Goodbye My Love

gml

Goodbye My Love

.

ssenxiu

.

OC as Lee Nayoung

Jin (BTS) as Kim Seokjin

.

Sad, tragedy, angst, life, marriage-life, AU || Oneshoot || PG-13

|| Poster by me^^ ||

WARNING!!

Typo bertebaran^^

===000===

Nayoung dan Seokjin adalah sepasang suami istri. Mereka tinggal di satu rumah mewah di kawasan Apgujeong. Namun, kehidupan mereka penuh dengan konflik batin dan penderitaan.

Seokjin yang tidak mencintai Nayoung terus memperlakukan yeoja itu secara tidak manusiawi. Seokjin menjadi temperamental semenjak menikah dengan Nayoung. Nayoung sendiri tidak pernah meminta Seokjin menjadi suaminya, tapi Seokjin terus menerus menuduh Nayoung bahwa Nayounglah yang meminta perjodohan ini.

Sekarang, keadaan berbanding terbalik. Tuan Lee yang merupakan ayah Nayoung mengetahui bahwa selama ini anaknya diperlakukan secara tidak manusiawi oleh Seokjin akhirnya secara tegas melarang Nayoung untuk hidup dengan Seokjin.

Kini mereka tinggal terpisah. Keadaan terpisah membuat 2 orang ini menjadi terguncang. Seokjin yang sudah mulai membuka hati untuk Nayoung menjadi depresi karena terpisah secara batin dan komunikasi. Begitu juga dengan Nayoung, kini kondisi Nayoung sangat memprihatinkan.

“Nayoung-ah, ayo makan”

Nyonya Lee masuk ke kamar Nayoung membawakan bubur dan segelas air putih.

“Aku tidak ingin makan”

“Tapi kau harus makan agar kau..”

“APA??!! SEMBUH??!! AKU LEBIH BAIK MATI!!!”

“Nayoung-ah..”

“KELUAR!! KELUAR DARI KAMARKU!!!”

Nayoung mulai mengamuk. Ia melempar apapun yang ada di kamarnya. Nyonya Lee menangis melihat kondisi anaknya seperti itu.

Tuan Lee yang ingin menengok Nayoung terkejut melihat kamar Nayoung berantakan. Tuan Lee juga melihat Nyonya Lee menangis.

“Ada apa dengan Nayoung??”

“Dia mengamuk lagi!! Aku mohon padamu, biarkan Nayoung bertemu Seokjin!!”

“Tidak!!! Tidak bisa!! Tidakkah kau lihat bahwa Seokjin sudah memperlakukan anak kita secara tidak menusiawi seperti itu??!!”

“Tapi Seokjin sudah berubah!!! Dia bahkan datang ke rumah dan bersimpuh padaku memohon agar ia bisa bertemu Nayoung!! Pikirkan keadaan keduanya!!”

Tuan Lee sejenak diam. Ia mencerna kembali kata kata Nyonya Lee.

“Tidak!! Aku tidak mau kesalahan yang sama terulang lagi!! Bisa saja ini hanyalah akal akalannya agar bisa bertemu Nayoung lalu kembali menyiksanya!! Minggir, biar aku yang masuk!!”

Tuan Lee masuk ke dalam kamar Nayoung. Nayoung semakin ganas saat Tuan Lee masuk.

“KELUAR!! KELUAR KAU!! KAU BUKAN AYAHKU!!! KAU HANYALAH IBLIS KEJAM YANG MEMISAHKANKU DENGAN SEOKJIN OPPA!! PERGI!!”

“Nayoung!! Tenanglah!! Kenapa kau masih membela Seokjin??!! Jelas jelas dia sudah memperlakukanmu seperti itu!!”

“KENAPA JUGA KAU MEMBENCI SEOKJIN OPPA??!!! APA SALAHNYA??!!”

Tuan Lee terdiam dan memeluk Nayoung. Nayoung semakin meronta ronta ingin keluar.

“Nayoung, appa mohon padamu… lupakan Seokjin!!”

“MINGGIR!! LEPASKAN AKU!! KAU BUKAN APPAKU!!” teriak Nayoung sambil menangis.

Tidak ada jalan lain, tuan Lee menggendong Nayoung menuju gudang kosong di bawah tangga rumah mereka. Di ruanganku semuanya kosong, hanya ada 1 tempat tidur kecil. Untuk mencegah Nayoung mengamuk, ia memborgol tangan kiri Nayoung pada tempat tidur.

“Maafkan appa, sayang. Appa terpaksa melakukan ini. Ini semua hanya untuk kebaikanmu”

Tuan Lee pergi dari ruangan itu meninggalkan Nayoung dan menangis meratapi hidupnya.

In another side..

Seokjin termenung di dalam kamarnya memandangi foto pernikahannya dengan Nayoung. Ia tiba tiba menangis mengingat Nayoung. Wajah tampan Seokjin kini berubah pucat semenjak berpisah dengan Nayoung.

Ia perlahan membuka handycam-nya. Diputarnya video liburan mereka 5 hari sebelum mereka berpisah. Ia merekam video itu diam diam. Ia melihat senyum bahagia Nayoung yang belum pernah ia lihat semenjak mereka melihat.

Hanya dengan melihat video itu, dia sudah bisa mengobati rasa rindunya pada Nayoung.

“Seokjin-ah.. ayo makan. Eomma masak galbi kesukaanmu”

“Gomawo, eomma”

Nyonya Kim menemani Seokjin makan. Ia melihat video yang Seokjin saksikan di handycam-nya.

“Itu Nayoung?? Kapan kau merekam ini??”

“Saat liburan terakhir kami”

“Kau merindukannya??”

Seokjin mengangguk. Ia memakan buburnya dengan gemetar.

“Eomma”

“Ya??”

“Apakah aku memang tidak pantas untuk dicintai?? Aku terlalu jahat ya??”

Nyonya Kim bingung. Ia akhirnya tersenyum getir

“Bukan begitu, Jin-ah. Siapapun pantas untuk dicintai. Hanya saja, caramu salah. Eomma tau kau mencintai Nayoung. Tapi perbuatanmu dulu memang salah. Kau membuat Nayoung berada dalam kondisi yang buruk karena ulahmu. Bahkan karena ulahmu, kalian kehilangan calon bayi kalian”

Seokjin terdiam. Air matanya menetes. Memori itu seakan terputar kembali. Akibat perbuatan bodohnya, Nayoung hampir mati karena pendarahan yang hebat.

“Jadi, apakah aku orang jahat??”

“Tidak. Kau mau berubah itu sudah bagus. Kau mau menyadari kesalahanmu. Kau tulus meminta maaf pada Nayoung. Tapi, kembali lagi pada waktu. Ayah Nayoung mungkin butuh waktu untuk memaafkanmu. Bagaimanapun, Nayoung adalah anak satu satunya tuan Lee. Wajar jika ia marah padamu”

Seokjin mengangguk dan tersenyum. Ia memandangi langit malam dengan harapan ia bisa bertemu Nayoung.

Keesokan harinya, Seokjin kembali datang ke rumah Nayoung. Ia mengetuk pintu rumah Nayoung dan dari dalam keluarlah Nyonya Lee

“Seokjin!! Aigoo.. kau disini?? Mau apa kau disini??”

“Eommonim, boleh aku bertemu Nayoung??”

“Bagaimana ya…”

“Kumohon eommonim, biarkan aku bertemu dengan Nayoung. Sekali saja…”

Nyonya Lee tidak tega melihat Seokjin yang terus menerus memohon dengan kondisi memprihatinkan seperti itu.

“Baiklah. Kau boleh bertemu Nayoung”

“Gomawo!! Gomawo, eommonim”

Nyonya Lee tersenyum. Seokjin masuk dan mengecek kamar Nayoung.

“Eommonim, kenapa Nayoung tidak ada??”

“Dia dipindahkan ke gudang oleh suamiku”

“Mwo??!!”

Seokjin segera berlari ke gudang di bawah tangga rumah mereka. Pintunya dikunci dan kuncinya dibawa oleh Tuan Lee. Akhirnya, Seokjin mendobrak pintu itu dan menerobos masuk.

“NAYOUNG!!! NAYOUNG!!”

Nayoung terbangun karena mendengar suara Seokjin

“Oppa.. OPPA!!!”

Nayoung memeluk Seokjin sambil menangis. Ia sudah sangat merindukan sosok dihadapannya ini

“Aku tidak bermimpi kan??!! Ini benar benar kau kan oppa??!!”

“Kau tidak bermimpi, Nayoung. Ini aku..aku disini”

Seokjin menatap Nayoung. Kondisinya benar benar sangat mengkhawatirkan. Perutnya yang dulu berisi, sekarang menjadi kurus.

“Kenapa kau seperti ini?? Kenapa tanganmu diborgol??!!”

“Orang itu yang melakukannya!! ORANG ITU!!!”

Seokjin menenangkan Nayoung yang menangis. Nyonya Lee menghampiri Nayoung dan Seokjin

“Sebaiknya, aku biarkan kalian berdua dulu. Kalian pasti punya banyak hal untuk dibicarakan”

“Eommonim.. gomawo!! Jeongmal gomawo!!”

“Sudahlah, Seokjin. Bagaimanapun kau sudah seperti anakku. Sudah kewajiban mertua untuk menjaga menantunya”

Kedua orang itu tersenyum. Setelah pintu ditutup, mereka melanjutkan pembicaraan

“Kenapa kau tambah kurus??”

“Benarkah?? Ah.. mungkin karena aku diet” kata Nayoung berbohong

“Jangan bohong padaku. Kenapa kau menolak untuk makan?? Harusnya kau makan”

“Aku merindukanmu oppa..”

“Aku juga..”

Mereka berpelukan lagi.

“Oya, boleh aku pinjam kakimu??”

“Untuk??”

“Aku ingin berbaring di pangkuanmu. Bolehkah?? Kalau kau tidak menyukainya, aku juga tidak memaksa”

“Apa kau bercanda?? Tentu saja boleh. Kau istriku dan kau hidupku. Aku bahkan tidak sanggup kehilanganmu”

Nayoung akhirnya tertidur di pangkuan Seokjin. Tak terasa, hari sudah menjelang malam. Nyonya Lee mengingatkan Seokjin untuk segera pulang karena Tuan Lee sebentar lagi sampai di rumah.

“Nayoung, aku pulang dulu ya?? Besok aku ke sini lagi”

“Hati hati ya oppa?? Sampai di rumah, kau harus langsung istirahat. Kau pasti lelah, sudah merawatku seharian ini”

“Baiklah. Baik baik ya??”

Mereka akhirnya berpisah dengan satu kecupan kecil di kening Nayoung. Nyonya Lee mengantar Seokjin sampai depan

“Eommonim, aku sangat sangat berterimakasih. Kau bahkan masih mau menerimaku menjadi menantumu”

Nyonya Lee tersenyum dan memeluk Seokjin.

“Kau hidupnya. Mana mungkin aku mau menghalangi hidup anakku sendiri. Kau sudah membuktikan padaku Seokjin. Cinta kalian abadi. Aku bangga padamu”

“Gomawo, jeongmal gomawo eommonim. Aku pulang dulu”

“Hati hati ya??”

Seokjin kembali ke rumah dengan tersenyum.

Selama 1 minggu, Seokjin rajin mengunjungi Nayoung di rumahnya. Ia pergi setelah Tuan Lee pergi dan pulang sebelum Tuan Lee sampai di rumah. Karena rutinnya pertemuan mereka, Nayoung berangsunr angsur membaik. Kondisinya sudah stabil dan keceriaannya kembali seperti semula

Rasa rindunya sudah terobati dengan rajinnya Seokjin menemaninya. Namun, Tuan Lee merasa curiga dengan perubahan mendadak pada Nayoung. Ia merasa ada yang Nyonya Lee tutupi darinya

“Apakah kau mengijinkan Seokjin bertemu Nayoung??”

“Tentu saja tidak. Kalaupun aku mengijinkannya, bagaimana ia bisa bertemu dengan Nayoung??”

“Kalau Seokjin tidak bertemu Nayoung, mana mungkin Nayoung bisa kembali sehat seperti itu?? Kau tahu kan, satu satunya obat bagi Nayoung hanyalah Seokjin??”

“Jadi kau tidak percaya padaku?? Terserah kau saja. Aku sudah capek menanganimu”

Kecurigaan Tuan Lee tak berhenti sampai di situ. Ia secara diam diam memasang kamera pengintai di kamar Nayoung yang langsung terhubung dengan komputernya di kantor.

Alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa Seokjin diam diam bertemu dengan Nayoung saat dirinya bekerja. Ia sangat marah. Setelah lama berpikir, ia akhirnya menemukan ide bagus untuk memisahkan Nayoung dan Seokjin

Keesokan harinya, Seokjin pergi untuk menemui Nayoung.

“Eommonim!! Ini aku Seokjin!!”

Dari dalam, seseorang membuka pintu. Alangkah terkejutnya Seokjin mengetahui yang membuka pintu rumah adalah Tuan Lee.

“A-abeonim?? Kau tidak..”

“Apa?? Kerja?? Kau pikir aku bodoh??!! Pantas saja Nayoung berangsur angsur membaik. Kau juga sudah memperalat istriku agar mau menuruti kata katamu!! Dasar tidak tau diri!!”

“Abeonim.. biar aku jelaskan”

“Jelaskan apa lagi??!! Kau sudah tidak diperlukan lagi di sini!! Nayoung sebentar lagi akan menikah dan aku sudah menemukan orang yang lebih baik dari dirimu”

“Me-menikah??!! Maksud abeonim apa??”

“Woohyun, kemarilah!!”

Seorang namja berkulit putih dan tinggi muncul dari dalam rumah. Ia tersenyum kepada Seokjin

“Nam Woohyun imnida”

“Kau…”

“Ya. Woohyun sebentar lagi akan menikah dengan Nayoung. Dia jauh lebih baik darimu dan aku yakin, dia akan menyayangi Nayoung dengan sepenuh hati”

“Tapi abeonim..”

“Pergi dari sini!! Jangan pernah menemui Nayoung lagi!!” kata Tuan Lee sambil menutup pintu.

“Abeonim!! Abeonim!!”

Seokjin menangis kecewa di balik pintu. Sebegitu kecewanyakah Tuan Lee sampai sampai ia menjodohkan Nayoung dengan namja lain padahal Nayoung masih berstatus sebagai istrinya.

Di kamar, Nayoung juga menangis menanggapi keputusan ayahnya. Ia terpaksa menuruti kata kata ayahnya karena ayahnya mengancam akan membunuh Seokjin jika ia tidak menikah dengan Woohyun.

“Seokjin oppa, mianhaeyo..”

Tibalah hari pernikahan Nayoung dan Woohyun. Pernikahan dilaksakan di sebuah taman di kawasan Gangnam. Nayoung sudah siap dengan gaun pengantin dan buket bunga di tangannya. Seokjin juga sudah datang dan ia berdiri di luar taman karena ia tidak mau Nayoung melihatnya

“Apakah kau, Nam Woohyun, menerima Lee Nayoung sebagai istri anda??”

“Ya, saya menerimanya”

“Apakah kau, Lee Nayoung, menerima Nam Woohyun sebagai suami anda??”

Nayoung terdiam. Ia bingung harus menjawab apa.

“Tidak. Maafkan aku, aku harus pergi” kata Nayoung sambil melepas kerudung dan buket bunganya. Ia lari dari taman itu menuju suatu pedesaan di pinggir bukit. Seokjin yang mengikuti Nayoung langsung menarik Nayoung ke suatu rumah.

“Oppa??”

“Diamlah.. nanti mereka mendengarmu”

Setelah serombongan orang suruhan ayahnya melewati rumah kosong itu, mereka segera keluar menuju desa yang terletak tak jauh dari situ.

“Permisi, saya tersesat di bukit ini. Bolehkan saya menginap beberapa malam di sini??”

“Tentu saja boleh. Silahkan”

Mereka diberi satu rumah dengan perabot lengkap. Mereka juga diberi pakaian.

“Kita tinggal di sini untuk sementara lalu kita ke akan ke kota untuk keluar dari Seoul. Oke??”

“Tidak masalah. Selama aku bersamamu”

Akhirnya, selama beberapa hari mereka tinggal di desa itu. Lama kelamaan, penduduk desa mulai menyukai mereka. Sifat mereka yang senang membantu dan ramah membuat kepala desa di sana memperbolehkan mereka tinggal selamanya di sana.

Kehidupan perlahan lahan mulai membaik. Namun, ada 1 orang yang tidak menginginkan kehadiran Seokjin di situ. Orang itu adalah Dong-ha, anak kandung kepala desa yang menyukai Nayoung. Setiap saat, ia berusaha membuat Seokjin celaka.

Namun, ia selalu gagal karena penduduk desa selalu memergokinya. Ia akhirnya nekat melapor ke Tuan Lee dimana letak Nayoung dan Seokjin berada

“Apakah benar anakku ada di rumahmu??”

“Benar tuan. Anak anda bernama Lee Nayoung kan?? Laki laki yang membawanya kabur adalah Kim Seokjin kan??”

“Benar!! Kapan kami bisa membawanya pulang??!!”

“Tunggu sebentar lagi. Tunggu.. tapi anda anda harus memberi imbalan pada saya??”

“Apa itu??”

“Jodohkan saya dengan Nayoung dan masalah semuanya beres”

“Kurang ajar!! Tidak!! Aku tidak akan sudi menjodohkan Nayoung denganmu!!”

“Terserah jika anda tidak mau menuruti saya. Jangan salahkan saya, jika anak anda akan mati di tangan saya!!”

“Baiklah baik!! Aku bersedia!! Tapi kumohon, jangan sakiti Nayoung”

“Beres tuan..”

Dong-ha tersenyum membayangkan Nayoung menjadi miliknya.

Paginya, Seokjin berangkat mencari kayu bersama penduduk lain

“Aku berangkat dulu ya?? Jaga dirimu dan jangan macam macam”

“Beres oppa!! Kau bisa mempercayaiku”

Seokjin tersenyum dan mencium kening Nayoung. 1 jam kemudian, terdengar suara ketukan di pintu rumah mereka

“Ahjumma?? Waeyo??”

“Suamimu… suamimu, Nayoung-ah!!”

“Ada apa dengan Seokjin oppa??!!”

“Dia dicegat oleh sekelompok pemuda tak dikenal dan sekerang kepala desa sedang menangani masalah ini”

“MWO??!!”

Nayoung pun seketika lemas. Ia hampir ambruk jika penduduk desa tidak menahannya.

“Kumohon, antarkan aku ke Seokjin oppa sekarang”

“Tapi Nayoung..”

“Kumohon.. kumohon”

Akhirnya mereka membawa Nayoung ke sana. Sementara di tempat pencegatan, Seokjin sudah lemas karena tidak bisa menghadapi begitu banyak orang yang menghalanginya

“Hentikan!! Kenapa kalian ke sini??!! Siapa kalian??!!”

“Kami suruhan dari Tuan Lee, pemilik Lee Corp untuk mencari nona Nayoung dan Seokjin”

“Darimana kalian tau mereka ada di sini??!!”

“Dari aku appa…”

Kepala desan terkejut karena anaknya terlibat pada kasus ini.

“Dong-ha?? Kenapa kau..”

“YA!! KARENA KU MENCINTAI NAYOUNG, APPA!! KAU SELALU BILANG BAHWA NAYOUNG TAK PANTAS UNTUKKU!! KENAPA??!! AKU DAN SEOKJIN ITU SAMA SAJA!!”

Kepala desa mulai bingung. Ia tidak bisa memisahkan Seokjin dan Nayoung begitu saja.

“Siapa yang bilang bahwa aku benar benar akan menjodohkanmu??”

Dong-ha terkejut karena Tuan Lee datang bersama Woohyun.

“Tidakkah kau lihat namja di sampingku?? Dialah calon Nayoung, Nam Woohyun”

“APA??!! BERANINYA KAU!!”

Dong-ha menembak satu persatu orang suruhan Tuan Lee. Ia membawa Seokjin lari menjauh.

“Kejar mereka!!”

Sementara itu, Nayoung yang mendapat firasat lain segera melepaskan diri dari ibu ibu tersebut dan berlari menerobos hutan tempat pelarian Dong-ha dan Seokjin

“Kau baik baik saja??”

“Kenapa kau membantuku??”

Dong-ha tersenyum getir.

“Kau tau, aku menyukai Nayoung semenjak pertama kalian datang ke desa ini. Aku berpikir bahwa kau tidak pantas bersama Nayoung. Tapi ternyata aku salah. Maafkan aku karena akulah yang melapor pada Tuan Lee perihal persembunyianmu. Aku sekarang sadar, cinta kalian kuat. Aku tidak mungkin bisa memisahkan kalian”

Seokjin tersenyum dan menjabat tangan Dong-ha.

“Terima kasih”

“ITU MEREKA!! KEJAR!!”

Mereka terkejut karena mereka sudah diketahui. Mereka akhirnya kembali lari. Karena kondisi Seokjin yang sudah lemas, Seokjin jatuh tersungkur. Nayoung yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Seokjin dan Dong-ha.

“Seokjin oppa!!”

“Nayoung-ah.. larilah!! Cepat!!”

“Tidak!! Aku tidak mungkin lari tanpa dirimu”

Orang suruhan mereka sudah semakin dekat. Mereka akhirnya dikepung. Tuan Lee beserta Woohyun menghampiri Nayoung

“Nayoung, dengarkan appa. Ayo pulang dan lupakan Seokjin!!”

“Tidak!! Kau tidak ada hak untuk mengaturku!! Mundur!!”

“Kau tidak bisa kemana mana Nayoung. Kau sudah dikepung. Sekarang tinggalkan dia dan apa tidak akan menghabisinya”

Nayoung menatap Seokjin. Seokjin menggeleng dengan sekuat tenaga

“Jangan kesana Nayoung..”

“Baiklah. Aku ikut denganmu!!”

Nayoung melangkah menjauh. Namun, baru seberapa langkah dia mendangar suara tembakan. Ia melihat sebuah peluru ditembakan kearah Seokjin. Secepat kilat, Nayoung melemparkan tubuhnya ke arah Seokjin. Alhasil, jantung Nayoung terkena tembakan

“NAYOUNG!!!”

Seokjin menangis meratapi Nayoung. Ia mengelus wajah Nayoung. Nayoung tersenyum lirih ke arah Seokjin

“Oppa.. gomawo. Kau sudah ada untukku di sisa hidupku. Aku yakin bahwa ini takdirku. Aku bangga menjadi istrimu dan aku tidak akan pernah menyesal bertemu denganmu. Maaf jika selama ini aku tidak bisa menjadi orang yang sempurna bagimu. Maafkan aku bila aku sering mengecewakanmu. Aku mencintaimu”

“Nayoung..”

“Selamat tinggal, Seokjin oppa…”

Nayoung akhirnya memejamkan matanya untuk selamanya. Tuan Lee menyuruh semua orangnya untuk pergi dari situ meninggalkan Dong-ha dan Seokjin

Dong-ha ikut menangis karena ia merasa bersalah atas hal ini. Ia meletakkan pistol yang ia pegang dikepalanya

“Seokjin, maafkan aku. Andai aku tidak melapor, Nayoung pasti masih hidup. Aku memang tidak pantas hidup”

“Dong-ha!! LETAKKAN PISTOL ITU!!”

Dong-ha tersenyum dan..

DOR!!

“DONG-HA!!”

2 tahun kemudian…

Seokjin bersiap siap untuk mencari kayu bakar di hutan. Ia akhirnya memutuskan untuk tinggal di desa itu agar selalu dekat dengan makam Nayoung

Sepulang dari mencari kayu bakar, ia mampir ke makam Nayoung. Ia membersihkan makan Nayoung dan menaruh seikat bunga di situ

“Nayoung… bagaimana kabarmu?? Apa kau baik baik saja disana?? Kau tau, aku memutuskan untuk tinggal di sini agar aku tidak jauh darimu. Kau di sana pasti bertemu Dong-ha. Tolong sampaikan padanya, terima kasih atas semuanya meski kebersamaan kita hanya sekejap. Aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan kepadamu. Selamat tinggal dan I Love You”

Seokjin segera bangkit untuk pulang ke rumah. Tiba tiba, sekuntum bunga mawar putih jatuh tepat di makam Nayoung. Di langit, Nayoung dan Dong-ha ikut tersenyum bahagia

 

THE END

Yeayy!! Another absurd stories!!

FF ini terinspirasi dari lagunya Ailee yang Goodbye My Love. Sumpah gaes (?), lagunya bikin nangis. Mian kalo ceritanya aneh aneh gitu dan alurnya ngga jelas sama sekali. Semuanya ini aku bikin dengan sekuat tenaga dan penuh perjuangan.

Keep RCL!! BYE!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s