[Series] Jar Of Heart – (Chap 5)

jar-of-heart

Fanfiction: Jar of Heart – (Chap 5 – I Miss You, always)

 

Tittle : Jar of Heart – (Chap 5 – I Miss You, always)

Author : Rika Tresia | Main Cast : Lee Jinki a.k.a SHINee’s Onew, Park Minjung (OC) | Other cast : Kim Jonghyun a.k.a SHINee’s Jonghyun, Shin Sekyung, Cho Kyuhyun a.k.a Super Junior’ Kyuhyun, Seo Joohyun a.ka SNSD’s Seohyun, Kim Myungsoo a.k.a INFINITE’s L | Genre : Romance, Sad, Absurd | Length : Chapter | Rate: General

Disclaimer: This fiction is original by me, if there’s a fiction that have the sama title as me, its just a pure coincidence.

The original fiction have publish in my personal blog rikatresia.wordpress.com

– Link Jar of Heart: ( Part 1 – Part 2Part 3Part 4Part 5Ongoing )

Selamat membaca ^^

 

-I Miss You, always-

 

 

“Akan kah aku mampu menemuinya?”

 

“Berhadapan dengannya?”

 

“Haruskah kami saling bertemu?

.

.

.

.

 

 

-Jinki POV-

 

Sudah beberapa menit semenjak aku berdiri di tempat ini, tapi sama sekali tidak melihat kehadirannya, Park Minjung… apa itu artinya kau benar – benar membenci masa lalu mu di tempat ini?

 

“Ya, apa anak itu benar – benar tidak akan datang” suara Sekyung menyadarkan ku dari lamunanku

 

“Apa iya dia lebih memilih tinggal diam di rumah dari pada bertemu teman – teman lamanya juga, mantannya” ucapan Sekyung yang menjeda kata mantan terdengar sekali sedang menyindirku, haha dasar.

 

“Apa negosiasi mu dengannya tidak berhasil Sekyung-ah?” kali ini giliran Jonghyun yang bersuara

 

“Entahlah itu bisa disebut berhasil atau tidak, tapi aku rasa berhasil”

 

“Tenang saja dia pasti datang” seraya merangkul pundakku Jjong meyakinkanku, aku hanya mampu membalasnya dengan senyuman singkat, karna di dalam hati aku benar – benar ragu apakah Minjung mau hadir atau tidak. Apa dia masih menyimpan keras kepalanya seperti dulu?

 

“Yaaaa, kalau saja tadi kau membiarkanku pergi bersama Minjung hal ini pasti tidak akan terjadi, haish Kim Jonghyun pabo”

 

“Berhentilah mengomel dan nikmati saja acara disini”

 

“Bagaimana aku bisa menikmatinya kalau sahabatku masih tidak jelas kehadirannya” gerutuan Sekyung terus berlanjut, belum lagi pukulan – pukulan yang dilayangkannya pada Jonghyun

 

Aku tidak masalah bila dia datang lalu memukuli ku sekencang apapun itu, aku terima.

Asalkan dia datang, itu sudah sangat menyenangkan.

 

 

 

“Eoh? Apa itu Minjung? Kyaa Minjung datang yeeeay!!!” teriakan Sekyung lagi – lagi menyadarkanku dari lamunan singkatku. Kulayangkan pandanganku menuju pintu masuk aula dimana diadakannya pertemuan alumni seangkatan kami dari berbagai jurusan. Keramaian manusia disini tidak menghalangiku untuk menemukan sosoknya di tepi pintu masuk dengan gaun berwarna pearl aqua… warna itu, apa dia masih menyukai warna itu? Warna itu benar – benar terlihat manis dikulit putihnya. Kau benar – benar cantik Minjung. Aku memang pria bodoh yang sudah melepaskan harta yang sudah didapatnya.

 

Terus berdiri anggun di samping pintu masuk, apa itu artinya dia sedang menunggu seseorang?

 

“Minjung!!!” Sekyung terlihat berlari menghampiri Minjung didepan pintu masuk. Apa yang anak itu tunggu? Apa dia datang bersama seseorang?

 

Deg.

 

Siapa pria itu?

 

-Minjung POV-

 

Apakah datang ketempat ini adalah keputusan yang tepat?

 

Hanya agar tidak terlihat menyedihkan… setelah dicampakkan?

 

Aku memasuki aula gedung pertemuan kampus yang terlihat makin besar dari beberapa tahun lalu aku belum lulus dari tempat ini. Yang ku tahu universitas ini memang salah satu universitas dengan penghuni berstatus sosial di atas rata – rata, apa itu artinya aku juga?

 

Melihat sekeliling kampus yang dulunya selalu menjadi tempatku beraktivitas, sepertinya tempat ini mengalami banyak sekali perubahan ya.

Tepat aku memasuki aula ini, seseorang yang ku kenal menghampiriku

 

“Minjung? Park Minjung? Astaga kau cantik sekali”

 

“Ya Jung Soojung kau datang? Hahaha wajahmu benar – benar tidak berubah”

 

“Mau mu apa yang berubah di saat kita sudah bertemu di usia yang tidak akan bertumbuh lagi, oeh?” aish anak ini masih saja culas seperti dulu. Tidak pernah berubah, dia memang Jung Soojung si Ice Princess yang kukenal dulu

 

“Aish benar – benar anak angkuh ini tidak pernah berubah hahaha”

 

“Aku tidak akan pernah berubah Jungie hahaha kalau aku berubah aku sudah tidak mengenali mu lagi chingu kekeke”

 

“Arra arra, kemari peluk aku” aku benar – benar merindukan teman – teman lama ku di kampus ini ternyata

 

“YAAA, kalian mau berpelukan tanpaku?” aku kenal betul suara itu

 

“BERISIK SHIN SEKYUNG! HAHAHA” teriakku dan Soojung, kami memang benar – benar sahabat

 

“Kemarilah” seru Soojung dan kami pun berpelukkan, benar – benar seperti anak kecil. Kami memang tidak pernah terpisahkan, walaupun kami berasal dari berbeda – beda fakultas, kesempatan untuk berkumpul tidak akan pernah kami lewatkan

 

“Minjung” sebuah suara memanggilku, dan tatapan bingung diberikan teman – temanku

 

“Oeh oppa, chingu kenalkan ini namjachingu ku, Cho Kyuhyun. Oppa ini Sekyung dan ini Soojung”

 

“MWO?” dua orang dihadapanku terlihat benar – benar terkejut

 

“Ouw ternyata kau sudah berhasil menyingkirkan si sangtae dari kepalamu Park Minjung?” tanya Soojung terlihat senang

 

“Begitulah seperti yang kau lihat Soojung” jawabku, terlihat wajah Sekyung di lingkupi aura kebingungan bercampur tidak senang saat aku menyebut kata ‘namjachingu’

 

“Ah, dimana Jonghyun? Apa kau datang sendirian Sekyung-ah? Eoh itu dia, kalian bersama Jinki juga?” dugaan ku tepat. Dia datang. Baiklah kontrol dirimu Park Minjung

 

“Ayo kita kesana, mereka sudah menunggu, ya nona Jung dimana paasanganmu?”

Aku berusaha terlihat ceria, aku tidak mau ada lagi Park Minjung yang harus dikasihani

 

“Ne? Myungsoo ada disana, sedang mengambilkanku minuman. Kajja”

 

“Kajja oppa aku kenalkan pada teman – temanku”

 

“Ne kajja”

 

-Normal POV-

 

Minjung berjalan dengan mantap menuju tempat dimana ia akan bertemu dengan Jinki, inilah hari yang sudah ia tunggu, pembuktian. Agar tidak ada lagi Park Minjung yang meyedihkan

 

“Kim Jonghyun!!! Bogoshipo” seru Minjung bahagia setelah beberapa bulan tidak bertemu dengan pacar sahabat sekaligus sahabat yang sudah dianggapnya seperti oppa sendiri

 

“Aigoo, uri Jungie akhirnya datang juga” bersikap layaknya oppa dan dongsaeng membuat mereka tidak ragu untuk berpelukkan yang tanpa sadar membuat sesorang di samping Jonghyun memanas.

 

“Ya siapa itu pria yang kau bawa, Park Minjung” bisik Jonghyun di sela – sela pelukkan oppa dongsaeng yang mereka lakukan

 

“Ah ya, perkenalkan ini namjachingu ku, Cho kyuhyun. Oppa ini Jonghyun namjachingu dari Sekyung dan ini Jinki teman kami kuliah dulu, ah Jinki-ssi anneyoung”

 

“Anneyoung” sahut Jinki dingin. Melihat Minjung membawa pasangan ke aula pertemuan mereka sudah menjadi sebuah kejutan bagi Jinki, belum lagi sekarang Minjung sendiri yang mengatakan kalau pria yang dia bawa adalah namjachingunya

 

Nampak sebuah ketegangan ditengah – tengah mereka begitu kata ‘namjachingu’ terlontar dari mulut Minjung, dan tatapan yang entah apa maksudnya dari Jinki

 

“Ya akhirnya kau bisa move-on juga dari si sangtae ini Minjung, aku bangga padamu chingu”

Perkataan sindiran Soojung akhirnya berhasi`memecah ketegangan diantara mereka. Sekyung dan Jonghyun saling bertatapan. Mereka bingung harus berbuat apa, rencana yang sudah mereka atur sedemikian rupa nampaknya tidak akan berjalan satu langkah pun, kegagalan sudah di depan mata.

 

“Ehmm” terdengar suara Jonghyun berdeham berusaha mencairkan suasana

 

“Ya kenapa baru memberi tahu kalau kau sudah punya namjachingu? Aku kan jadi terkejut begini hahaha apa kau tidak menganggapku dan Sekyung sebagai sahabat lagi, oeh?” lanjut Jonghyun

 

“Hahahaha aniyo bukan begitu maksudku, hanya saja aku baru ada kesempatan untuk bertemu dengan kalian disini, bukan?” Minjung melirik wajah datar dihadapannya, bertanya – tanya entah apa yang di pikirkan seorang Lee Jinki

 

“Jonghyun-ah” panggil Sekyung seraya memberikan kode pada namjachingunya untuk menghampiri dirinya.

 

Kedua pasangan itu menjauh dari kumpulan mereka sebelumnya, sementara Soojung pergi permisi untuk mencari namjachingunya yang belum juga menampakkan wujudnya

 

“Sepertinya aku harus mencari Myungsoo, aku takut dia tersesat di aula ini dan berakhir menggoda gadis lain hahaha, bye Jungie, Jinki, Kyuhyun-ssi”

 

“Apa kau mau minum?” tanya Kyuhyun yang mulai jenuh dengan kesunyian di tengah – tengah mereka

 

“Apa kau tidak akan tersesat seperti kekasih Soojung, oppa? Mau ketemani?” ragu harus berdiri berdampingan dengan Jinki, Minjung lebih memilih menawarkan dirinya untuk mengambil air minum bersama Kyuhyun alih – alih untuk menjauhi percakapan dengan Jinki.

 

“Tidak perlu tempatnya sangat dekat, diamlah disini” ucap Kyuhyun

Berjalan menjauhi kedua pasangan yang memang sengaja ditinggalnya, entah apa mereka masih layak disebut pasangan, karna pada nyatanya adalah tidak. Kyuhyun sengaja memperlambat geraknya agar memberi kesempatan diantara kedua manusia yang terlihat sangat kikuk itu.

 

-Flashback-

 

“Ku mohon oppa, aku tidak mungkin menemui Jinki dengan keadaan masih sendiri, bukan?”

 

“Apa kau sudah gila? Kenapa tidak mencari pasangan saja sekalian?”

 

“Acaranya besok oppa, mana mungkin aku bisa langsung mendapatkannya dalam hitungan jam. Memangnya aku SNSD’s Yoona, memang sih aku tidak kalah cantik hehe”

 

“MWOYA! Kalau begitu carilah”

 

“Sudah kubilang tidak akan dapat oppa!”

 

“Ada banyak rekan kerjamu yang lain, kenapa harus aku?”

 

“Karna kau oppa kesayanganku, ayolah oppa. Gajiku bulan depan keluar kau akan langsung ku traktir, bagaimana?”

 

“Aish jinjja! Aku bisa membeli makananku sendiri”

 

“KUMOHON OPPA!!!”

 

-Flashback-

 

‘Perbuatannya memang sudah keterlaluan, tapi tatapannya menunjukan sesuatu yang lain. Apa kau masih mau memperjuangkan Minjung, Jinki-ssi?’

 

Kyuhyun bertanya – tanya dalam hatinya melihat kedua orang yang dalam jarak pandangnya terlihat hanya berbicang sedikit, sangat kaku dan terlihat si wanita berusaha meninggalkan tempat itu.

 

“Ini minumannya” ucap Kyuhyun yang baru saja kembali

 

“Oeh, gomawo oppa” balas Minjung

 

“Selamat atas hubungan kalian Kyuhyun-ssi, kudengar dari Minjung kalian sudah bersama sejak dua minggu lalu” Jinki mengucapkan selamat seakan – akan sedang memastikan kebenaran hubungan Minjung dengan pria yang dibawanya

 

“Ne, kamsahamnida Jinki-ssi”

 

“Apa kalian benar – benar menjadi sepasang kekasih Kyuhyun-ssi?” tanya Sekyung yang tba – tiba datang bersama Jonghyun dari diskusi rahasia mereka

 

“Ne? Kenapa kalian terlihat tidak percaya begitu?” Kyuhyun tersenyum memberikan tatapan meyakinkan

“Aku dan Minjung memang sepasang kekasih” lanjut Kyuhyun seraya merangkul Minjung

 

‘Gomawo oppa’ batin Minjung

 

“Oppa? Kyuhyun oppa?”

 

Sebuah suara mengintrupsi mereka

 

“Joohyun?!?” Kyuhyun benar – benar terkejut, bagaimana bisa tunangannya berada dihadapannya disaat dia merangkul yeoja lain. Apa Joohyun sang tunangan mendengar kata – katanya barusan?

 

“Oppa kekasih Minjung? Mwoya?” terlihat mata Seo Joohyun tunangan dari Cho Kyuhyun sudah berkaca – kaca

 

“Joo… Joohyun kenapa kau ada disini chagi?” tanya Kyuhyun berusaha menenangkan tunangannnya

 

“Jangan membalas pertanyaanku dengan pertanyaan opaa!!!” teriakan Joohyun memancing beberapa pasang mata menatap kearah mereka

 

“Eon… Eonni seperti eonni salah paham haha iyakan oppa” Minjung lah yang kini berusaha menjawab pertanyaan Joohyun. Perasaan tidak enak meliputinya, rencananya yang berjalan mulus diawal tiba – tiba hancur berantakkan karna kehadiran sang kekasih asli dari Cho Kyuhyun.

 

‘Sialnya!’ batin Minjung

 

“KALIAN BERPACARAN?!!” tanya Joohyun sekali lagi berteriak

 

“A… aniooo eonni aniooo, haha kami tadi hanya bercanda iyakan oppa, kami hanya mau mengejutkan teman – temanku saja haha, kalian terkejut, bukan?” lagi Minjung menjawab pertanyaan Joohyun yang sepertinya makin meledak

 

“N… Ne kami terkejut” Jawab Sekyung takut – takut melihat wanita dihadapannya nampak akan mengeluarkan air mata

 

“Ne benar – benar terkejut” sahut sebuah suara, Lee Jinki

 

Minjung menatap Jinki yang kini juga sedang menatapnya, mereka saling bertatapan tanpa saling berkata – kata apapun

Kau berhasil Minjung, kau berhasil. Aku benar – benar terkejut.’ Dan Jinki pun bergegas meninggalkan tempat itu

 

‘Apa maksud tatapannya barusan? Apa dia akan pergi begitu saja’ Minjung tidak bisa tenang melihat punggung tegap Jinki yang berjalan mendekat ke arah pintu keluar meninggalkan keramaian. Hatinya tidak bisa tenang walaupun pada akhinya Kyuhyun berhasil menenangkan tunangannya. Minjung membiarkan Kyuhyun berpamitan pulang terlebih dulu untuk mengantarkan kekasihnya.

 

.

.

.

 

 

-Minjung POV-

 

“YAAAA PABO YAA PARK MINJUNG PABO YA!!! Bagaimana bisa aku tidak memperhitungkan kehadiran Joohyun eonni? Jelas – jelas dia memiliki adik yang sengakatan denganku kuliah dulu, YAAA KAU BENAR – BENAR PABO PARK MINJUNG!!!”

 

 

Kalau sudah begini aku harus bagaimana? Aku benar – benar malu dihadapan Jinki tadi. Belum lagi kata – katanya tadi. Apa sih maksud tatapannya tadi?

 

“YAAA bagaimana ini kalau kami bertemu, mau di taruh mana muka ini? Di kantung? Di dompet? Apa lebih baik ku tinggal saja dirumah? Aissh Jinjja”

 

Ya! Lebih baik aku memikirkan hal yang lebih penting dari semua itu! Malam ini bagaimana caranya aku akan pulang kerumah? Sekyung sudah mengajak Jonghyun pulang karna marah padaku, Kyuhyun oppa sudah pulang bersama Joohyun eonni, teman – teman yang kukenal sudah tidak terlihat. Bagaimana aku pulang kalau begini caranya? Stasiun bus kan jauh, masa iya aku harus berjalan jauh dengan sepatu hils? Eommaaaaaa, hiks hiks

 

“Aku benar – benar menyedihkan, niatnya mau pembuktian aku baik – baik saja nyatanya malah makin menunjukkan sisi menyedikan diriku. Eomma, apa aku benar – benar pabo?”

 

“Kau memang pabo”

 

Mwo? Suara ini?

 

“Jinki-ssi? Kau belum pulang? Bukannya kau sudah keluar dari aula sejak tadi?” tanya ku yang terkejut dengan kehadirannya yang tiba – tiba. Penampilannya sudah tidak lagi rapi seperti beberapa jam yang lalu. Dasi yang tadi terpasang rapi di dadanya sudah dimasukkan asal ke kantung celananya. Dasar berantakan, tidak pernah berubah, padahal dia akan terlihat lebih keren kalau rapi.

 

Hah?

 

Apa yang baru saja kupikirkan sih?

 

 

“Memang kalau keluar harus berarti pulang? Aku hanya mencari udara segar saja” jawabnya santai

 

“Begitu ya”

 

Aku tidak mau menanggapinya lebih lanjut, aku takut menimbulkan percakapan yang akan menyangkut kejadian tadi

 

“Kau tidak pulang?”

 

“Ini aku mau pulang, sudah ya” aku bangkit berdiri meninggalkannya, lebih baik aku bergegas agar tidak tertinggal bus terakhir

 

“Kau mau kemana?” tiba – tiba saja Jinki menarik lenganku, dan selama beberapa detik wajah kami berjarak begitu dekat karna gerakkan tiba – tiba yang dia lakukan

 

“YA! Apa yang kau lakukan, tentu saja aku mau pulang, minggir!”

Lagi- lagi Jinki menahanku pergi, dia tetap menggandeng tangganku dan kini berdiri menyesuaikan denganku yang memang tengah berdiri. Kini kami saling berdiri berhadapan

 

“Kau pulang sendiri?” Jinki berkata seakan – akan dia tidak tahu kejadian yang telah terjadi beberapa jam yanng lalu.

 

“Apa kau sedang menyindirku?”

 

“Aku sedang tidak menyindirmu” dia berucap innocent

 

“Yasudah kalau begitu, aku pergi daaahhh”

 

“Hei, aku sedang tidak menyindirmu. Kenapa kau selalu saja berpikiran buruk tentangku Park Minjung”

 

Aku menghentikan langkahku, aku balikkan tubuhku menunggu dia melanjutkan kata – katanya

 

“Aku sudah tahu kau pasti hanya berpura – pura sejak awal kau mengenalkannya padaku. Dan sekarang kau tidak mungkin pulang dengan kekasih pura – pura mu itu bukan? Dia sudah pergi mengantar kekasih aslinya pulang, iya kan?

 

Jonghyun dan Sekyung juga sudah pulang duluan, karna tentunya Sekyung kecewa padamu. Sekarang kau pulang dengan siapa Jungie?”

 

“Apa kau sudah selesai memberiku ceramah? Aku harus pulang sebelum bus terakhir pergi. Aku pergi Jinki-ssi?”

 

“Apa menurutmu aku belum pulang karna kebetulan? Apa menurutmu aku tadi keluar benar – benar hanya mencari udara segar? Aku menunggumu Minjung. Aku sengaja menunggumu”

 

Ya, apa anak itu sedang mabuk? Habis ceramah dia bilang apa tadi?

 

“Ayo pulang pabo, apalagi yang kau tunggu” tiba – tiba sebuah tanggan sudah menggenggam tanganku. Hangat.

 

.

.

.

 

 

“Pakai sabuk pengamannya”

 

“Seperti aku belum ketinggalan bus terakhir, aku naik bus saja Jinki-ssi. Anneyoung” apa sih maunya anak ini sudah duduk di dalam mobil tiba – tiba bilang ingin pulang sendiri?

 

Ku tahan tangannya yang entah sejak kapan sudah berhasil membuka pintu mobil, menahannya agar tidak berhasil keluar. Membanting pintu mobil sedikit kencang dan berbicara sedikit kencang pula untuk menggertaknya “Kau mau memakainya sendiri atau harus ku pakaikan !?”

 

“A… Anio! Tidak perlu, makanya kau menyetir nya yang benar. Sana menjauh” aish benar – benar anak ini, apa susahnya sih memakainya agar aman

 

“Ya! Kau mau memakainya sendiri apa harus ku pakaikan? Sini biar kupakai-”

 

“-Ah memakai ini sangat mudah. Nah selesai!”

 

Dasar gadis keras kepala, kau benar – benar tidak berubah ya masih saja keras kepala dan tidak mau menerima bantuan orang lain. Dasar gadis angkuh.

 

Ku arahkan tangganku meraih puncak kepalanya dan sedikit mengacak – acaknya

“YAAKKK!!! Rambutku jadi berantakan”

 

Aku harap perasaanmu pun tidak akan pernah berubah, selamanya milik Lee Jinki.

 

.

.

.

 

 

Selama perjalanan kami hanya terdiam, aku bingung harus mengangkat topik apa untuk dibicarakan, sedangkan dia hanya menatap jalan raya melalui jendela di sebelahnya

 

“Kita sampai”

 

“Park Minjung kita sudah sampai” tidak ada jawaban

 

Apa dia tertidur?

 

Kucondongan tubuhku untuk melihat wajahnya yang menoleh menghadap jendela mobil di sampingnya, hah dasar anak ini. Dia memang tidak pernah berubah, selalu saja tertidur kemana pun kami berpergian

 

“Jungie irrona” tanganku terulur untuk meraih pipi putihnya, halus.

 

“Irrona ~ ” rasanya sisi – sisi bibirku sudah terangkatt melihat wajah tidurnya. Yeoppo.

 

“Emmmm, kita sudah sampai ya?” dia terbangun, dan seperti biasa sebelum bangun dia akan mengulet dulu sebentar, menggemaskan haha apa aku sudah gila?

 

Sepertinya aku sudah benar – benar gila, melihatnya yang seperti ini ingin sekali rasanya aku memeluknya.

 

Bolehkah?

 

Dan aku sudah benar – benar gila.

 

“Jin, Jinki-ssi?”

 

“Hmm?”

 

“Apa kau sudah gila, kau sedang apa?” tanyanya

 

“Sepertinya aku memang sudah gila”

 

Dia menggerakkan tubuhnya, berusaha menjauhkan tubuh kami

 

“Sebentar saja” aku benar – benat tidak ingin melepaskanmu Jungie

 

“Tapi…”

 

“Kumohon”

 

“…”

 

“Jungie… Bogoshipo”

 

“…”

 

“Bogoshipo”

TBC

 

 

Ada yang masih nunggu atau inget ff ini? >.<

Mohon maaf sebelumnya karna kelamaan mengupdate cerita ini (emang ada yang nunggguin :’’’’’’) ternyata kerja sambil kuliah benar – benar memutar otak untuk membagi waktu utuk menyelesaikan hobi ini huhuhu. Semoga teman – teman yang membaca lanjutan ff jar of heart ini puas ya dengan chapter 5 kali ini, mohon ditunggu lanjutannya ya teman – teman. Terima kasih dan selamat tahun baru buat kita semua *bow*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s