yang ada di sana dan aku dipaksa untuk ikut dengannya. Alhasil aku harus pindah sekolah dan meninggalkan teman – temanku yang ada di Korea.

TING TONG…

“Eommaa~ aku berangkat ne” kataku sambil mencium pipi eomma ku.

“Jangan pulang terlalu malam ne” kata eomma ku dan aku hanya memberikan symbol OK dengan tanganku.

 

-Sujin POV-

Hari ini aku menjemput teman lamaku, Krystal. Dia adalah temanku sewaktu SMP dan dia baru saja pulang dari California. Dia ke California untuk tinggal bersama appa nya yang harus mengurus perusahaannya di sana. Dia sekolah di sana, namun kami berdua tetap saling berkomunikasi via email. Krystal banyak bercerita tentang kehidupannya selama di sana. Dan kini kami bertemu untuk pertama kalinya.

Aku sudah tiba di depan rumahnya. Aku keluar dari mobilku dan membunyikan bel rumah Krystal.

TING TONG…

“Hwaaa Sujin-ah!!!” teriak Krystal yang langsung menghambur ke dalam pelukanku.

“Jeongmal bogoshippo~” katanya dalam pelukanku.

“Nadooo~” jawabku. “Kajja, kita ke tempat biasa” ajakku.

Di dalam mobilku kita menyanyikan lagu yang paling kami sukai sejak SMP. Lagu yang penuh arti persahabatan ini. Lagu yang selalu kami nyanyikan ketika kami sedang bersama.

Aku mengemudikan mobilku dan kini sudah sampai ke tempat biasa aku dan Krystal menghabiskan waktu bersama. Mall. Itulah tujuan kami. Pertama yang kami kunjungin sudah pasti toko buku. Aku ingin mencari keperluanku untuk sekolahku nanti. Dan aku tau pasti jika Krystal akan membeli buku musik.

Aku sudah memastikan untuk masuk ke sekolah mana. Soul School. Aku akan masuk ke sekolah itu. Sekolah itu memang terletak di pedalaman sebuah desa. Entah mengapa aku tertarik dengan sekolah ini. Mungkin karena aku mengincar daerah yang sepi, sunyi, dan berudara segar itu. Selama ini aku selalu hidup di daerah yang ramai. Tentu saja pasti aku merasakan penat berada di daerah seperti ini.

“Ya, Krystal-ah. Sudah kau temukan apa yang kau cari eoh?” tanyaku.

“Ne. kajja, kita bayar” ajaknya.

Aku mengantri di kasir untuk membayar barang belanjaan kami. Namun Krystal masih tetap melihat – lihat buku yang mungkin saja menarik perhatiannya itu.

“Wanna some coffee?” tawarnya setelah keluar dari toko buku itu.

“Sounds good” jawabku.

Aku dan Krystal memasuki kafe favorit kami. Tempat yang enak untuk dijadikan semacam tempat tongkrongan karena memang tempat ini sangat nyaman.

“Caramel Macchiato and Peppermint” kataku pada pelayan.

“Kau selalu saja tahu apa yang menjadi favoritku, Sujin-ah” kata Krystal sambil tersenyum padaku.

“As always, kau pasti akan memesan caramel macchiato, kau tidak akan pernah luput dari kopi itu hahaha” jawabku.

“That’s right!” sahut Krystal.

 

-Author POV-

“Pegang ini” perintahnya, lalu dia pergi dari hadapanku.

“Aish siapa sih orang itu seenaknya saja padaku huh” kesalku.

Ji Eun benar – benar tidak kenal dengan orang itu. Orang yang sudah menolongnya untuk menghentikan rasa pusing dan rasa sakit pada keningnya itu. Ji Eun yang biasanya tidak peduli pada lingkungan sekitarnya, kini berubah menjadi orang yang sensitive semenjak bertemu dengan orang itu.

Ji Eun masih berada di dalam kafe itu. Menyeruput kopinya dan memandangi jalanan di luar kafe itu. Terlihat suasana menjadi semakin gelap. Malam? Tidak. Melainkan kota ini akan segera di guyur hujan. Menurut ramalan cuaca tadi pagi bahwa sore ini akan turun hujan yang sangat deras, masyarakat Seoul dihimbau untuk berpakaian hangat dan membawa payung sebagai jaga – jaga.

“Omo… andwae” Ji Eun baru menyadari bahwa langit semakin gelap.

“Andwae…. Jangan hujan sekarang, aku belum sampai di rumah” kata Ji Eun lagi.

Ji Eun bergegas menuju kasir dan langsung membayar kopi itu. Ji Eun keluar dari kafe itu dan langsung berlari menuju halte. Belum sampai di halte, hujan sudah turun dengan derasnya membasahi kota Seoul sore itu. Ji Eun langsung berteduh di bawah pohon besar yang berada di dekatnya saat ini.

“Aish… aku bahkan belum sampai di halte dan aku tidak membawa payung. Aish eottokaji?” Ji Eun terlihat pasrah saat itu.

“Aku harus telfon oppa” Ji Eun mengambil ponselnya. “Ah andwae, dia masih marah padaku” Ji Eun mengurungkan niatnya itu.

Lama berada di bawah pohon itu akhirnya Ji Eun bergegas lari menuju halte yang ada sekitar 100 meter darinya itu. Ji Eun sudah mulai kedinginan dan basah kuyup. Ji Eun terus berlari hingga dia tersandung dan terjatuh.

“Aw.. appo” Ji Eun mengelus kakinya. “Aish mengapa harus berdarah… aaahhh eottoke?” Ji Eun semakin kesal pada dirinya sendiri dan meniup lututnya yang berdarah itu.

“Ahhh hari ini adalah hari terburukku!” rutuk Ji Eun.

Ji Eun tidak peduli pada derasnya hujan yang sudah membuat dirinya basah kuyup seperti itu. Yang dia pikirkan hanya bagaimana pulang ke rumahnya saat ini. Dan bagaimana caranya berjalan jika dia sulit untuk bangun dari kondisinya yang seperti ini. Luka pada lututnya memang tidak terlalu parah, tapi luka itu sukses membuat Ji Eun merasa kesakitan. Perih. Hanya itu yang Ji Eun rasakan pada lututnya itu.

“Apa itu sakit?” Tanya seseorang yang kini berada di belakang Ji Eun.

“M.. mwo? NEO?!” teriak Ji Eun.

“Dengan membaca ekspresimu itu aku sudah tau bagaimana rasanya” kata orang itu sambil berjalan perlahan mendekati Ji Eun.

“Kau, yeoja, sungguh menarik perhatianku” kata orang itu yang sedang jongkok di hadapannya sambil memegang payung yang memayungi dirinya dan Ji Eun.

“Apa maksudmu?!” Ji Eun semakin merasa takut dengan orang yang ada di hadapannya ini.

“Sudah kubilang bukan? Kau itu menarik perhatianku” kata orang itu.

 

TO BE CONTINUE…

Hello, bagaimana dengan chapter 2 nya?

Coba tolong di kasih reviewnya hehe

Kasih like atau komentar nya sebagai bentuk apresiasi terhadap author hehe

Oke, see you next chapter para readers kesayangan :*

Thank you, sudah mau menyempatkan baca FF Soul School ini~ *bow*

26 responses to “Soul School Chapter 2

  1. Pingback: Soul School Chapter 10A | FFindo·

  2. Pingback: Soul School Chapter 10B | FFindo·

  3. Pingback: Soul School Chapter 11 – FFindo·

  4. Pingback: Soul School Chapter 12 – FFindo·

  5. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  6. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s